Anda di halaman 1dari 18

Joy A. Haning,S.

Ked
Violet G.O Talo,S.Ked
Tindakan memelihara, mengganti defisit
/kekurangan cairan dalam batas-batas
fisiologis dengan cairan kristaloid atau
koloid secara intravena
Menggantikan kekurangan cairan dan
elektrolit,
Menggantikan kehilangan cairan yang
sedang berlangsung,
Memenuhi kebutuhan cairan perhari,
Mengatasi syok,
Mengatasi kelainan yang ditimbulkan akibat
terapi lain yang diberikan,
Tambahan untuk memasukkan obat dan zat
makan secara rutin,
Untuk menjaga keseimbangan asam-basa.

Berhasil pada penderita tidak ditemukan
tanda-tanda hipovolemik dan hipoperfusi
atau tanda-tanda kelebihan cairan berupa
edema paru dan gagal nafas.






komposisi mirip cairan ekstraseluler (CES
= CEF)
Solusi cairan kristaloid mengandung cairan
dengan berat molekul rendah dengan atau
tanpa glukosa
Waktu paruh intravaskular sekitar 20-30
menit

Keuntungan :
harga murah,
tersedia dengan mudah di setiap pusat kesehatan,
tidak perlu dilakukan cross match,
tidak menimbulkan alergi atau syok anafilaktik,
penyimpanan sederhana dan dapat disimpan lama.
Cairan kristaloid bila diberikan dalam jumlah cukup (3-
4 kali cairan koloid) ternyata sama efektifnya seperti
pemberian cairan koloid untuk mengatasi defisit
volume intravaskuler.


Hipotonis : osmolaritas < serum sehingga
larut dalam serum, dan menurunkan
osmolaritas serum. cairan ditarik dari
dalam pembuluh darah keluar ke jaringan
sekitarnya dan mengisi sel-sel yang dituju.
Ex. NaCl, Dextrose 5%
Isotonis : osmolaritas hampir = serum
Ex. NaCl 0,9%, RL, D5 NS, D5 RL, RA.
Hipertonis: osmolaritas > serum sehingga
menarik cairan dan elektrolit dari jaringan
dan sel ke dalam pembuluh darah, mampu
menstabilkan tekanan darah, menigkatkan
produksi urin dan mengurangi edema.
Ex. NaCl 45% hipertonik, Dextrose 5%+Ringer-
Laktat, Dextrose 5%+NaCl 0,9%.

NaCl 0,9%:
Komposisi (mmol/l) : Na = 154, Cl = 154.
Na hampir sama dengan CES namun kadar Cl- jauh
lebih tinggi resiko asidosis metabolik hiperkloremia
Dextrose
Komposisi : glukosa = 50 gr/l (5%), 100 gr/l (10%), 200
gr/l (20%).
Untuk suplai air pada kondisi kekurangan air
mendekati murni (dehidrasi hipernatremia).
Tidak untuk pasien dengan gangguan elektrolit



RL (Ringer Laktat)
Komposisi (mmol/100ml) : Na = 130-140, K = 4-5,
Ca = 2-3, Cl = 109-110, Basa = 28-30 mEq/l.
Paling banyak digunakan
Mengandung laktat yang akan dimetabolisme di
hati
RA (Ringer Asetat)
Komposisi: Na=130, Cl-= 109, K= 4, Ca+=3
Indikasi: gangguan fungsi hati berat seperti sirosis
hati dan asidosis laktat
Prinsip pemberian terapi cairan
disesuaikan dengan jumlah cairan yang
dibutuhkan dan keadaan elektrolit dari
pasien.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai