Anda di halaman 1dari 31

Makanan dan hubungan makan hewan

TPU : Mahasiswa dapat menganalisis hal-hal yang berkenaan dengan makanan dan hubungan
makan hewan.
TPK :
1. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang kebiasaan makan hewan.
2. Mahasiswa dapat menjelaskan beberapa aspek penting tentang makanan hewan.
3. Mahasiswa dapat.menerapkan ara analisis diet hewan.
P!k!k "ahasan : Makanan dan hubungan makan hewan #hewan !rganisme heter!tr!$%
beberapa aspek makanan hewan% kebiasaan makan hewan &.
A. Hewan Organisme Heterotrof
'emua hewan adalah makhluk yang bersi$at heter!tr!p #kebalikan dari aut!tr!$&%
artinya untuk memper!leh nutrien !rganik untuk keperluan tubuhnya% hewan harus memakan
!rganisme lain baik makhluk yang masih hidup atau makhluk yang sudah mati. 'ebagian
besar umur hewan digunakan untuk memper!leh makanan. (engan demikian% ketersediaan
sumber daya bagi hewan tergantung pada ruang dan waktu. 'atu hal yang sangat penting
untuk diperhatikan adalah si$at dari sumberdaya terssebut apakah mudah atau tidaknya
diper!leh atau dierena.
"eberapa jenis hewan yang bersi$at generalistis dalam memakan makanan
#euryphagous&) hewan-hewan jenis ini memakan makanan berbagai jenis hampir tidak
terbatas. *njing hutan% !p!sum #sejenis hewan berkantung&% dan manusia adalah !nt!h
kel!mp!k jenis ini. 'edangkan hewan jenis lainnya memakan makanan hanya beberapa jenis
hewan saja #stenophagous&.
*hli ek!l!gi hewan yang mempelajari startegi makanan sering memperhatikan m!del-
m!del penarian makanan yang !ptimal yang dilakukan !leh hewan. +al ini sangat
dipertimbangkan bahwa binatang harus memasukkan energi yang lebih banyak
dibangdingkan yang dikeluarkannya. 'elain dari energi% hewan juga harus memper!leh
nutrien #,at-,at gi,i& yang spesi$ik yang betul-betul dibutuhkan !leh tubuh. (engan demikian
penarian makanan !leh hewan akan sangat memperhatikan pertimbangan pemilihan
makanan% penggantian% mangsa yang harus dimakan% dan lain sebagainya.
". Aspek makanan hewan
'emua !rganisme membutuhkan sumber energi dan nutrisi untuk tumbuh% perawatan%
akti$itas% repr!duksi dan kelangsungan hidup. -rganisme harus makan agar tetap bertahan.
Makanan yang p!tensial dapat dijumpai dimana-mana% namun apa yang diekspl!itasi !leh
jenis tertentu tergantung dari jenis !rganisme tersebut. 'truktur dan ukuran membatasi apa
yang bisa digunakan sebagai makanan. Makanan dari hewan juga tergantung dari dan dimana
tempat tinggalnya. .alaupun kel!mp!k makanan yang p!tensial sangat banyak% tetapi
kadang-kadang tidak diekspl!itasi !leh hewan tersebut.
+ubungan !rganisme dengan mangsa hampir tidak bisa disamaratakan hewan satu
dengan yang lain. Masing-masing hewan memiliki hubungan yang khas. /akt!r utama dalam
kebutuhan energi pada k!nsumen khususnya predat!r% adalah energi yang dikeluarkan untuk
mendapatkan makanan. "anyak predat!r mengejar dan menerkam mangsanya terlebih dahulu
sebelum mendapatkan makanan. 'emua pr!ses menari makan membutuhkan energi. +al
inilah yang mungkin dapat menjelaskan bagaimana pemilihan makanan suatu hewan dalam
memenuhi kebutuhan energinya. *da yang memilih untuk mendapatkan banyak makanan
dengan sedikit usaha% ada juga yang memilih makanan yang menghasilkan energi dan nutrisi
yang lebih banyak.
Beberapa aspek makanan hewan
*spek jumlah #Kuantitati$& makanan hewan menyangkut masalah kelipatan
tersedianya% sedangkan aspek mutu #Kualitati$& menyangkut masalah palatabilitasnya% nilai
gi,i daya erna dan ukuranya.
1. Palatabilitas (Tingkat Keleatan!
Palabilitas makanan tergantung dari tidak adanya kandungan ,at-,at kimia tertentu
misalnya yang meransang diluar kisaran t!leransi hewan ataupun yang bersi$at t!ksik. 'elain
itu adanya struktur 0struktur yang mengganggu seperti bulu atau duri yng tajam atau lapisan
yang keras mengurangi nilai palabilitas makanan bagi hewan. Karena itu banyak hewan
karni1!r menunjukkan pre$ernsi memakan tumbuhan muda daun atau puuk muda.
". #ilai $ii
2ilai 3i,i makanan menyangkut masalah kandungan pr!tein% karb!hidrat% lemak
mineral-mineral% 1itamin dan air dalam makanan itu. Kandungan substansi !rganiknya
memberikan nilai kandungan energi makanan itu. Kekurangan salah satu k!mp!nen dalam
dlit dapat dideteksi !leh hewan melalui mekanisme neur!$isi!l!gi tubuhnya. +ewan
kemudian akan berusaha mengatasinya dengan memakan dalam jumlah yang banyak
makanan lain yang mengandung k!mp!nen yang kurang itu.
*pabila kekurangan itu tidak dapat diatasi% hewan akan mengalami ketegangan yan
mungkin menjurus ke terjadinya kanibalisme% meskipun hewan itu jenis herbi1!ra. 2ilai gi,i
makanan dalam arti peman$aatan makanan itu hingga dapat digunakan dalam tubuhnya
hewan yang mengk!nsumsi makanan itu erat kaitannya dengan daya erna makanan.
%. &a'a (erna
(aya erna makanan tergantung daari k!mp!sisi kimia dan struktural makanan itu serta
adaptasi $isi!l!gis yang didukung adaptasi struktural hewan pemaka. +ewan herbi1!r lebih
memerlukan en,im-en,im pr!teasa dan hewan-hewan !mni1!r memerlukan k!mplek en,im
yang lebih lengkap.
(aya erna makanan lebih merupakan masalah bagi hewan herbi1!r dari pada hewan
karni1!r. 4ang dihadapi hewan karni1!r adalah masalah menemukan% menangkap dan
menangani mangsa% bukan masalah penernaan. (itinjau dari segi nilai gi,i% k!mp!sisi tubuh
mngsaa berupa tikus% ikan atau aing bagi hewan karni1!r semuanya praktis tidak berbeda.
5ain halnya dengan makanan hewan herbi1!r.
). *kuran Makanan
"agi hewan-hewan herbi1!r% sapr!1!r dan parasit ukuran tubuh hewan makanannya
tidak merupakan masalah. Tidak demikian halnya pada hewan-hewan karni1!r #predat!r&
yang makanannya berupa hewan lain yang mungkin m!bilitasnya tinggi. Ukuran tubuh
hewan mangsa biasanya lebih keil dari pemangsanya. 2amun demikian ukuran itu tidak
b!leh terlalu keil agar energi per!lehan memangsa tidak lebih rendah daari pada energi yang
telah dipakai untuk menari dan mengejar hewan mangsanya itu.
Kita mengenal beberapa jenis hewan karni1!r yang ukuran tubuhnya keil sekali
dibandingkan dengan ukuran tubuhnya sendiri. +ewan-hewan ini mempunyai adaptasi dan
strategi khusus untuk mendapatkan mangsanya. Misalnya% 5abah-labah menggunakan jaring
untuk menjebak mangsanya. "angsa buaya% ular% kadal dan ikan predat!r mempunyai strategi
menge$esiensikan penggunaan energi dengan merayap mengsanya. 'eara tiba-tiba apabila
ukuran tubuh hewan mangsa lebih besar maka hewan pemangsa menyerangnya dengan
seara berger!mb!l% seperti misalnya pada bangsa ajag atau pun hyena.
Klasifikasi makanan +ebagai +umberda'a
"erdasarkan pada klasi$ikasi sumberdaya makanan hewan yang mempunyai nilai gi,i
maupun daya erna yang berbeda itu dpat dibedakan atas yang bersi$at esensial dan yang
dapat diganti. Makanan yang bersi$at esensial tidak dapat diganti !leh yang lain karena 1ital
untuk pertumbuhan dan perkembangan jenis hewan pemakannya. Misalnya pada kupu-kupu
heli!nius% lar1anya sangat tergantung pada suatu jenis tumbuhan passi$l!ra sebagai
makananya% sedang hewan dewasanya memerlukan butir sari dari jenis tumbuhan
uurbitaeae. Makanan sekaligus mikr!habitatnya dari hewan yang bersi$at parasitik adlah
hewan inangnya. "erbagai reduksi dampak dari tekanan pemangsaan dan spesies yang
memangsa ber!1!lusi menjadi makin mampu mendapatkan makananya serta makin e1esien
meman$aatkan makanannya itu.
+trategi Men,ari Makan
Menurut te!ri menari makan !ptimum% strategi hewan dalam menari makan ialah
mendapatkan per!lehan semaksimal mungkin dengan resik! seminimal mungkin. Menari
makan seara berkel!mp!k akan memberi keuntungan bila ketersediaan sumberdaya
makanan di lingkungan berlimpah. Keuntungan menari makan seara berkel!mp!k
adalah sumber daya makanan dapat dengan mudah dan epat ditemukan% serta bahaya yang
menganam akan lebih epat diketahui.
+ewan mangsa umumnya terdapat mengel!mp!k pada suatu l!kasi. -leh karena itu%
hewan predat!r tidak akan mementingkan l!kasi dimana hewan mangsa yang paling
melimpah tetapi akan lebih memilih area yang lebih menguntungkan dalam al!kasi waktu
dengan relati$ energi bersih yang didapatkan sama. 'mith #1667& menjelaskan bahwa di
dalam aturan pemilihan makanan% k!nsumen harus #1& memilih mangsa yang lebih
menguntungkan) #2& memakan seara lebih selekti$ jika mangsa yang menguntungkan atau
jenis makanan tersedia melimpah) #3& akan memasukkan ke dalam diet jenis yang kurang
menguntungkan jika jenis yang menguntungkan relati$ jarang) #8& akan mengabaikan jenis
yang tidak menguntungkan walaupun umum terdapat% jika mangsa yang menguntungkan
tersedia melimpah.
(i dalam hal pemilihan l!kasi makan% k!nsumen harus melakukan hal berikut ini: #1&
memusatkan akti$itas penarian makan pada l!kasi yang paling pr!dukti$) #2& akan tetap
tinggal pada l!kasi tersebut sampai ketersediaan sama dengan rata-rata area lain sekitarnya)
#3& akan meninggalkan l!kasi tersebut jika pr!dukti$itasnya berkurang menjadi rata-rata) #8&
akan mengabaikan daerah yang pr!dukti$itas rendah.
(. Kebiasaan Makan
"erdasarkan maam makanan yang dimakan:
1. +erbi1!ra% yaitu hewan pemakan tumbuhan. 9!nt!h herbi1!ra adalah kambing% sapi%
rusa% dll.
2. Karni1!ra% yaitu hewan pemakan daging. 9!nt!h karni1!ra adalah kuing% harimau%
serigala% beruang% dll.
3. -mni1!ra% yaitu hewan pemakan segala% baik tumbuhan maupun daging. 9!nt!h
!mni1!ra adalah tikus% musang% bekantan% dll.
8. 'apr!1!r #sapr!$ag& termasuk bakteri!1!r dan $ungi1!r.
"erdasarkan ara makan:
1. M!n!$ag: mangsa terdiri dari 1 spesies saja
2. -lig!$ag: mangsa terdiri dari 2-3 spesies
3. P!li$ag: mangsanya lebih dari 3 spesies
-antai dan .aring Makanan
:nteraksi hubungan makan akan menghasilkan rantai makanan yang menggambarkan
hubungan linier antara mangsa dengan predat!r pada tingkatan tr!$ik berurutan. *danya
p!li$ag ; !mni1!r yang melibatkan mangsa dari tingkatan tr!$ik yg berbeda-beda sehingga
menyebabkan rantai makanan seperti beranast!m!sis membentukjaring makanan. 9!rak
jaring makanan ada bermaam-maam% ada yang memberikan peluang besar pada k!munitas
untuk stabil% ada pula k!munitasnya menjadi rawan berubah. <antai makanan sebagai suatu
sirkuit energi dalam suatu k!munitas dapat dibagi atas dua% yaitu:
1. 'irkuit merumput #gra,ing iruit& yaitu k!nsumen primernya mendapat energi dari
tumbuhan hijau.
2. 'irkuit detritus !rganik yaitu k!nsumen primernya mendapat energi dari detritus
#detriti1!r&.
&. /kologi Makan Bekantan
"ekantan atau dalam nama ilmiahnya Nasalis larvatus merupakan spesies
primata sejenis kera berhidung panjang dengan rambut berwarna !klat kemerahan dan
merupakan satu dari dua spesies dalam genus tunggal kera 2asalis. Primata diurnal ini
endemik "!rne! #Kalimantan% 'abah% 'erawak% "runei (arussalam&. Tubuhnya berwarna
!klat kekuningan atau !klat kemerahan% kadang-kadang !rang menyebut warna tubuhnya
jingga atau !ranye. =antan tidak hanya memiliki tubuh yang ukurannya lebih besar daripada
betina tetapi memiliki hidung berbentuk khas yang berbeda dari hidung betina. +idung si
jantan berbentuk seperti umbi menggantung dan berukuran panjang% sedangkan hidung si
betina manung saja% seperti layaknya hidung manusia. Karena warna tubuh dan bentuk
hidung demikian% masyarakat sering menyebut bekantan ini kera belanda. Tipe hutan yang
merupakan habitat persebaran bekantan seara umum telah diketahui% yaitu hutan mangr!1e%
hutan tepi-sungai dan hutan rawa gambut.
'ub$amili 9!l!bine termasuk bekantan adalah primata yang memiliki sistem
penernaan mirip ruminansia. 'elain ukuran penernaannya besar dan berkant!ng-kant!ng%
juga dilengkap kelenjar ludah% par!tid dan sub-mandibular yang besar untuk membantu
memudahkan penernaan dan pr!ses $ermentasi pakan yang sebagian besar terdiri dari daun-
daunan. "ekantan termasuk $!regut-$ermenting dari jenis n!n-ruminansia% yaitu berperilaku
memuntahkan kembali makanannya #regurgitati!n& kemudian mengunyahnya lagi
#remastiati!n& sebelum makanan tersebut benar-benar ditelan. +al tersebut merupakan salah
satu strategi penyesuaian terhadap jenis pakannya berupa daun dan buah muda yang kaya
serat dan sulit dierna.
'istem penernaan bekantan mampu menetralisir tanin dengan bantuan bakteri.
Menurut (a1ies dan -ates #1668&% m!nyet kel!mp!k 9!l!bine ini bisa menetralisir t!ksin
yang ada dalam pakan mereka. +al ini bisa dilakukan dengan 2 #dua& ara% yaitu det!ksi$ikasi
#mengeluarkan raun dari dalam tubuh& dan bantuan mikr!ba dalam penernaan mereka.
(et!ksi$ikasi juga kadang dilakukan dengan memakan tanah.
"ekantan tidak dapat mengk!nsumsi buah-buahan yang manis untuk menghindari
makan gula yang banyak. 3ula yang berlebihan akan ter$ermentasi dalam lambung bekantan
dan akan menghasilkan banyak gas yang bisa menyebabkan perut kembung% yang apabila
tidak segera di!bati maka akan menyebabkan kematian. Pr!p!rsi sumber pakan bekantan
dilap!rkan berbeda-beda di beberapa l!kasi dan tipe habitat. "ekantan dig!l!ngkan
sebagai $!li1!re>$rugi1!res% karena pr!p!rsi pakan antara daun-daunan dan buah hampir
sama% yaitu sekitar ?2@ : 87@ atau 3A@ : 3?@ sedangkan sisanya berasal dari daun tua%
bunga% biji% tangkai buah% kulit kayu% binatang keil dalam jumlah sedikit% dan serangga.
(alam satu p!h!n sering terdapat 2-8 bekantan. 5amanya makan pada setiap p!h!n
tergantung pada jenis p!h!n serta jumlah persediaan makanannya #"ismark% 16A7&. (ari
penelitian yang dilakukan terhadap bekantan di Kebun "inatang <agunan =akarta% diper!leh
data bahwa bekantan menghabiskan rata-rata 1?B2%? gram ransum>ek!r>hari. =enis tumbuhan
sumber pakan bekantan juga menunjukkan 1ariasi yang ukup tinggi tergantung dengan
k!ndisi habitatnya. Keragaman sumber pakan juga merupakan salah satu upaya yang
dilakukan bekantan untuk menjaga keseimbangan dan kebutuhan nutrisi. 2utrisi yang tidak
diper!leh dari jenis tumbuhan tertentu dapat dipenuhi dari jenis tumbuhan yang lain terutama
kebutuhan mineral.
"ekantan biasanya makan di ujung-ujung p!h!n% duduk pada salah satu abang atau
ranting yang relati$ besar. 'alah satu tangan dipergunakan untuk berpegang pada abang atau
ranting di bagian atasnya sedangkan tangan yang lain untuk meraih makanan. Kalau berada
pada p!sisi sulit% kedua tangan akan ber$ungsi untuk berpegangan sedangkan makanan
langsung diambil dengan mulut. 'elain digunakan dalam makan untuk memetik daundaunan%
tangan juga ber$ungsi untuk memasukkan makanan ke dalam mulut. 9ara mendapatkan
makanan adalah dengan menggunakan tangan untuk memetik daun% lalu dimasukkan 1-3
lembar daun ke dalam mulut seara berurutan% lalu dikunyah. (aun yang dik!nsumsi
bekantan adalah daun muda dengan urutan 1 sampai 3 dari ujung ranting% bunga dan buah%
yang diambil langsung dengan mulut atau dengan ara memetik. (aun dimakan dengan ara
menggigit hingga 3 kali. 'etiap gigitan dikunyah 1?-37 kali.
3ambar 1. "ekantan memilih puuk dan daun muda sebagai sumber pakan energi tinggi yang
rendah tannin seperti daun muda rambai laut #Sonneratia caseolaris&
'ewaktu menari makan% kel!mp!k bekantan terbagi atas beberapa anak kel!mp!k
yang umumnya terdiri atas 1-B ek!r. 'etiap anak kel!mp!k makan pada beberapa p!h!n yang
tidak begitu berjauhan satu sama lain. (alam satu p!h!n biasa terdapat 2-8 ek!r bekantan
yang makan tanpa menunjukan persaingan diantara mereka. 5amanya makan pada setiap
p!h!n bergantung pada jenis p!h!n serta jumlah persediaan makannya. Pada p!h!n 3anua
m!tleyana% bekantan dapat bertahan selama 27-?7 menit. Kegiatan makan bekantan rata-rata
sebesar 2B%6@% sedangkan kegiatan berjalan dan istirahat masing-masing sebesar 16%6@ dan
?2%2@. (ari 3%C jam waktu makan bekantan% 81%2@ dilakukan di pagi hari% yaitu antara pukul
7B.77-17.77. Kegiatan makan yang tertinggi diapai pukul 1?.77-1C.77. 'elanjutnya
dijelaskan bahwa lebih dari ?7@ kegiatan makan berada di ketinggian 17-1? meter.
*kti1itas makan bekantan dipengaruhi !leh uaa. Pada k!ndisi terang% akti1itas makan
bekantan pada pagi hari lebih tinggi dibandingkan dengan s!re hari% dan pada k!ndisi uaa
mendung#terjadi hujan& akti1itas makan bekantan dilakukan setelah uaa terang #tidak
hujan& dimana banyak dilakukan pada siang atau s!re hari.
Ketersediaan sumber pakan baik pakan utama maupun alternati$nya yang terbatas
menyebabkan $rekuensi penggunaan jenis tertentu sebagai pakan sangat tinggi. 'eperti halnya
yang terjadi pada jenis rambai laut yang memiliki pre$erensi yang tinggi sebagai sumber
pakan bekantan. Terbatasnya jumlah p!h!n yang tersedia dan $rekuensi kunjungnan
kel!mp!k bekantan yang tinggi menyebabkan pr!dukti$itas daun mudanya tidak sebanding
dengan kebutuhan bekantan. :ni menyebabkan p!h!n rambai laut di beberapa l!kasi menjadi
gundul% kering bahkan tidak sedikit yang mati seperti yang ditunjukkan 3ambar 2. Kematian
p!h!n rambai laut terutama yang berada di bibir sungai juga disebabkan karena rebah ke
sungai akibat adanya er!si.
3ambar 2. (aun muda rambai laut menjadi pilihan utama% sehingga banyak p!h!n yang
gundul% kering dan mati
Ketersediaan sumber air tawar sangat penting dalam menunjang kehidupan bekantan
di habitatnya. Kebutuhan air bagi bekantan diantaranya untuk keperluan minum dan
berenang. 'ungai termasuk k!mp!nen ek!l!gis yang mempengaruhi pemilihan habitat !leh
bekantan di hutan bakau. 'edangkan pada sungai-sungai keil% pendek dan dekat dengan laut
sangat dipengaruhi !leh air laut. K!ndisi ini kurang mendukung terhadap akti$itas bekantan%
terutama untuk minum.
+ewan primata satu ini tak luput dari bayang-bayang pemangsa% menunjukkan bahwa
primata jenis bekantan tidak menempati titik punak dari piramid rantai makanan. =enis
predat!r bagi bekantan diantaranya adalah biawak #Varanus salvator&% anjing #Canis lupus
familiaris&% ular sana #Python reticulata&% buaya #Crocodylus siamensis& dan ular k!bra
#Ophiophagus hannah&.
"iawak #Varanus salvator& sebagai salah satu p!tensial predat!r lainnya di 'ungai
Kuala 'amb!ja terlihat tidak mengkhawatirkan bagi bekantan. "iawak dan bekantan
menggunakan p!h!n yang sama untuk beristirahat dan tidur pada siang hari. +al tersebut
berbeda dengan hasil !bser1asi 4eager #1661&% di mana keberadaan biawak sepanjang 1%3 m
pada p!h!n yang sama menyebabkan kel!mp!k bekantan sangat tidak tenang dan
menimbulkan perilaku ag!nistik dengan mengeluarkan suara dan ekspresi anaman kepada
biawak. Keberadaan ular k!bra dijumpai saat ular tersebut berenang menyeberangi sungai
Kula 'amb!ja di k!munitas riparian% namun belum diketahui pengaruh keberadaannya
terhadap bekantan di l!kasi ini. Ular k!bra #Ophiophagus hannah& juga ditemukan di lantai
hutan mangr!1e habitat bekantan.
*njing #Canis lupus familiaris& sebagai pemangsa bekantan belum pernah dilap!rkan
sebelumnya. *njing adalah pemangsa bagi bekantan% terutama pada habitat yang berdekatan
dengan permukiman dan kebun masyarakat. *njing menjadi salah satu anaman sebagai
pemangsa bekantan di Kuala 'amb!ja dengan ditunjukkan !leh perilaku bekantan yang
enderung menghindar pada saat anjing masuk ke kebun buah masyarakat. +al ini diperkuat
dengan adanya bekantan yang mati diserang !leh anjing di Pantai Tanah Merah yang berjarak
sekitar ? km dari 'ungai Kuala 'amb!ja.
Kesimpulan
"ekantan termasuk $!regut-$ermenting dari jenis n!n-ruminansia. 'istem penernaan
bekantan mampu menetralisir tanin dengan bantuan bakteri. "ekantan tidak dapat
mengk!nsumsi buah-buahan yang manis untuk menghindari makan gula yang banyak.
"ekantan biasanya makan di ujung-ujung p!h!n% ara mendapatkan makanan adalah dengan
menggunakan tangan untuk memetik daun% lalu dimasukkan 1-3 lembar daun ke dalam mulut
seara berurutan% lalu dikunyah. 'ewaktu menari makan% kel!mp!k bekantan terbagi atas
beberapa anak kel!mp!k yang umumnya terdiri atas 1-B ek!r.
"ekantan merupakan hewan !mni1!ra. +ewan ini tidak menempati punak tertinggi
dari piramida rantai makanan. "ekantan memiliki predat!r diantaranya diantaranya adalah
biawak #Varanus salvator&% anjing #Canis lupus familiaris&% ular sana #Python reticulata&%
buaya #Crocodylus siamensis& dan ular k!bra #Ophiophagus hannah&.
&A0TA- P*+TAKA
*tm!k!% Tri. 2712. "ekantan Kuala 'amb!ja "ertahan dalam Keterbatasan Melestarikan
"ekantan di +abitat Teris!lasi dan Tidak (ilindungi. "alikpapan: "alai Penelitian
Tekn!l!gi K!nser1asi 'umber (aya *lam
Purba% Dlisa /ebri "ethesman. 2776. 'tudi Keanekaragaman =enis Tumbuhan Pakan
"ekantan #Nasalis larvatus& di Taman 2asi!nal Tanjung Puting Kalimantan Tengah
#'tudi Kasus di *real <esearh P!nd!k *mbung&. Skripsi. "!g!r : /akultas Kehutanan
:nstitut Pertanian "!g!r.
4eager% 9.P. 1661. P!ssible antipredat!r beha1i!r ass!iated with ri1err!ssings by pr!b!sis
m!nkeys #Nasalis larvatus&. American Journal of Primatology% 28:C1-CC.
*rie$ '!endj!t!% M!hamad.% +adi 'ukadi *lik!dra.% Muhammad "ismark.% dan +eru
'etijant!. 277C. =enis dan K!mp!sisi Pakan "ekantan #Nasalis larvatus Wurmb& di
+utan Karet Kabupaten Tabal!ng% Kalimantan 'elatan. Jurnal iodiversitas% E!l B 2!
1 +al: 38-3A.
=enis pakan bekantan #2asalis lar1atus .urmb& di hutan mangr!1e% hutan rawa gambut% atau
hutan riparian #pesisir& telah did!kumentasikan. "ennett dan 'ebastian #16AA& melap!rkan
bahwa bekantan termasuk $!li1!ra. (aun merupakan jenis pakan utama bagi bekantan.
Menurut "ismark #16ABa%b&% pr!p!rsi daun menapai 62@ dari seluruh pakan. Tingginya
tingkat k!nsumsi terhadap daun disebabkan keragaman jenis p!h!n yang rendah dan
pr!duksi buah yang tidak selalu ada #'!erianegara et al. 1668&. .alaupun termasuk $!li1!ra%
bekantan bukan $!li1!ra sejati. Primata ini mengk!nsumsi hampir seluruh bagian tumbuhan
yang menakup akar% kulit batang% daun% buah% dan bunga #'upriatna dan .ahy!n! 2777&.
"ekantan biasanya berperan sebagai $!li1!ra antara =uni dan (esember serta berperan
sebagai $rugi1!ra antara =anuari dan Mei. 'elama peri!de paeklik% bekantan meman$aatkan
pakan dengan kualitas gi,i rendah tetapi tersedia melimpah% seperti daun-daun tua #4eager%
16A6&. "ahkan "ismark #16A7&% 4eager #16A6&% '!erianegara et al. #1668&%
serta 'upriatna dan .ahy!n! #2777& menyebutkan bahwa bekantan juga memakan rayap%
kepiting% nyamuk% dan lar1a serangga. "ekantan tidak hanya mem1ariasikan makanan sesuai
dengan ketersediaan pakan pada setiap musim% tetapi juga meman$aatkan tumbuhan di tipe
habitat berbeda sebagai sumber pakan. *pabila tidak melakukannya% primata ini tidak dapat
dijumpai di tipe habitat hutan karet% hutan rawa galam% dan hutan bukit kapur>karst. *danya
bekantan di tipe-tipe habitat ini dilap!rkan '!endj!t! et al. #2773&. Penelitian ini bertujuan
untuk mengidenti$ikasi tumbuhan atau !rganisme lain yang menjadi sumber pakan bekantan
di hutan karet% memperkirakan jumlah pakan per hari% dan menentukan kandungan nutrisinya.
"*+*2 (*2 MDT-(D
(ata yang dikumpulkan adalah jenis pakan% jumlah pemakan% laju ambil pakan% berat pakan%
serta kandungan nutrisi pakan. Pengumpulan data dilakukan antara *pril 2773 s.d. =uli 2778%
di hutan karet (esa 'impung 5ayung% Kabupaten Tabal!ng. =enis pakan menakup nama
spesies dan bagian tumbuhan yang dimakan. =enis tumbuhan diidenti$ikasi di .anariset
'amb!ja% Kalimantan Timur. "agian tumbuhan dikel!mp!kkan ke dalam daun% bunga% buah%
dan kulit batang. 9atatan khusus ditambahkan untuk bagian tumbuhan yang tidak termasuk
dalam empat kel!mp!k ini
'-D2(=-T- dkk. 0 Pakan 2asalis lar1atus di hutan karet Tabal!ng% Kalimantan 'elatan 3?
atau untuk pakan tertentu% misalnya dari hewan. Panduan untuk mendata bagian-bagian
tumbuhan yang disukai menggunakan met!de :*</ #indi1idual ati1ity re!rds !$ $eeding&
#4eager% 16A6&. Pada met!de ini% satu jenis pakan yang teramati dimakan !leh satu indi1idu
bekantan diberi nilai 1. Peng!mbinasian data ini dengan kerapatan spesies tumbuhan pakan
tersebut dipergunakan untuk menentukan rasi! seleksi pakan. Tiga spesies tumbuhan% yaitu
karet #+e1ea brasiliensis&% kujamas #'y,ygium stap$iana&% dan tiwadak banyu #*rt!arpus
teysmanii& dipergunakan untuk menduga jumlah pakan dan mengukur kandungan nutrisi.
"agian tumbuhan yang diambil sebagai sampel disesuaikan dengan yang dimakan bekantan.
=enis tumbuh-tumbuhan di atas dipilih dengan pertimbangan bahwa karet merupakan p!h!n
yang d!minan% sedangkan kujamas dan tiwadak banyu adalah p!h!n yang hidup di perairan
#baruh&. Pertimbangan lainnya adalah ukuran daun atau ukuran petikan. (aun kujamas
berukuran keil atau dipetik dalam ukuran sedikit !leh bekantan. 'ebaliknya% daun karet dan
tiwadak banyu berukuran lebih besar dan dipetik dalam ukuran besar juga !leh bekantan.
=umlah pakan per hari diperkirakan dari perkalian antara laju ambil pakan% berat basah #atau
berat kering& pakan yang diambil per satuan tertentu% dan pr!p!rsi waktu makan per hari.
5aju ambil pakan dihitung menggunakan digital st!pwath. "erat #basah dan kering&
tumbuhan pakan ditimbang dengan neraa hingga ketelitian 7%7771 g. Pengeringan dilakukan
di !1en pada suhu 117!9 selama 28 jam. Pr!p!rsi waktu makan diper!leh dari penelitian
akti1itas harian. Uji statistik #uji t& dipergunakan untuk menentukan signi$ikansi perbedaan.
Kandungan nutrisi% tanin% gr!ss energy #3D&% dan mineral ketiga jenis tumbuhan tersebut
dianalisis% setelah dikering- anginkan selama 1? hari. Kadar abu% pr!tein% serat kasar% lemak%
serta kandungan mineral makr! #P% K% 9a% 2a% Mg% '& dan mikr! #/e% Mn% 9u% Fn& dianalisis
di 5ab!rat!rium "alai "esar Penelitian dan Pengembangan "i!tekn!l!gi dan 'umberdaya
3enetik Pertanian "!g!r sedangkan tanin dan 3D berturut-turut dianalisis di "alai Penelitian
Tanaman <empah dan -bat "!g!r serta 5ab!rat!rium :lmu dan Tekn!l!gi Pakan% /akultas
Peternakan :P" "!g!r.
+*':5 (*2 PDM"*+*'*2
=enis pakan (i hutan karet 'impung 5ayung% ditemukan 1A spesies #G17 $amili& tumbuhan
yang menjadi pakan bekantan #Tabel 1&. Tumbuhan yang sering dimakan !leh bekantan
adalah karet dan kujamas. Karet dan kujamas merupakan tumbuhan d!minan di hutan karet
desa ini #'!endj!t! et al. 277?&. Karet diusahakan masyarakat sebagai penghasil getah>lateks
dan sumber mata penaharian p!k!k bagi sebagian masyarakat. "erbeda dengan karet%
kujamas merupakan tumbuhan liar pada bagian hutan yang tidak dipelihara intensi$.
Tumbuhan ini sering dijumpai tumbuh di sekitar baruh. *daptasinya terhadap baruh
ditunjukkan !leh adanya akar jangkar yang mirip dengan perakaran bakau. "aruh adalah
salah satu sumber air #selain sungai dan sungai keil& di hutan karet dan merupakan tempat
bagi bekantan untuk memulai% menetap sementara% atau mengakhiri perjalanan harian.
"eberapa baruh lebih sering dikunjungi bekantan daripada baruh lainnya. K!ndisi ini dipiu
!leh keanekaragaman tumbuhan dan jauhnya letak baruh dari sumber gangguan atau akti1itas
manusia #'!endj!t! et al.% 277?&. "ekantan tidak hanya mengguna- kan ke-1A spesies
tersebut sebagai tumbuhan pakan% tetapi juga meman$aatkan spesies lain #Tabel 2&. (i hutan
karet di luar l!kasi penelitian #(esa 'impung 5ayung& yang masih termasuk wilayah
administrasi Kabupaten Tabal!ng% ditemukan bahwa bekantan memakan buah terung% buah
kumanjing% buah piung% dan daun rengas. Penduduk juga melap!rkan bahwa bekantan
memakan bunga pampakin. Temuan penelitian dan lap!ran masyarakat ini memperkaya
da$tar tumbuhan yang menjadi sumber pakan bekantan di hutan karet% termasuk dalam hal ini
lap!ran '!endj!t! et al. #2772& dan '!endj!t! #2778a%b&. *lik!dra dan Mustari #1668&
menyebutkan 12 spesies dan '!erianegara dkk. #1668& melap!rkan 8 spesies tumbuhan
mangr!1e menjadi sumber pakan bekantan% antara lain: bakau #<hi,!ph!ra apiulata&% api-api
#*1iennia alba&% dan rambai #'!nneratia ase!laris&. 4eager #16A6& melap!rkan bahwa di
hutan rawa gambut terdapat sekitar 8B spesies tumbuhan dan jejambuan
Tabel 1. =enis dan k!mp!sisi pakan bekantan di hutan karet (esa 'impung 5ayung%
Kabupaten Tabal!ng.
Tumbuhan pakan <asi! seleksi
2!
/amili 2ama ilmiah 2ama l!kal
(aun "unga"uah
Kulit batang
=umlah #:*</&
Kepadatan
T>K <el 1. (illeniaeae (illenia eHelsa 3aligantan ? 8 - - 6 3A? 7%723 7%1B1 2.
Dlae!arpaeae Dlae!arpus stipularis "angkinang burung 22 - B - 26 86%3A 7%?AB 8%3B8 3.
Duph!rbiaeae +e1ea brasiliensis Karet 1C8 2C - - 167 13.2B7 7%718 7%178 8. +yperiaeae
9rat!Hylum !hinhinensis Mampat 1C - - - 1C 28? 7%7C? 7%8A8 ?. M!raeae *rt!arpus
integer Tiwadak 1? - C - 21 17 2%1 1?%C? C. M!raeae *. teysmanii Tiwadak banyu 28 - - - 28
2%? 6%C B1%?8 B. M!raeae /ius binnendykii Kariwaya 1B - - - 1B C2%? 7%2B2 2%72B A.
Myrtaeae 'y,ygium stap$iana Kujamas 1B1 21 - C 16A 18.8BC%AA 7%718 7%178 6. Myrtaeae
'. p!lyanthum 'alam% duhat 2 - - - 2 332%? 7%77C 7%78? 17. Myrtaeae '. pyri$!lium 'erai
merah 16 - ? - 28 22? 7%162 1%831 11. Myrtaeae 'y,ygium sp. 1 - 8 - - - 8 2C7 7%71? 7%112
12. Myrtaeae 'y,ygium sp. 2 'alam laki 3 - 8 - B 1C?%C3 7%782 7%313 13. 'ympl!aeae
'ympl!!s !hinhinensis 3eminting 13 - - - 13 3.6?B%? 7%773 7%722 18. Eerbenaeae EiteH
pubesens *laban 33 18 A - ?? 113%13 7%8AC 3%C22 1?. TT TT 5umut C - - - C TT - - 1C.
Palmae *renga pinnata *ren% enau - 6 - - 6 5 - - 1B. Palmae 9alamus sipi!num Tuu - - A - A
5 - - 1A. <!saeae <ubus m!luana "ambab - ? - ? 5 - - = u m l a h ?18 B8 83 C C3B
13%816 177 < e l a t i $ #@& A7%6 11%3 C%BB 7%6? 177 Keterangan: T>K I t!tal :*</ dibagi
kepadatan) <el I relati$ #@& ) TT I tidak teridenti$ikasi. (ata kepadatan #indi1idu>ha&
dim!di$ikasi dari '!endj!t! #277?&. Tumbuhan pakan n!m!r 1C% 1B% 1A terdapat di luar tapak
sampel #5&. Tumbuhan pakan yang berupa lumut menempel pada kulit batang kujamas.
":-(:ED<':T*' E!l. B% 2!. 1% =anuari 277C% hal. 38-3A 3C
#Dugenia spp.& yang menjadi sumber pakan bekantan. 'alter et al. #16A?& menyebutkan
bahwa 3 dari 67 spesies tumbuhan pakan di hutan riparian dan mangr!1e adalah "!uea sp.%
"uhanania sp.% dan "ruguiera gymn!rrhi,a. '!endj!t! et al. #2771&% melap!rkan bahwa
sumber pakan bekantan di hutan galam antara lain galam #Melaleua ajuputi&% piai
#*r!stihum aureum&% dan kelakai #'ten!hlaena palustris&. (ari lap!ran dan hasil penelitian
tentang ek!l!gi- makan bekantan% '!endj!t! #2773& menda$tar lebih dari 277 spesies
tumbuhan sumber pakan bekantan.
"agian tumbuhan yang dimakan dan jumlah pakan (ata :*</ #Tabel 1& menunjukkan bahwa
pakan yang berupa daun menapai A7%6@% sedangkan bunga% buah% dan kulit batang berturut-
turut adalah 11%3@% C%BB@% dan 7%6?@. "esaran persentase ini bersi$at sementara dan bisa
berubah% apabila jenis pakan yang ditemukan di luar l!kasi penelitian #Tabel 3& dan jenis
pakan yang berasal dari hewan juga ikut diperhitungkan. "ekantan memakan rayap dan
belalang% walaupun jumlah kejadian ditemukannya memakan kedua jenis hewan itu jarang)
memakan rayap ditemukan 2 kejadian dan memakan belalang hanya 1 kejadian. Memakan
rayap dan belalang adalah upaya bekantan untuk memper!leh pr!tein hewani. +al ini
menguatkan pendapat "ismark #16ABb& dan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan
$ungsi gigi taring bekantan. Pada primata% gigi taring berperan untuk menunjukkan
penganaman dan tingkat hirarki dalam sistem s!sial% serta sebagai alat mekanik untuk
menggigit dan menabik-abik sumber pr!tein hewani #'windler 166A&. .alaupun demikian%
$rekuensi bekantan memakan serangga terg!l!ng jarang. +al ini merupakan k!nsekuensi dari
adanya sistem penernaan k!mpleks pada bekantan. Menurut "ennett dan 3!mbek #1663&%
sistem penernaan yang k!mpleks tidak dapat menerna #i& sumber pakan kaya pr!tein
hewani% seperti serangga% dan #ii& bebuahan kaya energi dan manis% karena bakteri-bakteri
yang berperan dalam penernaan mem$ermentasikan pakan dengan epat sehingga terbentuk
gas dan asam dalam
perut. Perut kembung ini selanjutnya justru dapat menyebabkan kematian bekantan.
"erdasarkan jenis pakan yang ditemukan dalam penelitian ini dan juga yang dilap!rkan !leh
peneliti lain #Tabel 3&% bekantan dapat dig!l!ngkan !mni1!ra. +al ini sesuai dengan pendapat
9!wlishaw dan (unbar #2777& bahwa primata pada umumnya adalah tipikal !mni1!ra.
2amun% karena keenderungan pakannya lebih mengarah kepada tumbuhan dan k!mp!sisi
pakan tersebut lebih besar pada daun% bekantan lebih sering dig!l!ngkan $!li1!ra.
"erdasarkan sampel tiga spesies tumbuhan dan asumsi-asumsi seperti yang tertera pada
keterangan Tabel 8% maka jumlah pakan indi1idu bekantan per hari ber1ariasi. =umlahnya
berkisar 616%6C-1.?3B%?6 g berat basah #""& atau 1CA%?B-?1?%68 g berat kering #"K&. 'ebagai
bahan pembanding% "ismark #16ABb& 0 tanpa menyebut spesies tumbuhan yang dimakan !leh
bekantan 0 menduga bahwa di hutan mangr!1e jumlah pakan indi1idu bekantan per hari
berkisar 1.?77-1.B?7 g #""& daun% sedangkan '!erianegara et al. #1668& menduga 677 g #""&
atau 231%C g #"K&. 5aju bekantan memakan pakan ber1ariasi% yaitu B%C8 petik>menit terhadap
karet% 18%BB petik>menit terhadap kujamas% dan 2%2B petik>menit terhadap tiwadak banyu
#Tabel 8&. Eariasi laju makan disebabkan perbedaan k!ndisi jenis pakan 0 pada penelitian ini
jenis pakan yang digunakan sebagai sampel adalah daun 0 dan kewaspadaan terhadap
predat!r. (aun yang dimakan bekantan memiliki perbedaan ukuran dan tingkat kekerasan
#Tabel ?&. Perbedaan ukuran yang sangat signi$ikan seara statistik #Tabel C& dan perbedaan
tingkat kekerasan ini menyebabkan perbedaan $rekuensi penyuapan dan pengunyahan. Puuk
kujamas berukuran keil dan relati$ lunak. Puuk ini #i& dipetik tangan% disuapkan ke mulut 1-
2 kali% dan dikunyah 2-A kali>suap atau #ii& digigit langsung dan dikunyah 2-A kali>suap. (aun
muda tiwadak banyu berukuran besar dan agak keras. 'etelah dipetik dengan tangan% daun ini
#i& dir!bek dengan tangan% disuapkan ke mulut #hingga C kali&% dan dikunyah hingga 87
kali>suap% atau #ii& diabik dengan gigi atau mulut dan langsung dikunyah. Puuk tiwadak
banyu dimakan seperti ara memakan puuk kujamas.
Tabel 2. Tumbuhan pada hutan karet di luar l!kasi penelitian yang ditemukan !leh peneliti
atau dilap!rkan !leh masyarakat% menjadi sumber pakan bekantan 'pesies tumbuhan 2ama
ilmiah 2ama l!kal "agian yang dimakan 'umber dan l!kasi (uri! kutejensis Pampakin
"unga 5M: Kampung Ulan% (esa "injai% Keamatan Muara Uya 3arinia par1i$l!ra
Kumanjing "uah TP: +utan 'alihin% (esa "ilas% Keamatan Upau 3luta renghas <engas
(aun puuk TP: <awa Panepeh% (esa Ka!ng% Keamatan Upau Musa spp. Pisang "uah 5M:
(esa Pasar "aru% Keamatan Muara Uya Pangium edule Piung% kluwak "uah TP: +utan
karet milik +asbullah% (esa "atupulut% Keamatan +aruai '!lanum sp. Terung "uah TP:
+utan karet (esa =abang% Keamatan +aruai Pitheel!bium l!batum =aring (aun% buah 5M:
+utan Manunggul% (esa =aing +ilir% Keamatan Murung Pudak Keterangan: TP I temuan
peneliti) 5M I lap!ran masyarakat.
Tabel 3. K!mp!sisi bagian pakan yang dimakan !leh bekantan. K!mp!sisi pakan #@& (aun
"uah =enis pakan lainnya
'umber 6C%2 3%? 7%3 #serangga& "ismark #16A7&. (iukur dari berat kering k!t!ran. (aun di
sini menakup puuk daun% daun muda% daun tua dan tangkai daun% sedangkan buah
menakup buah% biji% kunup bunga% dan kulit kayu 62 3%? 8%? #ranting dan ujung akar bakau&
"ismark #16ABb& A1%77 A%?7 B%B7 #bunga& ) 1%A7 #serangga& ) 1%77 #pakan lainnya&
'!erianegara et al. #1668& ?1%6 87%3 Kurang dari 1@ adalah bahan-bahan dari hewan. (ari
semua daun B6%3@ berupa daun muda% sedangkan dari buah 61%B@ berupa biji atau biji dan
daging buah 4eager #16A6& ?7 87 "unga% biji% serangga: sisanya 'upriatna dan .ahy!n!
#2777&
'-D2(=-T- dkk. 0 Pakan 2asalis lar1atus di hutan karet Tabal!ng% Kalimantan 'elatan 3B
Tabel 8. (ugaan jumlah pakan indi1idu bekantan per hari.
=umlah pakan per hari #g& 'pesies tumbuhan "agian yang dimakan "erat basah #g& "erat
kering #g& Kadar air #@& 5aju makan #petik>menit& "erat basah "erat kering Puuk 7%C8 #?2&
7%7B #?2& AA%?6 #?2& B%C8 #2C& 1.883%31 1CA%?B Karet (aun muda 7%CA #37& 7%23 #37& CB%12
#37& B%C8 #2C& 1.?3B%?6 ?1?%68 Kujamas Puuk 7%37 #CB& 7%7A #CB& B2%67 #CB& 18%BB #2?&
1.313%1A 3?7%BA Tiwadak banyu Puuk 7%38 #22& 7%78 #22& AB%3? #22& 18%BB #2?& 1.?78%CC
1B3%62 (aun muda 1%3C #1A& 7%2A #1A& BB%6B #1A& 2%2B #26& 616%6C 162%7A Keterangan: 2ilai
dalam kurung adalah jumlah sampel. =enis pakan yang diperhitungkan adalah daun dan
tangkainya. *sumsi dalam perhitungan adalah sebagai berikut: #a& .aktu makan per hari
adalah 26B%3C menit #'!endj!t! 277?&. #b& Pakan yang dimakan per hari hanya satu spesies
tumbuhan. #& "agian yang dijadikan sampel adalah yang dipetik dan dimakan bekantan. #i&
Puuk karet adalah daun majemuk #terdiri atas 3 helai daun% tangkai daun% beserta tangkai
p!k!k& yang berwarna merah tua atau keunguan dan tumbuh di ujung ranting% sedangkan
daun muda adalah daun majemuk yang sudah berwarna hijau. #ii& Puuk kujamas adalah
sederet daun tunggal berhadapan #terdiri atas 2-A helai dan tangkai daun beserta tangkai
p!k!k& yang masih berwarna merah. #iii& Puuk tiwadak banyu adalah daun yang masih
terbungkus seludang dan terletak pada ujung ranting% sedangkan daun muda adalah helaian
daun #termasuk tangkainya& yang #J& seludangnya sudah terlepas% tetapi kedua sisi helaian
daunnya masih mengatup. 4ang terlihat langsung adalah bagian belakang daun dengan
tulang-tulang daun yang masih men!nj!l atau #JJ& sudah terbuka sama sekali dan berwarna
hijau muda. #d& 5aju makan diukur dalam satuan petik>menit. 'etiap bagian yang dipetik akan
dimakan !leh bekantan. #e& 5aju makan terhadap puuk tiwadak banyu diidentikkan dengan
laju makan terhadap kujamas. #i& Ukuran puuk tiwadak banyu mirip dengan ukuran kujamas
#Tabel ?&. #ii& Ketika memakan puuk tiwadak banyu% bekantan melakukannya dengan sekali
petik dan sekali suap.
Tabel ?. Ukuran dan tingkat kekerasan helaian daun karet% kujamas% dan tiwadak banyu
'pesies
'usunan daun
4ang dijadikan sampel
+elai daun pada Tp
P( #mm& 5( #mm& PTp #mm& Tingkat kekerasan Puuk 3 C?%?C #2?) 2A-127& 27%B2 #2?) 6-
3C& CC%A6 #?2) 12-1C1& 5unak Karet (aun majemuk menjari (aun muda 2-3 AB%78 #A8) 81-
182& 31%82 #A8) 18-?3& ?2%73 #37) 26-A7& 5ebih keras daripada daun muda tiwadak banyu
Kujamas (aun tunggal berhadapan Puuk 2-A 88%7B #37) 16-B1& 13%88 #32) 8-2C& 31%A2
#CB) 8-B1& 5unak Puuk #kunup& 1 88%BB #22) 1B-C6& (aun masih tertutup seludang
Tiwadak - 5unak banyu (aun tunggal (aun muda 1 128%B2 #1A) B6-27C& ?B%22 #1A) 33-6?&
- *gak keras Keterangan: Panjang daun #P(& diukur dari pangkal tangkai hingga ujung daun.
5ebar daun #5(& diukur pada bagian helai yang memiliki ukuran terlebar. Panjang tangkai
p!k!k #PTp& adalah panjang tangkai pada daun majemuk #misalnya pada karet& atau tangkai
yang dilekati !leh 2-A daun tunggal #pada kujamas&. Tingkat kekerasan dinilai seara
subyekti$ !leh peneliti. *ngka dalam kurung adalah jumlah sampel dan nilai kisaran
minimum-maksimum.
Tabel C. Perbedaan lebar daun tiga spesies sampel seara statistik.
Parameter
KuP H TM
KuP H KaP
KuP H KaM
TM H KaP
TM H KaM t hitung 11.237? 6%?3?7 3%ABC1 A%7A36 A%2311 (erajad bebas 8A 118 ?? 177 81 P
K 7%71 K 7%71 K 7%71 K 7%71 K 7%71 Keterangan: KuP I daun puuk kujamas% TM I daun
muda tiwadak banyu% KaP>KaM I daun puuk>muda karet.
Kewaspadaan atas datangnya gangguan atau anaman predat!r dapat membuat bekantan
menghentikan kegiatan makan #termasuk menari% memetik% atau menyuap pakan& untuk
sementara waktu. "ersamaan dengan penghentian makan% bekantan mengarahkan pandangan
ke tapak datangnya gangguan. *pabila gangguan dianggap membahayakan% bekantan
bersembunyi atau melarikan diri menjauh. 'ebaliknya% apabila gangguan dianggap tidak
membahayakan% bekantan melanjutkan makan. "!!nratana #2777& menghubungkan
kewaspadaan bekantan dengan jenis pakan. "ekantan menghabiskan banyak waktu untuk
berwaspada% ketika jenis pakan jarang #yaitu bunga&% dan sedikit waktu untuk berwaspada
ketika pakan banyak #yaitu buah&. (engan mempertimbangkan kemungkinan hadirnya
predat!r% kewaspadaan menambah kemungkinan untuk memperhatikan letak jenis pakan.
Kewaspadaan tidak memerlukan banyak energi dan
merupakan bentuk istirahat bekantan untuk menyegarkan !t!t-!t!tnya dan menerna pakan.
Kandungan nutrisi dalam pakan (alam kaitan dengan pakan bekantan% terdapat empat hal
yang perlu diatat. Pertama% bekantan memakan jenis pakan #daun% bunga% buah& dari
berbagai spesies tumbuhan. Mem1ariasikan pakan merupakan upaya bekantan atau hewan
lain pada umumnya untuk menjaga kebutuhan nutrisi. 2utrisi yang tidak diper!leh dari
spesies tumbuhan atau dari jenis pakan tertentu% diupayakan untuk diper!leh dari jenis pakan
atau spesies tumbuhan lainnya. Pada Tabel B dapat dilihat bahwa pr!tein lebih banyak
dimiliki daun karet daripada daun tiwadak banyu dan kujamas% tetapi 9a lebih banyak
dimiliki daun tiwadak banyu daripada daun karet dan kujamas serta serat kasar lebih rendah
pada daun kujamas dibandingkan pada daun karet dan tiwadak banyu. Kedua% bekantan
ditemukan lebih sering memakan puuk atau daun muda daripada daun tua. +al ini sesuai
dengan pendapat "ennett dan 'ebastian #16AA& bahwa #i& bekantan mengutamakan daun
muda% walaupun daun tua melimpah dan #ii& primata ini akan memakan daun tua% apabila
daun muda tidak tersedia lagi. .alaupun data masih belum memadai #karena yang dianalisis
hanya tiga spesies daun&% $akt!r penyebab pemilihan daun muda ini disebabkan kadar airnya
lebih banyak. Pada Tabel 1C
":-(:ED<':T*' E!l. B% 2!. 1% =anuari 277C% hal. 38-3A 3A
diketahui bahwa kadar air pada puuk menapai AB%3?- AA%?6@ dan pada daun muda CB%12-
BB%6B@. "ismark #16ABb& melap!rkan bahwa di hutan mangr!1e bekantan memakan daun
dengan kandungan air CA%8@. /akt!r penyebab lainnya adalah tingkat keernaan yang tinggi
pada daun muda daripada daun tua. Tingginya tingkat keernaan ini dapat diukur dengan
rendahnya kadar serat kasar yang dikandung !leh puuk atau daun muda #Tabel B&. Menurut
Perry et al. #2773&% pakan yang keernaannya tinggi pada umumnya memiliki kandungan
serat rendah.
Tabel B. Kandungan kimia daun tiga spesies tumbuhan pakan.
Tiwadak banyu Karet Kujamas
Fat
'atu an Puuk Muda Tua Muda Tua Muda Kadar airL @ 1?%B6 27%?6 1C%?B 1?%68 18%7C
1B%13 *bu @ 6%26 ?%18 C%26 8%1A 8%66 2%86 Pr!tein @ 18%67 1?%22 1C%37 82%A8 37%AB 6%A7
'erat kasar @ 1?%2C 22%CA 31%62 17%71 2?%3B 6%28 5emak @ 3%C7 2%A? 3%88 B%77 8%6C 3%88
Dnergi kal>g 3.6C8 3.?C? 3.A68 3.67C 8.73C 3.687 Tanin @ 7%7737 7%778C 7%772C 7%7787
7%771B 7%7122 P @ 7%16 7%1? 7%18 7%32 7%32 7%13 K @ 1%2? 7%A3 7%CB 2%71 1%?? 7%B? 9a @
3%18 1%1A 1%6A 7%12 7%38 7%88 2a @ 7%73 7%71 7%71 7%73 7%72 7%7C Mg @ 7%88 7%2C 7%32 7%23
7%2B 7%18 ' @ 7%12 7%11 7%13 7%2C 7%2? 7%17 /e ppm 121%7 1?1%3 122%? 13B%A 12?%C AC%2 Mn
ppm ?1%A 28%A 32%B 177%A 161%A 28%? 9u ppm 1?%C 17%C 11%C 3?%B 31%B 1?%6 Fn ppm ?A%C
B2%7 21%? A8%C B?%B 3B%1 Keterangan: L I kadar air setelah sampel dikeringanginkan selama
1? hari.
Ketiga% setelah memetik pakan% bekantan tidak selalu memakan seluruh bagian tumbuhan
yang dipetik. Puuk kujamas yang dipetik biasanya dimakan seluruhnya% tetapi petikan daun
karet atau tiwadak banyu kadang-kadang hanya dimakan sebagian saja% sisanya dibuang
begitu saja. Tidak diketahui dengan pasti alasan bekantan berperilaku demikian. (i hutan
mangr!1e% bekantan juga memakan sebagian daun pakan dan membuang sisanya. Menurut
"ismark #16AC& ara ini merupakan upaya bekantan untuk menge$isiensikan energi dalam
penernaan pakan% men- dapatkan gi,i lebih baik% dan menghindari pengaruh raun.
Keempat% bekantan memakan dan menyukai sumber pakan yang justru memiliki kadar tanin
tinggi. +al ini menunjukkan t!leransi yang besar terhadap kadar tanin pakan. 5einmMller et
al. #1661& melap!rkan beberapa publikasi tentang dampak t!ksik tanin% yaitu pengurangan
na$su makan dan kehilangan berat tubuh d!mba dan kambing serta adanya raun pada ginjal
dan hati hewan yang memiliki sistem penernaan sederhana #m!n!gastrik&.
KD':MPU5*2 (*2 '*<*2
(elapan belas spesies #G17 $amili& tumbuhan ditemukan sebagai sumber pakan bekantan di
hutan karet. Karet dan kujamas merupakan sumber pakan utama. =umlah spesies tumbuhan
pakan ini dapat bertambah% karena di l!kasi lain yang bukan l!kasi penelitian ini bekantan
ditemukan juga memakan beberapa spesies tumbuhan lain. 'ebagian besar pakan bekantan
adalah daun% sedangkan lainnya
Berbagai ,ara dan metoda analisis makanan hewan
TPU : Mahasiswa dapat menganalisis makanan hewan dengan ara dan met!de yang tepat.
TPK :
1. Mahasiswa dapat melakukan ara analisis diet hewan seara relati$.
2. Mahasiswa dapat melakukan ara analisis diet hewan seara bs!lut.
P!k!k "ahasan : "eberapa ara dan met!de analisis makanan hewan # (iet relati$ dan (iet
abs!lut&
Pendahuluan
Pada dasarnya makhluk hidup memerlukan energi untuk melakukan berbagai
akti1itasnya. Dnergi tersebut diper!leh dari hasil metab!lisme makanan yang dimakannya.
(ari semua sumber makanan yang ada di alam% tidak semuanya dik!nsumsi !leh suatu
!rganisme. +al ini dikarenakan setiap !rganisme memerlukan energi dengan jumlah berbeda
berdasarkan tingkat akti1itasnya. Karena itu hanya makanan tertentu yang dapat dik!nsumsi
!leh !rganisme. Perbedaan makanan ini merupakan salah satu upaya !rganisme untuk
menyeimbangkan kebutuhan hidupnya. Kebutuhan untuk tumbuh dan berkembang maupun
untuk perlindungan diri. Karena itu% struktur m!r$!l!gi setiap !rgnanisme disesuaikan dengan
makanan yang dik!nsumsinya. 'ebagai !nt!h bebek memiliki kaki berselaput untuk menari
makanan di tanah yang berlumpur% harimau memiliki tubuh yang kuat dan akar yang tajam
untuk berburu mangsanya. Upaya !rganisme ini yang kemudian dikenal dengan istilah diet
!rganisme.
Pengertian Pola Makan
(alam kamus besar "ahasa :nd!nesia% p!la diartikan sebagai suatu sistem% ara kerja
atau usaha untuk melakukan sesuatu #(epdiknas% 2771&. (engan demikian% p!la makan yang
sehat dapat diartikan sebagai suatu ara atau usaha untuk melakukan kegiatan makan seara
sehat. 'edangkan yang dimaksud p!la makan sehat adalah suatu ara atau usaha dalam
pengaturan jumlah dan jenis makanan dengan maksud tertentu seperti mempertahankan
kesehatan% status nutrisi% menegah atau membantu kesembuhan penyakit. P!la makan sehari-
hari merupakan p!la makan sese!rang yang berhubungan dengan kebiasaan makan setiap
harinya. Pengertian p!la makan seperti dijelaskan di atas pada dasarnya mendekati de$inisi >
pengertian diet dalam ilmu gi,i>nutrisi.
&1/T
(iet diartikan sebagai pengaturan jumlah dan jenis makanan yang dimakan agar
sese!rang tetap sehat. Untuk menapai tujuan diet > p!la makan sehat tersebut tidak terlepas
dari masukan gi,i yang merupakan pr!ses !rganisme menggunakan makanan yang
dik!nsumsi melalui pr!ses digesti% abs!rbsi% transp!rtasi% penyimpanan% metab!lisme dan
pengeluaran ,at-,at yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan% pertumbuhan
dan $ungsi n!rmal !rgan-!rgan% serta menghasilkan energi.
(alam nutrisi% diet adalah jumlah makanan yang dik!nsumsi !leh sese!rang atau
!rganisme tertentu. =enis diet sangat dipengaruhi !leh latar belakang asal indi1idu atau
keyakinan yang dianut masyarakat tertentu. .alaupun manusia pada dasarnya adalah
!mni1!ra% suatu kel!mp!k masyarakat biasanya memiliki pre$erensi atau pantangan terhadap
beberapa jenis makanan. "erbeda dalam penyebutan di beberapa negara% dalam bahasa
:nd!nesia% kata diet lebih sering ditujukan untuk menyebut suatu upaya menurunkan berat
badan atau mengatur asupan nutrisi tertentu. (alam pekembangannya% diet dalam k!nteks
upaya mengatur asupan nutrisi dibagi menjadi beberapa jenis% yaitu:
1. Menurunkan "erat #Massa& "adan misalnya bagi m!del atau aktris yang ingin menjaga
penampilannya
2. Meningkatkan "erat #Massa& "adan misalnya bagi !lahragawan atau atlet binaraga
yang ingin meningkatkan massa !t!t
3. *supan nutrisi sese!rang sangat berpengaruh terhadap massa tubuhnya.
Makanan (iet .!rld +ealth -rgani,ati!n #.+-& menganjurkan setiap indi1idu untuk
memiliki energi dan berat badan yang sehat dan seimbang. 9ara menurunkan berat badan
yang dianjurkan adalah dengan memperbanyak akti1itas #ber!lah raga&% mengurangi asupan
kal!ri #mengurangi p!rsi makan tetapi tetap menjaga nilai gi,i&.
0aktor 2ang Mempengaruhi Massa Tubuh
Terdapat beberapa $akt!r yang mempengaruhi massa tubuh. /akt!r-$akt!r itu
dikel!mp!kkan menjadi dua% yaitu $akt!r internal dan eksternal. /akt!r internal menakup
$akt!r-$akt!r hereditas seperti gen% regulasi termis% dan metab!lisme. /akt!r eksternal
menakup akti1itas $isik% dan asupan makanan.
0aktor 1nternal
/akt!r :nternal yang bertanggung jawab terhadap massa tubuh adalah suatu $akt!r yang
tidak dapat dikendalikan seara sadar !leh !rang-!rang yang melakukan diet
1. 0aktor $enetik
1#+1$"
Penelitian yang dilakukan !leh 'ek!lah Medis Uni1ersitas "!st!n menemukan bahwa
gen bernama :2':32 bertanggung jawab terhadap !besitas. 3en :2':32 bertanggung
jawab dalam menginhibisi sintesis asam lemak dan k!lester!l. "eberapa pr!duk pr!tein
dari Earian gen :2':32 memiliki daya inhibisi yang rendah sehingga !rang-!rang
dengan 1arian gen ini akan enderung lebih banyak menumpuk lemak di dalam
tubuhnya. 'ekitar 1 dari sepuluh !rang #17@& diduga membawa 1arian gen ini.
0TO
3en lain yang bertanggung jawab terhadap !besitas adalah gen /T-. /T- adalah nama
gen yang terletak pada kr!m!s!m 1C manusia. "erdasarkan hasil penelitian !rang-
!rang yang memiliki 1arian tertentu dari /T- dan memiliki pasangan alel h!m!,ig!t
1arian tersebut di dalam gen!mnya #1C%8@ dari subyek penelitian& memiliki berat
badan 3 kg lebih berat dari !rang biasa dan memiliki risik! terserang !besitas 1%? kali
lebih besar dari !rang biasa.
". -egulasi Termis
Manusia pada dasarnya adalah makhluk berdarah panas yang menghabiskan energi
untuk mempertahankan suhu tubuhnya. 'elain membutuhkan energi untuk mempertahankan
suhu tubuhnya #rata-rata 3B
!
9&% sejumlah energi juga diperlukan untuk mempertahankan
akti1itas !rgan-!rgan 1ital seperti jantung dan paru-paru. Dnergi yang diperlukan ini berasal
dari makanan yang dik!nsumsi !leh sese!rang.
Umumnya% dalam keadaan tidur% manusia membutuhkan daya sebesar 1 .att untuk
setiap kg berat tubuhnya #manusia dengan tubuh seberat C? kg akan meng!nsumsi daya
sekitar C? .att% atau kira-kira setara dengan daya yang dibutuhkan untuk menghidupkan dua
buah lampu b!hlam&. (engan berat tubuh C? kg% maka k!nsumsi energi yang dibutuhkan !leh
!rang itu setiap harinya adalah sekitar ?.?77 kil!j!ule atau 1.877 kil!kal!ri #kkal&. Dnergi
yang dibutuhkan manusia untuk sekedar hidup #di dalam k!ndisi istirahat&% tanpa melakukan
akti1itas apapun tadi disebut dengan istilah
%. 3a4u Metabolisme Basal (Basi, Metabolite -ate5BM-!
Mekanisme regulasi termis setiap !rang berbeda-beda dan k!nsumsi energi tersebut
yang menentukan seberapa banyak nutrisi yang harus dibakar !leh tubuh untuk menghasilkan
energi tersebut. (engan demikian% semakin tinggi "M< sese!rang% maka semakin tinggi
k!nsumsi energinya dan !rang tersebut membutuhkan lebih banyak makanan untuk
mempertahankan akti1itas tubuhnya. Perbedaan jenis kelamin% ras% dan juga tinggi badan
mempengaruhi nilai "M<. K!ndisi psik!l!gis dan suhu udara juga ikut berpengaruh. Karena
kebutuhan t!tal kal!ri untuk setiap indi1idu berbeda-beda dan tergantung pada jenis kelamin%
usia% bahkan etnis. Para ahli gi,i umumnya menggunakan /!rmula +arris "enedit untuk
menghasilkan perkiraan yang lebih akurat terhadap nilai "M< sese!rang. *lih-alih
menghitung sendiri% saat ada banyak situs internet yang telah menyediakan pr!gram
sederhana untuk menghitung "M< misalnya pr!gram bernama "M< 9alulat!r.
). Metabolisme Metabolisme
adalah pr!ses peng!lahan #pembentukan dan penguraian& ,at-,at yang diperlukan !leh
tubuh untuk menjalankan $ungsinya. Metab!lisme lemak merupakan salah satu $akt!r
penentu dalam diet. 'ese!rang dapat meningkatkan pembakaran lemak dengan meningkatkan
massa !t!t di dalam tubuh. Ketika massa !t!t meningkat% metab!lisme makanan akan
meningkat. Pr!ses ini akan meningkatkan nilai "M< dan kebutuhan kal!ri.
0aktor /ksternal
"erdasarkan riset yang dilakukan terhadap p!pulasi penduduk *merika 'erikat%
terdapat C7%?@ penduduk berusia dewasa mengalami k!ndisi berat badan berlebih #data tahun
277?&. "erdasarkan data tersebut% beberapa ahli yakin bahwa kebiasaan hidup dan p!la
makan memegang $akt!r yang lebih d!minan dalam mempengaruhi berat badan sese!rang
bila dibandingkan $akt!r internal. (ua $akt!r eksternal yang sangat d!minan adalah akti1itas
$isik dan asupan nutrisi.
Asupan #utrisi
"erat badan dapat diturunkan dengan mudah dengan ara membatasi asupan nutrisi.
/akt!r pengali untuk energi yang umum diterima !leh banyak !rang adalah sebagai berikut:
1 gram karb!hidrat menghasilkan 8 kkal% 1 gram pr!tein 8 kkal% dan 1 gram lemak 6 kkal.
(engan menjumlahkan nilai "M< dengan kebutuhan kal!ri perakti1itas% sese!rang dapat
dengan mudah memprediksi hasil dietnya.
=ika kal!ri masuk G kal!ri keluar% maka sisa kal!ri akan disimpan dalam tubuh.
=ika kal!ri masuk K kal!ri keluar% maka simpanan kal!ri #lemak& akan digunakan untuk
menutupi de$isit energi. Kal!ri masuk adalah kal!ri yang diper!leh dari makanan sedangkan
kal!ri keluar adalah kebutuhan kal!ri untuk "M< ditambah dengan kal!ri perakti1itas.
Kal!ri masuk GG Kal!ri keluar
Dnergi yang tersisa #1C? kkal% dari 2B37 kkal - 2?C? kkal& akan disimpan dalam tubuh dan
salah satu bentuk penumpukan energi tersebut adalah lemak.
Analisis Makanan Hewan
*spek kualitati$ dan aspek kuantitati$ makanan #mangsa& yang dimakan hewan dapat
diselidiki dengan berbagai maam ara. 'eara garis besar dapat dikenal dua ara% yaitu:
Pengamatan 3angsung
Pengamatan langsung merupakan pengamatan yang tidak memerlukan dimatikannya
hewan yang diselidiki. *nalisis mudah dilakukan terhadap jenis-jenis hewan yang berukuran
tubuh besar% diurnal serta akti1itasnya dalam habitat yang ditempatinya mudah diikuti
pengamat. 9ara pengamatan seperti itu sangat banyak memakan waktu dan tenaga%
adakalanya merupakan satu-satunya ara yang paling mungkin dilakukan untuk menyelidiki
kebiasaan makan jenis hewan langka% seperti !rang utan misalnya
Pengamatan Tak 3angsung 6 Merupakan pengamatan yang tidak memerlukan
dimatikannya hewan yang diselidiki
1. Analisis isi lambung
9ara ini dilakukan dengan jalan menganalisis isi kandungan yang relati$ belum tererna
dari bagian anrteri!r saluran penernannya #temb!l!k% lambung&. Makanan nabati terutama
sekali yang berupa biji-bijian% relati$ sukar terernanya. 'ekitar 28 jam sesudah dik!nsumsi%
biji-bijian itu masih dapat dikenali. :si lambung diidenti$ikasi maamnya dan aspek
kuantitati$nya dapat dinyatakan seara numerikal #jumlah&% gra1imetrik #berat&% ataupun
1!lumetrik #isi&.
". (ara penelusuran radioisotop
9ara ini dilakukan dengan jalan menelusuri jalur perpindahan melalui rantai dan jaring
makanan% dari jenis-jenis makanan yang sudah ditandai. Penandaan dilakukan dengan
menggunakan radi!is!t!p yang usia- paruhnya relati$ panjang% misalnya 9a8?% 918% 9!C7%
9uC8% :131% dan +3. <adi!is!t!p yang sudah diketahui besarannya dimasukkan ke dalam
lingkungan yang ditempati hewan itu. =alur perpindahan serta laju keepatan perpindahannya
di sepanjang rantai makanan kemudian dideteksi dan diukur dengan menggunakna alat-alat
khusus #penaah 3eiger dan sebagainya&.
Kebiasaan Makan Harimau
1. Met!de Makan
+arimau adalah pemburu s!liter% dan seara akti$ menari mangsa dengan
menggunakan penglihatan dan pendengaran.
- Ketika harimau terletak di l!kasi mangsa% ia mendekati mangsa dari sisi atau belakang%
dengan membungkuk. :a bersembunyi dengan tenang dan hati-hati% untuk mendapatkan
jarak terdekat dengan mangsa% yaitu sekitar 27 m dari mangsa.
- 'etelah harimau ukup dekat% tiba-tiba mangsanya mengetahui keberadaannya dan
langsung lari. :a menggunakan tenaga sepenuhnya% dan dengan akarnya yang kuat tajam%
harimau menerkam mangsa pada bagian bahu% punggung% atau leher. =ika mangsanya ukup
besar% harimau biasanya menerkam kaki belakang mangsanya.
- 'elama penyerangan% harimau menggigit tengkuk belakang atau leher mangsanya
dan tidak akan dilepaskan sebelum mangsanya tewas.
- 'ebelum makan% mangsanya sering dibawa atau diseret ke area tertutup untuk
menghindari serangan dari harimau lain.
2. Karena ukuran tubuhnya besar% harimau dapat membunuh mangsa yang ukup besar
untuk kebutuhan makannya selama beberapa hari.
- +arimau dapat mengk!nsumsi 27 - 3? kg daging% tetapi mereka biasanya
memakan sekitar 1? sampai 1A kg makanan per hari% selama beberapa hari.
Merekapun tidak keberatan makan daging busuk.
- 'etelah makan% harimau menutupi sisa-sisa tubuh mangsanya agar tidak
diketahui !leh hewan lain seperti burung nasar dan serigala.
- (i antara waktu makan% harimau sering beristirahat atau minum% namun akan tetap
menerkam mangsa jika ada kesempatan.
- +arimau biasanya rakus pada makanan hasil buruannya% dan tidak perlu makan lagi
selama beberapa hari. =ika mereka makan% kebutuhan panganya rata-rata per hari
selama setahun% harimau betina membutuhkan sekitar ? - C kg daging makanan per
hari dan harimau jantan membutuhkan sekitar C - B kg daging.
3. Eariasi $rekuensi pembunuhan harimau
- Para peneliti di 2epal menemukan bahwa harimau betina muda mampu membunuh
mangsa setiap A - A%? hari sekali #82-8? pembunuhan per tahun&. Para peneliti di :ndia
juga menemukan hal serupa.
- +arimau betina dengan dua ek!r anaknya yang berusia enam sampai sepuluh bulan telah
mampu membunuh setiap lima sampai enam hari sekali #C1-B3 membunuh per tahun&. 8.
Tidak selalu serangan harimau mendapatkan kesuksesan.
- Kemungkinan besar harimau hanya memiliki satu serangan yang sukses>berhasil setelah
men!ba sekitar 1-27 kali serangan.
- Mangsa berp!tensi dapat melihat harimau dan melarikan diri sebelum diserang% atau jika
mangsanya ukup besar% berhasil melarikan diri setelah diserang. +arimau tidak akan
mengejar mangsa jika dari jarak jauh.
- =ika mangsanya ukup kuat% seperti kerbau dan guar% mangsa tersebut dapat melukai
atau membunuh harimau selama serangan.
?. +arimau tidak selalu membunuh mangsanya sendiri. Mereka bekerja sama dengan
predat!r lainnya% seperti maan tutul.
&iet Harimau
Mangsa $a1!rit harimau adalah rusa dan babi liar. 'pesies rusa tersebut termasuk hital%
rusa sika% rusa rawa% dan babi rusa. 2amun tidak selamanya harimau makan jenis hewan
tersebut karena habitat harimau tidak selalu sama. Karena makanan harimau
tergantung pada habitat% harimau juga dapat makan kijang% kerbau% guar% ternak% merak
jantan% m!nyet% musang% landak% ikan% katak% kepiting% kadal m!nit!r besar% ular% dan gajah
muda atau badak. <umput% buah-buahan% dan biji-bijian juga dimakan. 'emua itu bertujuan
untuk menyeimbangkan energi yang diperlukan dengan akti1itasnya. Mangsa sering
tinggal di daerah yang padat p!pulasinya% di kawasan hutan #tempat harimau ditemukan&
distribusinya enderung lebih tersebar. Karena itu% harimau akan menyerang hampir
semua hewan yang menempatkan dirinya dalam p!sisi yang rentan. +arimau
membunuh binatang dari segala usia dan k!ndisi $isik% termasuk hewan di utama mereka.
Kesimpulan
+arimau hidup s!liter% makan dengan ara mengejar% menerkam% dan menggigit
mangsanya. Kemampuan ini di dukung !leh ketajaman penglihatan dan pendengaran. Untuk
menjaga keseimbangan energi dan akti1itasnya% harimau memakan makanan yang sesuai
dengan habitat dan k!ndisi mangsanya. =adi harimau tidak selalu memakan satu jenis
makanan.
&aftar Pustaka
NN. 2772. O(iet and Dating +abitsP. http:>>www.seaw!rld.!rg>animal-in$!>in$! b!!ks >tiger
>indeH. htm
NN. 2717. O(ietP. http:>>id.wikipedia.!rg>wiki>(iet. (iakses pada tanggal 1? Mei 2717.
NN. 2717. O+arimau 'umateraP. http:>>id.wikipedia.!rg>wiki>+arimau 'umatera. (iakses
pada tanggal 1? Mei 2717.
Tujuan Umum: Mahasiswa dapat melakukan berbagai ara untuk menganalisis nisbah
pemangsaan hewan.
Tujuan Khusus : 1. Mahasiswa dapat mempraktikan ara-ara analisis diet hewan.
2. Mahasiswa dapat menjelaskan kepentingan dari diketahuinya diet hewan.
3. Mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan tentang diet hewan pada realitas hidup sehari
hari.
P!k!k "ahasan : 2isbah pemangsaan% kepentingan dan ara ara analisisnya.
#isbah Pemangsaan7 Kepentingan dan (ara Analisisn'a
'uatu !rganisme hidup akan selalu membutuhkan !rganisme lain dan lingkungan hidupnya.
+ubungan yang terjadi antara indi1idu dengan lingkungannya sangat k!mpleks% bersi$at
saling mempengaruhi atau timbal balik. +ewan adalah makhluk hidup yang tidak dapat hidup
sendiri. +al ini disebabkan hewan membutuhkan !rganisme lain untuk mampu melanjutkan
kehidupannya% terutama dalam mendapatkan makanan. -leh karena itu% hewan disebut
!rganisme heter!tr!$. 'ehubungan dengan itu% masalah makan hewan merupakan masalah
interaksi antar- spesies. Makanan hewan dibagi atas dua aspek yakni aspek kualitati$ dan
aspek kuantitati$. *spek kualitati$ terdiri atas palatabilitas% nilai gi,i% daya erna dan ukuran
makanan. 'edangkan aspek kantitati$ terdiri atas kelimpahan dan kebutuhan makanan.
'umber makanan yang berlimpah dan tidak adanya predat!r merupakan lingkungan yang
sangat disukai !leh suatu hewan. 2amun% lingkungan yang
mengalami perubahan atau dalam keadaan yang ekstrim dapat menyebabkan kelimpahan
makanan menjadi berkurang dan predat!r yang banyak akan membuat hewan tersebut harus
mengurangi makanan yang dik!nsumsinya. Peristiwa tersebut dikenal dengan diet hewan.
(iet hewan juga dapat dide$inisikan sebagai pengaturan jumlah makanan pada hewan dalam
upaya pemenuhan gi,i bagi hewan agar hewan merasa nyaman berada di lingkungan. (iet
hewan dibagi menjadi dua% yaitu diet abs!lut dan diet relati$. Kelimpahan makanan ini juga
sangat berpengaruh terhadap p!pulasi dari suatu hewan #!rganisme&.
(iet <elati$ dan (iet *bs!lut +ewan memiliki dua tipe diet yaitu diet relati$ dan diet abs!lut.
Kedua diet ini sangat berkaitan dengan makanan hewan. Makanan hewan dapat dilihat
melalui dua aspek yaitu kuantitati$ dan kualitati$. Kuantitati$ meliputi kelimpahan makanan
dilingkungan dan kebutuhan makanan yang diperlukan !leh hewan tertentu sedangkan
kualititati$ meliputi palatabilitas #kesukaan jenis makanan&% nilai gi,i% daya erna dan ukuran
makanan. (iet abs!lut yang dilakukan !leh hewan meninjau dari arah kuantitati$ artinya
jumlah makanan tertentu yang dik!nsumsi !leh hewan tertentu. (iet relati$ yang dilakukan
!leh hewan meninjau dari arah kualitati$ artinya jumlah jenis makanan yang dimakan !leh
hewan tertentu. 'etiap jenis makanan yang dimakanan mengandung nilai gi,i yang berbeda-
beda sehingga diet relati$ ini dapat dilihat dari nilai gi,i yang ada pada makanan. (iet relati$
ini sangat dipengaruhi !leh palatabilitas makanan suatu hewan. (iet abs!lute harus dipenuhi
!leh hewan sedangkan diet relati$ b!leh tidak dipenuhi !leh hewan. +al ini disebabkan diet
relati$ hanya merupakan diet untuk peningkatan kinerja hewan.
2isbah Pemangsaan (ari segi ek!l!gi perlu diketahui lebih lanjut mengenai hubungan antara
jenis- jenis makanan yang dimakan hewan dengan ketersediaan sumber daya makanan itu di
lingkungan tempat hidup hewan yang dapat ber1ariasi dari waktu ke waktu dan dari musim
ke musim. 'alah satu ara sederhana ialah dengan menghitung nisbah pemangsaan #2p& :
Keterangan : 2p I 1% menunjukkan bahwa jenis makanan yang dimakan itu diman$aatkan
!leh hewan seara pr!p!rsi!nal dengan ketersediaan di lingkungan. 2p G 1% menunjukkan
bahwa jenis makanan yang dimakan tidak pr!p!rsi!nal dengan ketersediannya% melainkan
lebih sering. Mungkin disebabkan karena jenis makanan lebih disukai% lebih diperlukan atau
mudah didapatkan dibandingkan dengan yang lainnya. 2p K 1% menunjukkan bahwa jenis
makanan yang dimakan kurang sering diambil dari lingkungannya% mungkin karena kurang
disukai% kurang diperlukan% atau sukar didapatkan% ukuran tidak sesuai. +ubungan nisbah
pemangsaan ada kalanya disebut juga sebagai nisbah atau indeks pre$erensi.
3ambar 1. 'kema pendeteksian pre$erensi dari pr!p!rsi suatu jenis makanan yang terdapat
dalam diet sebagai $ungsi dari pr!p!rsinya yang terdapat dalam lingkungan
Pre$erensi hewan terhadap suatu jenis makanan si$atnya ada yang pasti% tidak dipengaruhi
!leh 1ariasi ketersedian di lingkungan. Pre$erensi dapat berarti jenis makanan itu lebih
diperlukan dibandingkan dengan jenis lain. *da jenis hewan yang beralih pre$erensi. Misal%
apabila ketersedian suatu jenis makanan rendah% maka kurang dima$aatkan sebagaimana
makanan% tetapi bila ketersedian tinggi% dik!nsumsi lebih sering. Pre$erensi makanan dapat
diamati melalui per!baan di lab!rat!rium. 2amun% in$!rmasi yang diper!leh di lab!rat!rium
tidak dapat begitu saja diterapkan bagi hewan di lingkungan alaminya% karena harus
berhadapan dengan perubahan k!ndisi lingkungan dan persaingan antara hewan lain. /akt!r
abi!tik dan bi!tik di lingkungan alami dapat mengubah aspek kualitati$ dan kuantitati$
makanan yang dik!nsumsi hewan.
Palatabilitas dan kebutuhan makanan hewan terhadap beberapa maam makanan dapat
dihitung dengan menggunakan rumus nisbah pemangsaan. Palatabilitas menurut
Kramadibrata #166C& dapat diartikan sebagai kele,atan% yaitu kele,atan makan sangat
ditentukan !leh banyak sedikitnya kandungan senyawa- senyawa kimia tertentu #alkal!ida
dan $en!l&. (i antara senyawa tersebut mungkin ada yang bersi$at t!ksik yang akan
merangsang resp!n hewan di luar kisaran t!leransinya. 'elain itu adanya struktur-struktur
yang mengganggu seperti buku-buku dan duri-duri tajam atau lapisan kulit yang keras%
semuanya itu akan mengurangi nilai palatabilitas makanan. Ukuran makanan juga sangat
berpengaruh bagi hewan karni1!ra #predat!r% pemangsa& yang makanannya berupa hewan
lain yang tidak sesil% yang m!bilitasnya tinggi harus mempunyai ukuran tubuh lebih keil dari
pada ukuran tubuh hewan dan masih dalam batas kemampuan predat!r untuk menguasai dan
melumpuhkan sebelum dapat dijadikan makanannya. Tetapi ukuran tubuh mangsanya juga
tidak b!leh terlalu keil agar energi per!lehan dari mangsa tidak lebih rendah dari pada
energi yang telah dikeluarkan untuk menari% mengejar% menangkap dan menangani
mangsanya.
"ekantan #2asalis lar1atus& merupakan primata asli :nd!nesia dan endemik di Kalimantan.
+abitat alami bekantan yaitu hutan rawa% mangr!1e dan muara-muara sungai. "ekantan
termasuk ke dalam !rd! Primata% sub !rd! *nthr!p!idea% super $amili 9er!pithe!idea%
$amili 9er!pitheidae% sub $amili 9!l!binae% dan genus 2asalis #2apier ; 2apier 16A?&.
Primata bertubuh besar ini hidup di atas p!h!n dan meng!nsumsi daun-daunan #2apier ;
2apier 16A?&. "ekantan memiliki lambung khusus di bagian depan dan belakang yang dapat
bersimbi!sis dengan mikr!!rganisme untuk menerna daun ber-serat tinggi. /ungsi !rgan ini
mirip dengan lambung pada ruminansia #"auh!p ; Martui 16CA&. *kti1itas harian
bekantan di alam me-liputi makan% minum% istirahat% selisik% ag!nistik% seksual% l!k!m!si%
urinasi serta de$ekasi #4eager 1662&. *kti1itas makan ber-hubungan dengan pemenuhan
kebutuhan energi tubuh. Dnergi yang diper!leh dibutuh-kan untuk menjaga kelangsungan
hidup suatu spesies. *kti1itas makan bekantan meliputi mengamati% mengambil% memeriksa%
me-ng!lah% menggigit% mengunyah% menelan% me-lepeh dan membuang pakan #*lik!dra
1667&. "ekantan di alam memulai akti1itas makan pagi hari pukul 7?.37 di sekitar p!h!n
tempat tidur dan berakhir s!re hari ketika akan tidur pada pukul 16.77 #"ismark 1668&.
"ekantan meng!nsumsi pakan berupa daun atau sayuran antara ?7-67@ dan buah-buahan 3-
13@ #"ismark 16A8&. Pakan sebelum dik!nsumsi akan diseleksi !leh bekantan. 'eleksi yang
dilakukan !leh bekantan dapat menunjukkan palatabilitas% yaitu resp!n hewan dengan
memilih sendiri pakan yang disediakan untuk dik!nsumsi #Patrik ; 'haible 16A7&.
Palatabilitas yang tinggi akan menerminkan tingkat k!nsumsi yang tinggi. P!pulasi
bekantan di habitat asli saat ini mengalami penurunan yang sangat epat. Pengalih$ungsian
hutan yang bersi$at k!-mersil #pertanian% pertambangan dan pe-mukiman penduduk&
menyebabkan bekantan kehilangan habitat asli dan sumber pakan. +i-langnya sumber pakan
di alam menyebabkan kualitas dan kuantitas pakan tidak mampu memenuhi kebutuhan gi,i
bekantan. Menurut Meijaard ; 2ijman #2777& k!nser1asi be-kantan seara eks-situ penting
dilakukan se-bagai upaya untuk mempertahankan p!pulasi satwa liar yang teranam punah.
Taman 'a$ari :nd!nesia adalah salah satu lembaga k!n-ser1asi eks-situ yang terletak di
9isarua-"!g!r. Manajemen pemberian pakan yang sesuai kebutuhan gi,i diharapkan dapat
me-ningkatkan pertumbuhan% kesehatan dan repr!duksi bekantan. Penelitian mengenai
bekantan di Taman 'a$ari :nd!nesia penting dilakukan untuk mengetahui akti1itas makan%
kuantitas dan kualitas pakan yang diberikan. :n$!rmasi ak-ti1itas makan dan manajemen
pemberian pakan yang sesuai kebutuhan gi,i diharapkan dapat menunjang keberlangsungan
hidup bekantan.