Anda di halaman 1dari 42

PANGAN DAN PERBAIKAN GIZI

BAB VI
PANGAN DAN PERBAIKAN GIZI
A. PENDAHULUAN
Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1993
mengamanatkan pentingnya pembangunan pangan dan gizi sebagai
upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia yang paling utama,
dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan menerdaskan
kehidupan bangsa! "embangunan pangan dan per- baikan gizi dalam
#epelita $% diarahkan untuk meningkatkan kemampuan nasi&nal dalam
menukupi kebutuhan pangan masyarakat seara adil dan merata baik
dalam jumlah maupun mutu gizinya serta terjangkau &leh daya beli
masyarakat!
'asaran pembangunan pangan dalam #epelita $% adalah makin
mantapnya ketahanan pangan yang diirikan &leh terpeliharanya
kemantapan s(asembada pangan seara dinamis! '(asembada pangan
tersebut tidak hanya terbatas pada s(asembada beras yang sedapat
mungkin dipenuhi dengan
$%)3
pr&duksi dalam negeri, tetapi juga menakup penyediaan bahan
pangan lainnya yang merupakan sumber karb&hidrat, pr&tein, lemak
dan zat gizi mikr&!
'asaran tersebut terkait erat dengan sasaran di*ersi+ikasi
pangan serta peningkatan kualitas k&nsumsi pangan dalam rangka
me(ujudkan p&la pangan yang bermutu gizi seimbang! "ada akhir
#epelita $% penyediaan pangan dalam bentuk energi sesuai dengan
"&la "angan Harapan (""H) diharapkan menapai sk&r mutu pangan
sekitar ,-,. dengan keukupan ketersediaan energi menapai rata-
rata -!/.. kil&kal&ri per kapita per hari! 'asaran berikutnya adalah
terbebasnya masyarakat dari jenis pangan yang berbahaya bagi
kesehatan dan tidak sesuai dengan keyakinan masyarakat0 dan makin
mantapnya kelembagaan pangan bagi pelaksanaan pembangunan
pangan!
1ebijaksanaan yang ditempuh untuk menapai sasaran tersebut
adalah mengupayakan peningkatan ketahanan pangan yang meliputi
peningkatan pr&duksi, distribusi dan kemampuan penyediaan pangan
serta stabilisasi harga0 mend&r&ng di*ersi+ikasi k&nsumsi pangan
dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya p&la
pangan yang beranekaragam untuk meningkatkan gizinya0
meningkatkan keamanan pangan untuk me- lindungi masyarakat dari
pangan yang berbahaya untuk kesehatan dan bertentangan dengan
keyakinan0 dan mengembangkan kelem- bagaan pangan yang e+ekti+
dan e+isien dengan meningkatkan keterpaduan dan k&&rdinasi
pembangunan pangan antara pemerintah dan masyarakat serta
antarkel&mp&k masyarakat!
"elaksanaan kebijaksanaan pembangunan tersebut ditempuh
melalui pr&gram p&k&k dan penunjang! "r&gram p&k&k meliputi
pr&gram pemantapan s(asembada pangan dan pr&gram di*er- si+ikasi
pangan! 'edangkan pr&gram penunjang meliputi pendidik-
$)2
an, pelatihan dan penyuluhan pangan0 pr&gram penelitian dan
pengembangan pangan0 pr&gram pengembangan kelembagaan pangan0
dan pr&gram perbaikan gizi!
'asaran perbaikan gizi pada #epelita $% adalah terapainya
k&nsumsi karb&hidrat dan pr&tein sebesar -!1/. kil&kal&ri dan 23,-
gram pr&tein per kapita per hari! 4leh karena itu di masyarakat harus
tersedia pangan yang ukup dengan mutu gizi rata-rata per kapita per
hari sebesar -!/.. kil&kal&ri dan // gram pr&tein! Guna memenuhi
ped&man umum gizi seimbang, dari // gram pr&tein tersebut, 1/ gram
berasal dari pr&tein he(ani yang terdiri atas 9 gram pr&tein ikan dan
3 gram pr&tein yang berasal dari ternak! 'asaran perbaikan gizi
#epelita $% juga meliputi meningkatnya pemahaman dan kesadaran
masyarakat tentang gizi sebagai bagian dari upaya meningkatkan
kualitas hidup manusia, serta meningkatnya peran serta akti+
masyarakat terutama di perdesaan sehingga kegiatan usaha perbaikan
gizi keluarga (5"G1) menjadi gerakan masyarakat yang mantap!
'asaran lain adalah menurunnya pre*alensi empat masalah
gizi-kurang yakni gangguan akibat kekurangan y&dium (G617),
anemia gizi besi (6GB), kurang *itamin 6 (1$6), dan kurang energi
pr&tein (18") dari keadaan pada akhir "9" %! "ada akhir #epelita $%
G617 menjadi 1:,. persen dari -,,, persen0 6GB pada ibu hamil
menjadi 2. persen dari 33,/ persen, pada anak balita menjadi 2. persen
dari //,/ persen, dan pada tenaga kerja (anita menjadi -.,. persen
dari 3.,. persen0 1$6 pada anak balita menjadi .,1 persen dari .,3
persen0 sedangkan 18" t&tal pada anak balita menjadi 3.,. persen
dari 2.,. persen!
'ehubungan dengan itu, kebijaksanaan p&k&k upaya perbaikan
gizi dalam #epelita $l adalah meningkatkan penyuluhan
$%)/
gizi pada masyarakat0 meningkatkan kegiatan upaya penanggulangan
masalah gizi-kurang (G617, 6GB, 1$6, dan 18")0 meningkatkan
kualitas dan kuantitas pengel&laan upaya perbaikan gizi melalui
peningkatan jumlah dan mutu tenaga gizi yang pr&+esi&nal untuk
berbagai jenjang0 meningkatkan kegiatan penelitian unggulan0 mengem-
bangkan penerapan tekn&l&gi pasa panen untuk memenuhi kebutuhan
k&nsumsi pangan yang beraneka ragam dan bergizi0 dan meningkatkan
kemitraan antara dunia usaha, masyarakat, lembaga kemasyarakatan
dan pemerintah!
6tas dasar sasaran dan kebijaksanaan tersebut di atas, upaya
perbaikan gizi dalam #epelita $% dilaksanakan melalui satu pr&gram
p&k&k, yaitu pr&gram perbaikan gizi yang ditunjang &leh pr&gram
pendidikan dan pelatihan gizi, pr&gram penga(asan makanan dan
minuman, pr&gram penelitian dan pengembangan gizi, dan pr&gram
di*ersi+ikasi pangan!
B. PELAKSANAAN DAN HASIL PEMBANGUNAN
TAHUN KEEMPAT REPELITA VI
1. Pangan
1emajuan yang diapai dalam pembangunan pangan selama
tiga tahun #epelita $%, khususnya peningkatan ketahanan pangan
telah mengalami hambatan pada tahun keempat (199,)! Beberapa
k&m&ditas pangan menurun ketersediaannya karena dampak krisis
m&neter dan turunnya pr&duksi akibat dari musim kering yang berat
dan panjang dalam tahun 199,! 1eadaan ini menyebabkan kenaikan
beberapa harga bahan pangan disertai menurunnya stabilitas harga
pangan p&k&k sehingga menimbulkan masalah
$%)3
ra(an pangan bagi masyarakat, baik yang berada di daerah de+isit
bahan pangan maupun yang miskin dan daya belinya menurun!
"erkembangan pelaksanaan pr&gram-pr&gram pembangunan
pangan selama tahun keempat #epelita $% pada garis besarnya adalah
sebagai berikut!
a. Program Pokok
1) Program Pemantaan S!a"em#a$a Pangan
"r&gram ini bertujuan untuk memelihara kemantapan
s(asembada pangan melalui peningkatan ketahanan pangan dan
e+isiensi sistem distribusi pangan disertai usaha intensi+ikasi dan
ekstensi+ikasi pertanian pangan serta peningkatan nilai tambah! 5ntuk
menapainya ditempuh kebijaksanaan harga dasar gabah, penerapan
harga batas tertinggi beras, dan pemantapan sarana penyangga pangan
yang e+isien!
a) Harga Da"ar Ga#a%
1ebijaksanaan harga dasar gabah bertujuan untuk mendukung
peningkatan pendapatan nyata dari para petani dan sekaligus untuk
mend&r&ng peningkatan pr&duksi pangan! "enetapan harga dasar selalu
disesuaikan dengan perkembangan biaya pr&duksi dan harga kebutuhan
barang p&k&k dan jasa!
Harga dasar gabah kering panen (G1"), gabah kering simpan
(G1') dan gabah kering giling (G1G) untuk tahun 199, ditetapkan
melalui %npres N&m&r - tahun 199, pada tanggal -2 9anuari 199,!
Harga tahun 199, tersebut meningkat sebesar 13,, persen, 13,9 persen
dan 13,, persen dibanding harga dasar gabah pada tahun
$%),
1993 (;abel $%-1)! 'elanjutnya mulai tanggal 1 6pril 199:
diberlakukan harga dasar G1", G1' dan G1G masing-masing sebesar
#p /1/,-0 #p 3..,- dan #p ,..,-! "ada tanggal 1 9uni 199: harga
dasar gabah disesuaikan lagi masing-masing menjadi #p ,3.,- untuk
G1", #p ://,- untuk G1', dan #p 1!...,- untuk G1G!
"embelian gabah dan beras di dalam negeri dilakukan untuk
menjaga e+ekti*itas harga dasar terutama jika harga gabah enderung
menurun! Namun apabila harga gabah di pasar berada di atas harga
dasar, petani bebas menjual gabahnya di pasar!
"embelian beras &leh "emerintah di dalam negeri juga ditujukan
untuk menunjang adangan penyangga "emerintah untuk menjaga
stabilitas pasar terutama pada saat musim paeklik! #ealisasi
pengadaan gabah dan beras pada tahun 199,)9: menurun sebesar -2,-
persen dibandingkan pembelian tahun 1993)9, (;abel $%--)! Hal ini
berkaitan erat dengan perkembangan pr&duksi yang menurun dan
mel&njaknya harga gabah di pasar bebas pada tahun 199,)9:!
"ulau 9a(a masih menjadi sumber utama dalam pengadaan gabah dan
beras seara nasi&nal pada tahun 199,)9:, yaitu 39,- persen, sebesar
33,: persen berasal dari pr&pinsi 9a(a ;imur sebagai penyumbang
terbesar! 'ementara itu, 'ula(esi 'elatan memberikan k&ntribusi
sekitar 1/,/ persen!
"ada bulan <aret 199: harga rata-rata gabah di perdesaan
meningkat sebesar -1,, persen dari harga rata-rata bulan <aret 199,
(;abel $%-3)! "erbedaan harga rata-rata gabah pada saat musim
paeklik terhadap harga rata-rata saat musim panen di perdesaan pada
tahun 199,)9: mel&njak tajam dibandingkan dengan perbedaan
tahun sebelumnya (;abel $%-2)! "erkembangan kestabilan harga gabah
di perdesaan ini menunjukkan hubungan
$%):
yang erat dengan terjadinya musim kemarau panjang yang
menyebabkan turunnya pr&duksi padi!
"ada tahun 199,)9: harga beras di perk&taan di musim panen
dan di musim paeklik masing-masing meningkat sebesar -1,3 persen
dan 3:,1 persen dibandingkan keadaan harga beras tahun 1993)9,
(;abel $%-/)! "erkembangan demikian menyebabkan perbedaan antara
harga rata-rata beras di musim panen dan musim paeklik di perk&taan
pada tahun 199,)9: sebesar -3,2 persen, mel&njak sebesar 139,/
persen dari keadaan tahun sebelumnya!
#) Harga Bata" Tert&ngg&
Harga batas tertinggi beras seara berkala ditetapkan untuk
menjaga agar harga beras tetap terjangkau &leh daya beli masyarakat
dengan memperhitungkan perkembangan harga dasar gabah, harga
kebutuhan p&k&k lainnya, kepentingan k&nsumen, dan marjin
pemasaran yang diperlukan untuk mendukung e+isiensi kinerja pasar!
"erkembangan harga rata-rata beras bulanan di beberapa k&ta penting
selama empat tahun #epelita $% adalah sebagaimana tampak dalam
;abel $%-3! 'ementara itu rata-rata perbedaan harga beras tertinggi
dan terendah dengan harga rata-rata di k&ta-k&ta penting selama
empat tahun #epelita $% menampakkan keenderungan yang
meningkat (;abel $%-,)!
Harga batas tertinggi beras di daerah surplus, s(asembada
dan de+isit pada tahun 199,)9: masing-masing mengalami kenaikan
sebesar -,3 persen dibandingkan harga tertinggi tahun sebelumnya
(;abel $%-:)! <eskipun seara relati+ kenaikannya sama, namun
seara abs&lut penetapan harga batas tertinggi beras di daerah de+isit
masih lebih tinggi dari daerah surplus dan
$%)9
s(asembada, sehingga tetap dapat mend&r&ng perdagangan antarpulau
dan antardaerah!
"enyaluran beras ditujukan untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat dan memelihara stabilitas harga beras! "enyaluran beras
dalam tahun 199,)9: seara keseluruhan mengalami kenaikan 1.3,.
persen dari tahun sebelumnya (;abel $%-9)! 1enaikan itu disebabkan
meningkatnya penyaluran beras ke pasaran umum menjadi lebih dari
tujuh kali lipat dari tahun sebelumnya, yaitu dalam rangka
menanggulangi dampak kekeringan dan dampak krisis m&neter!
"enyaluran tersebut merupakan yang tertinggi selama #epelita $%!
') Sarana Pen(angga
"engadaan st&k beras sebagai sarana penyangga dilakukan
dalam rangka menjamin terpenuhinya kebutuhan pangan dalam negeri
dan menunjang stabilisasi harga baik di tingkat pr&dusen maupun di
tingkat k&nsumen! "ada tahun 199,)9: pengadaan beras dalam negeri
tidak menukupi untuk memenuhi sarana penyangga sehingga
kekurangannya dipenuhi melalui imp&r! ;urunnya nilai tukar rupiah
terhadap mata uang asing sebagai akibat krisis m&neter menyebabkan
harga beras imp&r menjadi sangat tinggi sehingga untuk memelihara
stabilitas nasi&nal dalam jangka pendek penyediaan beras imp&r
tersebut masih harus memper&leh subsidi dari pemerintah!
=alam upaya mendukung mekanisme st&k penyangga, telah
dibangun sejumlah sarana pergudangan, terutama di daerah pusat
k&nsumsi, pr&duksi, transit& di pelabuhan, dan daerah terpenil! =i
samping itu, juga dise(a beberapa gudang s(asta! 'ampai dengan
$%)1.
tahun 199,)9: jumlah gudang pangan dalam pengel&laan pemerintah
adalah sebanyak 1!//. buah dengan kapasitas 3!333 ribu t&n (;abel
$%-1.)! 9umlah tersebut termasuk gudang di daerah terpenil sebanyak
3/ unit dengan kapasitas -,,/ ribu t&n untuk meningkatkan pelayanan
distribusi pangan bagi masyarakat di daerah terpenil!
$) Penga$aan $an Pen(a)*ran Gan$*m
"engadaan gandum melalui imp&r dilakukan untuk memenuhi
permintaan gandum baik untuk k&nsumsi rumah tangga maupun
industri! "ada tahun 199,)9: imp&r gandum turun sebesar 19,3 persen
dibanding tahun 1993)9,! =emikian pula penyaluran gandum menurun
sebesar /,1 persen (;abel $%-11)! Besarnya kebutuhan k&nsumsi tidak
dapat dipenuhi karena kemampuan pengadaan dan penyaluran gandum
imp&r terbatas akibat krisis m&neter! =engan makin mahalnya
gandum, maka ini membuka kesempatan bagi upaya pendayagunaan
p&tensi dan sumberdaya di dalam negeri dengan mengembangkan
tepung bukan terigu!
e) Penga$aan $an Pen(a)*ran G*)a Pa"&r
1ebutuhan gula pasir masih belum dapat dipenuhi dari gula
pasir hasil pr&duksi gula dalam negeri! Hal ini disebabkan menurunya
pr&duksi tebu dan pr&dukti*itas pabrik-pabrik gula yang ada!
"engadaan gula pasir dalam negeri pada tahun 199,)9: adalah sebesar
1!:99,/ ribu t&n, menurun dari pengadaan tahun 1993)9, yang
menapai 1!9-:,1 t&n! 5ntuk memenuhi kebutuhan gula pasir di
dalam negeri, maka pada tahun 199,)9: diimp&r 1!,13,: ribu t&n gula
pasir, naik 2.,3 persen apabila dibandingkan dengan imp&r tahun
1993)9, yang berjumlah 1!-19 ribu t&n!
$%)11
"enyaluran gula pasir pada tahun 199,)9: berjumlah 3!13/,-
ribu t&n atau meningkat -,3 persen dibandingkan dengan penyaluran
pada tahun 1993)9, yaitu 3!.33,1 ribu t&n! 6danya perubahan kurs
yang tajam akibat gej&lak m&neter menyebabkan harga gula pasir
imp&r dalam rupiah menjadi sangat mahal!
+) Program D&,er"&-&ka"& Pangan
"erkembangan di*ersi+ikasi pangan tampak pada penyediaan
beberapa k&m&ditas pangan penting yang diukur dari ketersediaan
pangan per kapita per tahun (;abel $%-1-)! 1etersediaan beras per
kapita per tahun, yang dalam tiga tahun #epelita $% menunjukkan
kenaikan, pada tahun 199, menurun sebesar ,,. persen dari 1993!
1etersediaan daging, telur, dan susu per kapita per tahun pada tahun
yang sama juga menurun!
9umlah energi dan pr&tein yang tersedia untuk dik&nsumsi per
kapita per hari pada tahun 199, masing-masing menurun sebesar
1.,- persen dan ,,: persen (;abel $%-13)! >alaupun mengalami
penurunan, ketersediaan energi dan pr&tein tahun 199, tersebut telah
melebihi angka keukupan yang menjadi sasaran dalam #epelita $%
yaitu -!/.. kil&kal&ri dan // gram per kapita per hari!
=itinjau dari k&mp&sisi pembentukan ketersediaan energi dan
pr&tein tahun 199,, pangsa padi-padian dalam keseluruhan
ketersediaan energi menapai 33,. persen, berarti meningkat
dibanding tahun 1993 yang menapai 32,: persen! "erkembangan
k&mp&sisi energi yang berasal dari padi-padian tersebut semakin
menjauhi k&mp&sisi yang dianjurkan dalam penilaian sk&r mutu ""H
yaitu sebesar /. persen! =engan demikian sasaran k&nsumsi yang
sesuai dengan mutu gizi seimbang masih memerlukan upaya yang
besar baik dari aspek budaya maupun
$%)1-
peningkatan ketersediaan sumber energi yang berasal dari bahan
pangan lainnya!
"enilaian ketersediaan pangan baik dalam jumlah, mutu maupun
keragaman dan keseimbangan antarkel&mp&k pangan diukur melalui
sk&r ""H sebagaimana tampak pada ;abel $%-12! =engan
menurunnya ketersediaan pangan dalam bentuk energi yang siap
dik&nsumsi pada tahun 199,, maka sk&r ""H-nya juga menurun
sekitar -,3 persen dari sk&r tahun 1993! 'k&r tersebut bahkan lebih
rendah dari sk&r mutu pangan pada tahun terakhir #epelita $!
"engaruh gej&lak m&neter dan musim kemarau panjang memberikan
dampak terhadap menurunnya ketersediaan pangan baik sebagai
sumber energi maupun pr&tein!
#. Program Pen*n.ang
1) Program Pen$&$&kan/ Pe)at&%an/ $an Pen(*)*%an
Pangan
=alam rangka meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap
makanan %nd&nesia terus dilaksanakan penyuluhan dan pengembangan
makanan tradisi&nal melalui Gerakan <emasyarakatkan 6ku ?inta
<akanan %nd&nesia (G8<6 6?<%)! Gerakan ini mendapat dukungan
luas dari masyarakat dan dunia usaha dengan makin maraknya
(aralaba dan industri makanan tradisi&nal, penyelenggaraan
+esti*al)dem&)pameran makanan %nd&nesia, serta pembukaan pusat
jajanan)makanan %nd&nesia di ka(asan pert&k&an dan perkant&ran! =i
samping itu, makanan jajanan juga dibina melalui pengembangan
k&nsep (arung pangan sehat yang telah dilaksanakan di 3 pr&pinsi!
5paya ini sekaligus merupakan (ahana pemberdayaan ek&n&mi rakyat!
$%)13
"eningkatan kualitas pengusaha keil di bidang industri makanan
&lahan dilakukan melalui pembinaan (arung makan seara
berkelanjutan dan pelatihan yang diikuti &leh pengrajin tempe dan
makanan &lahan berbahan baku karb&hidrat serta pedagang makanan
jajanan di daerah perk&taan!
+) Program Pene)&t&an $an Pengem#angan Pangan
"enelitian dan "engembangan tempe dan hasil &lahan kedele
terus dilanjutkan dalam rangka meningkatkan status tempe sebagai
makanan yang bergizi tinggi dan bergengsi! =i samping itu
dikembangkan pula pr&duk &lahan pangan yang berasal dari biji-bijian
terutama dalam rangka meningkatkan kemampuan pengusaha keil
dalam peng&lahan pr&duk-pr&duk makanan biji-bijian yang sehat,
aman dan semakin berkualitas kandungan gizinya!
0) Program Pengem#angan Ke)em#agaan Pangan
'alah satu sasaran pembangunan di bidang pangan adalah
mantapnya kelembagaan pangan! "ada tahun 199,)9: terus dilanjutkan
pemasyarakatan 5ndang-5ndang N&m&r , ;ahun 1993 tentang
"angan kepada pr&dusen pangan! =i samping itu, telah disusun
#anangan "eraturan "emerintah (#"") tentang <utu dan Gizi
"angan, #"" tentang @abel dan %klan "angan, serta #"" tentang
1eamanan "angan sebagai perangkat hukum yang melengkapi
5ndang-5ndang "angan!
$%)12
'ebagai (ujud dari partisipasi masyarakat untuk memantap- kan
sistem ketahanan pangan nasi&nal, pr&gram pengembangan dan
pembinaan @umbung =esa dan Hutan ?adangan "angan (H?") terus
dilanjutkan! 'ampai dengan tahun 199,)9: telah dikembangkan -/
unit @umbung =esa sebagai unit per&nt&han di 13 pr&pinsi!
"emilihan l&kasi didasarkan atas tingkat pendapatan masyarakat yang
relati+ rendah, ra(an pangan, dan termasuk desa tertinggal!
"er&nt&han pr&gram H?" sampai dengan tahun 199,)9: telah
dilaksanakan di 1. pr&pinsi! 5ntuk tahap pengembangan selanjutnya,
k&&rdinasi pengembangan H?" telah menetapkan perluasan l&kasi
menjadi -, pr&pinsi!
1) Program Per#a&kan G&2&
"r&gram ini mengupayakan peningkatan peran serta masyarakat
dalam perbaikan gizi yang meliputi peningkatan mutu dari pr&duk-
pr&duk makanan yang dihasilkan baik &leh sekt&r industri maupun
&leh masyarakat, dan perlindungan masyarakat dari bahan makanan
yang membahayakan kesehatan dan bertentangan dengan keyakinan!
'eara lebih terini, pelaksanaan pr&gram perbaikan gizi ini
akan diuraikan pada sub-bab perbaikan gizi!
+. Per#a&kan G&2&
Hasil yang diapai dalam upaya perbaikan gizi yaitu penurunan
pre*alensi kurang energi pr&tein (18"), kurang *itamin 6 (1$6),
anemia gizi besi (6GB), dan gangguan akibat kurang y&dium (G61%)
selama empat tahun #epelita $% akan terhambat!
$%)1/
Hal ini disebabkan karena adanya krisis m&neter dan kemarau panjang
sehingga berdampak buruk terutama terhadap status gizi masyarakat
karena daya beli terhadap bahan pangan menjadi rendah dan k&nsumsi
pangan menjadi berkurang!
"erkembangan pelaksanaan pr&gram perbaikan gizi pada garis
besarnya adalah sebagai berikut!
a. Program Pokok
1) Program Per#a&kan G&2&
"r&gram perbaikan gizi dilaksanakan melalui kegiatan- kegiatan
(a) penyuluhan gizi masyarakat0 (b) usaha perbaikan gizi keluarga
(5"G1)0 () usaha perbaikan gizi institusi (5"G%)0 (d) +&rti+ikasi
bahan pangan, dan (e) penerapan dan pengembangan sistem
ke(aspadaan pangan dan gizi ('1"G)!
a) Pen(*)*%an G&2& Ma"(arakat
1egiatan penyuluhan gizi masyarakat memuat materi antara lain
berupaA a) penganekaragaman k&nsumsi pangan, b) peningkatan
pelestarian beranekaragam makanan tradisi&nal, dan ) penyusunan
dan pemasyarakatan ped&man umum gizi seimbang!
=alam rangka penyebarluasan pengetahuan gizi tentang
penganekaragaman k&nsumsi pangan dan pelestarian beraneka- ragam
makanan tradisi&nal, pada tahun 199,)9: dilakukan ,- kali tayangan
melalui tele*isi pemerintah maupun s(asta dan 1-. kali siaran melalui
##% dan radi& s(asta
$%)13
"ada tahun 199,)9: untuk pemasyarakatan ped&man umum gizi
seimbang ("5G') telah disusun "5G' khusus untuk usia lanjut, ibu
hamil, ibu menyusui, dan anak balita! 'elain itu dilakukan pula
pelatihan terhadap -!-3. petugas gizi puskesmas mengenai &perasi&-
nalisasi "5G', serta penerapan Hot Line Service yang memberikan
in+&rmasi seara langsung kepada masyarakat melalui telep&n tentang
"5G' dan dietetik!
#) U"a%a Per#a&kan G&2& Ke)*arga 3UPGK)
1egiatan 5"G1 meliputiA (1) penyuluhan gizi masyarakat
perdesaan, (-) pelayanan gizi p&syandu, dan (3) peningkatan
peman+aatan lahan pekarangan!
=alam rangka menggiatkan kegiatan penyuluhan gizi
masyarakat perdesaan, pada tahun 199,)9: telah dilaksanakan
penyuluhan melalui kader-kader! 1ader tersebut berasal dari kel&mp&k
masyarakat yang sangat p&tensial dalam menyebar- luaskan
penyuluhan gizi di perdesaan seperti pengurus dan angg&ta kel&mp&k
pengajian, &rganisasi (anita keagamaan, kel&mp&k petani dan
nelayan, dan berbagai lembaga masyarakat!
1egiatan pelayanan gizi p&syandu dilaksanakan sedikitnya
sebulan sekali &leh kader "11 khususnya kader gizi dengan bantuan
tenaga gizi)kesehatan puskesmas dan bidan di desa! 1egiatannya
meliputiA a) pemantauan tumbuh kembang anak, b) penyuluhan gizi ibu
dan anak, ) pemberian kapsul y&dium kepada penduduk yang tinggal
di daerah endemik, d) pemberian tablet besi kepada ibu hamil, anak
balita, dan pekerja (anita, e) pemberian kapsul *itamin 6 kepada anak
balita, dan +) penurunan jumlah penderita kekurangan energi dan
pr&tein (18")! "ada tahun 199,)9: jumlah p&syandu yang
memberikan pelayanan gizi adalah
$%)1,
sekitar -/, ribu meningkat jika dibandingkan tahun 1993)9, sekitar
-/. ribu buah (;abel $%-1/)!
1egiatan pemantauan tumbuh kembang anak dilaksanakan
melalui penimbangan berat badan anak seara teratur setiap bulan dan
hasilnya diatat dalam kartu menuju sehat (1<')! "ada tahun 199,)9:
telah dietak sekitar / juta 1<' bagi bayi yang baru lahir, meningkat
jika dibandingkan tahun 1993)9, sekitar 1 juta buah!
1egiatan penyuluhan gizi ibu dan anak dilaksanakan melalui
penyebarluasan "engetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya
pemberian air susu ibu (6'%) seara penuh kepada bayi selama 2
bulan! "ada tahun 199,)9: telah dilaksanakan kegiatan pelatihan
pemasaran s&sial 6'% bagi /-2 pelatih penyuluh gizi dan ditunjang
dengan kegiatan k&nsultasi gizi di puskesmas melalui pelayanan p&j&k
gizi!
5ntuk menanggulangi gangguan akibat kurang y&dium (G617),
pada tahun 199,)9: telah dibagikan kapsul y&dium kepada sekitar 1.,9
juta penduduk di daerah endemik meningkat jika dibandingkan tahun
1993)9, sebanyak 1.,, juta penduduk! "ada tahun 199,)9:
menunjukkan bah(a jumlah keluarga yang meng&nsumsi garam
bery&dium dengan kandungan y&dium ukup sekitar 3- persen
meningkat dibandingkan tahun 1993)9, sekitar /: persen! 6ngka ini
masih jauh bila dibandingkan dengan target uni*ersal garam bery&dium
sebesar :. persen!
=alam rangka menegah dan menanggulangi masalah anemia
gizi besi (6GB), pada tahun 199,)9: jumlah pemberian tablet besi
menapai 3,3 juta ibu hamil, sedikit meningkat jika dibandingkan
dengan tahun 1993)9, sekitar 3,/ juta ibu hamil (;abel $%-13)!
"enanggulangan 6GB pada anak balita diberikan dalam bentuk
$%)1:
sir&p besi menakup sekitar 1,,/ ribu &rang, meningkat dibandingkan
tahun 1993)9, sekitar 13,3 ribu &rang! 5paya penanggulangan anemia
gizi pada kel&mp&k pekerja (anita terus dilanjutkan dan pengadaan
tablet besi dilaksanakan seara s(adaya &leh masyarakat dan industri!
=alam rangka menegah dan menanggulangi masalah kurang
*itamin 6 (1$6) terutama pada anak balita, pemberikan kapsul
*itamin 6 d&sis tinggi dua kali setahun (bulan "ebruari dan 6gustus)
tetap dilaksanakan! "ada tahun 199,)9: pemberian kapsul *itamin 6
menakup sekitar 12,/ juta anak balita meningkat dibandingkan tahun
1993)9, yang menakup sekitar 13,: juta anak balita!
=alam rangka menegah dan menanggulangi kurang energi dan
pr&tein (18") terutama pada anak balita dan ibu hamil, pada tahun
199,)9: di daerah perdesaan terus digalakkan melalui pemberian
makanan pendamping 6'% untuk bayi dan makanan tambahan untuk
anak balita, ibu hamil, dan anak sek&lah!

1egiatan peman+aatan pekarangan di perdesaan terus
ditingkatkan melalui pendekatan partisipasi masyarakat seara
berkel&mp&k yang dipimpin &leh se&rang k&ntak tani nelayan andalan
(1;N6)! "ada tahun 199,)9: penyuluhan seara langsung &leh 1;N6
dilaksanakan dengan pemberian sarana pr&duksi pertanian sekitar -/,2
ribu paket, meningkat dibandingkan tahun 1993)9, yang berjumlah
sekitar -/,1 ribu paket!
') U"a%a Per#a&kan G&2& In"t&t*"& 3UPGI)
1egiatan 5"G% dalam #epelita $% meliputi pembinaan teknis,
pelatihan, penyuluhan, dan inter*ensi langsung kepada pemilik
$%)19
institusi, pengel&la maupun pelaksana pelayanan gizi di sek&lah-
sek&lah, pusat latihan &lah raga, asrama haji, panti s&sial,
perusahaan)pabrik dan pesantren!
"ada tahun 199,)9: kegiatan 5"G% di 'ek&lah =asar makin
men&nj&l dengan diperluasnya pr&gram makanan tambahan anak
sek&lah ("<;-6') ke seluruh pr&pinsi dan keluarnya %nstruksi
"residen N&m&r 1 ;ahun 199, tentang "<;-6'! 4leh sebab itu mulai
tahun 199,)9: dukungan dana untuk kegiatan "<;-6' dial&kasikan
melalui %npres tersendiri yaitu %npres "<;-6'! =ana %npres tersebut
sebagian besar digunakan untuk pengadaan bahan makanan yang
bersumber dari daerah setempat! ;ahun 199,)9: "<;-6' menakup
-, pr&pinsi, -9, kabupaten, -3!2-1 desa %=;, 29!/39 '=)<%, dan
sekitar ,,- juta murid! 9umlah tersebut meningkat jika dibandingkan
tahun 1993)9, yang menakup -1 pr&pinsi diluar 9a(a dan Bali, 1,/
kabupaten, 12!22/ desa %=;, 1:!/1: '=)<%, dan sekitar -,3 juta
murid! Berdasarkan lap&ran dari daerah pelaksanaan "<;-6' terbukti
berhasil meningkatkan kehadiran 12 sis(a di sek&lah (menurunkan
jumlah absensi) dan menurunkan jumlah anak yang putus sek&lah!
1egiatan 5"G% di pusat pelatihan &lahraga yaitu antara lain
penyusunan buku ped&man pelayanan gizi &lahraga, dan pelatihan -..
&rang pengel&la makanan di panti s&sial, perusahaan, lembaga
pemasyarakatan, jasa b&ga, dan p&nd&k pesantren tentang
penyelenggaraan makanan masal yang sehat, serta pelatihan bagi
pengel&la gizi asrama haji di , embarkasi
$) Ua(a 4ort&-&ka"& Ba%an Pangan
1egiatan +&rti+ikasi bahan pangan yang penting pada tahun
199,)9: terus dilanjutkan, antara lain +&rti+ikasi zat besi pada
$%)-.
tepung terigu dan y&dium pada garam! <engenai +&rti+ikasi zat besi
pada tepung terigu terus dilaksanakan pendekatan kepada pr&dusen
tepung terigu untuk meyakinkan mereka tentang kenaikan harga yang
relati+ keil apabila pr&duknya di+&rti+ikasi!
e) Peneraan $an Pengem#angan S&"tem Ke!a"a$aan
Pangan $an G&2&
'alah satu kegiatan sistem ke(aspadaan pangan dan gizi
('1"G) adalah sistem ke(aspadaan k&nsumsi dan status gizi ('11G)
yang dilaksanakan &leh =epartemen 1esehatan! 1egiatan '11G
meliputi A (1) sur*ei k&nsumsi gizi setahun sekali0 (-) pemantauan
status gizi tiga tahun sekali0 (3) sur*ei indeks masa tubuh0 dan (2)
jaringan in+&rmasi pangan dan gizi!
1egiatan sur*ei k&nsumsi gizi pada tahun 199, menunjukkan
bah(a besarnya k&nsumsi energi dan pr&tein masing-masing telah
menapai 1!9/3 kil&kal&ri dan /,,1 gram per kapita per hari! 9umlah
k&nsumsi energi tersebut menurun jika dibandingkan tahun 1993
sebesar 1!9:- kil&kal&ri per kapita per hari, sedangkan k&nsumsi
pr&tein meningkat jika dibandingkan tahun 1993 sebesar //,3 gram per
kapita per hari! Hal ini menunjukkan adanya perubahan p&la k&nsumsi
pangan masyarakat yang bergeser ke bahan pangan sumber pr&tein!
1egiatan pemantauan status gizi terutama 18" pada anak
balita menunjukkan adanya keenderungan penurunan pre*alensi 18"
t&tal! "ada tahun 199-, pre*alensi 18" t&tal adalah sekitar 21,,
persen menurun menjadi 3/ persen pada tahun 199/! 6ngka ini telah
mendekati sasaran penurunan pre*alensi 18" pada #epelita $% yaitu
sebesar 3. persen!
$%)-1
1egiatan sur*ei indeks massa tubuh (%<;), pada tahun 199,
dilakukan di 1- ibuk&ta pr&pinsi dan menunjukkan hasil bah(a
pre*alensi gizi-lebih atau kegemukan pada kel&mp&k de(asa terutama
di perk&taan adalah sebesar --,/ persen! "ada kel&mp&k perempuan
pre*alensinya hampir dua kali lipat dibandingkan kel&mp&k laki-laki!
1eadaan ini erat kaitannya dengan berubahnya p&la makan diperk&taan
yang enderung berlebih dalam kandungan lemak tetapi rendah serat
kasar!
1egiatan jaringan in+&rmasi pangan dan gizi (9%"G) antara lain
adalah penerbitan buku %n+& "angan dan Gizi, lembar berita 9%"G, dan
buku ped&man 9%"G yang disebarluaskan ke -, pr&pinsi dengan
sasaran lembaga pemerintahan daerah, perguruan tinggi dan lembaga
penelitian!
#. Program Pen*n.ang
1) Program Pen$&$&kan $an Pe)at&%an G&2&
"r&gram ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga gizi
yang bermutu melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan
tenaga pr&+esi&nal gizi pada jenjang =-1 dan =-3 Gizi0 serta
pendidikan sarjana dan pasasarjana pada uni*ersitas di dalam dan luar
negeri!
'ampai tahun 199,)9: terdapat penambahan 9 institusi =-3
Gizi yang berasal dari peningkatan pendidikan =-1 Gizi ( 'ek&lah
"endidikan 6hli Gizi ) sehingga teratat sebanyak -, institusi =-3
Gizi, dengan jumlah peserta didik sekitar 2!./. &rang!
$%)--
+) Program Penga!a"an Makanan $an M&n*man
"r&gram penga(asan makanan dan minuman bertujuan untuk
melindungi masyarakat terhadap pr&duksi dan peredaran makanan
minuman yang tidak memenuhi syarat keamanan akibat penemaran
bahan berbahaya dan mikr&ba yang mengganggu kesehatan!
"ada tahun 199,)9: telah disusun #anangan "eraturan
"emerintah (#"") tentang @abel dan %klan "angan, serta #"" tentang
1eamanan "angan yang mendukung 5ndang-5ndang 1esehatan
N&m&r -3 ;ahun 199- dan 5ndang-5ndang "angan N&m&r , ;ahun
1993 agar menjadi ped&man bagi pr&dusen untuk menghasilkan
pr&duk-pr&duk yang aman bagi masyarakat!
=alam rangka penga(asan mutu makanan dan minuman, hasil
pemeriksaan menunjukkan bah(a sekitar 3,.:B sarana distribusi
menjual pr&duk yang rusak, 1/,.:B menjual pr&duk daluarsa, dan
1-,-1B menjual pr&duk tidak memenuhi syarat label! 9ika
dibandingkan tahun 1993)9, jumlah sarana distribusi yang menjual
pr&duk rusak dan daluarsa menurun yaitu masing-masing 2,9,B dan
19,-/B! 9umlah sarana distribusi yang menjual pr&duk tidak
memenuhi syarat label meningkat sekitar 1.,,.B! "eningkatan
jumlah sarana distribusi yang tidak memenuhi syarat label disebabkan
&leh banyaknya munul pr&duk-pr&duk makanan baru!
Hasil pengujian sampel makanan dan minuman yang
dilaksanakan pada tahun 199,)199: &leh -: lab&rat&rium Balai
"enga(asan 4bat dan <akanan (B"4<), menunjukkan bah(a
,/,99B sampel yang diperiksa memenuhi persyaratan, dan meningkat
13,-B dibandingkan dengan tahun 1993)9,!
$%)-3
=alam rangka penga(asan mutu makanan yang harus
berped&man pada standar internasi&nal Codex Alimentarius
Commission (?6?) dan standar Hazard Analysis Critical Control
Point (H6??"), pada tahun 199,)9: telah dilatih 1/. &rang tenaga
penga(as mengenai H6??" baik di pusat maupun di daerah! Hal
tersebut guna memenuhi standar eksp&r dan ketentuan badan dunia
>H4 dan C64 tentang perlindungan k&nsumen!
0) Program Pene)&t&an $an Pengem#angan G&2&
"r&gram ini diarahkan untuk meningkatkan mutu dan jenis
penelitian menjadi penelitian unggulan di bidang gizi!
'ampai tahun 199,)9: telah dilakukan 2: penelitian gizi, dan
12 diantaranya merupakan bagian dari #iset 5nggulan ;erpadu (#5;)
yang telah mendapat rek&mendasi dari =e(an #iset Nasi&nal (=#N)!
"ada tahun 199,)9: dilaksanakan pula kegiatan >idyakarya
Nasi&nal "angan dan Gizi ke-3 (>N"G-$%) yang bertujuan untuk
memberikan asupan terhadap kebijaksanaan, strategi, pr&gram dan
kegiatan untuk pembangunan pangan dan perbaikan gizi dalam rangka
menghadapi era gl&balisasi yang akan dimulai pada tahun -...!
1) Program D&,er"&-&ka"& Pangan
=alam #epelita $%, pr&gram di*ersi+ikasi pangan telah
ditingkatkan antara lain dengan mengembangkan pr&gram penyuluhan
yang akan dilaksanakan &leh penyuluh pertanian lapangan
(""@) bekerjasama dengan 1;N6! 5ntuk mendukung "<;-6'
ditingkatkan kegiatan peman+aatan kebun
$%)-2
sek&lah yang merupakan sarana pendidikan bagi anak sek&lah untuk
mengenal bahan pangan l&kal dan menyukai makanan yang beraneka
ragam!
$%)-/
;6B8@ $% D 1
H6#G6 =6'6# G6B6H =% ;%NG16; 15=
1993, 1992 D 199,
(#p)1g)
$%)-3
;6B8@ $% D -
H6'%@ "8<B8@%6N G6B6H =6N B8#6' =6@6< N8G8#%
<8N5#5; =68#6H ;%NG16; %
1993)92, 1992)9/ D 199,)9:
(t&n setara beras)
1) 6ngka sementara
1eterangan A
- E 1egiatan sudah selesai)tidak ada kegiatan
$%)-,
;6B8@ $% D 3
"8#18<B6NG6N H6#G6 #6;6-#6;6 G6B6H
=% "8#=8'66N %N=4N8'%6
1)
1993)92, 1992)9/ D 199,)9:
(#p)1g)
1) "enatatan dilakukan dalam bentuk Gabah 1ering "anen lalu dik&n*ersikan
<enjadi gabah 1ering Giling denganmenggunakan k&e+isien berupa persentase
Harga dasar Gabah 1ering Giling terhadap realisasi harga rata-rata dari Gabah
1ering "anen selama musim panen (6pril, <ei, 9uni) dalam tahun yang
Bersangkutan
-) 6ngka sementara
$%)-:
;6B8@ $% D 2
"8#B8=66N 6N;6#6 H6#G6 #6;6-#6; G6B6H =% <5'%< "6N8N
=6N <5'%< "6?81@%1 =% =68#6H "8#=8'66N
1)
1993)92, 1992)9/ D 199,)9:
(#p)1g)
1) "enatatan dilakukan dalam bentuk Gabah 1ering "anen lalu dik&n*ersikan <enjadi gabah 1ering
Giling denganmenggunakan k&e+isien berupa persentase harga dasar Gabah 1ering Giling terhadap
realisasi harga rata-rata dari Gabah 1ering "anen selama musim panen (6pril, <ei, 9uni) dalam tahun
yangBersangkutan
-) 6ngka sementara
$%)-9
;6B8@ $% D /
"8#B8=66N 6N;6#6 H6#G6 #6;6-#6; G6B6H =% <5'%< "6N8N
=6N <5'%< "6?81@%1 =% B8B8#6"6 14;6 "8N;%NG
1)
1993)92, 1992)9/ D 199,)9:
(#p)1g)
1) 6ngka diperbaiki
-) 6ngka sementara
$%)3.
;6B8@ $% D 3
H6#G6 #6;6-#6;6 ;8#;%<B6NG B8#6' B5@6N6N =% B8B8#6"6 14;6 "8N;%NG
1993)92, 1992)9/ D 199,)9:
(#p)1g)
$%)31
(@anjutan ;abel $% D 3)
1) 6ngka sementara
$%)3-
;6B8@ $% D ,
"8#B6N=%NG6N 6N;6#6 H6#G6 B8#6' ;8#;%NGG% =6N ;8#8N=6H
=8NG6N H6#G6 #6;6-#6;6 =% B8B8#6"6 14;6 "8N;%NG
1993)92, 1992)9/ D 199,)9:
(#p)1g)
$%)33
;6B8@ $% D :
H6#G6 B6;6' ;8#;%NGG% B8#6'
1993)92, 1992)9/ D 199,)9:
(#p)1g)
1) 6ngka sementara
$%)32
;6B8@ $% D 9
95<@6H "8N76@5#6N B8#6'
1993)92, 1992)9/ D 199,)9:
(ribu t&n)
1) 6ngka sementara
1eterangan A
- E 1egiatan sudah selesai)yidak ada kegiatan
$%)3/
;6B8@ $% D 1.
95<@6H G5=6NG G6B6H)B8#6' =% 9616#;6 =6N =% =68#6H-=68#6H
1)

1993)92, 1992)9/ D 199,)9:
(ribu t&n)
1) 6ngka kumulati+ sejak tahun 19,2),/
-) 6ngka sementara
$%)33
;6B8@ $% D 11
%<"4# =6N "8N76@5#6N G6N=5<
1993)92, 1992)9/ D 199,)9:
(ribu t&n)
1) 6ngka sementara
$%)3,
;6B8@ $% D 1-
"8N78=%66N B8B8#6"6
14<4=%;6' "6NG6N "8N;%NG
1993, 1992 D 199,
(kg)kapita)tahun)
1) 6ngka diperbaiki
-) 6ngka sementara
$%)3:
;6B8@ $% D 13
95<@6H 8N8#G% =6N "#4;8%N 76NG ;8#'8=%6
5N;51 =%14N'5<'% B8#=6'6#16N 18@4<"41 98N%' B6H6N <616N6N
1993, 1992 D 199,
1) 6ngka diperbaiki
-) 6ngka sementara
1eteranganA
8nergi dalam kkal)kapita)hari
"r&tein dalam gram)kapita)hari
$%)39
;6B8@ $% D 12
"8#18<B6NG6N "8N78=%66N "6NG6N
=%515# =8NG6N '14# "4@6 "6NG6N H6#6"6N (""H)
1993, 1992 D 199,
1) 6ngka diperbaiki
-) 6ngka sementara
$%)2.
;6B8@ $% D 1/
18G%6;6N 5'6H6 "8#B6%16N G%F% 18@56#G6
1993)92, 1992)9/ D 199,)9:
1) 6ngka kumulati+ sejak #epelita %
-) 6ngka diperbaiki
$%)21
;6B8@ $% D 13
"8@61'6N66N "8N?8G6H6N G4N=41 8N=8<%1, 6N8<%6 G%F%, =6N
1)
1815#6NG6N $%;6<%N 6
1993)92, 1992)9/ D 199,)9:
1) 6ngka tahunan
-) 6ngka diperbaiki
$%)2-