Anda di halaman 1dari 11

Makalah Kimia Analisis

SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET DAN VISIBEL


DISUSUN OLEH :
KELOMPOK IV
KELAS C FARMASI 2013
RISKIAH NURFATHIN SRI SUJAYANTI DALI
INDAH USWATUN HASANAH WINTA PULUHULAWA
FAUZIAH INDAH SARI ABD. SHAHINSYAH MAMPA
FADLUN DUENGO MOH. A. RAHMAN
CORNELIA C. RUMAPE
JURUSAN FARMASI
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN DAN KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat karunia-Nya
penulis mampu menyelesaikan makalah dengan judul Spektrofotometri Sinar
Tampak dan Ultraviolet.
Melalui makalah yang berjudul Spektrofotometri Sinar Tampak dan
Ultraviolet ini yang diharapkan dapat menunjang nilai penulis di dalam mata
kuliah Kimia Analisis. Selain itu, dengan hadirnya makalah ini dapat memberikan
informasi yang dapat menjadi pengetahuan baru bagi pembacanya.
Pada kesempatan ini penulis juga mengucapkan terima kasih kepada
seluruh pihak yang terlibat di dalam penulisan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa, masih banyak kesalahan dan kekurangan di
dalam penulisan makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan
saran yang konstruktif untuk kesempurnaan makalah ini di masa yang akan
datang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat.
Gorontalo, 5 Mei 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................... i
DAFTAR ISI ................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang .................................................................................... 1
I.2 Rumusan Masalah ............................................................................... 1
I.3 Tujuan Penulisan ................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
II.1 Pengertian Radiasi Elektromagnetik .................................................... 2
II.2 Prinsip Dasar Pengukuran dengan Spektrofotometri ............................. 2
II.3 Identifikasi Spektrofotometri analisis ................................................... 3
II.4 Dasar Pemilihan Pelarut Spektrofotometri ........................................... 5
II.5 Pengukuran dengan Spektofotometri .................................................... 6
BAB III PENUTUP
Kesimpulan .................................................................................................. 8
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Spektrofotometri merupakan salah satu metode dalam kimia analisis
yang digunakan untuk menentukan komposisi suatu sampel baik secara
kuantitatif dan kualitatif yang didasarkan pada interaksi antara materi
dengan cahaya. Sedangkan peralatan yang digunakan dalam spektrofometri
disebut spektrofotometer. Cahaya yang dimaksud dapat berupa cahaya
visibel, UV dan inframerah, sedangkan materi dapat berupa atom dan
molekul namun yang lebih berperan adalah elektron yang adapada atom
ataupun molekul yang bersangkutan.
Para kimiawan telah lama menggunakan bantuan warna sebagai
bantuan dalam mengenali zat-zat kimia. Spektrofotometri dapat dianggap
sebagai suatu perluasan pemeriksaan visual yang dengan studi lebih
mendalam dari absorpsi energi radiasi oleh macam-macam zat kimia
memperkenankan dilakukannya pengukuran ciri-ciri serta kuantitatifnya
dengan ketelitian lebih besar.
I.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan radiasi elektromagnetik?
2. Bagaimana prinsip dasar pengukuran dengan spektrofotometri?
3. Bagaimana identifikasi spektrofotometri analisis?
4. Bagaimana dasar pemilihan pelarut untuk spektrofotometri?
5. Bagaimana cara pengukuran dengan spektrofotometri?
I.3 Tujuan Penulisan
1. Agar dapat menegtahui apa yang dimaksud dengan radiasi
elektromagnetik?
2. Agar dapat mengetahui prinsip dasar pengukuran dengan
spektrofotometri?
3. Agar dapat mengetahui identifikasi spektrofotometri analisis?
4. Agar dapat mengetahui dasar pemilihan pelarut untuk spektrofotometri?
5. Agar dapat mengetahui cara pengukuran dengan spektrofotometri?
BAB II
PEMBAHASAN
II.1 Pengertian Radiasi Elektromagnetik
Radiasi elektromagnetik adalah kombinasi medan listrik dan medan
magnet yang berosilasi dan merambat lewat ruang dan membawa energi dari
satu tempat ke tempat yang lain.
Radiasi elekromagnetik, yang mana sinar ultraviolet dan sinar tampak
merupakan salah satunya, dapat dianggap sebagai energi yang merambat
dalam bentuk gelombang. Beberapa istilah dan hubungan digunakan untuk
menggambarkan gelombang ini. Panjang gelombang merupakan jarak linear
dari suatu titik pada satu gelombang ke titik yang bersebelahan pada
gelombang yang berdekatan. Dimensi panjan gelombang adalah panjan (L)
yang dapat dinyatakan dalam centimeter (cm), atau yan lebih umum adalah
dalam unit-unit berikut:
1 angstrom = 10
-8
cm = 10
-10
m
1 nanometer = 10
-7
cm =10
-9
m
1 mikrometer = 10
-6
= 10
-4
cm
Satuan nanometer saat ini dipilih daripada satuan yang pemakainnya
lebih kuno yakni milimikron. Huruf latin lambda merupakan symbol yang
umum digunakan untuk panjang gelombang.
II.2 Prinsip Dasar Pengukuran dengan Spektrofotometri
Spektrofotometri Sinar Tampak (UV-Vis) adalah pengukuran energi
cahaya oleh suatu sistem kimia pada panjang gelombang tertentu. Sinar
ultraviolet (UV) mempunyai panjang gelombang antara 200-400 nm, dan
sinar tampak (visible) mempunyai panjang gelombang 400-750 nm.
Spektrum UV-Vis sangat berguna untuk pengukuran secara kuantitatif.
Konsentrasi dari analit di dalam larutan bisa ditentukan dengan mengukur
absorban pada panjang gelombang tertentu dengan menggunakan hukum
Lambert-Beer.
Hukum Lambert-Beer menyatakan hubungan linieritas anatara
absorban dengan konsentrasi larutan analit dan berbanding terbalik dengan
transmitan, dalam hukum Limbert-Beer tersebut ada beberapa pembatasan,
yaitu:
Sinar yang digunakan dianggap monokromatis.
Penyerapan terjadi dalam suatu volume yang mempunyai penampang
yang sama.
Senyawa yang menyerap dalam larutan tersebut tidak tergantung
terhadap yang lain dalam larutan tersebut.
Tidak terjadi flouresensi atau fosforisensi
Indeks bias tidak tergantung pada konsentrasi larutan.
Berdasarkan hukum Lambert-Beer, rumus yang digunakan untuk
menghitung banyaknya cahaya yang dihamburkan:
T =

0
atau %T =

0
1%
Dan absorbansi dinyatakan dengan rumus:
A = - log T = - log

0
Dimana I
0
merupakan intensitas cahaya datang dan I
t
atau I
1
adalah
intensitas cahaya setelah melewati sampel.
Rumus yang diturunkan dari Hukum Beer dapat ditulis sebagai:
A = a . b . c atau A = . b . c
Dimana:
A = Absorbansi
a = Tetapan absorbtivitas (jika konsentrasi larutan yang diukur dalam
ppm)
c = Konsentrasi larutan yang diukur
= Tetapan absorbtivitas molar (jika konsentrasi larutan yang diukur
dalam ppm)
b = Tebal larutan (tebal kuvet diperhitungkan juga umumnya 1cm)
II.3 Identifikasi Spektrofotometri analisis
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam analisis dengan
spektrofotometri UV-Vis terutama untuk senyawa yang semula tidak
berwarna yang akan dianalisis dengan spektrofotometri visibel karena
senyawa tersebut harus diubah terlebih dahulu menjadi senyawa yang
berwarna.
Berikut adalah tahapan-tahapan yang harus diperhatikan :
1. Pembentukan molekul yang dapat menyerap sinar UV-Vis
Hal ini perlu dilakukan jika senyawa yang dianalisis tidak
menyerap pada daerah tersebut. Cara yang digunakan adalah dengan
merubah menjadi senyawa lain atau direaksikan dengan pereaksi
tertentu. Pereaksi yang digunakan harus memenuhi beberapa persyaratan
yaitu :
a) Reaksinya selektif dan sensitif.
b) Reaksinya cepat, kuantitatif, dan reprodusibel.
c) Hasil reaksi stabil dalam jangka waktu yang lama.
d) Waktu operasional
Cara ini biasa digunakan untuk pengukuran hasil reaksi atau
pembentukan warna. Tujuannya adalah untuk mengetahui waktu
pengukuran yang stabil. Waktu operasional ditentukan dengan mengukur
hubungan antara waktu pengukuran dengan absorbansi larutan.
2. Pemilihan panjang gelombang
Panjang gelombang yang digunakan untuk analisis kuantitatif
adalah panjang gelombang yang mempunyai absorbansi maksimal. Ada
beberapa alasan mengapa harus menggunakan panjang gelombang
maksimal, yaitu :
a) Pada panjang gelombang maksimal, kepekaannya juga maksimal
karena pada panjang gelombang maksimal tersebut, perubahan
absorbansi untuk setiap satuan konsentrasi adalah yang paling besar.
b) Disekitar panjang gelombang maksimal, bentuk kurva absorbansi
datar dan pada kondisi tersebut hukum lambert-beer akan
terpenuhi.
c) Jika dilakukan pengukuran ulang maka kesalahan yang disebabkan
oleh pemasangan ulang panjang gelombang akan kecil sekali, ketika
digunakan panjang gelombang maksimal.
II.4 Dasar Pemilihan Pelarut Spektrofotometri
Spektrofotometri UV-Vis dapat melakukan penentuan terhadap sampel
yang berupa larutan,gas,atau uap. Untuk sample yang berupa larutan perlu
diperhatikan beberapa persyaratan pelarut yang dipakai antara lain :
1. Pelarut yang dipakai tidak mengandung ikatan rangkap terkonjugasi
pada struktur molekulnya.
2. Pelarut yang digunakan tidak berwarna .
3. Tidak terjadi interaksi dengan molekul senyawa yang dianalisis.
4. Kemurniannya harus tinggi atau derajat untuk dianalisis.
Pada umumnya pelarut yang sering dipakai dalam analisis
Spektrofotometri UV-Vis adalah air, etanol, sikloheksana dan isopropano.
Pelarut untuk UV-Vis dan batas minimum transparasi (cut off point)
Pelarut Cut off point
(nm)
Air 190
Metnol 210
Sikloheksana 210
Heksana 210
Dietil eter 220
p-dioksan 220
Etanol 220
Kloroform 250
CCl
4
265
Benzena 280
Toluen 285
Piridina 305
Aseton 330
Karbon disulfida 380
II.5 Pengukuran dengan Spektofotometri
Pengukuran spektrofotometri menggunakan alat spektrofotometer yang
melibatkan energi elektronik yang cukup besar pada molekul yang
dianalisis, sehingga spektrofotometer UV-Vis lebih banyak dipakai untuk
analisis kuantitatif dibandingkan kualitatif.
Analisis kuantitatif dengan metode spektrofotometri UV-Vis dapat
digolonkan atas tiga macam, yaitu analisis zat tunggal, analisis kuantitatif
campuran dua macam zat dan analisis kuantitatif campuran tiga macam zat
atau lebih. Namun, yang lebih dipahami adalah analisis zat secara tungal.
Analisis zat secara tunggal di mana jika absorbansi suatu seri
konsentrasi larutan diukur pada panjang gelombang, suhu, kondisi pelarut
yang sama, dan absorbansi masing-masing larutan diplotkan terhadap
konsentrasinya maka suatu garis lurus akan teramati sesuai dengan
persamaan A = abc. Grafik ini disebut dengan hukum Lambert-beer dan jika
garis yang dihasilkan merupakan garis lurus maka dapat dikatakan bahwa
hukum Lambert-Beer dipenuhi pada kisaran konsentrasi yang diamati.
Absorbansi
0.8
0.6
0.4
0.2
0.0 panjang
gelombang
230 250 270 290 310
Gambar 1
spektra absorpsi 4 larutan teofillin dalam air; b = 1 cm; garis yan paling
bawah merupakan blanko yang hanya terdiri atas air saja.
Absorbansi
pada 272 nm
0.8
0.6
0.4
0.2
0.0 konsentrasi (x 10
-5
) M
0 2 4 6 8 10
Gambar 2
Plot hukum Lembert-Beer untk teofilin dalam larutan air.
Gambar 1 menunjukkan suatu studi hukum Lambert-Beer terhadap teofilin,
sementara gambar 2 merupakan plot hukum Lambert-Beer dari data yang
diperoleh pada gambar 1. kemiringan gais ini setara dengan ab, dan karena b
merupakan tebal kuvet maka nilai a atau absorptivitas dapat dihitung. Dan
kemudian menuliskan data absorpsi yang telah didapat dari gambar 2.
Gambar 3
Data absorpsi ultraviolet teofilin dalam air pada panjang gelombang
maksimal 272 nm. Data diperoleh dari gambar 2.
Konsentrasi teofilin
(x 10
-5
M)
A
272

272
(x 10
4
)
2.04 0.209 1.025
4.08 0.414 1.015
6.12 0.621 1.015
8.16 0.827 1.013
Nilai
272
= 1.02 x 10
4
M
-1
cm
-1
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1. Radiasi elektromagnetik adalah kombinasi medan listrik dan medan magnet
yang berosilasi dan merambat lewat ruang dan membawa energi dari satu
tempat ke tempat yang lain
2. Spektrum UV-Vis sangat berguna untuk pengukuran secara kuantitatif.
Konsentrasi dari analit di dalam larutan bisa ditentukan dengan mengukur
absorban pada panjang gelombang tertentu dengan menggunakan hukum
Lambert-Beer.
3. Tahapan-tahapan yang harus diperhatikan untuk analisis spektrofotometri,
antara lain:
a) Pembentukan molekul yang dapat menyerap sinar UV-Vis
b) Pemilihan panjang gelombang
4. Pelarut yang sering dipakai dalam analisis Spektrofotometri UV-Vis adalah
air, etanol, sikloheksana dan isopropano.
5. Analisis kuantitatif dengan metode spektrofotometri UV-Vis dapat digolonkan
atas tiga macam, yaitu analisis zat tunggal, analisis kuantitatif campuran dua
macam zat dan analisis kuantitatif campuran tiga macam zat atau lebih.
DAFTAR PUSTKA
Day, JR., R.A., dan Underwood, A.L., 2002. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi ke
enam. Jakarta: Erlangga
Gandjar, Ibnu Gholib dan Abdul Rohman., 2013. Kimia Farmasi Analisis Cetakan
XI. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Rohman A., 2007. Kimia Farmasi Analisis Cetakan I. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar