Anda di halaman 1dari 38

STRESS ?!?

-BINGUNG STRES
-CEMAS STRES
-TAKUT STRES
-SUSAH STRES
-GILA STRES
BATASAN BAKU TENTANG STRES
SULIT
STRES ADALAH:

SEGALA MASALAH ATAU SESUATU
YG MENUNTUT PENYESUAIAN DIRI

AKAN MENGGANGGU
KESEIMBANGAN KITA
STRES BERAT LAMA SPESIFIK







BILA TIDAK TERATASI

GANGGUAN FISIK / JIWA
GANGGUAN FISIK:
JANTUNG BERDEBAR
SESAK NAPAS
MURUS
GATAL-GATAL
IMPOTENSI
KADAR GULA
STRES HORMON

Gbr.







STRES

GANGGUAN JIWA:
KECEMASAN
DEPRESI
KEMARAHAN
AGRESI
GADUH GELISAH
PERUBAHAN PERILAKU
LUPA-LUPA
PSIKOSA (GILA)
Gbr


PERUBAHAN POLA MAKAN


Gbr

PERUBAHAN POLA TIDUR


Gbr







PSIKOTIK/GILA
STRES
TAK DAPAT DIHINDARI

TAK SEORANG PUN SEPANJANG
HIDUPNYA DAPAT TERBEBAS STRES

TAPI STRES DAPAT DIKENDALIKAN

Gambar

PERLU PENGETAHUAN TENTANG
STRES


LEBIH DAPAT MENGATASI STRES
DENGAN BAIK


MEMBANTU PENINGKATAN TARAF
KESEHATAN
SUMBER STRES (STRESSOR):
FISIK : PANAS, DINGIN, GADUH, DSB.
PSIKOLOGIK
* FRUSTRASI
* KONFLIK
* KRISIS
* TEKANAN
SOSIOKULTURAL: DISKRIMINASI,
PERSAINGAN, DSB.

KEBUTUHAN/
TUJUAN




TUJUAN
?

TUJUAN
FRUSTASI
KONFLIK
CARA PNYESUAIAN DIRI
TERHADAP STRES:
a. BERORIENTASI PADA TUGAS
b. BERORENTASI PADA PEMBELAAN
EGO

Ad.a: - SECARA SADAR
- REALISTIK OBYEKTIF
- RASIONAL
1. Mempelajari dan menentukan persoalan
2. Menyusun alternatif penyelesaian
3. Menentukan tindakan (yg kemungkinan
besar akan berhasil dgn akibat paling
menguntungkan)
4. Bertindak
5. Evaluasi hasil
b. MENGGUNAKAN PEMBELAAN EGO
- Tidak realistik
- Mengandung penipuan diri
- Distorsi realitas
- Sebagian besar di luar kesadaran
KEGUNAANNYA:
- Memperlunak kegagalan
- Menghilangkan kecemasan
- Mengurangi perasaan yg menyakitkan
- Mempertahankan harga diri
CONTOH MBE:
REPRESI
PROYEKSI
RASIONALISASI
KOMPENSASI DLL.
REGRESI
DENIAL
KONVERSI
PENYESUAIAN DIRI TERHADAP STRES

STRES

MERASA MAMPU MENGANCAM
PERASAAN,
KEMAMPUAN &
HARGA DIRI

a. PENYESUAIAN b. PENYESUAIAN
DIRI BERORIENTASI DIRI MEMAKAI
PADA TUGAS MEKANISME PEM-
BELAAN EGO
REAKSI TERHADAP STRES


REAKSI SEKETIKA: REAKSI YANG
TEKANAN DARAH DIPERTIMBANGKAN
DENYUT JANTUNG DAHULU
STRES HORMON
PELEPASAN KOLES-
TEROL


MELALUI TEKNIK
PENGENDALIAN
STRES
MENURUT SELYE, REAKSI TERHADAP
STRES ADA 3 TAHAP:
1. TAHAP REAKSI ALARM
2. TAHAP ADAPTASI = EUSTRESS
3. TAHAP KEHABISAN = DISTRESS =
GANGGUAN
HUBUNGAN TINGKAT RANGSANGAN
DENGAN STRES







TINGKAT RANGSANGAN
S
T
R
E
S
TINGKAT RANGSANGAN RENDAH
PEKERJAAN RUTIN
KURANG BERHUBUNGAN DG ORANG LAIN
KURANG KESEMPATAN YG BERSIFAT
KREATIF

TINGKAT RANGSANGAN TINGGI
TERLALU SIBUK
TERLALU BANYAK AKTIVITAS YG HARUS
DIKERJAKAN
KECEMASAN FINANSIAL/PRIBADI
HUB. STRES DG PRODUKTIVITAS/PRESTASI


STRES BERAT


STRES LAMA


STRES SPESIFIK




Kepribadian
MENGUKUR DERAJAT STRES (SKALA HOLMES)
FAKTOR:
1. KEMATIAN SUAMI/ISTRI 100
2. KEMATIAN KELUARGA DEKAT 63
3. PERKAWINAN 50
4. KEHILANGAN JABATAN 47
5. PENSIUN 45
6. KEHAMILAN ISTRI 40
7. KESULITAN SEX 39
8. TAMBAHAN ANGGOTA KELUARGA BARU 30
9. KEMATIAN KAWAN DEKAT 37
10. KONFLIK SUAMI-ISTRI 35
11. PERUBAHAN DL TANGGUNG JAWAB PEKERJAAN 29
12. KONFLIK DG IPAR/MERTUA/MENANTU 29
13. PERASAAN TERSINGGUNG/PENYAKIT 53
14. RUJUK DALAM PERKAWINAN 45
15. PERUBAHAN KESEHATAN ANGGOTA KELUARGA 44
16. PERUBAHAN STATUS KEUANGAN 38
17. PERCERAIAN 65
18. PERALIHAN JENIS PEKERJAAN 36
19. PRESTASI PRIBADI YG LUAR BIASA 28
20. KESULITAN DENGAN ATASAN 23
21. PINDAH RUMAH 20
22. PERUBAHAN DALAM LIBURAN 19
23. PERUBAHAN JUMLAH DL PERTEMUAN KELUARGA 15
24. PELANGGARAN RINGAN 11
25. MENGUBAH KEBIASAAN PRIBADI 24
26. MENGUBAH JAM KERJA/SYARAT KERJA 20
27. PINDAH SEKOLAH 20
28. MENGUBAH KEGIATAN SOSIAL 18
29. MENGUBAH KEBIASAAN TIDUR 16
30. PERUBAHAN DALAM KEBIASAAN MAKAN 15
31. BERLIBUR 13

BILA NILAI > 300/THN ORANG DALAM KEADAAN BAHAYA
ORANG-ORANG YANG RELATIF PEKA
TERHADAP STRES
TERLALU BERHATI-HATI
SENANG SEKALI BEKERJA
(WORKAHOLIK)
MEMPUNYAI TUNTUTAN
KEBERHASILAN YANG SANGAT TINGGI
KAKU DALAM CARA BERPIKIR
KEPRIBADIAN TIPE A
CIRI-CIRI KEPRIBADIAN TIPE A
MEMPUNYAI DORONGAN YANG KUAT
UNTUK MENCAPAI TARGET
KETERLIBATAN DALAM BANYAK TUGAS
YG BERTENTANGAN
MEMPUNYAI DORONGAN KERAS UNTUK
BERSAING
SELALU SADAR WAKTU
TUNTUTANNYA TINGGI
AGRESIF BERMUSUHAN
MOTIVASINYA TINGGI TAPI MUDAH
EMOSI
BEBERAPA CARA MENGENDALIKAN
STRES:
1. MENGUBAH PERSEPSI
2. RELAKSASI
3. HIPNOSA
4. SENAM
5. UPAYA YG BERSIFAT LINGKUNGAN
a. AGAMA
b. KELUARGA
c. PERKUMPULAN SENASIB
6. PSIKOTERAPI
Gambar








RELAKSASI

Gambar


AKTIVITAS

Gambar


HUMOR
10 CARA BERPIKIR DAN BERTINDAK POSITIP

1. MELIHAT NIAT BAIK, BUKAN MENCURIGAI
2. MENGATASI MASALAH, BUKAN MENYERAH
3. MELIHAT KELEBIHAN ORANG, BUKAN MENUNJUKKAN
KEKURANGANNYA
4. MEMPRAKARSAI SESUATU, BUKAN MENUNGGU
DILAKUKAN ORANG LAIN
5. MEMBERI KESEMPATAN, BUKAN MENGHALANGI
(MENJEGAL)
6. MENGHARGAI SESEORANG, BUKAN MENGHINA
7. MENDUKUNG, BUKAN MERONGRONG (MENGACAUKAN)
8. MENGEMUKAKAN PENDAPAT, BUKAN MENGGERUTU
DI LUAR FORUM
9. MENDENGARKAN, BUKAN LANGSUNG MEMBERI
PERINTAH/LANGSUNG MEMBERI SARAN
10. MERASAKAN PERASAAN ORANG LAIN, BUKAN
MENGHAKIMI



Contoh Kasus 1
Seorang penderita laki-laki usia 35 tahun belum menikah
dirawat inap di bagian penyakit dalam dengan diagnosa
IDDM. Penderita ini sering menunjukkan perilaku yang
menjengkelkan, tidak kooperatif/tidak patuh terhadap
nasihat petugas maupun dokter. Aturan diet maupun
minum obat dilakukan dengan semaunya sendiri.
Penderita sering berbicara dengan nada yang tinggi, tidak
simpatik sehingga para perawat menjadi segan untuk
mengurusnya. Dokternya pun menjadi hilang
kesabarannya sampai suatu ketika saking jengkelnya
terlontar kata-kata: Kamu ini mau hidup apa mau mati?

Pertanyaan:
- Bagaimana Saudara sebagai seorang dokter berkomentar
terhadap kejadian tersebut.
- Apa saran-saran Saudara.

Contoh Kasus 2

Sepasang suami isteri terpaksa tinggal bersama mertua karena
memang keadaannya masih belum memungkinkan untuk
berumah tangga sendiri. Mereka sudah dikaruniai anak usia 1
tahun. Suaminya adalah seorang dokter yang sedang menjalani
spesialisasi. Setiap harinya ibu mertuanyalah yang banyak
melaksanakan tugas-tugas rumah tangganya. Lebih-lebih apabila
ibu mertua ini mau pergi pasti urusan rumah dibereskan semua
terlebih dahulu. Memang sebelumnya ibu mertua ini adalah
seorang ibu rumah tangga yang rajin dan baik. Keadaan seperti
ini membuat sang anak menantu menjadi tersinggung karena
merasa kurang dipercaya atau diragukan kemampuannya. Ia
menjadi stres dan hal ini kemudian membuat hubungan yang
kurang baik antara mertua dan anak menantunya.

Pertanyaan:
- Bagaimana komentar Saudara mengenai hal tersebut?
- Apa saran Saudara

Contoh Kasus 3
Seorang ibu membawa anaknya laki-laki nama D.S.
Usia 24 th ke Poliklinik Psikiatri dengan Keluhan
utama : marah-marah tanpa sebab.

Auto anamnesis: Saat diperiksa D.S. Duduk di depan
pemeriksa dengan terus mengaji, waktu ditanya
penderita sedang berada dimana, penderita bisa
menjawab dengan benar. Penderita bisa mengenali
orang di sekitarnya juga bisa mengetahui waktu.
Penderita bercerita, bahwa dia pernah dirasuki roh
gurunya yang bernama Syarifudin yang
mengharuskan penderita untuk hafal kitab al-Khafid.
Saat ditanya cita-citanya penderita menjawab
saya bercita-cita menjadi kapten. Militer itu harus
fisik dan disiplin
Di depan pemeriksa penderita memperagakan
berbagai latihan fisik merentangkan tangan dan
push up. Penderita menyatakan ingin terbang.
Terbang itu seperti orang meninggal yang berada
di keranda yang diangkat orang-orang.
Penderita merasa melihat anjinbg besar warna
hitam sedang menggonggong yang kemudian
masuk ke dalam tubuhnya.
Heteroanamnesis: (Dari ibu penderita)
Mulai 1 hari sebelum MRS, penderita mulai
bertingkah laku aneh, mengaji terus menerus,
bicara ngelantur, sholat dengan berteriak-teriak
tanpa sebab.
Seminggu sebelum MRS sudah mulai marah-
marah makin hari bertambah hebat dan berkali-
kali mandi. Selama itu penderita tidak mau bekerja
apa-apa.
Akhir-akhir ini usaha keluarga mengalami banyak
masalah pemasaran dan keuangan dan penderita
tampak sering memikirkan hal ini

DISKUSI
- Normal atau sakit?
- Kesadaran? Orientasi?
- Emosi Afek?
- Kemauan?
- Psikomotor?
- Proses berfikir? (bentuk, arus, isi)
- Psikotik/Tidak