Anda di halaman 1dari 3

Invasi dan metastasis

- Invasi merupakan kriteria yang penting untuk keganasan


- Invasi terjadi karena motilitas sel yang abnormal, kurangnya kohesi selular, dan produksi
enzim proteolitik
- Metastasis merupakan proses pembentukan tumor sekunder yang letaknya jauh
- Jalur umum metastasis yaitu saluran limfatik, pembuluh darah dan melalui ruang dalam
tubuh
Kemampuan neoplasia maligna untuk invasi dan metastasis memerlukan penjelesan yang terperinci,
karena proses ini bertanggung jawab pada kematian yang terjadi pada seorang penderita. Mereka
juga menentukan pengobatan yang tepat. Belum ada kesepakatan untuk membuang tumor secara
apa adanya. Pada beberapa keadaan, tumor perlu dibuang secara luas bersama dengan jaringan
sekitar yang masih normal. Hal ini dilkukan untuk memastikan bahwa tepi reseksi yang dilkukan
benar-benar sudah bebas dari invasi tumor; kelenjar limfe regionalnya juga diambil.
Pengankatan tumor lokal yang tidak sempurna dapat menimbulkan kekambuhan lokal akibat
pemotongan trasanseksi tepi lesi yang invasif.
Tumor seharusnya diberlakukan dengan hati-hati selama melakukan pemeriksaan kliinis ataupun
pembuangan dengan pembedahan. Ha; ini perlu dilakukan untuk mengurangi resiko masuknya sel
tumor kedalam pembuluh darah atau pembuluh limfe.karenanya ligatur yang dilakukan sering
kencang melingkari pembuluh darah pada awal operasi pembuangan tumor.
Invasi
Kemampuan invasi suatu neoplasma ganas ditentukan oleh sifat sel neoplastik didalamnya. Faktor
yang berpengaruh terhadap invasi tumor ialah :
- Abnormalitas atau meningkatnya motilitas seluler
- Sekresi enzim preteolitik
- Berkurangnya adesi selular
Motilitas sekuler disebut abnormal bila didalam sel tersebut, tidak hanya lebih motil daripada
tetangganya yang normal (yag mungkin tidak berpindah sama sekali), tetapi juga memperlihatkan
hilangnya mekanisme normal yang menghentikan atau mengembalikan migrasi seluler yang normal:
penghambatan kontak migrasi ( contact inhibiton of migration )
Proteinase dan penghambat
Matriks metaloproteinase merupakan yang terpenting diantara proteinase dalam invasi neoplastik.
Enzim-enzim ini disekresi oleh sel neoplastik ganas, memungkinkan mereka mencerna jaringan ikat
disekitar. Ada tiga kelompok yaitu :
- Interstitial kolagenase-pengurang tipe I, II, III kolagen.
- Gelatinase-pengurang tipe IV kolagen dan gelatin
- Stromelisin-pengurang tipe IV kolagen dan proteoglikans
Enzim-enzim ini mempunyai kerja yang berlawanan dengan tissue inhibitors of metalloproteinases
(TIMPs). Pengaruhnya ditentukan oleh keseimbangan antara metaloproteinase dengan inhibitornya
(penghambatnya). Ini mungkin untuk membatasi sifat invasi sel tumor dengan menaikkan tingkat
aktivitas penghambatan.
Invasi sering terjadi sepanjang janringan yang kurang resisten terhadap pertumbuhan tumor, seperti
celah perineural dan, tentu saja, lumina vaskular. Jaringan yang lain sangat resisten terhadap
penembusan sel tumor, kartilago dan fibrokartilago intervertebral.
Signifikan klinikopatologis
Invasi merupakan satu-satunya kriteria keganasan. Metastasis merupakan akibatnya, dan juga
manifestasi dari invasi. Pada tumor epitel, invasi relatif mudah diketahui karena membran basalisnya
membentuk garis batas yang tegas diantara jaringan (gambar 11.12). pada tumor jaringan
penyambung, invasi lebih sulit dikenali kecuali jika perluasan vaskular atau limfatik yang jelas ;
gambaran histologis lainnnya seperti kegiatan mitosis, biasanya dipakai untuk menentukan
prognosis.
Invasi didalam epitel dikenal sebagai pagetoid infiltration. Pemberian nama ini diberikan
berdasarkan penyakit Paget pada puting susu, yang disebabkan oleh infiltrasi sel tumor kedalam
epidermis puting susu. Sel tumor berasal dari karsinoma duktus pada bagian bawah epitel payudara.
Jalur infiltrasi ini dapat juga tejadi pada beberapa jenis tumor epitel ganas yang lain.
Metastasis
Metastasis merupakan proses menyebarnya tumor ganas dari tempat asalnya (tumor primer) untuk
membentuk tumor yang lain pada tempat yang jauh (tumor sekunder). Beban keseluruhannya
terhadap tumor sebagai hasil dari proses ini sangatlah berat, dan besar keseluruhan tumor sekunder
bermacam-macam melebihi tumor primernya. Merupakan hal yang biasa bila pada autopsi
ditemukan hati dengan beberap kilogram lebih berat dari normal, karena mengandung penuh hasil
metastasis. Kata karsinomatosis telah digunakan untuk menggambarkan metastasis tumor yang
ekstensif.
Kadang-kadang metastasis akan terpaparkan secara klinis. Tulang yang sakit atau fraktur dapat
disebabkan oleh metastasis skeletal yang merupakan manifestasi klinis keganasan internal yang
tersembunyi. Kelenjar limfe mungkin dapat diraba, akibat adanya proses metastasis, mungkin
ditemukan sebelum adanya tanda dan gejala tumor primernya.
Metastatik kaskade ( pancaran metastatik)
Sel neoplastik harus berhasil melengkapi pancaran peristiwa sebelum membentuk suatu tumor
metastatik ( gambar 11.32). hanya sekelompok sel neoplastik dalam tumor ganas memiliki seluruh
sifat kebersamaan yang memungkinkan untuk melengkapi kaskade. Banyak tumor yang telah diteliti
pada studi keperimental binatang mempunyai klon metastatik dan nonmetastatik. Pada
pemeriksaam histologi, tumor metastatik pada manusia sering ditemukan menujukkan diferensiasi
yang kurang baik dibandingkan tumor primernya, yang sugestif terdapatnya evolusi klonal dari
fenotipe metastatik. Ada bukti ekperimental untuk mempasifkan (tidak aktif) gen antimetastatik
(metastogen), seperti nm23, dalam sel neoplastik yang mampu metastasis, tetapi peran yang tepat
pada metastatik kaskade belum jelas.
Tahapan yang terjadi pada metastastatik kaskade ialah :
1. Pelepasn sel tumor dari lingkungannya
2. Invasi ke jaringan ikat sekitarnya untuk mencapai jalur untuk metastasis (pembuluh darah
dan pembuluh limfe)
3. Intravasasi kedalam lumen pembuluh darah atau pembuluh limfe
4. Evasi (menghindari) terhadap mekanisme pertahanan host, seperti sel NK ( natural killer
cells) dalam darah
5. Pelekatan pada endotelium pada tempat pindahan/tujuan
6. Ekstravasasi sel dalam lumen pembuluh darah/limfe kedalam jaringan sekitarnya
Setelah sampai di tempat metastasis terdapat pengulangan peristiwa yang diperlukan untuk
membentuk tumor primer, sel tumor harus berproliferasi dan, apabila tumor tumbuh membentuk
tonjolan dengan diameter yang lebih besar dari beberapa milimeter, petumbuhan didalam
pembuluh darah harus didesak keluar oleh faktor angiogenik.
Perubahan dalam molekul pelekatan sel penting pada beberapa tempat dalam metastatik kaskade;
ini mempengaruhi pelekatan antara sel dengan sel dan sel dengan substrat. Studi pada
eksperimental dan tumor manusia menujukkan bahwa berkurangnya ekperesi chaderins, yang ikut
serta dalam pelekatan antar sel apitel, mempunyai korelasi positif dengan sifat invasif dan sifat
metastatik. Meningkatnya ekspresi integrins kelehitannya penting untuk migrasi invasif sel
neoplastik ke dalam jaringan ikat.

Anda mungkin juga menyukai