Anda di halaman 1dari 5

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

OLEH:
NAMA: WULAN DARI
NIM: 1129040196
KELAS: PTIK 05


Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer
Jurusan Pendidikan Teknik Elektro
Universitas Negeri Makassar
2014
Soal 1:
Temukan perbedaan ciri-ciri primer dan sekunder remaja laki-laki dan perempuan !
Jawaban:
Perbedaan ciri-ciri primer dan sekunder remaja laki-laki dan perempuan:
1. Ciri-ciri seks primer
Perkembangan psikologi remaja pria mengalami pertumbuhan pesat pada organ testis,
pembuluh yang memproduksi sperma dan kelenjar prostat. Kematangan organ-organ
seksualitas ini memungkinkan remaja pria, sekitar usia 14 15 tahun, mengalami mimpi
basah, keluar sperma. Pada remaja wanita, terjadi pertumbuhan cepat pada organ rahim dan
ovarium yang memproduksi ovum (sel telur) dan hormon untuk kehamilan. Akibatnya
terjadilah siklus menarche (menstruasi pertama). Siklus awal menstruasi sering diiringi
dengan sakit kepala, sakit pinggang, kelelahan, depresi, dan mudah tersinggung. Ciri-ciri
seks primer juga dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Organ kelamin telah mampu memproduksi sel-sel kelamin. Laki-laki mulai menghasilkan
sperma di dalam testis, sedangkan perempuan mulai menghasilkan sel telur di dalam
indung telur (ovarium).
b. Organ kelamin mulai berfungsi. Pada remaja laki-laki ditandai dengan pertama kali
mengalami mimpi basah yang mengeluarkan sperma atau air mani. Pada perempuan
ditandai dengan mengalami menstruasi yang pertama kali.
2. Ciri-ciri seks sekunder
Perkembangan psikologi remaja pada seksualitas sekunder adalah pertumbuhan yang
melengkapi kematangan individu sehingga tampak sebagai lelaki atau perempuan.
Remaja pria mengalami pertumbuhan bulu-bulu pada kumis, jambang, janggut, tangan,
kaki, ketiak, dan kelaminnya. Pada pria telah tumbuh jakun dan suara remaja pria
berubah menjadi parau dan rendah. Kulit berubah menjadi kasar. Pada remaja wanita juga
mengalami pertumbuhan bulu-bulu secara lebih terbatas, yakni pada ketiak dan kelamin.
Pertumbuhan juga terjadi pada kelenjar yang bakal memproduksi air susu di buah dada,
serta pertumbuhan pada pinggul sehingga menjadi wanita dewasa secara proporsional.
Ciri-Ciri seks sekunder dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Pada remaja laki-laki
1) Mulai tumbuh jakun
2) Perubahan suara menjadi lebih besar dan berat.
3) Tumbuh kumis atau jenggot.
4) Tumbuh rambut di dada, kaki, ketiak, dan sekitar organ kelamin.
5) Mulai tampak otot-otot yang berkembang lebih besar dan menonjol.
6) Bahu melebar melebihi bagian pinggul.
7) Perubahan jaringan kulit menjadi lebih kasar dan pori- pori tampak membesar
8) Kadang-kadang diikuti dengan munculnya jerawat di daerah muka
b. Pada remaja perempuan
1) Membesarnya payudara dan puting susu mulai timbul
2) Pinggul melebar.
3) Tumbuh rambut di ketiak dan sekitar organ kelamin.
4) Suara lebih nyaring.
5) Kadang-kadang diikuti munculnya jerawat di daerah muka
Soal 2:
Jelaskan pengaruh pertumbuhan fisik remaja terhadap perilaku !
Jawaban:
Pertumbuhan fisik mempengaruhi perkembangan tingkah laku remaja, hal ini tampak pada
perilaku remaja yang canggung dalam proses penyesuaian diri. Remaja isolasi diri dari
pergaulan, perilaku emosi seperti gelisah, mudah tersinggung serta melawan kewenangan, dan
sebagainya.Perubahan fisik pada masa puber mempengaruhi semua bagian tubuh, baik eksternal
maupun internal, sehingga mempengaruhi keadaan psikologis remaja. Meskipun akibatnya biasa
sementara, namun cukup menimbulkan perubahan dalam perilaku, sikap, dan
kepribadian.Perubahan pada masa remaja sering mempengaruhi sikap dan perilakunya. Huirlock
(1992) mengemukakan perubahan yang terjadi pada remaja adalah sebagai berikut:
1. Ingin menyendiri
Perubahan pada masa remaja ini mulai terjadi ditandai dengan anak yang menarik diri dari
berbagai kegiatan keluarga dan sering bertengkar dengan teman-teman dan anggota
keluarganya. Mereka sering melamunkan akan dirinya yang tidak dimengerti atau
diperlakukan kurang baik oleh lingkungan dan orang-orang disekitar mereka.

2. Bosan
Anak remaja mengalami kebosanan dengan permainan yang biasanya digemarinya juga
dengan tugas-tugas sekolah, kegiatan social pada umumnya. Anak sedikit sekali bekerja dan
biasanya diikuti dengan menurunnya prestasi di berbagai bidang.
3. Inkoordinasi
Pertumbuhan yang terjadi dengan sangat pesat dan tidak seimbang mempengaruhi
koordinasi gerakan, ditandai dengan merasa kikuk dan janggal selama beberapa waktu.
4. Antagonis social
Remaja sering kali tidak mau bekerja sama, sering membantah dan menentang.
5. Emosi yang meninggi untuk menangis karena hasutan yang sangat kecil. Kemurungan,
merajuk, ledakan amarah dan kecenderung merupakan ciri-ciri awal masa remaja. Masa ini
ditandai dengan merasa khawatir, gelisah, dan cepat marah.
6. Hilangnya kepercayaan diri
Anak remaja yang sebelumnya sangat yakin terhadap diri sendiri menjadi takut akan
kegagalan karena menurunnya daya tahan fisik menurun disebabkan kritik yang bertubi-tubi
dari orang tua dan teman-temannya.
7. Terlalu sederhana
Anak remaja akan menjadi sangat sederhana dalam segala penampilan dikarenakan takut
orang lain memperhatikan perubahan yang dialaminya dan memberikan komentar buruk.
Umumnya perubahan fisik tersebut menyebabkan kecanggungan bagi remaja karena harus
menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi pada dirinya. Pengaruh akibat perubahan fisik
banyak dirasakan oleh remaja awal ketika mereka mengalami pubertas. Pada remaja yang sudah
selesai masa pubertasnya (remaja tengah dan akhir) permasalahan fisik yang terjadi berhubungan
dengan ketidakpuasan atau keprihatinan mereka terhadap keadaan fisik yang dimiliki yang
biasanya tidak sesuai dengan fisik ideal yang diinginkan. Mereka juga sering membandingkan
fisiknya dengan fisik orang lain ataupun idola-idola mereka.
Permasalahan fisik ini sering mengakibatkan mereka kurang percaya diri. Levine &
Smolak (2002) menyatakan bahwa 40-70% remaja perempuan merasakan ketidakpuasan pada
dua atau lebih dari bagian tubuhnya, khususnya pada bagian pinggul, pantat, perut dan paha.
Dalam sebuah penelitian survey pun ditemukan hampir 80% remaja ini mengalami
ketidakpuasan dengan kondisi fisiknya (Kostanski & Gullone, 1998). Ketidakpuasan akan diri ini
sangat erat kaitannya dengan distres emosi, pikiran yang berlebihan tentang penampilan, depresi,
rendahnya harga diri, onset merokok, dan perilaku makan yang maladaptiv (Shaw, 2003; Stice
& Whitenton, 2002). Lebih lanjut, ketidakpuasan akan body image ini dapat sebagai pertanda
awal munculnya gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia (Polivy & Herman, 1999;
Thompson et al).
Soal 3:
Jelaskan program sekolah manakah yang membantu optimalisasi pertumbuhan fisik remaja !
Jawaban:
Program sekolah yang membantu optimalisasi pertumbuhan fisik remaja adalah sebagai berikut:
1. Pemberian pengetahuan tentang seksualitas.
Dengan pengetahuan yang disampaikan pada para peserta didik tentang informasi
seksualitas, diharapkan para siswa lebih bisa mengambil sikap yang baik guna kebaikan dan
kesiapan siswa pada dirinya di masa mendatang. Namun peran sekolah dalam memberikan
pengetahuan tentang seksualitas juga membutuhkan sebuah dorongan dan peran serta
partisipasi keluarga.
2. Pemberian Pengetahuan Tentang Kesehatan dan Jasmani
Sebaiknya sekolah juga memberikan sebuah kurikulum yang berhubungan dengan kesehatan
fisik dan jasmani. Seperti adanya materi olahraga dan penjaskes. Dimana seorang siswa
mampu memahami apa saja yang harus diperhatikan dan dijaga guna mengembangkan aspek
fisik remaja dengan baik dan teratur. Sehingga siswa pun benar-benar paham dan mengerti
apa saja yang harus dilakukan untuk tetap hidup sehat dengan fisik yang sehat pula.
3. Kelompok belajar dan Ekstrakurikuler
Remaja yang banyak memperhatikan kelompok sebaya perlu mendapat perhatian dari para
pendidik dalam proses pendidikan. Pengembangan program kegiatan kelompok yang
bernilai positif sangat mendukung pertumbuhan fisik remaja seperti kegiatan belajar
kelompok, pembentukan kelompok olahraga, kegiatan pramuka, dan pembiasaan hidup sehat
dan bersih perlu dikembangkan secara terprogram.