Anda di halaman 1dari 7

PROFESI PENDIDIKAN

OLEH:
NAMA: WULAN DARI
NIM: 1129040196
KELAS: PTIK 05


Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer
Jurusan Pendidikan Teknik Elektro
Universitas Negeri Makassar
2014
TUGAS
1. Kemukakan defenisi tentang profesionalisme guru.
2. Kemukakan perbedaan antara profesi guru dan non-guru.
3. Kemukakan jenis-jenis kompetensi guru.
4. Bedakan antara kompetensi profesional, personal, dan kompetensi sosial emosional guru.
5. Kemukakan ciri-ciri guru profesional.
JAWABAN
1. Profesionalisme guru adalah kemampuan guru untuk melakukan tugas pokoknya sebagai
pendidik dan pengajar meliputi kemampuan merencanakan, melakukan, dan melaksanakan
evaluasi pembelajaran. Pada prinsipnya setiap guru harus disupervisi secara periodik dalam
melaksanakan tugasnya. Jika jumlah guru cukup banyak, maka kepala sekolah dapat
meminta bantuan wakilnya atau guru senior untuk melakukan supervisi. Keberhasilan kepala
sekolah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh meningkatnya kinerja guru
yang ditandai dengan kesadaran dan keterampilan melaksanakan tugas secara bertanggung
jawab.

2. Guru merupakan profesi utama, sedangkan profesi lain merupakan profesi yang ada dan
terakhir karena seorang guru. Guru mengalihkan ilmunya dalam arti teori dan metodologi
perkembangannya kepada peserta didik dan masyarakat luas, sedangakan profesi lain, seperti
dokter gigi, apoteker, hakim dan lainnya hanya memanfaatkan pengetahuannya untuk
kesejahteraan masyarakat tanpa mengajarkannya. Mengajar bukan hanya menyapaikan
materi pelajaran saja, akan tetapi merupakan pekerjaan yang bertujuan dan bersifat
kompleks. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya, diperlukan sejumlah keterampilan khusus
yang didasarkan pada konsep dan ilmu pengetahuan yang spesifik. Artinya, setiap keputusan
dalam melaksanakan aktivitas mengajar bukanlah didasarkan kepada suatu pertimbangan-
pertimbangan subjektif atau tugas yang dilakukan sekehendak hati, tetapi didasarkan kepada
suatu pertimbangan berdasarkan keilmuan tertentu, sehingga dapat dipertanggung jawabkan
secara ilmiah. Guru bertugas mengantarkan siswa ke arah tujuan yang diinginkan, akan tetapi
hasil pekerjaan guru seperti mengembangkan bakat dan minat serta potensi yang dimiliki
seseorang, termasuk mengembangakan bakat tertentu memerlukan waktu yang cukup
panjang sehingga hasilnya baru dapat dilihat setelah waktu yang lama. Oleh karena itu,
kegagalan guru dalam membelajarkan siswa, berarti kegagalan membentuk satu generasi
manusia. Namun kinerja profesi non keguruan, seperti dokter biasanya dapat dilihat dalam
waktu yang singkat.
Menjadi guru tidak cukup hanya dengan memahami materi yang akan disampaikan (what to
teach), tetapi juga dipelukan kemampuan dan keterampilan mendesain strategi pembelajaran
yang tepat (how to teach). Kemampuan-kemampuan semacam itu diperoleh dari suatu
lembaga pendidikan khusus, yaitu lembaga pendidikan keguruan.

3. Jenis-jenis Kompetensi Guru
1) Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan
kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi
peserta didik, dan berakhlak mulia. Secara rinci setiap elemen kepribadian tersebut dapat
dijabarkan menjadi sub kompetensi dan indikator esensial sebagai berikut:
a. Memiliki kepribadian yang mantap dan stabil. Subkompetensi ini memiliki indikator
esensial: bertindak sesuai dengan norma hukum; bertindak sesuai dengan norma
sosial; bangga sebagai pendidik; dan memeliki konsistensi dalam bertindak sesuai
dengan norma.
b. Memiliki kepribadian yang dewasa. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial:
menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja
sebagai pendidik.
c. Memiliki kepribadian yang arif. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial:
menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik, sekolah,
dan masyarakat dan menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.
d. Memiliki kepribadian yang berwibawa. Subkompetensi ini memiliki indikator
esensial: memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan
memiliki perilaku yang disegani.
e. Memiliki akhlak mulia dan dapat menjadi teladan. Subkompetensi ini memiliki
indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma religius (imtaq, jujur, ikhlas, suka
menolong), dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik.
2) Kompetensi Pedagogik
Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan yang berkenaan dengan pemahaman
peserta didik dan pengelola pembelajaran yang mendidik dan dialogis. Secara substantif
kompetensi ini mencakup kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan
dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik
untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
Secara rinci masing-masing elemen kompetensi pedagogik tersebut dapat dijabarkan
menjadi subkompetensi dan indikator esensial sebagai berikut:
a. Memahami peserta didik. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial:
memamahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan
kognitif, memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip
kepribadian; dan mengidenti- fikasi bekal-ajar awal peserta didik.
b. Merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidik-an untuk
kepentingan pembelajaran. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial:
menerapkan teori belajar dan pembelajaran; menentukan strategi pembelajaran
berdasarkan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi
ajar; serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih.
c. Melaksanakan pembelajaran. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial:
menata latar (setting) pembelajaran; dan melaksanakan pembelajaran yang
kondusif.
d. Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran. Subkompe-tensi ini memiliki
indikator esensial: melaksanakan evaluasi (assess-ment) proses dan hasil belajar
secara berkesinambungan dengan berbagai metode; menganalisis hasil penilaian
proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery
level); dan memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas
program pembelajaran secara umum.
e. Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang
dimilikinya. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: memfasilitasi peserta
didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik; dan memfasilitasi peserta
didik untuk mengem-bangkan berbagai potensi nonakademik.

3) Kompetensi Profesional
Kompetensi professional merupakan kemampuan yang berkenaan dengan penguasaan
materi pembelajaran bidang studi secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan
substansi isi materi kurikulum matapelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang
menaungi materi kurikulum tersebut, serta menambah wawasan keilmuan sebagai guru.
Secara rinci masing-masing elemen kompetensi tersebut memiliki subkompetensi dan
indikator esensial sebagai berikut:
a. Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi. Subkompetensi ini
memiliki indikator esensial: memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum
sekolah; memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang menaungi atau
kohe-ren dengan materi ajar; memahami hubungan konsep antarmata pelajaran
terkait; dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.
b. Menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk me-nambah wawasan
dan memperdalam pengetahuan/materi bidang studi.
4) Kompetensi Sosial
Kompetensi sosial berkenaan dengan kemampuan pendidik sebagai bagian dari
masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik,
sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat
sekitar.
Kompetensi ini memiliki sub kompetensi dengan indikator esensial sebagai berikut :
a. Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik.
Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: berkomunikasi secara efektif dengan
peserta didik.
b. Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan
tenaga kependidikan.
c. Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta
didik dan masyarakat sekitar
Itulah kompetensi-kompetensi yang wajib dimiliki oleh para pendidik, agar benar-benar
mampu mentransfer ilmu secara maksimal kepada para peserta didik. Namun, dalam makalah
ini hanya akan membahas tuntas salah satu dari empat kompetensi tersebut, yaitu kompetensi
profesional.
4. Perbedaan kompetensi profesional, personal, dan kompetensi sosial emosional guru adalah:
1) Kompetensi Profesional, artinya guru harus memiliki pengetahuan yang luas dari subject
matter (bidang studi) yang akan diajarkan serta penguasaan metodologi dalam arti
memiliki konsep teoritis mampu memilih metode dalam proses belajar mengajar.
2) Kompetensi Personal, artinya sikap kepribadian yang mantap sehingga mampu menjadi
sumbr intensifikasi bagi subjek. Dalam hal ini berarti memiliki kepribadian yang pantas
diteladani, mampu melaksanakan kepemimpinan seperti yang dikemukakan Ki Hajar
Dewantara, yaitu Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa. Tut Wuri
Handayani
3) Kompetensi Sosial Emosional, artinya guru harus mampu menunjukkan dan berinteraksi
sosial, baik dengan murid-muridnya maupun dengan sesama guru dan kepala sekolah,
bahkan dengan masyarakat luas.
Kompetensi untuk melakukan pelajaran yang sebaik-baiknya yang berarti mengutamakan
nilai-nilai sosial dari nilai material.

5. Berikut ini merupakan beberapa dari ciri guru profesional yang mungkin bisa menjadi
panutan bagi yang ingin mengembangkan diri agar benar-benar menjadi guru profesional.
1) Guru harus selalu mempunyai tenaga untuk siswanya. Guru yang baik akan memberi
perhatian pada siswa di setiap obrolan atau diskusi yang dilakukan dan punya
kemampuan mendengar dengan seksama.
2) Seorang guru harus mempunyai tujuan yang jelas. Ciri guru profesional adalah
menetapkan tujuan setiap pelajaran secara jelas dan bekerja guna memenuhi tujuan dalam
setiap kelas.
3) Mempunyai keterampilan untuk mendidik agar murid disiplin. Guru harus mempunyai
keterampilan disiplin yang efektif. Hal ini agar bisa memberi promosi atas perubahan
perilaku positif di dalam kelas.
4) Mempunyai keterampilan manajemen di dalam kelas yang baik. Guru harus mempunyai
keterampilan manajemen di dalam kelas yang baik serta bias memastikan agar perilaku
siswa menjadi baik saat siswa belajar dan bekerja sama.
5) Guru harus bisa berkomunikasi secara baik dengan orang tua murid. Seorang guru harus
menjaga komunikasi yang baik dengan orang tua dan bisa membuat mereka selalu
mengerti tentang informasi yang sedang terjadi.
6) Guru mempunyai ekspektasi yang tinggi pada muridnya. Guru profesional memiliki
ekspektasi besar pada siswa serta memacu semua siswa untuk terus bekerja dan
mengerahkan potensi terbaik yang mereka miliki.
7) Mempunyai pengetahuan perihal kurikulum. Guru harus mempunyai pengetahuan yang
mendalam mengenai kurikulum sekolah dan standar yang lain. Guru dengan sekuat
tenaga akan memastikan bahwa pengajaran yang mereka lakukan sudah memenuhi
standar-standar tersebut.
8) Mempunyai pengetahuan mengenai subyek yang diajarkan. Meskipun sudah jelas, namun
terkadang diabaikan. Guru profesional memiliki pengetahuan yang sangat baik dan
antusiasme terhadap subyek yang diajarkan. Guru tersebut selalu siap untuk menjawab
semua pertanyaan dan menyimpan berbahai bahan yang menarik bagi siswa.
9) Guru selalu memberikan yang paling baik bagi anak didik di dalam proses pengajaran.
Ciri guru profesional adalah selalu bergairah dalam mengajar dan bekerja bersama
dengan anak didik. Guru akan merasa gembira ketika bisa mempengaruhi siswa dalam
kehidupannya dan memahami efek yang mereka miliki.