Anda di halaman 1dari 5

TUGAS KEWARGANEGARAAN

GATRA IDEOLOGI DAN GATRA POLITIK









OLEH KELOMPOK VI

WAHYU S (1129040190)
ZUL CHAIRIN (1129040192)
NANANG HARYONO (1129040193)
RAHMAT RUKMANA (1129040194)
WULAN DARI (1129040196)
KELAS PTIK 05

b. Aspek Panca Gatra
1) Gatra Ideologi
Ideologi suatu bangsa akan berperan sebagai pedoman bangsa tersebut dalam
mengisi kemerdekaannya untuk mencapai tujuan nasional. Ideologi disamping ada
yang dari luar ada juga yang digali dari pengalaman bangsa yang bersangkutan yang
dikristalisasikan sebagai bahan ajaran untuk digunakan sebagai pedoman dan pemberi
arah bangsa tersebut dalam melakukan kegiatan berbangsa dan bernegara.
Dengan demikian ideologi dapat diartikan serangkai nilai yang tersusun secara
sistematis dan merupakan kebulatan ajaran atau doktrin yang dijadikan dasar serta
memberikan arah dan tujuan yang ingin dicapai di dalam kelangsungan hidup bangsa
dan negara.
Ideologi juga dapat diartikan sebagai perangkat prinsip pengaruh (guiding
principle). Kekuatan suatu ideologi terletak pada hal-hal sebagai berikut:
a) Rangkaian nilai yang terdapat di dalamnya yang dapat menampung dan memenuhi
aspirasi hidup dan kehidupan manusia yang menganutnya baik sebagai perorangan
atau sebagai masyarakat.
b) Penghayatan dan pengalaman ideologi oleh warga negara tersebut dalam bentuk:
1) Pelaksanaan objektif, yaitu pelaksanaan ideologi yang dituangkan dalam UUD,
Undang-undang , peraturan- peraturan, serta segala kegiatan penyelenggaraan
negara.
2) Pelaksanaan subjektif, yaitu pelaksanaan ideologi oleh pribadi perseorangan
warga negara dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam strategi pembinaan ideologi ada beberapa prinsip yang harus
diperhatikan yaitu :
Ideologi harus diaktualisasikan dalam bidang kenegaraan oleh WNI
Ideologi sebagai perekat pemersatu harus ditanamkan pada seluruh WNI
Ideologi harus dijadikan panglima, bukan sebaliknya
Aktualisasi ideologi dikembangkan kearah keterbukaan dan kedinamisan
Ideologi pancasila mengakui keaneragaman dalam hidup berbangsa dan dijadikan
alat untuk menyejahterakan dan mempersatukan masyarakat
Kalangan elit eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus harus mewujudkan cita-cita
bangsa dengan melaksanakan GBHN dengan mengedepankan kepentingan bangsa
Mensosialisasikan pancasila sebagai ideologi humanis, religius, demokratis,
nasionalis, dan berkeadilan
Tumbuhkan sikap positif terhadap warga negara dengan meningkatkan motivasi
untuk mewujudkan cita-cita bangsa
Semakin akurat rangkaian nilai dari ideologi dan semakin baik pelaksanaannya
maka makin tinggi tingkat kerja ketahanan nasional di bidang ideologi.
Ketahanan ideologi adalah kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan
dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional
di dalam menghadapi dan mengatasi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan
baik datang dari luar maupun dari dalam yang langsung atau tidak langsung
membahayakan kelangsungan hidup ideologi suatu bangsa.

2) Gatra Politik

Politik dalam hal ini diartikan sebagai azas, haluan dan kebijaksanaan yang
digunakan untuk mencapai tujuan, dan kekuasaan oleh karena itu masalah politik
selalu dihubungkan dengan masalah kekuasaan dalam suatu negara yang berada di
tangan pemerintah. Pemerintah akan menentukan sistem politik yang tepat untuk
dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan nasionalnya.


Kehidupan politik dapat dibagi menjadi dua sektor, yaitu:
a) Sektor masyarakat yang berfungsi memberikan masukan (input) berupa aspirasi
atau tuntutan kebutuhan masyarakat.
b) Sektor pemerintah berfungsi sebagai keluaran (out put) yang berupa
kebijaksanaan yang melahirkan undang-undang, peraturan-peraturan yang
merupakan keputusan politik.
Sistem politik menentukan bagaimana kehidupan politik dilaksanaan sebagai
pencerminan interaksi antara keluaran dan masukan. Kekuatan sistem politik terletak
pada keseimbangan dan keserasian yang dinamik antara masukan dan keluaran sesuai
dengan situasi dan kondisi negara yang berlaku di negaraa tersebut. Keseimbangan
dan keserasian antara keluaran dan masukan tersebut selalu akan berubah secara
dinamis sesuai dengan tingkat stabilitas nasional negara tersebut.
Apabila keluaran lebih dominan dalam sistem politik akan menggambarkan
suatu bentuk pemerintah otoriter atau diktator, namun sebaliknya apabila masukan
lebih dominan akan menggambarkan bentuk pemerintahan liberal. Upaya bangsa
Indonesia untuk meningkatkan ketahanan politik adalah upaya mencari keseimbangan
dan keserasian antara masukan dan keluaran berdasarkan Pancasila yang merupakan
pencerminan demokrasi Pancasila.
Ketahanan politik dalam negeri menyangkut hal-hal berikut :
Sistem pemerintahan berdasarkan hukum
Dimungkinkan terjadi perbedaan pendapat, tetapi bukan menyangkut nilai dasar
Kepemimpinan nasional diharapkan mampu mengakomodasikan aspirasi yang hidup
dalam masyarakat dengan tetap memegang teguh nilai-nilai pancasila
Terjalin komunikasi timbal balik antara masyarakat dan pemerintah untuk
mewujudkan tujuan nasional

Ketahanan aspek politik luar negeri menyangkut hal-hal :
Meningkatkan kerjasama di berbagai bidang atas dasar saling menguntungkan dan
meningkatakan citra politik di Indonesia dan memantapkan persatuan dan kesatuan
Meningkatkan persahabatan dan kerja sama antarnegara berkembang dan negara
maju sesuai dengan kepentingan nasional
Citra positif bangsa Indonesia perlu ditingkatkan melalui promosi, diplomasi, lobi
internasional, pertukaran pemuda, dan kegiatan olahraga
Tingkat ketahanan politik dapat diukur dari kemampuan suatu sistem politik
dalam menghadapi dan menyelesaikan lima fungsi politik yaitu mempertahankan pola
pengaturan dan penyelesaian ketegangan, penyesuaian, pencapaian tujuan dan
penyatuan (integrasi). Ketahanan politik adalah kondisi dinamik suatu bangsa yang
berisikan keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan nasional
di dalam menghadapi dan mengatasi segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan
dan tantangan yang dapat membahayakan kelangsungan kehidupan politik bangsa
dan negara.