Anda di halaman 1dari 12

Saklar, Pengontrol Aliran Arus Listrik

Saklar merupakan alat yang digunakan untuk mengontrol aliran arus listrik ke dalam rangkaian.
Pada bahasan sebelumnya tentang arus listrik, bahwa arus listrik hanya akan terjadi dalam
rangkaian tertutup. Sehingga untuk membuat arus mengalir atau tidaknya, bisa kita gunakan
saklar.
Arus mengalir ketika kontak-kontak saklar saling bersentuhan. Dalam keadaan seperti ini, saklar
dikatakan menutup atau kontak dilakukan.
Arus tidak dapat mengalir ke dalam rangkaian apabila kontak-kontak tidak saling bersentuhan.
Dalam keadaan ini saklar dikatakan membuka atau kontak terputus.
Istilah lain kondisi saklar yaitu On dan Off, dimana kondisi On terjadi apabila kontak dilakukan,
sebaliknya kondisi Off terjadi bila kontak terputus.
Terdapat beragam jenis saklar yang digunakan untuk berbagai tujuan yang berbeda. Dibawah ini
memperlihatkan simbol umum saklar, kondisi Off yang ditunjukkan Gambar A, dan kondisi On
yang ditunjukkan Gambar B.

Saklar toggle
Saklar toggle merupakan bentuk saklar yang paling sederhana, dioperasikan
oleh sebuah tuas toggle yang dapat ditekan ke atas dan ke bawah. Menurut
konvensinya, posisi tuas ke bawah mengindikasikan kondisi Off atau kontak
saklar terputus, dan posisi tuas ke atas mengindikasikan kondisi On atau
kontak saklar terhubung.
Saklar-saklar toggle yang lebih besar memiliki dua buah tag terminal, yang mengindikasikan
bahwa saklar-saklar ini memiliki kontak jenis single pole single throw atau satu kutub satu arah,
yang biasanya disingkat dengan istilah saklar SPST.
Saklar-saklar toggle yang berukuran lebih kecil memiliki tiga buah tag terminal, yaitu kontak
jenis single pole double throw atau satu kutub dua arah, biasanya disingkat dengan istilah saklar
SPDT. Tag terminal yang berada ditengah adalah jalur arus bersama dan dapat membentuk
kontak dengan salah satu dari kedua tag lainnya. Kontak-kontak semacam ini disebut sebagai
kontak-kontak ganti changeover contact.
Simbol untuk saklar SPST dan SPDT seperti terlihat dibawah ini





Saklar Mikro atau Micro Switch
Istilah mikro pada saklar mikro atau micro switch, tidak berarti bahwa
saklar ini sendiri berukuran kecil. Nama ini mengindikasikan bahwa tombol
yang digunakan untuk mengoperasikan saklar mikro, hanya bergeser dengan
jarak perpindahan yang sangat kecil.
Saklar jenis ini sangat sensitif, sedikit tekanan saja pada tuas dapat mengakibatkan saklar
berpindah dari satu posisi ke posisi lainnya. Kebanyakan micro switch memiliki kontak-kontak
jenis SPDT, sehingga saklar ini dapat digunakan untuk menyambungkan atau memutuskan, atau
keduanya secara bersamaan.
Kontak-kontak SPDT pada micro switch umumnya terdiri dari tiga buah kaki atau tag terminal,
yaitu Common atau jalur bersama, NO (Normally Open) atau kontak normal terbuka, dan NC
(Normally Closed) atau kontak normal tertutup. Kontak-kontak tersebut dilengkapi dengan
pegas, dalam keadaan normal, kontak jalur bersama akan tersambung ke kontak normal tertutup.
Terdapat beragam jenis micro switch, yang bisa digunakan sesuai aplikasi-aplikasi dimana saklar
harus dioperasikan secara mekanis. Gambar dibawah ini memperlihatkan bermacam-macam
jenis micro switch.
Sebagai contoh, sebuah micro switch dapat dipasang
sedemikian rupa di dalam sebuah lemari es. Kontak
jalur bersama dan kontak normal tertutupnya
disambungkan dengan sebuah lampu. Ketika pintu
tertutup kontak-kontak akan membuka dan lampu
tidak menyala. Ketika pintu terbuka, kontak-kontak
akan menutup dan lampu menyala.


Saklar Reed
Saklar jenis ini terdiri dari dua buah kontak lentur (yang disebut sebagai reed) yang ditempatkan
tertutup rapat di dalam sebuah kapsul, dengan ujung-ujung kedua kontak saling berhimpit.
Dalam keadaan normal, kontak-kontak membuka. Di dalam sebuah medan magnet, kedua reed
akan mengalami magnetisasi. Kutub utara dan kutub selatan akan saling tarik-menarik. Kedua
reed akan bersentuhan dan menghasilkann sambungan listrik. Ketika medan magnet dihilangkan,
sifat lentur kedua kontak akan mengembalikan keduanya ke posisi semula (tidak bersentuhan).

Relay
Relay merupakan jenis saklar yang dikendalikan oleh arus listrik. Bagian utama sebuah relay
terdiri dari kumparan atau coil dan kontak. Coil relay dililitkan pada inti. Terdapat armatur besi
yang akan tertarik menuju inti apabila arus mengalir melewati kumparan. Armature ini terpasang
pada sebuah tuas berpegas. Ketika armatur tertarik menuju inti, kontak jalur bersama akan
berubah posisinya dari kontak normal tertutup ke kontak normal terbuka.
Sebuah relay dapat diaktifkan dalam waktu sekitar 10 mS. Sebagian besar relay modern
ditempatkan di dalam kemasan yang sepenuhnya tertutup rapat, seperti gambar dibawah ini.
Kebanyakan diantara relay memiliki
kontak-kontak jenis SPDT, namun
terdapat juga beberapa jenis DPDT, TPDT
(Triple Pole Double Throw atau tiga kutub
dua jalur), dan bahkan QPDT (Quadruple
Pole Double Throw atau empat kutub dua
jalur, seperti pada gambar sebelah kanan
diatas).



Relay -relay yang berukuran lebih besar dapat menyambungkan arus hingga 10 A pada tegangan
250 VAC. Tegangan maksimum untuk pensaklaran DC selalu lebih rendah, seringkali bahkan
hanya setengah dari tegangan maksimum untuk AC.

Saklar Rocker
Saklar rocker ini bekerja dengan cara yang sama seperti saklar toggle, dimana terdapat sebuah
tuas yang dapat ditekan ke atas dan ke bawah. Tuas saklar-saklar ini biasanya disebut dengan
tuas rocker, bentuknya seperti tombol bel listrik.
Umumnya terdapat dua buah angka pada tuas rocker, angka 1 dan 0. Apabila tuas ditekan pada
angka 1, mengindikasikan bahwa saklar dalam posisi On, dan bila tuas ditekan pada angka 0,
mengindikasikan saklar dalam posisi Off.
Contoh saklar rocker seperti yang terlihat dibawah ini




Saklar Geser
Saklar-saklar geser digunakan untuk tujuan-tujuan yang sama dengan penggunaan saklar toggle,
namun jenis ini dioperasikan dengan menggunakan sebuah kenop geser.
Contoh saklar geser seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini




Saklar Kunci
Saklar kunci merupakan jenis saklar yang hanya dapat dihidupkan dan dimatikan dengan
menggunakan sebuah kunci. Hanya pasangan kunci dan alat pengunci yang tepat yang dapat
digunakan untuk mengoperasikan saklar. Saklar-saklar kunci dapat digunakan dalam aplikasi-
aplikasi yang membutuhkan tingkat keamanan yang tinggi, seperti rangkaian kontrol listrik
dalam industri.
Contoh saklar kunci seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini




Saklar DPDT
Saklar toggle, saklar rocker, dan saklar geser juga dapat dibuat dalam versi double pole double
throw atau dua kutub dua arah, yang disingkat dengan saklar DPDT. Bentuk saklar ini
menggabungkan dua buah saklar yang terpisah didalam satu unit, namun keduanya dioperasikan
secara bersama-sama.
Saklar DPDT dapat digunakan untuk menyambungkan dua rangkaian pada saat yang bersamaan.
Saklar-saklar ini juga dapat dihubungkan ke jalur kawat netral dan jalur kawat tegangan dari
sumber PLN secara sekaligus. Ketika sebuah saklar berada dalam keadaan mati peralatan listrik
yang terhubung kesaklar ini terisolasi secara total dari sumber PLN.
Berikut ini merupakan simbol saklar DPDT

Saklar putar
Saklar putar (rotary) merupakan jenis saklar yang dioperasikan
dengan cara diputar. Saklar-saklar ini digunakan untuk
menyambungkan satu jalur ke salah satu diantara beberapa jalur lain
yang ada. Seringkali, beberapa buah saklar semacam ini digunakan di
dalam satu unit yang sama.
Contoh penggunaan umum saklar putar ini adalah untuk memilih kisaran pengukuran pada
sebuah AVO meter atau multimeter, atau untuk memilih tegangan pada sebuah catu daya. Saklar
jenis ini memiliki satu buah kontak atau lebih yang dikelilingi oleh sebuah cincin dengan 12
kontak stasioner diam. Saklar-saklar semacam ini dibuat dengan susunan kontak yang berbeda-
beda. Susunan-susunan ini dapat berupa 1 kutub 12 jalur, 2 kutub 6 jalur, 3 kutub 4 jalur, dan 4
kutub 3 jalur.
Dibawah ini memperlihatkan simbol saklar putar 2 kutub 6 jalur








Saklar tekan
Saklar tekan merupakan jenis saklar yang dioperasikan dengan cara menekan
sebuah tombol. Terdapat dua jenis saklar semacam ini, yaitu jenis push to
make (PTM) dan push to break (PTB).
Kebanyakan diantara saklar tekan merupakan jenis PTM. Dengan menekan
tombol saklar, kontak-kontak akan tertekan hingga saling bersentuhan dan saklar menutup.
Sedangkan saklar tekan jenis PTB, kontak-kontaknya adalah kontak normal tertutup, namun
akan dipaksa membuka ketika tombol ditekan.
Masing-masing saklar tekan jenis PTM dan PTB, dapat bekerja untuk membentuk atau
memutuskan sambungan selama sekejap atau menguncinya (latching). Sebuah saklar yang
membentuk atau memutuskan sambungan selama sekejap hanya akan menutup atau membuka
selama tombol masih ditekan. Ketika tombol dilepaskan saklar akan kembali ke posisi semula.
Pada saklar sambungan yang mengunci, tombol akan tetap berada pada posisi tertekan setelah
pertama kali ditekan. Kontak-kontak saklar akan tetap menutup atau membuka, bergantung pada
jenis saklar yang bersangkutan. Anda harus menekan tombol itu sekali lagi untuk membuka
kunci dan mengembalikan tombol ke posisi normalnya.
Saklar-saklar tekan digunakan secara luas di dalam beragam aplikasi industri, rangkaian kontrol
motor, dan dapat juga digunakan untuk menyambungkan daya ke lampu-lampu, perangkat radio,
dan peralatan listrik lainnya.
Simbol saklar tekan PTM dan PTB seperti terlihat dibawah ini





Light Dependent Resistor
Sebuah light dependent resistor atau biasa disingkat LDR,
terdiri dari sebuah piringan bahan semikonduktor dengan
dua buah elektroda pada permukaannya. Secara fungsinya,
LDR merupakan jenis resistor yang nilainya dipengaruhi
oleh cahaya.
Dalam keadaan lingkungan yang gelap atau dibawah cahaya
yang redup, bahan piringan mengandung elektron bebas dalam jumlah yang relatif sangat kecil.
Hanya tersedia sedikit elektron bebas untuk mengalirkan muatan listrik. Hal ini berarti bahwa,
bahan bersifat konduktor yang buruk untuk arus listrik. Dengan kata lain, nilai tahanan bahan
sangat tinggi.
Dalam keadaan lingkungan dengan cahaya yang cukup terang, lebih banyak elektron dapat
melepaskan diri dari atom-atom bahan semikonduktor ini. Terdapat lebih banyak elektron bebas
yang dapat mengalirkan muatan listrik. Dalam keadaan ini, bahan bersifat sebagai konduktor
yang baik. Tahanan listrik bahan rendah. Semakin terang cahaya yang mengenai bahan, semakin
banyak pula elektron yang tersedia, dan semakin rendah pua tahanan listrik bahan ini.
Kesimpulan:
LDR merupakan jenis resistor yang nilainya dipengaruhi oleh cahaya
Dalam keadaan gelap, nilai tahanan LDR sangat tinggi
Dalam keadaan terang, nilai tahanan LDR sangat rendah

Dibawah ini adalah simbol LDR



Thermistor (Thermal Resistor)
Sebuah thermistor dibuat dari bahan semikonduktor.
Komponen ini dapat dibuat dalam bentuk piringan,
batangan, atau butiran. Thermistor butiran memiliki ukuran
diameter yang hanya beberapa milimeter. Pada beberapa
thermistor butiran, butir semikonduktornya dibungkus oleh
sebuah kapsul kaca.
Karena ukurannya yang sangat kecil, thermistor butiran
dapat memberikan reaksi yang sangat cepat terhadap
perubahan suhu. Thermistor memiliki dua buah kaki
terminal.
Sebagian besar thermistor memiliki tahanan yang nilainya akan semakin mengecil dengan
bertambahnya suhu. Thermistor jenis ini disebut sebagai thermistor koefisien suhu negatif
(negative temperature coefficient) atau thermistor ntc.
Terdapat pula thermistor yang memiliki tahanan yang nilainya akan semakin membesar dengan
bertambahnya suhu. Thermistor jenis ini disebut sebagai thermistor koefisien suhu positif
(positive temperature coefficient) atau thermistor ptc.
Thermistor digunakan di dalam rangkaian-rangkaian pengukur suhu atau yang memberikan
tanggapan-tanggapan tertentu terhadap perubahan suhu. Komponen ini juga dapat digunakan di
dalam rangkaian-rangkaian yang akan mengalami gangguan, atau bahkan kerusakan, akibat
perubahan suhu.
Kesimpulan:
Thermistor merupakan jenis resistor yang nilainya dipengaruhi oleh suhu
Terdapat dua jenis thermistor, yaitu ntc dan ptc
Thermistor ntc mempunyai nilai tahanan semakin kecil dengan bertambahnya suhu
Thermistor ptc mempunyai nilai tahanan semakin besar dengan bertambahnya suhu
Dibawah ini adalah simbol thermistor