Anda di halaman 1dari 44

DIABETES MELLITUS

Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu


kelompok gangguan metabolisme yang
ditandai oleh kondisi hiperglikemia, yang
berhubungan dengan abnormalitas
metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein.
insulin
Glukag
on
Epinefri
n
GH
Glukokortikoi
d
Dibagi menjadi 4 :
1. DM tipe 1
2. DM tipe 2
3. DM Gestasional (GDM)
4. DM tipe lain
( Carol Mattson, Essentials of Pathophysiology Second Edition)
IDDM (Insulin-Dependent Diabetes Mellitus)
Karakteristik utama : defisiensi insulin absolut
karena destruksi sel pankreas (sekitar 80-90%)
Akibat :
1. Reaksi autoimun (juvenile diabetes atau
immune-mediated diabetes)
2. Reaksi non-autoimun (idiophatic diabetes)
10% dari semua kasus diabetes
Biasanya terjadi karena genetis dan sejak anak-
anak
Cenderung berkembang menjadi diabetes
ketoasidosis (DKA)


NIDDM (Non-insulin Dependent Diabetes
Mellitus)
90-95% dari seluruh kasus diabetes mellitus
Disebabkan oleh :
1. Resistensi insulin ( lipolisis dan produksi
asam lemak bebas, produksi glukosa
hepatik, pengambilan glukosa pada otot
skelet)
2. Defisiensi insulin relatif
Pengaruh gaya hidup lebih besar dibandingkan
genetis
GDM
Kasus diabetes yang diderita oleh ibu hamil
Dipengaruhi faktor genetis
Perlu dilakukan pemeriksaan sejak dini yaitu pada
24-28 minggu kehamilan

DM tipe lain
Terkadang disebut diabetes sekunder
Bekaitan erat dengan kelainan genetis dan
penyakit-penyakit yang berhubungan dengan
kelainan pankreas dan endokrin
MODY, Cushings syndrome, efek samping obat


Lebih dari 17 juta penduduk USA atau lebih
dari 6,2% memiliki diabetes
Lebih dari sepertiga penderita diabetes tidak
menyadari bahwa mereka mengidap penyakit
tersebut.
Diabetes muncul pada populasi tertentu:
13% Afro Amerika
10.2% Amerika Latin
15.1% Amerika Asli
Berdasarkan data WHO tahun 1995 sebanyak 135
juta penduduk India, China dan Amerika Serikat
mengalami DM
Sekitar 8,7% penduduk AS berumur 20 tahun
mengalami DM tipe 2
Prevalensi meningkat berdasarkan usia

Obesitas (20% di atas berat normal)
Mempunyai keluarga dengan diabetes melitus
Etnik dengan resiko tinggi (Afika-Amerika,
Amerika asli, Hawai asli)
Pernah didiagnosis diabetes gestasi atau
melahirkan bayi dengan berat di atas 4 kg
Mempunyai tekanan darah tinggi (140/90
mmHg atau lebih)
Kadar HDL 35 mg/dL dan atau
Kadar trigliserida 250 mg/dL

GDM
Terjadi karena peningkatan sekresi berbagai
hormon disertai pengaruh metaboliknya terhadap
toleransi glukosa
DM tipe lain
Tidak diketahui secara pasti penyebabnya
Salah satunya disebabkan oleh mutasi gen
Kemungkinan disebabkan penyakit lain seperti
penyakit pankreas, sindrom Cushing, dan
akromegali


DM tipe 1
Faktor genetik
- Individu yang memiliki tipe antigen HLA
Faktor imunologi
- Otoantibodi terhadap sel-sel pulau Langerhans dan
insulin endogen.
Faktor lingkungan
- Virus atau toksin tertentu dapat memicu proses
otoimun yang menimbulkan destruksi sel beta.
DM tipe 2
Mekanisme tepat timbulnya resistensi belum diketahui
secara pasti

Pemeriksaan kadar glukosa puasa
Pemeriksaan kadar glukosa darah
sewaktu
Tes toleransi glukosa (OGTT atau
PPG)
Pemeriksaan kadar HbA1c
Pemeriksaan kadar C-peptida
BAR
U
Keterangan Keterangan

Bukan
DM
(mg/dL)
Belum pasti
DM
(mg/dL)
DM
(mg/dL)

Kadar glukosa
darah pada
waktu tertentu

Plasma
vena
Darah
kapiler
< 100
< 80
100 -200
80 -200
>200
>200
Kadar glukosa
darah puasa

Plasma
vena
Darah
kapiler

< 110
< 90
110 120
90 -110
>126
>110
Kriteria diagnostik WHO untuk diabetes mellitus
pada sedikitnya 2 kali pemeriksaan :
Glukosa plasma pada waktu tertentu >200 mg/dl
(11,1 mmol/L)
Glukosa plasma puasa (FPG) >140 mg/dl (7,8
mmol/L)
Glukosa plasma dari sampel yang diambil 2 jam
kemudian sesudah mengkonsumsi 75 gr
karbohidrat (2 jam post prandial (pp)) > 200 mg/dl

HbA1c adalah suatu subtipe HbA yang mengikat glukosa
pada N-terminal valine pada rantai nya.
Korelasi Kadar HbA1c dengan Kadar
Glukosa
Kriteria HbA1c :
Baik < 6,5%
Sedang
6,5-8%
Buruk
>8%
C-peptida berhubungan dengan produksi
insulin endogen
dapat digunakan untuk melihat
fungsi sel beta
Klasifikasi :
1. DM tipe 1 jika C-peptida sangat rendah
bahkan tidak ada
2. DM tipe 2 jika C-peptida normal atau
meningkat
Pada pasien
diabetes tipe 1,
mungkin sama
sekali tidak
memperlihatkan
gejala apapun
Rasa haus yang
berlebihan
(polidipsia)
Meningkatnya nafsu
makan (polifagia)
Meningkatnya
urinasi (poliuria)

Lelah
Pandangan kabur
Seringnya infeksi
vaginal pada wanita
Impotensi pada pria
Tekanan darah
tinggi
Kehilangan berat
badan
Mengatur pola makan makanan yang
berkarbohidrat dan berlemak
Olahraga yang cukup dan sesuai
Jumlah kalori sehari-hari diatur dan tergantung
sekali pada kebutuhan untuk mempertahankan,
mengurangi, atau menambah berat badan
dari jumlah total kalori yang
diizinkan per hari
dari jumlah total kalori yang diizinkan per
hari, dan setidaknya setengah dari lemak tersebut
adalah lemak tak jenuh

Insulin
Agonis amilin
Agonis GLP-1
Golongan Sulfonilurea
Golongan Biguanida
Golongan Tiazolidindion (TZDs)
Golongan Inhibitor -glukosidase
Obat baru : sitagliptin (2007)


Injeksi
Antidiabetik
oral
MK : menstimulasi pengambilan glukosa perifer dan
menghambat produksi glukosa hepatik
Indikasi
a. DM tipe 1
b. DM tipe 2 yang gula darahnya tidak dapat
dikendalikan dengan diet dan antidiabetik oral
c. DM dengan BB yang menurun cepat
d. DM dengan komplikasi akut
e. DM dengan kehamilan
f. DM paskabedah pankreas
Peringatan : kadar gula darah dipantau
ES : hipoglikemia, reaksi alergi

Amilin adalah suatu peptida hormon yang
disekresikan bersamaan dengan insulin dari sel
pankreas
MK : mengatur pengosongan gastrik dan mencegah
peningkatan glukagon dalam plasma
Nama obat : pramlintide (Symlin)
ES : kelainan GIT
Diberikan sk
Sebagai terapi tambahan pada pasien yang diberi
insulin

Inkretin GLP-1 adalah suatu protein yang terdapat di
GIT yang sensitif terhadap glukosa, dan secara
mendalam menstimulasi pengeluaran insulin.
Inkretin GLP-1 ini cepat dimetabolisme oleh enzim
DPP-4

ditemukan protein yang dapat menstimulasi GLP-1
dgn mengaktifkan reseptor GLP-1 yaitu exendin-4

Nama obat : Exenatide ( Byetta)
MK : menstimulasi sekresi insulin, menekan
pengeluaran glukagon, dan mengatur pengosongan
GIT
Diberikan sk
Dapat diberikan 1 jam sebelum makan pagi dan sore
atau sesudah makan
ES : mual, muntah, diare, hipoglikemia (jika
dikombinasi dengan sulfonilurea)

Jenis lain : Liraglitude (masih dalam persetujuan FDA)

MK : merangsang sekresi insulin pada pankreas
HANYA EFEKTIF bila sel beta pankreas masih dapat
berproduksi
Terdiri dari :
- Klorpopamid
- Glikazid
- Glibenklamid/Gliburid
- Glipizid
- Glikuidon
- Glimepirid
- Tolbutamid
Indikasi : DM tipe 2 ringan-sedang
Kontraindikasi : wanita menyusui, porfiria, dan
ketoasidosis
ES : gejala saluran cerna, sakit kepala, gejala
hematologi, agranulosit dan anemia aplastik
(jarang), hipoglikemia bila dosis tidak tepat dan
diet terlalu ketat
PERINGATAN : pada pasien usia lanjut dan
pasien yang memiliki gangguan fungsi hati dan
ginjal
MK : menghambat glukoneogenesis dan
meningkatkan penggunaan glukosa di jaringan
Contoh obat : Metformin HCl
Indikasi : DM tipe 2 yang gagal dikendalikan dengan
diet dan sulfonilurea, terutama pada pasien yang
gemuk
KI: Gangguan fungsi ginjal atau hati, predisposisi
asidosis laktat, gagal jantung, infeksi atau trauma
berat, dehidrasi, alkoholisme, wanita hamil, wanita
menyusui

Peringatan : pada pasien usia lanjut
dan pasien yang memiliki gangguan
fungsi hati dan ginjal
ES : mual, muntah, asidosis laktat,
gangguan penyerapan vitamin B12


MK: meningkatkan sensitivitas insulin pada otot
dan jaringan adiposa dan menghambat
glukoneogenesis hepatik
Terdiri dari:
Pioglitazon
Rosiglitazon

Indikasi: Hiperglikemia
KI: Hipersensitivitas terhadap pioglitazon
Peringatan: Hentikan terapi jika ditemukan
gangguan hati, gangguan jantung, dan
kehamilan
ES: Udem, sakit kepala, hipoglikemia,
faringitis, sinusitis, gangguan gigi, infeksi
saluran cerna


Indikasi: Hiperglikemia
KI: Hipersensitif terhadap rosiglitazon
Peringatan: Hentikan terapi jika ditemukan
gangguan hati, gangguan jantung, kehamilan
ES: Nyeri punggung, sakit kepala,
hiperglikemia, luka, sinusitis, anemia bial
digunakan bersama metformin, udem bila
digunakan bersama insulin

MK: Menghambat -glukosidase sehingga
mencegah penguraian sukrosa dan
karbohidrat kompleks dalam usus halus
dengan demikian memperlambat dan
menghambat penyerapan karbohidrat
Terdiri dari:
Akarbosa
Miglitol

Indikasi: tambahan sulfonilurea atau biguanid pada
DM yang tidak dapat dikendalikan dengan obat dan
diet
KI: Anak usia dibawah 12 tahun, wanita hamil, wanita
menyusui, Kolitis ulseratif, obstruksi usus, gangguan
fungsi hati, gangguan fungsi ginjal berat, hernia,
riwayat bedah abdominal
Peringatan: efek hipoglikemik insulin, bila digunakan
dosis tinggi, transaminase hati perlu dimonitor
ES: Flatulensi, diare, perut kembung dan nyeri,
ikterus, hepatisis

MK : menghambat enzim DPP-4 GLP-1
dihasilkan lebih banyak
Penggunaan : 100mg sehari sekali
PERINGATAN : pada pasien yang memiliki
kelainan fungsi ginjal
Kontraindikasi :ibu halim dan menyusui,
dibetes ketoasidosis, pengguna alkohol
The British
Journal of
Clinical
Pharmacy Vol.1
June 2009

Obat A Obat B Efek yang terjadi
Androgen, antikoagulan, kloramfenikol,
antagonis histamin H
2
, probenesid,
sufonamida, antidepresan trisiklik,
garam Mg, glikosida digitalis
Sulfonilurea efek sulfonilurea
-bloker, bloker kanal Ca,
kortikosteroid, kolestiramin, estrogen,
INH, kontrasepsi oral, simpatomimetik,
diuretik tiazid, asam nikotinat, agen
tiroid, karbon aktif
Sulfonilurea efek sulfonilurea
Siprofloksasin Gliburid efek sulfonilurea
Etanol Sulfonilurea Efek bervariasi
Klorpropamid Barbiturat efek sulfonilurea
Gliburid Antikoagulan Efek bervariasi


Obat A Obat B Efek yang terjadi
Metformin Alkohol
Potensiasi efek
metformin pada
metabolisme laktat
Metformin Obat kationik
Kadar metformin
meningkat
Metformin Simetidin
Hambatan ekskresi
metformin
Metformin Nifedipin
Meningkatkan
absorpsi metformin
Metformin Gliburid
Meningkatkan AUC
dan C
max
gliburid
Obat A Obat B Efek yang terjadi
Akarbose Digoksin efek digoksin
Akarbose Karbon aktif/absorben efek akarbose
Miglitol Digoksin konsentrasi plasma
digoksin
Miglitol Gliburid AUC dan Cmax
gliburid
Miglitol Metformin AUC dan Cmax
metformin
Miglitol Propanolol Ketersediaan hayati
ranitidin menurun
signifikan
Miglitol Ranitidin Ketersediaan hayati
ranitidin menurun
signifikan
Miglitol Karbon aktif/absorben Efek miglitol menurun
Seorang ibu S berusia 58 tahun mengeluh merasa lemas dan pusing.
Oleh dokter diduga gejala tifes, namun setelah periksa ke-2 kalinya
di RS berbeda, didapat hasil lab :
Kadar gula darah sewaktu : 271 mg/dL, dan kadar kolesterol total
>200mg/dL.
Dokter meresepkan Glimepiride dan Valemia. Kadar Gula darah turun
hingga 160 mg/dL setelah 15 hari pemberian glimepiride,
sedangkan kadar kolesterol totalnya tidak turun. Namun, merasa
tidak cocok dengan dokternya, maka Ibu S pindah ke dokter di RS
lain dan mendapat obat Metformin HCl yang dikonsumsi sehari 2
kali dan simvastatin sehari sekali. Setelah terapi selama 2 bulan
dan diikuti dengan OR secara teratur, kadar gula ibu S menurun
menjadi 145 mg/dL dan kadar kolesterol total menjadi 154 mg/dL.
Ibu S menderita DM tipe 2 asimptomatik dilihat dari kadar
gula darah sewaktu >200 mg/dL
Obat yang diberikan dokter cukup tepat yaitu golongan
sulfonilurea
Ibu S pindah dokter karena alasan obat mahal, sebaiknya
terapi dilanjutkan di RS sebelumnya. Namun karena
alasan farmakoekonomi, pasien dierbolehkan pindah dan
diberi terapi golongan Biguanida yaitu Metformin HCl.
Kadar gula pasien menurun cukup baik karena kepatuhan
pada penggunaan obat diikuti perubahan pola hidup
dengan sering berolahraga> Olahraga yang dilakukan
pasien adalah jalan kaki setiap hari.