Anda di halaman 1dari 19

3

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Anatomi
Aqueous humor adalah cairan jernih yang dibentuk oleh korpus siliaris dan
mengisi bilik mata anterior dan posterior. Aqueous humor mengalir dari korpus
siliaris melewati bilik mata posterior dan anterior menuju sudut kamera okuli
anterior. Aqueous humor diekskresikan oleh trabecular meshwork.
Prosesus siliaris, terletak pada pars plicata adalah struktur utama korpus
siliaris yang membentuk aqueous humor. Prosesus siliaris memiliki dua lapis
epitelium, yaitu lapisan berpigmen dan tidak berpigmen. Lapisan dalam epitel
yang tidak berpigmen diduga berfungsi sebagai tempat produksi aqueous humor.

Gambar 2.1 Anatomi mata.
4


Sudut kamera okuli anterior, yang dibentuk oleh pertautan antara kornea
perifer dan pangkal iris, merupakan komponen penting dalam proses pengaliran
aqueous humor. Struktur ini terdiri dari Schwalbes line, trabecular meshwork dan
scleral spur.
Trabecular meshwork merupakan jaringan anyaman yang tersusun atas
lembar-lembar berlubang jaringan kolagen dan elastik. Trabecular meshwork
disusun atas tiga bagian, yaitu uvea meshwork (bagian paling dalam),
corneoscleral meshwork (lapisan terbesar) dan juxtacanalicular/endothelial
meshwork (lapisan paling atas). Juxtacanalicular meshwork adalah struktur yang
berhubungan dengan bagian dalam kanalis Schlemm.


Gambar 2.2 Struktur trabecular meshwork.
5


Kanalis Schlemm merupakan lapisan endotelium tidak berpori dan lapisan
tipis jaringan ikat. Pada bagian dalam dinding kanalis terdapat vakuola-vakuola
berukuran besar, yang diduga bertanggung jawab terhadap pembentukan gradien
tekanan intraokuli.
Aqueous humor akan dialirkan dari kanalis Schlemm ke vena episklera
untuk selanjutnya dialirkan ke vena siliaris anterior dan vena opthalmikus
superior. Selain itu, aqueous humor juga akan dialirkan ke vena konjungtival,
kemudian ke vena palpebralis dan vena angularis yang akhirnya menuju ke vena
ophtalmikus superior atau vena fasialis. Pada akhirnya, aqueous humor akan
bermuara ke sinus kavernosus.

2.2 Fisiologi
Aquoeus humor adalah suatu cairan jernih yang mengisi kamera anterior
dan posterior mata. Volumenya adalah sekitar 250 ul, kecepatan pembentukannya
yang bervariasi, yaitu sekitar 1,5-2 uL/men, dan aqueous humor berfungsi untuk
memberikan nutrisi dan mempertahankan tekanan intraokuler.
Aquoeus humor disekresikan melalui dua cara, yaitu sekresi secara aktif
dan pasif. Sekresi aktif (80%) disekresikan oleh sel epitel siliar non-pigmen
dengan proses metabolik aktif yang membutuhkan sistem enzim. Pada sekresi
pasif (20%) aqueous humor diproduksi secara pasif melalui proses difusi dan
ultrafiltrasi dari kapiler-kapiler siliar.
Setelah memasuki kamera posterior, aquoeus humor mengalir
melalui pupil ke kamera anterior lalu ke anyaman trabekula di sudut
kamera anterior. Anyaman trabekula tersebut dibagi menjadi tiga bagian, yaitu
6


the uveal meshwork, the corneoscleral meshwork, dan the endothelial
(juxtacanalicular) meshwork.
Gambar 2.3 Anatomy of outflow channels.
Setelah aqueous humor melewati anyaman trabekula, aqueous humor
masuk ke dalam vena-vena yang ada di episklera.

2.3 Definisi dan Klasifikasi
Glaukoma adalah sekelompok penyakit yang memiliki karakteristik
berupa kerusakan saraf/ optic neuropathy dan berkurangnya/ terjadi penyempitan
luas lapangan pandang serta biasanya disertai adanya peningkatan tekanan
intraokuli.
7


Klasifikasi Vaughen untuk glaukoma adalah sebagai berikut:
1. Glaukoma primer
Glaukoma sudut terbuka (glaukoma simpleks)
Gangguan aliran keluar aqueous humor akibat kelainan sistem drainase
sudut bilik mata depan.
Glaukoma sudut sempit (glaukoma sudut tertutup)
Glaukoma sudut tertutup adalah gangguan akses aqueous humor ke
sistem drainase. Glaukoma ini memiliki etiologi yang tidak pasti,
dimana tidak didapatkan kelainan yang merupakan penyebab
glaukoma. Glaukoma ini didapatkan pada orang yang telah memiliki
bakat bawaan glaukoma, seperti:
a. Bakat dapat berupa gangguan fasilitas pengeluaran cairan mata atau
susunan anatomis bilik mata yang menyempit.
b. Mungkin disebabkan kelainan pertumbuhan pada sudut bilik mata
depan (goniodisgenesis), berupa trubekulodisgenesis, iridodisgenesis
dan korneodisgenesis dan yang paling sering berupa
trabekulodisgenesis dan goniodisgenesis.
Trabekulodisgenesis adalah:
- Barkan menemukan membrane yang persisten menutupi permukaan
trabekula
- Iris dapat berinsersi pada permukaan trabekula tepat pada skleral spur
atau agak lebih ke depan
- Goniodisgenesis
8


Glaukoma primer bersifat bilateral, yang tidak selalu simetris dengan
sudut bilik mata terbuka atau tertutup, pengelompokan ini berguna
untuk penatalaksanaan dan penelitian. Untuk setiap glaukoma
diperlukan pemeriksaan gonioskopi.
2. Glaukoma congenital
- Primer atau infantile
- Menyertai kelainan congenital lainnya
3. Glaukoma sekunder
- Perubahan lensa
- Kelainan uvea
- Trauma
- Bedah
- Rubeosis
- Steroid dan lainnya
4. Glaukoma absolute
Dari pembagian diatas dapat dikenal glaukoma dalam bentuk-bentuk:
- Glaukoma sudut sempit primer dan sekunder (dengan blockade pupil atau
tanpa blockade pupil)
- Glaukoma sudut terbuka primer dan sekunder
- Kelainan pertumbuhan, primer (congenital, infantile, juvenile), sekunder
kelainan pertumbuhan lain pada mata.


9


2.4 Epidemiologi
Di dunia, 6,7 juta dari 66,8 juta orang yang mengidap penyakit glaukoma
mengalami kebutaan. Glaukoma menjadi penyebab utama kebutaan di Amerika
serikat. Pada tahun 1996, jumlah penderita glaukoma di Indonesia diperkirakan
sekitar 0,2 % dari populasi. Glaukoma menempati posisi nomor dua penyebab
kebutaan setelah katarak (0,78 %). Pada tahun 2003, jumlah penderita glaukoma
sekitar 0,17 %, penderita katarak sebesar 1,02 %, dan kelainan refraksi sebesar
0,21 % sebagai penyebab kebutaaan.
Menurut vaughan (1995) dinyatakan bahwa sekitar 85%-90% glaukoma
berbentuk glaukoma sudut terbuka primer, sedang sebagian kecil (10-15%)
merupakan glaukoma sudut tertutup primer, atau disebut juga dengan glaukoma
sudut sempit yang dapat melalui stadium akut, subakut dan kronik serta bentuk
glaukoma lainnya.
Prevalensi glaukoma primer sudut tertutup lebih tinggi di Asia daripada di
Eropa. Hal ini didukung oleh perbedaan struktur anatomi sudut kamera okuli
anterior, kedalamannya lebih dangkal pada orang Asia. Glaukoma primer sudut
tertutup terjadi pada orang yang mempunyai sudut kamera okuli anterior sempit.

2.5 Manifestasi Klinik
Pada glaukoma akut tertutup, ditemukan mata merah dengan penglihatan
turun mendadak, tekanan intraokuler meningkat mendadak, nyeri yang hebat,
melihat halo disekitar lampu yang dilihat, terdapat gejala gastrointestinal berupa
mual dan muntah. Mata menunjukkan tanda-tanda peradangan dengan kelopak
10


mata bengkak, kornea suram dan edema, iris sembab meradang, pupil melebar
dengan reaksi terhadap sinar yang lambat, dan papil saraf optic hiperemis.
Riwayat penyakit yang akurat pada glaukoma sudut tertutup akut terjadi
selama beberapa minggu atau bulan sebelum serangan akut yang berat, yaitu
episode nyeri dan kabur yang sembuh sendiri, berlangsung selama beberapa jam
tiap episode serangan, frekuensi serangan makin meningkat sampai timbulnya
serangan akut yang berat.

Gambar 2.4 Glaukoma sudut tertutup.

2.6 Patofisiologi
Aqueous humor di produksi oleh badan siliaris dan mengalir ke dalam
camera oculi posterior (COP), yang mengalir diantara permukaan iris posterior
dan lensa , disekitar tepi pupil, dan selanjutnya masuk ke camera oculi anterior
(COA). Aqueous humor keluar dari COA pada sudut COA yang dibentuk oleh
dasar iris dan kornea perifer, selanjutnya mengalir melalui trabekulum dan masuk
11


ke kanal Schlemm. Melalui collector channels, aqueous humor masuk ke dalam
vena episklera dan bercampur dengan darah .

Gambar 2.5 Fisiologi aliran aqueous humor.

Tekanan intra okuler (TIO) merupakan keseimbangan antara kecepatan
pembentukan aqueous humor dengan resistensi aliran kasus keluarnya dari COA.
Pada sebagian besar kasus glaukoma, lebih banyak disebabkan karena
abnormalitas aliran keluar aqueous humor dari COA dibandingkan peningkatan
produksi aqueous humor.

Gambar 2.6 Patofisiologi glaukoma sudut tertutup karena TIO.
12


Patofisiologi dari glaukoma sudut tertutup dengan block pupil meliputi
faktor-faktor yaitu aposisi lensa dan iris yang mengakibatkan pencembungan iris
perifer dan predisposisi anatomi mata yang menyebabkan bagian anterior iris
perifer menyumbat trabekulum.

Gambar 2.7 Patofisiologi glaukoma sudut tertutup karena blok pupil.
Patofisiologi glaukoma sudut tertutup tanpa block pupil terjadi melalui dua
mekanisme yaitu mekanisme penarikan anterior dan posterior. Pada penarikan
anterior, iris perifer ditarik kearah depan menutup trabekulum karena kontraksi
membrane eksudat inflamasi atau serat fibrin. Pada mekanisme penarikan
posterior iris perifer mencembung ke arah depan karena lensa vitreus atau badan
siliaris.

2.7 Komplikasi
1. Sinekia anterior perifer
2. Katarak komplikata
3. Atrofi papil
4. Glaukoma absolut
13


2.8 Penatalaksanaan
Tujuan penatalaksanaan glaukoma adalah menurunkan tekanan intraokuler
sehingga dapat mencegah terjadinya penurunan lapangan pandang dan ketajaman
penglihatan lebih lanjut yang berujung pada kebutaan.Berbagai tindakan yang
dilaksanakan tidak bisa menyembuhkan penyakitnya, karena glaukoma tidak bisa
disembuhkan, yang bisa dilakukan hanya mengontrol tekanan intraokuler supaya
berada dalam batasan normal.Penatalaksanaan glaukoma terdiri dari tiga macam,
yaitu medikamentosa, pembedahan dan laser.Pembedahan dan laser dilakukan jika
obat-obatan tidak mampu mengontrol tekanan intraokuler.
1. Medikamentosa
Biasanya dokter akan meresepkan kombinasi sejumlah obat atau
mengganti resep setelah periode waktu tertentu dalam rangka mengurangi efek
samping obat dan juga untuk meningkatkan efektivitas terapi medikamentosa.
Berdasarkan tujuan farmakoterapinya, obat anti glaukoma dibedakan menjadi
empat jenis, yaitu: untuk supresi produksi cairan aquos, meningkatkan aliran
keluar cairan aquos, menurunkan volume korpus vitreus.
a) Supresi produksi cairan aquos
Antagonis adrenergik 26
Adalah obat yang sekarang paling luas digunakan untuk terapi glaukoma.
Obat ini dapat digunakan sendiri atau dikombinasi dengan obat lain. Efek
samping: pada penggunaan adrenergik sering terjadi reaksi alergi, pandangan
kabur, sakit kepala, rasa terbakar di mata, takikardia dan aritmia.

14


Agonis adrenergik
Bekerja untuk mengurangi produksi cairan aquos dan meningkatkan
drainase. Efek samping: rasa terbakar di tempat meneteskan obat topikal,
midriasis, hipertensi, malaise, sakit kepala, mulut dan hidung terasa kering.
Inhibitor karbonik anhidrase (CAI)
Bekerja mengurangi produksi cairan aquos sebesar 40-60% dengan
menghambat kerja enzim karbonik anhidrase di korpus siliaris.Obat ini bisa
diberikan per oral ataupun intravenous. Efek samping: paresethesia di lengan dan
tungkai, dispepsia, gangguan ingatan, depresi, batu ginjal, dan polakisuria.
Inhibitor karbonik anhidrase diturunkan dari golongan sulfa, sehingga bisa juga
menyebabkan aplastik anemia walaupun hal ini jarang terjadi.
b) Meningkatkan aliran keluar cairan aquos
Parasimpatomimetik
Obat yang digunakan merupakan golongan agonis kolinergik.Bekerja pada
anyaman trabekular dengan meningkatkan kontraksi otot siliaris sehingga pupil
mengalami miosis.Karena efek inilah maka obat parasimpatomimetik sering juga
disebut obat miotik.Kontriksi pupil sangat penting dalam penatalaksanaan
glaukoma sudut tertutup. Efek samping: diare, kram perut, hipersalivasi, enuresis
dan bisa juga reaksi alergi.
c) Menurunkan volume korpus vitreus
Obat-obat hiperosmotik, seperti gliserin, menyebabkan darah menjadi
hipertonik sehingga air tertarik keluar dari korpus vitreus dan terjadi penciutan
korpus vitreus. Efek samping: sakit pinggang, sakit kepala, gangguan mental.
15


Pada pasien DM, obat ini bisa menyebabkan hiperglikemia atau bahkan
ketoasidosis.
Pengobatan glaukoma biasanya dimulai dengan obat tunggal kecuali pada
tekanan yang sangat tinggi.Dosis yang digunakan dimulai dari yang terendah dan
kemudian jika perlu dapat dinaikkan.Karena variasi diurnal tekanan intraokuler,
sebaiknya obat diuji coba dulu kefektifitasannya pada satu mata.Jika sudah
terbukti bahwa obat tersebut efektif maka obat dapat digunakan pada kedua mata.
Pengobatan seringkali gagal karena penderita tidak mengerti mekanisme
pemakaian obat, terutama untuk obat topikal. Oleh karena itu, dokter harus
menginformasikan bagaimana cara pemakaian obat kepada pasien agar didapatkan
hasil yang maksimal. Pengkombinasian obat dapat dilakukan bila obat tunggal
belum bisa mengontrol tekanan intraokuler yang aman bagi pasien.Kombinasi
yang lazim dipakai yaitu antara antagonis adrenergik- dan miotik atau antara
agonis adrenergik- dan miotik.
Penatalaksanaan terbaik untuk glaukoma sudut tertutup adalah
pembedahan.Terapi medikamentosa hanya merupakan pengobatan pendahuluan
sebelum penderita dioperasi.Terapi diberikan sesuai dengan fase penyakit. Pada
fase nonkongestif, penderita diberi golongan parasimpatomimetik, seperti
pilokarpin 2-4% tiap 20-30 menit. Dengan demikian diharapkan lensa yang
miosis akan menyebabkan iris tertarik ke belakang sehingga sudut bilik mata
depan terbuka. Selain itu, bisa juga diberikan golongan inhibitor karbonik
anhidrase 3X1 tablet/hari.Obat-obat ini diberikan sampai tekanan intraokuler
menjadi normal. Kemudian ada dua pilihan terapi yang dapat dilakukan, yaitu
16


tetap memberikan obat parasimpatomimetik atau melakukan tindakan operasi.
Pada fase kongestif, pengobatan harus dilakukan secepat mungkin.Tekanan
intraokuler harus sudah turun dalam 2-4 jam. Jika terlambat 24-48 jam, maka akan
terjadi sinekhia anterior perifer sehingga pengobatan dengan parasimpatomimetik
tidak berguna lagi. Obat yang biasa dipakai untuk glaukoma sudut tertutup adalah:
a. Parasimpatomimetik: pilokarpin 2-4%, setiap menit 1 tetes selama 5
menit. Kemudian diteruskan setiap jam.
b. Inhibitor karbonik anhidrase: asetazolamid 250 mg, 2 tablet. Kemudian
disusul dengan 1 tablet tiap 4 jam.
c. Hiperosmotik: gliserin 50%, 1-1,5 gr/kg yang diberikan per oral. Dengan
pengobatan seperti di atas, tekanan dapat turun sampai di bawah 25 mmHg
dalam waktu 24 jam. Bila tekanan intraokuler sudah turun, operasi harus
dilakukan dalam 2-4 hari kemudian. Pengobatan glaukoma sudut terbuka
diberikan semaksimal mungkin sehingga tercapai tekanan intraokuler
normal, ekstravasasi tidak bertambah dan lapangan pandang tidak
memburuk. Namun, obat yang diberikan haruslah yang mudah diperoleh
dan mempunyai efek samping yang minimal.
Obat yang bisa dipakai untuk glaukoma sudut terbuka adalah:
a. Parasimpatomimetik: pilokarpin 2-4%, 1 tetes, 3-6 kali sehari atau eserin
0,25-0,5%, 1 tetes, 3-6 kali sehari
b. Agonis-: epinefrin 0,5-2%, 1 tetes, 2 kali sehari
c. -blocker: timolol maleat 0,25-0,5%, 1 tetes, 1-2 kali sehari
17


d. Inhibitor karbonik anhidrase: asetazolamid 250 mg, 1 tablet, 4 kali sehari
Obat-obat ini biasanya diberikan secara tunggal atau bila perlu dapat
dikombinasi. Bila dengan pengobatan tersebut tekanan intraokuler
terkontrol dengan baik, maka penderita harus menggunakan obat tersebut
seumur hidup. Kalau tidak berhasil, frekuensi penetesan atau dosis obat
dapat ditingkatkan.
2. Tindakan pembedahan
Pembedahan ditujukan untuk memperlancar aliran keluar cairan aquos di
dalam sistem drainase atau sistem filtrasi sehingga prosedur ini disebut teknik
filtrasi.Pembedahan dapat menurunkan tekanan intraokuler jika dengan
medikamentosa tidak berhasil.Walaupun telah dilakukan tindakan pembedahan,
penglihatan yang sudah hilang tidak dapat kembali normal, terapi medikamentosa
juga tetap dibutuhkan, namun jumlah dan dosisnya menjadi lebih sedikit.
a) Trabekulektomi
Merupakan teknik yang paling sering digunakan. Pada teknik ini, bagian
kecil trabekula yang terganggu diangkat kemudian dibentuk bleb dari
konjungtiva sehingga terbentuk jalur drainase yang baru. Lubang ini akan
meningkatkan aliran keluar cairan aquos sehingga dapat menurunkan tekanan
intraokuler. Tingkat keberhasilan operasi ini cukup tinggi pada tahun
pertama, sekitar 70-90%. Sayangnya di kemudian hari lubang drainase
tersebut dapat menutup kembali sebagai akibat sistem penyembuhan terhadap
luka sehingga tekanan intraokuler akan meningkat. Oleh karena itu, terkadang
diperlukan obat seperti mitomycin-C and 5-fluorourasil untuk memperlambat
18


proses penyembuhan. Teknik ini bisa saja dilakukan beberapa kali pada mata
yang sama.
b) Iridektomi perifer
Pada tindakan ini dibuat celah kecil pada kornea bagian perifer dengan insisi
di daerah limbus. Pada tempat insisi ini, iris dipegang dengan pinset dan
ditarik keluar. Iris yang keluar digunting sehingga akan didapatkan celah
untuk mengalirnya cairan aquos secara langsung tanpa harus melalui pupil
dari bilik mata belakang ke bilik mata depan. Teknik ini biasanya dilakukan
pada glaukoma sudut tertutup, sangat efektif dan aman, namun waktu
pulihnya lama.
c). Sklerotomi dari Scheie
Pada Operasi Scheie diharapkan terjadi pengaliran cairan aquos di bilik mata
depan langsung ke bawah konjungtiva. Pada operasi ini dilakukan pembuatan
flep konjungtiva di limbus atas (arah jam 12) dan dibuat insisi korneoskleral
ke dalam bilik mata depan. Untuk mempertahankan insisi ini tetap terbuka,
dilakukan kauterisasi di tepi luka insisi.Kemudian flep konjungtiva ini
ditutup.Dengan operasi ini diharapkan terjadinya filtrasi cairan aquos melalui
luka korneoskleral ke subkonjungtiva.
d) Cryotherapy surgery
Pada glaukoma absolut badan siliar berfungsi normal memproduksi cairan
akuos, tapi arus keluar terhambat untuk satu alasan atau yang lain. Sehingga
tekanan intraokular yang tinggi menyebabkan rasa sakit kepada pasien dan
menyebabkan mata buta yang menyakitkan. Karena itu, dilakukan dengan
19


cara menghancurkan badan siliar dengan cyclocryotherapy mengarah pada
mengurangi pembentukan cairan akuos, menurunkan tekanan intraokular dan
memperbaiki rasa sakit.. Caranya terlebih dahulu menginjeksikan obat
anestesi dibawah permukaan retrobulbar dan injeksi 2% Xylocain, melingkar
dan mencembung dari retina (cryo-probe) dengan diameter 4 mm, dilakukan
langsung pada permukaan konjungtiva utuh, pusat ujung menjadi 4 mm dari
limbus, selama 1 menit pada suhu sekitar-60 sampai -65 , secara langsung
di atas tubuh ciliary. Dalam semua kasus, probe diaplikasikan sedemikian
rupa sehingga margin es-kawah menyentuh satu sama lain pada setiap
aplikasi, dan aplikasi yang diberikan di sekeliling limbus, kecuali dalam dua
belas pertama matanya di mana ia diterapkan di bagian atas saja. Setelah
cryosurgery mata yang empuk selama 24 jam, dengan menggunakan salep
mata chloromphenical yang kemudian dilanjutkan 4 kali sehari. Tidak ada
obat anti-inflamasi digunakan baik secara lokal atau sistemik.Hanya analgesik
diberikan. Pasca-operasi tekanan intraokular diperiksa setelah 24 jam, pada
hari ke 7, hari ke 14, 6 minggu dan 3 bulan setelah operasi. Keunggulan
melakukan cyclocryotherapy karena memiliki keunggulan cyclodiathermy
suhu subfreezing kurang merusak struktur lain mata, dapat dengan aman
diulang beberapa kali, dapat dilakukan sebagai prosedur rawat jalan.
3. Laser
Pada teknik laser, operator akan mengarahkan sebuah lensa pada mata
kemudian sinar laser diarahkan ke lensa itu yang akan memantulkan sinar ke
mata. Risiko yang dapat terjadi pada teknik ini yaitu tekanan intraokuler yang
20


meningkat sesaat setelah operasi.Namun hal tersebut hanya berlangsung untuk
sementara waktu.
Berikut ini ada beberapa teknik operasi laser yang lazim diterapkan:
a) Laser Peripheral Iridotomy
(LPI) Dilakukan pada glaukoma sudut tertutup. Pada teknik ini dibuat
lubang kecil di iris perifer sehingga iris terdorong ke belakang lalu sudut bilik
mata depan akan terbuka.
b) Laser Iridektomy
Teknik ini biasa digunakan sebagai terapi pencegahan yang aman dan
efektif untuk glaukoma sudut tertutup. Dilakukan dengan membuat celah kecil di
iris perifer dan mengangkat sebagian iris yang menyebabkan sempitnya sudut
bilik mata depan. Beberapa keadaan yang tidak memungkinkan dilakukannya
laser iridektomy, diantaranya kekeruhan kornea, sudut bilik mata depan yang
sangat sempit dengan jaringan iris yang sangat dekat dengan endotel kornea,
penderita yang pernah menjalani operasi ini sebelumnya namun gagal dan pada
penderita yang tidak bisa diajak bekerja sama.
c) Laser Trabeculoplasty
Dilakukan pada glaukoma sudut terbuka. Sinar laser (biasanya argon)
ditembakkan ke anyaman trabekula sehingga sebagian anyaman mengkerut.
Kerutan ini dapat mempermudah aliran keluar cairan aquos.Pada beberapa kasus,
terapi medikamentosa tetap diperlukan. Tingkat keberhasilan dengan Argon laser
trabeculoplasty mencapai 75%. Karena adanya proses penyembuhan luka maka
kerutan ini hanya akan bertahan selama 2 tahun.
21


d) Neodymium: YAG laser
Cyclophotocoagulation (YAG CP), teknik ini digunakan pada glaukoma
sudut tertutup. Caranya dengan merusak sebagian corpus siliar sehingga produksi
cairan aquos berkurang.

2.9 Prognosis
Pada kasus yang tidak diobati, akan timbul kebutaan dini. Mata
mengalami peregangan hebat dan bahkan dapat ruptur hanya akibat trauma ringan.
Pencekungan diskus optikus khas glaukoma timbul relative cepat, yang
menekankan perlunya terapi segera.