Anda di halaman 1dari 2

DASAR TEORI

Adsorben ialah zat yang melakukan penyerapan terhadap zat lain (baik cairan
maupun gas) pada proses adsorpsi. Umumnya adsorben bersifat spesifik, hanya menyerap
zat tertentu. Dalam memilih jenis adsorben pada proses adsorpsi, disesuaikan dengan sifat
dan keadaan zat yang akan diadsorpsi. Adsorben yang paling banyak dipakai untuk
menyerap zat-zat dalam larutan adalah arang. Karbon aktif yang merupakan contoh dari
adsorben, yang biasanya dibuat dengan cara membakar tempurung kelapa atau kayu
dengan persediaan udara (oksigen) yang terbatas. Tiap partikel adsorben dikelilingi oleh
molekul yang diserap karena terjadi interaksi tarik menarik.(yang,2003)
Karbon aktif (norit) adalah bahan berupa karbon bebas yang masing-masing
berikatan secara kovalen atau arang yang telah dibuat dan diolah secara khusus melalui
proses aktifasi, sehingga pori-porinya terbuka dan dengan demikian mempunyai daya
serap yang besar terhadap zat-zat lainnya, baik dalam fase cair maupun dalam fase gas.
Dengan demikian, permukaan arang aktif bersifat non-polar. Struktur pori berhubungan
dengan luas permukaan, dimana semakin kecil pori-pori arang aktif, mengakibatkan luas
permukaan semakin besar. Dengan demikian kecepatan adsorpsi bertambah. Untuk
meningkatkan kecepatan adsorpsi, dianjurkan menggunakan arang aktif yang telah
dihaluskan. Karbon aktif ini cocok digunakan untuk mengadsorpsi zat-zat organik.
Adsorpsi oleh arang aktif akan melepaskan gas, cairan dan zat padat dari larutan
dimana kecepatan reaksi dan kesempurnaan pelepasan tergantung pada pH, suhu,
konsentrasi awal, ukuran molekul, berat molekul dan struktur molekul. Penyerapan
terbesar adalah pada pH rendah. Dalam Laboratorium Manual disebutkan bahwa pada
umumnya kapasitas penyerapan arang aktif akan meningkat dengan turunnya pH dan
suhu air. Pada pH rendah aktifitas dari bahan larut dengan larutan meningkat sehingga
bahan-bahan larut untuk tertahan pada arang aktif lebih rendah.
Kinetika adsorpsi menyatakan adanya proses penyerapan suatu zat oleh adsorben dalam
fungsi waktu. Adsorpsi terjadi pada permukaan zat padat karena adanya gaya tarik atom
atau molekul pada permukaan zat padat. Molekul-molekul pada permukaan zat padat atau
zat cair, mempunyai gaya tarik ke arah dalam, karena tidak ada gaya-gaya lain yang
mengimbangi. Adanya gaya-gaya ini menyebabkan zat padat dan zat cair, mempunyai gaya
adsorpsi. Secara umum analisis kinetika adsorpsi terbagi atas tiga bagian yaitu orde satu,
orde dua dan orde tiga. Peristiwa kinetika adsorpsi dapat dipelajari hubungan konsentrasi
spesies terhadap perubahan waktu. Kinetika adsorpsi karbon aktif terhadap asam asetat
dapat ditentukan dengan mengukur perubahan konsentrasi asam asetat sebagai fungsi
waktu dan menganalisisnya dengan analisis harga k (konstanta kesetimbangan adsorpsi)
atau dengan grafik. Kinetika adsorpsi dipengaruhi oleh kecepatan adsorpsi. Kecepatan
adsorpsi dapat didefinisikan sebagai banyaknya zat yang teradsorpsi per satuan waktu.
Kecepatan atau besar kecilnya adsorpsi dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya :
Macam adsorben
Macam zat yang diadsorpsi (adsorbate)
Luas permukaan adsorben
Konsentrasi zat yang diadsorpsi (adsorbate)
Temperatur
(atkins,1997)



DAPUS
Yang, R. T. 2003, Adsorbents: fundamentals and Applications, John Wiley & Sons,
Inc.
Atkins, P.W., 1997, Kimia Fisika Jilid 2, Erlangga, Jakarta.