Anda di halaman 1dari 22

PERCOBAAN I

PENENTUAN BERAT MOLEKUL BERDASARKAN


PENGUKURAN MASSA JENIS GAS

I. Tujuan



1. Menentukan berat molekul senyawa CHCl
3
dan zat unknown X
berdasarkan pengukuran massa jenis gas secara eksperimen
2. Menentukan zat unknown X berdasarkan berat molekul hasil
eksperimen
II. Dasar Teori
Gas mempunyai sifat bahwa molekul-molekulnya sangat berjauhan satu sama lain
sehingga hampir tidak ada gaya tarik menarik atau tolak menolak diantara molekul-
molekulnya sehingga gas akan mengembang dan mengisi seluruh ruang yang ditempatinya,
bagaimana pun besar dan bentuknya. Untuk memudahkan mempelajari sifat-sifat gas ini
maka diasumsikan sifat gas ini sesuai dengan sifat-sifat gas ideal yaitu:
a. Tidak ada gaya tarik menarik di antara molekul-molekulnya.
b. Volume dari molekul-molekul gas sendiri diabaikan.
c. Tidak ada perubahan energi dalam (internal energy = E).
Semua gas yang dikenal sehari-hari termasuk gas nyata, sedangkan gas ideal pada
kenyataannya tidak pernah ada, namun sifat-sifatnya didekati oleh gas sejati pada tekanan
yang sangat rendah. Jadi pada tekanan mendekati nol semua gas memenuhi sifat gas ideal,
sehingga persamaan PV = nRT
Densiti dari gas dipergunakan untuk menghitung berat molekul suatu gas, dengan cara
membendungkan suatu volume gas yang akan dihitung berat molekulnya dengan berat gas
yang telah diketahui berat molekulnya (sebagai standar) pada temperatur atau suhu dan
tekanan yang sama. Densiti gas diidenfinisikan sebagai berat gas dalam gram per liter. Untuk
menentukan berat molekul ini maka ditimbang sejumlah gas tertentu kemudian diukur PV
dan T-nya.
Senyawa volatil merupakan senyawa yang mudah menguap dan memiliki titik didih
yang rendah. Berat molekul senyawa volatil dapat ditentukan dengan menerapkan
persamaan gas ideal dan massa jenis gas. Dari persamaan tersebut diketahui n adalah jumlah
mol sehingga untuk membentuk hubungan dengan berat molekul maka n dapat diubah dalam
bentuk massa perberat molekul, sehingga persamaan gas ideal menjadi :
(1)

Persamaan 1 dapat diubah menjadi: ) ( ) ( RT x
V
m
BM P (2)
atau (3)
Dimana:
BM = Berat molekul
P = Tekanan gas (atm)
n = Jumlah mol
V = Volume gas (Liter)
T = Suhu (K)
R = Konstanta gas (0,08206 liter atm mol
-1
K
-1
)
= Densitas gas (gram/Liter)
Bila suatu zat cair yang bersifat volatil dengan titik didih lebih kecil dari 100
o
C
ditempatkan dalam labu erlenmeyer bertutup yang mempunyai lubang kecil pada bagian
tutupnya, dan kemudian labu erlenmeyer tersebut dipanaskan sampai suhu 100
o
C, maka
cairan tersebut akan menguap. Uap yang dihasilkan akan mendorong udara yang terdapat
pada labu erlenmeyer dan keluar melalui lubang-lubang kecil. Setelah semua udara yang
keluar, pada akhirnya uap ini berhenti keluar. Hal ini terjadi apabila keadaan kesetimbangan
dicapai, yaitu tekanan uap cairan dalam labu erlenmeyer sama dengan tekanan udara luar.
Pada keadaan kesetimbangan ini, labu erlenmeyer hanya berisi uap cairan dengan tekanan
sama dengan tekanan atmosfer, volume sama dengan volume labu erlenmeyer, dan suhu sama
dengan titik didih air dalam penangas air (kira-kira 100
o
C). Labu erlenmeyer ini kemudian
diambil dari penangas air, didinginkan dan ditimbang sehingga massa gas yang terdapat di
dalamnya dapat diketahui.
Faktor koreksi digunakan untuk menentukan tingkat kesalahan. Nilai berat molekul
(BM) hasil perhitungan akan mendekati nilai sebenarnya, tetapi juga terkadang terdapat
kesalahan-kesalahan. Ketika labu erlenmeyer kosong ditimbang, labu ini penuh dengan
udara. Setelah pemanasan dan pendinginan dalam desikator, tidak semua uap cairan ke
bentuk cairannya, sehingga akan mengurangi jumlah udara yang masuk kembali ke dalam
labu erlenmeyer. Jadi massa labu erlenmeyer dalam keadaan ini lebih kecil daripada massa
labu erlenmeyer dalam keadaan semua uap cairan kembali ke bentuk cairnya. Oleh karena
itu, massa cairan yang sebenarnya harus ditambahkan dengan massa udara yang tidak dapat
masuk kembali ke dalam labu erlenmeyer karena adanya uap cairan yang tidak mengembun.
T R BM P ) (
RT x
BM
m
V P atau nRT PV
Massa udara tersebut di atas dapat dihitung dengan mengasumsikan bahwa tekanan parsial
udara yang tidak dapat masuk sama dengan tekanan uap cairan pada suhu kamar, dengan
faktor koreksi:


Dimana, P adalah tekanan uap (mmHg) dan t adalah suhu kamar (
o
C). Jadi dengan
menggunakan rumus di atas, tekanan uap pada berbagai suhu dapat diketahui.
Dengan menggunakan nilai tekanan uap pada suhu kamar, bersama-sama dengan data
mengenai volume labu erlenmeyer dan berat molekul udara (28,8 gram/mol) dapat dihitung
faktor koreksi yang harus ditambahkan pada massa cairan. Dengan menggunakan faktor
koreksi akan dapat diperoleh nilai berat molekul (BM) yang lebih tepat.
Kloroform
Kloroform adalah nama umum untuk triklorometana (CHCl
3
). Kloroform dikenal
karena sering digunakan sebagai bahan pembius, meskipun kebanyakan digunakan sebagai
pelarut nonpolar di laboratorium atau industri. Wujudnya pada suhu ruang berupa cairan,
namun mudah menguap. (Wikipedia, 2013)
Pada suhu normal dan tekanan, kloroform adalah cairan yang sangat mudahmenguap,
jernih, tidak berwarna, berat, sangat bias, tidak mudah terbakar. massa molar secara teoritis
sebesar119,38 g/mol. Densitas senyawa ini sebesar 1,48 g/cm
3
dengan titik lebur sebesar -
63,5 C dan titik didih sebesar 61,2 C. Kelarutan dalam air 0,8 g/100 ml pada 20C dengan
bentuk molekul tetrahedral (Anonim, 2013).

III. ALAT DAN BAHAN
Tabel alat
No. Nama alat Ukuran Jumlah
1 Labu erlenmeyer 100 mL 2 buah
2 Gelas kimia 500 mL 1 buah
3 Pipet tetes - 2 buah
4 Karet gelang - 4 buah
5 Jarum - 1 buah
6 Neraca analitik - 1 buah
7 Desikator - 1 buah
8 Gelas ukur 5 mL 1 buah
) 4 , 227 (
03 , 1163 90328 , 6
log
t
P

9 Aluminium foil 10 cm x 10 cm 2 lembar


10 Statif dan klem - 1 buah
11 Termometer - 1 buah

Tabel bahan
No. Nama bahan Konsentrasi Jumlah
1 Cairan volatil yaitu
kloroform (CHCl
3
)
- 5 mL
2 Sampel unknown - 5 mL

IV. PROSEDUR KERJA DAN HASIL PENGAMATAN
No. PROSEDUR KERJA HASIL PENGAMATAN
Senyawa Kloroform
1 Sebuah labu erlenmeyer berleher kecil
diambil yang bersih dan kering, kemudian
ditutup dengan aluminium foil, serta
dikencangkan dengan menggunakan karet
gelang.
Labu erlenmeyer yang digunakan berukuran
100 mL dengan massa labu erlenmeyer
adalah 66,37 gram. Labu erlenmeyer ditutup
dengan aluminium foil, serta dikencangkan
dengan menggunakan karet gelang.



2 Labu erlenmeyer beserta aluminium foil
dan karet gelang tersebut ditimbang
dengan menggunakan neraca analitik.
Setelah ditimbang, diperoleh massa labu
erlenmeyer beserta aluminium foil dan karet
gelang adalah 66,64 gram.

3 Sebanyak 5 mL larutan CHCl
3
,
dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer,
ditutup kembali dengan kertas aluminium
foil dan dikencangkkan lagi dengan karet
gelang, sehingga tutup ini bersifat kedap
gas. Kemudian dibuat sebuah lubang kecil
pada aluminium foil dengan menggunakan
jarum, agar uap dapat keluar.
Cairan volatil yang digunakan adalah
senyawa CHCl
3
berupa larutan bening tak
berwarna.
Sebanyak 5 mL larutan kloroform
(CHCl
3
) tersebut dimasukkan ke dalam
labu erlenmeyer, kemudian labu ditutup
kembali dengan aluminium foil,
dikencangkkan lagi dengan karet gelang,
dan dibuat lubang kecil pada aluminium
foil.
4 Labu erlenmeyer tersebut direndam dalam
penangas air bersuhu 100
o
C dengan
ketinggian air 1 cm di bawah aluminium
foil. Labu erlenmeyer tersebut dibiarkan
dalam penangas air sampai semua larutan
kloroform (CHCl
3
) menguap. Selanjutnya
suhu penangas air tersebut dicatat.
Labu erlenmeyer tersebut direndam dalam
penangas air bersuhu 95
0
C sedemikian
rupa, sehingga air 1 cm di bawah
aluminium foil

Labu direndam sampai semua larutan
kloroform (CHCl
3
) menguap.
5 Setelah semua larutan kloroform (CHCl
3
)
dalam labu erlenmeyer menguap, labu
erlenmeyer tersebut diangkat dan bagian
Setelah semua larutan kloroform (CHCl
3
)
dalam labu erlenmeyer menguap, labu
erlenmeyer tersebut dikeringkan dengan lap
luar labu erlenmeyer dikeringkan dengan
lap. Selanjutnya labu didinginkan dalam
desikator.
dan didinginkan dalam desikator, sehingga
udara masuk kembali ke dalam labu
erlenmeyer melalui lubang kecil dan uap
senyawa CHCl
3
yang terdapat dalam labu
erlenmeyer akan mengembun kembali
menjadi cairan.

6 Labu erlenmeyer yang telah dingin
ditimbang dengan neraca analitik(tutup
aluminium foil beserta karet gelang tidak
dilepaskan saat ditimbang).
Labu erlenmeyer yang telah dingin,
kemudian ditimbang dan diperoleh massa
hasil penimbangan yaitu 67,14 gram.

7 Volume labu erlenmeyer ditentukan
dengan jalan mengisi labu erlenmeyer
dengan air sampai penuh dan mengukur
massa air yang terdapat dalam labu
erlenmeyer. Suhu air dalam labu
erlenmeyer diukur pula. Jadi volume air
dapat diketahui, apabila massa jenis air
pada suhu air dalam labu erlenmeyer
diketahui dengan rumus:
V
m

Labu erlenmeyer diisi dengan air sampai
penuh dan massa air + labu erlenmeyer
adalah 209,70 gram. Massa labu
erlenmeyer 66,37 gram. Massa air
(209,70 -66,37) gram = 143,33 gram.

Suhu air dalam labu erlenmeyer adalah
28
o
C ( air = 0,9963 gram/mL)


8 Tekanan atmosfer diukur dengan
menggunakan barometer.
Tekanan atmosfer setelah diukur dengan
barometer adalah 763 mmHg.
Zat Unknown X
1 Sebuah labu erlenmeyer berleher kecil
diambil yang bersih dan kering, kemudian
ditutup dengan aluminium foil, serta
dikencangkan dengan menggunakan karet
gelang.
Labu erlenmeyer yang digunakan berukuran
125 mL dengan massa labu erlenmeyer
adalah 78,83 gram.

Labu erlenmeyer ditutup dengan aluminium
foil, serta dikencangkan dengan
menggunakan karet gelang.
2 Labu erlenmeyer beserta aluminium foil
dan karet gelang tersebut ditimbang
dengan menggunakan neraca analitik.
Setelah ditimbang, diperoleh massa labu
erlenmeyer beserta aluminium foil dan karet
gelang adalah 79,14 gram.

3 Sebanyak 5 mL zat unknown,
dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer,
ditutup kembali dengan kertas aluminium
foil dan dikencangkkan lagi dengan karet
gelang, sehingga tutup ini bersifat kedap
gas. Kemudian dibuat sebuah lubang kecil
pada aluminium foil dengan menggunakan
jarum, agar uap dapat keluar.
Cairan volatil yang digunakan adalah zat
unknown berupa larutan bening tak
berwarna.
Sebanyak 5 mL zat unknown tersebut
dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer,
kemudian labu ditutup kembali dengan
aluminium foil, dikencangkkan lagi
dengan karet gelang, dan dibuat lubang
kecil pada aluminium foil.
4 Labu erlenmeyer tersebut direndam dalam
penangas air bersuhu 100
o
C dengan
ketinggian air 1 cm di bawah aluminium
foil. Labu erlenmeyer tersebut dibiarkan
dalam penangas air sampai semua larutan
zat unknown menguap. Selanjutnya suhu
penangas air tersebut dicatat.
Labu erlenmeyer tersebut direndam dalam
penangas air sedemikian rupa, sehingga air
1 cm di bawah aluminium foil.

Labu direndam sampai semua larutan zat
unknown menguap suhu penangas air saat
itu 69
0
C.
5 Setelah semua larutan zat unknown dalam
labu erlenmeyer menguap, labu erlenmeyer
tersebut diangkat dan bagian luar labu
erlenmeyer dikeringkan dengan lap.
Setelah semua larutan zat unknown dalam
labu erlenmeyer menguap, labu erlenmeyer
tersebut dikeringkan dengan lap dan
didinginkan dalam desikator, sehingga udara
Selanjutnya labu didinginkan dalam
desikator.
masuk kembali ke dalam labu erlenmeyer
melalui lubang kecil dan uap zat unknown

yang terdapat dalam labu erlenmeyer akan
mengembun kembali menjadi cairan.

6 Labu erlenmeyer yang telah dingin
ditimbang dengan neraca analitik (tutup
aluminium foil beserta karet gelang tidak
dilepaskan saat ditimbang).
Labu erlenmeyer yang telah dingin,
kemudian ditimbang dan diperoleh massa
hasil penimbangan yaitu 79,405 gram.

7 Volume labu erlenmeyer ditentukan
dengan jalan mengisi labu erlenmeyer
dengan air sampai penuh dan mengukur
massa air yang terdapat dalam labu
erlenmeyer. Suhu air dalam labu
erlenmeyer diukur pula. Jadi volume air
dapat diketahui, apabila massa jenis air
pada suhu air dalam labu erlenmeyer
diketahui dengan rumus:
V
m

Labu erlenmeyer diisi dengan air sampai
penuh dan massa air + labu erlenmeyer
adalah 227,79 gram. Massa labu
erlenmeyer 78,83 gram. Massa air
(227,79 -78,83) gram = 148,96 gram.
Suhu air dalam labu erlenmeyer adalah
29
o
C ( air = 0,996 gram/mL)
.

8 Tekanan atmosfer diukur dengan
menggunakan barometer.
Tekanan atmosfer setelah diukur dengan
barometer adalah 763 mmHg.

V. PEMBAHASAN
a. Penentuan Berat Molekul CH
3
Cl (Kloroform)
Praktikum penentuan berat molekul senyawa volatil CHCl
3
berdasarkan pengukuran
massa jenis gas CHCl
3
telah dilakukan. Adapun untuk penentuan berat molekul senyawa
volatil CHCl
3
didapatkan data sebagai berikut:
Pengamatan Data Hasil Percobaan
Massa labu Erlenmeyer, aluminium foil, karet gelang dan
pengembunan uap kloroform
67,14 gram
Massa labu Erlenmeyer, aluminium foil dan karet gelang 66,64 gram
Massa cairan kloroform 0,5 gram
Massa labu Erlenmeyer dan air 209,70 gram
Massa labu erlenmeyar 66,37 gram
Massa air 143,33 gram
Suhu air yang terdapat dalam labu erlenmeyer 28
o
C (=0,9963 g/ml)
Suhu penangas air 80
o
C
Tekanan atmosfer 763 mmHg = 1,003 atm

Perhitungan berat molekul CHCl
3
dari data yang diperoleh di atas dapat dilakukan dengan
perhitungan langsung tanpa faktor koreksi dan dengan faktor koreksi, untuk tanpa faktor
koreksi adalah sebagai berikut:
Massa zat volatil (CHCl
3
) = (Massa labu Erlenmeyer, aluminium foil, karet gelang dan
pengembunan uap kloroform) - (Massa labu Erlenmeyer,
aluminium foil dan karet gelang)
= 43,13 gram 42,78 gram
= 0,35 gram
Tekanan udara di ruangan setelah diukur dengan barometer adalah 747,9 mmHg
atm atm x
mmHg
mmHg
006 , 1 1
760
5 , 764

Volume labu erlenmeyer dihitung dengan menggunakan massa jenis air
Massa air = (massa labu erlenmeyer + air) (massa labu erlenmeyer)
Massa air = 112,35- 42,14 gram
Massa air = 70,21 gram
Karena suhu air saat itu adalah 28
0
C maka massa jenis air saat itu adalah 0,9963
g/mL










Menghitung massa jenis gas kloroform










Berat molekul (BM) CHCl
3

Karena suhu penangas air 95
0
C maka T = 368K


ii. Perhitungan berat molekul CHCl
3
dari data yang diperoleh di atas dapat dilakukan dengan
perhitungan langsung tanpa faktor koreksi dan dengan faktor koreksi, untuk tanpa faktor
koreksi adalah sebagai berikut:
Massa zat volatil (CHCl
3
) = (Massa labu Erlenmeyer, aluminium foil, karet gelang dan
pengembunan uap kloroform) - (Massa labu Erlenmeyer,
aluminium foil dan karet gelang)
= 43,28 gram 42,84 gram
= 0,44 gram
Tekanan udara di ruangan setelah diukur dengan barometer adalah 747,9 mmHg
atm atm x
mmHg
mmHg
98409 , 0 1
760
9 , 747

Volume labu erlenmeyer dihitung dengan menggunakan massa jenis air
Massa air = (massa labu erlenmeyer + air) (massa labu erlenmeyer)
Massa air = 112,90- 42,14 gram
Massa air = 70,76 gram
Karena suhu air saat itu adalah 28
0
C maka massa jenis air saat itu adalah 0,9963
g/mL










Menghitung massa jenis gas kloroform










Berat molekul (BM) CHCl
3

Karena suhu penangas air 100
0
C maka T = 373K


98409 , 0




Dengan Faktor Koreksi
Berat molekul hasil perhitungan di atas masih memiliki beberapa kesalahan. Ditinjau
ketika labu erlenmeyer ditimbang, labu erlenmeyar tersebut telah terisi udara. Setelah
pemanasan dan pendinginan dengan desikator tidak semua uap cairan kembali ke bentuk
cairnya, sehingga tidak ada udara yang masuk kembali ke dalam labu erlenmeyer karena
adanya uap dari larutan volatile yang memenuhi ruang erlenmeyer. Dengan demikian, massa
labu erlenmeyer dalam keadaan ini lebih kecil dari massa labu erlenmeyer ketika ditimbang
pertama kali, karena adanya massa udara yang ikut tertimbang saat penimbangan erlenmeyer
dalam kondisi kosong sedangkan penimbangan Erlenmeyer setelah dilakukan pendinginan di
desikator tidak ada udara yang masuk. Sehingga, dalam perhitungan pencarian berat molekul
seharusnya massa cairan CHCl
3
ditambahkan dengan massa udara yang tidak dapat masuk
kembali ke dalam labu erlenmeyer sebanyak massa udara pada Erlenmeyer ketika pertama
kali ditimbang sebagai massa CHCl
3
yang digunakan dalam perhitungan. Massa udara
tersebut dapat dihitung dengan mengasumsikan bahwa tekanan parsial udara yang tidak dapat
masuk tadi sama dengan tekanan uap cairan CHCl
3
pada suhu kamar (28
0
C) dengan rumus:
Log P = 6,90328 1163,03/(227,4+t)
Berikut merupakan perhitungan berat molekul senyawa CHCl
3
dengan menggunakan
faktor koreksi.
Diketahui:
Karena sebagian besar penyusun udara di atmosfer adalah gas nitrogen, maka :
BM
udara
adalah 28,8 gram/mol
Suhu air adalah 28C = 301 K
Suhu penangas air adalah 95C = 368 K
Maka,










Menghitung massa udara yang tidak masuk :


Menghitung massa total
Massa total = massa udara + massa senyawa volatil (CHCl
3
)
Massa total =
Massa total =
Menghitung berat molekul









Berdasarkan data hasil percobaan berat molekul CHCl
3
yang diperoleh sebesar 114,89
gram/mol. Dimana berbeda dengan berat molekul CHCl
3
secara teoritisnya yaitu sebesar
119,5 gram/mol. Perbedaan tersebut diduga disebabkan oleh sebagai berikut :
1. Kurang telitinya praktikan dalam mengamati keadaan kesetimbangan,
kemungkinan saja labu erlenmeyer dipindahkan ke desikator setelah titik
kesetimbangan. Setelah titik kesetimbangan tekanan di dalam tabung erlenmeyer
semakin besar, dan menyebabkan uap terus keluar selama pemindahan ke
desikator yang berada di ruang laboratorium yang terpisah, selama pendinginan di
desikator dan selama penimbangan dilakukan, sehingga hal tersebut mengurangi
massa CHCl
3
yang seharusnya didapatkan.
2. Kurang tepatnya pengukuran tekanan di tempat praktikum, hal ini disebabkan
tidak adanya barometer di laboratorium tempat dilaksanakannya praktikum, dan
tekanan udara yang digunakan berdasarkan angka yang ditunjukkan barometer di
laboratorium lain yang memiliki ketinggian berbeda, sehingga mempengaruhi
perhitungan berat molekul.
3. Adanya kebocoran uap CHCl
3
yang tidak mengembun ketika penimbangan
dilakukan, karena pada saat penimbangan karet yang digunakan untuk mengikat
aluminium foil putus dan terlepas, sehingga aluminium foil sedikit terbuka
walaupun segera ditutup sehingga memungkinkan massa yang terukur menjadi
berkurang.
4. Perhitungan yang digunakan untuk menghitung berat molekul CHCl
3
merupakan
perhitungan untuk mencari berat molekul suatu gas ideal, padahal pada praktikum
yang digunakan adalah suatu gas nyata yaitu uap dari CHCl
3
. Hal ini mungkin
berpengaruh dalam perhitungan pencarian berat molekul, seharusnya dilakukan
perhitungan dengan adanya koreksi-koreksi pada gaya tarik menarik antara
molekul-molekul, dan koreksi untuk ukuran efektif molekul-molekul. Dalam
perhitungan mungkin bisa digunakan persamaan van der Waals yang telah berisi
koreksi terhadap hal-hal yang telah disebutkan di atas yaitu persamaannya
(

)
dimana a = koreksi gaya tarik-menarik antara molekul-molekul, b= koreksi untuk
ukuran efektif molekul-molekul

b. Penentuan Berat Molekul Unknown X
Praktikum penentuan berat molekul senyawa volatil unknown X berdasarkan
pengukuran massa jenis gas unknown X telah dilakukan. Adapun untuk penentuan berat
molekul senyawa volatil unknown X adalah sebagai berikut didapatkan data sebagai berikut:
Pengamatan Data Hasil
Massa labu Erlenmeyer, aluminium foil, karet gelang dan
pengembunan cairan X
79,405 gram
Massa labu Erlenmeyer, aluminium foil dan karet gelang 79,14 gram
Massa cairan X 0,265 gram
Massa labu Erlenmeyer dan air 227,79 gram
Massa labu erlenmeyar 78,83gram
Massa air 148,96 gram
Suhu air yang terdapat dalam labu erlenmeyer 29
o
C ( =0,996 g/ml)
Suhu penangas air 69
o
C
Tekanan atmosfer 763 mmHg=1,003 atm

Perhitungan berat molekul senyawa unknown dari data yang diperoleh di atas dapat dilakukan
dengan perhitungan tanpa faktor koreksi dan dengan faktor koreksi, yaitu sebagai berikut:
Tanpa Faktor Koreksi
Perhitungannya adalah sebagai berikut:
Massa zat unkown = (massa labu erlenmeyer + aluminium foil + karet gelang + zat
volatil) - (massa labu erlenmeyer + aluminium foil+ karet gelang)
= 79,405 gram 79,14 gram
= 0, gram
Tekanan udara di ruangan setelah diukur dengan barometer adalah 763 mmHg
atm atm x
mmHg
mmHg
003 , 1 1
760
763


Volume labu erlenmeyer dihitung dengan menggunakan massa jenis air
Massa air = (massa labu erlenmeyer + air) (massa labu erlenmeyer)
Massa air = 227,79 gram - 78,83 gram
Massa air = 148,96 gram
Karena suhu air=29
o
C maka air = 0,9963 g/mL













Menghitung massa jenis gas










Berat molekul (BM) unknown
Suhu penangas air=69
0
C maka T= 342



Dengan Faktor Koreksi
Berat molekul hasil perhitungan di atas masih memiliki beberapa kesalahan. Ditinjau
ketika labu erlenmeyer ditimbang, labu erlenmeyar tersebut telah terisi udara. Setelah
pemanasan dan pendinginan dengan desikator tidak semua uap cairan kembali ke bentuk
cairnya, sehingga tidak ada udara yang masuk kembali ke dalam labu erlenmeyer karena
adanya uap dari larutan volatile yang memenuhi ruang erlenmeyer. Dengan demikian, massa
labu erlenmeyer dalam keadaan ini lebih kecil dari massa labu erlenmeyer ketika ditimbang
pertama kali, karena adanya massa udara yang ikut tertimbang saat penimbangan erlenmeyer
dalam kondisi kosong sedangkan penimbangan Erlenmeyer setelah dilakukan pendinginan di
desikator tidak ada udara yang masuk. Sehingga, dalam perhitungan pencarian berat molekul
seharusnya massa cairan CHCl
3
ditambahkan dengan massa udara yang tidak dapat masuk
kembali ke dalam labu erlenmeyer sebanyak massa udara pada Erlenmeyer ketika pertama
kali ditimbang sebagai massa CHCl
3
yang digunakan dalam perhitungan. Massa udara
tersebut dapat dihitung dengan mengasumsikan bahwa tekanan parsial udara yang tidak dapat
masuk tadi sama dengan tekanan uap larutan unknown

pada suhu kamar (28
0
C) dengan
rumus:
Log P = 6,90328 1163,03/(227,4+t)
Berikut merupakan perhitungan berat molekul senyawa unknown dengan
menggunakan faktor koreksi.
Diketahui:
BM
udara
adalah 28,8 gram/mol
Suhu air adalah 29C = 302 K
Suhu penangas air adalah 69C = 342 K
Maka,








Menghitung massa udara yang tidak masuk


Menghitung massa total
Massa total = massa udara + massa senyawa unknown X
Massa total =
Massa total =
Menghitung berat molekul










Dari hasil perhitungan di atas, diperoleh bahwa berat molekul senyawa unknown
dengan memperhatikan factor koreksi adalah 59,98 gram/ mol.

Mengidentifikasi Senyawa Unknown X
Senyawa unknown X dapat ditentukan dengan cara mencocokkan massa jenis dari
senyawa unknown X, berat molekul hasil percobaan senyawa X, dan cirri-ciri fisik dari
senyawa unknown X dengan senyawa-senyawa yang menyerupai sifat fisik, massa jenis dan
terutama berat molekul senyawa X. Setelah mencari diberbagai sumber, maka senyawa yang
memiliki ciri-ciri mendekati senyawa unknown X tersebut adalah aseton, komparasi antara
unknown X dan aseton dapat dilihat di dalam table di bawah ini.
Aspek Senyawa Unknown X Aseton
Berat molekul 59,98 g/mol 58,08 g/mol
Massa Jenis 1,797 g/L 0,7 g/L
Wujud Cair Cair
Titik didih 69
0
C < 71
0
C
Warna Bening Bening
Bau Ada Ada
Perbedaan massa jenis yang diperoleh dari hasil praktikum jika dibandingkan dengan
massa jenis teoritisnya, hal tersebut mungkin di dalam ruang Erlenmeyer masih
terkandung udara selain uap air dari gas senyawa volatile. Adanya udara di dalam
Erlenmeyer kemungkinan terjadi ketika perpindahan Erlenmeyer dari desikator ke ruang
timbang. Adanya udara dalam tabung Erlenmeyer kemungkinan menyebabkan massa
jenis dari senyawa volatil yang terhitung berdasarkan hasil percobaan menjadi lebih besar
dibandingkan massa jenis dari tinjauan teoritis. Namun karena aspek utamanya sudah
mendekati yaitu berat molekul zat unknown X 59,98 g/mol maka dapat ditentukan bahwa
senyawa unknown X adalah aseton.

VI. SIMPULAN
Berdasarkan data hasil percobaan, dapat disimpulkan bahwa :
1. Berat molekul senyawa kloroform berdasarkan pengukuran massa jenis gas secara
eksperimen yaitu 114,89 g/mol sedangkan berat molekul zat unknown adalah 59,98
g/mol
2. Zat unknown X adalah aseton, karena berat molekulnya hampir sama dengan aseton
(BM teoritis aseton = 58,8 g/mol)

VII. JAWABAN PERTANYAAN
1. Apakah yang menjadi sumber kesalahan utama dalam percobaan ini?
J awab:
Sumber kesalahan utama, yaitu setelah pemanasan dan pendinginan dengan
desikator, tidak semua uap cairan kembali ke bentuk cairnya, sehingga akan mengurangi
jumlah udara yang masuk kembali ke dalam labu Erlenmeyer. Jadi, massa labu
Erlenmeyer dalam keadaan ini lebih kecil dari massa labu Erlenmeyer dalam keadaan
semua uap cairnya kembali ke bentuk cairnya. Oleh karena itu, massa volatil sebenarnya
harus ditambahkan dengan massa udara yang tidak dapat masuk kembali ke dalam labu
Erlenmeyer karena adanya uap cairan yang tidak mengembun.

2. Dari hasil analisis penentuan berat molekul suatu cairan X yang bersifat volatil diperoleh
nilai = 120 gram/mol.
Hasil analisis menunjukkan bahwa unsur tersebut mengandung:
Karbon : 10%
Klor : 89,0%
Hidrogen : 1,0%
Tentukan rumus molekul senyawa ini!
J awab:
gram 1 g 100 x
100
1
hidrogen massa
gram 89 g 100 x
100
89
klor massa
gram 10 g 100 x
100
10
karbon massa




Perbandingan mol C : mol H : mol Cl
3 : 1 : 1
2,5 : 1 : 0,83
35,5
g 89
:
1
g 1
:
12
g 10


Rumus molekul = (Rumus empiris)
n
120 = (12 + 1 + 106,5 )
n

120 = (119,5)
n

n = 1
Rumus molekul = (CHCl
3
)
1
= CHCl
3

Jadi, rumus molekul X yaitu CHCl
3
yang merupakan senyawa kloroform..









VIII. DAFTAR RUJUKAN

Anonim, Penentuan Berat Molekul Berdasarkan Pengukuran Massa Jenis gas.
http://staff.uny.ac.id/system/files/pendidikan/Isana%20Supiah%20YL.,%20Dra.,%2
0M.Si./PKF1.pdf, diunduh pada tanggal 24 Pebruari 2013
Anonim,Massa Jernis Gas. http://www.scribd.com/doc/123443346/Laporan-Praktikum-
Masa-Jenis-Gas, diunduh pada tanggal 24 Pebruari 2013
Anonim, Kloform. http://id.wikipedia.org/wiki/Kloroform, diunduh pada tanggal 24 Pebruari
2013
Anonim, Kloform. http://www.scribd.com/doc/71875513/Kloroform, diunduh pada tanggal
24 Pebruari 2013
Bird, Tony. 1987. Penuntun Praktikum Kimia Universitas. Jakarta: PT Gramedia.
Brady, James E. 1999. Kimia Universitas Jilid 1 edisi kelima. Jakarta: Binarupa Aksara.
Keenan, C.W., Kleinfelter, D.C., dan Wood, J.H. 1980. Ilmu Kimia Untuk Universitas.
Jakarta: Erlangga
Retug & Sastrawidana. 2003. Penuntun Praktikum Kimia Fisika. Singaraja: Jurusan
Pendidikan Kimia, Fakultas Pendidikan MIPA, IKIP Negeri Singaraja.