Anda di halaman 1dari 14

1

PENDAHULUAN
Latar belakang
Hereditas berarti penurunan sifat-sifat genetik dari orang tua ke anak. Ilmu
yang mempelaari tentang hereditas disebut genetika.Rangkaian gen merupakan
struktur kimia yang berbentuk double helix (ulir rangkap) dengan deoksiribosa
dan fosfat sebagai ibu tangga, serta basa nitrogen sebagai anak tangga. Setiap
keturunan akan mempunyai fenotif dan genotif yang hampir sama atau hasil
campuran kedua sifat dari induknya (ra!irohartono,"##$).
%endel menemukan prinsip dasar hereditas dengan membudidayakang
kacang ercis dalam suatu percobaan yang terencana dan teliti. rinsip dasar
hereditas yang ditemukan oleh %endel dirumuskannya dalam " hukum, yaitu
Hukum %endel I dan Hukum %endel %endel II (ra!irohartono,"##$).
Hukum Mendel I (Segregation of allelic genes)
Hukum %endel I disebut &uga hukum segregasi adalah mengenai kaidah
pemisahan alel pada !aktu pembentukan gamet. embentukan gamet ter&adi
secara meiosis, dimana pasangan ' pasangan homolog saling berpisah dan tidak
berpasangan lagi( ter&adi pemisahan alel ' alel suatu gen secara bebas dari diploid
men&adi haploid. )engan demikian setiap sel gamet hanya mengandung satu gen
dari alelnya, *enomena ini dapat diamati pada persilangan monohybrid, yaitu
persilangan satu karakter dengan dua sifat beda ()arsyah,1++#).
Persilangan Monoibrid
P! ,,- uu
(,ngu) (utih)
"! ,- u
#! ,u
ada !aktu pembentukan gamet betina, ,, memisah men&adi , dan ,,
sehingga dalam sel gamet tanaman ungu hanya mengandung satu macam alel
"
yaitu alel U$ Sebaliknya tanaman &antan berbunga putih homo.igot resesif dan
genotipenya uu. /lel ini memisah secara bebas men&adi u dan u, sehingga gamet '
gamet & antan tanaman putih hanya mempunyai satu macam alel , yaitu alel u$
roses pembentukan gamet inilah yang menggambarkan fenomena Hukum
%endel I ()arsyah,1++#).
Hukum Mendel II (Inde%endent Assortment of "enes)
Hukum %endel II disebut &uga hukum asortasi. %enurut hukum ini, setiap
gen ( sifat dapat berpasangan secara bebas dengan gen ( sifat lain. Hukum ini
berlaku ketika pembentukan gamet pada persilangan dihibrid ()arsyah,1++#)
Persilangan Diibrid
P! 0011 20bkk
(0i&i bulat ber!arna
kuning)
(0i&i keriput Hi&au)
31 01 2 bk
*1 0b1k
" 0b1k 20b1k
3" 01, 0k, b1,bk 01, 0k, b1,bk
ada !aktu pembentukan gamet parental ke-", ter&adi penggabungan
bebas (lebih tepatnya kombinasi bebas) antara 0 dan b dengan 1 dan k. /sortasi
bebas ini menghasilkan empat macam kombinasi gamet, yaitu 01, 0k, b1, bk.
roses pembentukan gamet inilah yang menggambarkan fenomena Hukum
%endel II (1imball,1++4).
&u'uan %raktikum(
,ntuk memahami dan mempela&ari tentang proses pe!arisan sifat dari
tetua kepada keturunannya berdasarkan Hukum %endel.
)egunaan %enulisan(
/dapunkegunaan dari penulisan laporan ini adalah sebagai salah satu
syarat untuk dapat mengikuti praktikum di 5aboratorium )asar emuliaan
$
6anaman rogram Studi /groekoteknologi *akultas ertanian ,ni7ersitas
Sumatera ,tara,%edan dan sebagai bahan informasi bagi pihak yang
membutuhkan.
&IN*AUAN PUS&A)A
3regor %endel (18""), seorang pendeta berkebangsaan /ustria yang
sekarang dikenal dengan sebutan 0apak 3enetika. 0ukti-bukti perihal keturunan
yang ditemukan %endel yaitu mengetahui bah!a pada semua organisme hidup
terdapat 9unit dasar9 yang kini disebut gen yang secara khusus diturunkan oleh
orang tua kepada anak-anaknya. 3en terdapat di dalam lokus tertentu pada
kromosom, sedangkan kromosom terdapat di dalam nukleus (Inti sel). 1romosom
4
berpasangan disebut kromosom homolog, dan pasangan gen yang homolog
tersebut dikenal dengan alel ()arsyah, 1++#).
%enurut 1imball (1++4), bah!a hukum segregasi secara bebas (Hukum
ertama %endel) secara garis besar mencakup tiga pokok yaitu :
1. 3en memiliki bentuk-bentuk alternatif yang mengatur 7ariasi pada karakter.
Ini adalah konsep mengenai alel.
". Setiap indi7idu memba!a sepasang gen, satu dari tetua &antan dan satu dari
tetua betina.
$. ;ika sepasang gen ini merupakan dua alel yang berbeda, alel dominan akan
terekspresikan. /lel resesif yang tidak terekspresikan tetap akan di!ariskan
pada gamet yang dibentuk.
Hukum %endel kedua menyatakan bah!a, setiap ahli dari sepasang alel boleh
bergabung secara acak dengan satu alel mana sa&a dari pasangan gen yang lain
ketika berlangsung pembelahan reduksi (meoisis) pada !aktu pembentukan
gamet-gamet. ;adi, segregasi pasangan gen tersebut tidak saling ketergantungan
dengan pemisahan gen lainnya (1imball, 1++4).
3enetika sebagai ilmu yang mempela&ari segala hal yang mengenai keturunan
dimulai se&ak purbakala, ketika para petani mengetahui bah!a hasil pertaniannya
dan ternaknya dapat ditingkatkan melalui persilangan. %eskipun pengetahuan
mereka masih sangat primitif namun mereka menyadari bah!a beberapa sifat
yang baik pada tumbuhan dan he!an dapat di!ariskan dari satu generasi ke
generasi berikutnya. %ereka men&alankan berbagai persilangan tanpa disadari
pengetahuan karena belum di kenal adanya gen, apalagi hukum-hukum keturunan
(Suryo, 1++#).
<
3enetika yang sesungguhnya baru dimulai pada decade kedua dari abad ke-
1+ setelah mendel menya&ikan secara hati-hati hasil analisis beberapa percobaan
persilangan yang dibuatnya pada tamanan ercis(kapri (isum sati7um)
(Suryo, 1++#).
;ohann %endel lahir tanggal "" ;uli 18"" di kota kecil Hein.endorf di Silesia,
/ustria. (Sekarang kota itu bernama Hranice !ilayah Republik =eko.) ;ohann
memunyai dua saudara perempuan. /yahnya adalah seorang petani. %inatnya
dalam bidang hortikultura ternyata dimulai se&ak dia masih kecil (askah,"#1#).
Hukum mendel I dikenal &uga sebagai hukum segregasi. Selama proses meiosis
berlangsung, pasangan-pasangan kromosom homolog saling berpisah dan tidak
berpasangan lagi. Setiap set kromosom itu terkandung di dalam satu sel gamet.
roses pemisahan gen secara bebas itu dikenal sebagai segregasi gen. )engan
demikian setiap sel gamet hanya mengandung satu gen dari alelnya. ada !aktu
fertilisasi, sperma yang &umlahnya banyak bersatu secara acak dengan o7um untuk
membentuk indi7idu baru (Syamsuri, "##4).
>ksperimen %endel dimulai saat dia berada di biara 0runn didorong oleh
keingintahuannya tentang suatu ciri tumbuhan diturunkan dari induk
keturunannya. ;ika misteri ini dapat dipecahkan, petani dapat menanam hibrida
dengan hasil yang lebih besar. rosedur %endel merupakan langkah yang
cemerlang dibanding prosedur yang dilakukan !aktu itu. %endel sangat
memperhitungkan aspek keturunan dan keturunan tersebut diteliti sebagai satu
kelompok, bukan se&umlah keturunan yang istime!a. )ia &uga memisahkan
berbagai macam ciri dan meneliti satu &enis ciri sa&a pada !aktu tertentu? tidak
memusatkan perhatian pada tumbuhan sebagai keseluruhan. )alam
@
eksperimennya, %endel memilih tumbuhan biasa, kacang polong, sedangkan para
peneliti lain umumnya lebih suka meneliti tumbuhan langka. )ia mengidentifikasi
tu&uh ciri berbeda yang kemudian dia teliti: A bentuk benih (bundar atau keriput), A
!arna benih (kuning atau hi&au), A !arna selaput luar (ber!arna atau putih), A
bentuk kulit bi&i yang matang (licin atau bertulang), A !arna kulit bi&i yang belum
matang (hi&au atau kuning), A letak bunga (tersebar atau hanya di u&ung), dan A
pan&ang batang tumbuhan (tinggi atau pendek) (askah, "#1#).
%endel melakukan percobaan selama 1" tahun. )ia menyilangkan
(menga!in silang) se&enis buncis dengan memerhatikan satu sifat beda yang
menyolok. %isalnya, buncis berbi&i bulat disilangkan dengan buncis berbi&i
keriput, buncis dengan bi&i !arna kuning disilangkan dengan bi&i !arna hi&au,
buncis berbunga merah dengan bunga putih, dan seterusnya (*andri, "##+).
%endel &uga mengemukakan bah!a pada saat pembentukan gamet (sel kelamin)
ter&adi pemisahan bebas dari sifat(gen yang dikandung oleh induknya. /rtinya
setiap gamet akan akan mendapatkan gen yang telah memisah secara acak.
%isalnya induk 0b akan menghasilkan gamet 0 dan b. prinsip tersebut dikenal
sebagai prinsip segregasi bebas. Sedangkan induk 0bp (bi&i bulat, batang
pan&ang) akan menghasilkan gamet 0, 0p, b, bp. rinsip ini disebut prinsip
kombinasi secara bebas (Syamsuri, "##4).
Indi7idu yang mengandung notasi domonan-dominan atau dominan-resesif
akan menampakkan fenotipe dominan. Hanya indi7idu yang mengandung notasi
resesif-resesif yang menampakkan fenotipe resesif. ;adi, genotype 00 dan 0b
menampakkan penotipe bulat, sedangkan genotype bb akan menampakan fenotipe
keriput. %endel menarik beberapa kesimpulan dari hasil penelitiannya. )ia
B
menyatakan bah!a setiap ciri dikendalikan oleh dua macam informasi, satu dari
sel &antan (tepung sari) dan satu dari sel betina (indung telur di dalam bunga).
1edua informasi ini (kelak disebut plasma pemba!a sifat keturunan atau gen)
menentukan ciri-ciri yang akan muncul pada keturunan (askah, "#1#).
+AHAN DAN ME&,DE
-aktu dan tem%at
raktikum ini dilaksanakan pada hari senin,1# maret "#14 pada pukul
1#.## !ib sampai dengan 11.4# !ib di 5aboratorium )asar emuliaan 6anaman
rogram Studi /groekoteknologi *akultas ertanian ,ni7ersitas Sumatera
,tara,%edan dengan ketinggian tempat C "<m diatas permukaan laut.
+aan dan alat
8
/dapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah =up aDua
sebagai !adah percobaan..
/dapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah 0uku sebagai
perlengkapan untuk mencatat hal yang penting dan ulpen sebagai alat tulis.
Prosedur )er'a
- )isiapkan 1 cup air mineral yang telah berisi kancing ba&u ber!arna,
hitam, cokelat, putih dan dimisalkan satu populasi yang sudah dalam
keadaan seimbang tersusun dari indi7idu-indi7idu dengan !arna Hitam (,
=oklat , putih.)
- )iambil secara acak dari cup air mineral dan di catat genotipnya.
- engambilan diulang sebanyak "# kali untuk 8 orang sehingga &umlah
kancing yang diambil seluruhnya yaitu "## kancing.
- )ihitung frekuensi alel dan genotipnya.
- )imasukkan data pada tabel yang tersedia
- )ianalisa dengan u&i -
"
(=hi SDuare)
HASIL DAN PEM+AHASAN
Hasil
6abel
+
1arakter Eang )iamati
Hitan (HH) =oklat (Hh) utih (hh)
F B$ @1 @@
> <# 1## <#
F-> "$ -$+ 1@
(F->)
"
(> 1#.<8 1<."1 <.1"
6otal
-
"
hitung G
$#.+1
Pembaasan
- Hukum %endel I merupakan hukum pemisahan gen yang sealel ke dalam
gamet, dikenal sebagai Hukum Segregasi. 0unyi hukum %endel I adalah
/lel memisah (segregasi) satu dari yang lainnya selama pembentukan gamet
dan di!ariskan secara acak ke dalam gamet-gamet yang sama &umlahnyaH.
- Hukum %endel II merupakan peristi!a dua pasang alel atau lebih di&elaskan
dalam hukum pemisahan dan pengelompokkan secara bebas. 0unyi hukum
%endel II berbunyi Ipasangan gen berbeda yang sedang bersegregasi, akan
memisah dan mengelompok secara bebasH
- Hasil obser7asi hitam sebanyak B$ , coklat @1 dan putih @@ sedangkan yang
diharapkan adalah hitam <#, coklat 1##, dan putih <#.
- )ari hasil percobaan di peroleh nilai 2
"
hitung G $#.+1
- Hipotesis: &ika 2
"
tabelJ2
"
hitung maka h
#
ditolak dan h
a
ditolak
;ika 2
"
tabelK2
"
hitung maka h
#
diterima dan h
a
ditolak
- )ari hasil diatas 2
"
hitungK2
"
tabel maka h
#
ditolak dan h
a
diterima
1#
L
)ESIMPULAN
1esimpulan dari hasil percobaan:
- ercobaan tidak sesuai dengan nisbah Hukum %endel karena ter&adi
penyimpangan.
11
- enyimpangan ter&adi karena 1omplementer adalah peristi!a dua gen
dominan saling memengaruhi atau melengkapi dalam
mengekspresikan suatu sifat.
- 1riptomeri adalah peristi!a suatu faktor dominan yang baru tampak
pengaruhnya apabila bertemu dengan faktor dominan lain yang bukan
alelnya. *aktor dominan ini seolah-olah tersembunyi (kriptos),
- >pistasis dan Hipostasis adalah peristi!a dengan dua faktor yang bukan
pasangan alelnya dapat memengaruhi bagian yang sama dari suatu
organisme. Mamun, pengaruh faktor yang satu menutup ekspresi faktor
lainnya.
- olimeri adalah peristi!a dengan beberapa sifat beda yang berdiri sendiri
memengaruhi bagian yang sama dari suatu indi7idu.
DA#&A. PUS&A)A
)arsyah, %. , 1++#. 3enetika. 3ramedia ustaka, ;akarta.
1"
1imball, ;. N. , 1++4. 0iologi ;ilid II. >rlangga, ;akarta.
=hampabell, Recee. "#1#. 0iologi. >rlangga. ;akarta
6&ien, 1ia!. 1++1. 3enetika )asar ;urusan 0iologi. 0andung: I60.
Halang, 0und dan %uhammad Oaini. "#1". enuntun raktikum 3enetika.
;urusan %I/ *1I ,M5/% 0an&armasin.
Nildan, Eatim. 1+8@. 3enetika. 6arsitu : 0andung.
ra!irohartono, S. , "##$. 0iologi. 0umi /ksara, ;akarta.
;unaidi, dkk."#1". enuntun raktikum Ilmu 6anaman . ;akarta : ,IM Syarif
Hidayatullah ;akarta
DA#&A. ISI
1/6/ >M3/M6/R............................................................................ i
1$
)/*6/R ISI.......................................................................................... ii
>M)/H,5,/M
5atar 0elakang............................................................................ 1
6u&uan.......................................................................................... $
1egunaan..................................................................................... $
6IM;/,/M ,S6/1/......................................................................... 4
0/H/M )/M %>6F)>
Naktu dan 6empat...................................................................... 8
0ahan dan /lat............................................................................ 8
rosedur ercobaan..................................................................... 8
H/SI5 )/M >%0/H/S/M
Hasil............................................................................................ +
embahasan................................................................................. +
1>SI%,5/M...................................................................................... 11
)/*6/R ,S6/1/
)A&A PEN"AN&A.
14
u&i syukur penulis sampaikan kepada 6uhan Eang %aha >sa karena
berkat rahmat dan hidayah-Mya penulis dapat menyelesaikan laporan tepat pada
!aktunya.
/dapun &udul laporan ini adalah IHukum %endel. Eang merupakan
salah satu syarat untuk dapat komponen penilaian praktikum di 5aboratorium
)asar emulian 6anaman rogram Studi /groekoteknologi, *akultas ertanian,
,ni7ersitas Sumatera ,tara, %edan.
ada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen
mata kuliah )asar emuliaan 6anaman yakni 5utfi /.is %ahmud Srg. S. %.Sc.
h.)., Ir.>7a Sartini 0ayu %., rof. )r. Ir. Rosmayati %S., Ir. >mmy Harso
1ardhinata, %.Sc., dan kepada abang dan kakak asisten yang telah membantu
penulis dalam praktikum dan menyelesaikan laporan ini.
enulis menyadari bah!a laporan ini masih banyak kekurangan oleh
karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi
perbaikan penulisan kedepannya. /khir kata penulis mengucap
terimakasih,semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua.