Anda di halaman 1dari 19

STATISTIKA

OLEH :
WIJAYA
email : zeamays_hibrida@yahoo.com

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON
2009
IV. PENDUGAAN PARAMETER

Populasi Sampel
Sampling

N n

Rata-rata : μ Rata-rata : x
Simp. Baku : σ Simp. Baku : s
Ragam : σ2 Ragam : s2

Parameter Statistik
IV. PENDUGAAN PARAMETER

1. Parameter = sembarang nilai yang menjelaskan ciri populasi


2. Statistik = sembarang nilai yang menjelaskan ciri sampel
Misalkan populasi tanaman padi kultivar IR-64 pada luasan 1 hektar
dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm yaitu sebanyak 250.000
tanaman, diambil sebuah sampel secara acak berukuran n = 500
tanaman dan diperoleh rata-rata jumlah anakannya 15 anakan.
¾ Ukuran Populasi N = 250.000
¾ Ukuran Sampel n = 500, Rata-rata x = 15
Berdasarkan rata-rata sampel (statistik) dapat diduga bahwa rata-
rata jumlah anakan padi kultivar IR-64 pada luasan 1 ha sebanyak
15 anakan (parameter).
¾ Statistik sebagai penduga bagi Parameter yang tidak diketahui.
¾ Rata-rata x = 15 sebagai Penduga Titik
IV. PENDUGAAN PARAMETER

¾ Nilai dugaan dalam bentuk selang lebih tepat digunakan daripada


nilai dugaan dalam bentuk dugaan titik.
¾ Nilai dugaan selang : P (a < θ < b ) = 1 – α, artinya peluang θ
terletak diantara a dan b sebesar (1 – α). Atau kita yakin
sebesar (1 – α) 100% bahwa θ ada dalam selang (a,b).
¾ Selang : (a < θ < b ) disebut Selang Kepercayaan (1 – α) 100%.

¾ (1 – α) disebut Koefisien (Derajat) Kepercayaan (Keyakinan)


¾ Nilai statistik a dan b disebut Batas Kepercayaan.
IV. PENDUGAAN PARAMETER

Jika nilai α = 5 % maka (1 – α ) = 95 % = 0,95.

a x b

SE SE

a = x – SE a = x – SE

SE = Standard Error of Mean (Galat Baku Rata-rata)


SE = σx = σ / √ n
1. PENDUGAAN RATA-RATA

Penggunaan Sebaran t dan z

Ya
Apa σ ada? Uji - z

Tidak

Ya
n ≥ 30 ? Uji - z

Tidak

Uji - t
A. Pendugaan Rata-rata Satu Sampel

P ( –zα/2 < z < zα/2 ) = 1 – α


P ( –zα/2 < (x–μ)/σx < zα/2 ) = 1 – α
P ( x – zα/2 . σx < μ < x + zα/2 . σx ) = 1 – α
( x – zα/2 . σx ) < μ < ( x + z α/2 . σx )
( x – zα/2 . σ/√n ) < μ < ( x + z α/2 . σ/√n )
A. Pendugaan Rata-rata Satu Sampel

Contoh 1 :
Suatu contoh acak 36 mhs tingkat akhir mempunyai IP rata–rata
2,60 dan simpangan baku 0,30. Buatlah selang kepercayaan
95% bagi rata–rata IP seluruh mhs tingkat akhir tersebut.

Jawab :
n = 36 ; Rata–rata x = 2,60 dan simp. baku s =0,30 ;
α = 0,05 ; α/2 = 0,025 ; zα/2 = z0,025 = 1,96

x – zα/2 . s/√n < μ < x + z α/2 . s/√n


2,60 – (1,96)( 0,30/√36) < μ < 2,60 + (1,96)(0,30/√36)
(2,60 – 0,10) < μ < (2,60 + 0,10)
2,50 < μ < 2,70
A. Pendugaan Rata-rata Satu Sampel
Contoh 2 :
Sebuah lembaga penelitian menghasilkan kedelai Kultivar X. Dari
hasil percobaan di 16 lokasi diperoleh rata-rata hasilnya 1,15
t/ha dengan simp. baku 0,20 t/ha. Buatlah selang kepercayaan
95% bagi rata-rata hasil yang sebenarnya.
Jawab :
n = 16 ; Rata–rata x = 1,15 dan simp. baku s =0,20 ;
α = 0,05 ; α/2 = 0,025 ; tα/2(n-1) = t0,025(15) = 2,131
x – tα/2(n-1) . s/√n < μ < x + tα/2(n-1) . s/√n
1,15 – (2,131)( 0,20/√16) < μ < 1,15 + (2,131)(0,20/√16)
(1,15 – 0,11) < μ < (1,15 + 0,11)
1,04 < μ < 1,26
B. Pendugaan Rata-rata Dua Sampel

( x1– x2 ) – tα/2(n1+n2-2).SE < (μ1– μ2) < (x1– x2) + tα/2(n1+n2-2).SE

Menghitung SE :
1. Jika Ragam Kedua Sampel Sama ( σ12 = σ22 ) :
SE = Sg .√ (1/n1 + 1/n2)

(n1-1)S12 + (n2-1)S22
Sg2 =
n1 + n2 – 2

2. Jika Ragam Kedua Sampel Tidak Sama ( σ12 ≠ σ22 ) :


SE = √ (s12/n1 + s22/n2)
B. Pendugaan Rata-rata Dua Sampel
Contoh :
Pelajaran matematika diberikan kepada 12 siswa kelas A dengan
Metode Biasa, dan 10 siswa kelas B dengan Metode Terprogram.
Hasil ujian kelas A rata–ratanya 85 dengan simpangan baku 4,
kelas B rata–ratanya 81 dengan simpangan baku 5. Tentukan
selang kepercayaan 90% bagi selisih rata–rata populasi, bila
diasumsikan kedua populasi menyebar normal dengan ragam sama
Jawab :
n1 = 12 ; x1 = 85 ; s1 = 4 ; n2 = 10 ; x2 = 81 ; s2 = 5 ;
α = 10% ; α/2 = 0,05 ; tα/2(n1+n2-2) = t0,05(20) = 1,725
(n1-1)S12 + (n2-1)S22 (11)(16) + (9)(25)
Sg2 = =
n 1 + n2 – 2 12 + 10 – 2
Sg2 = 20,05 Æ Sg = √ 20,05 = 4,478
B. Pendugaan Rata-rata Dua Sampel
Jawab :
n1 = 12 ; x1 = 85 ; s1 = 4 ; n2 = 10 ; x2 = 81 ; s2 = 5 ;
α = 10% ; α/2 = 0,05 ; tα/2(n1+n2-2) = t0,05(20) = 1,725

Sg2 = 20,05 Æ Sg = √ 20,05 = 4,478


SE = Sg .√ (1/n1 + 1/n2) = (4,478) .√ (1/12 + 1/10)
SE = (4,478).√ (0,083 + 0,100) = (4,478).√ 0,183
SE = ( 4,478) (0,428) = 1,917
( x1– x2 ) – tα/2(n1+n2-2).SE < (μ1– μ2) < (x1– x2) + tα/2(n1+n2-2).SE

( 85 – 81) – (1,725)(1,917) < μ < ( 85 – 81) + (1,725)(1,917)


(4 – 3,307) < μ < ( 4 + 3,307)
0,693 < μ < 7,307
C. Pendugaan Rata-rata Pengamatan Berpasangan

d – tα/2(n-1) . Sd./√ n < μ < d + tα/2(n-1) . Sd./√n

d = Rata-rata dari selisih pengamatan kedua sampel


Sd = Simp. Baku dari selisih pengamatan kedua sampel

Contoh :
Pelatihan manajemen agribisnis dilakukan kepada 100 petani
andalan agar mampu mengembangkan usahataninya. Setelah
beberapa waktu, 6 orang diantara 100 petani andalan tersebut
diselidiki keuntungan yang mereka peroleh sebelum dan sesudah
pelatihan. Tentukan selang kepercayaan 95% bagi selisih rata–
rata populasi.
C. Pendugaan Rata-rata Pengamatan Berpasangan

Petani 1 2 3 4 5 6
Sebelum 40 78 49 63 55 33 Juta Rp
Sesudah 58 87 57 72 61 40 Juta Rp

Jawab :

Sebelum 40 78 49 63 55 33 Jumlah
Sesudah 58 87 57 72 61 40
Selisih (d) 18 9 8 9 6 7 57
(d2) 324 81 64 81 36 49 635
C. Pendugaan Rata-rata Pengamatan Berpasangan
n = 6 ; ∑ d = 57 ; ∑ d2 = 635 ; α = 5% ; tα/2(n-1) = 2,571
∑ d2 – ( ∑ d)2 /n (635) – (572)/6 635 – 541,5
Sd2 = = =
n–1 6–1 5
Sd2 = 18,7 Æ Sd = √ 18,7 = 4,324

d = 57/6 = 9,5 ; √ 6 = 2,449 ; Sd /√ n = 4,324/2,449 = 1,765

9,5 – (2,571)(1,765) < μ < 9,5 + (2,571)(1,765)


9,5 – (2,571)(3,948) < μ < 9,5 + (2,571)(3,948)

9,5 – 4,538 < μ < 9,5 + 4,538


4,962 < μ < 14,038
D. Pendugaan Proporsi Satu Sampel

n ≥ 100 : p – zα/2 . √ pq/n < π < p + zα/2. √pq/n


n < 100 : p – tα/2(n-1) .√ pq/n < π < p + tα/2(n-1).√pq/n

Contoh :
Contoh acak 200 orang yang membeli pestisida di sebuah toko
pestisida selama satu minggu diperoleh informasi sebanyak 60
orang yang suka membeli insektisida X . Tentukan selang
kepercayaan 95% bagi proporsi sesungguhnya yang suka membeli
insektisida X di toko tersebut.
Jawab :
n = 200 ; p = 60/200 = 0,3 ; q = 0,7 ;
√ pq/n = √ (0,3)(0,7)/200 = 0,032 ; zα/2 = 1,96
D. Pendugaan Proporsi Satu Sampel

n ≥ 100 : p – zα/2 . √ pq/n < π < p + zα/2. √pq/n


n < 100 : p – tα/2(n-1) .√ pq/n < π < p + tα/2(n-1).√pq/n

Jawab :
n = 200 ; p = 60/200 = 0,3 ; q = 0,7 ;
√ pq/n = √ (0,3)(0,7)/200 = 0,032 ; zα/2 = 1,96

0,3 – 1,96(0,032) < π < 0,3 + 1,96(0,032)


0,3 – 0,063 < π < 0,3 + 0,063
0,237 < π < 0,363
23,7 % < π < 36,3 %
E. Pendugaan Proporsi Dua Sampel

(p1 – p2) – zα/2 .SE < (π1 – π2) < (p1 – p2) + zα/2.SE
SE = √ (p1q1/n1) + (p2q2/n2)

Contoh :
Suatu studi dilakukan untuk menduga proporsi penduduk suatu
kota dan penduduk di sekitar kota tersebut yang menyetujui
pembangkit listrik tenaga nuklir. Bila 1200 diantara 2000
penduduk kota dan 2400 diantara 5000 penduduk di sekitar
kota yang diwawancarai menyetujui pembangunan tersbut, buat
selang kepercayaan 90% bagi proporsi sebenarnya yang setuju.
Jawab :
n1 = 2000 ; p1 = 1200/2000 = 0,60 ; q1 = 0,40 ;
n2 = 5000 ; p2 = 2400/5000 = 0,48 ; q2 = 0,52
SE = √ (p1q1/n1 + p2q2/n2) = 0,013 ; zα/2 = 1,96
E. Pendugaan Proporsi Dua Sampel

Jawab :
n1 = 2000 ; p1 = 1200/2000 = 0,60 ; q1 = 0,40 ;
n2 = 5000 ; p2 = 2400/5000 = 0,48 ; q2 = 0,52
SE = √ (p1q1/n1 + p2q2/n2) = 0,013 ; zα/2 = 1,96

(0,60 – 0,48) – 1,96(0,013) < (π1 – π2) < (0,60 – 0,48) +


1,96(0,013)
(0,12 – 0,025) < (π1 – π2) < (0,12 – 0,025)
0,095 < (π1 – π2) < 0,145