Anda di halaman 1dari 1

Katakanlah, aku bereaksi lebih baik terhadap

wanita. Wanita lebih mengerti. Wanita lebih bisa turut merasakan. Kuanggaip mere
ka memberikan
kesegaran. Djustru wanitalah jang dapat memberikan ini kepadaku. Sekali lagi, ak
u tidak berbitjara dalam
arti djasmaniah. Aku hanja sekedar tertarik pada suatu pandangan jang lembut ata
u sesuatu jang kelihatan
indah. Sebagai seorang seniman, aku tertarik menurut pembawaan watak kepada sega
la apa jang
menjenangkan pikiran.
Ketika Muhammad melihat Zainab, beliau
mengutjapkan "Allahu Akbar", Tuhan MahaBesar.Tatkala murid-muridnja bertanja, me
ngapa beliau
mengutjapkan Allahu Akbar ketika melihat Zainab, maka beliau mendjawab, "Aku mem
udji Tuhan karena
telah mentjiptakan machluk-machluk jang tjantik seperti perempuan ini." Aku mend
jundjung Nabi Besar. Aku
mempeladjari utjapan-utjapan beliau dengan teliti. Djadi, moralnja bagiku adalah
: bukanlah suatu dosa atau
tidak sopan kalau seseorang mengagumi seorang perempuan jang tjantik. Dan aku ti
dak malu berbuat begitu,
karena dengan melakukan itu pada hakekatnja aku memudji Tuhan dan memudji apa ja
ng telah ditjiptakan-
Nja.Aku hanja seorang pentjinta ketjantikan jang luarbiasa.
Anggota Kabinet tertawa melihat bagaimana aku,
ditengah-tengah persoalan jang pelik, datang kepada mereka dan meluruskan dasinj
a. Aku senang bila
makanan diatur setjara menarik diatas medja. Aku mengagumi keindahan dalam segal
a bentuk.
"Kadang-kadang aku berteriak dan menjebut nama-nama buruk, akan tetapi
sebenarnja akulah itu. Djangan masukkan kata-Lata itu dalam hatimu. Kalau aku me
radang, itu berarti aku
mentjintaimu. Aku menjemprot kepada orang-orang jang terdekat dan paling kusajan
gi. Hanja mereka jang
mendjadi papan-suaraku."
Kemelaratan seperti jang kami derita
menjebabkan orang mendjadi akrab.
Tat Twan Asi, Tat Twam Asi'
?",,Artinja 'Dia adalah Aku dan Aku adalah dia; engkau adalah Aku dan Aku adalah
engkau.' ",,Dan apakah
tidak kuadjarkan kepadamu bahwa ini mempunjai arti jang penting ?",,Ja, Pak. Mak
sudnja, Tuhan berada
dalam kita semua," kataku dengan patuh. Dia memandang marah kepada pesakitannja
jang masih berumur
tudjuh tahun.
,,Bukankah engkau sudah ditundjuki untok melindungi machluk Tuhan ?"