Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN EKOLOGI DASAR

INTERAKSI PREDASI : TINGKAT HERBIVORY SERANGGA


Oleh :
Kasriati Heruningsih B1!111""
#i$ha %arah&i'a I(an B1!111")
%i*i %a+ai&a B1!111,1
Putri B1!111,-
Kel.(/.$ : -0
1a$tu : 1-:1" 2 13:1" 1IB
L.$asi : Le&ug
LAPORAN PRAKTIK45 EKOLOGI
KE5ENTERERIAN PENDIDIKANDAN KEB4DAYAAN
4NIVERSITASENDERAL SOEDIR5AN
%AK4LTAS BIOLOGI
P4R1OKERTO
-!13
I6 PENDAH4L4AN
Interaksi adalah hubungan antarspesies dapat dikelompokkan menjadi delapan
bentuk dasar, yaitu:
1. Netralisme, adalah interaksi antara dua spesies individu baik dalam keadaan terpisah
maupun berkumpul tidak saling merugikan atau menguntungkan. Contoh: ayam
dengan kambing dalam suatu halaman berumput.
2. Predasi, yaitu interaksi dua individu dari populasi berbeda spesies berupa makan-
dimakan atau spesies memakan spesies lainnya, individu yang memakan disebut
predator (Latin: praeda mangsa! dan yang dimakan disebut mangsa.Contoh:
"arimau memakan kelin#i, $u#ing makan tikus, $uda makann rumput.
%. Parasitisme, yaitu interaksi bersama antara dua individu berbeda spesies yang hanya
menguntungkan sepihak saja, misalnya hubungan antara kutu yang menghisap darah
tikus. $utu sebagai parasit dan tikus sebagai inangnya. &ertaTaenia
saginata (#a#ing pita sapi! dengan sapi.
'. (ada hubungan ini, parasit biasanya tidak akan membunuh inangnya karena bila
inangnya mati, maka parasit akan kehilangan sumber makanan. "al inilah yang
membedakan dengan (redasi.
). Mutualisme (Latin: mutuus penukaran!, terjadi bila dua spesies hidup bersama,
masing masing mendapatkan keuntungan dan kedua populasi ini akan berkembang
dengan baik. *etapi jika keduanya terpisahkan maka masing-masing tidak dapat
hidup. Contoh: bakteri pengurai selulosa yang hidup di dalam usus sapi atau he+an
pemamah biak lain. ,akteri tersebut mendapat makanan dan habitat yang sesuai,
dan sapi mendapat sari makanan hasil penguraian bakteri.
-. Komensalisme, adalah hubungan yang terdapat antara dua spesies, dimana populasi
satu mendapat keuntungan sedangkan populasi yang lainnya tidak terpengaruh
se#ara berarti, dengan kata lain tidak mendapat keuntungan atau
dirugikan. Contoh: .nggrek atau paku-pakuan yang hidup menempel pada tanaman
lain.
/. Kompetisi, yaitu hubungan dua populasi yang hidup bersama dan saling
mempengaruhi akibat adanya kebutuhan akan bahan yang sama, sedangkan
sumbernya terbatas. Contoh: "arimau dan singa di padang rumput sama-sama
memburu kelin#i sebagai makanannya.
0. Kooperasi, yaitu hubungan dua populasi yang bila hidup bersama akan lebih
menguntungkan bagi kedua populasi dibanding dengan hidup sendiri-sendiri, tetapi
kedua populasi ini bisa hidup sendiri-sendiri bila tidak terjadi hubungan
kooperasi.Contoh: $erbau dengan burung yang suka makan kutu.
1. Antagonisme atau Antibiosis, yaitu hubungan dua populasi yang saling bermusuhan.
$edua populais bisa hidup sendri-sendiri tetapi jika hidup bersama maka salah
satunya akan mati. Contoh: Interaksi antara jamur Penicillium dengan
mikoroorganisme lain. 2amur ini mengeluarkan ra#un yang dapat menghambat atau
mematikan makhluk hidup lainnya (mikoroorganisme lain!.
*umbuhan berperan penting dalamg ekosistem dalam merubah energy matahari
menjadi energy kimia yang dibutuhkan oleh komunitas lain agar dapat berjalan.
3rganisme lain seperti, serangga herbivore memakan tumbuhan untuk bertahan hidup.
&erangga herbivore berperan penting dalam pengaturan populasi tumbuhan. "al tersebut
terjadi karena serangga herbivore dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, baik dalam
jangka panjang maupun jangka pendek. ,ahkan untuk serangga herbivore yang spesi4ik
pada suatu inang, serangga tersebut dapat mempengaruhi kelimpahan relative spesies
tumbuhan dengan mengurangi kemampuan kompetiti4 dari tumbuhan inang. (ada
ekosistem alami, sekitar 156 sumber daya tumbuhan hilang akibat serangga herbivore,
sedangkan kehilangan sebelum panen pada produksi tanaman pertanian tanpa
penggunaan pestisids berkisar antara 15 sampai 1556.
Interaksi serangga-tumbuhan merupakan #ontoh dari interaksi binatang-
tumbuhan. .da banyak tipe interaksi binatang-tumbuhan, beberapa merupakan interaksi
mutualistik dan beberapa yang lain bersi4at antagonistik (seperti parasitisme, predasi,
kompetisi!, atau komensalistik. *ipe tersebut ditentukan berdasarkan e4ek terhadap
spesies yang berinteraksi tersebut, apakah menguntungkan, merugikan atau netral.
7alam hal ini, interaksi serangga herbivora-matoa merupakan interaksi yang bersi4at
antagonisti# berupa predasi.
II6 5ATERI DAN 5ETODE
A6 5ateri
.lat yang digunakan dalam praktikum ini adalah penggaris, meteran baju,
kalkulator, kamera dan alat tulis.
,ahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sepuluh lembar daun matoa.
B6 #ara Ker7a
Cara kerja praktikum ini, yaitu :
1. 8emilih satu spesies tumbuhan yang diserang oleh serangga.
2. &epuluh daun yang rusak karena dimangsa oleh serangga kemudian diambil.
%. $eliling (29r! daun diukur dengan #ara membentangkan tali plasti# mengikuti
tepian daun.
'. Luas daun dihitung dengan rumus 9r:.
). Lakukan hal yang sama pada daun yang rusak.
-. *ingkat herbivory serangga pada tumbuhan tersebut dihitung.
/. .mbil 4oto tipe kerusakan daunnya, kemudian kaitkan dengan tipe mulut
serangga pemangsanya.
III6 HASIL DAN PE5BAHASAN
A6 HASIL
*abel 1. *ingkat herbivory serangga pada tumbuhan 8angga di $ampus ,iologi
;<&3=7
7aun
ke
Luas daun
(Cm!
Luas daun yang rusak
(Cm!
*ingkat herbivory
(6!
1 2%-,5% 1,5)- 5,'
2 1-0,2' 5,1)1 5,50
% 1'%,'1 5,-- 5,'
' 1',-% 1,01% 1,11
) 11',1% 1,1) 1,-
- 1)5,%- 5,5' 5,52
/ 1-,0/ 0,2' 0,)
0 /%,0- 5,'5 5,)
1 152,%/ 5,11 5,1
15 110,1) 1%,11 -,-
*abel 2. *ingkat herbivory serangga pada tumbuhan 8atoa di $ampus ,iologi
;<&3=7
7aun
ke
Luas daun
(Cm!
Luas daun yang rusak
(Cm!
*ingkat herbivory
(6!
1 %-0,20/ %1,021 15,0
2 %/5,%% 1,'51 5,%0
% -5-,-/1 12),1 25,-2
' 25/,5%' 1/,'10 '/,5)
) %'-,0'' 11-,20 %%,)%
- %15,%/% 2,%/ 5,-1
/ )15,''- -,11 1,2
0 '51,-)- 0),)- 5,21%
1 102,051 '5,51 21,1
15 2-0,50- //,1- 21,1
*abel %. *ingkat herbivory serangga pada tumbuhan >ambutan di $ampus ,iologi
;<&3=7
7aun
ke
Luas daun
(Cm!
Luas daun yang rusak
(Cm!
*ingkat herbivory
(6!
1 10%,20 1,'1 5,//
2 111,5' 1,1/ ),211
% 1)',50 12,'0 0,1
' 150,1% 1%,0/ 12,/%%
) /1,'' 1,11 2,/0)
- 1-5,1/ ',%0 2,/21
/ 1/,'2 5,5-'0 5,5--
0 '/,/' '5,1 0),-/2
1 /%,0- 21,10 2,1)1
15 1/,1' 1,5- ),150
7iagram *ingkat "erbivory &erangga
?oto 7aun 8atoa akibat predasi
B6 PE5BAHASAN
Interaksi adalah hubungan antara makhluk hidup yang satu dengan yang
lainnya. .da dua ma#am interaksi berdasarkan jenis organisme yaitu intraspesies dan
interspesies. Interaksi intraspesies adalah hubungan antara organisme yang berasal dari
satu spesies, sedangkan interaksi interspesies adalah hubungan yang terjadi antara
organisme yang berasal dari spesies yang berbeda. &e#ara garis besar interaksi
intraspesies dan interspesies dapat dikelompokkan menjadi beberapa bentuk dasar
hubungan, yaitu (i! netralisme yaitu hubungan antara makhluk hidup yang tidak saling
menguntungkan dan tidak saling merugikan satu sama lain, (ii! mutualisme yaitu
hubungan antara dua jenis makhluk hidup yang saling menguntungkan, bila keduanya
berada pada satu tempat akan hidup layak tapi bila keduanya berpisah masing-masing
jenis tidak dapat hidup layak, (iii! parasitisme yaitu hubungan yang hanya
menguntungkan satu jenis makhluk hidup saja, sedangkan jenis lainnya dirugikan, (iv!
predatorisme yaitu hubungan pemangsaan antara satu jenis makhluk hidup terhadap
makhluk hidup yang lain, (v! kooperasi adalah hubungan antara dua makluk hidup yang
bersi4at saling membantu antara keduanya, (vi! kompetisi adalah bentuk hubungan yang
terjadi akibat adanya keterbatasan sumber daya alam pada suatu tempat, (vii!
komensalisme adalah hubungan antara dua makhluk hidup, makhluk hidup yang satu
mendapat keuntungan sedang yang lainnya tidak dirugikan, (viii! antagonis adalah
hubungan dua makhluk hidup yang bersi4at permusuhan (=l4idasari, 255/!.
&erangga termasuk dalam 4ilum arthropoda (kakinya beruas-ruas!. Ciri utama
dari serangga adalah he@apoda, yaitu memiliki kaki yang berjumlah enam atau tiga
pasang. &erangga memiliki rangka yang disebut eksoskeleton, yaitu rangka luar. "al
tersebut terjadi karena serangga tidak memiliki tulang belakang. *ubuh serangga terbagi
menjadi tiga bagian, yaitu kepala (kaput!, dada (thoraks! dan perut (abdomen!. $epala
serangga memiliki enam ruas namun batas antar ruasnya tidak jelas. 3rgan-organ yang
terdapat pada kepala adalah mulut, mata 4aset, mata o#eli dan antenna. &e#ara umum
mulut serangga terdiri dari labrum (bibir atas!, sepasang mandibel (rahang atas!,
sepasang ma@ila (rahang ba+ah!, labium (bibir ba+ah! dan =pipharyng (lidah!. 8enurut
tipe makanannya, tipe mulut serangga dibagi menjadi lima, yaitu tipe penggigit dan
pengunyah, tipe pengunyah dan penghisap, tipe penjilat dan penghisap, tipe penusuk dan
penghisap serta tipe penghisap (7+idjoseputro, 1111!. &erangga herbivore termasuk
dalam tipe mulut penggigit dan pengunyah. ,agian-bagian alat mulut tipe ini adalah :
1. Labrum menutup lubang mulut dari depan dan ber4ungsi untuk memasukan
makanan kedalam rongga mulut.
2. =pipharyn@, untuk penge#ap alat ini menyatu dengan labrum bagian ba+ah dan
selanjutnya sampai kerongga mulut bagian dalam terus ke esophagus.
%. 8andible, beserta giginya, juga disebut geraham pertama.8andible merupakan
alat mulut yg penting pada tipe ini yang ber4ungsi sebagai alat pengunyah,
memotong atau melunakan makanan. 8andible merupakan alat yg kuat berasal
dari kutikula yg mengeras.
'. 8a@ilae disebut geraham kedua. 8a@ilae lebih rumit jika dibandingkan dengan
mandible. 8a@ilae merupakan alat bantu untuk mengambil makanan. 8a@ilae
memiliki empat #abang yaitu:
Cardo
(alpus
La#inia
Aalea
). "ypopharyn@ serupa dengan lidah. "ypopharyn@ tumbuh dari dasar rongga
mulut dan umumnya melekat pada bagian dalam labium.
-. Labium sebagai bibir ba+ah bersama dengan bibir atas ber4ungsi untuk menutup
dan membuka mulut. Labium terdiri dari tiga bagian yaitu :
8entum
&ub mentum
Ligulae
(ada mentum terdapat sepasang labial palpus yg masing-masing terdiri dari tiga
segmen. Ligulae ber4ungsi utk mendorong makanan masuk ke rongga mulut yang terdiri
atas sepasang glosa dan sepasang paraglosa. ,eberapa jenis serangga dengan tipe mulut
menggigit mengunyah :
a. <im4a dan imago ordo Coleoptera, yaitu Curculio sp.
b. Larva dan imago ordo 3rthoptera, yaitu Valanga nigricornis
#. <im4a dan imago Isoptera, yaitu Captotemaes sp
d. Larva dari ordo Lepidoptera, yaitu Spodoptera litura
(,orror and Bhite, 11/5!.
"abitat serangga terdapat disemua tempat, sebagian hidup didalam air ta+ar,
tanah lumpur, parasit, pada ma#am-ma#am tumbuhan atau he+an lainnya. 8isalnya
habitat belalang kayu berada di rerumputan kering. "abitat serangga mulai dari laut
sampai 25.555 kaki dipegunungan. $ehidupan serangga sebagian besar dihabiskan
diudara dari ketinggian 1555-1'555 kaki pada siang hari. ,eberapa serangga ada yang
melimpah pada suhu hangat. &erangga memakan jaringan dan #airan tumbuhan yang di
sebut 4ito4agus seperti belalang, kupu-kupu raja, kumbang kentang makan getah
tanaman. &elain itu, serangga banyak tersebar di Indonesia bagian barat pada dataran
rendah 5--55 m dpl (,orror and Bhite, 11/5!.
,erdasarkan rantai makanannya, serangga dapat dikelompokkan menjadi
mono4ag, oligo4ag, dan poli4ag. 8ono4ag adalah spesies serangga yang makanannya
hanya terbatas pada satu jenis tanaman, khususnya serangga dari ordo "omoptera atau
beberapa dari 7iptera. ,eberapa serangga hanya makan terbatas pada beberapa jenis
tanaman dari satu 4amily (oligo4ag!. &erangga poli4ag mempunyai tanaman inang yang
rentangnya sangat lebar. (emilihan tanaman inang ini ditentukan oleh 4aktor 4isik dan
metabolit sekunder seperti glikosida, alkaloid, dan minyak atsiri (Chapman, 11-1!.
&erangga seperti belalang kayu bersi4at poli4ag, memakan daun dan akti4 pada
siang hari. (ada daun yang terserang terlihat adanya bekas gigitan dari tepi atau bagian
tengah daun sehingga daun menjadi berlubang-lubang dan pada serangan yang berat
tersisa tinggal tulang daunnya saja. 8enurut &udarmono (2552!, bah+a bila belalang
berimigrasi dalam jumlah yang #ukup besar maka dapat menyebabkan kerusakan yang
berarti, bahkan kelompok ka+anan belalang dalam +aktu beberapa jam dapat
menyebabkan kerusakan yang berat pada daun.
*ingkat herbivory serangga pada tanaman manga paling tinggi adalah 0,)6
pada daun ke-/, sedangkan tingkat herbivory paling rendah adalah 5,526 pada daun ke-
-. *ingkat herbivory tertinggi pada tanaman matoa terdapat pada daun ke-' sebesar
'/,5)6, sedangkan tingkat herbivory terke#il terdapat pada daun ke-0 sebesar 5,21%6.
$emudian tingkat herbivory tertinggi pada tanaman manga, yaitu 0),-/26 pada daun
ke-0, sedangkan tingkat herbivory terke#ilnya adalah 5,5--6 pada daun ke-/. "asil
yang diperoleh menunjukkan perbedaan dalam tingkat predasinya. "al ini dapat
disebabkan karena tahap perkembangan serangga dan umur serangga. 8isalnya pada
larva instar kupu-kupu dari tahap satu sampai lima. &ebelum berubah menjadi
kepompong, larva kupu-kupu ini akan akti4 memakan daun. &elain itu, pada belalang
besar atau bentuk de+asa akan memiliki tingkat predasi yang lebih besar daripada
belalang yang masih ke#il (8artiny, 1100!. .da empat komponen yang memengaruhi
kelimpahan populasi suatu hama, yaitu #ua#a, makanan, serangga lainnya, dan tempat
hidup ($arma+ati, 2515!.
,erdasarkan 4enomena yang ditemukan di alam, diketahui bah+a kelimpahan
populasi serangga beserta sebarannya berbeda dari satu tempat ke tempat lainnya atau
dari satu +aktu ke +aktu berikutnya. .rtinya, kelimpahan populasi serangga tersebut
tidak akan punah atau terus menurun sampai populasi menghilang. ,anyak 4aktor yang
memengaruhi keseimbangan populasi hama di alam serta sangat kompleks dan setiap
ahli memiliki pendapat yang berbeda. <amun se#ara umum, 4aktor tersebut dapat
dikelompokkan menjadi 4aktor biotik dan abiotik ($rebs 11/0!.
&erangga herbivore biasanya berperan sebagai hama pada suatu tumbuhan atau
tanaman. 8isalnya serangan hama pada pola tanam akar +angi dan kentang yang berupa
hama jenis . huidobrensis yang merupakan hama penting sayuran (kubis, ka#ang,
+ortel, ba+ang daun! dan tanaman hias. &erangga ini bersi4at poli4agus dan menyerang
tanaman kentang, tomat, seledri, ka#ang ka#angan, mentimun, dan berbagai jenis gulma.
Larva hidup dalam jaringan daun dan memakan jaringan meso4il, sehingga mengurangi
kapasitas 4otosintetis daun. Imago serangga sering ditemukan pada tajuk bagian atas,
diduga berhubungan dengan intensitas #ahaya matahari dan kandungan nitrogen yang
tinggi. (ada daun yang demikian imago lebih mudah menusukkan ovipositornya untuk
meletakkan telur, menentukan kadar protein demi kelangsungan kehidupan
keturunannya, dan mengambil karbohidrat sebagai makanan. Lalat betina dan jantan
memakan #airan daun yang keluar dari tusukan. &erangan berat dapat menurunkan hasil
sampai 1556 pada kentang dan /56 pada tanaman lain (*arigan, 255-!. &erangga-
serangga hama dapat ditekan populasinya dengan menggunakan serangga predator atau
sering disebut dengan istilah kontrol biologi. 3rdo yang berperan sebagai predator yang
ditemukan terbanyak di perkebunan kakao adalah dari ?amili .ntho#oridae (kepik
perompak ke#il!. .ntho#oridae mudah ditangkap karena pergerakannya yang pasi4,
berbentuk bulat telur memanjang, agak gepeng dan memakan berbagai jenis serangga-
serangga ke#il dan telur-telur serangga ((utra et al., 2511!.
&erangga juga dapat berperan sebagai kontrol biologi (predator bagi serangga
lain! yang mampu menekan populasi hama serangga perkebunan. &erangga predator
yang umum adalah belalang sembah (!ierodula sp.C 8antodeaC 8antidae! yang
memangsa serangga-serangga lain. 7alam suatu ekosistem perkebunan juga terdapat
serangga parasit pada serangga lain (Cleptoparasitisme!, misalnya dari 3rdo 7iptera dan
"ymenoptera yang dapat bersi4at sebagai sebagai endoparasit atau e"toparasit.
$eberadaan serangga parasit di perkebunan dapat membantu menekan populasi hama
serangga (,orror et al., 1102!. $etika interaksi tumbuhan menjadi lebih kompeks,
keberadaan suatu organisme dapat berdampak pada tingkat tropi# se#ara keseluruhan.
8isalnya keberadaan lalat akar akan mempengaruhi keberadaan tingkat tro4ik diatasnya
yaitu serangga herbivore pada daun, parasitoid dan hiperparasitoid. (engrauh ini terjadi
se#ara tidak langsung melalui perubahan kualitas tanaman inang. $eberadaan herbivore
pada akar tanaman tersebut mengurangi +aktu perkembangan dari herbivore pada daun
dan parasitoid. $eberadaan serangga tersebut juga mengurangi se#ara nyata ukuran
imago dari parasitoid dan hiperparasitoid ("amid, 2551!.
&e#ara evolusi, tumbuhan telah mengembangkan bahan kimia berupa metabolit
sekunder yang digunakan oleh tumbuhan sebagai alat pertahanan alami terhadap
serangan organisme pengganggu. *umbuhan sebenarnya kaya akan bioakti4. Lebih dari
2.'55 jenis tumbuhan yang termasuk ke dalam 2%) 4amili dilaporkan mengandung bahan
pestisida. 3leh karena itu, apabila tumbuhan tersebut dapat diolah menjadi bahan
pestisida maka petani akan sangat terbantu dalam meman4aatkan sumber daya yang ada
di sekitarnya ($arma+ati, 2515!. 8isalnya pada tanaman akar +angi, populasi dan jenis
serangga sangat rendah yakni belalang lan#ip dan belalang hijau sehingga intensitas
serangan hama juga mendekati nol yakni 5,51. >endahnya serangan ini karena tanaman
yang digunakan memiliki si4at repelen seperti suren, glirisidia dan serai +angi sehingga
serangga menjauhi areal pertanaman tersebut (*arigan, 255-!.
.da empat kelompok insektisida nabati yang telah lama dikenal, yaitu: (1!
golongan nikotin dan alkaloid lainnya, bekerja sebagai insektisida kontak, 4umigant atau
ra#un perut, terbatas untuk serangga yang ke#il dan bertubuh lunakC (2! piretrin, berasal
dari Chrysanthemum cinerari#olium, bekerja menyerang urat syara4 pusat, di#ampur
dengan minyak +ijen, talek atau tanah lempung, digunakan untuk lalat, nyamuk, ke#oa,
hama gudang, dan hama penyerang daunC (%! rotenone dan rotenoid, berasal dari
tanaman $erris sp. dan bengkuang (Pachyrrhi%us eroses!, akti4 sebagai ra#un kontak
dan ra#un perut untuk berbagai serangga hama, tetapi bekerja sangat lambatC serta ('!
aDadira#htin, berasal dari tanaman mimba (A%adirachta indica!, bekerja sebagai
anti#eedantdan selekti4 untuk serangga pengisap sejenis +ereng dan penggulung daun,
baru terurai setelah satu minggu ($arma+ati, 2515!.
IV6 KESI5P4LAN
,erdasarkan hasil dan pembahasan diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1. &erangga se#ara umum tubuhnya terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kepala, dada dan
perut. "abitatnya berada di air dan daratan atau terrestrial, sedangkan
penyebarannya banyak terdapat di Indonesia barat.
2. *ingkat herbivory serangga pada tanaman manga paling tinggi adalah 0,)6 pada
daun ke-/, sedangkan tingkat herbivory paling rendah adalah 5,526 pada daun ke-
-. *ingkat herbivory tertinggi pada tanaman matoa terdapat pada daun ke-' sebesar
'/,5)6, sedangkan tingkat herbivory terke#il terdapat pada daun ke-0 sebesar
5,21%6. $emudian tingkat herbivory tertinggi pada tanaman manga, yaitu 0),-/26
pada daun ke-0, sedangkan tingkat herbivory terke#ilnya adalah 5,5--6 pada daun
ke-/.
%. &e#ara evolusi, tumbuhan telah mengembangkan bahan kimia berupa metabolit
sekunder yang digunakan oleh tumbuhan sebagai alat pertahanan alami terhadap
serangan organisme pengganggu.
DA%TAR P4STAKA
,orror,7.2., and >.=. Bhite., 11/5. . 4ield Auide *o *he &tudy 34 Inse#ts. "outon
8i44lin Company. ,oston. Company. =ngle+ood Cli44s, <e+ 2ersey.
,orror, 7. 2., ..*. Charles, ?. 2. <orman. 1102. .n Introdu#tion to the &tudy 34 Inse#ts.
&i@th edition. *he 3hio &tate ;niversity.
Chapman, >.?. 11-1. *he Inse#ts: &tru#ture and 4un#tion. =lsevier, <e+ Eork. 011 pp.
7+idjoseputro, 7. 1111. &"ologi Manusia $engan ing"ungannya. 2akarta: =rlangga.
=l4idasari, 7. 255/. 2enis Interaksi Intraspesi4ik dan Interspesi4ik pada *iga 2enis $untul
saat 8en#ari 8akan di &ekitar Cagar .lam (ulau 7ua &erang, (ropinsi ,anten.
,iodiversitas, vol : 0, no :', hal : 2---2-1
"amid, ". 2551. $omunitas &erangga "erbivora (enggerek (olong Legum dan
(arasitoidnya : &tudi $asus di 7aerah (alu dan *oro, &ula+esi *engah. I(,,
,ogor.
$arma+ati, =. 2515. (=<A=<7.LI.< ".8. !elopeltis spp. (.7. 2.8,; 8=*=
,=>7.&.>$.< =$3L3AI: &*>.*=AI 7.< I8(L=8=<*.&I6
(engembangan inovasi (ertanian )(2! : 152-111.
$rebs, C.2. 11/0. =#ology: *he =@perimental .nalysis o4 7istribution and .bundan#e.
"arper and >o+, <e+ Eork. -/0 pp
8artiny, <. 1100. $emampuan (emangsaan (redator Curunis Coeruleus 8ulsant
(Coleoptera: Co##inellidae! pada ,erbagai $epadatan (opulasi *elur $utu
Lon#at Lamtaro !eteropsylla cubana Cra+4ord ("omoptera: (syillidae!.
&kripsi. 2urusan "ama dan (enyakit *umbuhan, ?akultas (ertanian, ?akultas
(ertanian, Institut (ertanian. ,ogor.
(utra, I. A. .. (., Batiniasih, <.L. dan &uartini, <.8. 2511. I<F=<*.>I&.&I
&=>.<AA. (.7. (=>$=,;<.< $.$.3 (Theobroma cacao!
L.,3>.*3>I;8 ;<I* (=>LI<7;<A.< *.<.8.< 7=&. ,=7;L;,
$=C.8.*.< ,L.",.*;", $.,;(.*=< AI.<E.>, ,.LI. 2urnal
,iologi GIF (1! : 11 H 2'.
&udarmono. 2552. (engenalan &erangga, "ama, (enyakit, dan Aulma (adi. $anisius.
Eogyakarta.
*arigan, <. 255-. 2=<I&-2=<I& &=>.<AA. 7.< I<*=<&I*.& &=>.<A.<<E.
(.7. ,=>,.A.I (3L. *.<.8 .$.> B.<AI. ,uletin *eknik
(ertanian Fol. 11 <o. 1.