Anda di halaman 1dari 4

Bandung, 2 mei 2013

MEMORI KASASI
Putusan Pengadilan Tinggi Jawa Barat Tanggal 23 April 2013
No.67/pdt/2013/PT.BDG, dalam perkara anara :

Edi Suwarsono bertepat tinggal di jalan
Ahmad Yani No.30 Jakarta semula Tenggugat kemudian Perbanding
Dan sekarang Pemohon Kasasi :
Lawan
Ny. Nuraini Surahman bertempat tinggal di jalan
Di Jalan Keatihan 90 Bandung Semula penggugat kemudian
Tembanding dan sekarang Termohon Kasasi

Kepada :
Yang Terhormat Bapak Ketua Pengadilan
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Di Jakarta
Dengan Hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya :
Solih Solihun, S.H.,M.H. Advocat, berkantor di jalan Asia Afrka No. 13 Bandung berdasarkan
surat kuasa tertanggal 3 mei 2013, bertindak dan untuk atas nama :
Edi Suwarsono , bertempat tinggal di jalan Ahmad Yani No. 30 Jakarta dalam hal ini telah
memilih domisili di kantor kuasanya tersebut di atas hendak menandatangani dan mengajukan
memori/risalah kasasi ini, selanjutnya akan disebut sebagai Pemohon Kasasi.
Dengan Surat ini pemohon kasasi hendak mengajukan keberatan keberatan terhadap putusan
Pengadilan Tinggi Jawa Barat tertanggal 23 April 2013 yang baru diberitahukan pada tangga 28
april 2013, dalam perkara No. 67/pdt/2013/PT.BDG. yang amarnya berbunyi sebagai berikut :
- Menerima Permohonan Banding tersebut
- Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Bandung, tanggal 19 April 2013
No.55/Pdt.G/PN.BDG dengan sekedar perbaikat dictum putusan yang selengkapnya
harus berbunyi sebagai berikut :
Menyatakan pelawan sekarang Pembanding adalah pelawan yang tidak benar
Menolak Perlawanan Pelawan
Menghukum Pelawan sekarang Pembanding untuk membayar biaya perkara
dalam kedau tingkat Peradilan tersebut.
Bahwa dengan putusan tersebut diatas, Pengadilan Tinggi Jawa Barat telah tidak melaksanakan
hukum atau salah menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku atau tidak melaksanakan
peradilan yang harus dituntut menurut Undang undang.
Adapun mengenai keberatan-keberatan yang hendak diajukan oleh PEMOHON KASASI
adalah sebagai berikut:
1. Bahwa PEMOHON KASASI (Semula Pembanding) tidak dapat menerima Keputusan
Pengadilan Tinggi Bandung tersebut dengan baik dan untuk itu PEMOHON KASASI
(Semula Pembanding) telah menyatakan mohon pemeriksaan dalam Tingkat Kasasi atas
keputusan Pengadilan Tinggi tersebut pada tanggal 22 mei 2013
2. Bahwa Pengadilan Tinggi di Bandung telah salah menerapkan hukum dan tidak
melaksanakan Hukum Acara Perdata yang berlaku atau telah salah melaksanakan Hukum
Acara tersebut.
3. Bahwa PEMOHON KASASI (Semula Pembanding) berpendapat seperti apa yang telah
disebutkan pada No.2 di atas dengan berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut:

DALAM KONPENSI
DALAM POKOK PERKARA
1. Bahwa keputusan Pengadilan Tinggi di Jawa Barat jo. Pengadilan Negeri Bandung
khusus tentang pernyataan murni kesalahan dari Tergugat dari pertimbangan hukum
tentang perbuatan melawan hukum Termohon Kasasi (Semula Terbanding), kurang
cukup pertimbangan telah menerapkan hukum yang harus diperlakukan untuk
menyelesaikan sengketa tersebut;
2. Bahwa menurut pendapat PEMOHON KASASI (Semula Pembanding), pertimbangan-
pertimbangan Pengadilan Negeri tersebut bertentangan dengan hukum atau kebenaran,
sehingga Pengadilan Negeri telah salah menarik kesimpulan dalam perkara ini dengan
alasan-alasan sebagai berikut:
- Berdasarkan pasal 20 ayat (2) UU No.5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar
Pokok-Pokok Agraria yang menyatakan bahwa Hak milik dapat beralih dan
dialihkan kepada pihak lain, dan dalam hal ini hak milik yang semula dimiliki
oleh Mama Mihardja dan kemudian beralih hak nya setelah dilakukannya
transaksi jual beli tanah dengan Oban Sobandi dan kemudian dilanjutkan dengan
transaksi jual beli tanah yang dilakukan oleh Oban Sobandi dengan Edi
Suwarsomo;
- Berdasarkan pasal 27 Point a nomor 3 UU No.5 Tahun 1960 tentang Peraturan
Dasar Pokok-Pokok Agraria dinyatakan bahwa Hak Milik hapus apabila karena
ditelantarkan, dan dalam hal ini TERMOHON KASASI (Semula Terbanding)
telah menelantarkan tanah yang terletak di Jalan Setrasari, Kelurahan Cipedes,
Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung dalam jangka waktu yang lama;
- Berdasarkan Pasal 32 ayat (1) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah yang menyatakan bahwa Sertifikat
merupakan surat tanda bukti hak yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat
mengenai data fisik dan data yuridis yang termuat di dalamnya, sepanjang data
fisik dan data yuridis tersebut sesuai dengan data yang ada dalam surat ukur dan
buku tanah hak yang bersangkutan, dan dalam hal ini PEMOHON KASASI
(Semula Pembanding) memiliki Sertifikat Hak Milik atas tanah yang sah.

DALAM REKONPENSI
1. Bahwa Pengadilan Negeri Bandung telah salah menerapkan Hukum Acara Perdata yang
berlaku, karena Pengadilan Negeri Bandung telah mengabulkan petitum gugatan yang
tidak jelas yaitu perbuatan melawan hukum terhadap kepemilikan sertifikat hak atas
tanah, dengan tidak merinci perbuatan melawan hukum seperti apa yang dimaksud
tersebut.
2. Bahwa keputusan Pengadilan Negeri Bandung yang mengabulkan gugatan yang tidak
jelas seperti tersebut di atas, bertentangan dengan Keputusan Mahkamah Agung tanggal
21 September 1970 No.492/SIP/1970 (Vide rangkuman jurisprudensi Mahkamah Agung
Indonesia II, halaman 205 No.144 mengenai perbuatan yang tidak jelas).

Maka berdasarkan segala apa yang terurai di atas, PEMOHON KASASI mohon dengan
hormat sudilah kiranya Mahkamah Agung Republik Indonesia untuk berkenan memutuskan:
- Menerima Permohonan Kasasi dari PEMOHON KASASI ini.
Membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi Bandung No.67/pdt/2013/PT.BDG Tanggal 22 mei
2013 Dan Mohon untuk mengadili sendiri perkara ini:
- Menghukum TERMOHON KASASI untuk membayar seluruh biaya perkara dalam semua
tingkatan yang telah ditempuh.

Hormat Kami Kuasa Pemohon Kasasi



Soleh Solihun,S.H.,M.H