Anda di halaman 1dari 9

JENIS-JENIS CAIRAN INFUS

Siti Fatimah Ahyar


P3.73.20.03.13.091
1B
Poltekkes Kemenkes Jakarta III
Keperawatan Persahabatan
1. Cairan hipotonik
Asmolaritasnya lebih rendah
dibandingkan serum (konsentrasi
ion Na+ lebih rendah dibandingkan
serum), sehingga larut dalam
serum, dan menurunkan
osmolaritas serum. Maka cairan
ditarik dari dalam pembuluh
darah keluar ke jaringan
sekitarnya (prinsip cairan
berpindah dari osmolaritas rendah
ke osmolaritas tinggi), sampai
akhirnya mengisi selsel yang
dituju. !igunakan pada keadaan
sel mengalami dehidrasi,
misalnya pada pasien cuci darah
(dialisis) dalam terapi diuretik, juga pada pasien hiperglikemia (kadar gula
darah tinggi) dengan ketoasidosis diabetik. "omplikasi yang membahayakan
adalah perpindahan tibatiba cairan dari dalam pembuluh darah ke sel,
menyebabkan kolaps kardio#askular dan peningkatan tekanan intrakranial
(dalam otak) pada beberapa orang. $ontohnya adalah Na$l %&' dan
!ekstrosa (,&'.
!. Cairan Isotonik
Asmolaritas (tingkat kepekatan)
cairannya mendekati serum (bagian cair
dari komponen darah), sehingga terus
berada di dalam pembuluh darah.
)erman*aat pada pasien yang mengalami
hipo#olemi (kekurangan cairan tubuh,
sehingga tekanan darah terus menurun).
Memiliki risiko terjadinya o#erload
(kelebihan cairan), khususnya pada
penyakit gagal jantung kongesti* dan
hipertensi. $ontohnya adalah cairan +inger,aktat (+,), dan normal
saline-larutan garam *isiologis (Na$l .,/').
". Aserin#
0ndikasi1
!ehidrasi (syok hipo#olemik dan asidosis) pada kondisi1
gastroenteritis akut, demam berdarah dengue (!23), luka
bakar, syok hemoragik, dehidrasi berat, trauma.
"omposisi1
4etiap liter asering mengandung1
Na 56. m78
" % m78
$l 5./ m78
$a 6 m78
Asetat (garam) (9 m78
"eunggulan1

5. Asetat dimetabolisme di otot, dan masih dapat ditolelir pada pasien


yang mengalami gangguan hati
(. :ada pemberian sebelum operasi sesar, +A mengatasi asidosis laktat
lebih baik dibanding +, pada neonatus
6. :ada kasus bedah, asetat dapat mempertahankan suhu tubuh sentral
pada anestesi dengan iso*luran
%. Mempunyai e*ek #asodilator
&. :ada kasus stroke akut, penambahan Mg4;% (. ' sebanyak 5. ml pada
5... ml +A, dapat meningkatkan tonisitas larutan in*us sehingga
memperkecil risiko
memperburuk edema serebral
$. "A7N 5)
0ndikasi1
5. 4ebagai larutan a<al bila status
elektrolit pasien belum
diketahui, misal pada kasus
emergensi (dehidrasi karena
asupan oral tidak memadai,
demam)
(. = (% jam pasca operasi
6. !osis la>im &..5... ml untuk
sekali pemberian secara 0?.
"ecepatan sebaiknya 6..&..
ml-jam (de<asa) dan &.5..
ml-jam pada anakanak
%. )ayi prematur atau bayi baru lahir,
sebaiknya
tidak diberikan
lebih dari 5.. ml-jam
%. KA-EN $A
0ndikasi 1
5. Merupakan larutan in*us rumatan untuk bayi dan anak
(. @anpa kandungan kalium, sehingga dapat diberikan pada pasien dengan
berbagai kadar konsentrasi kalium serum normal
6. @epat digunakan untuk dehidrasi hipertonik
"omposisi (per 5... ml)1
Na 6. m78-,
" . m78-,
$l (. m78-,
,aktat 5. m78-,
Alukosa %. gr-,
&. KA-EN $'
0ndikasi1
5. Merupakan larutan in*us rumatan untuk bayi dan anak usia kurang 6 tahun
(. Mensuplai 9 m78-, kalium pada pasien sehingga meminimalkan risiko
hipokalemia
6. @epat digunakan untuk dehidrasi hipertonik
"omposisi1
5.
o Na 6. m78-,
o " 9 m78-,
o $l (9 m78-,
o ,aktat 5. m78-,
o Alukosa 6B,& gr-,
(. )ts*-NS
0ndikasi1
5. Cntuk resusitasi
(. "ehilangan Na D $l, misal diare
6. 4indrom yang berkaitan dengan kehilangan
natrium (asidosis diabetikum, insu*isiensi
adrenokortikal, luka bakar).
+. ,AR-)S-1.
0ndikasi1
5. 4uplai air dan karbohidrat secara parenteral pada penderita diabetik
(. "eadaan kritis lain yang membutuhkan nutrisi
eksogen seperti tumor, in*eksi berat, stres
berat dan de*isiensi protein
6. !osis1 .,6 gr-kg ))-jam
%. Mengandung %.. kcal-,
/. Amiparen
0ndikasi1
5. 4tres metabolik berat
(. ,uka bakar
6. 0n*eksi berat
%. "<asiokor
&. :asca operasi
E. @otal :arenteral Nutrition
B. !osis de<asa 5.. ml selama E. menit
1.. A,IN)0E1-&..
0ndikasi1
5. Nutrisi tambahan pada gangguan saluran A0
(. :enderita A0 yang dipuasakan
6. "ebutuhan metabolik yang meningkat (misal luka bakar, trauma dan pasca
operasi)
%. 4tres metabolik sedang
&. !osis de<asa &.. ml selama %E jam ((.6. tpm)