Anda di halaman 1dari 3

Minyak Atsiri adalah zat cair yang mudah menguap bercampur dengan persenyawa

padat yang berbeda dalam hal komposisi dan titik cairnya, kelarutan dalam pelarut organik
dan keluratan dalam air yang diperoleh dari bagian tanaman, akar, kulit, batang, daun, buah,
biji maupun dari bunga.Minyak atsiri merupakan senyawa minyak yang berasal dari bahan
tumbuhan dengan beberapa sifat yaitu sangat mudah menguap bila dibiarkan diudara terbuka,
memiliki bau khas seperti tumbuhan aslinya, umumnya tidak berwarna tetapi memiliki warna
gelap karena mengalami oksidasi dan pendamaran. Karena sifatnya yang mudah menguap
minyak atsiri sering disebut sebagai minyak menguap atau minyak eteris. Minyak atsiri
dikenal dengan beberapa nama , yaitu :
a. Minyak menguap ( volatile oils )
Karena bila dibiarkan diudara terbuka mudah menguap tanpa meninggalkan bekas, juga
karena mengandung senyawa atau komponen yang mudah menguap dengan komposisi dan
titik didih yang berbeda.
b. Minyak essensial
Karena merupakan senyawa essential atau konstituen berbau dari tanaman penghasil.
c. Minyak eteris

Minyak atsiri ( volatile oil atau essential oil ) adalah cairan pekat yang tidak larut air,
mengandung senyawa-senyawa beraroma yang berasal dari berbagai tanaman. Minyak atsiri ini
umumnya diperoleh dengan cara distilasi, juga dapat diperoleh melalui proses ekspresi dan
ekstraksi pelarut.
Distilasi minyak atsiri dilakukan dengan cara menampung bahan baku yang berasal dari tanaman,
seperti daun, kulit kayu, biji, dan akar, ke alat distilasi di atas air. Ketika air dipanaskan, uap air
akan melewati bahan baku tersebut dan ikut menguapkan minyak atsiri. Uap minyak atsiri akan
mengalami kondensasi kembali menjadi cairan dan ditampung di alat penampung. Cairan ini
dinamakan hidrosol atau hidrolat.

Destilasi merupakan teknik pemisahan yang didasari atas perbedaan perbedaan titik
didik atau titik cair dari masing-masing zat penyusun dari campuran homogen. Dalam proses
destilasi terdapat dua tahap proses yaitu tahap penguapan dan dilanjutkan dengan tahap
pengembangan kembali uap menjadi cair atau padatan. Atas dasar ini maka perangkat
peralatan destilasi menggunakan alat pemanas dan alat pendingin.
Proses destilasi diawali dengan pemanasan, sehingga zat yang memiliki titik didih
lebih rendah akan menguap. Uap tersebut bergerak menuju kondenser yaitu pendingin, proses
pendinginan terjadi karena kita mengalirkan air kedalam dinding (bagian luar condenser),
sehingga uap yang dihasilkan akan kembali cair. Proses ini berjalan terus menerus dan
akhirnya kita dapat memisahkan seluruh senyawa-senyawa yang ada dalam campuran
homogen tersebut.


Timbang sampel minyak atsiri berupa daun kayu putih sebanyak 500 gram. Isi ketel
dengan air sebagai wadah pemanas dimana air dan sampel tidak menyentuh. Masukkan
sampel daun kayu putih kedalam ketel yang diberi sekat antara air dan sampel. Rangkai alat
destilasi bersama dengan clavengger dan kondensor. Periksa jangan sampai ada kebocoran
pada alat yang digunakan. Alirkan air pendingin ke dalam kondensor. Hidupkan pemanas.
Karena adanya panas, maka air akan mendidih lalu menguap. Uap air akan naik keatas
membawa komponen minyak yang terdapat pada sampel. Pada kondensor terjadi perubahan
fase dari gas menjadi cair. Lalu air dan minyak tersebut akan tertampung di clavengger. Di
dalam clavengger, air dan minyak akan memisah dikarenakan perbedaan densitas atau berat
jenis, dimana minyak memiliki massa jenis lebih kecil bila dibandingkan dengan air.
Sehingga minyak berada diatas air. Proses destilasi uap air-langsung ini dilakukan 5 jam.
Setelah itu air dan minyak didinginkan serta di pisahkan. Minyak yang telah didapat
diukur massa dengan menggunakan neraca analitik. Lalu hitung massa jenis minyak atsiri dan
hitung rendemen minyak atsiri. Simpan produk didalam botol kaca.

Batu didih adalah benda yang kecil, bentuknya tidak rata, dan berpori, yang
biasanya dimasukkan ke dalam cairan yang sedang dipanaskan. Biasanya, batu didih
terbuat dari bahan silika, kalsium karbonat, porselen, maupun karbon. Batu didih
sederhana bisa dibuat dari pecahan-pecahan kaca, keramik, maupun batu kapur, selama
bahan-bahan itu tidak bisa larut dalam cairan yang dipanaskan.

Fungsi penambahan batu didih ada 2, yaitu:
1. Untuk meratakan panas sehingga panas menjadi homogen pada seluruh bagian larutan.
2. Untuk menghindari titik lewat didih.
Pori-pori dalam batu didih akan membantu penangkapan udara pada larutan dan
melepaskannya ke permukaan larutan (ini akan menyebabkan timbulnya gelembung-
gelembung kecil pada batu didih). Tanpa batu didih, maka larutan yang dipanaskan akan
menjadi superheated pada bagian tertentu, lalu tiba-tiba akan mengeluarkan uap panas
yang bisa menimbulkan letupan/ledakan (bumping).

Batu didih tidak boleh dimasukkan pada saat larutan akan mencapai titik didihnya. Jika
batu didih dimasukkan pada larutan yang sudah hampir mendidih, maka akan terbentuk
uap panas dalam jumlah yang besar secara tiba-tiba. Hal ini bisa menyebabkan ledakan
ataupun kebakaran. Jadi, batu didih harus dimasukkan ke dalam cairan sebelum cairan itu
mulai dipanaskan. Jika batu didih akan dimasukkan di tengah-tengah pemanasan (mungkin
karena lupa), maka suhu cairan harus diturunkan terlebih dahulu.

Sebaiknya batu didih tidah digunakan secara berulang-ulang karena pori-pori dalam batu
didih bisa tersumbat zat-zat pengotor dalam cairan.


Selama proses pemanasan, air akan menguap, uap air akan naik ke atas mengenai sampel
daun kayu putih sekaligus mengikat minyak yang ada pada daun kayu putih. Penguapan air
ini sudah tampak setelah satu jam pertama pemanasan. Uap air tersebut akan masuk ke
kondensor dan diubah fasanya menjadi cair, sehingga terdapat cairan minyak yang bercampur
dengan air yang jatuh di clavengger. Cairan minyak yang bercampur dengan air ini sudah
tampak setelah dua jam pemanasan.
Selama proses pemanasan, perlu dilakukan pemantauan terhadap kondensor.
Kondensor di sini bertindak sebagaia pendingin uap yang terbentuk dari pemanasan agar
dapat menjadi cairan kembali. Pemantauan trerhadap terhadap kondensor dilakukan dengan
terus mengganti air yang mengalir dalm kondensor alasannya adalah supaya proses
pendingininan uap untuk menjadi cairan kembali, berjalan sempurna, karena jika kondensor
terlalu panas maka proses pendinginan uap akan terhambat, sehingga cairan yang seharusnya
tertampung tidak ada.
Di dalam clavengger, minyak dan air akan memisah berdasarkan berat jenisnya.
Minyak atsiri akan berada di atas air, hal ini disebabkan minyak atsiri memiliki massa jenis
yang cenderung lebih ringan dibandingkan massa jenis air. Akhirnya, setelah 5 jam berlalu
dan pemanas dimatikan, alat destilasi didinginkan terlebih dahulu selama beberapa menit
sebelum ketel dibuka dan ampas daun kayu putih dibuang.