Anda di halaman 1dari 14

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO

Dosen Pengajar : Dr. Very Dermawan ST., MT







DISUSUN OLEH:

ANZILIRROHMAH LITSANIYAH
135060400111017



KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
TEKNIK PENGAIRAN
MALANG
JANUARI 2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Indonesia memiliki topografi pegunungan yang tersebar hampir di
seluruh wilayah. Pada umumnya, pegunungan bertekstur terjal dengan jumlah
penduduk yang relatif sedikit. Kondisi ini menghambat pembangunan
infrastruktur oleh pemerintah atau swasta, karena biaya dan perawatan tidak
berimbang dengan hasil yang didapat. Oleh karena itu,listrik masih menjadi
sesuatu yang mahal bagi masyarakat pegunungan. Daerah pegunungan
memiliki energi listrik yang besar dalam bentuk air. Sebagian daerah
pegunungan terdapat sumber mata air yang mengalir melalui sungai-sungai
sepanjang tahun. Aliran sepanjang tahun dan mempunyai ketinggian dapat
dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro. Pembangkit
Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) merupakan teknologi yang handal dan
ramah lingkungan. Peralatan yang digunakan relatif sederhana dan mudah
dicari. Lahan yang dibutuhkan tidak luas, sehingga tidak perlu membuka
hutan untuk membangun instalasinya. Pemasangan peralatan dapat
disesuaikan dengan kondisi alam yang ada dan desainnya dapat disesuaikan
dengan ketersediaan debit air.
1.2. Tujuan
Makalah ini dibuat dengan maksud agar pembaca mengetahui tentang
apa itu PLTMH, apa peredaannya dengan minihidro dan PLTA, bagaimana
prinsip kerjanya, apa komponen-komponen penyusunnya.
1.3. Batasan Masalah
Makalah ini dibatasi pada fenomena turbin, khususnya pengertian dari
PLTMH, prinsip kerja, perhitungan teknis, perhitungan ekonomis, komponen
PLTMH, kelebihan dan kelemahaannya.


BAB II
ISI

1. Pengertian Pemangkit Listrik Tenaga Mikrohidro
Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) adalah pembangkit
listrik berskala kecil (kurang dari 100 kW), yang memanfaatkan tenaga
(aliran) air sebagai sumber penghasil energi. PLTMH termasuk sumber energi
terbarukan dan layak disebut clean energy karena ramah lingkungan. Dari
segi teknologi, PLTMH dipilih karena konstruksinya sederhana, mudah
dioperasikan, serta mudah dalam perawatan dan penyediaan suku cadang.
Secara ekonomi, biaya operasi dan perawatannya relatif murah, sedangkan
biaya investasinya cukup bersaing dengan pembangkit listrik lainnya. Secara
sosial, PLTMH mudah diterima masyarakat luas (bandingkan misalnya
dengan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir). PLTMH biasanya dibuat dalam
skala desa di daerah-daerah terpencil yang belum mendapatkan listrik dari
PLN. Tenaga air yang digunakan dapat berupa aliran air pada sistem irigasi,
sungai y ang dibendung atau air terjun. Kondisi air yang bisa dimanfaatkan
sebagai sumber daya (resources) penghasil listrik adalah memiliki kapasitas
aliran dan ketinggian tertentu dan instalasi. Semakin besar kapasitas aliran
maupun ketinggiannya dari istalasi maka semakin besar energi yang bisa
dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.
Seperti dikatakan di atas, Mikrohidro hanyalah sebuah istilah. Mikro
artinya kecil sedangkan hidro artinya air. Dalam prakteknya, istilah ini tidak
merupakan sesuatu yang baku namun bisa dibayangkan bahwa Mikrohidro
pasti mengunakan air sebagai sumber energinya. Yang membedakan antara
istilah Mikrohidro dengan Minihidro adalah output daya yang dihasilkan.
Mikrohidro menghasilkan daya lebih rendah dari 100 kW, sedangkan untuk
minihidro daya keluarannya berkisar antara 100 sampai 5000 kW. Lebih dari
5000 kW dapat dikatakan sebagai PLTA.


2. Prinsip kerja PLT Mikrohidro
PLT Mikrohidro pada prinsipnya memanfaatkan beda ketinggian dan
jumlah debit air perdetik yang ada pada aliran air saluran irigasi, sungai atau
air terjun. Aliran air ini akan memutar poros turbin sehingga menghasilkan
energi mekanik. Energi ini selanjutnya menggerakkan generator dan
menghasilkan listrik. Pembangunan PLTMH perlu diawali dengan
pembangunan bendungan untuk mengatur aliran air yang akan dimanfaatkan
sebagai tenaga penggerak PLTMH. Bendungan ini dapat berupa bendungan
beton atau bendungan beronjong. Bendungan perlu dilengkapi dengan pintu
air dan saringan sampah untuk mencegah masuknya kotoran atau endapan
lumpur. Bendungan sebaiknya dibangun pada dasar sungai yang stabil dan
aman terhadap banjir.
Di dekat bendungan dibangun bangunan pengambilan (intake).
Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan saluran penghantar yang berfungsi
mengalirkan air dari intake. Saluran ini dilengkapi dengan saluran pelimpah
pada setiap jarak tertentu untuk mengeluarkan air yang berlebih. Saluran ini
dapat berupa saluran terbuka atau tertutup. Di ujung saluran pelimpah
dibangun kolam pengendap. Kolam ini berfungsi untuk mengendapkan pasir
dan menyaring kotoran sehingga air yang masuk ke turbin relatif bersih.
Saluran ini dibuat dengan memperdalam dan memperlebar saluran penghantar
dan menambahnya dengan saluran penguras. Kolam penenang (forebay) juga
dibangun untuk menenangkan aliran air yang akan masuk ke turbin dan
mengarahkannya masuk ke pipa pesat (penstok). Saluran ini dibuat dengan
konstruksi beton dan berjarak sedekat mungkin ke rumah turbin untuk
menghemat pipa pesat.
Pipa pesat berfungsi mengalirkan air sebelum masuk ke turbin. Dalam
pipa ini, energi potensial air di kolam penenang diubah menjadi energi kinetik
yang akan memutar roda turbin. Biasanya terbuat dari pipa baja yang dirol,
lalu dilas. Untuk sambungan antar pipa digunakan flens. Pipa ini harus
didukung oleh pondasi yang mampumenahan beban statis dan dinamisnya.
Pondasi dan dudukan ini diusahakan selurus mungkin, karena itu perlu
dirancang sesuai dengan kondisi tanah.
Turbin, generator dan sistem kontrol masing-masing diletakkan dalam
sebuah rumah yang terpisah. Pondasi turbin-generator juga harus dipisahkan
dari pondasi rumahnya. Tujuannya adalah untuk menghindari masalah akibat
getaran. Rumah turbin harus dirancang sedemikian agar memudahkan
perawatan dan pemeriksaan.
Setelah keluar dari pipa pesat, air akan memasuki turbin pada bagian
inlet. Di dalamnya terdapat guided vane untuk mengatur pembukaan dan
penutupan turbin serta mengatur jumlah air yang masuk ke runner/blade
(komponen utama turbin). Runner terbuat dari baja dengan kekuatan tarik
tinggi yang dilas pada dua buah piringan sejajar. Aliran air akan memutar
runner dan menghasilkan energi kinetik yang akan memutar poros turbin.
Energi yang timbul akibat putaran poros kemudian ditransmisikan ke
generator. Seluruh sistem ini harus balance. Turbin perlu dilengkapi casing
yang berfungsi mengarahkan air kerunner. Pada bagian bawah casing terdapat
pengunci turbin. Bantalan (bearing) terdapat pada sebelah kiri dan kanan
poros dan berfungsi untuk menyangga poros agar dapat berputar dengan
lancar.
Daya poros dari turbin ini harus ditransmisikan ke generator agar dapat
diubah menjadi energi listrik. Generator yang dapat digunakan pada
mikrohidro adalah generator sinkron dan generator induksi. Sistem transmisi
daya ini dapat berupa sistem transmisi langsung (daya poros langsung
dihubungkan dengan poros generator dengan bantuan kopling), atau sistem
transmisi daya tidak langsung, yaitu menggunakan sabuk atau belt untuk
memindahkan daya antara dua poros sejajar. Keuntungan sistem transmisi
langsung adalah lebih kompak, mudah dirawat, dan efisiensinya lebih tinggi.
Tetapi sumbu poros harus benar-benar lurus dan putaran poros generator
harus sama dengan kecepatan putar poros turbin. Masalah ketidaklurusan
sumbu dapat diatasi dengan bantuan kopling fleksibel. Gearbox dapat
digunakan untuk mengoreksi rasio kecepatan putaran. Sistem transmisi tidak
langsung memungkinkan adanya variasi dalam penggunaan generator secara
lebih luas karena kecepatan putar poros generator tidak perlu sama dengan
kecepatan putar poros turbin. Jenis sabuk yang biasa digunakan untuk
PLTMH skala besar adalah jenis flat belt, sedang V-belt digunakan untuk
skala di bawah 20 kW. Komponen pendukung yang diperlukan pada sistem
ini adalah pulley, bantalan dan kopling. Listrik yang dihasilkan oleh generator
dapat langsung ditransmisikan lewat kabel pada tiang-tiang listrik menuju
rumah konsumen.

3. Perhitungan Teknis
Potensi daya mikrohidro dapat dihitung dengan persamaan:
daya (P) = 9.8 x Q x Hn x h
dengan: P = Daya (kW)
Q = debit aliran (m
3
/s)
Hn = Head net (m)
9,8 = konstanta grav itasi
h = efisiensi keseluruhan.
Misalnya, diketahui data di suatu lokasi adalah sebagai berikut: Q = 300 m
3
/s,
Hn = 12 m dan h = 0,5. Maka, besarnya potensi daya (P) adalah:
P = 9,8 x Q x Hn x h
= 9,8 x 300 x 12 x 0,5
= 17640 W
= 17,64 kW

4. Perhitungan Ekonomis
Pembangunan PLT Mikrohidro memerlukan investasi yang relatif
besar. Nilai investasi per kW terpasangnya - menurut perhitungan Yayasan
Mandiri - berkisar antara Rp. 4 juta sampai Rp. 8 juta. Adapun, biay a (harga)
listrik per kWH-nya dihitung berdasarkan biaya awal (initial cost) dan biaya
operasional (operational cost). Komponen biaya awal terdiri dari: biaya
bangunan sipil, biaya fasilitas elektrik dan mekanik serta biaya sistem
pendukung lain. Komponen biaya operasional yaitu: biaya perawatan, biaya
penggantian suku cadang, biaya tenaga kerja (operator) serta biaya lain yang
digunakan selama pemakaian.
Contoh perhitungan harga listrik per kWh dari PLT Mikrohidro adalah
sebagai berikut. Misalkan, untuk membangun suatu PLTMH dengan
kapasitas terpasang 1 kW, dibutuhkan biaya awal Rp 4 juta. Umur pakai
mikrohidro yang dirancang adalah 10 tahun dengan biaya operasional Rp. 1
Jut/tahun. Sehingga total biayanya menjadi Rp. 10 Juta. Maka, biaya rata-rata
(Rp) per hari adalah:
Rp/hari =



=



. = Rp 3836/ hari

Biaya (harga) per kWh ditentukan oleh biaya rata-rata per hari dan
besarnya energi listrik yang dihasilkan per hari (kWh/hari). Energi per hari ini
ditentukan oleh besarnya daya terpasang serta faktor daya. Faktor daya adalah
jumlah waktu (jam) efektif di mana PLT Mikrohidro menghasilkan energi
listrik dalam satu hari (satuannya: jam/hari). Nilai faktor daya dipengaruhi
oleh karakteristik (fluktuasi) aliran air di mana PLTM dibangun.
Jika diasumsikan faktor daya besarnya 12, maka harga energi listrik per
kWh2 adalah:
Harga/kWh =



. =



=



= Rp 320/kWh

5. Perancangan sistem PLT Mikrohidro
Tahap pertama perancangan PLT Mikrohidro adalah studi awal. Studi
ini diawali dengan survey lapangan untuk memperoleh data primer mengenai
debit aliran dan head (beda ketinggian). Debit aliran dapat diukur dengan
metode konduktivitas atau metode Weir. Berdasarkan data tersebut dapat
dihitung perkiraan potensi daya awal. Data lapangan sebaiknya diambil
beberapa kali pada musim yang berbeda untuk memperoleh gambaran yang
tepat mengenai potensi daya dari aliran air tersebut.
Selain itu, perlu dicari data pendukung, yaitu: kondisi air (keasaman,
kekeruhan, serta kandungan pasir atau lumpur), keadaan dan kestabilan tanah
di lokasi bangunan sipil, serta ketersediaan bahan, transportasi dan tenaga
trampil (operator). Setelah survey lapangan, tahap perancangan selanjutnya
adalah pemilihan lokasi dan penentuan dimensi utama, pembuatan analisis
keunggulan dan kelemahan setiap alternatif pilihan, pembuatan sketsa elemen
utama, penentuan tipe serta kapasitas turbin dan generator yang akan
digunakan, penentuan sistem kontrol sistem (manual/otomatis), perancangan
jaringan transmisi dan distribusi serta perancangan sistem penyambungan ke
rumah-rumah.
Sebelum membangun PLT Mikrohidro di suatu tempat perlu diketahui
dahulu rencana PLN untuk daerah yang bersangkutan, kebutuhan listriknya,
rencana penggunaan daya listrik dan faktor bebannya, studi kelayakan
ekonomi serta kesiapan lembaga pengelola. Setelah semua studi yang
diperlukan siap dan layak, dilakukan proses disain yang lebih lebih rinci,
yaitu: pembuatan detail gambar teknik, penentuan spesif ikasi teknis secara
jelas, penyusunan jadwal kegiatan, penghitungan biaya setiap komponen serta
penyiapan pengurus yang akan mengelola PLTMH. Jika seluruh disain ini
telah siap maka pembangunan PLT Mikrohidro dapat dimulai.

6. Komponen-Komponen PLT Mikro Hidro






Gambar 2. Komponen-komponen Besar dari sebuah Skema Mikro Hidro


Diversion Weir dan Intake (Dam/Bendungan Pengalih dan Intake)
Dam pengalih berfungsi untuk mengalihkan air melalui sebuah pembuka di
bagian sisi sungai (Intake pembuka) ke dalam sebuah bak pengendap
(Settling Basin).







Settling Basin (Bak Pengendap)
Bak pengendap digunakan untuk memindahkan partikel-partikel pasir dari air.
Fungsi dari bak pengendap adalah sangat penting untuk melindungi
komponen-komponen berikutnya dari dampak pasir.








Headrace (Saluran Pembawa)
Saluran pembawa mengikuti kontur dari sisi bukit untuk menjaga elevasi dari
air yang disalurkan.






Headtank (Bak Penenang)
Fungsi dari bak penenang adalah untuk mengatur perbedaan keluaran air
antara sebuah penstock dan headrace, dan untuk pemisahan akhir kotoran
dalam air seperti pasir, kayu-kayuan.







Penstock (Pipa Pesat)
Penstock dihubungkan pada sebuah elevasi yang lebih rendah ke sebuah roda
air, dikenal sebagai sebuah Turbin.







Turbin dan Generator
Perputaran gagang dari roda dapat digunakan untuk memutar sebuah alat
mekanikal (seperti sebuah penggilingan biji, pemeras minyak, mesin bubut
kayu dan sebagainya), atau untuk mengoperasikan sebuah generator listrik.
Mesin-mesin atau alat-alat, dimana diberi tenaga oleh skema hidro, disebut
dengan Beban (Load), dalam Gambar 2. bebannya adalah sebuah
penggergajian kayu.
Tentu saja ada banyak variasi pada penyusunan disain ini. Sebagai
sebuah contoh, air dimasukkan secara langsung ke turbin dari sebuah saluran
tanpa sebuah penstock seperti yang terlihat pada penggergajian kayu di
Gambar 2. Tipe ini adalah metode paling sederhana untuk mendapatkan
tenaga air, tetapi belakangan ini tidak digunakan untuk pembangkit listrik
karena efisiensinya rendah. Kemungkinan lain adalah bahwa saluran dapat
dihilangkan dan sebuah penstock dapat langsung ke turbin dari bak
pengendap pertama. Variasi seperti ini akan tergantung pada karakteristik
khusus dari lokasi dan skema keperluan-keperluan dari pengguna.

7. Kelebihan dan Kelemahan PLTMikrohidro
Setiap pembangkit pasti akan mengalami kelebihan dan kelemahan
pada umumnya, pada observasi lapangan telah didapat beberapa kelebihan
dan kelemahan pada kincir air tersebut. Kelebihan dari PLTMH bahwa
terutama pada rangkaian yang sederhana akan dapat menghasilkan energi
listrik yang dapat dinikmati sebagai fasilitas kebutuhan sehari-hari dengan
biaya yang tidak terlalu mahal, apalagi jika 1 rangkaian digunakan oleh 5
rumah atau lebih akan sangat terjangkau. Selain perawatannnya mudah juga
tidak perlu mengeluarkan biaya banyak untuk melakukan perawatan tersebut,
hanya perlu pelumasan pada gear jika sudah kasar suaranya dan pengecekan
lainnya.
Kelemahannya yaitu pembangkit jenis ini dipengaruhi oleh tidak
adanya penyimpan arus sehingga pada siang hari tidak diaktifkan. Selain itu
dengan daya input sebesar 5000 watt hanya akan menghasilkan daya sebesar
3000 watt saja karena adanya beban putaran pada transmisi, generator dan
pendistribusian, kerusakan biasanya pada gear dan rantai karena aus dan
memuai.
Pada generator keluaran 3000 watt bisanya menggunakan magnet
buatan jadi konsumsi listrik harus konstan, apabila pemakaiannya kecil maka
daya generator ringan dan perputaran generator akan bertambah besar
sehingga generator akan terbakar karena menggunakan magnet buatan,
sebaliknya jika pemakaiannya lebih besar maka perputaran generator akan
melambat dan lampu-lampu akan meredup. Generator jenis ini digunakan
oleh 9 rumah.
Pada generator keluaran 500 watt digunakan oleh 2 rumah dan
menggunakan magnet tetap, konsumsi listrik juga harus konstan, karena jika
konsumsi listrik lebih sedikit maka generator akan berputar lebih cepat dan
tidak akan terjadi kebakaran karena menggunakan megnet tetap tetapi bola
lampu yang ada akan menyala sangat terang dan akhirnya akan putus atau
meledak karena kelebihan daya.



BAB III
PENUTUP

Penggunaan PLTMH sangat efektif dan efisien khususnya di daerah
pegunungan yang belum terjangkau oleh PLN. Karena selain dapat
menikmati listrik juga konsumsi biaya yang dikeluarkan juga terjangkau.
Proses kerja dari PLTMH pada intinya apabila arus air dari waduk dialirkan
maka akan mengenai turbin kemudian turbin akan bergerak. Setelah turbin
berputar maka secara otomatis puli akan berputar sehingga generator pun ikut
berputar. Didalam generator akan di ubah energi kinetik menjadi energi listrik
yang kemudian disalurkan ke rumah-rumah. Dan belum ditemukannya alat
penyimpan arus pada PLTMH agar lebih efektif semoga pada generasi yang
akan datang dapat ditemukan yang lebih sempurna dari yang pernah ada dan
bisa dinikmati bagi wilayah pegunungan .


DAFTAR PUSTAKA

http://www.litbang.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=articl
e&id=79:mikrohidro&catid=80:ketenagalistrikan-dan-ebtke&Itemid=93.
Diakses pada tanggal 1 Januari 2014 pukul 08:50.
http://dunia-listrik.blogspot.com/2008/09/panduan-pembangunan-
pembangkit-listrik.html. Diakses pada tanggal 1 Januari 2014 pukul 08:54.
http://ebookbrowsee.net/makalah-tentang-tenaga-listrik-tenaga-mikrohidro-
pdf-d380970459. Diakses pada tanggal 1 Januari 2014 pukul 18:52.
elimeklipigoiddaadocsLpdf . Diakses pada tanggal 1
Januari 2014 pukul 18:57.
http://www.omkris.com/2012/03/pembangkit-listrik-tenaga-
mikro.html#.UsQCwtIW1Bk. Diakses pada tanggal 1 Januari 2014 pukul
19:02.
www.elsppat.or.id/download/fileapdf . Diakses pada tanggal 1 Januari
2014 pukul 19:08.
http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:http://aulya260202.
blogspot.com/2013/03/pembangkit-listrik-tenaga-mikrohidro.html. Diakses
pada tanggal 1 Januari 2014 pukul 19:04.
http://shalahuddin-hasan.blogspot.com/2010/11/pembangkit-listrik-micro-
hydro-mini.html. Diakses pada tanggal 2 Januari 2014 pukul 06:20.