Anda di halaman 1dari 21

PENERAPAN SNI 03-7051-2004

(PEMBERIAN TANDA DAN PEMASANGAN LAMPU HALANGAN


(OBSTACLE LIGHTS) DI SEKITAR BANDARA)
DI BANDARA JUANDA SURABAYA
Ol!" Y#$% N&'!#(#$% ))
)) Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Udara
Jl. Merdeka Timur No. 5 Jakarta 10110 Telp. (021) !"2#!! $a%. (021) !"2#&"
e'mail ( litbang)udara*+ahoo.,o.id
ABSTRACT
Assessment of the Implementation of SNI 03-7051-2004 (The Signs And
Installation of Obst!"tion #ights (Obsta"le #ights$ %i"init& at Aipot$ 'o (omp!lso&
Standads at )!anda Aipot in S!aba&a is to *no+ ho+ the implementation of the po%ision
of signs and installation of lights ao!nd the a%iation opeation Safet& aea at )!anda
Aipot S!aba&a to s!ppot it has e,!ied the standads - !les established b& the
.ie"toate /eneal of (i%il A%iation flight opeations in ode to ens!e a%iation safet&0
Assessment method !sed ,!antitati%e method b& de"omposition (des"ipti%e$1 e2pos!e and a
detailed e2planation based on the "ompilation of pima& data and se"onda& data that ha%e
been po"essed0 The assessment es!lt sho+s the appli"ation of SNI 03-7051-2004 (The Signs
And Installation of Obst!"tion #ights at Aipot$ %a"init& at )!anda Aipot$ %a"init at
S!aba&a thee ae still some b!ildings that do not meet the !les set1 thee ae some b!ildings
that sho!ld be installed (obsta"le lights$ to a"hie%e optim!m a%iation safet&0 Among these
b!ildings ae of 3TS To+e b!ildings and 4all (it& Of Tomoo+ ((ito 4all$ that lo"ated at
the a%iation opeation aea at )!anda Aipot 0
5e& 6ods 7 Signs1 Obsta"le lights1 a%iation opeation aea
PENDAHULUAN
L#$#' Bl#*#+,
Untuk men-amin keselamatan operasi penerbangan di bandar udara dan sekitarn+a
diperlukan ka.asan keselamatan operasi penerbangan untuk mengendalikan ketinggian
benda tumbuh dan pendirian bangunan di bandar udara dan sekitarn+a. /alam Peraturan
Menteri Perhubungan Nomor 0M !! Tahun 2005 tentang Pemberlakuan 1tandar Nasional
2ndonesia (1N2) 0'3112'2005 Mengenai 0a.asan 0eselamatan 4perasi Penerbangan
1ebagai 1tandar 5a-ib6 0a.asan 0eselamatan 4perasi Penerbangan (004P) adalah
.ila+ah daratan dan7atau perairan dan ruang udara sekitar bandar udara +ang di
pergunakan untuk kegiatan operasi penerbangan dalam rangka men-amin keselamatan
penerbangan.
1etiap orang7badan hukum tertentu berhak untuk meman8aatkan lahan +ang dimiliki
atau dikuasain+a6 namun Undang Undang Nomor 1 Tahun 200# tentang Penerbangan
telah membatasi. 1esuai dengan pasal 20" a+at 1 +ang berbun+i 9Untuk mendirikan6
mengubah6 atau melestarikan bangunan6 serta menanam atau memelihara pepohonan di
dalam ka.asan keselamatan operasi penerbangan tidak boleh melebihi batas ketinggian
1
Jurnal Penelitian Perhubungan Udara Vol. No. 3, September 2011
ka.asan keselamatan operasi penerbangan9. Undang Undang ini dengan -elas membatasi
ketinggian bangunan dan benda tumbuh lainn+a pada daerah 004P :andara demi
kepentingan umum +ang lebih luas +aitu operasional penerbangan. Tu-uan dari
diterbitkann+a 004P ada 2 (dua) +aitu men-amin keamanan dan keselamatan
penerbangan dan melindungi mas+arakat disekitar bandara terhadap kemungkinan
ter-adin+a ke,elakaan pesa.at udara.
:andar Udara Juanda 1uraba+a merupakan salah satu bandar udara 2nternasional
+ang memiliki peranan penting dalam transportasi di 2ndonesia khususn+a transportasi
udara6 sudah sela+akn+a memberikan pela+anan +ang maksimal baik dari segi 1/M6
8asilitas maupun ter-aminn+a keselamatan dan keamanan penerbangan.
Melihat perkembangan kota 1uraba+a +ang semakin ramai dan ban+akn+a
bangunan +ang di dirikan disekitar bandar udara. 1eperti diberitakan pada ;arian
:hira.a 1enin (0370&) bah.a pusat pertokoan dan apartemen <iTo kembali dilaporkan
mengganggu -alur penerbangan. ;al itu terungkap saat PT =ngkasa Pura 2 heaing dengan
0omisi =6 bangunan <iTo di :undaran 5aru6 membaha+akan pesa.at +ang akan mendarat
di :andar Udara Juanda. ;al ini dapat mengganggu keselamatan penerbangan sehingga
bangunan tersebut perlu di beri tanda dan pemasangan lampu halangan ( obsta"le lights)
sesuai dengan ketentuan +ang dikeluarkan oleh /irektur Jenderal Perhubungan Udara
0eputusan Menteri No. 2 Tahun 2005 tentang pemberlakuan 1N2 0'3051'200!
mengenai pemberian tanda dan pemasangan lampu halangan (obsta"le lights) di sekitar
bandar udara sebagai standar .a-ib untuk men-amin keselamatan penerbangan.
R&-&.#+ M#.#l#!
>=pakah penerapan 1N2 0'3051'200! mengenai pemberian tanda dan
pemasangan lampu halangan (obsta"le lights) di sekitar bandar udara telah sesuai dengan
standar +ang berlaku?9
T&/&#+ 0#+ M#+1##$
Maksud penelitian ini adalah untuk melakukan pengamatan dan e@aluasi mengenai
pemberian tanda dan pemasangan lampu halangan (obsta"le lights) di sekitar bandar
udara sebagai standar .a-ib.
Man8aat penelitian adalah untuk menetapkan rekomendasi kepada pihak terkait bila
ditemukan pen+impangan pada pelaksanaan 1N2 sebagai bahan masukan dalam
merumuskan kebi-akan selan-utn+a.
R&#+, L%+,*&2
1esuai dengan tu-uan dari pengka-ian Penerapan 1N2 0'3051'200! mengenai
pemberian tanda dan pemasangan lampu halangan (obsta"le lights) di sekitar bandar
udara sebagai standar .a-ib6 maka langkah'langkah kegiatan penelitian adalah sebagai
berikut (
1. 2n@entarisasi kebi-akan +ang terkaitA
2. Pengamatan pelaksanaan 1N2 0'3051'200! mengenai pemberian tanda dan
pemasangan lampu halangan (obsta"le lights) di sekitar bandar udara sebagai
standar .a-ibA
2
Jurnal Penelitian Perhubungan Udara Vol. No. 3, September 2011
3. 2denti8ikasi pelaksanaan 1N2 0'3051'200! mengenai pemberian tanda dan
pemasangan lampu halangan (obsta"le lights) di sekitar bandar udara sebagai
standar .a-ibA
4. 5a.an,ara terstruktur dan tidak terstruktur dengan teknisiA
5. =nalisis7pembahasan sesuai dengan tu-uan ka-ianA
6. 1aran7Bekomendasi.
BAHAN DAN METODE
D#.#' H&*&-
:erkaitan dengan landasan hukum terdapat beberapa peraturan +ang dipakai untuk
mengatur tentang pemberian tanda dan pemasangan lampu halangan (obsta"le lights) di
sekitar bandara +aitu antara lain (
1. Undang' undang Nomor 1 tahun 200# tentang PenerbanganA
2. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2001 tentang 0ebandarudaraanA
3. 0M !! Tahun 2005 tentang Pemberlakuan 1tandar Nasional 2ndonesia (1N2) 0'3112'
2005 Mengenai 0a.asan 0eselamatan 4perasi Penerbangan 1ebagai 1tandar
5a-ibA
4. 0eputusan Menteri Perhubungan Nomor 0M !" Tahun 2002 tentang pen+elenggaraan
:andar UdaraA
5. Peraturan Pemerintah Nomor Tahun 2001 Tentang 0eamanan dan 0eselamatan
PenerbanganA
6. 0eputusan Menteri No. 2 Tahun 2005 tentang Pemberlakuan 1N2 0'3051'200!
mengenai Pemberian Tanda dan Pemasangan Campu ;alangan (Obsta"le #ights) di
1ekitar :andar Udara 1ebagai 1tandar 5a-ib.
7. 0eputusan Menteri No. &0 Tahun 1#"# tentang :atas :atas 0eselamatan 4perasi
Penerbangan di 1ekitar :andar Udara Juanda 1uraba+a.
8. 0etentuan7pers+aratan teknis +ang dikeluarkan olel 2<=4 (Intenational (i%il A%iation
Ogani8ation 2<=4 =nne% 1! Dol 1 =erodrome.
9. Aeodome .esign 4an!al6 Path ! Disual =ids (/4<. #153'=N7#01)
D1%+%.%
1. 0a.asan 0eselamatan 4perasi Penerbangan (004P) adalah .ila+ah daratan
dan7atau perairan dan ruang udara di sekitar bandar udara +ang dipergunakan
untuk kegiatan operasi penerbangan dalam rangka men-amin keselamatan
penerbangan.
2. :atas'batas keselamatan operasi penerbangan adalah batas'batas ka.asan dan
batas'batas ketinggian bangunan serta benda tumbuh di ka.asan keselamatan
operasi penerbangan.
3. Permukaan utama adalah permukaan +ang garis tengahn+a berimpit dengan garis
tengah landasan membentang sampai &0 meter diluar setiap u-ung landasan6 +ang
3
Jurnal Penelitian Perhubungan Udara Vol. No. 3, September 2011
lebarn+a 00 meter untuk landasan instrument dengan ketinggian setiap titik pada
permukaan utama sama dengan ketinggian titik terdekat pada garis tengah landasan.
4. :angunan adalah suatu benda6 termasuk benda bergerak +ang didirikan atau
dipasang oleh orang6 antara lain gedung'gedung6 menara6 mesin derek6 ,erobong
asap6 susunan tanah dan -aringan transmisi di atas tanah.
5. 0a.asan keselamatan operasi penerbangan di sekitar bandar udara adalah ka.asan
pendekatan dan lepas landas6 ka.asan kemungkinan baha+a ke,elakaan6 ka.asan di
ba.ah permukaan transisi6 ka.asan diba.ah permukaan horiEontal dalam6 ka.asan
di ba.ah permukaan keru,ut dan ka.asan sekitar penempatan alat bantu na@igasi
udara.
6. Marka adalah benda +ang dipasang di atas permukaan tanah di sekitar bandar
udara untuk menandai bangunan guna keperluan keselamatan operasi penerbangan
sebagai pengganti tanda .arna atau lampu.
P-3'%#+ T#+0# 0#+ P-#.#+,#+ L#-2& H#l#+,#+ 0% S*%$#' D#'#! K#4#.#+
K.l#-#$#+ O2'#.% P+'3#+,#+ (KKOP) B#+0#' U0#'#
Pemberian tanda dan pemasangan lampu halangan di sekitar daerah 0a.asan
0eselamatan 4perasi Penerbangan (004P) bandar udara adalah untuk mengurangi resiko
pesa.at terbang akibat kehadiran penghalang tersebut5 /alam Peraturan Menteri
Perhubungan 0M !! Tahun 20056 0a.asan 0eselamatan 4perasi Penerbangan (004P)
adalah .ila+ah daratan dan7atau perairan dan ruang udara sekitar bandar udara +ang
di pergunakan untuk kegiatan operasi penerbangan dalam rangka men-amin keselamatan
penerbangan.
:angunan +ang harus di beri tanda atau dipasangi lampu halangan (obsta"le lights$
di sekitar bandar udara adalah sebagai berikut(
1. :angunan +ang ketinggiann+a melampui permukaan horiEontal dalam sampai -arak
tertentu dari sisi pan-ang permukaan utama sesuai dengan kelas :andar udara +ang
bersangkutanA
2. :angunan +ang ketinggiann+a melampui permukaan transisi horiEontal dalam sampai
-arak tertentu dari sisi pan-ang permukaan utama sesuai dengan kelas :andar udara
+ang bersangkutanA
3. :angunan +ang ketinggiann+a melampui permukaan horiEontal luar sampai -arak
tertentu dari sisi pan-ang permukaan utama sesuai dengan kelas :andar udara +ang
bersangkutanA
4. :enda bergerak atau kendaraan +ang berada di permukaan horiEontal dalam6
permukaan transisi horiEontal dalam6 permukaan horiEontal luar sampai -arak tertentu
dari sisi pan-ang permukaan utama sesuai dengan kelas :andar udara +ang
bersangkutanA
5. Bentangan ka.at 1aluran Udara Tegangan Tinggi (1UTT) +ang tergantung
men+ebrangi sungai6 lembah atau -alan ra+a dan diduga dapat membaha+akann
keselamatan penerbanganA
4
Jurnal Penelitian Perhubungan Udara Vol. No. 3, September 2011
6. :angunan +ang berada di dalam ka.asan keselamatan operasi penerbangan dan
diduga dapat membaha+akan keselamatan penerbangan.
Fambar 1. /aerah 0a.asan 0eselamatan 4perasi Penerbangan
M#6#- M#6#- T#+0#
1. 5arna
5arna +ang digunakan harus tampak lebih men,olok dari sekelilingn+a dengan pola
kotak selang'seling +ang sama besarn+a. 5arna dapat berupa (
a. Merah G putihA
b. 4ran+e G putihA
c. .arna lain +ang karena .arna bangunan dan sekelilingn+a tidak mungkin
menggunakan .arna merah G putih atau oran+e G putih.
Penggunaan tanda .arna adalah sebagai berikut (
a. :angunan +ang mempun+ai bidang horiEontal dan bidang @erti,al tidak terputus
sekurang'kurangn+a berukuran !65 meter dan berbentuk pola selang'seling
dengan sisi kotak minimal 165 meter dan maksimal meter.
b. :angunan +ang mempun+ai bidang horiEontal lebih besar dari 165 meter dan
bidang @erti,al kurang dari !65 meter atau sebalikn+a. 5arna itu digunakan
dengan pola selang'seling persegi pan-ang dan tegak lurus pada sisi terpan-ang
serta lebar kotak 173 (satu pertu-uh) dari bidang terpan-ang dengan ketentuan
lebar maksimum 0 meter.
c. :angunan berbentuk kerangka dengan ukuran horiEontal atau @erti,al melebihi 165
meter. 5arna itu digunakan dengan pola selang'seling persegi pan-ang dan
5
Jurnal Penelitian Perhubungan Udara Vol. No. 3, September 2011
tegak lurus pada sisi terpan-ang serta lebar kotak 173 (satu pertu-uh) dari
bidang terpan-ang dengan ketentuan lebar mksimum 0 meter.
d. :angunan +ang mempun+ai bidang horiEontal atau bidang @erti,al tidak lebih dari
165 meter harus menggunakan satu .arna6 +aitu oran+e atau merah6 ke,uali bila
.arna tersebut ber,ampur dengan .arna sekelilingn+a sehingga tampak tidak
-elas. Tanda .arna harus menggunakan .arna lain +ang men,olok.
e. Jika bangunan berupa benda bergerak6 mka harus menggunakan .arna kuning
untuk pela+nan operasi dan .arna merah untuk pela+anan darurat.
Fambar 2. Pola dan Penggunaan tanda .arna
2. Campu
Campu +ang tampak men,olok dari sekelilingn+a pada malam hari dapat berupa(
a. Campu ber.arna merah atau putih men+ala tetap.
b. Campu ber.arna merah atau putih men+ala berkedip'kedip.
Jenis G -enis lampu
a. Jenis lampu 26 +aitu lampu dengan intensitas ,aha+a rendah dapat digunakan pada
(
1) :angunan tetap +ang tinggin+a kurang dari !5 meter dari permukaan tanah
sekelilingn+a dengan .arna merah men+ala tetap dan besarn+a intensitas
,aha+a minimal 10 ,d (,aha+a lilin)A
2) :angunan bergerak dengan gerakan terbatas (,ontoh aeobiges)
menggunakan .arna merah men+ala tetap dan besarn+a intensitas ,aha+a
minimal 10 ,dA dan
3) :angunan bergerak untuk kendaraan 9megen"& atau se"!it& menggunakan
.arna biru atau kuning berkedip &0 sampai dengan #0 per menit dan
besarn+a intensitas ,aha+a sebesar !0 ,d6 sedangkan kendaraan follo+ me
menggunakan .arna kuning berkedip &0 sampai dengan #0 per menit dan
besarn+a intensitas ,aha+a sebesar 200 ,d.
6
Jurnal Penelitian Perhubungan Udara Vol. No. 3, September 2011
b. Jenis lampu 226 +aitu lampu dengan intensitas ,aha+a sedang menggunakan .arna
lampu merah berkedip 20 sampai dengan &0 per menit dengan intensitas ,aha+a
1&00 ,d +ang dipasang pada (
1) :angunan +ang tinggin+a lebih dari !5 meter dari permukaan
tanah sekelilingn+aA dan
2) :enda besar melebar +ang tinggin+a kurang dari !5 meter.
c. Jenis lampu 2226 +aitu lampu dengan intensitas ,aha+a tinggi digunakan baik pada
siang maupun malam hari se,ara berkedip !0 sampai dengan &0 kedip per
menit dengan .arna putih +ang dipasang pada (
1) :angunan +ang tinggin+a lebih dari 150 meter dari permukaan
tanah sekelilingn+aA
2) Tiang konstruksi -aringan 1UTT pada ketinggian pun,ak tiang6 titik
terendah bentangan ka.at dan titik antara a dan b (lampu tengah)A dan
3) :angunan lain +ang tidak mudah untuk memasang marka6 maka
perlu dipasang pada ketinggian pun,ak tiang6 titik terendah bentangan
ka.at dan titik antara a dan b (lampu tengah).
d. 0ombinasi -enis lampu 26 22 dan 222.
Pemasangan lampu pada bangunan harus ditempatkan pada pun,akn+a6 ke,uali
pada ,erobong asap dan se-enisn+a. =pabila pun,ak bangunan mempun+ai ketinggian
lebih dari !5 m dari permukaan tanah sekelilingn+a6 maka antara lampu pun,ak dan
permukaan tanah harus dipasang lampu dengan -arak +ang seimbang. =pabila lampu
+ang digunakan tidak tampak dari seluruh pen-uru atau tertutup bangunan lainn+a6 maka
harus dipasang lampu lain +ang tampak -elas dari segala pen-uru.
Pemasangan lampu pada ,erobong asap dapat ditempatkan 165 meter sampai
dengan meter di ba.ah pun,ak ,erobong. =apabila bangunan merupakan tiang +ang
menggunakan ka.at labrang (ka.at pen+angga atau penahan tiang) +ang tidak
memungkinkan pemasangan -enis lampu 222 pada pun,akn+a6 maka lampu ditempatkan
pada titik +ang memungkinkan dan pada pun,akn+a di pasang -enis lampu 22 ber.arna
putih.Penggunaan intensitas ,aha+a lampu dapat dilihat pada tabel 16 2 dan diba.ah
ini.
7
Jurnal Penelitian Perhubungan Udara Vol. No. 3, September 2011
1umber ( 1tandar Nasional 2ndonesia
1umber ( 1tandar Nasional 2ndonesia
8
Jurnal Penelitian Perhubungan Udara Vol. No. 3, September 2011
1umber ( 1tandar Nasional 2ndonesia
3. :endera
:endera +ang tampak men,olok dari .arna sekelilingn+a pada siang hari dapat
berupa(
a. 4ran+eA
b. 4ran+e G putihA
c.Merah G putih.
:entuk dan .arna bendera +ng digunakan untuk bangunan tetap dapat berupa(
a. bentuk bu-ur sangkar dengan pan-ang sisi 06& m6 ber.arna oran+eA
dan
b. bentuk bu-ur sangkar dengan pan-ang sisi 06& meter terdiri dari 2
(dua) .arna segitiga sama kaki6 satu oran+e6 satu putih atau satu merah satu
putih.
:entuk dan .arna bendera +ang digunakan untuk bangunan bergerak
dapat berupa bu-ur sangkar dengan pan-ang sisi 06# meter6 dengan pola kotak
selang seling .arna oran+e putih atau merah putih6 dengan sisi kotak minimnal
06 meter.
9
Jurnal Penelitian Perhubungan Udara Vol. No. 3, September 2011
Fambar !. :entuk dan .arna bendera
4. Marka
:enda +ang dipasang di atas permukaan tanah di sekitar bandar udara
untuk menandai bangunan guna keperluan keselamatan operasi penerbangan
sebagai pengganti tanda .arna atau lampu.
a. Marka digunakan pada ka.at 1UTT6 harus tampak -elas dari .arna
sekelilingn+a pada siang hari dalam ,ua,a ,erah pada -arak 1000 m dilihat
dari udara dan pada -arak 00 m dilihat dari permukaan tanah
sekelilingn+a.
b. Marka +ang berbentuk bola dengan .arna oran+e dipasang satu sama lain
dan ber-arak minimal !0 meter.
Fambar 5. Pemasangan marka
10
Jurnal Penelitian Perhubungan Udara Vol. No. 3, September 2011
Fambar . Pemberian marka dan pemasangan lampu pada bangunan
0etentuan lain(
a. =pabila pemberian tanda pada suatu bangunan tidak mudah dilaksanakan6 maka
sebagi ganti tanda tersebut dapat dipasang -enis lampu 222.
b. Pemberian tanda dan pemasangan lampu Pemberian tanda dan pemasangan lampu
dapat ditiadakan apabila (
Tertutup oleh bangunan lain +ang lebih besar atau lebih tinggiA dan
Telah dikeluarkan peraturan operasi penerbangan oleh instansi pemerintah (/it-en
;ubud) terkait mengenai tinggi terbang pesa.at +ang din+atakan aman di atas
permukaan horiEontal luar.
G#-3#'#+ U-&- B#+0#'# J&#+0# S&#'#3#(#
:andara Juanda 1uraba+a adalah bandar udara internasional +ang mela+ani kota
1uraba+a6 Ja.a Timur dan sekitarn+a. :andara Juanda terletak di 0e,amatan 1edati
0abupaten 1idoar-o6 20 0M sebelah selatan kota 1uraba+a. :andara Juanda 1uraba+a
mempun+ai klasi8ikasi bandara kelas 2= dengan luas !336 ;a.
/imensi landasan6 ta%i.a+ dan apron adalah sebagai berikut (
Pan-ang landasan ( 000 H !5 m
Cuas =pron ( 11".1&1 m
2
(11! m H 10&65 m)
11
Jurnal Penelitian Perhubungan Udara Vol. No. 3, September 2011
Cuas Ta%i.a+ ( 1&1.10"6! m
2
1edangkan untuk luas terminal sebagai berikut (
Cuas Terminal 2nternasional ( 2.000 m
2
Cuas Terminal /omestik ( 23.200 m
2

Cuas Terminal 0argo ( #.#&" m
2
Untuk 8asilitas'8asilitas lainn+a +ang dimiliki oleh :andara Juanda 1uraba+a adalah
sebagai berikut (
=lat telekomunikasi ( ;$7 D;$6 ;$ 11:6 D;$'IB6 D1=T6 D;$ =/<6 D;$ =PP6 D;$
FB4UN/ <4NTB4C6 =M1<6 D<116 BI<4B/2NF 1J1TIM6 Badio D;$ Portable ( 5 setA
Bambu udara dan alat bantu na@igasi ( N/:6 /D4B6 /MI6 2C16 =T216 P1B6 11B'5FP6
B/P16 $/P16 /21PC=J B=/=BA
=ir8ield lighting s+stem ( =pproa,h Cight6 Bun.a+ Cight6 P=P26 BI2C16 1K$C6 Ta%i.a+
Cight6 =pron $lood Cight6 =pron Idge Cight6 Botating :ea,on6 1ignal =rea6 Parking
1tand CightA
Peralatan mekanikal ( Timbangan6 <on@e+or6 Fra@it+ Boller6 Trolle+6 Farbarata6
Tra@elator6 Is,alator6 Ile@ator6 =<A
$asilitas pengamanan ( H'Ba+6 5alk Trough6 I%plosi@e /ete,tor6 ;and+Metal /ete,torA
Parkir kendaraan ( Cuas ( 5.&00 m
2
6 0apasitas ( 2.000 sedan7se-enisn+aA
Pelataran F1I ( Cuas ( #.!0# m
2
Transportasi +ang tersedia di bandara ( Ta%i :andara6 :us /=MB2A
$asilitas penun-ang lainn+a ( imigrasi6 bea ,ukai6 karantinaA
Pela+anan umum ( bank6 telepon umum6 ka8etaria6 .a@ing galer+6 toko sou@enir6
gedung IMPU6 Terminal T026 gedung D2P.
=dapun arus lalu lintas angkutan udara untuk :andara Juanda 1uraba+a dapat dilihat
pada tabel berikut.
Tabel !
Perkembangan Pergerakan Pesa.at6 Penumpang dan :agasi
/i :andara Juanda 1uraba+a
N
O
URAIAN
TAHUN
2005 2007 2007 2008 2009
1 PERGERAKAN
P.#4#$
2nternasional
/omestik
330&
3&2&#
".!!"
33.35
".1#"
3&.10"
#.0!0
32.!"2
#!3"
3&.1&"
2 P+&-2#+,
2nternasional "1!.5! "23.215 #".20# 1.00!.!!" 1.0&2.#"
12
Jurnal Penelitian Perhubungan Udara Vol. No. 3, September 2011
/omestik &.#32.3! 3.!02.#"" 3.!"0.&1# 3.05.!!! ".!&."!3
Transit !&.1!2 !"3.0 50"."5! 5&#.!0& 5"!.323
3 B#,#.% (*,)
2nternasional
/omestik
1!.0#.3"
5".!"5.2#
12.1"!.302
&2.532.52
1!.!"2.01&
&!.52.&""
15.&51.5&3
5".!"#.3#1
1&.5&."##
&1.!"&.#"
1umber ( 1tatistik =ngkutan Udara PT. =P 2 tahun 200#
M$:0:l:,% P+l%$%#+
0a-ian ini menggunakan metode deskripti8 kualitati86 tanpa mengadakan perhitungan
dan di sebut -uga metode penelitian alamiah. /alam prosedur penelitiann+a6 metode ini
menggunakan data dari nara sumber dan pengamatan di lapangan (data primer). 1elain
data primer di gunakan pula data sekunder berupa laporan6 ,atatan aturan7ketentuan
+ang berlaku6 risalah dan lain sebagain+a
1. /ata primer merupakan data +ang didapat dari sumber pertama indi@idu atau
perorangan seperti hasil .a.an,ara +ang dilakukan oleh peneliti terhadap
responden +ang telah di tentukan berdasarkan pertimbangan keterkaitan+a dengan
masalah pokok dan kemampuan dalam mendalami masalah tersebut .
2. /ata sekunder merupakan data +ang telah diolah lebih lan-ut dan disa-ikan oleh pihak
pengumpul. /ata ini di gunakan tetapi pendukung data primer dalam
pembahasan7=nalisis.
Pengumpulan data dalam ka-ian ini menggunakan beberapa ,ara +aitu(
1. Pengamatan7obser@asi adalah pengamatan langsung se,ara sistematis di lapangan.
Melalui teknik ini6 data +ang di butuhkan dari ob+ek +ang diamati akan di
dokumentasikan dan di ,atat sebagai bahan .a.an,ara dan bahan pendukung
pelaksanaan analisis.
2. 5a.an,ara6 adalah teknik pengumpulan data +ang di dasarkan pada per,akapan
se,ara intensi8 dengan tu-uan untuk mendapatkan berbagai in8ormasi men+angkut
masalah +ang akan di analisis.
:entuk .a.an,ara dibedakan men-adi (
a. .a.an,ara terstruktur 6 +aitu .a.an,ara dengan bantuan kuesioner6 semua hal +ang
akan ditan+akan telah ter,antum dalam lembaran kuesioner. Pe.a.an,ara7sur@e+or
men+erahkan lembar kuesioner untuk di isi.
b. 5a.an,ara tidak terstruktur6 adalah .a.an,ara +ang dilakukan untuk melengkapi
atau memper-elas hasil .a.an,ara terstruktur.
Proses pembahasan dan analisis menggunakan pendekatan kualitati8 dengan metode
penguraian (deskripti8)6 pemaparan dan pen-elasan se,ara rin,i berdasarkan kompilasi
data primer dan sekunder +ang telah diolah6 dimana akhirn+a dapat menghasilkan suatu
rekomendasi sesuai tu-uan ka-ian.
13
Jurnal Penelitian Perhubungan Udara Vol. No. 3, September 2011
Pada penelitian ini sumber data didapatkan dari :andara Juanda 1uraba+a6 pada
/i@isi Teknik Umum dan Pera.atan khususn+a /inas Teknik Candasan6 Tata Cingkungan dan
=lat =lat :erat PT. =ngkasa Pura 2 pada bulan =pril 2011.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Obsta"le merupakan istilah untuk sesuatu ob+ek6 tindakan ataupun situasi +ang
men-adi baie ataupun penghalang +ang men+ulitkan untuk men,apai suatu tu-uan
tertentu. 1ementara itu6 untuk pengertian obsta"le +ang dimaksud didalam .ila+ah
bandara adalah segala suatu bangunan atau benda tumbuh lainn+a +ang masuk dalam
0a.asan 0eamanan 4perasi Penerbangan (004P) +ang bisa mengan,am keselamatan
dari operasi penerbangan +ang ada di bandara tersebut. /engan demikian diperlukan
untuk memberikan tanda dan pemasangan lampu halangan (obsta"le lights) disekitar
bandara terhadap benda'benda ataupun bangunan apa sa-a +ang termasuk obsta"le
untuk men,egah ter-adin+a ke,elakaan penerbangan +ang diakibatkan oleh adan+a
obsta"le di sekitar :andara 2nternasional Juanda 1uraba+a.
K#4#.#+ K.l#-#$#+ O2'#.% P+'3#+,#+ B#+0#'# J&#+0# S&'#3#(#
0a.asan keselamatan operasi penerbangan di :andara Juanda 1uraba+a tertuang
dalam 0eputusan Menteri Nomor &0 Tahun 1#"#. :atas'batas ka.asan keselamatan
operasi penerbangan di sekitar bandar udara +aitu ka.asan pendekatan dan lepas
landas6 ka.asan kemungkinan baha+a ke,elakaan6 ka.asan di ba.ah permukaan transisi6
ka.asan diba.ah permukaan horiEontal dalam6 ka.asan di ba.ah permukaan keru,ut
dan ka.asan sekitar penempatan alat bantu na@igasi udara. :atas'batas ka.asan
tersebut berdasarkan pers+aratan permukaan batas penghalang untuk landasan dengan
Pendekatan Presisi 0ategori 222 Nomor 0ode = sesuai =nne% 1! 2<=4 0on@ensi <hi,ago
Tahun 1#!! dan din+atakan dalam 1istem 0oordinat :andar Udara +ang posisin+a
ditentukan terhadap titik'tiik re8erensi sebagai berikut (
a. Titik re8erensi bandar udara Juanda 1uraba+a terletak pada koordinat geogra8is 03
o
G
22L C16 112
o
' !"L :TA
b. Titik sitem koordinat bandar udara Juanda 1uraba+a terletak pada koordinat
geogra8is( 03
o
' 216!L C16 112
o
' !3623L :T.
Penentuan batas'batas ka.asan keselamatan operasi penerbangan untuk :andara
Juanda 1uraba+a adalah sebagai berikut (
a. 0a.asan Pendekatan dan Cepas Candas ditentukan sebagai berikut ( tepi dalam dari
ka.asan ini berimpit dengan u-ung'u-ung Permukaan Utama dengan lebar 00 meter6
ka.asan ini meluas keluar se,ara teratur6 dengan garis tengah merupakan
perpan-angan dari garis tengah landasan6 sampai lebar !."00 meter pada -arak
mendatar 15.000 meter dari u-ung Permukaan Utama.
b. 0a.asan 0emungkinan :aha+a 0e,elakaan merupakan sebagaian 0a.asan
Pendekatan dan Cepas Candas +ang berbatasan langsung dengan u-ung'u-ung
landasan6 ditentukan sebagai berikut ( tepi dalam dari ka.asan ini berimpit dengan
u-ung Permukaan Utama dengan lebar 00 meter6 dari tepi dalam tesebut ka.asan ini
meluas keluar se,ara teratur dengan garis tengahn+a merupakan perpan-angan dari
14
Jurnal Penelitian Perhubungan Udara Vol. No. 3, September 2011
garis tengah landasan sampai lebar 1.200 meter dan -arak mendatar .000 meter
dari u-ung Permukaan Utama.
c. 0a.asan /i ba.ah Permukaan Transisi ditentukan sebagai berikut ( tepi dalam dari
ka.asan ini berimpit dengan sisi oan-ang Permukaan Utama dan sisi Permukaan
Pendekatan6 ka.asan ini meluas keluar sampai -arak mendatar 15 meter dari sisi
pan-ang Permukaan Utama.
d. 0a.asan /i ba.ah Permukaan ;oriEontal /alam ditentukan sebagai berikut (
ka.asan ini ditentukan oleh lingkaran dengan radius !.000 meter dari titik tengah
setiap u-ung Permukaan Utama dan menarik garis singgung pada kedua lingkaran
+ang berdekatan dan ka.asan ini tidak termasuk 0a.asan Pendekatan dan Cepas
Candas serta 0a.asan /i ba.ah Permukaan Transisi.
e. 0a.asan /i ba.ah Permukaan 0eru,ut ditetapkan sebagai berikut ( 0a.asan /i
ba.ah Permukaan 0eru,ut ditentukan mulai dari tepi luar 0a.asan /i ba.ah
Permukaan ;oriEontal /alam meluas keluar dengan -arak mendatar 2.000 meter.
Penentuan batas'batas ketinggian bangunan dan benda tumbuh untuk setiap ka.asan
keselamatan operasi penerbangan bandar udara Juanda 1uraba+a adalah dengan
pers+aratan Permukaan :atas Penghalang untuk landasan dengan Pendekatan Presisi
0ategori 222 dan Nomor 0ode !. 0etinggian semua titik pada 0a.asan 0eselamatan
4perasi Penerbangan ditentukan terhadap ketinggian ambang landasan 2" sebagai titik
re8erensi +aitu titik 0600 meter +ang ketinggiann+a M 26 !5 meter diatas permukaan laut.
0etinggian Permukaan ;oriEontal /alam dan Permukaan ;oriEontal Cuar ditentukan
masing'masing !5 meter dan 1!5 meter diatas datum +ang tinggin+a M 0600 meter diatas
ambang landasan 2". Penentuan batas'batas ketinggian bangunan dan benda tumbuh
untuk setiap ka.asan keselamatan operasi penerbangan bandar udara Juanda 1uraba+a
adalah sebagai berikut (
1. :atas'batas ketinggian pada ka.asan Pendekatan dan Cepas Candasan 10 ditentukan
dengan kemiringan dan -arak melalui perpan-angan garis tengah landasan sebagai
berikut (
a. bagian pertama dengan kemiringan sebesar 2N arah ke atas dan keluar6 dimulai
dari u-ung Permukaan Utama pada ketinggian ambang landasan 10 (O M 06!0
meter) sampai -arak mendatar 2.20 meterA
b. bagian kedua dengan kemiringan 0N samapai -arak mendatar tambahan 1.330
meterA
c. bagian ketiga dengan kemiringan 5N arah ke atas dan keluar sampai -arak
mendatar tambahan 1.1"0 meterA
d. bagian keempat pada bagian tengah dengan kemiringan 2N arah ke atas dan
keluar sampai -arak mendatar tambahan 2.20 meter6 pada bagian tepi dengan
kemiringan pertama 5N samapai -arak mendatar tambahan !& meter6
15
Jurnal Penelitian Perhubungan Udara Vol. No. 3, September 2011
kemiringan kedua 265N samapai -arak mendatar tambahan #"! meter6
kemiringan ketiga 0N samapi -arak mendatar tambahan #00 meterA
e. bagian kelima (akhir kemiringan) dengan kemiringan 0N sampai -arak mendatar
tambahan 3.500 meter.
2. :atas'batas ketinggian pada 0a.asan Pendekatan dan Cepas Candas landasan 2"
ditentukan dengan kemiringan dan -arak melalui perpan-angan garis tengah landasan6
sebagai berikut (
a. bagian pertama dengan kemiringan sebesar 2N arah ke atas dan keluar6 dimulai
dari u-ung Permukaan Utama pada ketinggian ambang landasan 2" (O M 0600
meter) sampai -arak mendatar 2.250 meterA
b. bagian kedua dengan kemiringan 0N samapai -arak mendatar tambahan 1.350
meterA
c. bagian ketiga dengan kemiringan 5N arah ke atas dan keluar sampai h-arak
mendatar tambahan 1.1&3 meterA
d. bagian keempat pada bagian tengah dengan kemiringan 2N arah ke atas dan
keluar sampai -arak mendatar tambahan 2. meter6 pada bagian tepi dengan
kemiringan pertama 5N samapai -arak mendatar tambahan ! meter6
kemiringan kedua 265N samapai -arak mendatar tambahan 1.000 meter6
kemiringan ketiga 0N samapi -arak mendatar tambahan #00 meter.
e. bagian kelima (akhir kemiringan) dengan kemiringan 0N sampai -arak mendatar
tambahan 3.500 meter.
3. :atas'batas ketinggian 0a.asan 0emungkinan :aha+a 0e,elakaan ditentukan oleh
kemiringan 2N arah ke atas dan keluar dimulai dari u-ung Permukaan Utama pada
ketinggian masing'masing ambang landasan6 sampai dengan ketinggian !5 meter di
atas masing'masing ambang landasan sepan-ang -arak mendatar .000 meter melalui
perpan-angan garis tengah landasan.
4. :atas'batas ketinggian 0a.asan /i ba.ah Permukaan Transisi ditentukan oleh
kemiringan 1!6N arah ke atas dan keluar6 dimulai dari sisi pan-ang dan pada
ketinggian +ang sama seperti Permukaan Utama dan Permukaan Pendekatan menerus
sampai memotong Permukaaan ;oriEontal /alam pada ketinggian M !5 meter.
5. :atas'batas ketinggian 0a.asan /i ba.ah Permukaan ;oriEontal /alam ditentukan
!5 meter di atas dataum atau !5 meter di atas ketinggian ambang landasan 2".
6. :atas'batas ketinggian 0a.asan /i ba.ah Permukaan 0eru,ut ditentukan oleh
kemiringan 5N arah ke atas dan keluar6 dimulai dari tepi luar 0a.asan /i ba.ah
Permukaan ;oriEontal /alam pada ketinggian M!5 meter sampai memotong
Permukaan ;oriEontal Cuar pada ketinggian M 1!5 meter.
B#+,&+#+ Y#+, P'l& 0% B'% T#+0# 0#+ P-#.#+,#+ L#-2& H#l#+,#+ (Obstacle Lights)
16
Jurnal Penelitian Perhubungan Udara Vol. No. 3, September 2011
:angunan'bangunan +ang perlu diberi tanda (marka) dan pemasangan lampu
halangan (obsta"le lights$ +ang berada pada ka.asan keselamatan operasi penerbangan
:andara Juanda 1uraba+a adalah sebagai berikut (
1. :angunan To.er :T1
a. To.er :T1 1
0etinggian bangunan ( 26 5 meter
Cokasi ( 0a.asan pendekatan dan lepas landas
b. To.er :T1 2
0etinggian bangunan ( 2!613 meter
Cokasi ( 0a.asan pendekatan dan lepas landas
c. To.er :T1
0etinggian bangunan ( 06 35 meter
Cokasi ( 0a.asan pendekatan dan lepas landas
d. To.er :T1 !
0etinggian bangunan ( !6#! meter
Cokasi ( 0a.asan pendekatan dan lepas landas
e. To.er :T1 5
0etinggian bangunan ( 561& meter
Cokasi ( 0a.asan pendekatan dan lepas landas
:erikut adalah koordinat dan ele@asi dari letak gps geodeti, pada bangunan
to.er :T1 +ang tidak termasuk dalam area ka.asan kemungkinan baha+a
ke,elakaan. Namun6 meskipun tidak termasuk dalam area tersebut6 lokasi to.er :T1
berada pada area ka.asan pendekatan dan lepas landas maka perlu men-adi
perhatian dan perlu adan+a pemasangan lampu halangan (obsta"le lights) untuk
men,egah ter-adin+a ke,elakaan penerbangan akibat adan+a bangunan to.er :T1
tersebut.
Tabel 5
0oordinat dan Ile@asi :angunan To.er :T1
H J P
To.er 1 &#52&3.0! #1"!"3.513 2.5"1&&!
To.er 2 &#!#"".&532 #1"!&"&.022 2!.1311033!
To.er &#!"".3&!5 #1"!&1#.5!# 0.35!"513
To.er ! &#!31.#2"& #1"!&&.5"& !.#!0#2#53
To.er 5 &#!30#.2#5 #1"!3!."## 5.1&#!&#5"
1umber. PT. =ngkasa Pura 26 :andara Juanda 1uraba+a
Menga,u pada data'data tersebut diatas6 maka perlu adan+a pemasangan
lampu halangan (obsta"le ligths) di kelima to.er :T1 tersebut. Pemasangan lampu
halangan pada To.er :T1 harus ditempatkan pada pun,ak bangunan. 0arena
ketinggian bangunan To.er :T1 16 To.er :T1 26 To.er :T1 6 To.er :T1 ! maupun
To.er :T1 5 tidak lebih dari !5 meter maka -enis lampu +ang harus dipasang adalah
-enis lampu 26 di mana -enis lampu 2 dapat digunakan pada (
17
Jurnal Penelitian Perhubungan Udara Vol. No. 3, September 2011
:angunan tetap +ang tinggin+a kurang dari !5 meter dari permukaan tanah
sekelilingn+a dengan .arna merah men+ala tetap dan besarn+a intensitas ,aha+a
minimal 10 ,d (,aha+a lilin)A
:angunan bergerak dengan gerakan terbatas (,ontoh aeobiges) menggunakan
.arna merah men+ala tetap dan besarn+a intensitas ,aha+a minimal 10 ,dA dan
:angunan bergerak untuk kendaraan 9megen"& atau se"!it& menggunakan .arna
biru atau kuning berkedip &0 sampai dengan #0 per menit dan besarn+a intensitas
,aha+a sebesar !0 ,d6 sedangkan kendaraan follo+ me menggunakan .arna
kuning berkedip &0 sampai dengan #0 per menit dan besarn+a intensitas ,aha+a
sebesar 200 ,d.
2. :angunan Mall (it& Of Tomoo+ (Mall <iTo)
1ementara untuk bangunan +ang sempat ban+ak dikeluhkan oleh beberapa pilot
dan diberitakan beberapa media tentang ketinggian Mall (it& Of Tomoo+ (Mall
<iTo) +ang berlokasi di Jl. =hmad Jani No. 1 kota 1uraba+a6 berdasarkan data
dilapangan6 <iTo terletak pada pada -arak &62# km barat da+a ambang landasan
10 :andara Juanda. 2ni berarti bah.a bangunan <iTo terletak pada ka.asan di
ba.ah permukaan horisontal luar dengan batas ketinggian +aitu 150 meter dari
ambang landasan pa,u 10 bukan pada ka.asan an,angan pendaratan dan lepas
landas. 0etinggian bangunan Mall <iTo pun masih memenuhi pers+aratan +ang berlaku
+aitu 115 meter dari permukaan tanah. 1ehingga dengan demikian Mall <iTo tidak
melanggar batas'batas ketinggian dalam ka.asan keselamatan operasi penerbangan
bandara Juanda 1uraba+a. Namun6 melihat lokasi Mall <iTo +ang berada dalam
ka.asan di ba.ah permukaan horisontal bandara Juanda 1uraba+a diharuskan untuk
memasang lampu halangan (obsta"le lights) demi keselamatan operasi penerbangan.
Menga,u kepada data'data diatas6 maka perlu adan+a pemberian lampu
halangan (obsta"le lights) pada bangunan Mall <iTo dengan ketentuan'ketentuan
sebagai berikut (
a. Mengingat Mall <iTo tinggi bangunann+a lebih dari !5 meter dari permukaan
tanah sekitarn+a maka antara lampu pun,ak dan permukaan tanah harus
dipasang lampu dengan -arak +ang seimbang dan -arak antar lampu tidak boleh
lebih dari !5 meter6 untuk itu berlaku ketentuan (
a) Jumlah tingkat lampu
Untuk menetukan -umlah tingkat lampu digunakan perhitungan (
N O J dimana ( N O -umlah tingkat lampu
!5 J O Tinggi bangunan +ang akan dipasang lampu
N O 115 O 265555 dibulatkan men-adi .
!5
b) Jarak selang antar lampu (
18
Jurnal Penelitian Perhubungan Udara Vol. No. 3, September 2011
H O J Q !5 meter
N dimana ( H O -arak selang antar lampu
H O 115 O "6 meter dibulatkan men-di " meter.
c) Pemasangan lampu
Pemasangan lampu halangan (obsta"le lights) pada bangunan Mall <iTo
harus dapat dilihat dari segala pen-uru. =pabila lampu tidak tampak dari
segala pen-uru6 maka harus dipasang lampu lain +ang tampak dari segala
pen-uru. Untuk itu disetiap titik lampu harus dipasang di ! buah lampu
halangan (obsta"le lights). Jadi titik penempatan lampu halangan pada
ketinggian bangunan Mall <iTo adalah sebagai berikut (
Titik lampu pun,ak (lampu 1) ( 115 meter
Titik lampu 2 ( 115 G " O 33 meter
Titik lampu ( 33 ' " O # meter
d) Jenis lampu +ang harus dipasang adalah (
Untuk -enis lampu +ang berada pada ketinggian !5 meter sampai 115
meter menggunakan -enis lampu 22 dengan ketentuan ber.arna putih6
n+ala lampu berkedip'kedip6 -umlah kedipan permenit 20'&0 kali6
intensitas ,aha+a lampu tidak kurang dari 1.&00 ,d.
Untuk -enis lampu +ang berada pada ketinggian kurang dari !5 meter
menggunkan lampu -enis 1 dengan ketentuan ber.arna merah6 n+ala
lampu men+ala tetap6 intensitas ,aha+a lampu tidak kurang dari 10 ,d.
Maka bangunan Mall <iTo pada titik lampu harus menggnakan lampu
-enis 26 dan titik lampu 1 serta titik lampu 2 menggunakan -enis lampu 22.
KESIMPULAN
1etelah melakukan analisis penerapan 1N2 0'3051'200! mengenai pemberian
tanda dan pemasangan lampu halangan (obsta"le lights) disekitar bandara sebagai
standar .a-ib di :andara Juanda 1uraba+a6 maka dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut (
1. /ari data teknis bangunan To.er :T1 16 To.er :T1 26 To.er :T1 6 To.er :T1 !
maupun bangunan To.er :T1 5 berada pada ka.asan diba.ah pendekatan dan
lepas landas6 serta bangunan 4all (it& Of Tomoo+ (Mall <iTo) berada pada
ka.asan di ba.ah permukaan horisontal luar dengan ketinggian bangunan men,apai
115 meter6 pada bangunan'bangunan tersebut belum di beri pemasangan lampu
halangan (obsta"le lights) sesuai dengan ketentuan +ang dikeluarkan oleh /irektorat
Jenderal Perhubungan Udara.
2. 0ebi-akan /irektorat Jenderal Perhubungan Udara No. 2 Tahun 2005 tentang
pemberlakuan 1N2 0'3051'200! mengenai pemberian tanda dan pemasangan
19
Jurnal Penelitian Perhubungan Udara Vol. No. 3, September 2011
lampu halangan (obsta"le lights) di sekitar bandar udara sebagai standar .a-ib
men-adi keharusan untuk diperhatikan dan dilaksanakan dalam mendukung
keselamatan penerbangan +ang optimal.
3. :erdasarkan peraturan +ang berlaku6 Menurut 1tandar Nasional 2ndonesia 0'3051'
200! maupun peraturan +ang dikeluarkan oleh /irektorat Jenderal Perhubungan
Udara maka bangunan To.er :T1 16 To.er :T1 26 To.er :T1 6 To.er :T1 ! maupun
To.er :T1 5 serta bangunan Mall (it& Of Tomoo+ (Mall <iTo) harus diberi
pemasangan lampu halangan (obsta"le lights).
4. Campu +ang dapat dipasang pada bangunan To.er :T1 16 To.er :T1 26 To.er :T1 6
To.er :T1 ! maupun To.er :T1 5 adalah -enis lampu 26 di mana -enis lampu 2 dapat
digunakan pada >:angunan tetap +ang tinggin+a kurang dari !5 meter dari
permukaan tanah sekelilingn+a dengan .arna merah men+ala tetap dan besarn+a
intensitas ,aha+a minimal 10 ,d (,aha+a lilin)9
1ementara untuk bangunan Mall (it& Of Tomoo+ (Mall <iTo) Untuk -enis lampu +ang
berada pada ketinggian !5 meter sampai 115 meter menggunakan -enis lampu 22
dengan ketentuan ber.arna putih6 n+ala lampu berkedip'kedip6 -umlah kedipan
permenit 20'&0 kali6 intensitas ,aha+a lampu tidak kurang dari 1.&00 ,d. Untuk -enis
lampu +ang berada pada ketinggian kurang dari !5 meter menggunakan lampu -enis
1 dengan ketentuan ber.arna merah6 n+ala lampu men+ala tetap6 intensitas ,aha+a
lampu tidak kurang dari 10 ,d.
U;APAN TERIMA KASIH
Penulis mengu,apkan terima kasih kepada PT. (Persero) =ngkasa Pura 226 :andara
2nternasional Juanda 1uraba+a dengan dibantun+a pengumpulan data6 serta /rs. M.N
Nasution Ms. Tr. sebagai Mitra :estari 5arta =rdhia Jurnal Penelitian Perhubungan Udara
BIODATA PENULIS
R) Jati Nurha+ati6 /iploma 2D Teknik Cistrik :andara pada 1ekolah Tinggi penerbangan
2ndonesia6 Peneliti Pertama bidang Transportasi Udara di Puslitbang Perhubungan Udara
:adan Citbang Perhubungan.
=lamat 0antor ( Jl. Merdeka Timur No. 56 Jakarta Pusat
DA<TAR PUSTAKA
.i:en ;!b!d 5ep!t!san 4entei Nomo 23 Tah!n 2005 tentang pemberlakuan 1N2 0'
3051'200! mengenai pemberian tanda dan pemasangan lampu halangan (obsta"le
lights) di sekitar bandar udara sebagai standar .a-ib6 Jakarta6 2005.
5ep!t!san 4entei Nomo <0 Tah!n 1=>= tentang batas batas keselamatan operasi
penerbangan di sekitar bandar udara Juanda 1uraba+a6 Jakarta6 1#"#.
.i:en ;!b!d No0 s*ep-32-i%-1=>" tentang pedoman pemberian tanda6 pemasangan
lampu dan pemberian rekomendasi di sekitar bandar udara6 Jakarta6 1#"".
20
Jurnal Penelitian Perhubungan Udara Vol. No. 3, September 2011
Standa Nasional Indonesia (SNI$ 03-7051-2004 tentang pemberian tanda dan
pemasangan lampu halangan (obsta"le lights) di sekitar bandar udara6 Jakarta6
200!.
2<=46 =nne% 1! Dolume 2 =erodrome /esign and 4peration
Aeodome .esign 4an!al1 ?ath 4 @is!al Aids (.O(0 =157-AN-=01$
?T0 Ang*asa ?!a I1 ?e*e:aan ?eng!*!an Obsta"le T&pe A di :andar Udara 2nternasional
Juanda 1uraba+a6 1uraba+a6 2010.
21
Jurnal Penelitian Perhubungan Udara Vol. No. 3, September 2011