Anda di halaman 1dari 6

I.

PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Banyak bahan makanan yang dijual di masyarakat akhir akhir ini tidak
terjaga kebersihannya, salah satunya adalah ayam. Oleh karena itulah sangat
penting untuk mengetahui jumlah mengenai jumlah mikroba yang terkandung
dalam bagian ayam tersebut, baik itu hati jantung, kulit , usus , ampela, daging
dan hati ayam. Beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah
mikroba antara lain, hitungan mikroskopik, metode pengenceran, dan metode
MPN, volumetrik, gravimetrik, turbidimetri, dan analisis komponen sel, analisis
produk katabolisme, dan analisis konsumsi nutrient (ardia!, "##$%.
Pada metode pengenceran jumlah sel pada sampel dapat dihitung dengan
cara mengalikan jumlah koloni yang tumbuh dengan &aktor pengencerannya dan
pengencerannya biasanya dinyatakan dalam pangkat negati& . 'al ini didasarkan
pada anggapan bah(a setiap sel yang dapat hidup akan berkembang menjadi satu
koloni ()a(uri, dkk., $**+%. ,alam metode pengenceran ini, perhitungan yang
paling valid secara statistik adalah perhitungan koloni pada ca(an yang memiliki
koloni yang jumlahnya berkisar diantara -* sampai -** koloni (Madigan, et al,
"##+%. .eknik isolasi mikroba yaitu inokulasi yang merupakan suatu teknik
pemindahan suatu biakan tertentu dari medium yang lama ke medium yang baru
dengan tujuan untuk mendapatkan suatu biakan yang murni tanpa adanya
kontaminasi dari mikroba yang lain yang tidak diiinginkan (/u(andi, "##-%.
0solasi mikroba dilakukan untuk mengidenti&ikasi dan meneliti si&at1si&at suatu
mikroba (,(idjoseputro, $**-%.
1.2 Tujuan
". 2ntuk mengetahui cara perhitungan mikroba dengan metode pengenceran
2. 2ntuk mengetahui jumlah sel mikroba dalam suatu sampel
-. 2ntuk mengetahui hubungan &aktor pengenceran dengan pertumbuhan koloni
mikroba.
3. 2ntuk mengetahui cara isolasi mikroba sehingga mendapatkan
biakkan murni
II. MATERI DAN METODE
,isiapkan sampel padat berupa hati, kulit, usus, ampela,daging dan hati
ayam. /ampel kemudian ditimbang sebanyak "* gram kemudian dimasukkan
dalam #* ml air steril lalu dikocok dalam botol. Pada proses ini akan diperoleh
pengenceran sebesar "*
1"
. ,iambil sampel yang berada di dalam botol sebanyak "
m4 kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang telah berisi # m4 air steril
untuk memperoleh pengenceran sebesar "*
1$
dari tabung ini juga diambil " m4
sampel dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi ketiga yang sudah berisi # m4 air
steril untuk mendapatkan pengenceran sebesar . 2langi langkah diatas sampai
diperoleh pengenceran sebesar "*
13
, "*
15
dan "*
16
. Pada pengenceran "*
13
, "*
15
dan "*
16
sampel diambil sebanyak " m4 dari tabung reaksi dan dimasukkan ke
dalam ca(an petri kemudian dituang media N7 yang telah dicairkan, digoyang
dan didiamkan hingga padat. /elanjutnya diinkubasi pada suhu -+
o
selama $3 jam.
,ihitung jumlah mikroba yang tumbuh.
2ntuk metode isolasi, medium N7 yang telah dicairkan, dituangkan ke
dalam ca(an petri steril dan dibiarkan membeku. /etelah membeku, dipilih koloni
yang dianggap menarik yang tumbuh pada ca(an hitung dalam enumerasi,
kemudian dilakukan Streak for single colony dengan menggunakan jarum ose.
)emudian ca(an petri diinkubasi selama $3 jam. )oloni yang tumbuh diisolasi
dan ditanam pada medium agar miring.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
III.1 Hasil Pengamatan (data pengamatan terlampir%
Pada metode pengenceran, perhitungan yang paling valid jumlahnya berkisar
diantara -* sampai -** koloni. 8ika tidak maka dilakukan perhitungan rata
rata jumlah koloni pada pengenceran"*
13
,"*
15
, "*
16
92:gr "* "
-
"* $ "* ; "* $6
6
6 5 3
x
x x x
=
+ +
)ulit ayam < "-* = "*
6
92:gr
2sus ayam < 36 = "*
5
92:gr
92:gr "* $
-
"* - "* $5 "* $
6
6 5 3
x
x x x
=
+ +
,aging ayam < "$+ = "*
5
92:gr
92:gr "* $
-
"* 6 "* 6 "* ;
6
6 5 3
x
x x x
=
+ +
III. Pem!a"asan
Pada praktikum ini dilakukan perhitungan jumlah mikroba menggunakan
dengan metode pengenceran. ,ipilih seri pengenceran"*
13
,"*
15
, "*
16
karena pada
seri pengenceran yang lebih tinggi jumlah populasi mikroba yang didapat akan
membentuk koloni yang terpisah1pisah saat dibiakkan /elain itu pada seri
pengenceran "*
1"
1"*
1-
, jumlah bakteri yang ada dianggap masih terlalu padat
sehingga sulit untuk didapatkan biakan murni (Prescott, et. al., $**$%.
Pada percobaan jumlah koloni mikroba yang didapat sebagaian besar
mengalami penurunan sesuai dengan peningkatan dari &aktor pengencerannya.
semakin tinggi seri pengenceran maka jumlah bakteri yang tumbuh akan semakin
sedikit (ardia!, "##$%. Pada pengenceran "*
15
pada usus dan ampela ayam tidak
sesuai dengan literatur karena terjadi peningkatan jumlah mikroba yaitu 36="*
6
8antung ayam <
7mpela ayam <
'ati ayam <
92:gr dan $5="*
6
92:gr dibandingkan dengan pengenceran "*
13
. 'al ini
disebabkan pada saat dilakukan pengenceran, sampel tidak dikocok dengan baik
sehingga sampel belum sepenuhnya homogen. /elain itu juga diakibatkan adanya
kontaminasi pada saat percobaan seperti pada saat memindahkan ke ca(an petri
terlalu jauh dari api bunsen sehingga menyebabkan mikroba yang hidup disekitar
lingkungan tempat mengkontaminasi medium. Pada percobaan ini jumlah
mikroba yang terbanyak terdapat pada kulit ayam. 'al ini disebabkan karena kulit
ayam ayam merupakan bagian luar ayam yang kontak dengan lingkungan
sehingga paling banyak mengandung mikroba yaitu "-*="*
6
92:gr. /elain itu
tingginya jumlah mikroba yang terdapat dalam sampel karena kulit ayam yang
dipakai sudah tidak segar lagi, sehingga kemungkinan sudah terkontaminasi
banyak mikroba. /edangkan jumlah mikroba yang paling sedikit ditemukan pada
jantung ayam , ampela dan hati ayam yaitu masing masing berjumlah "="*
6
92:gr, $="*
6
92:gr dan $="*
6
92:gr. 'al ini disebabkan pada saat
penuangan media agar ke dalam ca(an petri, media agar masih dalam keadaan
panas. /ehingga mikroba akan mati jika diberikan suhu yang tinggi (8a(et!, et al,
$**"%. /elain itu masing1masing sel yang ditumbuhkan dalam medium memiliki
kecepatan yang berbeda dalam hal pembentukan koloni dan memerlukan kondisi
inkubasi yang tepat (Madigan, et. al., "#;3%.
Proses pembiakan selanjutnya dilakukan dengan menggunakan metode
streak for single colony pada media N7 miring. ,igunakan ose untuk men
>streak? media, tetapi sebelumnya ose harus dipanaskan terlebih dahulu diatas
api bunsen sampai membara. 0ni bertujuan untuk menghindari terjadinya
kontaminasi. Ose yang masih panas jangan langsung disentuhkan pada koloni
mikroba yang dipilih, karena menyebabkan matinya koloni mikroba tersebut
akibat panas. Streak dilakukan dengan membuat starting point dahulu. )emudian
dilanjutkan dengan goresan membentuk pohon cemara terbalik agar didapatkan
koloni yang lebih terpisah.
I#. $ESIMPULAN
1. Metode pengenceran adalah metode yang menggunakan seri pengenceran
dari masing masing sampel, dimana diasumsikan bah(a satu koloni
berasal dari satu sel dan dapat dihitung dengan cara mengalikan jumlah
koloni dengan &aktor pengenceran.
2. 8umlah mikroba yang terdapat yang terdapat pada sampel beruapa jantung,
kulit, usus, ampela,daging, dan hati ayam adalah "="*
6
92:gr, "-*="*
6
92:gr,36="*
5
92:gr,$="*
6
92:gr,"$6="*
5
92:grdan $="*
6
92:gr
3. 'ubungan dari &aktor pengenceran terhadap jumlah mikroba dalam sampel
adalah semakin tinggi &aktor pengenceran maka semakin kecil konsentrasi
bakteri dalam air sehingga koloni yang tumbuh semakin sedikit.
4. 2ntuk mendapatkan suatu biakkan murni maka dilakukan metode isolasi
pada mikroba yang diinginkan dari sampel dengan menggunakan metode
streak for a single colony , dimana mikroba yang diinginkan ditanam pada
media yang sesuai.
DA%TAR PUSTA$A
,(idjoseputro, /.. $**-. Dasar- Dasar Mikrobiologi. ,jambatan. 8akarta
ardia!, /rikandi. "##$. Mikrobiologi Pangan 1. 8akarta@ P. Aramedia Pustaka
2tama.
8a(et!, B., 8. 4. Melnick, dan B. 7. 7delberg, "##6. Mikrobiologi Kedokteran.
8akarta@ Penerbit Buku )edokteran.
)a(uri, C., D.Camona, dan 0.B.A. ,armayasa. $**+. Penuntun Praktikum
Mikrobiologi 8urusan armasi. 4aboratorium Mikrobiologi 8urusan
Biologi M0P7 2nud. Bukit 8imbaran
Madigan, M.., 8. M. Martinka and 8. Parker. "##+. Biology of Mcroorganism,
Eigt Edition. Ne( 8ersey@ Prentice 'all 0nternational, 0nc.
Prescott, 4.M., 8.P. 'arley, and ,.7. )lein. $**-. Microbiology !ift Edition.
/ingapore@ Mc Ara( 'ill.
/u(andi, 2sman. "##-. Skrining Mikroorganisme Pengasil "ntibiotik.
7vailableat@http@::(((.kalbe.co.id:&iles:cdk:&iles:"3/kriningMikroorganis
me;#. pd&: opened at @ "# Maret $*"$