Anda di halaman 1dari 27

FISIKA FARMASI II

MIKROMIRETIK ATAU
KONSEP UKURAN PARTIKEL ZAT

MIKROMIRETIK ADALAH ILMU TENTANG PARTIKEL KECIL.
DIMENSI PARTIKEL DALAM SISTEM DISPERSI FARMASETIK ;

UKURAN SATUAN PARTIKEL
UKURAN /
KIRA-KIRA
CONTOH
MIKROMETER
( m )
MILIMETER
( mm )
0,5 10 0,0005 0,010 MIKROSKOP OPTIK SUSPENSI, EMULSI HALUS
10 50 0,010 0,050 MIKROSKOP OPTIK PARTIKEL EMULSI, SUSPENSI KASAR
50 100 0,050 0,100 AYAKAN 325 140 JARAK SERBUK HALUS
150 1000 0,150 1,000 AYAKAN 100 18 JARAK SERBUK KASAR
1000 - 3360 1,000 3,360 AYAKAN 18 - 6 UKURAN GRANUL RATA-RATA
UKURAN PARTIKEL PENTING BAGI FARMASI ;
1. BERHUBUNGAN DG SIFAT FISIKA, KIMIA, FARMAKOLOGI
2. MEMPENGARUHI LIBERALISASI OBAT DARI BENTUKNYA
3. STABILITAS OBAT DARI BENTUKNYA.
4. MEMPENGARUHI SIFAT ALIRAN DAN PENCAMPURAN
SERBUK DAN GRANUL.
UKURAN PARTIKEL ;
BILA TERDAPAT KUMPULAN PARTIKEL LEBIH DARI SATU UKURAN
MAKA 2 SIFAT PENTING, YITU ;
1. BENTUK DAN LUAS PERMUKAAN PARTIKEL .
2. KISARAN UKURAN, BANYAKNYA ATAU BERAT PARTIKEL YG
ADA, SERTA LUAS PERMUKAAN TOTAL.

PADA DASARNYA UKURAN PARTIKEL DINYATAKAN DG GARIS
TENGAH (d), MACAM-MACAM ISTILAH GARIS TENGAH ;
1. ds

= GRS TENGAH BULATAN = GRS TENGAH YANG MEMPUNYAI
LUAS PERMUKAAN YANG SAMA.
2. dv = GRS TENGAH BULATAN YG MEMPUNYAI VOLUM YG SAMA
3. dp = GRS TENGAH YG DIPROYEKSIKAN = GRS TENGAH SUATU
BULATAN YG MEMPUNYAI LUAS PENGAMATAN YG SAMA SPT
PARTIKEL BILA DIPANDANG TEGAK LRS PD BID. PLG STABIL.
4. d
st
= dstokes = GARIS TENGAH BULATAN YANG MENGALAMI
SEDIMANTASI PADA LAJU YG SAMA SEPERTI PARTIKEL TIDAK
SIMETRIS.
dp = dproyeksi, TERDAPAT 3 CARA PROYEKSI, YAITU ;
1. dproyeksi DG CARA FERRET (d
fer
) = PROYEKSI VERTIKAL
2. dproyeksi DG CARA MARTIN (d
M
) = PROYEKSI HORIZONTAL
DLM 2 BAGIAN YG SAMA BESAR (A1 = A2)
3. dproyeksi DG CARA PROYEKSI PERMUKAAN (d
A
)








dfer
d
M
d
A

A1
A2
p
f
f p
nd
nd
/ 1
) (
) (

drata-rata EDMUNDSON
PERHITUNGAN GARIS TENGAH STATISTIK DARI DATA YANG
DIPEROLEH DENGAN MENGGUNAKAN METODE MIKROSKOPIK
(DISTRIBUSI NORMAL)

JANGKAUAN
UKURAN
(m)
JANGKAUAN
UKURAN
RATA-RATA
(m)
JML SETIAP
UKURAN
DALAM
JANGKAUAN
(n)


(nd)


(nd
2
)


(nd
3
)


(nd
4
)
0,50 1,00 0,75 2 1,50 1,13 0,85 0,64
1,00 1,50 1,25 10 12,50 15,63 19,54 24,43
1,50 2,00 1,75 22 38,50 67,38 117,92 206,36
2,00 2,50 2,25 54 121,50 273,38 615,11 1384,00
2,50 3,00 2,75 17 46,75 128,56 353,54 972,24
3,00 3,50 3,25 8 26,00 84,50 274,63 892,55
3,50 4,00 3,75 5 18,75 70,31 263,66 988,73
JUMLAH . n = 118 nd =
265,50
nd
2
=
640,89
nd
3
=
1645,25
nd
4
=
4468,95
DISTRIBUSI UKURAN PARTIKEL ;
1. BUAT GRAFIK FREKUENSI JUMLAH ATAU BERAT PARTIKEL DG
UKURAN PARTIKEL (DISTRIBUSI NORMAL) (KURVA 1), .
2. DISTRIBUSI NORMAL PADA No. 1 UMUM TDK TERDAPAT PADA
SERBUK FARMASI--- UMUMNYA ADALAH DISTRIBUSI YG TDK
NORMAL, ATAU TDK SIMETRIS (KURVA 2), DAN PLOT %
FREKUENSI KOMULATIF DG UKURAN PARTIKEL, DIDAPAT
KURVA 3.
3. AGAR DIDPT DISTRIBUSI NORMAL MAKA GRAFIK YG DIBUAT
ADALAH LOGARITMA UKURAN PARTIKEL ATAU BERAT
PARTIKEL DG FREKUENSI JUMLAH (KURVA 4), SEDANGKAN %
FREKUENSI KOMULATIF DG LOG UKURAN PARTIKEL, DIDAPAT
KURVA 5.
BERDASARKAN KURVA INI DIDAPATKAN GARIS TENGAH RATA-
RATA GEOMETRIK (dg) DG SIMPANGAN BAKU GEOMETRIK (g)
4. DENGAN PENDEKATAN PERSAMAAN HATSH DAN CHOATE
DAPAT MENGUBAH DISTRIBUSI JUMLAH DG DISTRIBUSI BERAT
DIDAPATKAN (g
1
), HITUNG dln, DIDAPATKAN dg

5. BERDASARKAN PERSAMAAN HATCH-CHOATE, DIDAPATKAN
JUGA d
sn
, d
vn
, d
vs
, DAN d
wm
.

6. JUMLAH PARTIKEL DAPAT DIHITUNG DENGAN RUMUS ;

N = 6/(d
VN
3
)

DIMANA ; N = JUMLAH PARTIKEL
= 3,14
dvn = MEAN VOLUME.
= KERAPATAN SERBUK
METODE UNTUK MENENTUKAN UKURAN PARTIKEL ;
1. MIKROSKOPI OPTIK
PADA DASARNYA ADALAH MENGUKUR DIAMETER PARTIKEL.
KELEMAHANNYA ; DIAMETER YG DIDAPAT ADALAH DIAMETER
PANJANG, DAN LEBAR, TDK UTK KETEBALAN DARI PARTIKEL
2. PENGAYAKAN
DENGAN JALAN MENGAYAK DG SERI AYAKAN STANDAR.AKAN
DIDAPAT UKURAN DARI PARTIKEL, MISAL MELEWATI AYAKAN
NO. 325, UKURANNYA ADALAH 44 m. DGN JALAN DITIMBANG,
DPT DIKETAHUI JUMLAH PARTIKEL
3. SEDIMENTASI/PENGENDAPAN
UKURAN DIAMETER MENGGUNAKAN RUMUS ;
dst
2
(
s

0
) g 18
0

v = h/t = dst =
18
0
(
s

0
)gt
DiMANA v = LAJU PENGENDAPAN, h = JARAK JATUH DLM WAKTU t,
dst = DIAMETER RATA2 PARTIKEL,
s
= KERAPATAN PARTIKEL ,

0
= KERAPATAN MEDIUM, g = GRAVITASI,
0
= VISKOSITAS MEDIUM
SYARAT PENGGUNAAN RUMUS ADALAH, LAMINAR ATAU STREAM
LINE, TIDAK TERJADI TURBULENSI, UNTUK ITU DIGUNAKAN RUMUS
REYNOLD (Re) --- Re = (vd
0
)/ --- v = Re/ d
0
, HUKUM STOKES
TIDAK DAPAT DIGUNAKAN BILA Re > 0,2, KARENA BILA Re > 0,2
AKAN TERJADI TURBELENSI.
BILA RUMUS STOKES DIGABUNG DG REYNOLD ;
Re d
2
(
s

0
) g 18 Re
2

v = = d
3
=
d
0
18

(
s

0
)
0
g
CONTOH SOAL
BAHN SERBUK KERAPATAN 2,7, DISUSPENSIKAN PD 20
0
C , HITUNG
BESAR PARTIKEL YG MENGENDAP TANPA TURBELENSI, VISK. AIR
PD 20
0
C = 0,01 POISE (=gr/cm.det), KERAPATAN = 1,0
4. PENGUKURAN VOLUME PARTIKL DG ALAT COULTER COUNTER.
PRINSIP KERJA ALAT ;
JIKA SUATU PARTIKEL DISUSPENSIKAN DALAM CAIRAN YANG
MENGKONDUKSI MELALUI LUBANG KECIL YANG PADA KEDUA
SISINYA TERDAPAT ELEKTRODA, AKAN TERJADI PERUBAHAN
TAHANAN LISTRIK. PERUBAHAN TAHANAN BERHUBUNGAN DG
VOLUME PARTIKEL, MENYEBABKAN PULSA TEGANGAN BESAR,
DG ALAT PENGANALISIS TINGGI PULSA, DIKALIBRASI DALAM
BENTUK UKURAN PARTIKEL.


ALAT ANDERSON UNTUK MENENTUKAN
UTK MENENTUKAN UKURAN PARTIKEL DG
METODE SEDIMENTASI GRAVITASI
BENTUK PARTIKEL ;

LUAS PERMUKAAN MINIMUM ADALAH BENTUK BOLA = d
2
DAN
VOLUME = d
3
/6, UNTUK PARTIKEL YG TIDAK BERBENTUK BOLA
DIAMETERNYA ADALAH DIAMETER YANG DIPROYEKSIKAN DARI
PARTIKEL TSB dp) ;

LUAS PERMUKAAN =
S
dp
2
= d
S
2

VOLUME =
V
dp
3
= (d
V
3
)/6

UNTUK SEBUAH BOLA ;

s
= d
S
2
/ dp
2
= 3,142 DAN
V
= (d
V
3
)/6d
v
3
= 0,524
jika partikel bulat
s
/
V
= 6,0

MAKIN ASIMETRIS BENTUK PARTIKEL, MAKIN JAUH DARI HARGA
MINIMUM 6,0.

LUAS PERMUKAAN SPESIFIK ;

ADALAH LUAS PERMUKAAN PERSATUAN VOLUME (S
V
) ;

S
V
= (LUAS PERMUKAAN)/(VOLUME PARTIKEL)
=
S
d
2
/
V
d
3
=
S
/
V
d

LUAS PERMUKAAN PERSATUAN BERAT ; S
W
= S
V
/.
DARI KEDUA PERSAMAAN DIATAS ; S
W
=
S
/ .
V
d
VS

JIKA PERMUKAANNYA BULAT, MAKA S
W
= 6 / .Dvs

CONTOH SOAL ;
BERAPA LUAS PERMUKAAN SPESIFIK Sw DAN Sv, DARI PARTIKEL
YANG DIANGGAP BULAT, DIMANA = 3,0 g/cm
3
, DAN d
VS
= 2,57 m

METODE MENENTUKAN LUAS PERMUKAAN.
1. METODE ADSORBSI ;
BERDASARKAN RUMUS BET (BRUNAUER, EMMEN, TELLER)
DIDAPAT ; p/V(p
0
p) = 1/Vm + (b-1)p/Vmbp
0

DIMAN v = VOLUME GAS DALAM cm
3
YG DIADSORBSI PER
GRAM PADA TEKANAN p, SEDANG p
0
= TEKANAN UAP JENUH
DARI NITROGEN YANG DICAIRKAN, SEDANG b = KONSTANTA
PERBEDAAN PANAS ADSORBSI DG PANAS PENCAIRAN

LUAS PERMUKAAN SPESIFIK ;
S
W
= Am.n/(M/p) x Vm = (16,2 x 10
-10
)(6,02 x 10
23
)/22,414 x 10
4
x Vm
Sw = 4,35 x Vm

DIMANA ; M/p = VOL.MOLAR DARI GAS = 22,414 cm
2
/mol PADA
STP, SEDANGKAN 10
4
= PERUBAHAN cm
2
MENJADI m
2
, N = BIL
AVOGADRO = 6,02 x 10
23
, Am = LUAS PERMUKAAN NITROGEN
TUNGGAL = 16,2 x 10
-16
cm
2
.

2. METODE PERMEABILITAS. ;
METODE INI BERDASARKAN RUMUS POISEUILLE ;

V = (d
4
P.t)/(128 l )

DIMANA v = VOLUME UDARA YG MENGALIR PD KAPILER,
d = DIAMETER, l = PANJANG, t = WAKYU DETIK,
P = PERBEDAAN TEKANAN, = VISKOSITAS DLM POISE.

PERSAMAAN KOZENY-CARMAN DITURUNKAN DARI
POISEUIELLE, MENJADI ;
V = (A/S
W
2
) x (P.t/Kl) x
3
/(1 )
2


DIMANA A = LUAS PENAMPANG DARI SUMBAT, K =KONSTANTA
= 5,0 +/- 0,5, = POROSITAS, YG LAIN SDA.

UKURAN PORI ;
ADSORBSI ISOTHERM ZAT BERPORI MEMPRLIHATKN HISTERESIS
YAITU DESORBSI ATAU CABANG MENURUN TERLETAK DIATAS
SEBELAH KIRI DARI KURVA ADSORBSI YANG MENAIK ; TERDPT 2
BENTUK KURVA MENURUN, TERBUKA DAN TERTUTUP. DARI
KURVA DPT DILIHAT TEKANAN RELATIF (p/p
o
) TDPT 2 VOLUME.
TEKANAN RELATIF (p/p
o
) DPT DIHITUNG DG PERSAMAAN KELVIN
BERIKUT ; NkT ln p/p
o
= -2Mr/R --- ln p/p
o
= (-2Mr/R) x 1/NkT
DIMANA N = BIL. AVOGADRO = 6,02x10
23
,T= TEMPRATUR KELVIN
k= KONSTANTA BOLZMANTN = 1,381 x 10
-16
,r = TEG PERMUKAAN
(AIR) = 72,8 erg/cm
2
, M = Mr GAS, = KERAPATAN, R = JARI-JARI
MINISKUS
SIFAT TURUNAN SERBUK ;
1. POROSITAS ().
ADALAH PERBANDINGAN VOLUME RONGGA(v) DG VOLUME
BULK (Vb).
v = Vb Vp Vp = VOL. SEBENANRNYA DARI PARTIKEL
= (Vb Vp)/Vb

2. SUSUNAN PENGEPAKAN
PENGEPAKAN IDEAL TERDIRI DARI ;
2.1 PALING DEKAT (RHOMBOHEDRAL) = 26 %
2.2 PALING LONGGAR (MOST OPEN, LOSSEST, PENGEPAKAN)
= 48%.
POROSITAS YG UMUM ADALAH 30 50% , UNTUK PARTIKEL
KECIL POROSITAS < 26%, SEDANGKAN BAHAN KRISTAL
POROSITASNYA BISA SAMPAI < 1%

4. KERAPATAN ;
SECARA UMUM KERAPATAN ADALAH MASA/VOLUME. UNTUK
BAHAN OBAT BENTUK SERBUK PERLU HATI2 MENENTUKAN
VOLUME, KRN KEMUNGKINAN ADA RETAKAN, PORI, DAN UANG
KAPILER
ADA 3 TIPE KERAPATAN, YAITU ;
4.1 KERAPATAN SEBENARNYA, DIUKUR TDK TERMASUK PORI/
RONGGA, UTK YG TDK LARUT DIDALAM AIR DPT DENGAN
PIKNOMETER.
4.2 KERAPATAN GRANUL.
KERAPATAN YG TDK TERMASUK RONGGA, TAPI MSH ADA
PORI, DG PIKNOMETER MENGGUNAKAN AIR RAKSA, KRN
AIR RAKSA DPT MENGISI RONGGA TAPI TDK MENUTUP
PORI.
POROSITAS PADA GRANUL ;
g
= (Vg Vp)/Vg = 1 Vp /Vg

4.3 KERAPATAN BULK.
ADALAH DG. MENGUKUR VOLUME MENGGUNAKAN GELAS
UKUR, KRN TDK MEMPERHITUNGKAN RONGGA DAN PORI.
PENGUKURAN DILAKUKAN DG AYAKAN US STANDAR No 20
DIJATUHKAN PADA KAYU KASAR SEBANYAK 3 KALI DG
KETINGGIAN SATU INCHI PD JARAK 2 DETIK.
POROSITAS RUANG ANTARA ;

ruang antara
= (Vb Vg)/Vb = 1 Vg/Vb

5. POROSITAS TOTAL

TOTAL
= (Vb Vp)/Vb = 1 Vp/Vb
BILA Vp = W/
TOTAL
= 1 (W/)/(W/
b =

b
/
Vb =
b
6. BULKNESS.
VOLUME BULK SPESIFIK, KEBALIKAN DARI KERAPATAN BULK.
KERAPATAN BULK CaCO3 BERVARIASI 0,1 1,3. BULKNESS
AKAN MENINGKAT DG BERKURANGNYA UKURAN PARTIKEL.

7. SIFAT ALIRAN.
SERBUK BULK ANALOG DG ALIRAN NON-NEWTON PLASTIK
KADANG2 NONNEWTON DILATASI.

8. PENGOMPAKAN TABLET KOMPRESI
UNTUK TABLET DG BHN YG KAKU (NaCO3) POROSITASNYA
DG KOMPAK/TEKAN > DP POROSITAS TANPA PENEKANAN
ATAU DG PENGETUKAN, SIFATNYA DILATAN, ARTINYA DG
KOMPAK AKAN MENYEBABKAN PENGEMBANGAN BUKAN
KONTRAKSI. TAPI SEBALIKNYA UTK BAHAN YG HALUS
(KAOLIN) POROSITAS DG PENEKANAN < DP PENGETUKAN

PENELITIAN TABLET TERHADAP PENGARUH GAYA KOMPRESSI/
KOMPAK/ PENEKANAN.