Anda di halaman 1dari 2

Zirkonium dioksida, ZrO2, memiliki titik leleh sangat tinggi (2700 C), dan resisten

pada asam dan basa. Zirkonium oksida juga merupakan bahan yang keras dan
digunakan untuk krusibel atau bata tahan api. Namun, karena zirkonium oksida
murni mengalami transisi fasa pada 1100
o
C dan 2300
o
C yang menghasilkan
keretakan, maka digunakan larutan padat zirkonium oksida dan CaO atau MgO
untuk bahan tahan api. Larutan padat ini disebut zirkonia yang distabilkan.
Sejarah
(Persia: zargun, seperti emas). Nama zirkon kemungkinan berasal dari bahasa Persia zargun yang
memberikan deskripsi warna batu permata yang sekarang dikenal sebagai zircon, jargon,
hyacinth, atauligure. Mineral ini, dalam berbagai variasinya disebut juga dalam Injil. Mineral tidak
diketahui mengandung elemen baru sampai Klaproth, pada tahun 1789, menganalisa jargon dari
pulau Ceylon dan menemukan bahan baru yang dia namakan Zirkonertz (zirconia), tetapi Werner
namakan zircon (silex circonius). Logam ini dalam bentuknya yang tidak murni pertama kali
diisolasi oleh Berzelius di tahun 1824 dengan memanaskan campuran potasium dan potasium
zirkonium fluorida dalam proses dekomposisi yang mereka kembangkan.

Sumber
Zirkonium ditemukan dalam jumlah banyak di bintang-bintang tipe S, dan juga telah
diidentifikasikan dalam matahari dan meteor. Analisis bebatuan bulan yang diambil dari berbagai
misi Apollo menunjukkan kandungan zirkonium yang tinggi, dibandingkan dengan bebatuan bumi.

Isotop
Zirkonium alami mengandung lima isotop. Lima belas isotop lainnya juga diketahui
keberadaannya. Bijih utama zirkon dan ZrSiO4 adalah ZrO2 dalam bentuk kristal yang mengandung
hafnium sebesar sekitar 1%. Zirkonium juga muncul dalam 30 spesies mineral lainnya. Zirkonium
diproduksi secara komersil dengan mereduksi klorida dengan magnesium (proses Kroll) dan
dengan cara-cara lain. Unsur ini merupakan logam putih keabu-abuan yang terang. Ketika dibelah,
logam ini dapat terbakar di udara secara spontan, terutama pada suhu yang tinggi. Logam padat
unsur ini lebih susah untuk terbakar. Tingkat keracunan senyawa zirkonium sangat rendah.
Hafnium ditemukan pada bijih zirkonium dan memisahkannya sangat sulit.

Zirkonium komersil mengandung 1- 3% hafnium. Zirkonium memiliki absoprsi netron cross-
section yang rendah, oleh karena itu digunakan untuk aplikasi energi nuklir. Pusat pembangkit
listrik nuklir sekarang ini mengkonsumsi 90% logam zirkonium. Reaktor-reaktor nuklir komersil
yang sekarang ini dibuat, dapat menggunakan setengah juta kaki pipa campuran logam zirkonium.

Sifat-sifat
Zirkonium yang digunakan di reaktor nuklir tidak mengandung hafnium. Zircaloy merupakan
campuran logam yang penting yang dikembangkan khusus untuk aplikasi nuklir. Zirkonium
memiliki resitansi tinggi terhadap korosi terhadap berbagai jenis asam dan alkali, air laut dan
agen-agen lain. Jika dicamput dengan seng, zirkonium menjadi magnet pada suhu dibawah 35K.

Kegunaan
Unsur ini banyak digunakan oleh industri kimia dimana agen-agen korosif digunakan. Zirkonium
digunakan sebagai getter dalam tabung vakum, sebagai agen pencampur logam dalam baja,
peralatan bedah, primer peledak, filamen bola lampu pijar dan rayon spinnerets. Dengan niobium,
zirkonium menjadi superkonduktif pada suhu rendah dan digunakan untuk membuat magnet
superkonduktif. Zirkonium oksida (zirkon) memiliki indeks refraksi yang tinggi dan digunakan
sebagai bahan batu permata. Oksida yang tidak murni, zirkonia digunakan untuk laboratory
crucibles yang dapat menahan panas, dalam tungku pemanas dan oleh industri gelas dan keramik
sebagai bahan refratory.