Anda di halaman 1dari 17

PEMBELATAN (SPLINTING)

Pengobatan awal adalah pembelatan. Fungsinya: mengontrol nyeri dan


pembengkakan, mengurangi deformitas/dislokasi, dan imobilisasi fraktur, keseleo atau
cedera. Tujuan pembelatan dan imobilisasi adalah: membebaskan nyeri, meningkatkan
penyembuhan, stabilisasi fraktur, mencegah cedera lebih lanjut.
(!
Pembebatan dan imobilisasi fraktur merupakan andalan pada emergensi ortopedi.
"ebanyakan fraktur dapat diimobilisasi dengan belat sederhana. Tujuan imobilisasi
fraktur adalah melindungi kerusakan tulang, dengan menjaganya pada posisi anatomi#
hal ini akan memfasilitasi penyembuhan tanpa defek anatomi.
(!
$mobilisasi memfasilitasi proses penyembuhan dengan mengurangi nyeri dan
melindungi ekstremitas dari cedera berikutnya. %elat mempertahankan garis arah
tulang. %elat juga mengurangi gerakan# dengan membatasi mobilitas dini, edema dapat
dikurangi.
(!
"euntungan belat dibanding gips: mudah diaplikasikan, imobilisasi jangka
pendek, memungkinkan pembengkakan berlanjut untuk mencegah komplikasi pada
pemindahan pasien.
(!
$ndikasi pembelatan : fraktur, laserasi dalam/aberasi luas, laserasi tendon,
penyakit inflamasi (gout, tenosino&itis!, infeksi ruang dalam (tangan, kaki, sendi!,
trauma multipel. "ebanyakan cedera ekstremitas atas dapat ditangani dengan
menggunakan belat posterior long arm. 'edera pada jari ditangani dengan belat jari
busa atau belat plastik kaku. 'edera bahu dapat ditangani dengan sebuah
selempang/balutan gendong, atau imobiliser bahu. 'edera ekstremitas bawah dapat
ditangani dengan imobiliser lutut atau belat cetak posterior.
(!
Prinsip pembelatan
(!
Pertama, nilai (%' dan situasi yang membahayakan jiwa
$dentifikasi dan nilai struktur neuro&askular yang memiliki resiko
"onsultasi ortopedi awal untuk fraktur terbuka atau dislokasi fraktur
Pilih teknik imobilisasi yang tepat
%uktikan dan balut luka terbuka
)epaskan semua pakaian dan perangkat sempit dari ekstremitas (berlian, cincin!
)uruskan fraktur angulasi berat
)indungi bagian menonjol dari tulang
*ilai status neuro&askular dengan segera sebelum dan sesudah pembelatan
+ika dibutuhkan perawatan luka perodik, perhatikan belat yang mudah
dilepaskan
Wahyuni, Ningrum. 2010. Emergensi Ortopedi.
http://ningrumwahyuni.wordpress.com/2010/01/15/emergensi-ortopedi/ diases
tangga! 1" #anuari 201$.
BEBAT
Definisi
Pembalutan/bebat adalah penutupan suatu bagian tubuh yang cedera dengan bahan
tertentu dan dengan tujuan tertentu. Pembebatan mempunyai peran penting dalam
membantu mengurangi bengkak, kontaminasi oleh mikroorganisme dan membantu
mengurangi ketegangan jaringan luka.
Tujuan
Tujuan pembalutan meliputi satu atau lebih hal,hal berikut:
. -enahan sesuatu seperti:
menahan penutup luka
menahan pita traksi kulit
menahan bidai
menahan bagian tubuh yang cedera dari gerakan dan geseran (sebagai
.splint.!
menahan rambut kepala di tempat
/. -emberikan tekanan, seperti terhadap :
kecenderungan timbulnya perdarahan atau hematom
adanya ruang mati (dead space!
0. -elindungi bagian tubuh yang cedera.
1. -emberikan .support. terhadap bagian tubuh yang cedera.
Manfaat bebat :
. -enopang suatu luka, misal tulang yang patah.
/. -engimobilisasi luka, misal bahu yang keseleo.
0. -emberikan tekanan, misal pada ekstremitas inferior dapat meningkatkan laju
darah &ena.
1. -enutup luka, misal pada operasi abdomen yang luas.
2. -enopang bidai (dibungkuskan pada bidai!
3. -emberi kehangatan, misal bandage flanel pada sendi rematik.
Prinsip-prinsip pembalutan
%alutan harus rapat rapi jangan terialu erat karena dapat mengganggu sirkulasi.
+angan terialu kendor sehingga mudah bergeser atau lepas.
4jung,ujung jari dibiarkan terbuka untuk merigetahui adanya gangguan
sirkulasi.
%ila ada keluhan balutan terialu erat hendaknya sedikit dilonggarkan tapi tetap
rapat, kemudian e&aluasi keadaan sirkulasi.
umus Men!"itun! Te#anan Tiap Lapis Bebat (subbandage pressure)
"ekuatan pada pembebatan ("gf! 5 n 5 13/6
7iameter daerah bebat (cm! 5 lebar bebat (cm!
n 8 jumlah lapisan bebat
'atatan :
%iasanya digunakan cara yang lebih mudah yaitu memasukkan pulpen pada bebat
yang telah terpasang. +ika dapat masuk dengan mudah, berarti bebat tersebut telah
sesuai tekanannya.

Pemilihan lebar bebat dan penentuan jumlah lapisan bebat yang tepat sangat
mempengaruhi besarnya daya tekan bebat terhadap luka.
S$arat-s$arat pembalutan
-engetahui tujuan yang akan dikerjakan mengetahui seberapa batas fungsi
bagian tubuh tersebut dikehendaki dengan balutan.
Tersedia bahan,bahan memadai sesuai dengan tujuan pembalutan, bentuk
besamya bagian tubuh yang akan dibalut.
Tipe-tipe pembebat :
1. Strectable roller bandage
Terbuat dari kain, kasa, flanel, atau bahan elastik. "ebanyakan terbuat
dari kasa karena mudah menyerap air dan darah, serta tidak mudah
longgar.
+enis,jenisnya :
. )ebar /,2 cm : digunakan untuk jari tangan, kaki
/. )ebar 2 cm : digunakan untuk leher dan pergelangan tangan
0. )ebar 9,2 cm : digunakan untuk kepala, lengan atas, fibula, kaki
1. )ebar 6 cm : digunakan untuk daerah femur dan pinggul
2. )ebar 6,2 cm : digunakan untuk dada, abdomen, punggung.
6. Triangle cloth
%erbentuk segitiga dan terbuat dari kain masing,masing
panjangnya 26,66 cm.
7igunakan untuk bagian tubuh yang berbentuk lingkaran, atau
untuk menyokong bagian tubuh yang luka.
%iasa dipakai pada luka kepala, bahu, dada, tangan, kaki, lengan
atas.
%& Putaran Dasar Dalam Pembebatan
a& Putaran spiral
7igunakan untuk membebat bagian tubuh yang mempunyai lingkaran
sama, misal : lengan atas, kaki
Putaran dibuat dengan sudut kecil 06
6
dan setiap putaran menutup //0
lebar bandage dari putaran sebelumnya
b& Putaran sir#uler
%iasanya digunakan untuk mengakhiri pembebatan, juga untuk
menutup bagian tubuh yang berbentuk silinder/tabung misalnya pada
bagian proksimal jari kelima. %iasanya tidak digunakan untuk menutup
daerah luka karena menimbulkan ketidaknyamanan
%ebat ditutupkan pada bagian tubuh sehingga setiap putaran akan
menutup dengan tepat bagian putaran sebelumnya.
'& Putaran spiral terbali#
7igunakan untuk membebat bagian tubuh dengan bentuk silinder
yang berdiameter tidak sama, misalnya pada tungkai bawah kaki yang
berotot.
%ebat diarahkan ke atas dengan sudut 06
6
, kemudian letakkan ibu jari
dari tangan yang bebas di sudut bagian atas dari bebat. %ebat
diputarkan membalik sepanjang 1 cm (3 inch!, dan tangan yang
membebat diposisikan pronasi sehingga bebat menekuk di atas bebat
tersebut dan lanjutkan putaran seperti sebelumnya.
(& Putaran berulan!
7igunakan untuk menutup bagian bawah dari tubuh misalnya tangan,
jari, atau pada bagian tubuh yang diamputasi
%ebat diputarkan secara sirkuler di bagian proksimal. "emudian
ditekuk membalik dan dibawa ke arah sentral menutup semua bagian
distal. "emudian bagian inferior, dengan dipegang tangan yang lain
dibawa kembali ke arah kiri dari bagian sentral bebat. Pola ini
dilanjutkan bergantian ke arah kanan dan kiri, saling tumpang tindih,
tetapi pada putaran awal dengan //0 lebar bebat. %ebat kemudian
diakhiri dengan dua putaran sirkuler yang bersatu di sudut lekukan
dari bebat.
e& Putaran an!#a (elapan
%iasanya digunakan untuk membebat siku, lutut, tumit.
%ebat diakhiri dengan dua putaran sirkuler menutupi bagian sentral sendi. "emudian
bebat dibawa menuju ke atas persendian, membuat putaran seperti angka delapan.
:etiap putaran dilakukan ke atas dan ke bawah dari persendian dengan menutup
putaran sebelumnya dengan //0 lebar bebat. )alu diakhiri dengan dua putaran
sirkuler di atas persendian.
Ma'am-ma'am ba"an pembalutan
)& Pembalut se!iti!a (mitella)
Terbuat dan kain tipis, lemas, kuat, biasanya berwama putih. %entuk
segitiga sama kaki,tegak lurus dengan panjang kaki,kakinya ;6 cm , 66 cm.
(16 inch!.
'ara memakainya bisa dilebarkan atau dilipat,lipat sehingga berbentuk
dasi ('ra&at! atau seperti kain pramuka.
Terdapat 0 macam pembalut segitiga :
a. :egitiga biasa,
b. :egitiga plantenga,
c. :egitiga funda,
Penggunaannya bisa untuk pembalut biasa, tourni<uet, penahan bidai
atau penyangga (sling!.
%& Pembalut pita
Pembalut bentuk pita ada bermacam,macam:
Pembalut #asa !ulun!
%iasanya untuk pembalut luka sederhana atau pembalut gips.
Pembalut kasa dipakai bila diperlukan pembalut yang kaku dan kuat
misalnya untuk penutup kepala, bidai, pembalut gips (saat ini jarang
dipakai!
7isamping itu bisa juga dibuat dari kain katun atau kain flanel, dan
seringkali dipakai untuk tujuan PP=7.
Pembalut elasti#
Tersedia di toko dengan ukuran 1 dan 3 inch.
%isa dipakai untuk berbagai tujuan: penahan, penekanan, pelindung
dan penyangga, sehingga pemakaiannya sangat luas.
Pembalut tri'*t
Terdiri dari >ain seperti kain kasa sehingga agak elastik bagian
tengahnya diisi kapas sehingga berbentuk bulat panjang. Tersedia di toko
dengan berbagai ukuran: /, 1 , 3 dan 6 inch. Pemakaiannya sebagai
bebat, tekan, penahan, penyangga dan pelindung.
Lain - lain
.:tocking. elastik, terbuat dari bahan elastik dengan tekanan
tertentu.?ang lain misalnya baju elastik.
.%utterfly., terbuat dan plester kecil untuk merapatkan luka,luka
kecil tanpa dijahit.
+& Plester
Terdiri dari pita berperekat, dipergunakan untuk :
a. melekatkan kassa penutup luka
b. untuk fiksasi
c. untuk adaptasi, mendekatkan tepi,tepi luka lama yang sudah bersih.
:aat ini telah tersedia lembaran/anyaman berperekat yang tahan air
(@ipafi5!. 4ntuk melekatkan penutup luka secara berkeliling dengan sedikit
penekanan dan agak kedap air.
Te#ni# Pembalutan
Pembalut Se!iti!a
. 4ntuk kepala
.'apitalum par&um triangulare. (triangle of head or scalp!
4ntuk pembungkus kepala/penahan rambut
AFascia *adosaB
4ntuk fiksasi cedera tulang/sendi pada wajah
4ntuk pembalut mata/telinga/perdarahan temporal
/. 4ntuk pembalut sendi bahu, sendi panggul
0. 4ntuk pembalut punggung/dada, penyangga buah dada
1. 4ntuk pembalut sendi siku/lutut/tumit/pergelangan tangan
2. 4ntuk pembalut tangan/kaki
3. 4ntuk penyangga lengan/bahu (sling!
9. Penggunaan segitiga Funda (Funda -a5illae, F. *asi, F. Frontis, F.
Certics, F. Dccipitis, F. 'alcanei!
E. Penggunaan segitiga Plantenga (Penyangga/penekan buah dada, pembalut
perut/bokong!
Pembalut Pita
Pembalut gulung dapat dibuat dari kain katun, kain kasa, flanel, ataupun
bahan yang elastik. Tetapi yang banyak dijual di apotik,apotik ialah yang
terbuat dari kain kasa. "euntungan kain kasa ini ialah: mudah menyerap air
atau darah dan tidak gampang bergeser sehingga mengendor.
. 4ntuk kepala dan wajah
Fascia =alenica, -itra @ippocratis (F. 'apitalis!
Fascia *adosa, Fascia :agittalis
-onoculus/%inoculus, balut telinga cara komer
/. 4ntuk anggota badan berbentuk bulat panjang
%alutan biasa berulang (dolabra cuttens!: 4ntuk leher, telinga,tungkai
%alut pucuk rebung (dolabra re&ersa!: 4ntuk lengan, tungkai
0. 4ntuk anggota badan berbentuk lonjong
7olabra re&ersa
%alut belit ular (dolabra repens!
1. 4ntuk persendian
%alut silang (:pica, figure of eight!
%alut penyu (Testudo : in&ersa/re&ersa!
2. %eberapa metode lain,lain
:tella Pectoris, :tella 7orsi
4ntuk menutup dan menekan luka di dada dan punggung
:tella 7orsi dapat dipakai untuk fraktur cia&icula (cara lain dengan
>ansel Cerband!
:uspensorium -amae (simple/duple5! dari &an Fden
4ntuk menyangga buah dada yang sakit/sehabis operasi
%isa untuk balut penekan dengan sedikit modifikasi
%alutan penarik/traksi kulit
:esudah pleister diletakkan pada sisi tungkai, luarnya dibalut dengan
balutan elastik dolabra currens pada betis dan paha, sedangkan pada
lutut memakai testudo re&ersa.
Pembalutan (i #epala
Pembalutan (i ba"u (pun(a#)
Mitella untu# (a(a
Mitella untu# si#u
Mitella untu# telapa# tan!an
Mitella untu# pin!!ul
Mitella untu# #a#i (an telapa# #a#i
Mitella untu# men!!antun!#an len!an $an! 'e(era
Membuat pembalut (asi ('ra,at) (ari
mitella
Pembalut (asi untu# (a"i (an #epala
Pembalut (asi untu# ra"an!- pipi- (an pelipis
Pembalut (asi untu# #etia#
Pembalut (asi untu# len!an- pa"a- (an betis
Pembalut (asi untu# lutut
Pembalut (asi untu# #a#i ter#ilir& Per"ati#an ba".a ten!a"-ten!a" (asi a(a (i
ba.a" telapa# #a#i
/ara membalut (an membi(ai beberapa pata" tulan!
Pembalut !ulun! untu# #epala
Pembalut !ulun! untu# ra"an! (an pipi
Pembalut !ulun! untu# len!an- ju!a untu# betis
Pembalut !ulun! untu# si#u
Pembalut !ulun! untu# jari- telapa# tan!an (an per!elan!an tan!an
Pembalut !ulun! untu# lutut
Pembalut !ulun! untu# per!elan!an #a#i
Pembalut !ulun! untu# tumit
BIDAI
%idai adalah alat yang dipakai untuk mempertahankan kedudukan atau letak
tulang yang patah.
(lat penunjang berupa sepotong tongkat, bilah papan, tidak mudah bengkok
ataupun patah, bila dipergunakan akan berfungsi untuk mempertahankan, dan
menjamin tidak mudah bergerak sehingga kondisi patah tulang tidak makin parah.
Tan(a-tan(a pata" tulan! atau fra#tur
a& %agian yang patah mengalami pembengkakan (edema!
b& 7aerah yang patah terasa nyeri (dolor!
'& Terjadi perubahan bentuk pada bagian yang patah
(& (nggota badan yang patah mengalami gangguan fungsi (functiolaesa!
Ma'am-ma'am bi(ai (splint)
a. :plint impro&isasi
Tongkat : kayu, koran, majalah
Fiksasi lengan dengan badan, ekstremitas bawah
b. :plint kon&ensional
4ni&ersal splint atas bawah
Persiapan pembi(aian
a. Periksa bagian tubuh dengan teliti. Periksa juga status &askuler, neurologis,
serta jangkauan gerakan
b. Pilihlah bidai yang tepat
Alat-alat p*#*# pembi(aian
. %idai atau spalk terbuat dari kayu atau bahan lain yang kuat tetapi ringan
/. Pembalut segitiga
0. "asa steril
Prinsip pembi(aian
. Prinsip pembidaian melalui / sendi. :ebelah proksimal dan distal
dari fraktur
/. Pakaian yang menutup bagian yang cedera dilepas, periksa
adanya luka terbuka atau tanda,tanda patah dan dislokasi.
0. Periksa dan catat ada tidaknya gangguan &askuler dan neurologis
pada bagian distal yang mengalami cedera sebelum dan sesudah pembidaian.
1. Tutup luka dengan kasa steril.
2. Pembidaian dilakukan pada bagian proksimal dan distal daerah
trauma (dicurigai patah atau dislokasi!.
3. +angan memindahkan penderita sebelum dilakukan pembidaian
kecuali ada di tempat berbahaya.
9. %eri bantalan yang lembut pada pemakaian bidai yang kaku.
E. Periksa hasil pembidaian supaya tidak terlalu longgar atau ketat.
;. Perhatikan respon fisik dari pasien.
S$arat-s$arat bi(ai
4kuran meliputi lebar dan panjangnya disesuaikan dengan kebutuhan
Panjang bidai diusahakan melampaui dua sendi yang membatasi bagian yang
mengalami patah tulang.
4sahakan bidai dengan lapisan empuk agar tidak membuat sakit
%idai harus dapat mempertahankan kedudukan dua sendi tulang yang patah
%idai tidak boleh terlalu kencang atau ketat
Per"atian
Pada saat pemasangan bidai ingat nyeri dapat lebih menghambat, dapat
menyebabkan shock.
Pada saat pemasangan bidai yang kurang hati,hati dapat mengakibatkan patah
tulang makin parah.
"ain segitiga untuk menyangga anggota badan atas
'ara memasang bidai bagian atas
%idai untuk lengan bawah
0 buah kain segitiga untuk fiksasi patah tulang iga
%idai/fiksasi untuk cerai sendi bahu
%idai untuk jari tangan yang patah
%idai untuk patah tulang sendi lutut
%idai untuk patah tulang paha
Pembidaian pada paha yang patah
%antal untuk membidai
tulang pinggul yang
patah
(pabila patah di bagian atas paha (nyeri tekan di
abgian atas!, bidai di sisi laur harus sampai
pinggang
(pabila patah di bagian bawah (nyeri tekan di paha bagian bawah!, bidai
cukup sampai pinggul. Perhatikan pula bahan yang dipakai untuk
pembidaian
%idai dan bantalan untuk tempurung lutut yang patah
http://artikel.lkmisolo.org/bebat,bidai/
'ontoh Penggunaan %idai
0ra#tur
)& 0ra#tur 1umerus
Pertolongan :
. )etakkan lengan bawah di dada dengan telapak tangan menghadap ke dalam
/. Pasang bidai dari siku sampai ke atas bahu
0. $kat pada daerah di atas dan di bawah tulang yang patah
1. )engan bawah digendong
2. +ika siku juga patah dan tangan tak dapat dilipat, pasang spalk ke lengan bawah
dan biarkan tangan tergantung tidak usah digendong.
3. >ujuk >:
%& 0ra#tur Antebra'"ii
Pertolongan :
. )etakkan tangan pada dada
/. Pasang bidai dari siku sampai punggung tangan
0. $kat pada daerah atas dan di bawah tulang yang patah
1. )engan digendong
2. >ujuk ke >:
+& 0ra#tur /la,i'ula
Tanda,tanda patah tulang selangka :
. "orban tidak dapat mengangkat tangan sampai atas bahu
/. 7aerah yang patah nyeri tekan
Pertolongan :
. 7ipasang ransel perban
/. %agian yang patah diberi alas terlebih dahulu
0. Pembalut dipasang dari pundak kiri disilangkan melalui punggung ke a5illa
kanan
1. 7ari a5illa kanan ke depan atas pundak kanan, dari pundak kanan disilangkan ke
a5illa kiri, lalu ke pundak kanan dan akhirnya diikat.
2. >ujuk ke >:
2& 0ra#tur 0emur
Pertolongan :
. Pasang bidai dari :
(5illa sampai sedikit melewati mata kaki
)ipat paha sampai sedikit melewati mata kaki
/. %eri bantalan kapas atau kain antara bidai dengan tungkai yang patah
0. %ila perlu ikat kedua kaki di atas lutut dengan pembalut untuk mengurangi
pergerakan
1. >ujuk ke >:
3& 0ra#tur /ruris
Pertolongan :
. Pasang dua bidai sebelah dalam dan sebelah luar tungkai kaki yang patah
/. 7iantara bidai dan tungkai beri kapas atau kain sebagai alas
0. %idai dipasang antara mata kaki sampai beberapa cm di atas lutut.
1. >ujuk ke >: