Anda di halaman 1dari 1

Sama-Sama Lupa

Ayu Nurul Istiqomah_01 dan Bijak Pradana Putra_04



Pagi itu, seperti biasa, Ayu berangkat sekolah sesuai jadwal yang telah disepakati antara jiwa dan
raganya agar berangkat tepat waktu. Apa yang terjadi? Bel sekolah berbunyi tepat pukul 07.00
WIB, tetapi Ayu belum terlihat.

Ayu : Ah, akhirnya sampai juga di sekolah.
Bijak : Memang kenapa baru sampai?
Ayu : Aku bangun kesiangan karena tadi malam mengerjakan PR Bahasa Indonesia sampai larut
Bijak : Apa ada PR Bahasa Indonesia? sambil terkejut.
Ayu : Ada, PR untuk menganalisis jenis kalimat berpredikat verba. Kamu sudah mengerjakannya?
Bijak : Astaga, aku benar-benar lupa.
Ayu : Kenapa bisa lupa? Hari ini harus sudah selesai.
Bijak : Tadi malam, aku sibuk menyiapkan peralatan praktikum Biologi. Aku kelelahan seharian
mencari jangkrik.
Ayu : Oh ya. Kelompokku juga belum ada yang membawa jangkrik.
Bijak : Siapa yang ditugaskan membawanya?
Ayu : Aku sendiri.
Bijak : Kamu akan mencari di mana sekarang?
Ayu : Belum tahu. Bagaimana kalau aku minta beberapa ekor jangkrik milikmu?
Bijak : Enak saja. Aku sudah berjuang seharian mencari si jangkrik-jangkrik ini hingga melupakan PR
Bahasa Indonesiaku.
Ayu : Begini saja. Kamu menyalin PR yang telah aku kerjakan, tapi dengan syarat kamu harus
memberikan beberapa jangkrikmu kepadaku
Bijak : Bagaimana ya? Sebenarnya aku tidak rela memberikan jangkrik ini kepadamu.
Ayu : Kenapa tidak rela. Kamu dapat salinan PRku dan aku mendapat beberapa jangkrik darimu. Aku
juga lelah menyelesaikn PR ini hingga berangkat kesiangan.
Bijak : Baiklah. Ini beberapa jangkrik untukmu. Mana PR mu?
Ayu : Ini PRku. Jangan sampai kamu rusak.
Bijak : Oke, beres.
Ayu : Nanti kembalikan ke mejaku lagi ya!
Bijak : Tenang saja.

Dengan kecepatan tinggi, Bijak menyalin semua PR milik Ayu dan berharap akan selesai
sebelum guru masuk kelas.