Anda di halaman 1dari 13

SISTEM KEUANGAN DAN MONETER INTERNASIONAL

Latar Belakang
Ekonomi dunia telah mengalami perubahan radikal dalam dua dasawarsa terakhir ini dimana
jarak geografis dan budaya suatu negara dengan negara lainnya semakin menyempit. Kemajuan di
bidang teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi telah mendorong perusahaan untuk
melakukan ekspansi, baik dalam negaranya sendiri, maupun berkembang menjadi perusahaan
multinasional yang memungkinkan perusahaan memiliki anak perusahaan di beberapa negara.
Kenyataan ini sudah berjalan dan sudah banyak di lakukan di negara-negara maju, seperti Amerika
Serikat atau negara negara Eropa yang telah mengubah paradigma perdagangannya. Adanya interaksi
perdagangan internasional atau perusahaan multinasional akan membutuhkan alat pembayaran yang
bisa diterima oleh masing - masing negara. Khususnya kurs mata uang Amerika Serikat yaitu kurs dollar
Amerika (USD) dikarenakan diterima di berbagai negara dan kurs mata uang negara negara Eropa yaitu
kurs Euro yang saat ini digunakan sebagai mata uang tunggal oleh negara negara Eropa. Dalam
kenyataannya fluktuasi kurs mata uang asing dapat mempengaruhi perekonomian di Indonesia
Perdagangan bebas di era globalisasi menyebabkan semakin mudahnya bertransaksi antar
perusahaan antar negara. Dengan semakin mudahnya transaksi antar negara, maka akan semakin
banyak pula transaksi yang dilakukan dan pertukaran valuta asing antar negara yang terjadi. Adapun
valuta asing adalah kewajiban perusahaan terhadap mata uang asing yang meliputi kewajiban simpanan
pada bank di luar negeri dan kewajiban dalam mata uang asing. (Berlianta, 2004 dalam Fitriasari, 2011).
Seringnya transaksi antar negara menyebabkan suatu perusahaan mengalami eksposur valuta asing.
Eksposur valuta asing adalah kondisi dimana perusahaan dipengaruhi oleh perubahan kurs
(Faisal, 2001 dalam Fitriasari, 2011). Dengan adanya eksposur valuta asing tersebut, maka
fluktuasi nilai tukar valuta asing sangat mempengaruhi keadaan dan bahkan kelangsungan hidup
perusahaan. Fluktuasi valuta asing tersebut dapat menimbulkan keuntungan dan kerugian selisih kurs
pada pertukaran valuta asing. Namun, masih banyak juga perusahaan yang memandang sebelah mata
terhadap adanya fluktuasi kurs valuta asing dengan melakukan metode open position. Metode open
position ini merupakan metode dimana kurs saat transaksi dengan kurs saat jatuh tempo dibiarkan
berfluktuasi sesuai dengan keadaaan pasar yang ada. Perusahaan yang menggunakan metode open
position memiliki kelemahan yaitu kurang menyadari bahwa fluktuasi nilai kurs begitu drastis dan dapat
membahayakan kelangsungan hidup perusahaan. Fluktuasi nilai kurs memang patut untuk diwaspadai
dan diantisipasi dimana hal tersebut dapat menyebabkan kerugian kurs yang lebih besar dan
keuntungan kurs yang lebih sedikit. Oleh karena itu, perlu adanya metode yang mengantisipasi adanya
kerugian selisih kurs tersebut dan memperbaiki kelemahan metode open position. Metode yang relevan
adalah metode lindung nilai (hedging) yang salah satunya adalah forward contract hedging. Dengan
menggunakan metode forward contract hedging ini, maka risiko fluktuasi nilai kurs dapat diminimalisir
dengan adanya penguncian terhadap nilai kurs pada saat transaksi tersebut terjadi hingga saat jatuh
tempo pembayaran. Dengan demikian, kepastian akan jumlah yang harus dibayar pada saat jatuh tempo
juga akan diperoleh. Banyak yang sudah melakukan penelitian tentang metode forward contract
hedging ini, seperti contohnya penelitian dengan objek penelitian data impor

Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengaruh metode forward contract hedging
2. Bagaimana pengaruh metode open position
KAJIAN PUSTAKA
Open position
Metode Open position merupakan metode transaksi jual beli tanpa menggunakan aktivitas
lindung nilai (hedging). Dimana open position ini membiarkan fluktuasi kurs bergerak sesuai dengan
permintaan dan penawaran pasar. Perusahaan yang menggunakan metode open position memiliki
kelemahan yaitu kurang menyadari bahwa fluktuasi nilai kurs begitu drastis dan dapat membahayakan
kelangsungan hidup perusahaan apabila kurs mata uang perusahaan mengalami depresiasi yang sangat
signifikan terhadap kurs mata uang fungsional yang berbeda.
Lindung Nilai (Hedging)
Fluktuasi kurs valuta asing sangat tidak menentu yang terkadang nilai Rupiah (Rp) mengalami
apreasi dan depresiasi yang begitu tajam dan tidak menentu terhadap Dollar Amerika/US($) sehingga
perlu adanya suatu metode untuk manajemen risiko terhadap eksposur valuta asing tersebut, yaitu
salah satu alternatifnya adalah metode hedging. Metode hedging atau lindung nilai ini bertujuan untuk
melindungi aset perusahaan dari eksposure atau ancaman terhadap fluktuasi kurs valuta asing yang
nantinya akan memperkecil selisih kerugian kurs dan dapat memperbesar selisih keuntungan
kurs.Terdapat tiga jenis metode hedging, yaitu kontrak forward (forward contract), kontrak future
(futures contract), dan opsi (options) (Beams et al., 2006:11-12).
Kontrak Forward (Forward contract hedging)
Kontrak Forward (Forward contract hedging) adalah kontrak yang terjadi antara dua pihak
dengan harga, kuantitas, dan tanggal pengiriman yang telah disetujui sebelumnya atau dinegosiasikan
dan menyangkut pembelian suatu komoditas atau mata uang asing. Perjanjian ini memastikan adanya
pengiriman barang secara aktual dan memungkinkan terjadinya penyelesaian tuntas (net settlement).
Penyelesaian tuntas (net settlement) ini memastikan adanya pembayaran uang sesuai dengan waktu
dan jumlah yang disepakati, sehingga pihak yang terlibat berada dalam kondisi ekonomi yang sama
sesuai dengan waktu dan jumlah yang disepakati sebelumnya. (Beams et al., 2006:11).


Kontrak future (futures contract)
Kontrak future ini sangat mengacu pada standardisasi. Pihak yang tidak terlibat dalam
perdagangan menentukan tanggal jatuh tempo kontrak, kualitas dan kuantitas barang yang akan dikirim,
serta lokasi pengiriman dalam kontrak future. Pertukaran akan menjamin kinerja kedua perusahaan
clearing yang terlibat dalam perdagangan dan nantinya akan menjamin kinerja trader yang mereka
wakili. Untuk terlepas dalam kontrak future ini, seseorang hanya perlu membeli atau menjual kontrak
yang identik dengan arah yang berlawanan dan nantinya akan membatalkan kedua posisi, sehingga
posisi bersih adalah nol serta pihak yang membatalkan tersebut tidak perlu mengirim komoditas
Keuntungan dan kerugian atas posisi kontrak future (futures contract) dihitung setiap akhir hari.
Clearing house yang mewakili posisi yang kalah pada hari yang bersangkutan akan membayar kerugian
kurs dan menghasilkan sejumlah keuntungan untuk posisi yang menang pada hari tersebut. Kontrak
future (futures contract) ini menggunakan pendekatan mark-to-market harian melalui pembayaran
tunai tersebut. (Beams et al., 2006:10-11).
Opsi (options)
Opsi (options) adalah struktur instrumen lindung nilai dimana hanya satu sisi dari kontrak opsi
yang diperlukan untuk melaksanakan perintah orang lain. Sedangkan pihak lainnya yang terlibat dalam
kontrak opsi memiliki kemampuan tetapi tidak wajib melaksanakannya. Umumnya perusahaan membeli
kontrak opsi untuk mengelola risiko, yang sering kali berupa risiko harga.

Kerangka Pemikiran dan Hipotesis
Menurut Sunariyah (2004 : 4), pasar modal secara umum adalah suatu sistem keuangan yang
terorganisasi, termasuk didalamnya adalah bank-bank komersial dan semua lembaga perantara dibidang
keuangan, serta keseluruhan surat-surat berharga yang beredar. Dalam arti sempit, pasar modal adalah
suatu pasar (tempat, berupa gedung) yang disiapkan guna memperdagangkan saham-saham, obligasi-
obligasi, dan sejenis surat berharga lainnya dengan memakai jasa para perantara pedagang efek.
Menurut Husnan dan Pudjiastuti (2004 : 1), pasar modal adalah pasar untuk berbagai
instrument keuangan (sekuritas) jangka panjang yang bisa diperjual-belikan, baik dalam bentuk hutang
ataupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorities, maupun perusahaan
swasta. Menurut Dr. Siswanto Sudomo (1990), yang dimakskud dengan Pasar Modal adalah pasar
tempat diterbitkan serta diperdagangkan surat surat berharga jangka panjang khususnya obligasi dan
saham. Keputusan Presiden (Kepres) No. 52 Tahun 1976 tentang Pasar Modal Bab I pasal 1 dimana
disebutkan Pasar Modal adalah bursa efek seperti yang dimaksud dalam Undang Undang No. 15
Tahun 1952 ( Lembaran Negara, Tahun 1952 No. 67 ).
Jadi Pasar Modal adalah bursa bursa perdagangan di Indonesia yang didirikan untuk
perdagangan uang dan efek. Pengertian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indeks Harga adalah
suatu angka yang digunakan untuk membandingkan suatu peristiwa dibandingkan dengan suatu
peristiwa lainnya. Angka Indeks Harga Saham adalah angka angka yang menjadi ukuran situasi pasar
modal, yang dapat digunakan untuk membandingkan peristiwa dan sebagai alat analisis. Indeks Harga
Saham Gabungan adalah gabungan harga saham perusahan emiten yang bertransaksi di Bursa Efek
Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan adalah suatu nilai yang digunakan untuk mengukur kinerja
gabungan seluruh saham yang tercatat di bursa efek. Maksud dari gabungan seluruh saham ini adalah
kinerja saham yang dimasukkan dalam perhitungan seluruh saham yang tercatat di bursa tersebut.
(Sunariyah SE, MMsi, 2003, 126).
Pengertian Kurs Valuta Asing
Valuta Asing atau yang disingkat dengan kata Valas secara bebas dapat diartikan sebagai mata
uang yang dikeluarkan dan digunakan sebagai alat pembayaran yang sah di Negara lain. Secara lebih
luas Valuta Asing dapat juga diartikan sebagai seluruh kewajiban terhadap mata uang asing yang dapat
dibayar di luar negeri, baik berupa simpanan pada bank di luar negeri maupun kewajiban dalam mata
uang asing. US Dollar atau Dollar Amerika Serikat US Dollar menjadi mata uang utama dunia sejak akhir
Perang Dunia II hingga saat ini. Hal ini dapat dimengerti mengingat pada saat itu perekonomian di
Negara Eropa hancur akibat perang dan dilain pihak tanah Amerika tidak tersentuh oleh perang tersebut
walaupun Amerika ikut serta dalam peperangan tersebut. Dengan digelarnya konferensi internasional
mengenai sistem yang nilai tukar diadakan di Bretton Woods, New Hampshire Amerika Serikat pada
tahun 1944 yang menandai dimulainya Fixed Exchange Rate System semakin mengukuhkan peran mata
uang US Dollar sebagai mata uang utama dunia. Perjalanan waktu juga menunjukkan US Dollar sebagai
mata uang cukup stabil walau dalam keadaan krisis sekalipun. EURO Merupakan mata uang gabungan
negara Eropa. Mata uang Euro pertama kali diluncurkan pada tahun 1999 sebagai mata uang tunggal
Eropa yang menggantikan 11 (sebelas) mata uang Negara Eropa. Euro diluncurkan sebagai usaha negara
negara Eropa untuk menciptakan satu mata uang dunia yang menyaingi US Dollar.
A. Permintaan Valuta Asing
Keinginan penduduk suatu negara untuk memperoleh suatu jenis mata uang asing dapat
dipandang sebagai permintaan valuta asing oleh penduduk negara itu. Keinginan masyarakat yang
bertambah besar untuk memperoleh barang dari suatu negara akan menaikkan permintaan mata uang
negara tersebut. Sebaliknya, jika tidak ada keinginan untuk memperoleh barang dari suatu negara akan
menurunkan permintaan mata uang negara tersebut.
Misalkan, permintaan orang Indonesia terhadap dolar untuk membeli komputer? Katakanlah,
harga komputer tersebut sebesar US$500. Berapakah nilainya dalam rupiah? Hal ini, bergantung pada
kurs dolar. Misalnya, ada tiga kurs, yaitu (i) satu dolar bernilai Rp9.000,00; (ii) satu dolar bernilai
Rp10.000,00; dan (iii) satu dolar bernilai Rp8.000,00. Untuk kurs yang bernilai Rp9.000,00 harga
komputer tersebut sebesar Rp4.500.000,00. Namun, jika kursnya bernilai Rp10.000,00 harga komputer
tersebut sebesar Rp5.000.000,00 dan jika kurs Rp8.000,00 harga komputer tersebut Rp4.000.000,00.
Semakin murah nilai dolar, semakin murah harga barangnya, jika dinyatakan dalam mata uang dalam
negeri.

B. Penawaran Valuta Asing
Keinginan penduduk suatu negara untuk membeli uang rupiah merupakan penawaran valuta
asing. Keinginan itu menunjukkan banyaknya uang dolar yang akan digunakan untuk membeli barang-
barang buatan Indonesia. Misalnya, seorang Amerika ingin membeli sepotong kemeja batik sutera
seharga Rp360.000,00. Berapakah harganya dalam dolar Amerika? Untuk kurs US$1= Rp9.000,00,
harganya adalah US$40, untuk kurs US$1= Rp10.000,00 harganya adalah US$36, dan jika kursnya adalah
US$1= Rp12.000 kemeja batik tersebut harganya US$30. Semakin mahal harga mata uang dolar, makin
banyak penawarannya. Sebaliknya, jika harga dolar murah, penawarannya semakin sedikit.

Fungsi Kurs Valuta Asing

Pasar valuta asing memiliki beberapa fungsi pokok dalam membantu kelancaran lalu lintas
pembayaran internasional, di antaranya sebagai berikut.
a. Mempermudah penukaran valuta asing serta pemindahan dana dari satu negara ke negara
lain. Proses penukaran atau pemindahan dana ini dapat dilakukan dengan sistem clearing seperti halnya
yang dilakukan oleh bank-bank dan pedagang.
b. Karena sering terdapat transaksi internasional yang tidak perlu segera diselesaikan
pembayaran dan penyerahan barangnya, pasar valuta asing memberikan kemudahan untuk
dilaksanakannya perjanjian atau kontrak jual beli secara kredit.
c. Memungkinkan dilakukannya hedging (penarikan dana). Seorang pedagang melakukan
hedging jika pada saat yang sama melakukan transaksi jual dan beli valuta asing di pasar yang berbeda.
Hal ini biasanya dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi risiko kerugian akibat perubahan kurs.
Hedging dapat dilakukan pada pasar jangka (forward market). Pasar jangka adalah pasar tempat
transaksi jual-beli terjadi dengan harga yang disetujui pada saat transaksi dilakukan, tetapi penyerahan
barangnya dilakukan kemudian hari.
Hal ini, berbeda dengan spot market, yaitu transaksi dan penyerahan barang terjadi pada saat
yang bersamaan.





Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kurs Valuta Asing

Karena sifatnya yang selalu mengalami perubahan, ada beberapa faktor penting yang memiliki
pengaruh besar terhadap perubahan dalam kurs pertukaran, yaitu sebagai berikut.

a. Perubahan dalam Citarasa Masyarakat
Perubahan ini akan memengaruhi permintaan. Jika penduduk suatu negara lebih menyukai
barang-barang dari negara lain, permintaan atas mata uang negara lain tersebut bertambah. Perubahan
seperti itu memiliki kecenderungan untuk menaikkan nilai mata uang negara lain.

b. Perubahan Harga dari Barang-Barang Ekspor
Jika barang-barang ekspor mengalami kenaikan, kenaikan tersebut akan memengaruhi
permintaan barang ekspor dan kurs valuta asing sehingga akan menjatuhkan nilai uang negara yang
mengalami kenaikan barang ekspor.

c. Kenaikan Harga-Harga Umum (Inflasi)
Di satu pihak, kenaikan harga-harga akan menyebabkan penduduk negara tersebut semakin
banyak mengimpor dari negara lain. Oleh karena itu, permintaan atas valuta asing akan bertambah. Di
lain pihak, ekspor negara tersebut bertambah mahal dan akan mengurangi permintaannya sehingga
akan menurunkan penawaran valuta asing.

d. Perubahan dalam Tingkat Bunga dan Tingkat Pengembalian Investasi
Tingkat bunga dan tingkat pengembalian investasi sangat mempengaruhi jumlah serta arah
aliran modal jangka panjang dan jangka pendek. Tingkat pendapatan investasi yang lebih menarik akan
mendorong pemasukan modal ke negara tersebut sehingga penawaran valuta asing yang bertambah
akan menaikkan nilai mata uang negara yang menerima modal tersebut.




Sistem Kurs Valuta Asing

Berdasarkan faktor-faktor yang memengaruhi perubahan kurs tersebut, diperlukan adannya
penetapan sistem kurs yang dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut.
a. Kurs Tetap (Fixed Exchange Rate)
Penentuan kurs mata uang dilakukan dengan jual beli valas. Jika valas banyak masuk ke suatu
negara, pemerintah melalui bank sentral harus membeli kelebihan valuta asing tersebut. Kurs tetap,
yaitu kurs mata uang yang ditetapkan oleh pemerintah dan tidak di pengaruhi oleh fluktuasi ekonomi
atau permintaan dan penawaran.
b. Kurs Mengambang (Floating Exchange Rate)
Kurs yang ditentukan oleh hukum permintaan dan penawaran atau oleh kekuatan pasar, yang
dibedakan atas clean float dan dirty float.
1) Clean float, adalah besar kecilnya kurs ditentukan oleh permintaan dan penawaran di pasar
dan pemerintah tidak ikut campur di dalamnya.
2) Dirty float, adalah kurs yang dibiarkan mengambang, tetapi masih ada campur tangan dari
pemerintah.
c. Kurs Stabil (Stable Exchange Rate)
Kurs yang ditentukan melalui kebijakan pemerintah untuk menstabilkannya. Kestabilan kurs
dapat dicapai dengan cara:
1) aktif, pemerintah menyediakan dana untuk stabilisasi kurs;
2) pasif, pemerintah menggunakan sistem standar emas.
d. Kurs Multiple
Kurs yang digunakan dalam jual beli valuta asing, meliputi kurs jual dan kurs beli.
1) Kurs jual, adalah nilai kurs yang ditentukan oleh bank pada saat menjual valuta asing.
2) Kurs beli, adalah nilai kurs yang ditentukan oleh bank pada saat membeli valuta asing.




Akuntansi Dan Bisnis Internasional
Beberapa waktu yang lalu, akuntansi memperlihatkan kemampuannya untuk menarik perhatian
publik melalui akuntansi dan pengukuran sumber daya manusia, pelaporan dan audit atas
tanggungjawab sosial berbagai organisasi. Saat ini akuntansi beroperasi antara lain dalam lingkungan
perilaku, sektor publik dan Internasional.
Akuntansi menyediakan informasi bagi pasar modal-pasar modal besar, baik domestik maupun
internasional. Akuntansi telah meluas ke dalam area konsultasi manajemen dan melibatkan lebih besar
porsi teknologi informasi dalam sistem dan prosedurnya. Dengan demikian akuntansi jelas tanggap
terhadap stimulus lingkungan.
Menurut Choi dan Muller (1998; 1) bahwa ada tiga kekuatan utama yang mendorong bidang
akuntansi internasional kedalam dimensi internasional yang terus tumbuh, yaitu (1) faktor lingkungan,
(2) Internasionalisasi dari disiplin akuntansi, dan (3) Internasionalisasi dari profesi akuntansi. Ketiga
faktor tersebut dalam perjalanan/perkembangan akuntansi sangat berperan dan menentukan arah dari
teori akuntansi yang selama bertahun-tahun dan dekade banyak para ahli mencurahkan tenaga dan
pikirannya untuk mengembangkan teori akuntansi dan ternyata mengalami kegagalan dan hal tersebut
menyebabkan terjadinya evolusi dari theorizing ke conceptualizing.
2. Perkembangan Akuntansi Internasional
Iqbal, Melcher dan Elmallah (1997:18) mendefinisikan akuntansi internasional sebagai akuntansi
untuk transaksi antar negara, pembandingan prinsip-prinsip akuntansi di negara-negara yang berlainan
dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia.
Akuntansi harus berkembang agar mampu memberikan informasi yang diperlukan dalam
pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap perubahan lingkungan bisnis. Berikut ini karakteristik
era ekonomi global:
a. Bisnis internasional.
b. Hilangnya batasan-batasan antar negara era ekonomi global sering sulit untuk mengindentifikasi
negara asal suatu produk atau perusahaan, hal ini terjadi pada perusahaan multinasional.
c. Ketergantungan pada perdagangan internasional.

2.1. Sudut Pandang Sejarah
Awalnya, akuntansi dimulai dengan sistem pembukuan berpasangan (double entry
bookkeeping) di Italia pada abad ke 14 dan 15. Sistempembukuan berpasangan (double entry
bookkeeping), dianggap awal penciptaanakuntansi.
Akuntansi modern dimulai sejak double entry accounting ditemukandan digunakan didalam
kegiatan bisnis yaitu sistem pencatatan berganda (doubleentry bookkeeping) yang diperkenalkan oleh
Luca Pacioli (th 1447). Luca Paciolilahir di Italia tahun 1447, dia bukan akuntan tetapi pendeta yang ahli
matematika,dan pengajar pada beberapa universitas terkemuka di Italia. Lucalah orang yangpertama
sekali mempublikasikan prinsip-prinsip dasar double accounting systemdalam bukunya berjudul :
Summa the arithmetica geometria proportioni etproportionalita di tahun 1494. Banyak ahli sejarah yang
berpendapat bahwa prinsip dasar double accounting system bukanlah ide murni Luca namun dia
hanyamerangkum praktek akuntansi yang berlangsung pada saat itu dan mempublikasikannya. Hal ini
diakui sendiri oleh Luca (Radebaugh, 1998) Pacioli did not claim that his ideas were original, just that he
was the one who was trying to organize and publish them. He objective was to publish a popularbook
that could be used by all, following the influence of the venetianbusinessmen rather than bankers.
Praktek bisnis dengan metode venetian yang menjadi acuan Luca menulisbuku tersebut telah
menjadi metode yang diadopsi tidak hanya di Italia namun hampir disemua negara Eropa seperti
Jerman, Belanda, Inggris.

Luca memperkenalkan 3 (tiga ) catatan penting yang harus dilakukan:
a. Buku Memorandum, adalah buku catatan mengenai seluruh informasi transaksi bisnis.
b. Jurnal, dimana transaksi yang informasinya telah disimpan dalam buku memorandum
kemudian dicatat dalam jurnal.
c. Buku Besar, adalah suatu buku yang merangkum jurnal diatas. Buku besar merupakan
centre of the accounting system (Raddebaugh, 1996).
Perkembangan sistem akuntansi ini didorong oleh pertumbuhan perdagangan internasional di
Italia Utara selama masa akhir abad pertengahan dankeinginan pemerintah untuk menemukan cara
dalam mengenakan pajak terhadap transaksi komersial.
Pembukuan ala Italia kemudian beralih ke Jermanuntuk membantu parapedagang zaman
Fugger dan kelompok Hanseatik. Pada saat bersamaan filsufbisnis Belanda mempertajam cara
menghitung pendapatan periodic dan pemerintah Perancis menerapkan keseluruhan sistem dalam
perencanaan dan akuntabilitas pemerintah.
Tahun 1850-an double entry bookkeeping mencapai Kepulauan Inggris yang menyebabkan
tumbuhnya masyarakat akuntansi dan profesi akuntansi publik yang terorganisasi di Skotlandia dan
Inggris tahun 1870-an. Praktik akuntansi Inggris menyebar ke seluruh Amerika Utara dan seluruh wilayah
persemakmuran Inggris. Selain itu model akuntansi Belanda diekspor antara lain ke Indonesia. Sistem
akuntansi Perancis di Polinesia dan wilayah-wilayah Afrika dibawah pemerintahan Perancis. Kerangka
pelaporan sistem Jerman berpengaruh diJepang, Swedia, dan Kekaisaran Rusia.
Paruh Pertama abad 20, seiring tumbuhnya kekuatan ekonomi Amerika Serikat, kerumitan
masalah akuntansi muncul bersamaan. Kemudian Akuntansi diakui sebagai suatu disiplin ilmu akademik
tersendiri. Setelah Perang Dunia II,pengaruh Akuntansi semakin terasa di Dunia Barat. Bagi banyak
negara,akuntansi merupakan masalah nasional dengan standar dan praktik nasional yangmelekat erat
dengan hukum nasional dan aturan profesional.

3. Perbedaan Sistem Akuntansi
Pada dasarnya akuntansi itu sama yaitu sarana bagi manajemen untuk mengkomunikasikan
posisi keaungan, kinerja dan perubahan posisi keaungan kepada pihak yang berkepentingan. Namun, di
samping persamaan pengertian tersebut, akuntansi juga mempunyai perbedaan dalam penerapannya.
Perbedaan yang timbul disebabkan oleh: pertumbuhan ekonomi, inflasi, sistem politik, pendidikan,
profesi akuntan, peraturan perpajakan, pasar uang dan modal.


3.1. Harmonisasi Standar Akuntansi
Harmonisasi sejak lama keliru diasosiasikan dengan standardisasi secara penuh. Ini sebenarnya
berbeda dari standardisasi. Wilson menyajikan perbedaan yang bermanfaat berikut Istilah
harmonisasi sebagai kebalikan dari standardisasi memiliki arti sebuah rekonsiliasi atas berbagai
sudut pandang yang berbeda. Istilah ini lebih bersifat sebagai pendekatan praktis dan
mendamaikan daripada standardisasi, terutama jika standardisasi berarti prosedur-prosedur
yang dimiliki oleh satu negara hendaknya ditetapkan oleh semua negara yang lain.
Harmonisasi menjadi suatu bagian yang penting untuk menghasilkan komunikasi yang lebih baik
atas suatu informasi agar dapat diartikan dan dipahami secara internasional.

4. Evolusi Dan Peran Bisnis Internasional
Evolusi dan perkembangan bisnis internasional dapat dijabarkan menjadi empat tahap yaitu :
a. Zaman Pra Industrialisasi
Zaman pra industri ditandai dengan terjadinya sistem merkantilisme yang disertai dengan alasan
dominasi politik serta penjajahan yang terjadi pada abad ke-16 sampai abad ke-17.
b. Zaman Industrialisasi
Pada akhir abad 18 sampai dengan abad 20 perkembangan teknologi industri dan transportasi
meningkatkan arus barang dan jasa. Pada masa ini perkembangan bisnis sangatlah berkembang
pesat.
c. Zaman Setelah Perang Dunia II
Pada masa ini stabilitas politik dunia mulai tertata rapi. Pertumbuhan bisnis internasional
bertumbuh pesat. Permintaan barang dan jasa diimbangi dengan kemampuan produksi.
d. Era Multinasional
Pada masa ini aspek internasional fungsi-fungsi perusahaan semakin penting. Volume transaksi
perusahaan internasional menjadi penyangga utama bagi ekonomi suatu negara.

5. Aspek Akuntansi Dalam Bisnis Internasional
Dalam rangka bisnis internasional, perusahaan harus menyediakan informasi keungannya. Oleh
karena itu, perusahaan akan menemui berbagai kendala misalnya perbedaan bahasa, mata uang
dan standar akuntansi keuangan. Peran ahli akuntansi keuangan yang memahami berbagai
bahasa, mata uang asing dan standar akuntansi internasional sangat penting untuk mengatasi
masalah ini.

6. Bidang Akuntansi Internasional
Akuntansi internasional meliputi dua aspek bahasan utama yaitu deskripsi dan pembandingan
akuntansi dan dimensi akuntansi atas transaksi internasional. Pada aspek yang pertama,
akuntansi internasional membahas gambaran standar akuntansi dan praktek akuntansi pada
berbagai negara serta membandingkan standar dan praktek tersebut pada masing-masing
negara yang dibahas. Selain itu, aspek akuntansi internasional juga membahas mengenai
pelaporan keuangan, valuta asing, perpajakan, audit internasional serta manajemen untuk bisnis
internasional.

7. Faktor Lingkungan Yang Berpengaruh Terhadap Pengembangan Akuntansi
Choi et. al (1998; 36) menjelaskan sejumlah faktor lingkungan yang diyakini memiliki pengaruh
langsung terhadap pengembangan akuntansi, antara lain :
a. Sistem Hukum
Kodifikasi standar-standar dan prosedur-prosedur akuntansi kelihatannya alami dan cocok
dalam negara-negara yang menganut code law. Sebaliknya, pembentukan kebijakan akuntansi
yang non legalistis oleh organisasi-organisasi professional yang berkecimpung dalam sektor
swasta lebih sesuai dengan sistem yang berlaku di negara-negara hukum umum (common law).
b. Sistem Politik
Sistem politik yang ada pada suatu negara pun ikut mewarnai akuntansi, karena sistem politik
tersebut mengimpor dan mengekspor standar-standar dan praktik-praktik akuntansi.
c. Sifat Kepemilikan Bisnis
Kepemilikan publik yang besar atas saham-saham perusahaan menyiratkan prinsip-prinsip
pelaporan dan pengungkapan akuntansi keuangan yang berbeda dengan perusahaan-
perusahaan yang kepemilikannya didominasi oleh keluarga atau bank.
d. Perbedaan Besaran dan Kompleksitas Perusahaan-Perusahaan Bisnis
Perusahaan konglomerasi besar yang beroperasi dalam lini bisnis yang sangat beragam
membutuhkan teknik-teknik pelaporan keuangan yang berbeda dengan perusahaan kecil yang
menghasilkan produk tunggal. Perusahaan-perusahaan multinasional juga membuthkan sistem
akuntansi yang berbeda dengan sistem akuntansi perusahaan-perusahaan domestik.
e. Iklim Sosial
Iklim sosial turut memberikan sumbangan dalam pengembangan akuntansi di berbagai belahan
dunia.
f. Tingkat Kompetensi Manajemen Bisnis Dan Komunitas Keuangan
Kompetensi atau kemampuan manajemen bisnis dan pengguna dari output akuntansi akan s
angat menentukan perkembangan akuntansi.
g. Tingkat Campur Tangan Bisnis Legislatif
Regulasi mengenai perpajakan mungkin memerlukan prinsip-prinsip akuntansi tertentu.
h. Ada Legislasi Akuntansi tertentu
Dalam beberapa kasus, terdapat peraturan legislative khusus untuk aturan-aturan dan teknik-
teknik akuntansi tertentu.
i. Kecepatan Inovasi Bisnis
Semula, kegiatan merger dan akuisisi tidak diperhitungkan secara akuntansi, namun karena
penggabungan bisnis yang begitu popular di eropa memaksa akuntansi turut berkembang untuk
memenuhi kebutuhan dari mereka yang berkepentingan.
j. Tahap pembangunan Ekonomi
Negara yang masih mengandalkan ekonomi pertanian membutuhkan prinsip-prinsip akuntansi
yang berbeda dengan negara industri maju.
k. Pola pertumbuhan Ekonomi
Kondisi perekonomian yang stabil mendorong peningkatan persaingan memperebutkan pasar-
pasar yang ada sehingga memerlukan suatu pola akuntansi yang stabil dan akan jauh berbeda
pada negara yang kondisinya sedang mengalami perang berkepanjangan.
l. Status Pendidikan dan Organisasi Profesional
Karena ketiadaan profesionalisme akuntansi yang terorganisir dan sumber otoritas akuntansi
local suatu negara, standar-standar dari area lain atau negara lain mungkin digunakan untuk
mengisi kekosongan tersebut.

8. Kesimpulan
Akuntansi saat ini menyediakan informasi bagi pasar modal-pasar modal besar, baik domestik
maupun internasional. Akuntansi telah meluas ke dalam area konsultasi manajemen dan
melibatkan lebih besar porsi teknologi informasi dalam sistem dan prosedurnya. Dengan
demikian akuntansi jelas tanggap terhadap stimulus lingkungan.Standar akuntansi tidak dapat
dilepaskan dari pengaruh lingkungan dan kondisi hukum, sosial dan ekonomi suatu negara
tertentu. Hal-hal tersebut menyebabkan suatu standar akuntansi di suatu negara berbeda
dengan di negara lain. Globalisasi yang tampak antara lain dari kegiatan perdagangan antar
negara serta munculnya perusahaan multinasional mengakibatkan timbulnya kebutuhan akan
suatu standar akuntansi yang berlaku secara luas di seluruh dunia.