Anda di halaman 1dari 6

PROFESIONALISME DOKTER

Penyusun : Indri Septiany Utami



Abstrak
Kata profesionalisme merupakan kata kunci dalamUndang-Undang RI no. 29 tahun
2004 tentang Praktik Kedokteran yang sempat membuat gerah kalangan dokter. Ikatan
Dokter Indonesia (IDI) tentu tidak mungkin mengambil langkah reaktif. Hal tersebut
dibuktikan dalam muktamarnya tahun 2006 yang berhasil merumuskan visi dan misi
organisasi.
Visinya sungguh berat, tetapi tampaknya memang patut dituju, yaitu terwujudnya
dokter Indonesia dengan kompetensi global yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Untuk mencapai visi itu dirancanglah 5 strategi utama (grand strategy) yaitu:1. Memperkuat
infrastruktur organisasi di tingkat pusat, wilayah, dan cabang. 2. Membina kompetensi dan
etika dokter di Indonesia sesuai dengan standar kompetensi dan kode etik kedokteran
Indonesia. 3. Membangun sistem pembiayaan organisasi yang mandiri. 4. Membangun
sistem pelayanan kedokteran terpadu. 5. Membangun citra IDI sebagai organisasi profesi
dokter yang aktif dalam pembangunan kesehatan.
1

Pendahuluan
Dokter merupakan profesi yang
dianggap membanggakan pada sebagian
besar masyarakat. Namun, pada
pelaksanaannya dokter memiliki tanggung
jawab besar yang harus ditunaikan dimana
hal ini tak semudah yang dipikirkan oleh
masyarakat. Sebagai dokter, ia
berkewajiban untuk menangani hal-hal
yang berhubungan dengan bidangnya yaitu
sebagai tenaga medis. Tak dipungkiri pula,
jika ada tugas atau perintah dari Negara,
sejatinya seorang dokter dapat
melaksanakannya, karena hal itu
merupakan kewajibannya kepada Negara
sebagai tenaga medis
Selain itu, terlepas dari profesinya
sebagai seorang dokter, ia harus
melaksanakan hak dan kewajibannya
seperti warga Negara pada umumnya,
karena Ia juga merupakan bagian dari
warga Negara. Maka dari itu, dokter
dituntut untuk selalu professional dalam
menjalankan profesinya.

Pembahasan
Profesional adaalah
- Bersangkutan dengan profesi
- Memerlukan kepandaian khusus
untuk menjalankannya
- Mengharuskan adanya pembayaran
untuk melakukannya (lawannya
amatir).
2

Menurut ensiklopedia bebas
- Seorang pfofesional adalah
seseorang yang menawarkan jasa
atau layanan sesuai dengan
protokol dan peraturan dalam
bidang yang dijalaninya dan
menerima gaji sebagai upah atas
jasanya.
- Orang profesional tersebut juga
merupakan anggota suatu entitas
atauorganisasi yang didirikan
sesuai dengan hukum di sebuah
Negara atau wilayah.
3

Profesionalisme
Mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang
merupakan ciri suatu profesi atau orang
yang profesional.
4

HAK DAN KEWAJIBAN DOKTER:
Hak dan Kewajiban Dokter secara
umum:
1) Hak Dokter:
a) Bekerja sesuai peraturan
kedokteran yang berlaku
serta memeroleh perlindungan
Hukum (Pasal 35)
b) Memberikan pelayanan medis
menurut standar profesi dan standar
prosedur operasional
c) Memeroleh informasi yang lengkap
dan jujur dari pasien atau
keluarganya
d) Menerima imbalan jasa
e) Diperlakukan sesuai Asas Hukum
RI: Praduga Tak
Bersalah/Presumption of Innocence
f) Mendapat perlindungan HAM
(UU no39 th 1999)
g) Mendapat perlindungan Peradilan
Umum
2) Kewajiban Dokter:
a) Memberikan pelayanan medis
sesuai dg standar profesi dan
standar prosedur operasional serta
kebutuhan pasien.
b) Merujuk pasien ke dokter atau drg
lain yg memiliki keahlian/
ketrampilan yg lebih baik, apabila
tidak mampu melakukan suatu
pemeriksaan atau pengobatan
c) Merahasiakan segala sesuatu yg
diketahuinya tentang pasien,
bahkan setelah pasien meninggal
dunia, serta tunduk pada tata cara
pembukaan Rahasia Kedokteran
menurut Hukum yang berlaku
d) Melakukan pertolongan darurat
atas dasar kemanusiaan, kec: ia
yakin ada orang lain yang bertugas
dan mampu melakukannya
e) Menambah ilmu pengetahuan dan
mengikuti perkembangan ilmu
kedokteran atau kedokteran gigi.
5


Kewajiban Dokter kepada Teman
Sejawat
a) Setiap dokter memperlakukan
teman sejwatnya sebagaimana ia
sendiri ingin diperlakukan
b) Setiap dokter tidak boleh
mengambil alih pasien dari teman
sejawat, kecuali dengan
persetujuan atau berdasarkan
prosedur yang etis.
5

Kewajiban Dokter Terhadap Diri
Sendiri
a) Setiap dokter harus memelihara
kesehatannya, supaya bekerja
dengan baik
b) Setiap dokter harus senantiasa
mengikuti perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi
kedokteran/kesehatan.
5

Kewajiban dokter kepada negara
a) Membayar pajak atas ijin
prakteknya.
b) Menjalankan profesi dokternya
sesuai dengan undang-undang yang
ditetapkan oleh pemerintah.
c) Bersedia untuk ditempatkan
didaerah terpencil sesuai dengan
Surat Keputusan dari pemerintah.
d) Memberikan tenaga medisnya
terhadap korban bencana alam atau
korban perang.
5



Kewajiban Dokter Kepada
Masyarakat
a) Setiap dokter harus senantiasa
mengingat akan kewajibannya
melindungi untuk hidup insani.
b) Setiap dokter wajib bersikap tulus
ikhlas dan menggunakan segala
ilmu yang dimiliki dan
ketrampilannya untuk kepentingan
masyarakat.
c) Setiap dokter wajib memberikan
kesempatan pada penderita agar
senantiasa dapat berhubungan
dengan keluarga dan penasehatnya
dalam beribadat maupun dalam
masalah lainnya.
d) Memberikan layanan kesehatan
semaksimal mungkin
e) Melayani atau menerima konsultasi
f) Melakukan kederisasi masyarakat
dalam bidang kesehatan kompleks
g) Menanggulangi penyakit atau
wabah tertentu
h) Memberikan penyuluhan/informasi
kesehatan pada masyarakat.
i) Melaporkan apabila terjadi
kejadian luar biasa.
j) Seorang dokter harus
mengutamakan/mendahulukan
kepentingan masyarakat dan
memperhatikan segala aspek
pelayanan kesehatan yang
menyeluruh,serta berusaha menjadi
pendidik dan pengabdi masyarakat
yang sebenarnya.
k) Dalam melakukan pekerjaannya
sebagai dokter,seorang dokter tidak
boleh dipengaruhi oleh
pertimbangan keuntungan pribadi.
l) Seorang dokter harus senantiasa
berhati-hati dalam mengumumkan
dan menerapkan setiap penemuan
atau tekhnik baru yang belum teruji
kebenarannya.
5


Hak dan Kewajiban Warga Negara
a) Hak yang sama dalam hukum dan
pemerintahan, serta kewajiban
untuk menjunjung hukum dan
pemerintahan (pasal 27 ayat 1)
b) Hak atas pekerjaan dan
penghidupan yang layak (pasal 27
ayat 2)
c) Hak dan kewajiban untuk ikut
serta dalam upaya dalam
pembelaan negara (pasal 27 ayat 3)
d) Hak kemerdekaan untuk
berserikat, berkumpul, dan
mengeluarkan pendapat dengan
lisan dan tulisan (pasal 28)
e) Hak dan kewajiban untuk
memeluk agamanya masing-
masing serta beribadah menurut
agamanya (pasal 29 ayat 2)
f) Hak dan kewajiban untuk ikut serta
dalam usaha pertahanan dan
keamanan Negara (pasal 30 ayat 1)
g) Hak mendapat pengajaran (pasal
31 ayat 1)
5


DOKTER SEBAGAI PROFESIONAL:
Seorang Dokter bertanggung jawab secara:
1. Moral : terhadap Sang Pencipta
(melalui Sumpah Dokter)
2. Etik : terhadap organisasi
profesi & masyarakat kedokteran
3. Disiplin : terhadap Konsil
Kedokteran Indonesia & MKDKI
4. Hukum :
- Kedokteran
- Pidana
- Perdata
- Administrasi
5

Seperti yang kita lihat pada
pernyataan-pernyataan di atas, seorang
dokter memiliki banyak tugas dan
tanggung jawab yang harus dilaksanakan,
baik sebagai tenaga medis maupun sebagai
warga negara. Dalam perwujudannya,
tugas-tugas tersebut hendaknya dilakukan
secara seimbang. Sikap professional dokter
dapat kita lihat ketika dokter berhadapan
dengan tugasnya (dealing with task), yang
berarti mampu menyelesaikan tugas-
tugasnya sesuai dengan peran dan
fungsinya. mampu mengatur diri sendiri
seperti ketepatan waktu, pembagian tugas
profesi dengan tugas-tugas pribadi yang
lain (dealing with one-self); dan mampu
menghadapi berbagai macam tipe pasien
serta mampu bekerja sama dengan profesi
kesehatan yang lain (dealing with others).
Di dalam proses komunikasi dokter-
pasien, misalnya, sikap profesional ini
sangatlah penting untuk membangun rasa
nyaman, aman, dan percaya pada dokter,
yang merupakan landasan bagi
berlangsungnya komunikasi secara efektif
(Silverman,1998). Sikap profesional ini
hendaknya dijalin terus-menerus sejak
awal konsultasi, selama proses konsultasi
berlangsung, dan di akhir konsultasi.
Sama halnya dengan hubungan
tersebut, dokter juga harus mengamalkan
keprofesionalannya kepada masyarakat
luas dan negara, terlepas dari profesinya
sebagai seorang dokter. Jangan sampai
seorang dokter mendapat imej jelek dari
masyarakat hanya karena tidak datang
dalam pertemuan RT/RW karena
beranggapan saya seorang dokter, saya
tidak pantas bergabung dengan masyarakat
biasa kebanyakan. Perilaku tersebut tidak
seharusnya dimiliki oleh seorang dokter
yang profesional.
Dewasa ini, banyak sekali kasus
mengenai tuntutan kepada dokter dari
berbagai pihak akan kinerja dokter.
Misalnya saja ada dokter yang melakukan
kelalaian atau malah melakukan
malpraktik. Hal ini bisa menjadi sasaran
yang empuk bagi para pencari
kesalahan dokter. Tuntutan-tuntutan
tersebut, dapat dicegah atau setidaknya
diminimalisasi dengan cara meningkatkan
keprofesionalan dokter, yaitu antara lain
dengan bekerja sesuaistandar profesi dan
standar prosedur operasional serta
kebutuhan masyarakat dan taat kepada
hukum negara.

Kesimpulan
Dokter mengambil banyak peran dalam
masyarakat, terutama sebagai tenaga
medis. Dalam melaksanakan tugasnya,
dokter dituntut untuk selalu profesional.
Maka dari itu, sebagai warga negara yang
baik, selain menunaikan tugasnya sebagai
tenaga medis, dokter juga harus
melaksanakan hak dan kewajibannya
kepada negara.
Diantara hak dan kewajiban tersebut
beberapa ada yang tercantum dalam
peraturan perundang-undangan, KODEKI,
serta peraturan lain yang mengikat seorang
dokter akan hal tersebut. Sebagai dokter
yang profesional, sudah seharusnya
melaksanakan hak dan kewajiban secara
seimbang sesuai dengan peran dan
fungsinya.
Daftar Pustaka
1. Penjelasan Umum Undang undang
Nomor 29 Tahun 2004 Tentang
Praktik Kedokteran
2. Departemen Pendidikan
Nasional.2001.KAMUS BESAR
BAHASA INDONESIA EDISI
KETIGA.JAKARTA:BALAI
PUSTAKA
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Profes
ional
4. MKEK dan IDI.2001.KODE ETIK
KEDOKTERAN INDONESIA DAN
PEDOMAN PELAKSANAAN
KODE ETIK KEDOKTERAN
INDONESIA. Jakarta