Anda di halaman 1dari 6

Komplikasi manajemen

jalan nafas
Shella AW, Rizki P, Mariska I
Intubasi Endotrakeal

Terjadi saat laringoskop, intubasi dan
eksubasi
Komplikasi terjadi akibat:
1. Malposisi
2. Trauma
3. Gangguan refleks
4. Malfungsi tuba
Malposisi:
- Intubasi esofagus,
- Intubasi endobronkial,
- Laryngeal cuff

Trauma
- Kerusakan gigi
- Laserasi bibir, lidah, mukosa mulut
- Cedera tenggorokan,
- Dislokasi mandubula
- Diseksi retrofaringeal

Gangguan refleks
- Hipertensi
- Takikardi
- TTIK
- Tekanan intraokular meningkat
- Spasme laring
Malfungsi Tuba
- Perforasi cuff

Komplikasi ETT
- Malposisi: ekstubasi yang terjadi sendiri,
intubasi ke endobronkial, malposisi
laryngeal cuff.
- Trauma jalan nafas: inflamasi dan ulserasi
mukosa serta ekskoriasi kulit hidung
- Malfungsi tuba: obstruksi
Komplikasi setelah ekstubasi
- Trauma jalan nafas: edema dan stenosis
(glotis, subglotis, atau trakea), suara
serak/parau (granuloma atau paralisis
pita suara), malfungsi dan aspirasi laring
- Gangguan refleks: spasme laring.

Komplikasi lainnya (Laringoskopi)
- pendarahan, patah gigi, suara serak,
stenosis trakea
- Cuff yg dikembangkan mengurangi suplai
darah (70%)