Anda di halaman 1dari 15

INCREMENTAL COST SEBAGAI SALAH SATU

ALTERNATIF
PADA PENGAMBILAN KEPUTUSAN JANGKA
PENDEK
KELOMPOK 3 :
Ditha Febriyani !!!"3#
D$i Pitha%&'a !!!"3(
Rian)ini *i+ati !!!,-3
N&&r.anita Anan)a !!!,-/
L01ita D$iyanti !!!,3,
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDONESIA
-!-
BAB I
PENDAHULUAN

2 Latar Be%a'an+
Akuntansi manajemen terus berubah dan menyesuaikan dengan perubahan-perubahan
dalam sector manufaktur dan jasa di dunia bisnis saat ini. Salah satu penyesuaian yang signifikan
adalah perkembangan manajemen berdasarkan aktivitas. Pengaruh model manajemen
berdasarkan aktivitas atas akuntansi manajemen sangatlah besar, yaitu menyebarkan penerimaan
dan praktik konsep-konsep aktivitas berdasarkan konsep-konsep metode berdasarkan aktivitas
dalam kerangka yang terintegrasi dan komprehensif.
Makalah ini akan membahas akuntansi biaya, perhitungan harga pokok dilakukan
dengan menjumlahkan seluruh unsur biaya produksi, sedangkan harga pokok produksi per unit
ditentukan dengan membagi seluruh total biaya produksi dengan volume produksi yang
dihasilkan atau yang diharapkan akan dihasilkan. Cara seperti ini yang harus digunakan apabila
berhubungan dengan prinsip akuntansi, mempengaruhi baik jumlah harga pokok produk maupun
cara penyajiannya dalam laporan rugi laba. agi manajemen, punya kebebasan untuk tidak
mengikuti prinsip akuntansi dalam hal tertentu, cara yang disebut !ull Costing tersebut seringkali
tidak banyak membantu. "leh karena itu untuk perencanaan dan pengambilan keputusan yang
berhubungan dengan biaya produksi dikenal dengan pendekatan #ariable Costing .
2- T030an
$ujuan makalah ini untuk mendapatkan nilai tugas dari matakuliah Akuntansi
Manajemen %anjutan, dan semoga menjadi bahan tambahan pengatahuan dalam materi variable
costing.
BAB II
PERMASALAHAN
&alam akuntansi biaya, perhitungan harga pokok dilakukan dengan menjumlahkan
seluruh unsur biaya produksi, sedangkan harga pokok produksi per unit ditentukan dengan
membagi seluruh total biaya produksi dengan volume produksi yang dihasilkan atau yang
diharapkan akan dihasilkan. Cara seperti ini yang harus digunakan apabila berhubungan dengan
prinsip akuntansi, mempengaruhi baik jumlah harga pokok produk maupun cara penyajiannya
dalam laporan rugi laba. agi manajemen, punya kebebasan untuk tidak mengikuti prinsip
akuntansi dalam hal tertentu, cara yang disebut !ull Costing tersebut seringkali tidak banyak
membantu. "leh karena itu untuk perencanaan dan pengambilan keputusan yang berhubungan
dengan biaya produksi dikenal dengan pendekatan #ariable Costing.
BAB III
PEMBAHASAN
K&n4e5 Biaya Re%e1an )a%a. Pen+a.bi%an Ke50t04an
&alam pengambilan setiap keputusan manajemen dituntut untuk dapat membedakan
antara biaya relevan dengan biaya tidak relevan. Pengertian biaya relevan dan tidak relevan ini
bersangkut paut dengan masalah yang dihadapi. &engan demikian, biaya tidak relevan dapat
diabaikan dalam pengambilan keputusan dan biaya relevan patut diperhitungkan dalam
pengambilan keputusan.
iaya relevan adalah 'biaya yang patut diperhitungkan dalam pengambilan keputusan(.
iaya relevan mempunyai ciri-ciri khusus, yaitu biaya masa yang akan datang (future cost)
bukan masa lalu (sunk cost) dan biaya yang berbeda antara dua alternatif )Mas*ud, +,,-./012.
iaya relevan dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan pesanan khusus
biasanya terdiri atas biaya variabel saja meskipun tidak semua biaya variabel selalu relevan.
Sebagai contoh komisi penjualan. 3omisi penjualan merupakan biaya variabel, tetapi tidak
pernah akan dibayarkan di dalam pesanan khusus. &engan demikian, akan merupakan biaya
yang tidak relevan di dalam keputusan mengenai pesanan khusus )4ansen dan Mo5en,
6777.89,2.
:ntuk pesanan khusus, biaya tetap tidak ikut dipertimbangkan karena 5alaupun sifatnya
merupakan biaya yang akan datang, biaya ini akan tetap dipertimbangkan di dalam suatu analisis
pemecahan masalah hanya kalau biaya ini diperkirakan akan bertambah atau akan menurun pada
masa yang akan datang.
Menurut Mat; dan :sry )+,,-.6/92 terdapat beberapa contoh pengambilan keputusan
oleh manajemen menyangkut masalah-masalah seperti berikut ini.
+. Menerima atau menolak pesanan khusus.
6. Menurunkan harga jual pesanan khusus.
/. Menurunkan harga jual pada pasar yang bersaing
8. Mengevaluasi sejumlah alternatif untuk memproduksi sendiri atau membeli, mengurangi,
atau menghentikan produksi untuk produk tertentu.
0. Menentukan apakah akan menjual atau memproses lebih lanjut.
-. Memilih cara pengerjaan dalam pengolahan produk.
1. Menetapkan harga maksimum yang biasa dibayar untuk bahan baku.
&alam pengambilan keputusan manajemen memerlukan langkah-langkah dalam analisis
pengambilan keputusan. Menurut <udono )+,,/.+02 menyatakan langkah-langkah pembuatan
keputusan sebagai berikut.
+. Mencari informasi yang relevan untuk pembuatan keputusan. =nformasi yang relevan
adalah informasi yang bilamana diketahui akan menyebabkan perbedaan keputusan yang
diambil. =nformasi ini biasanya mengenai dampak pengambilan keputusan pada
penghasilan dan biaya yang berbeda antara tiap-tiap alternatif keputusan.
6. Mengaitkan informasi yang relevan itu dengan tiap-tiap alternatif.
/. Setelah tiap-tiap informasi yang relevan dapat dikaitkan dengan tiap-tiap alternatif,
sebuah alternatif atau beberapa alternatif dapat dipilih berdasarkan kriteria sumbangan
tertinggi atas laba atau biaya terendah.
8. Mempertimbangkan semua faktor yang bersifat kualitatif untuk menentukan dampak
keputusan itu yang dapat dilihat secara kuantitatif.
&i dalam menentukan harga pokok produksi pada suatu produk terdapat dua metode harga
pokok, yaitu metode harga pokok penuh (full costing) dan metode harga pokok variabel
(variable costing). :ntuk memberikan gambaran yang jelas mengenai kedua metode di atas akan
diuraikan secara terperinci sebagai berikut.
+. Penentuan harga pokok produksi dengan metode full costing
&alam metode full costing konsep penentuan harga pokok dengan membebankan semua
elemen biaya produksi baik biaya produksi, tetap maupun biaya produksi variabel, ke dalam
harga pokok produk. "leh karena itu, elemen biaya produksi pada metode full costing dapat
mencakup biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. &i
dalam metode full costing biaya overhead pabrik, baik bersifat tetap maupun variabel,
dibebankan kepada produk yang diproduksi atas dasar tarif biaya overhead sesungguhnya.
"leh karena itu biaya overhead pabrik tetap melekat pada harga pokok persediaan produk
jadi yang belum laku terjual dan baru dianggap sebagai elemen biaya produksi apabila
produk tersebut menggunakan metode variable costing.
6. Penentuan harga pokok produksi dengan metode variable costing
Metode harga pokok variabel dinamakan pula metode harga pokok langsung atau harga
pokok marginal. Pada metode ini yang dimasukkan ke dalam harga pokok produk hanyalah
elemen biaya produksi yang bersifat variabel. Sebaliknya, biaya produksi tetap tidak
dikapitalisasi didalam harga pokok produk tetapi langsung diperhitungkan sebagai biaya
periode yang langsung dibebankan kedalam laporan laba-rugi periode terjadinya. Metode
harga pokok variabel menggunakan konsep jangka pendek yang ditujukan untuk kepentingan
internal manajemen dimana dalam jangka pendek biaya tetap umumnya tidak relevan untuk
tujuan tersebut.
Har+a P&'&' 6ariabe% (Variable Costing)
Mulyadi )+,,,.672 menyatakan bah5a variable costing adalah merupakan metode
penentuan harga pokok produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku
variabel ke dalam harga pokok produksi yang terdiri atas biaya bahan baku, biaya tenaga kerja
langsung, dan biaya overhead pabrik variabel. Supriyono )6777.6962 mendefinisikan penentuan
harga pokok variabel (variable costing) adalah suatu konsep penentuan harga pokok yang hanya
memasukkan biaya produksi variabel sebagai elemen harga pokok produk, di mana biaya
produksi tetap tidak diperlakukan sebagai biaya produksi.
Pentingnya konsep biaya harga pokok variabel adalah untuk dapat menganalisis perubahan
biaya volume laba jangka pendek dalam batas kapasitas produksi normal yang dimiliki
perusahaan. "leh karena itu, diperlukan pendekatan yang memusatkan perhatian pada elemen
biaya variabel, yaitu biaya yang berubah sesuai dengan tingkat volume kegiatan perusahaan
dalam jangka pendek.
Man7aat Penent0an Har+a P&'&' 6ariabe%
Penentuan harga pokok variabel sangat bermanfaat bagi manajemen dalam menyajikan
data relevan untuk pengambilan keputusan jangka pendek. iaya tetap dalam jangka pendek
jumlahnya tetap konstan, sedangkan biaya variabel akan terpengaruh oleh alternatif pengambilan
keputusan. "leh karena itu, umumnya dalam jangka pendek biaya variabel adalah biaya relevan.
Supriyono )6777.69-2 menyatakan bah5a manfaat penentuan harga pokok variabel adalah
sebagai berikut.
+. Membuat manajemen mengetahui batas kontribusi (contribution margin) yang sangat
berguna untuk perencanaan laba melalui analisis hubungan dengan biaya volume laba dan
untuk pengambilan keputusan yang berhubungan dengan kebijaksanaan manajemen jangka
pendek.
6. Memudahkan manajemen dalam mengendalikan kondisi-kondisi operasional yang sedang
berjalan serta menetapkan pemikiran pertanggungja5aban kepada departemen atau divisi
tertentu di dalam perusahaan.
$ujuan penentuan harga pokok variabel dapat pula dihubungkan dengan pihak-pihak yang
memakai laporan biaya, yaitu sebagai berikut.
+. Pihak =nternal
Penentuan harga pokok variabel mempunyai tujuan pokok agar bermanfaat kepada pihak
internal perusahaan untuk tujuan seperti diba5ah ini.
a. Perencanaan laba
Penentuan harga pokok variabel dapat bermanfaat untuk perencanaan laba jangka
pendek. &engan dipisahkannya semua elemen biaya produksi ke dalam biaya tetap dan
biaya variabel serta perhitungan batas kontribusi, pihak manajemen akan dapat menyusun
perencanaan laba melalui persamaan Break Event atau hubungan biaya volume laba.
b. Penentuan harga jual produk
Penentuan harga pokok variabel bermanfaat bagi manajemen dalam rangka penentuan
harga jual dalam jangka pendek dengan menggunakan hubungan biaya volume laba.
c. Pengendalian biaya
3onsep penentuan harga pokok variabel dapat dipakai sebagai alat untuk pengendalian
biaya. 4al ini terjadi karena umumnya harga pokok variabel disusun atas dasar biaya
yang ditentukan di muka, misalnya dalam bentuk anggaran atau standar.
d. Pengambilan keputusan oleh manajemen
Penentuan harga pokok variabel dapat bermanfaat dalam menyajikan data biaya relevan
untuk pengambilan keputusan jangka pendek. iaya tetap dalam jangka pendek jumlah
totalnya akan konstan sedangkan biaya variabel akan berubah sebanding dengan
perubahan volume produksi. "leh karena itu, akan berpengaruh dalam pengambilan
keputusan.
6. Pihak >ksternal
Meskipun tujuan utamanya adalah pihak internal, namun demikian konsep penentuan harga
pokok variabel dapat pula memberikan manfaat kepada pihak eksternal, yaitu untuk tujuan
penentuan harga pokok persediaan dan penentuan laba.
Ke%e.ahan8'e%e.an Met&)e Variable Costing
&i samping manfaat yang diperoleh dari penggunaan harga pokok variabel yang diuraikan
dimuka terdapat juga kelemahan dari harga pokok variabel yaitu sebagai berikut.
a. 3esulitan dalam menggolongkan biaya ke dalam biaya tetap secara tepat seperti di dalam
memisahkan biaya semi variabel ke dalam biaya tetap dan biaya variabel. ?alaupun dapat
digunakan dengan beberapa metode, tetap setiap metode akan menghasilkan biaya tetap
variabel yang berbeda.
b. Pada penentuan harga pokok variabel hanya dimasukkan elemen biaya produksi variabel.
Sebaliknya, untuk memproduksi produk diperlukan fasilitas pabrik lainnya yang
menimbulkan elemen-elemen biaya tetap. @adi penentuan harga pokok variabel tidak sesuai
dengan asas pemakaian fasilitas dimana yang menggunakan fasilitas akan dibebani biaya atas
fasilitas tersebut.
c. Penentuan harga pokok variabel terutama ditujukan untuk kepentingan internal manajemen
dalam jangka pendek, sedangkan untuk kepentingan eksternal diperlukan penyesuaian ke
dalam harga pokok penuh.
Pen+ertian Incremental Cost
Menurut Mulyadi )677+.+6+2 mendefinisikan biaya tambahan (incremental cost) adalah
tambahan biaya akan terjadi jika suatu alternatif yang berkaitan dengan perubahan volume
kegiatan pilihan. iaya tambahan merupakan informasi akuntansi manajemen yang diperlukan
oleh manajemen dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan penambahan dan
pengurangan volume kegiatan.
Supriyono )6777.8772 menyatakan incremental cost adalah 'biaya-biaya yang akan
ditambahkan atau biaya yang tidak akan dikorbankan apabila suatu alternatif tertentu tidak
dipilih untuk dilaksanakan(
iaya tambahan merupakan jumlah semua biaya relevan yang berhubungan dengan suatu
alternatif tindakan yang kemungkinan akan dilaksanakan atau mungkin juga tidak dilaksanakan
oleh manajemen maka biaya tambahan mungkin dapat terjadi atau mungkin juga tidak, jika
alternatif diusulkan bukan merupakan penambahan kegiatan melainkan merupakan peniadaan
suatu kegiatan yang sekarang ada, maka biaya tertentu yang ada sekarang dapat dihindari biaya
ini disebut biaya terhindarkan (avoidable cost) yaitu biaya yang tidak akan terjadi jika suatu
alternatif dipilih. Sesungguhnya biaya terhindarkan merupakan variasi dari biaya tambahan, oleh
karena itu sering disebut sebagai penghematan biaya tambahan (incremental saving). Pengertian
biaya tambahan dan biaya terhindari sangat penting artinya dalam pengambilan keputusan karena
biaya tersebut berpengaruh jika suatu alternatif dipilih.
H0b0n+an Variable Costing )en+an Ana%i4i4 Incremental Cost
Penentuan harga pokok variabel dapat pula dipakai oleh manajemen dalam menentukan
harga jual minimal atas pesanan khusus (special order) sehubungan dengan keputusan untuk
menerima atau menolak pesanan khusus yang harga jualnya diba5ah harga jual normal
perusahaan.
Analisis incremential cost akan dapat dilaksanakan bila perusahaan menggunakan
metode variable costing dalam penentuan harga pokok produksinya, karena setiap perusahaan
yang berhubungan dengan volume kegiatan akan dapat dikendalikan, manajemen apabila unsur
biaya terbagi atas unsur tetap dan variabel dimana pada umumnya biaya relevan yang
terpengaruh oleh suatu keputusan yang diambil khususnya yang berhubungan dengan perubahan
volume kegiatan adalah biaya variabel.
Alat analisis untuk pengambilan keputusan jangka pendek dalam menganalisis pesanan-
pesanan khusus diba5ah harga jual normal yang digunakan adalah metode variable costing yaitu
dengan membandingkan harga pesanan khusus dengan harga pokok variabel suatu produk.
Apabila dalam perbandingan tersebut harga pesanan khusus lebih besar dibandingkan harga
pokok variabel suatu produk, maka pesanan khusus tersebut dapat diterima. Sedangkan bila
harga pesanan khusus lebih kecil dibandingkan dengan harga pokok variabel suatu produk maka
pesanan khusus ditolak. 3riteria tersebut akan dapat dipenuhi bila didasari atas asumsi bah5a
tambahan pesanan tidak melebihi kapasitas normal sehingga biaya tetap yang dibebankan tidak
berubah. esarnya kenaikan laba dari pesanan khusus adalah sebesar batas kontribusi dari
pesanan khusus yang bersangkutan.
Adapun syarat-syarat pesanan khusus yang dapat diputuskan sehubungan dengan analisis
incremental cost melalui penentuan harga pokok variabel adalah sebagai berikut.
+. 3apasitas produksi dan penjualan masih ada yang menganggur (idle capacity) karena bila
melampui kapasitas penuh akan berakibat jumlah biaya tetap akan berubah.
6. Adanya pemisahan pasar antara penjual biasa dengan penjual untuk melayani pesanan khusus
agar harga jual yang biasa umumnya lebih tinggi tidak terpengaruh turun.
Sebagai contoh dalam penentuan harga minimal atau pesanan khusus di mana pesanan
khusus tersebut akan dilayani apabila harga jual minimal setiap tahun sebesar biaya variabel
setiap satuan dengan kriteria sebagai berikut.
+. 4arga satuan pesanan khusus A biaya variabel satuan B dari pesanan khusus contribution
margin perusahaan negatif.
6. 4arga satuan pesanan khusus C biaya variabel satuan B dari pesanan khusus contribution
margin perusahaan sama dengan nol.
/. 4arga satuan pesanan khusus D biaya variabel satuan B dari pesanan khusus contribution
margin perusahaan positif.
Ana%i4i4 Incremental Cost )a%a. Pen+a.bi%an Ke50t04an 0nt0' Meneri.a
ata0 Men&%a' Pe4anan Kh0404
Pesanan khusus yang dimaksud dalam tulisan ini adalah pesanan di luar pesanan biasa
dengan harga jual minimal yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Pesanan khusus dapat
diterima apabila ada kapasitas produksi perusahaan yang menganggur. &isamping itu, tidak akan
mempengaruhi harga jual yang biasanya lebih tinggi menjadi ikut turun dengan pertimbangan
bah5a tambahan biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi pesanan khusus tersebut sesuai
dengan pendapatan yang diperoleh perusahaan. 3apasitas produksi yang menganggur pada C#
Ey; adalah sebesar -8.-67 jam kerja mesin dan jumlah pesanan yang ditolak oleh perusahaan
selama tahun 6779 adalah sebanyak +/.16- pcs atau sama dengan +1.761 jam kerja mesin.
Perusahaan menganggap bah5a dengan menerima salah satu atau semua dari pesanan khusus
tersebut perusahaan akan mengalami kerugian, seperti disajikan pada $abel +.
Tabe% Perhit0n+an Ker0+ian &%eh Per04ahaan bi%a Meneri.a Pe4anan Kh0404
@umlah 4arga 4arga @ual Formal Gugi Gugi
@enis Pesanan Pesanan yang $elah Per unit $otal
Produk 3husus 3husus &itetapkan
Perusahaan
)Pcs2 )Gp2 )Gp2 )Gp2 )Gp2
&ress 8.,6- 66.,07 60.199 69/9 +/.,1,.,99
Skirt 6.777 +7.977 ++.079 179 +.8+0.777
Pant +.677 +/.,77 +8.177 977 ,-7.777
$"P /./07 +6.,77 +/.9-7 ,-7 /.6+-.777
#est 6.607 9.777 9.1/- 1/- +.-0-.777
@umlah +/.16- 6+.66-.,99
Secara teori, apabila harga jual per piece pesanan khusus lebih besar daripada biaya
variabel per piece maka dari pesanan khusus tersebut perusahaan akan memperoleh tambahan
laba. Perhitungan laba yang akan diperoleh perusahaan bila menerima pesanan khusus disajikan
pada tabel 6.
Tabe% - Perhit0n+an Ta.bahan Laba yan+ Di5er&%eh bi%a Meneri.a Pe4anan Kh0404
@umlah 4arga iaya #ariabel %aba $ambahan
@enis Pesanan Pesanan Per Piece Per unit %aba
Produk 3husus 3husus
)Pcs2 )Gp2 )Gp2 )Gp2 )Gp2
&ress 8.,6- 66.,07 67.897,6/ 6.8-,,11 +6.+--.791,76
Skirt 6.777 +7.977 9.11/,9+ 6.76-,+, 8.706./97,77
Pant +.677 +/.,77 ++./+0,70 6.098,,0 /.+7+.,87,77
$"P /./07 +6.,77 +7.9+0,79 6.798,,6 -.,98.896,77
#est 6.607 9.777 -.896,/- +.0+1,-8 /.8+8.-,7,77
@umlah +/.16- 6,.1+,.01,,76
Sumber . data diolah
&ari $abel /.6 dapat dilihat bah5a biaya variabel per piece lebih kecil dari harga jual per
piece pesanan khusus, sehingga maka perusahaan akan memperoleh laba bila menerima pesanan
khusus tersebut. esarnya kenaikan laba dari pesanan khusus adalah sebesar batas kontribusi dari
pesanan yang bersangkutan. Pada $abel / dapat dilihat perhitungan contribution margin bila
pesanan khusus diterima.
Tabe% 3 Perhit0n+an Contribution Margin bi%a Pe4anan Kh0404 Diteri.a
Diban)in+'an Den+an Sebe%0.nya 9Pr&)0' Dress:
3eterangan Penjualan Penjualan Pesanan $otal
iasa 3husus
Produksi )pcs2 //.1+- 8.,6- /9.-86
Penjualan -,7.0++.8/8,17 +77.990.-+/,77 1,+./,1.781,17
$otal biaya variabel )-6/.71,.8/8,172 ),+.7//.-+6,,92 )1+8.++/.781,172
atas kontribusi -1.8/+.777,77 ,.906.777,76 11.698.777,77
$otal biaya tetap )0,.6-1.,1-,,,2 - )0,.6-1.,1-,,,2
%aba bersih 9.+-8.76/,7+ ,.906.777,76 +1.,+-.76/,7+
Sumber . data diolah
&engan diterimanya pesanan khusus sebesar 8.,6- piece dengan harga jual Gp66.,07,77
per piece untuk produk dress, maka contribution margin perusahaan bertambah sebesar
Gp,.906.777,76. 4al ini menunjukkan bah5a jika perusahaan menerima salah satu pesanan
khusus tersebut, maka akan dapat menambah contribution margin perusahaan.
erdasarkan perhitungan harga pokok dengan penggunaan metode variable costing serta
analisis incremental cost maka dapat diringkas jumlah tambahan biaya, pendapatan dan
tambahan laba jika pesanan khusus tersebut diterima.
Tabe% ; T&ta% Ta.bahan Biaya< Pen)a5atan< )an Laba bi%a Meneri.a Pe4anan Kh0404
$ambahan
@enis #olume $ambahan $ambahan $ambahan
Produk Penjualan iaya Pendapatan %aba
)Pcs2
&ress 8.,6- ,+.7//.-+6,,9 ++/.70+.177,77 66.7+9.791,76
Skirt 6.777 +1.081.-67,77 6+.-77.777,77 8.706./97,77
Pant +.677 +/.019.7-7,77 +-.-97.777,77 /.+7+.,87,77
$"P /./07 /-.6/7.0+9,77 8/.6+0.777,77 -.,98.896,77
#est 6.607 +8.090./+7,77 +9.777.777,77 /.8+8.-,7,77
@umlah +/.16- +8+.9--.--7,,9 +1+.09,.687,77 6,.1+,.0+,,76
Sumber . data diolah
&engan menambah volume penjualan sebesar +/.16- piece, perusahaan harus menambah
biaya variabel sebesar Gp+8+.9--.--7.,9 Antara tambahan biaya variabel dengan tambahan
pendapatan masih terdapat selisih menguntungkan sebesar Gp6,.1+,.01,,76. 3euntungan
tersebut diperoleh dengan memanfaatkan kapasitas yang menganggur sebesar +1.761 jam mesin
dari total kapasitas yang menganggur sebesar -8.-67 atau sebesar 6-H )-8.-67 . +1.7612 dari
total kapasitas yang menganggur. 4al ini menunjukkan bah5a masih memungkinkan bagi
perusahaan unluk menerima pesanan khusus lain dengan menggunakan pertimbangan yang sama
untuk memperoleh tambahan laba. &engan demikian analisis seperti ini dapat juga diterapkan
pada masa yang akan datang, sehingga dapat dihasilkan keputusan jangka pendek yang lebih
baik daripada sebelumnya.
BAB I6
KESIMPULAN
erdasarkan uraian sebelumnya dapat disimpulkan bah5a analisis incremental cost
penting untuk dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan jangka pendek seperti menerima
atau menolak pesanan khusus. :ntuk memudahkan penerapan analisis incremental cost
sebaiknya perusahaan menerapkan metode variabel costing dalam penentuan harga pokok
produksinya sehingga dapat dipisahkan biaya-biaya yang terjadi secara tegas ke dalam biaya
tetap dan biaya variabel. Adanya kapasitas yang menganggur juga menjadi pertimbangan yang
penting untuk keputusan jangka pendek, seperti menerima atau menolak pesanan khusus.
BAB 6
DAFTAR PUSTAKA
ejournal.unud.ac.id/abstrak/artikel%20adi_ok.doc