Anda di halaman 1dari 32

LKPP

Deputi Bidang Pengembangan dan Pembinaan SDM


LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH
Rakortek Perencanaan Tahun 2013

Direktorat Pengembangan Profesi
I. Kegiatan Penyusunan Jabfung Pengelola PBJP yang Sudah Dilakukan
IV. Proses Selanjutnya yang Harus Dipersiapkan LKPP
III. Hal Hal yang Harus Dipersiapkan K/L/D/I Terkait Jabfung Pengelola
PBJP
II. Isi Permen PAN-RB no.77/2012 yang Perlu Menjadi Perhatian
I. Kegiatan Penyusunan Jabfung Pengelola PBJP yang Sudah Dilakukan
Kegiatan Penyusunan Jabfung Pengelola PBJP yang
Sudah Dilakukan
Isi Permen PAN-RB no.77/2012 yang Perlu Menjadi Perhatian
Proses Selanjutnya yang Harus Dipersiapkan LKPP
Hal Hal yang Harus Dipersiapkan K/L/D/I Terkait Jabfung Pengelola
PBJP
JABATAN FUNGSIONAL PENGELOLA PENGADAAN
BARANG/JASA PEMERINTAH sudah ditetapkan
berdasarkan PERATURAN MENTERI PAN-RB
TENTANG JABFUNG PENGELOLA PBJP NOMOR 77
TAHUN 2012, ditandatangani pada bulan DESEMBER
2012
Status Terakhir
Jabfung Pengelola
PBJP
Sekitar Rp 400 triliun
(APBN) dan Rp 200 triliun
(APBD) pada tahun 2010
dan akan meningkat
menjadi sekitar Rp 600
triliun (APBN) dan Rp 320
triliun (APBD) pada tahun
2014
Besarnya
Anggaran
Pengadaan
Pekerjaan bersifat paruh
waktu, temporer dan tidak
tetap
Tidak ada kejelasan
tentang karier
Tidak ada pembentukan
kompetensi dan
kapasitas
Manajemen
kepegawaian
bersifat ad hoc
70 persen kasus KPK
dan 80 persen kasus
KPPU berasal dari proses
pengadaan barang jasa
pemerintah
Inefisiensi sekitar Rp 110
triliun pada tahun 2010
(Analisis KPK)
Korupsi dari
pengadaan masih
sangat tinggi
Sertifikasi bagi pelaksana
PBJP
Kompetensi yang
dipersyaratkan
Antisipasi RUU PBJP
Pelaksanaan
Mandat Regulasi
I.2 Latar Belakang dan Tujuan
1. Pelaksana ditunjuk secara adhoc,
bisa berganti setiap tahun;
2. Rawan pengaruh kepentingan dan
intervensi;
3. Kemampuan dan kompetensi
pelaksana pengadaan sangat
beragam;
4. Profesionalitas tidak terjamin dan
tidak terukur;
5. Pelaksanaan kurang fokus karena
pelaksana masih merangkap
jabatan/ kegiatan lain;
6. Akumulasi keahlian, pengalaman,
dan keterampilan pelaksana tidak
efektif;
7. Tidak ada jaminan peningkatan
karier di bidang PBJP.
1. Pelaksana ditunjuk untuk jangka
waktu tertentu atau permanen;
2. Mandiri/independen dari pengaruh
kepentingan dan intervensi;
3. Kemampuan dan kompetensi
pelaksana berjenjang sesuai
kualifikasi;
4. Profesionalitas lebih terjamin dan
terukur;
5. Pelaksanaan lebih fokus karena
tidak ada perangkapan jabatan/
kegiatan lain;
6. Akumulasi keahlian, pengalaman,
dan keterampilan pelaksana lebih
efektif;
7. Ada jaminan peningkatan karier di
bidang PBJP.

Dalam rangka membina tenaga profesional
yang melaksanakan fungsi pengadaan
barang/jasa pemerintah, sehingga tercapai
tujuan pelaksanaan pengadaan barang/jasa
yang efektif, efisien, terbuka, bersaing,
transparan, tidak diskriminatif, dan akuntabel.

Tujuan Pembentukan Jabatan Fungsional Pengelola
PBJ
Landasan Hukum Pembinaan SDM Diatur Dalam
Perpres 54/2010 Tentang PBJP
SDM PBJP harus profesional (pasal 8, g)
Mendapatkan pelatihan berdasarkan standar kompetensi
PBJP (pasal 125)
Mempunyai sertifikat keahlian PBJP yang dilaksanakan
secara berjenjang (pasal 126 dan 127)
Mempunyai jenjang karir dan tunjangan profesi sesuai
dengan peraturan perundang-undangan (pasal 128)
Kluster/Kemasan Standar Kompetensi PBJ
Spesialisasi
Kontinuitas
Standar
Kompetensi
Okupasi
Kualifikasi/
Penjenjangan
I.3 Gambaran Kegiatan dan Beban Kerja Jabfung Pengelola PBJP
Penempatan Pejabat Fungsional PBJP
PENGGUNA
ANGGARAN/UNIT KERJA
STRUKTURAL
LPSE
SATKER/
SKPD
PEJABAT FUNGSIONAL PBJP
KEPALA ULP
SEKRETARIS
POKJA-POKJA
ULP

PERENCANAAN
PENGADAAN


PEMILIHAN
PENYEDIA


MANAJEMEN
KONTRAK


MANAJEMEN
Informasi ASET


No. Proses /Tahapan Pengadaan JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGT SEP OKT NOV DES
1 Perencanaan Pengadaan 1039 s/d 1100 Jam
2 Pemilihan Penyedia 2007 s/d 2100 Jam
3 Manajemen Kontrak 2200 s/d 4290 Jam
4
Manajemen Informasi
Aset
195 s/d 285 Jam
5 Umum 65 s/d 543 Jam
6
Pengembangan Sistem
Pengadaan Barang/Jasa
2152 Jam
No. Kegiatan JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGT SEP OKT NOV DES
1 Jumlah Jam 1 Tahun

Jumlah Jam Dalam 1 tahun 365x24= 8760
2
Jumlah Jam Kerja 1
tahun
Jumlah Jam Kerja Dalam 1 Tahun 269 x 8 = 2152
3
Jumlah Jam Minimum
JabFung
1250 Jam / tahun
NO UNSUR
ESTIMASI BEBAN
KERJA (JAM)
Dengan Rata-rata
5 Paket
Pekerjaan/Tahun
ESTIMASI BEBAN
KERJA (JAM)
Dengan Rata-rata
10 Paket
Pekerjaan/Tahun
1 Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa 327,92 540,00
2 Pemilihan Penyedia Barang/Jasa 499,08 997,00
3 Manajemen Kontrak 297,08 594,17
4 Manajemen Informasi Aset 307,67 364,33
5 Pengembangan Sistem Pengadaan
Barang/Jasa
Kontinu
ESTIMASI TOTAL JAM 1,431,75 2.495,50
I. Kegiatan Penyusunan Jabfung Pengelola PBJP yang Sudah Dilakukan
II. Isi Permen PAN-RB no.77/2012 yang Perlu Menjadi Perhatian
IV. Proses Selanjutnya yang Harus Dipersiapkan LKPP
III. Hal Hal yang Harus Dipersiapkan K/L/D/I Terkait Jabfung Pengelola
PBJP

II. 1 TIM PENILAI JABFUNG PENGELOLA PBJP

Tim Penilai Angka Kredit terdiri dari:
a) Tim Penilai Pusat Tim Penilai Pengelola Pengadaan
Barang/Jasa bagi Kepala LKPP atau pejabat eselon I yang
ditunjuk yang membidangi pembinaan jabatan fungsional
b) Tim Penilai Unit Kerja Tim Penilai Pengelola Pengadaan
Barang/Jasa bagi Pejabat eselon II yang membidangi
pembinaan jabatan fungsional Pengelola Pengadaan
Barang/Jasa
c) Tim Penilai Instansi Tim Penilai Pengelola Pengadaan
Barang/Jasa bagi Pejabat eselon II yang membidangi
pengadaan barang/jasa
d) Tim Penilai Provinsi Tim Penilai Pengelola Pengadaan
Barang/Jasa bagi Sekretaris Daerah Propinsi atau Pejabat
eselon II yang ditunjuk yang membidangi pengadaan
barang/jasa
e) Tim Penilai Kabupaten/Kota Tim Penilai Pengelola
Pengadaan Barang/Jasa bagi Sekretaris Daerah
Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang ditunjuk yang
membidangi pengadaan barang/jasa

Tim Penilai Jabfung Pengelola PBJ terdiri dari unsur:
a. Unsur teknis yang membidangi pengadaan barang/jasa
b. Unsur kepegawaian
c. Pejabat Fungsional Pengelola PBJ


Susunan Keanggotaan Tim Penilai:
a. seorang Ketua merangkap anggota dari unsur teknis yang
membidangi pengadaan barang/jasa;
b. seorang Wakil Ketua merangkap anggota;
c. seorang Sekretaris merangkap anggota;dan
d. paling sedikit 4 (empat) orang anggota.

Pembentukan dan susunan anggota Tim Penilai Jabfung ditetapkan oleh:
a. Kepala LKPP atau pejabat eselon I yang ditunjuk yang
membidangi pembinaan jabatan fungsional untuk Tim Penilai
Pusat.
b. Pejabat eselon II yang membidangi pembinaan jabatan
fungsional Pengelola Pengadaan Barang/Jasa untuk Tim Penilai
Unit Kerja.
c. Pejabat eselon II yang membidangi Pengadaan
Barang/Jasa,untuk Tim Penilai Instansi.
d. Sekretaris Daerah Provinsi atau Pejabat eselon II yang
ditunjuk yang membidangi pengadaan barang/jasa untuk Tim
Penilai Provinsi.
e. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang
ditunjuk yang membidangi pengadaan barang/jasa untuk Tim
Penilai Kabupaten/Kota.


II. 2 Pengangkatan Pertama Kali dan Dari Jabatan Lain

Persyaratan Pengangkatan Pertama (Pasal 27 ayat 1):

a. berijazah paling rendah Sarjana Strata Satu (S1)/Diploma IV sesuai
kualifikasi yang ditetapkan oleh Kepala LKPP;
b. pangkat paling rendah Penata Muda, golongan ruang III/a;
c. memiliki sertifikat ahli pengadaan nasional tingkat pertama;
d. setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan
dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3), paling
rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

Persyaratan Pengangkatan dari jabatan lain
(Pasal 28 ayat 1):

a. Memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat
(1);
b. memiliki pengalaman di bidang Pengadaan Barang/Jasa paling
sedikit 2 (dua) tahun;
c. telah mengikuti dan lulus diklat ahli pengadaan barang/jasa tingkat
pertama;
d. usia paling tinggi 50 (lima puluh) tahun;
e. tersedianya formasi untuk jabatan fungsional Pengelola Pengadaan
Barang/Jasa; dan
f. setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan
dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3), paling
rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

NO URAIAN USULAN PERSYARATAN PENGANGKATAN
1 Inpassing PNS dengan ijazah minimal S1/ Diploma IV
Pada periode Inpassing masih melaksanakan tugas PBJP minimal 1
tahun, yang dibuktikan dengan surat penugasan
Pangkat paling rendah Penata Muda, Golongan III/a atau melalui
penyesuian pangkat/golongan yang dimilikinya
Memiliki Sertifikat Ahli Pengadaan Nasional tingkat pertama

2 Perpindahan PNS dengan ijazah minimal S1/ Diploma IV

Telah mengikuti dan lulus Diklat Ahli Pengadaan Barang - Jasa Tingkat
Pertama

Pangkat paling rendah Penata Muda, Golongan III/a

mempunyai pengalaman melaksanakan tugas di bidang PBJP
minimal 2 tahun

usia setinggi-tingginya 52 tahun
3 Pengangkatan Pertama PNS (untuk Mengisi Lowongan Formasi Calon PNS) dengan ijazah minimal
S1/ Diploma IV

Telah mengikuti dan lulus Diklat Ahli Pengadaan Barang Jasa Tingkat
Pertama

Pangkat paling rendah Penata Muda, Golongan III/a
Indikator Penetapan Formasi jabatan
Fungsional Pengelola PBJP:
(Pasal 30 ayat 2)
a. Jumlah Satuan Kerja/ Satuan Kerja
Perangkat Daerah
b. Jumlah ULP
c. Jumlah Paket yang dilaksanakan
d. Nilai Pekerjaan
e. Kompleksitas Pelaksanaan Pekerjaan
f. Rentang Kendali



II. 3 Formasi

a. di lingkungan LKPP paling kurang 15 (lima belas) paling
banyak 20 (dua puluh);
b. di lingkungan Kementerian/Lembaga Pemerintah Non
Kementerian:
1) setiap 1 (satu) satuan kerja paling kurang 2 (dua)
orang dan paling banyak 3 (tiga) orang;
2) setiap 1 (satu) ULP diperlukan paling kurang 3 (tiga)
orang, paling banyak 7 (tujuh) orang;
c. di lingkungan Provinsi:
1) setiap 1 (satu) Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD) paling banyak 2 (dua) orang;
2) setiap 1 (satu) ULP paling kurang 40 (empat puluh)
orang, dan paling banyak 60 (enam puluh) orang.

Formasi jabatan Fungsional Pengelola PBJP :
(Pasal 30 ayat 3)
d. di lingkungan Kabupaten/Kota:
1) setiap 1 (satu) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) paling
banyak 2 (dua) orang; dan
2) setiap 1 (satu) ULP paling kurang 30 (tiga puluh) orang, paling
banyak 50 (lima puluh) orang.
e. setiap 1 (satu) ULP paling kurang 30 (tiga puluh) orang, paling banyak
50 (lima puluh) orang.

Lanjutan
formasi
Dasar penetapan Formasi (Pasal 30 ayat 4) :

Formasi Jabatan Fungsional Pengelola Pengadaan Barang/Jasa
didasarkan pada analisis jabatan dan penghitungan beban kerja.


II. 4 Penyesuaian/ Inpassing

Persyaratan Inpassing (pasal 36 ayat 2) :
a. berijazah paling rendah Sarjana Strata Satu (S1)/Diploma IV;
b. pangkat paling rendah Penata Muda, golongan ruang III/a;
c. memiliki pengalaman di bidang pengadaan barang/jasa
pemerintah minimal 1 (satu) tahun, yang dibuktikan dengan
surat penugasan;
d. setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan
pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-
3) atau Penilaian Prestasi Kerja, paling sedikit bernilai baik
dalam 1 (satu) tahun terakhir; dan
e. memiliki sertifikat ahli pengadaan nasional tingkat pertama.


Usulan Pengangkatan Melalui: Inpassing, Pengangkatan
Pertama, dan Perpindahan
Pada tahapan awal yang diperlukan adalah
Penyesuaian/ Inpassing dari sekitar 170.000
pemegang sertifikat keahlian PBJP yang berada di
seluruh Indonesia yang memenuhi persyaratan untuk
mengisi kebutuhan posisi sekitar 70.000 org (kondisi
optimal) s/d 95.000 org (kondisi transisi) perkiraan
kebutuhan total jabatan fungsional PBJP pada kedua
kondisi.

Jika masih terjadi kekurangan (karena tidak semua
pemegang sertifikat memenuhi syarat untuk menjadi
Pejabat Fungsional) setelah periode Inpassing
berakhir pengangkatan akan dilaksanakan dengan
tata cara pengangkatan pertama dan perpindahan
I. Kegiatan Penyusunan Jabfung Pengelola PBJP yang Sudah Dilakukan
II. Isi Permen PAN-RB no.77/2012 yang Perlu Menjadi Perhatian
IV. Proses Selanjutnya yang Harus Dipersiapkan LKPP
III. Hal Hal yang Harus Dipersiapkan K/L/D/I Terkait Jabfung Pengelola
PBJP
Hal hal yang harus dipersiapkan K/L/D/I:
1. K/L/D/I harus mempersiapkan anggaran untuk pengangkatan
pertama pada tahun 2015
2. K/L/D/I harus mempersiapkan anggaran untuk penyelenggaraan
diklat, pada tahun 2015
3. K/L/D/I harus mulai mengidentifikasi dan mempersiapkan calon-
calon Pejabat Fungsional Pengelola PBJP
4. K/L/D/I harus mempersiapkan Tim Penilai Jabfung



I. Kegiatan Penyusunan Jabfung Pengelola PBJP yang Sudah Dilakukan
II. Isi Permen PAN-RB no.77/2012 yang Perlu Menjadi Perhatian
IV. Proses Selanjutnya yang Harus Dipersiapkan LKPP
III. Hal Hal yang Harus Dipersiapkan K/L/D/I Terkait Jabfung Pengelola
PBJP
Proses Selanjutnya yang Harus Dipersiapkan LKPP
Isi Permen PAN-RB no.77/2012 yang Perlu Menjadi Perhatian
Kegiatan Penyusunan Jabfung Pengelola PBJP yang Sudah
Dilakukan
Hal Hal yang Harus Dipersiapkan K/L/D/I Terkait Jabfung Pengelola
PBJP
Kegiatan Berikutnya di tahun 2013:

a. Penyusunan Perpres tentang Tunjangan Fungsional
Jabfung Pengelola PBJ
b. SKB BKN dan LKPP tentang Jabfung Pengelola PBJ
c. Perka-Perka LKPP tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan
Jabfung Pengelola PBJ, yang terdiri dari:
Juknis Penilaian Angka Kredit
Juknis pengangkatan, kenaikan pangkat/jabatan,
pembebasan sementara, pengangkatan kembali dan
pemberhentian.
Juknis penyesuaian/inpassing
d. Uji coba penghitungan angka kredit, SIM jabfung dan
sosialisasi jabatan fungsional pengelola PBJP.

IV.1 Rencana Kegiatan 2013

K/L mengusulkan
penyesuaian/
penetapan
tunjangan Jabfung
Kemen PAN-RB memvalidasi dan
membuat surat usulan ijin prinsip,
disampaikan ke Kemenkeu
Kemenkeu melakukan Job Pricing
dan menghitung dampak fiskalnya
Kemenkeu
mengeluarkan surat
ijin prinsip ttg
besaran tunjangan
jabfung
Paraf menteri-menteri
terkait di Perpres
Perpres Tunjangan Jabfung
ditetapkan, Tunjangan dibayarkan
Harmonisasi
Rancangan
Perpres Tunjangan
8
5
1
SOP PENETAPAN TUNJANGAN JABATAN
FUNGSIONAL
2
3
4
Kemen PAN-RB
menyiapkan Rancangan
Perpres ttg tunjangan
jabfung
7
6

IV. 2 Usulan TunjanganJabfung

a. Gaji
b. Tunjangan Kinerja Kerja (TKK/Tunjaker)
c. Tunjangan Profesi (TP)
d. Tunjangan Lembur (TL)
e. Tunjangan Risiko Jabatan (Turisjab)
f. Tunjangan Transportasi (Tutrans)
g. Tunjangan Lain-lain
Usulan LKPP /month:



Gaji a 2,125 jt s/d 2,961 jt
Tunjangan Fungsional b + c+ d+e+f+g 13, 381 jt s/d 29,436 jt
Take Home Pay 15,506 jt s/d 32,397 jt
Komponen:
TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PENGELOLA
PBJP USULAN LKPP
No Kualifikasi Golongan Gaji Pokok
Penghasilan
Kotor
Tunjangan
Kinerja Kerja
Tunjangan
Profesi
Tunjangan
Lembur
Tunjangan
Resiko
Jabatan
Tunjangan
Transportasi
Take Home
Pay
Tunjangan
Fungsional

1 Asisten Ahli III/a 2.125.700 3.285.466 6.377.100 2.125.700 170.000 3.188.550 360.000 15.506.816 13.381.116


2 Ahli Pertama III/b 2.215.700 3.399.003 7.754.950 2.215.700 170.000 3.877.475 360.000 17.777.128 15.561.428


3 Ahli Muda III/c 2.309.400 3.517.369 9.237.600 2.309.400 170.000 4.618.800 360.000 20.213.169 17.903.769


4 Ahli Muda III/d 2.407.100 3.640.498 9.628.400 2.407.100 170.000 4.814.200 360.000 21.020.198 18.613.098


5 Ahli Madya IV/a 2.508.900 3.778.380 11.290.050 2.508.900 200.000 6.899.475 1.350.000 26.026.805 23.517.905


6 Ahli Madya IV/b 2.615.000 3.912.308 11.767.500 2.615.000 200.000 7.191.250 1.350.000 27.036.058 24.421.058


7 Ahli Utama IV/c 2.725.600 4.051.824 13.628.000 2.725.600 200.000 8.176.800 1.350.000 30.132.224 27.406.624


8 Ahli Utama IV/d 2.961.100 4.197.321 14.805.500 2.961.100 200.000 8.883.300 1.350.000 32.397.221 29.436.121

Keterangan:
1. Lembur diasumsikan sebanyak 10 jam dalam 1 bulan
2. Hari Kerja Efektif ditetapkan 20 hari kerja
3. Harga Pertamax diasumsikan sebesar Rp 9.000
TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL
PENGELOLA PBJP USULAN LKPP