Anda di halaman 1dari 40

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG.
Kanker paru merupakan penyebab kematian utama akibat kanker pada pria dan
wanita. Selama 50 tahun terakhir terdapat suatu peningkatan insidensi paru paru
yang mengejutkan. America Cancer Society memperkirakan bahwa terdapat
1.500.000 kasua baru dalam tahun 1!" dan 1#$.000 meningggal. %re&alensi kanker
paru di negara maju sangat tinggi' di (SA tahun 1# dilaporkan 1"#.000)tahun' di
inggris *0.000)tahun' sedangkan di +ndonesia menduduki peringkat * kanker
terbanhyak. ,i -S Kanker ,harmais .akarta tahun 1! tumor paru menduduki
urutan ke # sesudah kanker payudara dan leher rahim. Karena sistem pencatatan kita
yang belum baik' pre&alensi pastinya belum diketahui tetapi klinik tumor dan paru di
rumah sakit merasakan benar peningkatannya. Sebagian besar kanker paru mengenai
pria /$5 01' life time risk 121# dan pada wanita 1230. %ada pria lebih besar
pre&alensinya disebabkan 4aktor merokok yang lebih banyak pada pria. +nsiden
puncak kanker paru terjadi antara usia 55 $5 tahun.
Kelompok akan membahas Asuhan Keperawatan %ada Klien ,engan Kanker
%aru dengan kasus pada tuan .. ,iharapkan perawat mampu memberikan asuhan
keperawatan yang e4ekti4 dana mampu ikut serta dalam upaya penurunan angka
insiden kanker paru melalui upaya pre&enti4' promoto4' kurati4 dan rehabilitati4.
B. TUJUAN PENULISAN.
5ahasiswa mampu untuk memahami pengertian' etiologi' klasi4ikasi' stadium'
pathway' pato4isiologi' pemeriksaan diagnostik' penatalaksanaan' dan asuhan
keperawatan pada klien dengan kanker paru.
BAB II
TINJAUAN TEORITIS.
A. PENGERTIAN.
6umor paru merupakan keganasan pada jaringan paru /%rice' %ato4isiologi'
151.
Kanker paru merupakan abnormalitas dari sel sel yang mengalami proli4erasi
dalam paru /(nderwood' %atologi' 30001.
B. ETIOLOGI.
5eskipun etiologi sebenarnya dari kanker paru belum diketahui' tetapi ada
beberapa 4aktor yang agaknya bertanggung jawab dalam peningkatan insiden kanker
paru 2
1. 5erokok.
6ak diragukan lagi merupakan 4aktor utama. Suatu hubungan statistik
yang de4eniti4 telah ditegakkan antara perokok berat /lebih dari dua puluh batang
sehari1 dari kanker paru /karsinoma bronkogenik1. %erokok seperti ini
mempunyai kecenderung sepuluh kali lebih besar dari pada perokok ringan.
Selanjutnya orang perokok berat yang sebelumnya dan telah meninggalkan
kebiasaannya akan kembali ke pola resiko bukan perokok dalam waktu sekitar 10
tahun. 7idrokarbon karsinogenik telah ditemukan dalam ter dari tembakau rokok
yang jika dikenakan pada kulit hewan' menimbulkan tumor.
3. +radiasi.
+nsiden karsinoma paru yang tinggi pada penambang kobalt di
Schneeberg dan penambang radium di .oachimsthal /lebih dari 50 0 meninggal
akibat kanker paru1 berkaitan dengan adanya bahan radioakti4 dalam bentuk
radon. 8ahan ini diduga merupakan agen etiologi operati4.
#. Kanker paru akibat kerja.
6erdapat insiden yang tinggi dari pekerja yang terpapar dengan karbonil
nikel /pelebur nikel1 dan arsenic /pembasmi rumput1. %ekerja pemecah hematite
/paru paru hematite1 dan orang orang yang bekerja dengan asbestos dan
dengan kromat juga mengalami peningkatan insiden.
*. %olusi udara.
5ereka yang tinggal di kota mempunyai angka kanker paru yang lebih
tinggi dari pada mereka yang tinggal di desa dan walaupun telah diketahui
adanya karsinogen dari industri dan uap diesel dalam atmos4er di kota.
/ 6homson' Catatan Kuliah %atologi'1"1.
5. 9enetik.
6erdapat perubahan) mutasi beberapa gen yang berperan dalam kanker
paru' yakni 2
a. %roton oncogen.
b. 6umor suppressor gene.
c. 9ene encoding en:yme.
Teori Onkogenesis.
6erjadinya kanker paru didasari oleh tampilnya gen suppresor tumor
dalam genom /onkogen1. Adanya inisiator mengubah gen supresor tumor dengan
cara menghilangkan /delesi)del1 atau penyisipan /insersi) inS1 sebagian susunan
pasangan basanya' tampilnya gen erb81 dan atau neu)erb83 berperan dalam anti
apoptosis /mekanisme sel untuk mati secara alamiah; programmed cell death1.
%erubahan tampilan gen kasus ini menyebabkan sel sasaran dalam hal ini sel
paru berubah menjadi sel kanker dengan si4at pertumbuhan yang autonom.
,engan demikian kanker merupakan penyakit genetic yang pada permulaan
terbatas pada sel sasaran kemudian menjadi agresi4 pada jaringan sekitarnya.
%redisposisi 9en supresor tumor
+nisitor
,elesi) insersi
%romotor
6umor) autonomi
%rogresor
<kspansi) metastasis
$. ,iet.
,ilaporkan bahwa rendahnya konsumsi betakaroten' seleniumdan &itamin
A menyebabkan tingginya resiko terkena kanker paru.
/+lmu %enyakit ,alam' 30011.
C. KLASIFIKASI.
Klasi4ikasi menurut =7> untuk ?eoplasma %leura dan %aru paru /1""1 2
1. Karsinoma 8ronkogenik.
a. Karsinoma epidermoid /skuamosa1.
Kanker ini berasal dari permukaan epitel bronkus. %erubahan epitel termasuk
metaplasia' atau displasia akibat merokok jangka panjang' secara khas
mendahului timbulnya tumor. 6erletak sentral sekitar hilus' dan menonjol
kedalam bronki besar. ,iameter tumor jarang melampaui beberapa
centimeter dan cenderung menyebar langsung ke kelenjar getah bening hilus'
dinding dada dan mediastinum.
b. Karsinoma sel kecil /termasuk sel oat1.
8iasanya terletak ditengah disekitar percabangan utama bronki.6umor ini
timbul dari sel sel Kulchitsky' komponen normal dari epitel bronkus.
6erbentuk dari sel sel kecil dengan inti hiperkromatik pekat dan sitoplasma
sedikit. 5etastasis dini ke mediastinum dan kelenjar lim4e hilus' demikian
pula dengan penyebaran hematogen ke organ organ distal.
c. Adenokarsinoma /termasuk karsinoma sel al&eolar1.
5emperlihatkan susunan selular seperti kelenjar bronkus dan dapat
mengandung mukus. Kebanyakan timbul di bagian peri4er segmen bronkus
dan kadang kadang dapat dikaitkan dengan jaringan parut local pada paru
paru dan 4ibrosis interstisial kronik. @esi seringkali meluas melalui pembuluh
darah dan lim4e pada stadium dini' dan secara klinis tetap tidak menunjukkan
gejala gejala sampai terjadinya metastasis yang jauh.
d. Karsinoma sel besar.
5erupakan sel sel ganas yang besar dan berdi4erensiasi sangat buruk
dengan sitoplasma yang besar dan ukuran inti bermacam macam. Sel sel
ini cenderung untuk timbul pada jaringan paru ; paru peri4er' tumbuh cepat
dengan penyebaran ekstensi4 dan cepat ke tempat tempat yang jauh.
e. 9abungan adenokarsinoma dan epidermoid.
4. @ain lain.
11. 6umor karsinoid /adenoma bronkus1.
31. 6umor kelenjar bronchial.
#1. 6umor papilaris dari epitel permukaan.
*1. 6umor campuran dan Karsinosarkoma
51. Sarkoma
$1. 6ak terklasi4ikasi.
"1. 5esotelioma.
!1. 5elanoma.
/%rice' %ato4isiologi' 151.
D. MANIFESTASI KLINIS.
1. 9ejala awal.
Stridor lokal dan dispnea ringan yang mungkin disebabkan oleh obstruksi
bronkus.
3. 9ejala umum.
a. 8atuk
Kemungkinan akibat iritasi yang disebabkan oleh massa tumor. 8atuk mulai
sebagai batuk kering tanpa membentuk sputum' tetapi berkembang sampai
titik dimana dibentuk sputum yang kental dan purulen dalam berespon
terhadap in4eksi sekunder.
b. 7emoptisis
Sputum bersemu darah karena sputum melalui permukaan tumor yang
mengalami ulserasi.
c. Anoreksia' lelah' berkurangnya berat badan.
E. STADIUM.
6abel Sistem Stadium 6?5 untuk kanker %aru paru2 1!$ American .oint
Committee on Cancer.
9ambarn 6?5 ,e4enisi
Tuor !rier "T#
60
6A
6+S
61
63
6#
6idak terbukti adanya tumor primer
Kanker yang tersembunyi terlihat pada
sitologi bilasan bronkus tetapi tidak
terlihat pada radiogram atau bronkoskopi
Karsinoma in situ
6umor dengan diameter B # cm dikelilingi
paru paru atau pleura &iseralis yang
normal.
6umor dengan diameter # cm atau dalam
setiap ukuran dimana sudah menyerang
pleura &iseralis atau mengakibatkan
atelektasis yang meluas ke hilusC harus
berjarak 3 cm distal dari karina.
6umor dalam setiap ukuran dengan
perluasan langsung pada dinding dada'
dia4ragma' pleura mediastinalis' atau
pericardium tanpa mengenai jantung'
6*
Ke$en%&r $i'e region&$ "N#
?0
?1
?3
?#
Me(&s(&sis %&u) "M#
50
51
Ke$o!ok s(&*iu
Karsinoma tersembunyi 6A?050
Stadium 0 6+S?050
Stadium + 61?050
63?050
Stadium ++ 61?150
63?150

Stadium +++a 6#?050
6#?050
Stadium +++b Setiap 6 ?#50
6* setiap ?50
pembuluh darah besar' trakea' eso4agus'
atau korpus &ertebraC atau dalam jarak 3
cm dari karina tetapi tidak melibat
karina.
6umor dalam setiap ukuran yang sudah
menyerang mediastinum atau mengenai
jantung' pembuluh darah besar' trakea'
eso4agus' koepua &ertebra' atau karinaC
atau adanya e4usi pleura yang maligna.
6idak dapat terlihat metastasis pada kelenjar
lim4e regional.
5etastasis pada peribronkial dan) atau
kelenjar kelenjar hilus ipsilateral.
5etastasis pada mediastinal ipsi lateral atau
kelenjar lim4e subkarina.
5etastasis pada mediastinal atau kelenjar
kelenjar lim4e hilus kontralateralC
kelenjar kelenjar lim4e skalenus atau
suprakla&ikular ipsilateral atau
kontralateral.
6idak diketahui adanya metastasis jauh
5etastasis jauh terdapat pada tempat
tertentu /seperti otak1.
Sputum mengandung sel sel ganas tetapi
tidak dapat dibuktikan adanya tumor
primer atau metastasis.
Karsinoma in situ.
6umor termasuk klasi4ikasi 61 atau 63
tanpa adanya bukti metastasis pada
kelenjar lim4e regional atau tempat yang
jauh.
6umor termasuk klasi4ikasi 61 atau 63 dan
terdapat bukti adanya metastasis pada
kelenjar lim4e peribronkial atau hilus
ipsilateral.
6umor termasuk klasi4ikasi 6# dengan atau
tanpa bukti metastasis pada kelenjar
lim4e peribronkial atau hilus ipsilateralC
tidak ada metastasis jauh.
Setiap tumor dengan metastasis pada
kelenjar lim4e hilus tau mediastinal
kontralateral' atau pada kelenjar lim4e
skalenus atau suprakla&ikularC atau setiap
tumor yang termasuk klasi4ikasi 6*
dengan atau tanpa metastasis kelenjar
Stadium +D Setiap 6' setiap ?'51
lim4e regionalC tidak ada metastasis jauh.
Setiap tumor dengan metastsis jauh.
Sumber2 /%rice' %ato4isiologi' 151.
F. PATOFISIOLOGI.
,ari etiologi yang menyerang percabangan segmen) sub bronkus menyebabkan
cilia hilang dan deskuamasi sehingga terjadi pengendapan karsinogen. ,engan
adanya pengendapan karsinogen maka menyebabkan metaplasia'hyperplasia dan
displasia. 8ila lesi peri4er yang disebabkan oleh metaplasia' hyperplasia dan
displasia menembus ruang pleura' biasa timbul e4usi pleura' dan bisa diikuti in&asi
langsung pada kosta dan korpus &ertebra.
@esi yang letaknya sentral berasal dari salah satu cabang bronkus yang terbesar.
@esi ini menyebabkan obstuksi dan ulserasi bronkus dengan diikuti dengan supurasi
di bagian distal. 9ejala gejala yang timbul dapat berupa batuk' hemoptysis'
dispneu' demam' dan dingin.=hee:ing unilateral dapat terdengan pada auskultasi.
%ada stadium lanjut' penurunan berat badan biasanya menunjukkan adanya
metastase' khususnya pada hati. Kanker paru dapat bermetastase ke struktur
struktur terdekat seperti kelenjar lim4e' dinding eso4agus' pericardium' otak' tulang
rangka.
G. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK.
1. -adiologi.
a. Eoto thoraA posterior anterior /%A1 dan leteral serta 6omogra4i
dada.
5erupakan pemeriksaan awal sederhana yang dapat mendeteksi adanya
kanker paru. 5enggambarkan bentuk' ukuran dan lokasi lesi. ,apat
menyatakan massa udara pada bagian hilus' e44use pleural' atelektasis erosi
tulang rusuk atau &ertebra.
b. 8ronkhogra4i.
(ntuk melihat tumor di percabangan bronkus.
3. @aboratorium.
a. Sitologi /sputum' pleural' atau nodus lim4e1.
,ilakukan untuk mengkaji adanya) tahap karsinoma.
b. %emeriksaan 4ungsi paru dan 9,A
,apat dilakukan untuk mengkaji kapasitas untuk memenuhi kebutuhan
&entilasi.
c. 6es kulit' jumlah absolute lim4osit.
,apat dilakukan untuk menge&aluasi kompetensi imun /umum pada kanker
paru1.
#. 7istopatologi.
a. 8ronkoskopi.
5emungkinkan &isualisasi' pencucian bagian'dan pembersihan sitologi lesi
/besarnya karsinoma bronkogenik dapat diketahui1.
b. 8iopsi 6rans 6orakal /6681.
8iopsi dengan 668 terutama untuk lesi yang letaknya peri4er dengan ukuran
F 3 cm' sensiti&itasnya mencapai 0 5 0.
c. 6orakoskopi.
8iopsi tumor didaerah pleura memberikan hasil yang lebih baik dengan cara
torakoskopi.
d. 5ediastinosopi.
(mtuk mendapatkan tumor metastasis atau kelenjar getah bening yang
terlibat.
e. 6orakotomi.
6otakotomi untuk diagnostic kanker paru dikerjakan bila bermacam macam
prosedur non in&asi4 dan in&asi4 sebelumnya gagal mendapatkan sel tumor.
*. %encitraan.
a. C6;Scanning' untuk menge&aluasi jaringan parenkim paru dan
pleura.
b. 5-+' untuk menunjukkan keadaan mediastinum.
H. PENATALAKSANAAN.
6ujuan pengobatan kanker dapat berupa 2
a. Kurati4
5emperpanjang masa bebas penyakit dan meningkatkan angka harapan hidup
klien.
b. %aliati4.
5engurangi dampak kanker' meningkatkan kualitas hidup.
c. -awat rumah /7ospice care1 pada kasus terminal.
5engurangi dampak 4isis maupun psikologis kanker baik pada pasien maupun
keluarga.
d. Supoti4.
5enunjang pengobatan kurati4' paliati4 dan terminal sepertia pemberian nutrisi'
tran4usi darah dan komponen darah' obat anti nyeri dan anti in4eksi.
/+lmu %enyakit ,alam' 3001 dan ,oenges' rencana Asuhan Keperawatan' 30001
1. %embedahan.
6ujuan pada pembedahan kanker paru sama seperti penyakit paru lain'
untuk mengankat semua jaringan yang sakit sementara mempertahankan
sebanyak mungkin 4ungsi paru paru yang tidak terkena kanker.
1. 6oraktomi eksplorasi.
(ntuk mengkom4irmasi diagnosa tersangka penyakit paru atau toraks
khususnya karsinoma' untuk melakukan biopsy.
3. %neumonektomi pengangkatan paru1.
Karsinoma bronkogenik bilaman dengan lobektomi tidak semua lesi bisa
diangkat.
#. @obektomi /pengangkatan lobus paru1.
Karsinoma bronkogenik yang terbatas pada satu lobus' bronkiaktesis bleb
atau bula em4isematosaC abses paruC in4eksi jamurC tumor jinak tuberkulois.
*. -esesi segmental.
5erupakan pengankatan satau atau lebih segmen paru.
5. -esesi baji.
6umor jinak dengan batas tegas' tumor metas metik' atau penyakit
peradangan yang terlokalisir. 5erupakan pengangkatan dari permukaan paru
paru berbentuk baji /potongan es1.
$. ,ekortikasi.
5erupakan pengangkatan bahan bahan 4ibrin dari pleura &iscelaris1
3. -adiasi
%ada beberapa kasus' radioterapi dilakukan sebagai pengobatan kurati4
dan bisa juga sebagai terapi adju&ant) paliati4 pada tumor dengan komplikasi'
seperti mengurangi e4ek obstruksi) penekanan terhadap pembuluh darah)
bronkus.
#. Kemotera4i.
Kemoterapi digunakan untuk mengganggu pola pertumbuhan tumor'
untuk menangani pasien dengan tumor paru sel kecil atau dengan metastasi luas
serta untuk melengkapi bedah atau terapi radiasi.
I. ASUHAN KEPERA+ATAN PADA KLIEN DENGAN KANKER PARU.
,. PENGKAJIAN.
a. %reoperasi /,oenges' -encana Asuhan Keperawatan'11.
11. Akti&itas) istirahat.
9ejala 2 Kelemahan' ketidakmampuan mempertahankan kebiasaan rutin'
dispnea karena akti&itas.
6anda 2 Kelesuan/ biasanya tahap lanjut1.
31. Sirkulasi.
9ejala 2 .D, /obstruksi &ana ka&a1.
8unyi jantung 2 gesekan pericardial /menunjukkan e4usi1.
6akikardi) disritmia.
.ari tabuh.
#1. +ntegritas ego.
9ejala 2 %erasaan taku. 6akut hasil pembedahan
5enolak kondisi yang berat) potensi keganasan.
6anda 2 Kegelisahan' insomnia' pertanyaan yang diulang ulang.
*1. <liminasi.
9ejala 2 ,iare yang hilang timbul /karsinoma sel kecil1.
%eningkatan 4rekuensi) jumlah urine /ketidakseimbangan
hormonal' tumor epidermoid1
51. 5akanan) cairan.
9ejala 2 %enurunan berat badan' na4su makan buruk' penurunan masukan
makanan.
Kesulitan menelan
7aus) peningkatan masukan cairan.
6anda 2 Kurus' atau penampilan kurang berbobot /tahap lanjut1
<dema wajah) leher' dada punggung /obstruksi &ena ka&a1'
edema wajah) periorbital /ketidakseimbangan hormonal'
karsinoma sel kecil1
9lukosa dalam urine /ketidakseimbangan hormonal' tumor
epidermoid1.
$1. ?yeri) kenyamanan.
9ejala 2 ?yeri dada /tidak biasanya ada pada tahap dini dan tidak selalu
pada tahap lanjut1 dimana dapat) tidak dapat dipengaruhi oleh
perubahan posisi.
?yeri bahu) tangan /khususnya pada sel besar atau
adenokarsinoma1
?yeri abdomen hilang timbul.
"1. %erna4asan.
9ejala 2 8atuk ringan atau perubahan pola batuk dari biasanya dan atau
produksi sputum.
?a4as pendek
%ekerja yang terpajan polutan' debu industri
Serak' paralysis pita suara.
-iwayat merokok
6anda 2 ,ispnea' meningkat dengan kerja
%eningkatan 4remitus taktil /menunjukkan konsolidasi1
Krekels) mengi pada inspirasi atau ekspirasi /gangguan aliran
udara1' krekels) mengi menetapC pentimpangan trakea / area
yang mengalami lesi1.
7emoptisis.
!1. Keamanan.
6anda 2 ,emam mungkin ada /sel besar atau karsinoma1
Kemerahan' kulit pucat /ketidakseimbangan hormonal'
karsinoma sel kecil1
1. Seksualitas.
6anda 2 9inekomastia /perubahan hormone neoplastik' karsinoma sel
besar1
Amenorea) impotent /ketidakseimbangan hormonal' karsinoma
sel kecil1
101. %enyuluhan.
9ejala 2 Eaktor resiko keluarga' kanker/khususnya paru1' tuberculosis
Kegagalan untuk membaik.
b. %ascaoperasi /,oenges' -encana Asuhan Keperawatan' 11.
; Karakteristik dan kedalaman perna4asan dan warna kulit
pasien.
; Erekuensi dan irama jantung.
; %emeriksaan laboratorium yang terkait /9,A. <lektolit
serum' 7b dan 7t1.
; %emantauan tekanan &ena sentral.
; Status nutrisi.
; Status mobilisasi ekstremitas khususnya ekstremitas atas
di sisi yang di operasi.
; Kondisi dan karakteristik water seal drainase.
11. Akti&itas atau istirahat.
9ejala 2 %erubahan akti&itas' 4rekuensi tidur berkurang.
31. Sirkulasi.
6anda 2 denyut nadi cepat' tekanan darah tinggi.
#1. <liminasi.
9ejala 2 menurunnya 4rekuensi eliminasi 8A8
6anda 2 Kateter urinarius terpasang) tidak' karakteristik urine
8isng usus' samara atau jelas.
*1. 5akanan dan cairan.
9ejala 2 5ual atau muntah
51. ?eurosensori.
9ejala 2 9angguan gerakan dan sensasi di bawah tingkat anastesi.
$1. ?yeri dan ketidaknyamanan.
9ejala 2 Keluhan nyeri' karakteristik nyeri
?yeri' ketidaknyamanan dari berbagai sumber misalnya insisi
Atau e4ek e4ek anastesi.
-. DIAGNOSA KEPERA+ATAN DAN RENCANA
KEPERA+ATAN.
a. %reoperasi /9ale' -encana Asuhan Keperawatan >nkologi'
3000' dan ,oenges' -encana Asuhan Keperawatan' 11.
11. Kerusakan pertukaran gas
Dapat dihubungkan :
7ipo&entilasi.
Kriteria hasil :
; 5enunjukkan perbaikan &entilasi dan oksigenisi adekuat dengan
9,A dalam rentang normal dan bebas gejala distress perna4asan.
; 8erpartisipasi dalam program pengobatan' dalam kemampuan)
situasi.
Intervensi :
a1 Kaji status perna4asan dengan sering' catat peningkatan
4rekuensi atau upaya perna4asan atau perubahan pola na4as.
Rasional 2 ,ispnea merupakan mekanisme kompensasi adanya
tahanan jalan na4as.
b1 Catat ada atau tidak adanya bunyi tambahan dan adanya
bunyi tambahan' misalnya krekels' mengi.
Rasional 2 8unyi na4as dapat menurun' tidak sama atau tak ada pada
area yang sakit.Krekels adalah bukti peningkatan cairan dalam area
jaringan sebagai akibat peningkatan permeabilitas membrane
al&eolar;kapiler. 5engi adalah bukti adanya tahanan atau
penyempitan jalan na4as sehubungan dengan mukus) edema serta
tumor.
c1 Kaji adanmya sianosis
Rasional 2 %enurunan oksigenasi bermakna terjadi sebelum sianosis.
Sianosis sentral dari GorganH hangat contoh' lidah' bibir dan daun
telinga adalah paling indikati4.
d1 Kolaborasi pemberian oksigen lembab sesuai indikasi
Rasional 2 5emaksimalkan sediaan oksigen untuk pertukaran.
e1 Awasi atau gambarkan seri 9,A.
Rasional 2 5enunjukkan &entilasi atau oksigenasi. ,igunakan
sebagai dasar e&aluasi kee4kti4an terapi atau indikator kebutuhan
perubahan terapi.
31. 8ersihan jalan na4as tidak e4ekti4.
Dapat dihubungkan :
; Kehilangan 4ungsi silia jalan na4as
; %eningkatan jumlah) &iskositas sekret paru.
; 5eningkatnya tahanan jalan na4as
Kriteria hasil :
; 5enyatakan) menunjukkan hilangnya dispnea.
; 5empertahankan jalan na4as paten dengan bunyi na4as bersih
; 5engeluarkan sekret tanpa kesulitan.
; 5enunjukkan perilaku untuk memperbaiki) mempertahankan bersiahn
jalan na4as.
Intervensi :
a1 Catat perubahan upaya dan pola berna4as.
Rasional 2 %enggunaan otot interkostal) abdominal dan pelebaran
nasal menunjukkan peningkatan upaya berna4as.
b1 >bser&asi penurunan ekspensi dinding dada dan adanya.
Rasional 2 <kspansi dad terbatas atau tidak sama sehubungan
dengan akumulasi cairan' edema' dan sekret dalam seksi lobus.
c1 Catat karakteristik batuk /misalnya' menetap' e4ekti4' tak e4ekti41'
juga produksi dan karakteristik sputum.
Rasional 2 Karakteristik batuk dapat berubah tergantung pada
penyebab) etiologi gagal perba4asan. Sputum bila ada mungkin
banyak' kental' berdarah' adan) atau puulen.
d1 %ertahankan posisi tubuh) kepala tepat dan gunakan alat jalan na4as
sesuai kebutuhan.
Rasional 2 5emudahkan memelihara jalan na4as atas paten bila
jalan na4as pasein dipengaruhi.
e1 Kolaborasi pemberian bronkodilator' contoh amino4ilin' albuterol dll.
Awasi untuk e4ek samping merugikan dari obat' contoh takikardi'
hipertensi' tremor' insomnia.
Rasional 2 >bat diberikan untuk menghilangkan spasme bronkus'
menurunkan &iskositas sekret' memperbaiki &entilasi' dan
memudahkan pembuangan sekret. 5emerlukan perubahan dosis)
pilihan obat.
#1. Ketakutan)AnAietas.
Dapat dihubungkan :
; Krisis situasi
; Ancaman untuk) perubahan status kesehatan' takut mati.
; Eaktor psikologis.
Kriteria hasil :
; 5enyatakan kesadaran terhadap ansietas dan cara sehat untuk
mengatasinya.
; 5engakui dan mendiskusikan takut.
; 6ampak rileks dan melaporkan ansietas menurun sampai tingkat dapat
diatangani.
; 5enunjukkan pemecahan masalah dan pengunaan sumber e4ekti4.
Intervensi :
a1 >bser&asi peningkatan gelisah' emosi labil.
Rasional 2 5emburuknya penyakit dapat menyebabkan atau
meningkatkan ansietas.
b1 %ertahankan lingkungan tenang dengan sedikit rangsangan.
Rasional 2 5enurunkan ansietas dengan meningkatkan relaksasi dan
penghematan energi.
c1 6unjukkan) 8antu dengan teknik relaksasi' meditasi' bimbingan
imajinasi.
Rasional 2 5emberikan kesempatan untuk pasien menangani
ansietasnya sendiri dan merasa terkontrol.
d1 +denti4ikasi perspsi klien terhadap ancaman yang ada oleh situasi.
Rasional 2 5embantu pengenalan ansietas) takut dan
mengidenti4ikasi tindakan yang dapat membantu untuk indi&idu.
e1 ,orong pasien untuk mengakui dan menyatakan perasaan.
Rasional 2 @angkah awal dalam mengatasi perasaan adalah terhadap
identi4ikasi dan ekspresi. 5endorong penerimaan situasi dan
kemampuan diri untuk mengatasi.
*1. Kurang pengetahuan mengenai kondisi' tindakan' prognosis.
Dapat dihubungkan :
; Kurang in4ormasi.
; Kesalahan interpretasi in4ormasi.
; Kurang mengingat.
Kriteria hasil :
; 5enjelaskan hubungan antara proses penyakit dan terapi.
; 5enggambarkan) menyatakan diet' obat' dan program akti&itas.
; 5engidenti4ikasi dengan benar tanda dan gejala yang
memerlukan perhatian medik.
; 5embuat perencanaan untuk perawatan lanjut.
Intervensi :
a1 ,orong belajar untuk memenuhi kebutuhan pasien. 8eriak
in4ormasi dalam cara yang jelas) ringkas.
Rasional 2 Sembuh dari gangguan gagal paru dapat sangat
menghambat lingkup perhatian pasien' konsentrasi dan energi untuk
penerimaan in4ormasi) tugas baru.
b1 8erikan in4ormasi &erbal dan tertulis tentang obat
Rasional 2 %emberian instruksi penggunaan obat yang aman
memmampukan pasien untuk mengikuti dengan tepat program
pengobatan.
c1 Kaji konseling nutrisi tentang rencana makanC kebutuhan
makanan kalori tinggi.
Rasional 2 %asien dengan masalah perna4asan berat biasanya
mengalami penurunan berat badan dan anoreksia sehingga
memerlukan peningkatan nutrisi untuk menyembuhan.
d1 8erikan pedoman untuk akti&itas.
Rasional 2 %asien harus menghindari untuk terlalu lelah dan
mengimbangi periode istirahatdan akti&itas untuk meningkatkan
regangan) stamina dan mencegah konsumsi) kebutuhan oksigen
berlebihan.

b. %ascaoperasi /,oenges' -encana Asuhan Keperawatan' 11.
11. Kerusakan pertukaran gas.
Dapat dihubungkan :
; %engangkatan jaringan paru
; 9angguan suplai oksigen
; %enurunan kapasitas pembawa oksigen darah /kehilangan darah1.
Kriteria hasil :
; 5enunjukkan perbaikan &entilasi dan oksigenasi jaringan adekuat
dengan 9,A dalam rentang normal.
; 8ebas gejala distress perna4asan.
Intervensi :
a1 Catat 4rekuensi' kedalaman dan kemudahan perna4asan. >bser&asi
penggunaan otot bantu' na4as bibir' perubahan kulit) membran
mukosa.
Rasional 2 %erna4asan meningkat sebagai akibat nyeri atau sebagai
mekanisme kompensasi awal terhadap hilangnya jaringan paru.
b1 Auskultasi paru untuk gerakamn udara dan bunyi na4as tak normal.
Rasional 2 Konsolidasi dan kurangnya gerakan udara pada sisi yang
dioperasi normal pada pasien pneumonoktomi. ?amun' pasien
lubektomi harus menunjukkan aliran udara normal pada lobus yang
masih ada.
c1 %ertahankan kepatenan jalan na4as pasien dengan memberikan posisi'
penghisapan' dan penggunaan alat
Rasional 2 >bstruksi jalan na4as mempengaruhi &entilasi'
menggangu pertukaran gas.
d1 (bah posisi dengan sering' letakkan pasien pada posisi duduk juga
telentang sampai posisi miring.
Rasional 2 5emaksimalkan ekspansi paru dan drainase sekret.
e1 ,orong) bantu dengan latihan na4as dalam dan na4as bibir dengan
tepat.
Rasional 2 5eningkatkan &entilasi maksimal dan oksigenasi dan
menurunkan) mencegah atelektasis.
31. 8ersihan jalan na4as tidak e4ekti4
Dapat dihubungkan :
; %eningkatan jumlah) &iskositas sekret
; Keterbatasan gerakan dada) nyeri.
; Kelemahan) kelelahan.
Kriteria hasil :
5enunjukkan patensi jalan na4as' dengan cairan sekret mudah
dikeluarkan' bunyi na4as jelas' dan perna4asan tak bising.
Intervensi :
a1 Auskultasi dada untuk karakteristik bunyi na4as dan adanya sekret.
Rasional 2 %erna4asan bising' ronki' dan mengi menunjukkan
tertahannya sekret dan) atau obstruiksi jalan na4as.
b1 8antu pasien dengan) instruksikan untuk na4as dalam e4ekti4 dan
batuk dengan posisi duduk tinggi dan menekan daerah insisi.
Rasional 2 %osisi duduk memungkinkan ekspansi paru maksimal
dan penekanan menmguatkan upaya batuk untuk memobilisasi dan
membuang sekret. %enekanan dilakukan oleh perawat.
c1 >bser&asi jumlah dan karakter sputum) aspirasi sekret.
Rasional 2 %eningkatan jumlah sekret tak berwarna ) berair awalnya
normal dan harus menurun sesuai kemajuan penyembuhan.
d1 ,orong masukan cairan per oral /sedikitnya 3500 ml)hari1 dalam
toleransi jantung.
Rasional : 7idrasi adekuat untuk mempertahankan sekret hilang)
peningkatan pengeluaran.
e1 Kolaborasi pemberian bronkodilator' ekspektoran' dan) atau analgetik
sesuai indikasi.
Rasional 2 5enghilangkan spasme bronkus untuk memperbaiki
aliran udara' mengencerkan dan menurunkan &iskositas sekret.
#1. ?yeri /akut1.
Dapat dihubungkan :
; +nsisi bedah' trauma jaringan' dan gangguan sara4 internal.
; Adanya selang dada.
; +n&asi kanker ke pleura' dinding dada
Kriteria hasil :
; 5elaporkan neyri hilang) terkontrol.
; 6ampak rileks dan tidur) istirahat dengan baik.
; 8erpartisipasi dalam akti&itas yang diinginkan) dibutuhkan.
Intervensi :
a1 6anyakan pasien tentang nyeri. 6entukan karakteristik nyeri. 8uat
rentang intensitas pada skala 0 10.
Rasional 2 5embantu dalam e&aluasi gejala nyeri karena kanker.
%enggunaan skala rentang membantu pasien dalam mengkaji tingkat
nyeri dan memberikan alat untuk e&aluasi kee4kti4an analgesic'
meningkatkan control nyeri.
b1 Kaji pernyataan &erbal dan non;&erbal nyeri pasien.
Rasional 2 Ketidaklsesuaian antar petunjuk &erbal) non &erbal dapat
memberikan petunjuk derajat nyeri' kebutuhan) kee4keti4an
inter&ensi.
c1 Catat kemungkinan penyebab nyeri pato4isologi dan psikologi.
Rasional 2 +nsisi posterolateral lebih tidak nyaman untuk pasien dari
pada insisi anterolateral. Selain itu takut' distress' ansietas dan
kehilangan sesuai diagnosa kanker dapat mengganggu kemampuan
mengatasinya.
d1 ,orong menyatakan perasaan tentangnyeri.
Rasional 2 6akut) masalah dapat meningkatkan tegangan otot dan
menurunkan ambang persepsi nyeri.
e1 8erikan tindakan kenyamanan. ,orong dan ajarkan penggunaan
teknik relaksasi
5eningkatkan relaksasi dan pengalihan perhatian.
*1. AnAietas.
Dapat dihubungkan:
; Krisis situasi
; Ancaman) perubahan status kesehatan
; Adanya ancman kematian.
Kriteria hasil :
; 5engakui dan mendiskusikan takut) masalah
; 5enunjukkan rentang perasaan yang tepat dan penampilan
wajah tampak rileks) istirahat
; 5enyatakan pengetahuan yang akurat tentang situasi.
Intervensi :
a1 <&aluasi tingkat pemahaman pasien) orang terdekat
tentang diagnosa.
Rasional 2 %asien dan orang terdekat mendengar dan mengasimilasi
in4ormasi baru yang meliputi perubahan ada gambaran diri dan pola
hidup. %emahaman persepsi ini melibatkan susunan tekanan
perawatan indi&idu dan memberikan in4ormasi yang perlu untuk
memilih inter&ensi yang tepat.
b1 Akui rasa takut) masalah pasien dan dorong
mengekspresikan perasaan
Rasional 2 ,ukungan memampukan pasien mulai membuka atau
menerima kenyataan kanker dan pengobatannya.
c1 6erima penyangkalan pasien tetapi jangan dikuatkan.
Rasional 2 8ila penyangkalan ekstrem atau ansiatas mempengaruhi
kemajuan penyembuhan' menghadapi isu pasien perlu dijelaskan dan
emebuka cara penyelesaiannya.
d1 8erikan kesempatan untuk bertanya dan jawab dengan
jujur. Iakinkan bahwa pasien dan pemberi perawatan mempunyai
pemahaman yang sama.
Rasional 2 5embuat kepercayaan dan menurunkan kesalahan
persepsi) salah interpretasi terhadap in4ormasi..
e1 @ibatkan pasien) orang terdekat dalam perencanaan
perawatan. 8erikan waktu untuk menyiapkan peristiwa) pengobatan.
Rasional 2 ,apat membantu memperbaiki beberapa perasaan
kontrol) kemandirian pada pasien yang merasa tek berdaya dalam
menerima pengobatan dan diagnosa.
41 8erikan kenyamanan 4iik pasien.
Rasional 2 +ni sulit untuk menerima dengan isu emosi bila
pengalaman ekstrem) ketidaknyamanan 4isik menetap.
51. Kurang pengetahuan mengenai kondisi' tindakan' prognosis.
Dapat dihubungkan :
; Kurang atau tidak mengenal in4ormasi) sumber
; Salah interperatasi in4ormasi.
; Kurang mengingat
Kriteria hasil :
; 5enyatakan pemahaman seluk beluk diagnosa' program
pengobatan.
; 5elakukan dengan benar prosedur yang perlu dan menjelaskan
alas an tindakan tersebut.
; 8erpartisipasi dalam proses belajar.
; 5elakukan perubahan pola hidup.
Intervensi :
a1 ,iskusikan diagnosa' rencana) terapi sasat ini dan hasil
yang diharapkan.
Rasional 2 5emberikan in4ormasi khusus indi&idu' membuat
pengetahuan untuk belajar lanjut tentang manajemen di rumah.
-adiasi dan kemoterapi dapat menyertai inter&ensi bedah dan
in4ormasi penting untuk memampukan pasien) orang terdekat untuk
membuat keputusan berdasarkan in4ormasi.
b1 Kuatkan penjelasan ahli bedah tentang prosedur
pembedahan dengan memberikan diagram yang tepat. 5asukkan
in4ormasi ini dalam diskusi tentang harapan jangka pendek) panjang
dari penyembuhan.
Rasional 2 @amanya rehabilitasi dan prognosis tergantung pada tipe
pembedahan' kondisi preoperasi' dan lamanya) derajat komplikasi.
c1 ,iskusikan perlunya perencanaan untuk menge&aluasi
perawatan saat pulang.
Rasional 2 %engkajian e&aluasi status perna4asan dan kesehatan
umum penting sekali untuk meyakinkan penyembuhan optimal. .uga
memberikan kesempatan untuk merujuk masalah) pertanyaan pada
waktu yang sedikit stres.


BAB III
TINJAUAN KASUS
6n . usia *5 tahun' alamat -owosari' 9ubug 9robogan' status menikah dan
mempunyai anak * orang anak' saat ini sedang dirawat di C# -S,K. Saat ini keluhan
yang dirasakan adalah sesak na4as. 5empunyai riwayat merokok 10 tahun yang lalu
dimana 4rekunesinya 15 batang perhari. Saat ini dirawat sudah 1" hari. %asien merasa
tidak berdaya jika sesak na4asnya bertambah berat. %asien merasa tidak nyaman dan
sesak na4as bila berbaring. 7asil pemeriksaan laboratorium 2 7b 13'$ gr0' 7t #*'" 0'
leukosit **00 )ml' trombosit 11000)ml' kreatinin 3'*0 mg)dl.
%asien tersebut mendapatkan terapi 2 in4use -@ 13 tts) menit' Aminophilin # A 500 mg
dan injeksi ,eAamethasone # A 3 ampul.
,iagnosa medis 2 C& P&ru De.(r&.
A. PENGKAJIAN.
%ada kasus di dapatkan data 2
Identitas 2 nama 6n..' jenis kelamin laki laki' alamat -owosari' 9ubug grobogan'
Status menikah' ,iagnosa medik Ca %aru ,eAtra.
Riwayat kesehatan 2 5empunyai riwayat merokok 10 tahun yang lalu dimana
4rekuensinya 15 batang perhari' Sudah dirawat selama 1" hariC Keluhan 2 sesak
na4as' tidak nyaman dan sesak na4as bila berbaring.
Laboratorium 2 7b 13'$ gr0' 7t #*'" 0' leulosit **00 )ml' trombosit' 11000 )ml'
kreatinin 3'*0 mg)dl
Pengobatan 2 in4use -@ 13 tts)mnt' Aminophillin # A 500 mg' dan injeksi
,eAamethason # A 3 ampul.
Penatalaksanaan 2 direncanakan pembedahan dengan Anesthesi 9eneral umum.
B. ANALISA DATA.
,ari keluhan yang didapat maka diagnosa yang dapat timbul yaitu 2
1. Kerusakan pertukaran gas
3. 8ersihan jalan na4as tidak e4ekti4
C. DIAGNOSA KEPERA+ATAN DAN RENCANA KEPERA+ATAN.
1. Kerusakan pertukaran gas
Dapat dihubungkan :
7ipo&entilasi.
Kriteria hasil :
; 5enunjukkan perbaikan &entilasi dan oksigenisi adekuat dengan
9,A dalam rentang normal dan bebas gejala distress perna4asan.
; 8erpartisipasi dalam program pengobatan' dalam kemampuan)
situasi.
Intervensi :
a1 Kaji status perna4asan dengan sering' catat peningkatan
4rekuensi atau upaya perna4asan atau perubahan pola na4as.
Rasional 2 ,ispnea merupakan mekanisme kompensasi adanya tahanan
jalan na4as.
b1 Catat ada atau tidak adanya bunyi tambahan dan adanya
bunyi tambahan' misalnya krekels' mengi.
Rasional 2 8unyi na4as dapat menurun' tidak sama atau tak ada pada area
yang sakit.Krekels adalah bukti peningkatan cairan dalam area jaringan
sebagai akibat peningkatan permeabilitas membrane al&eolar;kapiler. 5engi
adalah bukti adanya tahanan atau penyempitan jalan na4as sehubungan
dengan mukus) edema serta tumor.
c1 Kaji adanmya sianosis
Rasional 2 %enurunan oksigenasi bermakna terjadi sebelum sianosis.
Sianosis sentral dari GorganH hangat contoh' lidah' bibir dan daun telinga
adalah paling indikati4.
d1 Kolaborasi pemberian oksigen lembab sesuai indikasi
Rasional 2 5emaksimalkan sediaan oksigen untuk pertukaran.
e1 Awasi atau gambarkan seri 9,A.
Rasional 2 5enunjukkan &entilasi atau oksigenasi. ,igunakan sebagai dasar
e&aluasi kee4kti4an terapi atau indikator kebutuhan perubahan terapi.
3. 8ersihan jalan na4as tidak e4ekti4.
Dapat dihubungkan :
; Kehilangan 4ungsi silia jalan na4as
; %eningkatan jumlah) &iskositas sekret paru.
; 5eningkatnya tahanan jalan na4as
Kriteria hasil :
; 5enyatakan) menunjukkan hilangnya dispnea.
; 5empertahankan jalan na4as paten dengan bunyi na4as bersih
; 5engeluarkan sekret tanpa kesulitan.
; 5enunjukkan perilaku untuk memperbaiki) mempertahankan bersihan jalan
na4as.
Intervensi :
a1 Catat perubahan upaya dan pola berna4as.
Rasional 2 %enggunaan otot interkostal) abdominal dan pelebaran nasal
menunjukkan peningkatan upaya berna4as.
b1 >bser&asi penurunan ekspensi dinding dada dan adanya.
Rasional 2 <kspansi dad terbatas atau tidak sama sehubungan dengan
akumulasi cairan' edema' dan sekret dalam seksi lobus.
c1 Catat karakteristik batuk /misalnya' menetap' e4ekti4' tak e4ekti41' juga
produksi dan karakteristik sputum.
Rasional 2 Karakteristik batuk dapat berubah tergantung pada penyebab)
etiologi gagal perba4asan. Sputum bila ada mungkin banyak' kental'
berdarah' adan) atau puulen.
d1 %ertahankan posisi tubuh) kepala tepat dan gunakan alat jalan na4as sesuai
kebutuhan.
Rasional 2 5emudahkan memelihara jalan na4as atas paten bila jalan na4as
pasein dipengaruhi.
e1 Kolaborasi pemberian bronkodilator' contoh amino4ilin' albuterol dll. Awasi
untuk e4ek samping merugikan dari obat' contoh takikardi' hipertensi' tremor'
insomnia.
Rasional 2 >bat diberikan untuk menghilangkan spasme bronkus'
menurunkan &iskositas sekret' memperbaiki &entilasi' dan memudahkan
pembuangan sekret. 5emerlukan perubahan dosis) pilihan obat.
BAB I/
PEMBAHASAN
%ada kasus masih terdapat data data pengkajian' baik berupa identitas klien'
riwayat kesehatan' dan laboratorium yang kurang jika kita kaitkan dengan tinjauan teori.
1. Secara ilmu 4isiologi dan pato4isiologi' proses penyakitnya dapat digambarkan
sebagai berikut 2
,ari riwayat merokok 6n. . yang dapat dikatakan sebagai 4aktor resiko dari Ca
%aru. ,ari etiologi tau 4aktor resiko tersebut yang menyerang percabangan segmen)
sub bronkus menyebabkan cilia hilang dan deskuamasi sehingga terjadi pengendapan
karsinogen. ,engan adanya pengendapan karsinogen maka menyebabkan
metaplasia'hyperplasia dan displasia. 8ila lesi peri4er yang disebabkan oleh
metaplasia' hyperplasia dan displasia menembus ruang pleura' biasa timbul e4usi
pleura' dan bisa diikuti in&asi langsung pada kosta dan korpus &ertebra.
@esi yang letaknya sentral berasal dari salah satu cabang bronkus yang terbesar. @esi
ini menyebabkan obstuksi dan ulserasi bronkus dengan diikuti dengan supurasi di
bagian distal. ,ari mekanisme diatas dpat menyebakan klein mengeluh sesak na4as
dan nyeri. .ika klien merasa tidak nyaman dan sesak na4as bila berbaring' karten
pada waktu berbaring pengembangan paru tidak maAimal.
3. ,ilihat secara histologi' perkembangan yang terjadi pada paru paru kanan tuan
. dapat dikategorikan dalam jenis karsinoma sel skuamosa yang mempunyai
hubungan dekat dengan 4aktor resiko merokok. 6etapi untuk diagnosa yang lebih
lanjut /oleh dokter1atau memastikan jenis karsinoma' maka diperlukan pemeriksaan
pemeriksaan lainnya seperti laboratorium' radiology' histopatologi' dan pencitraan.
#. %emeriksaan diagnostik tambahan yang dapat dilakukan adalah 2 pemeriksaan
laboratorium /sputum' pleural' atau nodus lim4e' pemeriksaan 4ungsi paru dan 9,A'
tes kulit' jumlah absolute lim4osit1' pemeriksaan histopatologi' dan pencitraan.
a. -adiologi.
; Eoto thoraA.
(ntuk mengetahui adanya pembesaran massa atau tidak dan letak
pembesaran tersebut.
; C6 Scan.
,apat memberikan bantuan lebih lanjut dalam membedakan lesi lesi yang
dicurigai.
; 8ronkoskopi.
8ronkoskopi yang sertai dengan biopsi untuk mendiagnosis jenis karsinoma
yang terjadi.
; 8iopsi kelenjar skalenus.
Cara terbaik untuk mendiagnosis kanker yang tidak terjangkau oleh
bronkoskopi.
b. %emeriksaan Sitologi.
Sputum rutin' dikerjakan terutama bila ada keluhan seperti batuk.
%emeriksaan sitologi tidak selalu memberikan hasil yang berarti karena
tergantung pada 2
; @etak tumor terhadap bronkus.
; .enis tumor.
; 6eknik mengeluarkan sputum.
; .umlah sputum yang diperiksa /dianjurkan pemeriksaan # 5
hari berturut turut1.
; =aktu pemeriksaan sputum.
%ada kanker paru yang letaknya sentral pemeriksaan sputum yang baik dapat
memberikan hasil positi4 sampai $" !5 0 pada karsinoma sel skuamosa. Sehingga
untuk 6n. . dapat dilakukan sitologi ini untuk mamastikan apakah termasuk dalam
kanker paru sel skuamosa.
%<5<-+KSAA? 6(A? . 7A-9A ?>-5A@
7emoglobin /7b1
7ematokrit /7t1
@eukosit
6rombosit
Kreatinin
13'$ gr0
#*'" 0
**00 ml
11000 )ml
3'*0 mg)ml
1# 1! gr0
*3 53 0
*500 10!00 ml
150000 #00000 )ml
0'5 1'* mg)ml
%ada 6n. . ditemukan hasil laboratorium 7b' 7t' @eukosit' 6rombosit mmasih
dalam batas normal dan belum ada perubahan yang berarti tetapi biasanya pada
keadaan lebih lanjut dapat terjadi anemia dan polisitemia. Anemia terjadi sebagai
akibat dari metastase kanker paru keorgan lain seperti hati' limpa dan tulang
belakang' yang berkaitan dengan proses pembentukan dari sel darah merah.
Sedangkan polisitemia yang dapat berhubungan dengan merokok cigarette karena
kontak dengan karbon monoksida kronik mempertinggi eritrositosis. 7emoglobin
diproduksi dan di4agositosis terutama di hati' limpa dan sumsum tulang. ,imana
pada salah satu proses yaitu sisa hem direduksi menjadi menjadi karbon monoksida
/C>1 dan beli&erdin. C> ini diangkut dalam bentuk karboksi hemoglobin' dan
dikeluarkan melalui paru. .ika paru terkena kanker maka proses ini akan mengalami
gangguan' dan C> terus dibentuk dan tidak dikeluarkan akan mempertinggi
eritrositosis.
7asil laboratorium kreatinin meningkat' ini menunjukkan bahwa 6n. . 4ungsi
ginjalnya sudah mulai terganggu. +ni disebabkan ekstra torak. %enyebaran ekstra
torak tergantung dari tempat metastase. Struktur yang sering terkena adalah
kelenjar getah bening skalenus /terutama pada tumor paru paru1' adrenal /5001'
hati /#001' otak /3001' tulang /3001' dan ginjal /1501.
?ilai tersebut 13'$ gr 0 / ?2 1#;1* gr 01
8erarti turun 0'* 0 perlu dari obser&asi' bila penurunan tersebut terjadi secara
signi4ikan maka perlu diberikan trans4usi darah. 1 >le4 /350 cc menaikkan 0'5
mg tersebut 1.
?ilai tersebut #*'" 0 ?ormal
6erjadi penurunan komponen sel;sel darah merah dalam plasma hal ini
dikarenakan sel;sel cancer pada 6n.. akan merusak sel darah merah/ hemolisis 1.
@eukosit **00) ml / ? 2 *000;10000 ) ml 1
%ada 6?.. belum terjadi penurunan' tetapi biasanya pada Ca paru akan terjadi
@eukopenia karena 4ungsi sel darah putih akan dirusak oleh sel;sel cancer.
6rombosit 11000 ) ml / ? 2 150;*50 ribu 1
6rombosit 2 ?ormal tetapi perlu diobser&asi adanya penurunan trombosit. Karena
pada Ca paru stadium lanjut akan terjadi pendarahan ) hemoptomesis.
Kreatinin 3 mg ) dl / ? 2 0'#;1'1 mg ) dl 1
%ada 6n.. terjadi kenaikan kreatinin yang cukup signi4ikan' yang
mengindikasikan kerusakan ginjal. +ni bisa disebabkan karena ginjal diperdarahi
oleh arteri renalis. Arteri ini menyalurkan >
3
dari paru;paru' pada Ca paru;paru
>
3
turun sehingga darah yang dibawa oleh arteri renalis miskin >
3
sehingga akan
merusak ginjal dan kemampuan 4iltrasi pada glomerulus akan mengalami
penurunan yang menyebabkan kreatinin naik karena banyaknya lolos waktu yang
di 4iltrasi.
*. .ika dilihat secara 4armakologi' pengobatan yang diberikan pada 6n. . masih
kurang tepat. .ika di kaitkan denga keluhan pasien memang obat yang diberikan
dapat meringankan gejala saja' tetapi khusus untuk penyakitnya /Ca %aru1 belum
dapat menyembuhkannya. (ntuk kanker paru pengobatannya lebih bersi4at
pembedahan. Chemotherapi juga sangat penting untuk diberikan sebagai pembunuh
sel;sel kanker dosis pemberian disesuaikan dengan derajat keganasan Ca
pada 6?. .
Aminophillin 2 6n. . mendapat terapi Aminophillin # J 500 mg. ,iberikan
aminophillin karena merupakan obat bronkodilator yang membebaskan obstruksi
jalan na4as seperti pada asma kronis dan mengurangi gejala dari penyakit kronik'
juga merupakan salah satu deri&ate Janthine yang mempunyai kegunaan sebagai
perangsang perna4asan dengan relaksasi otot polos bronkus. Alangkah baiknya
Aminoppilin dimasukan secara perdrip.7al ini dimaksudkan supaya kerja
Aminoppilin sebagai bronkodilator lebih cepat dibandingkan peroral KkasusL' karena
pada kasus 6n. . mengalami sesak na4as berat' baru setelah sesak na4asnya
berkurang baru bisa diberikan peroral. %erlu ditambahkan data 88 dan 68 untuk
menentukan dosis obat yang diberikan
Dexamethason 2 tidak mempunyai e4ek langsung pada otot polos saluran na4as'
tetapi hanya untuk menurunkan jumlah dan akti&itas sel sel yang terlibat dalam
in4lamasi saluran na4as. 9olongan steroid anti in4lamasi mengurangi in4lamasi
dengan menghilangkan' menghambat pelepasan leukotrien reakti&itas bronchial
sangat berkurang.
5enurut ,>+ yaitu 0'*;0'$ mg ) Kg 88 di buat rata;rata2 0'5 mg ) Kg 88'
karenatidak ada data 88' misal diperkirakan 6n. .. 50 Kg2
8erarti 2 50 Kg A 0'5 mg M 350 mg ) hr' sedangkan dosis 6n. . 2 # A 3 ampul A 1
ampul M 5 mg
M # A 10 ampul
M # A 50 ampul M #00 mg ) hr
Antibiotik yang bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi in4eksi yang akan
terjadi' karena pada kanker paru terjadi lesi pada lapisan pleura dan jaringan yang
lain apabila sudah bermetastasis sehingga dapat terjadi hemoptisis. ,engan adanya
hemoptisis sebagai indikasi perdarahan didalam tersebut dapat menyebabkan in4eksi'
dimana kanker paru dapat menyebar secara hematogen yang memungkinkan
membawa agen &irus atau bakteri. 6etapi pada pasien 6n. . nilai leukositnya masih
normal 2 yaitu **00 / ? 2 *000;100001. Sehingga berdasarkan terapi rasional untuk
sementara antibiotic belum perlu untuk diberikan.
5. 6erapi cairan yang diberikan kepada 6n. . yaitu -@ 13 tts)menit' lebih
dimaksudkan sebagai cairan untuk transport obat yang diberikan. 8iasanya
pemberian aminophillin dalam bentuk drip. 6etapi dapat disaran untuk memberikan
in4use deAtrose 50 karena mengandung glukosa sebagai penambah energi' karena
indikasi klien mengalami gangguan dalam pemenuhan kebutuhan akan nutrisi dan
cairan yang dapat disebabkan rasa tidak nyaman didada dan sesak na4as. Selain itu
dari hasil analisa kelompok' perlu ditambahkan therapy >
3
karena pada kasus Ca
paru' kerja paru menurun sehingga produk >
3
kuat untuk dibawa ke jantung dan
disirkulasikan ke seluruh tubuh.

$. %engaruh yang mungkin terjadi pada 6n. . pada status perna4asannya yang akan
dilakukan Anesthesi 9eneral umum 2
a. Apneu.
b. Arrest.
c. 7ipotensi
d. Ancaman gagal na4as
7al hal yang perlu diperhatikan terkait dengan tindakan post operasi yaitu 2
a. >bser&asi tanda &ital dan keadaan umum.
b. %osisi pasien ditempat tidur
c. %antau drainage
d. Dentilasi dan reekspansi paru
e. <&aluasi mobilitas ekstremitas atas pada sisi yang dioperasi.
4. %emantauan insisi terhadap perdarahan atau em4isema subkutan.
BAB /
P E N U T U P
A. KESIMPULAN.
1. Kanker paru merupakan penyebab kematian utama akibat kanker pada
wanita maupun pria' yang sering kali di sebabkan oleh merokok.
3. Setiap tipe timbul pada tempat atau tipe jaringan yang khusus'
menyebabkan mani4estasi klinis yang berbeda' dan perbedaan dalam
kecendrungan metastasis dan prognosis.
#. Karena tidak ada penyembuhan dari kanker' penekanan utama adalah
pada pencegahan misalnya dengan berhenti merokok karena perokok mempunyai
peluang 10 kali lebih besar untuk mengalami kanker paru di bandingkan bukan
perokok' dan menghindari lingkungan polusi.
*. %engobatan pilihan dari kanker paru adalah tindakan bedah pengangkatan
tumor. Sayangnya' sepertiga dari indi&idu tidak dapat dioperasi ketika mereka
pertama kali didiagnosa.
5. Asuhan keperawatan pascaoperasi klien setelah bedah toraks berpusat
pada peningkatan &entilasi dan reekspansi paru dengan mempertahankan jalan
na4as yang bersih' pemeliharaan sistem drainage tertutup' meningkatkan rasa
nyaman dengan peredaran nyeri' meningkatkan masukan nutrisi' dan pemantauan
insisi terhadap perdarahan dan em4isema subkutan.
B. SARAN.
1. ,alam menerapkan Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Kanker
%aru diperlukan pengkajian' konsep dan teori oleh seorang perawat.
3. +n4ormasi atau pendidkan kesehatan berguna untuk klien dengan kanker
paru misalnya mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokok'
memperhatikan lingkungan kerja terkait dengan polusinya.
#. ,ukungan psikologik sangat berguna untuk klien.
DAFTAR PUSTAKA
,oenges' 5arilynn <' /11' Renana Asuhan Keperawatan: Pedoman !ntuk
Perenanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien' <disi #' <9C' .akarta
@ong' 8arbara C' /1$1' Perawatan "edikal #edah$ %uatu Pendekatan Proses
&olistik' Iayasan +katan Alumni %endidikan Keperawatan %adjajaran' 8andung.
Suyono' Slamet' /30011' #uku A(ar Ilmu Penyakit Dalam' .ilid ++' <disi #' 8alai
%enerbit EK(+' .akarta.
(nderwood' ..C.<' /11' %atologi (mum dan Sistematik' <disi 3' <9C' .akarta.
ASUHAN KEPERA+ATAN PADA KLIEN DENGAN KANKER PARU
DISUSUN DALAM RANGKA MEMENUHI TUGAS
MATA KULIAH KEPERA+ATAN MEDIKAL BEDAH I
DISUSUN OLEH 0
KELOMPOK I
ABANG APRI SETIA+AN NIM. G-B-1211,
ADRIANA NIM. G-B-1211-
AKFI KAMILATUS NIM. G-B-12113
ANTONIA MARIA K NIM. G-B-12114
ARIF PUJI A NIM. G-B-12115
BUDININGSIH NIM. G-B-12116
DESI TRI KURNIASIH NIM. G-B-12117
DUDUNG SUDIRA NIM. G-B-121,1
D+I INDAH IS+ANTI NIM. G-B-121,,
FALIKHAH +IDI8ANI NIM. G-B-121,-
GRACIA HERNI P NIM. G-B-121,3
HANSEN MAIKEL SU NIM. G-B-121,2
HENN8 CRISTIANTI NIM. G-B-121,4
IDA A8U RINJANI NIM. G-B-121,5
INDAH +ULANINGSIH NIM. G-B-121,6
PROGRAM STUDI ILMU KEPERA+ATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNI/ERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
-114