Anda di halaman 1dari 3

somaltulosa adalah zat karbohidrat alami yang berasal dari tebu, madu, dan sumbe

r glukosa lainnya. Pada dasarnya, glukosa adalah bahan bakar yang memberikan ene
rgi untuk beraktivitas. Di dalam glukosa sendiri, selain Isomaltulosa sebenarnya
ada zat sukrosa yang lebih umum dikenal karena seringkali digunakan sebagai pem
anis pada produk minuman. Namun, berbeda dengan sukrosa, Isomaltulosa adalah zat
yang mampu diserap sekitar 26-45% lebih lambat.
Dengan kata lain, Isomaltulosa adalah zat yang mampu bertahan lebih lama dan kon
stan dalam hal penyediaan energi yang dibutuhkan tubuh dan otak jika dibandingka
n dengan sukrosa. Isomaltulosa sendiri sudah mendapat persetujuan dari badan ins
peksi kesehatan berbagai negara seperti FDA dan FSANZ untuk bisa digunakan oleh
manusia sejak tahun 1985.
Sejak saat itulah, berbagai penelitian mengenai manfaat Isomaltulosa makin giat
dikembangkan. Salah satu fakta terbaru yang telah disetujui oleh FDA membuktikan
bahwa Isomaltulosa tidak merusak gigi dan bisa diklaim sebagai zat pengganti su
krosa yang baik bagi kesehatan mulut. Kini, Isomaltulosa pun telah digunakan sep
enuhnya sebagai pengganti gula pada beberapa produk makanan dan minuman.
Daftar isi
1 Cara Kerja
1.1 Badan
1.2 Otak
2 Penggunaan
3 Penelitian Terakhir
4 Referensi
Cara Kerja
Pada dasarnya, isomaltulosa adalah zat yang berfungsi sama seperti sukrosa yaitu
sebagai pemberi energi bagi badan dan otak. Rasa Isomaltulosa sendiri serupa de
ngan sukrosa, begitu pula dengan cara zat ini bekerja di dalam tubuh [1].
Zat Isomaltulosa yang terkandung dalam makanan atau minuman akan masuk lewat mul
ut menuju kerongkongan, dan kemudian berakhir dengan dilarutkan oleh sistem penc
ernaan tubuh. Setelah tersaring, Isomaltulosa akan diserap oleh lambung dan menu
ju sistem aliran darah untuk lalu melakukan perjalanan memberikan energi keselur
uh tubuh.
Berbeda dengan sukrosa, Isomaltulosa diserap 26-45% lebih lama. Kecepatan penyer
apan ini dapat dilihat pada kurva landai yang menanjak dan menurun secara perlah
an pada kadar glukosa darah setelah mengkonsumsi Isomaltulosa [2][3]. Artinya, I
somaltulosa masuk dan keluar dari aliran darah manusia secara konstan dengan kec
epatan yang lambat. Sifat yang perlahan dan konstan inilah yang akhirnya membuat
Isomaltulosa mampu bertahan di dalam tubuh lebih lama dibandingkan sukrosa.
Dengan bertahan lebih lama, Isomaltulosa pun akan memberi asupan energi yang kon
stan dan stabil sehingga juga menghindarkan peningkatan atau penurunan kadar gul
a darah dan insulin yang drastis dalam tubuh [4].
Dalam istilah medis, peningkatan dan penurunan yang drastis pada kadar gula dara
h sering disebut sebagai Sugar Rush dan Sugar Crash. Kedua sindrom ini sendiri l
ebih sering terjadi pada anak-anak dan seringkali menimbulkan stress bagi orangt
ua.
Namun, dengan asupan yang stabil dan konstan, tidak akan ada perubahan drastis p
ada tingkat enesrgi seorang anak sehingga menghindarkan terjadinya Sugar Rush da
n Sugar Crash.
Badan
Pada dasarnya, sebelum sampai ke otak, asupan energi dari glukosa akan lebih dul
u menuju ke badan. Setelah badan memperoleh asupan energi secara merata, barulah
glukosa melakukan perjalanan untuk memberikan energi di otak. Proses ini sendir
i dimulai dari konsumsi makanan dan minuman yang mengandung glukosa sebagai baha
n bakar pemberi energi.
Berbeda dengan sukrosa, Isomaltulosa tidak akan langsung larut begitu dikonsumsi
. Sebaliknya, Isomaltulosa akan larut dengan respon glisemik yang rendah sehingg
a energi akan tersedia lebih lama dan tersuplai konstan bagi tubuh [5]. Dengan p
roses pelarutan yang lambat, Isomaltulosa pun akhirnya tidak memberi kesempatan
bagi bakteri dimulut untuk memperoleh glukosa yang juga merupakan sumber energi
bagi mereka, sehingga bisa menghindarkan gangguan dan penyakit pada gigi. Peneli
tian juga menunjukkan, meski memberikan energi yang lama, Isomaltulosa tidak aka
n memicu obesitas.[6].
Otak
Tak hanya pada tubuh, Isomaltulosa juga mempunyai peran signifikan terhadap terj
aganya kadar energi di otak. Meski menjadi tempat terakhir untuk mendapatkan asu
pan, Isomaltulosa tetap memberikan energi yang konstan dan stabil pada otak. Rea
ksi yang dihasilkan Isomaltulosa menjadikan berapa pun jumlah energi yang didapa
t oleh otak akan bertahan lebih lama dibanding sukrosa.
Jika dikonsumsi secara teratur, maka bisa dibilang Isomaltulosa akan memberikan
asupan energi yang konstan dan tak terputus bagi otak. Hal tersebut sangatlah me
mbantu otak yang tidak pernah berhenti bekerja selama 24 jam sehari. Sekalipun s
aat sedang tidur, otak tetap melakukan proses pengaturan nafas, detak jantung se
rta organ-organ tubuh lainnya [7][8].
Saat sedang tidur pula, otak juga melakukan proses pengaturan memori dan pengala
man yang akan digunakan pada aktivitas keesokan harinya [9]. Dengan bantuan Isom
altulosa, maka proses mendapatkan asupan energi yang cukup akan menghindarkan ga
ngguan yang tidak diinginkan, sekalipun saat sedang tidur [10].
Peran Isomaltulosa ditenggarai sangatlah signifikan pada anak-anak. Apalagi, usi
a 1-6 tahun adalah saat-saat terpenting dalam pembentukan kepribadian dan keseha
tan anak. Hal ini didukung dengan hasil penelitian yang dikenal dengan nama 10/4
0. Walaupun berat otak hanya 10% dari keseluruhan tubuh, seorang anak pada usia
perkembangan membutuhkan 40% dari total energi yang dimiliki tubuh agar otak bis
a berfungsi dengan optimal [11].
Pada usia perkembangan, kekurangan energi pada otak pastinya akan menghasilkan d
ampak jangka panjang yang merugikan.Jika energi yang tersimpan minim, maka daya
konsentrasinya untuk mengembangkan pola pikir, kepribadian serta kreativitas aka
n berkurang [12]. Karena itu, memberikan asupan yang mengandung glukosa baik bag
i kebutuhan energi mereka [13].
Namun, akhirnya para ibu-ibu seringkali mengeluh karena anak mereka menjadi terl
alu aktif jika seringkali diberikan glukosa, terutama sesaat sebelum tidur. Hal
tersebut sangatlah wajar mengingat sukrosa mampu memberikan peningkatan yang dra
stis dan memunculkan Sugar Rush.
Karena itu, pemberian asupan yang mengandung Isomaltulosa ditengarai bisa menjad
i solusi yang baik. Hal tersebut terjadi karena Isomaltulosa memberi peningkatan
energi yang cukup meski berlangsung secara perlahan. Sehingga mampu mendukung a
ktivitas otak anak untuk bisa bekerja optimal.
Penggunaan
Pada beberapa produk minuman, Isomaltulosa sudah mulai digunakan sebagai penggan
ti sukrosa. Isomaltulosa dapat digunakan sebagai zat pemanis alternatif yang coc
ok untuk dikonsumsi karena mampu mengurangi kadar sukrosa dan menjadikan kadar g
ula di dalam darah tetap rendah.
Tak hanya itu, karena terdiri dari bahan-bahan alami yang tidak menggumpal dan m
udah larut menjadikan Isomaltulosa cocok digunakan dalam produk susu pertumbuhan
anak berbentuk bubuk [14].
Setelah melalui proses penelitian yang panjang, berbagai kebaikan yang terdapat
di dalam Isomaltulosa pun ditengarai mampu memberikan manfaat yang cukup signifi
kan pada proses perkembangan otak dan badan anak [15]. Manfaat ini dimulai dari
sifatnya yang tidak merusak gigi serta kemampuannya memberi asupan energi konsta
n bagi badan dan otak anak.
Penelitian Terakhir
Saat ini penelitian mengenai Isomaltulosa lebih difokuskan kepada dampaknya terh
adap perkembangan otak dan badan anak-anak, khususnya anak yang ada pada masa pe
rkembangan (usia 1-6 tahun). Hal tersebut dilakukan karena pada usia-usia terseb
ut, seorang anak sedang berada dalam masa krusial perkembangan kognitifnya.
Sebuah penelitian mengenai efek Isomaltulosa sudah dilakukan oleh Fakultas Kedok
teran Universitas Indonesia & Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universiti
Putra Malaysia dimana subjeknya adalah anak-anak Indonesia & Malaysia.
Pada penelitian yang dilakukan oleh Taib MNM et al (2012) di Malaysia ditemukan
adanya peningkatan proses kognitif secara signifikan pada anak-anak yang mengkon
sumsi susu dengan Isomaltulosa. Selain itu, berbagai jurnal internasional mengen
ai manfaat dan efek Isomaltulosa juga sudah diterbitkan sejak tahun 1980-an.