Anda di halaman 1dari 14

MODUL I

A. Judul :
Penentuan Massa Atom Relatif Mg dan Penentuan Rumus Suatu
Hidrat.
B. Tujuan:
a. Mempelajari suatu cara sederhana penentuan massa atom relatif unsur.
b. Memanaskan rumus suatu hidrat.
C. Dasar Teori.
a. Penentuan Massa Atom Relatif Mg
Massa atom relatif dengan lambang Ar adalah istilah modern sebagai
pengganti istilah berat atom. Pada permulaan abad ke-19 hidrogen
digunakan sebagai unsur standard. Dalton menekankan bahwa massa atom
adalah sifat yang paling utama suatu unsur. Hidrogen adalah unsur yang
mempunyai nomor atom yang paling ringan dan massanya ditentukan
sebagai suatu satuan. Demikian pula valensi adalah kemampuan bersenyawa
suatu unsur dan hidrogen digunakan sebagai jumlah dasar skala.
Menurut definisi lama :
Massa atom relatif =



Valensi suatu unsur adalah jumlah atom hidrogen yang bereaksi atau yang
dapat diganti suatu atom unsur itu.
Sejak Dalton dan Berzzellius berusaha untuk menentukan rumus suatu
zat agar dapat menghitung massa atom relatif ditemukan suatu besaran yang
dikenal dengan massa ekuivalen. Massa ekivalen suatu unsur adalah jumlah
bagian massa unsur yang bereaksi atau menggantikan suatu bagian massa
hidrogen atau delapan bagian oksigen.
Untuk semua ditemukan hubungan
Massa atom relatif = massa ekivalen x valensi
Atau
Massa ekivalen =


Dahulu hubungan ini banyak digunakan untuk menentukan massa
atom relatif unsur. Sejak tahun 1961 ditetapkan Isotop karbon 12 sebagai
dasar penentuan massa atom relatif.
Massa atom relatif =



Penentuan massa atom relatif
a) Hukum Dulong dan Petit (1819)
Unsur-unsur logam hasil kali massa atom relatif dan kalor jenis kira-
kira 26,8 j mol k
Massa atom relatif x kalor jenis
b) Metoda Carnnizaro (1858)
Pada tahun 1858 Stainslao Cannizaro, menggunakan gagasan Avogadro
dalam menyusun cara yang dapat dipahami benar untuk menghitung
untuk berat atom unsur yang dapat membentuk senyawa beberapa gas.
c) Metoda spektometri massa
Metoda ini merupakan cara yang paling teliti dalam penentuan massa
atom relatif. Dengan metoda ini dapa diprlukan dua data yaitu :
1) Kelimpahan Isotop
2) Massa isotop relatif
Istilah massa mola relatif mencakup massa molekul relatif, massa
unsur rumus relatif dan massa atom relatif. Oleh karena itu, massa atom
relatif tidak mempunyai satuan maka sering digunakan massa molar.
(Syukri,1999)
Massa atom suatu unsur didefinisikan sebagai massa atom unsur itu
dibandingkan dengan massa atom lain yang dipakai sebagai standard.
Berdasarkan atas perjanjian internasional pada tahun 1961, digunakan skala
massa atom yang didasarkan isotop karbon = 12. Pada dewasa ini, massa
atom suatu unsur ditentukan dengan metode spektrofhotometri massa. Di
laboratorium, dapat ditentukan massa atom relatif Mg. Jika diketahui massa
atom relatif oksigen = 16; maka dari MgO yang terbentuk dapat dihitung
massa atom relatif Mg.( Penuntun Praktikum Kimia Dasar,2013 )
Air yang berada dalam keadaan bebas sebagai gas, cair atau padat.
Ada zat dalam air terkait secara kimia dipermukaan. Sebagai contoh selika
gel dan selulosa. Ada zat lain mengikat air membentuk kristal hidrat.
Misalnya CuSO
4
. 5H
2
O dan Na
2
SO
4
. 10H
2
O.
Atom adalah sangat kecil dan mempunyai beberapa pertikel sub
atom yang disebut proton, neutron dan elektron. Proton dan neutron
merupakan bagian yang paling rapat, terletak ditengah atom disebut inti.
Elektron merupakan partikel yang sangat kecil dan ringan diluar inti.
Ruangan tempat kedudukam elektron disekitar ini dinamakan awan elektron.
Massa sebuah atom bergantung pada jumlah elektron, proton, dan
neutron yang dimilikinya. Atom adalah partikel yang sangat kecil, sehingga
kita tidak dapat menimbang massa sebuah atom tunggal. Akan tetapi, kita
dapat menentukan massa suatu atom dengan membandingkannya terhadap
atom lain. Dengan demikian, dibutuhkan suatu unsur yang dapat dijadikan
sebagai standar pembanding. (Sukarna,2003).
Massa atom relative dengan lambang Ar adalah istilah modern
sebagai pengganti istilah berat atom. Pada permulaan abad ke-19 hidrogen
digunakan sebagai unsur standard. Dalton menekankan bahwa massa atom
adalah sifat yang paling utama suatu unsur. Hydrogen adalah unsur yang
mempunyai nomor atom yang paling ringan dan massanya ditentukan
sebagai suatu satuan. Demikian pula valensi adalah kemampuan bersenyawa
suatu unsur dan hydrogen digunakan sebagai jumlah dasar skala.
Massa atom relatif sangat penting dan menjadi prinsip yang paling
mendasar dalam perhitungan kimia. Pengertian massa atom relative (Ar)
didalam ilmu kimia tidak dimaksudkan sebagai berat sesungguhnya dari
sebuah atom, sebab atom dan molekul mempunyai massa yang sangat kecil.
Dengan mengetahui massa atom relatif (Ar) unsur-unsur penyusun senyawa,
kita dapat menentukan massa molekul relatif (Mr) senyawa tersebut. Massa
molar senyawa (dalam satuan gram) sama dengan massa molekul relatifnya
(dalam satuan amu). Sebagai contoh, massa molekul relatif air sebesar
18,016 sma. Dengan demikian, massa molar air adalah 18,016 gram. Hal ini
berarti, massa satu mol molekul air adalah sebesar 18,016 gram dan terdapat
6,022 x 10
23
molekul air. Bila kita memiliki 54,048 gram air, maka akan
setara dengan 54,048 gram / 18,016 (gram/mol) atau 3 mol molekul air.
Jumlah molekul yang dimiliki oleh 3 mol molekul air adalah 3 x 6,022 x
10
23
molekul air.
b. Penentukan Rumus suatu Hidrat
Air dapat berada dalam keadaan bebas sebagai gas, cair, atau padat.
Ada zat dalam air terikat secara kimia di permukaan. Sebagai contoh silica
gel dalam selulosa. Pada zat ini yang mengikat air membentuk kristal hidrat.
Misalnya CuSO
4
, 5H
2
O, dan Na
2
SO
4
.
Hidrat ini adalah murni dengan rumus tertentu dan stabil pada suhu
tertentu dan kelembaban atmosfer. Garam hidrat ini dapat kehilangan air
membentuk garam hidrat. Pada percobaan ini akan ditentukan jumah kristal
pada garam BaCl
2
x H
2
O. Air kristal dapat dihilangkan, jika garam
dipanaskan pada suhu 100
0
C. Dari berat hidrat yang diketahui dan jumlah
garam anhidrat yang terbentuk, maka harga x dapat dihitung.
(Raymond,2010)
Dalam banyak hal, hidrat bisa terbentuk secara spontan dari garam
unhidrous, jika kelembaban udara cukup. Dalam hal lain, hidrat akan
kehilangan airnya (hidrat) secara sepontan pada suhu ruang. Pada percobaan
ini hidrat yang diselidiki dibatasi pada yang stabil pada suhu ruang tetapi
yang terdekomposisi menjadi bentuk anhidrat pada saat pemanasan. Harus
dicatat bahwa banyak hidrat dan bentuk anhidrousnya adalah garam kristal
berwarna putih, sehingga perubahan warna kemungkinan tidak terjadi.
Setelah pemanasan,garam anhidrous itu harus didinginkan tanpa
kelembapan, supaya hidrat tidak terbentuk kembali sebelum ditimbang.
Hidrat adalah senyawa kristal padat yang mengandung air kristal
(H2O). Rumus kimia senyawa kristal padat sudah diketahui. Jadi pada
dasarnya penentuan rumus hidrat adalah penentuan jumlah molekul air
Kristal (H2O) atau nilai x.
Secara umum, rumus hidrat dapat ditulis sebagai :



Hidrat adalah zat padat yang mengikat beberapa molekul air sebagai
bagian dari struktur kristalnya, hidrat juga merupakan padatan yang tersusun
oleh molekul senyawa tertentu dan molekul air. Jumlah molekul air biasanya
tertentu dan terikat pada kation melalui atom oksigen (o) atau pada amion
atau species kaya electron melalui atom oksigen. Jika suatu senyawa hidrat
dipanaskan, maka ada sebagian atau seluruh air kristalnya dapat dilepas
(menguap). Jika suatu hidrat dilarutkan dalam air, maka air kristalnya akan
lepas. (Sugiarto,2004).
Rumus kimia senyawa kristal padat : x.H
2
O
Air dapat berada dalam keadaan bebas sebagai gas, cair, atau padat.
Ada zat dalam air terikat secara kimia di permukaan. Sebagai contoh silica
gel dalam selulosa. Pada zat ini yang mengikat air membentuk kristal hidrat.
Misalnya CuSO
4
, 5H
2
O, dan Na
2
SO
4
.
Ada macam-macam rumus yang dikenal dalam kimia. Pengolahan
rumus menurut banyaknya informasi yang dapat diberikan oleh rumus-
rumus, yaitu :
1) Rumus empiris yaitu rumus yang menggunakan perangkat terkenal
subskripsi bilangan bulat untuk menyatakan banyak relative atom-atom
tiap unsur yang ada dalam suatu satuan rumus. Contohnya : NaCl, H
2
O,
dan CH
2.

2) Rumus molekul yaitu rumus yang menyatakan jumlah sebenarnya dari
tiap jenis atom yang dijumpai dalam sebuah molekul. Contohnya : H
2
O.
D. Alat dan Bahan
1. Alat
NO NAMA ALAT GAMBAR FUNGSI
1. Pembakar Bunsen

Untuk membakar dan
memanaskan Krus beserta isinya.
2. Kaki Tiga Sebagai penyangga atau tempat
untuk meletakan Setigita Perselin
untuk melakukan pembakaran
Krus.
3. Eksikator Sebagai penurun suhu atau
mendiginkan Krus setelah
melakukan pembakaran.


2. Bahan
NO NAMA BAHAN SIFAT KIMIA SIFAT FISIKA
1. Kertas Lakmus Warna yang dihasilkan
dipengaruhi kadar PH.
Bentuk beraturan dan
memiliki warna.
2. Tembaga Dapat bereaksi dengan
oksigen pada suhu 300
0
C.
Tembaga tidak bereaksi
dengan alkalin.
Berwarna kuning dan bersifat
mulur. Mudah ditempa (liat)
dan bersifat mulur sehingga
mudah dibentuk menjadi
pipa, lembaran tipis dan
kawat.
3. Magnesium Merupakan oksida basa
sederhana yang sangat
mudah terbakar.
Jika dibakar Magnesium
berubah menjadi abu dari
bentuk padat.
4. BaCl
2
Merupakan garam organik,
mudah larut dalam air,
digunakan sebagai zat
aditif untuk pelumas.
Berbentuk Kristal, tidak
berwarna, dan tidak berbau.

4. Segitiga Perselin Sebagai tempat untuk meletakan
Krus ketika melakukan
pembakaran
5. Krus Sebagai wadah atau tempat untuk
memanaskan Magnesium dan
BaCl
2
.
6. Neraca Analik Untuk menimbang berat
Magnesium dan Barium Klorida
sebelum dan sesudah melakukan
pembakaran serta menimbang
berat Krus.
7. Penjepit
Krus/Krustang
Sebagai penjepit, pembuka tutup
Krus dan mengangkat Krus yang
panas setelah melakukan
pembakaran 2 gr Magnesium dan
2 gr BaCl
2
.
E. Prosedur Kerja
1. Eksperimen I : Penentuan Massa Atom Relatif.















2. Eksperimen II : Penentuan Rumus Suatu Hidrat
















2 gr Magnesium
Krus berisi Magnesium
Magnesium menjadi Putih
Ar Mg
Di masukan kedalam Krus
Di panaskan di atas api Pembakar dengan menggunakan
Segitiga Perselin
Di dinginkan Krus
Di berikan beberapa tetesan sampai uapnya tidak
membirukan kertas lakmus
Di pijarkan Krus sampai beratnya konstan
Dinginkan Krus kemudian timbang
2 gr Hidrat Barium Klorida
(BaCl
2
)
Krus berisi Hidrat Barium
Klorida (BaCl
2
)
Rumus Hidrat
Barium klorida
Di masukan kedalam Krus
Di panaskan Krus dengan isinya dan member tutup
Di besarkan nyala api pembakar sehingga krus menjadi
merah pijar selama lebih dari 20 menit beratnya konstan
Di diinginkan Krus
Di masukan ke dalam Eksikator
Di timbang Krus beserta isinya secara teliti
Di timbang Krus
Di timbang Krus
F. Hasil Pengamatan dan Perhitungan.
a) Penentuan Massa Atom Relatif.
Sebelum Pemijaran
Berat Krus + Mg = 49,5664 gr
Berat Krus kosong = 49,4634 gr (-)
Berat Mg = 0,1 gr misal a
Sesudah Pemijaran
Berat Krus + Mg = 49,5450 gr
Berat Krus kosong = 49,4634 gr (-)
Berat Mg = 0,0816 gr misal b

Diketahui : Berat Mg sebelum pemijaran = 0,1 gr
Berat Mg sesudah pemijaran = 0,0816 gr
Ditanya : Ar Mg?
Penyelesaian
Ar Mg




c = a b
= 0,1 gr - 0,0816 gr
= 0,0184 gr

Ar Mg



=



=


= 86,96

b) Penentuan Rumus Suatu Hidrat.
Sebelum Pemijaran
Berat Krus + BaCl
2
= 50,4525 gr
Berat Krus kosong = 48,4490 gr (-)
Berat BaCl
2
= 2,0035 gr misal a

Sesudah Pemijaran
Berat Krus + BaCl
2
= 50,1659 gr
Berat Krus kosong = 48,4490 gr (-)
Berat BaCl
2
= 1,7169 gr misal b

Diketahui : Berat BaCl
2
sebelum pemijaran = 2,0035 gr
Berat BaCl
2
sesudah pemijaran = 1,7169 gr
Ditanya : Rumus Hidrat?
Penyelesaian
%H
2
O =



c = a b
= 2,0035 gr - 1,7169 gr
= 0,2866 gr

%H
2
O =


= 14,33%

BaCl
2
= 100% - %H
2
O
= 100% - 14,33%
= 85,67%
Perbandingan dari BaCl
2
dan H
2
O
Rumus =


= 0,4 : 0,8
= 1 : 2
Jadi, rumus Hidratnya = BaCl
2
2H
2
O




G. Pembahasan (Perhitungan dan Persamaan Reaksi)
a. Penentuan Massa Atom Relatif Mg.
Massa atom relatif adalah massa atom unsur itu dibandingkan dengan
massa atom lain yang dipakai sebagai standar. Berdasarkan atas perjanjian
internasional tahun 1961 digunakan skala massa atom yang didasarkan
isoptop karbon-12. Dalam, percobaan ini akan ditentukan massa atom relatif
magnesium jika diketahui massa atom relatif unsur O adalah 16,00. Maka,
dari MgO yang terbentuk dapat dihitung massa atom relatif magnesium.
Proses terbentuknya MgO yaitu saat magnesium dimasukkan ke dalam kurs
sehingga ada oksigen yang masuk ke dalam kurs.
Pada percobaan ini dilakukan dua kali pengamatan yaitu pengamatan
setelah dilakukan pemanasan terhadap magnesium dan pengamatan sebelum
magnesium dipanaskan. Tujuan diadakan pengamatan sebelum magnesium
dipanaskan adalah agar mengetahui berat magnesium mula-mula. Setelah
magnesium dipanaskan, kemudian ditimbang kembali beratnya untuk
membandingkannya dengan berat magnesium mula-mula sebelum
magnesium dipanaskan.
Berdasarkan data pada hasil pengamatan Kurs dan Mg yang berada di
dalamnya memiliki berat sebesar 49,5664 gram. Sedangkan berat keduanya
apabila dipisahkan adalah masing-masing 49,4634 gram dan 0,1 gram.
Kemudian Kurs beserta Mg dipanaskan diatas api Pembakar Bunsen.
Eksperimen ini memakan waktu yang cukup lama, hal ini dikarenakan harus
menunggu lama sampai Magnesium memutih lalu didinginkan. Kurs yang
belum memutih belum dapat dijadikan sebagai acuan bahwa percobaan
tersebut telah maksimal, karena titik berat pada prilaku ini adalah untuk
membuat berat dari kurs dan Mg tersebut konstan. Setelah terlihat putih
selanjutnya kurs didinginkan, hal ini bertujuan untuk menghilangkan derajat
panas sehingga uap tidak berlebihan keluar.
Setelah melakukan proses pemijaran, Kurs hendaknya ditimbang untuk
mengetahui apakah kurs tersebut konstant atau tidak. Ternyata setelah
ditimbang, berat Kurs dan Mg menjadi 49,5450 gram. Hal ini juga
membenarkan bahwa dugaan terhadap pemutihan sebagai titik acuan
constant adalah benar. Akan tetapi pada Kurs kosong beratnya tetap yaitu
49,4634 gram, dan berat Mg sebesar 0,0816 gram. Ternyata dapat diduga
bahwa proses pemijaran dapat menurunkan berat yang cukup constant.
Disebut konstant karena bila dijumlahkan beratnya 49,4634 gram + 0,0816
gram = 49,5450 gram.
b. Penentuan Rumus Suatu Hidrat.
Pada percobaan ini akan ditentukan jumlah air kristal pada garam BaCl
2

x H
2
O. Air kristal dapat dihilangkan , jika garam ini dipanaskan pada suhu
diatas 100 C. Hal ini disebabkan karena titik didih air adalah 100 C , maka
jika air kristal dari suatu garam dapat hilang jika dipanaskan diatas suhu ini.
Dari berat hidrat yang diketahui dan jumlah garam air hidrat yang
terbentuk, maka harga x dapat dihitung.
Untuk menentukan rumus senyawa hidrat digunakan suatu metode
pemisahan anhidrat dari hidratnya dengan cara pemijaran, sehingga dapat
diketahui jumlah molekul air yang terikat dalam persenyawaan itu.
Perlakuan umum pada eksperimen kedua ini, sama dengan eksperimen
pertama, yaitu memijarkan sampai beratnya constant, hidrat yang dipilih
adalah BaCl
2
, dari garam ini akan ditentukan berapa jumlah kristal air (x
H
2
O) yang akan terberbentuk berdasarkan berat yang diketahui. Pada
eksperimen ini juga kurs harus ditutup untuk menjaga kandungan H
2
O yang
keluar sebagai uap agar tidak berlebihan.
Sebelum melakukan proses pemijaran berat total Kurs dan BaCl
2
adalah
50,4525 gram, dengan berat masing-masing 48,4490 gram dan 2,0035 gram.
Setelah selesai ditimbang Krus berisi BaCl
2
dipanaskan 20 menit. Hal ini
dilakukan untuk menghentikan air kristal yang terdapat pada BaCl
2.
Setelah proses pemijaran dapat diperoleh berat Kurs beserta BaCl
2

adalah constant 50,1659 gram, dengan masing-masing berat sebesar 48,4490
gram dan 1,7169 gram. Hal ini dapat menjelaskan bahwa pemijaran
melakukan proses sedemikian rupa yang dapat mengurangi berat BaCl
2
.
Pada analisis perhitungan dicari terlebih dahulu presentase dari H
2
O
yang keluar sebagai uap air. Diketahui persen dari H
2
O dicari melalui rumus

c adalah berat dari BaCl


2
(1) dikurangi dengan berat BaCl
2
(2).
Setelah dicari diketahui H
2
O sebesar 14,33 %, sedangkan untuk BaCl
2

adalah 85,67%. Perbandingan dari kedua komposisi ini terlihat 0,4 : 0,8 ini
menjelaskan bahwa sebesar apapun presentase hidrat, dia akan berkurang
pada saat pemijaran, sehingga rumus yang tepat untuk eksperimen 2 adalah
BaCl2 x H2O dengan harga x adalah 1,2.

H. Kesimpulan
Cara sederhana dalam menentukan massa atom relatif unsur, pada
percobaan ini dapat dilakukan dengan menggunakan unsur Mg (magnesium).
Eksperimen ini dapat memperoleh massa atom relatif Mg, namun harus
diketahui berat dari magnesium sebelum dan sesudah pemijaran.
Rumus suatu hidrat, dalam percobaan ini dapat ditentukan dengan
percobaan dan perlakuan yang sederhana. Apabila berat hidrat diketahui dan
jumlah gram anhidrat dikethui maka dengan penganalisaan yang sederhana
dapat ditentukan rumus hidrat dan harga hidrat.

I. Kemungkinan Kesalahan
1. Kurang terampilnya para praktikan dalam mengkalkulasikan berat pada
neraca analitik.
2. Kurangnya ketelitian praktikan dalam memahami langkah kerja.
3. Kurangnya keterampilan dalam menggunakan alat ukur.

J. Tugas Akhir
a. Penentuan massa atom relatif Mg
Soal
1. Apa gunanya penambahan air?
2. Dengan menggunakan pengertian massa ekuivalen, hitung massa atom
relatif Mg tanpa mengunakan persamaan reaksi!
Jawab
1. Air diteteskan pada Magnesium yang telah dipijarkan, hal ini bertujuan
untuk mengeluarkan uap air yang keluar sebagai indicator pada kertas
lakmus. Selain itu, secara singkat kata berguna untuk mengetahui uap
agar tidak memerahkan lakmus.
2. Ar (kira-kira) =

= 98,9
Valensi =

= 791,2

b. Penentuan rumus suatu hidrat
Soal
1. Apa sebabnya Krus tersebur harus ditutup?
2. Jika setelah pemijaran, Krus dibiarkan terbuka sehingga isinya kena
udara, maka beratnya akan kembali seperti semula, apa sebabnya?
3. Apa yang dinamakan anhidrat dan higraskopis?
Jawab
1. Krus ditutup untuk menjaga kandungan uap air.
2. Hal tersebut dikarenakan uap air keluar dan bereaksi dengan udara dan
mempertukarkan kalor.
3. Anhidrat merupakan suatu senyawa H
2
O yang tidak diketahui berapa
ukuran hidratnya. Sedangkan Higraskospis adalah menyatakan ukuran
hidrat yang sangat kecil.





















DAFTAR PUSTAKA

H. Sugiarto, kristian. 2004. Kimia anorganik. Yogyakarta : Universitas Negeri
Yogyakarta.
Raymond.http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-sma-ma/menentukan-rumus-
kimia-hidrat/ Online (diakses pada tanggal 17 November 2013)
Sukarna, I. Made. 2003. Kimia dasar. FPMIPA UNIV: Yogyakarta.

Syukri. 1999.kimia dasar 1. Bandung: ITB.
Team teaching.2013. Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Gorontalo : Universitas Negeri
Gorontalo