Anda di halaman 1dari 26

Oleh :

Dr. H. Sukiman Rusli, Sp.PD


Definisi & epidemiologi Diare Akut
Diare akut : Defekasi encer/cair lebih 3x sehari yg
mendadak & dlm waktu singkat (WHO : 1980)
Diare akut : gastroenteritis akut
Diare akut infektif: diare akut krn infeksi (>90%)
Data RS di Indonesia : peringkat I s/d IV (1986)
1995: kematian lebih 3 juta penduduk dunia,
terbanyak pada anak kecil 5 tahun
Faktor berperan: lingkungan kumuh, air bersih
langka, pengelolaan sampah dan limbah yg buruk,
pengetahuan kes yg rendah, fasilitas kes yg kurang
Etiologi Diare Akut Infektif
Mikroba Non Invasif
Vibrio kolera eltor
ETEC
C. Perfringens A
S. Aurens
Aeromonas, dll
Virus
Rotavirus
Adonovirus
Norwalk
Mikroba Invasif
EIEC
Sigela
Salmonella
C. Perfringens C
E. Histolitika
G. Lamblia
V. Parahaemolytic
Campylobacter
Patogenesis & Patofisiologi Enterotoksigenik
Mikroba menghasilkan enterotoksin (pada E.coli : labil toksin)
Enterotoksin merangsang enzim adenil siklase untuk
menghasilkan siklik adenosin 3.5 monofosfat (siklik AMP)
Siklik AMP merangsang sekresi aktif anion klorida, diikuti :
air, ion bikarbonat, kation Na & K
Tidak mengganggu absorbsi Na & glukosa
Cairan di lumen usus isotonik, terbentuk cepat (1 L/jam).
Diare yg frekuent, profus (watery diarrhea),disebut diare
sekretorik isotonik voluminal
Elektrolit dalam tinja :
Na : 128 MEg/L (sama dgn plasma)
CL : 90 MEg/L (sama dgn plasma)
K : 16 MEg/L (4-8 kali plasma)
Bikarbonat : 48 MEg/L (2 kali plasma)
Patogenesis & Patofisiologi
Enteroinvasif
Mukosa usus rusak (nekrosif & ulseratif)
Zat-zat osmotik & ion K menumpuk di lumen,
menimbulkan diare (Diare Sekretorik
Eksudatif)
Tinja :
Lendir, Ingus
Darah (diare hemorragik)
Patogenesis & Patofisiologi
Diare Virus
Belum jelas secara pasti
Kerusakan mukosa superfisial
Adenil siklase tak aktif
Absorbsi air & elektrolit terganggu
Merusak enzim disakharida, menyebabkan
intoleransi laktosa

Diagnosis Klinis
a. Sindrom Diare
b. Dehidrasi
c. Komplikasi Dehidrasi
Diagnosis Etiologik (Definitif)
- Tahap: - Suspect
- Probable
- Confirm
LANGKAH LANGKAH
DIAGNOSIS
Pemeriksaan Klinis
Pemeriksaan penunjang
- Pemeriksaan penunjang utk komplikasi:
(Darah perifer lengkap, ureum, kreatinin, elek
trolit, AGD, feses lengkap, immunoassay)
- Pemeriksaan penunjang utk etiologi (Biakan
dan test resistensi dari feses)
Sindrom Diare Infeksi Akut
Koleriform
- Watery diarrhea
- Diare sekretorik
Disentriform
- Diare disentri
- Haemorragic diarrhea
Gejala Klinik Diare koleriform
Mencret yg banyak air, frekuent, profus, tinja
spt air cucian beras, bau amis.
Tanpa mulas & demam
Muntah (muntaber)
Mudah dehidrasi
Mikroba: Kolera, ETEC
Gejala Klinik Diare Disentriform
Mencret dg mulas, tenesmus, demam.
Tinja berlendir, ingus dan darah
Mikroba: Sigela, Amuba, EIEC, V Parahaemoly-
ticus, Campylobacter
FAKTOR-FAKTOR penunjang
DIAGNOSIS
Bentuk makroskopis feses
Riwayat makanan 6-24 jam sebelumnya
Kejadian outbreak (wabah, keracunan)
Obat-obatan yg diminum (spt antibiotika)
Wisatawan (travelers diarrhea)
Tempat tinggal (komunitas padat, asrama)
Penyimpanan makanan
Status imunitas (immunocompromise)
FAKTOR-FAKTOR
MEMPENGARUHI PROGNOSIS
Dehidrasi berat.
Haemorrhgic
Febris >38.5 C
Diare > 2x24 jam
KLB
Kolik hebat pd usia >50 tahun
Usia > 70 tahun
Imunitas rendah
Dehidrasi
Kekurangan cairan tubuh (air & elektrolit)
Dinilai dari :
Petanda vital
Kelainan di kulit
Kelainan di mukosa
Klasifikasi :
Dehidrasi ringan
Dehidrasi sedang
Dehidrasi berat
Diagnosis Dehidrasi pada Diare
NO PENILAIAN GEJALA KLINIS GEJALA KLINIS
1
2
3
4

5
6
7
8
9
10

Kesadaran
Haus
Tekanan darah
Nadi

Turgor
Mulut & lidah
Jari-jari
Akral
Suara
Wajah
Gelisah, apatis (*)
Haus (+) (*)
Sistolik (90-60) mmhg
Cepat (<120/menit), pulsasi
mulai halus
Menurun
Kering
Mulai keriput
Normal/mulai dingin
Normal/mulai serak
Kering
*Letargi, somnolens, sopor (*)
*Malas/tak bisa minum (*)
*Sistolik <60 mmhg (*)
*Cepat (>120/menit) (*), pulsasi
halus/tidak teraba
*Sangat menurun (*)
*Sangat kering
*Keriput (washed hand)
*Dingin
*Serak (vox cholerica)
*Keriput, mata cekung (facies
cholerica)
Derajat Dehidrasi Dehidrasi sedang :
2 (*) atau 1 (*) ditambah 2 atau
lebih gejala lain
Dehidrasi berat :
2 (*) atau 1 (*) ditambah 2 atau
lebih gejala lain
Komplikasi Dehidrasi (1)
NO ASESMEN GEJALA
1 Syok
Hipovolumi
k
- Hipotensi, sampai tidak bisa diukur
- Nadi lemah, halus, cepat (>120/menit)
- Akral dingin
- Sianosis
2 Asidosis
metabolik
- Pada syok & gagal ginjal
- Kusmaull
- AGD : asidosis & defisit bikarbonat
3 Hipokalemia - Lemah otot, meteorismus, ileus paralitik
- Aritmia kordis
- Ekg : ST depresi, T datar/terbalik, gel U (+), QT
memanjang, ES (+)
- Hipo K ringan : K plasma : 2-3,5 MEg/L
Hipo K berat : K plasma : < 2 MEg/L + gejala klinis
Komplikasi Dehidrasi (2)
NO ASESMEN GEJALA
4 Hiponatremia - Pusing, sakit kepala, nausea, malaise, letargi
kejang, kejang.
- Hiponaterma ringan : 125-140 MEg/L
Hipoterma sedang : 110-125 MEg/L
Hipoterma berat : < 110 MEg/L
(ditambah gejala klinis)
5 Gagal Ginjal - Oliguria/anuria (diuresis < 35 ml/J)
- Sindrom uremia
- Ureum plasma meningkat
- Kreatinin plasma meningkat
- Test klires menurun (< 75 ml/menit)
PENATALAKSANAAN
Rehidrasi
Terapi simptomatik
Terapi komplikasi
Terapi definitif
REHIDRASI
Tentukan jenis cairan
Tentukan kebutuhan cairan
Tentukan cara pemberian cairan
Tentukan jadwal pemberian cairan
JENIS CAIRAN
Kristalloid (osmolalitas mirip plasma)
- Ringer laktat (Na:130 MEq/L, K:4 MEq/L,
Cl:109 MEq/L, Laktat:28MEq/L, Ca:3MEq/L
Osmol:272,5 mOsm/L
- Nacl+ Na Bicnat 7,5%, 50 ml
Koloid
- Plasma, darah. Dextran 40%
Oralit (1 liter: Gluc 29gr, NaCl 3,5gr, Na Bic
2,5gr, KCl 1,5gr)
KEBUTUHAN CAIRAN
Prinsip: Kebutuhan cairan= Jml keluar
Perhitungan:
- BJ Plasma:
Kebut cairan= BJ plsm-1,025 xBBx4ml
0,001
- Skor Klinik:
1. Cara WHO
2. Cara Daldiyono
CARA & JADWAL PEMBERIAN
Cara: IVFD & PO
Jadwal
1. Rehidrasi inisial:
- Jml cairan yg dibutuhkan diberikan dlm
2-4 jam.
- Hidrasi harus tercapai. Bila belum, program
boleh diulang
- Dipertimbangkan memberi Koloid
2. Rehidrasi Rumatan
- Jml cairan= jml feses+ muntah+ IWL selama
rehidrasi inisial
TERAPI SIMPTOMATIK
Sebenarnya merugikan dan berbahaya
Hanya diberikan, apabila gejala memperberat
komplikasi. Misalnya: muntah hebat diberi anti
emetik. Mulas hebat diberi spasmolitik

TERAPI KOMPLIKASI
Syok hipovolumik: Program rehidrasi
Asidosis Metabolik: Substitusi NaBic
Hipokalemia: Substitusi Kalium
Hiponatremia: Substitusi Natrium
Renal failure: Program terapi renal failure
TERAPI DEFINITIF
Sesuai mikroba penyebab
Boleh antimikroba secara empiris yg diketahui
kepekaannya
Antimikroba harus tepat indikasi, tepat dosis,
dan tepat waktu
Sesuai hasil uji kepekaan

Wassalamu alaikum wr. Wb.