Anda di halaman 1dari 15

ANALISIS PENENTUAN PARAMETER KINETIKA BIODEGRADASI

BAKTERI DENGAN MENGGUNAKAN METODE TIDAK LANGSUNG


MELALUI PENGUKURAN TURBIDITAS
Yoga Armando
1
,Nurul Hidayai
2
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor, Jln. Kamper, Kampus IPB
Dramaga Bogor, 1668
armando!oga"!a#oo.$o.id
1
, idanurul#1"gmail.$om
2
Abstrak: Biodegradasi adalah reaksi biologis, baik aerobik maupun anaerobik yang mengubah
senyawa organik pencemar menjadi karbondioksida ataupun substansi lain yang tidak lagi
berbahaya. Bakteri merupakan salah satu mikroorganisme yang dapat mendegradasi bahan
bahan seperti tanah dan air yang berbahaya akubat tercemar. Analisis praktikum kali ini
bertujuan untuk membuat kurva pertumbuhan bakteri petrofilik dan menentukan nilai kinetik
biodegradasi untuk melihat efektivitas bakteri dalam remediasi tanah dengan aplikasi Microsoft
Excel. persamaan Monod ini mempunyai tiga metode plotting, yaitu ineweaver!Burk "lotting,
Edie!#ofstee plotting, dan angmuir "lotting.
Kata kunci : Biodegradasi,
Abstract !
Keywords %
PENDAHULUAN
&in!ak 'umi merupakan sala# satu sum'er energi !ang penting 'agi ke#idupan
manusia. Jumla#n!a !ang melimpa# mem'uat 'an!ak orang terus melakukan
eksplorasi dan produksi min!ak 'umi !ang terdapat didalam lapisan tana# 'umi.
Kegiatan eksplorasi min!ak 'umi ini memungkinkan adan!a lim'a# min!ak 'umi
!ang (atu# atau men$emari lingkungan disekitar lokasi pengam'ilan min!ak
'umi. Lingkungan !ang ter$emari se'enarn!a mempun!ai kemampuan self
purification dalam menangani masala# pen$emaran min!ak 'umi terse'ut, namun
kegiatan eksplorasi !ang terus 'erlan(ut setiap saat mem'uat (umla# min!ak !ang
men$emari lingkungan terus 'ertam'a# #ingga menumpuk pada lapisan tana#.
Peningkatan (umla# dan ikatan kar'on !ang pan(ang pada min!ak 'umi
men!e'a'kan lingkungan mem'utu#kan )aktu !ang $ukup lama dalam
mendegradasi min!ak 'umi terse'ut.
Biodegradasi merupakan #al !ang dapat dilakukan untuk memper$epat proses
pendegradasian ikatan kar'on pada min!ak 'umi !ang men$emari lingkungan
melalui proses remediasi. Dengan meman*aatkan si*at indigenous ataupun
extraneous mikro'a seperti Bacillus sp atau 'akteri petro*ilik lainn!a,
'iodegradasi mampu mengatasi pen$emaran #idrokar'on sekaligus rama#
lingkungan dan mampu mereduksi komponen pen$emar !ang 'er'a#a!a +Liu et al
211,. Pemili#an 'akteri dalam proses 'iodegradasi dilakukan melalui proses
seleksi dengan meli#at kiner(a 'akteri dalam mengatasi sen!a)a #idrokar'on
terse'ut. Tingkat pertum'u#an dan la(u penguraian sen!a)a #idrokar'on !ang
tinggi merupakan $iri 'akteri !ang sangat 'aik untuk digunakan pada proses
remediasi tana#. Keputusan pemerinta# tentang kadar TP- !ang #arus kurang
dari 1. untuk daera# penam'angan mem'uat para perusa#aan penam'angan
#arus mendapatkan 'akteri !ang tepat dalam melakukan proses 'iodegradasi
dalam remediasi tana#. /nalisis !ang dilakukan pada kali ini 'ertu(uan untuk
mem'uat kur0a pertum'u#an 'akteri petro*ilik dan menentukan koe*isiem
kinetika 'iodegradasi untuk meli#at e*ekti0itas 'akteri dalam proses remediasi
tana#.
TIN"AUAN PUSTAKA
Biodegradasi adala# reaksi 'iologis, 'aik aero'ik maupun anaero'ik !ang
mengu'a# sen!a)a organik pen$emar men(adi kar'ondioksida ataupun su'stansi
lain !ang tidak lagi 'er'a#a!a. Proses 'iodegradasi dapat 'erlangsung se$ara
e*ekti* (ika tersedia lingkungan !ang sesuai untuk ke#idupan mikroorganisme
+Bene*ield and 1andall 128,. Kadang3kadang proses degradasi alamia# ter(adi di
lingkungan ter$emar tanpa mem'utu#kan inter0ensi manusia, namun terkadang
di'utu#kan proses untuk menstimulasi 'iodegradasi +/l0are4 dan Ilman 26,.
Sala# satu kegiatan manusia dalam proses menstimulasi proses 'iodegradasi
adala# dengan memasukkan udara atau air ka!a oksigen kedalam 'adan air
se#ingga 'akteri5mikro'a !ang digunakan dalam proses 'iodegradasi tidak
mengalami kekurangan oksigen.
Pada kondisi a)al pen$emaran, (umla# 'akteri !ang mampu melepaskan ikatan
#idrokar'on sangat sedikit se#ingga perlu dilakukan proses isolasi untuk
meningkatkan (umla# 'akteri. Proses isolasi dilakukan untuk meli#at (enis 'akteri
!ang $o$ok dalam mendegradasi sen!a)a #idrokar'on. Pemili#an 'akteri dili#at
melalui tingkat pertum'u#an 'akteri pada kondisi tana# !ang ter$emar. Kondisi
ketersediaan nutrient men!e'a'kan pertum'u#an 'akteri men(adi empat *ase !ang
'er'eda !aitu *ase lag +lag phase,, *ase pertum'u#an eksponensial, *ase stasioner,
dan *ase kematian+death phase,.
6ase lag merupakan ta#ap a)al dalam pertum'u#an 'akteri, pada *ase ini 'akteri
melakukan sintesa molekul3molekul !ang di'utu#kan dalam proses pertum'u#an.
Laman!a *ase ini tergantung pada kondisi pertum'u#an 'akteri. Selan(utn!a
'akteri akan mengalami proses pem'ela#an diri dengan la(u !ang sesuai dengan
kemampuann!a dalam nen!erap nutrisi dari lingkungan. Populasi 'akteri
'ertam'a# dengan la(u pertum'u#an maksimum dan 'erlipat ganda se'agai *ungsi
dari )aktu generasin!a, *ase ini dise'ut *ase pertum'u#an eksponensial. Karena
ke$epatan pem'ela#an diri relati0e konstan, maka ta#ap ini paling $o$ok untuk
menetapkan ke$epatan pem'ela#an diri atau dise'ut (uga la(u pertum'u#an. 6ase
selan(utn!a dari pertum'u#an 'akteri iala# *ase stasioner. 6ase ini ditandai dengan
'er#entin!a pertum'u#an sel3sel. Ke$epatan pertum'u#an tergantung dari kadar
su'strat, ole# karena itu menurunn!a ke$epatan pertum'u#an ter(adi ketika kadar
su'strat 'erkurang. Peningkatan (umla# populasi dan 'erkurangn!a kadar su'strat
men!e'a'kan 'an!akn!a 'akteri !ang mati dan ketika su'strat #a'is maka ter(adi
kematian seluru#n!a. 6ase ini dise'ut *ase kematian +death phase,.
Pertum'u#an 'akteri dipengaru#i ole# 'e'erapa *aktor antara lain su'strat,
temperature, p-, dan oksigen. Bakteri memerlukan oksigen dalam mendegradasi
sen!a)a #idrokar'on, 'akteri !ang #idup tanpa oksigen tidak akan mampu
mendegradasi sen!a)a #idrokar'on. 6aktor3*aktor !ang mempengaru#i tingkat
pertum'u#an 'akteri (uga dapat mempengaru#i utilisasi su'strat, sintesis protein,
dan mengu'a# sintesis sitoplasma dan memodi*ikasi pelepasan intermediet
+Laks#mi dan 7elan 211,. Pemili#an parameter *isika kmia penting untuk
kulturisasi 'akteri !ang sesuai untuk mendapatkan 'iodegradasi !ang sempurna.
8le# karena itu, kondisi operasi #arus ditentukan se'elumn!a untuk mendapatkan
proses 'iodegradasi !ang 'aik.
METODE PENELITIAN
Praktikum kali ini adala# menganalisis penentu parameter kinetik 'iodegradasi.
Penentuan ini digunakan untuk mem'uat kur0a pertum'u#an 'akteri petro*ilik
dan menentukan nilai kinetik 'iodegradasi untuk meli#at e*ekti0itas 'akteri dalam
remediasi tana#. /lat dan 'a#an !ang digunakan dalam praktikum kali ini !aitu
rotary shaker, pipet 0olumetri$, 'otol 0ial, nera$a analitik, 'akteri Bacillus sp.
dalam media $air, dan oli 'ekas.

/)al praktikum oli 'ekas se'agai su'strat dengan konsentrasi ,9., 2. dan
:,9. dimasukan kedalam masing3masing 'otol 0ial. Selan(utn!a Bacillus sp.
dimasukan kedalam 'otol 0ial !ang suda# dimasukan oli 'ekas se'elumn!a
sampai 'atas tera 'otol. ;ilai optical density kultur ter$ampur 'akteri Ba$illus sp.
di#itung menggunakan tur'idimeter. Kemudian 'otol 0ial diko$ok dengan alat
rotary shaker selama 12 menit dan di#itung ;T<n!a setiap 1 menit masing3
masing 'otol. Pen$atatan nilai ;T< diperole# untuk mem'uat kur0a pertum'u#an
'akteri dan menentukan la(u pertum'u#an 'akteri +=,. Pen$atatan terse'ut
dilakukan diaplikasi &i$roso*t >?$el ditampilkan kur0a pertum'u#ann!a .;ilai
dipili# 'erdasarkan kondisi *ase ekponensial sa(a. ;ilai la(u pertum'u#an spesi*ik
atau =ma? dan nilai Ks atau konstanta saturasi su'strat pada saat = diperole# pada
persamaan &onod dengan $ara melinierisasikan persamaann!a. Kemudian
persamaan &onod ini mempun!ai tiga metode plotting, !aitu ineweaver!Burk
"lotting, Edie!#ofstee plotting, dan angmuir "lotting. ineweaver!Burk "lotting
metode ini menggunakan prosedur linierisasi untuk mem'erikan plot garis lurus
se#ingga dan dapat ditentukan dan mempun!ai persamaan
Persamaan Edie!#ofstee plotting mempun!ai persamaan
dan persamaan angmuir "lotting mempun!ai persamaan
Selain Persamaan &onod, ada 'e'erapa pendekatan persamaan lain dalam
memper#itungkan kinetika 'iodegradasi untuk mengamati pertum'u#an
mikroorganisme !ang di'atasi ole# su'strat. Sala# satu persamaan terse'ut !aitu
+S$#uler, 22, persamaan @ontois
Keterangan persamaan%
= A nilai la(u pertum'u#an spesi*ik
=ma? A nilai la(u pertum'u#an spesi*ik
Ks A konstanta saturasi su'strat
B A (umla# sel
S A konsentrasi su'strat
Setela# nilai3nilai =ma? dan Ks didapat dari $ara ineweaver!Burk "lotting, Edie!
#ofstee plotting, dan angmuir "lottin, kemudian tentukan ke$epatan kematian
'akteri ketika su'strat !ang di'utu#kan tidak $ukup digunakan untuk regenerasi
sel +Kd, dengan $ara melinierisasi = dengan +=ma? S,5+KsCS, $onto#
persamaan!a se'agai 'erikut
= A D+=
ma?
S,5+KsCS,E3Kd
Keterangan persamaan %
= A nilai la(u pertum'u#an spesi*ik
=ma? A nilai la(u pertum'u#an spesi*ik
Ks A konstanta saturasi su'strat
Kd A regenerasi sel
S A konsentrasi su'strat
Dalam Persamaan &onod, tingkat pertum'u#an 'erkaitan dengan konsentrasi
se'agai pem'atas tunggal su'strat pertum'u#an melalui parameter =ma? dan Ks .
Selain itu, Persamaan &onod (uga terkait koe*isien #asil produksi sintesis sel +F,
ter#adap nilai spesi*ik pertum'u#an 'iomassa +=, dan nilai peman*aatan +utilisasi,
su'strat +G, . -u'ungan terse'ut dapat dituliskan dalam 'entuk persamaan 'erikut%
Keterangan persamaan
F A koe*isien #asil produksi sintesis sel
dB A turunan dari konsentrasi 'iomassa
dS A turunan dari konsentrasi su'strat
Kemudian nilai produksi sintesis sel +F, didapat dengan mem'uat kur0a
#u'ungan antara konsentrasi su'strat dengan kekeru#an maksimum +? maks,.
Sum'u B 'erasal dari nilai konsentrasi su'strat +s, sedangkan sum'u F 'erasal
dari nilai B maks dilakukan regresi linear untuk mendapatkan persamaan gra*ik.
Persamaan !ang didapat dari #asil regresi linear kur0a s dengan B maks.
Selan(utn!a per#itungan nilai G dilakukan dengan mem'andingkan nilai H dari
setiap konsentrasi su'strat dengan nilai koe*isien F !ang didapat dari persamaan
se'elumn!a. Begitu (uga untuk nilai G
ma?
, dilakukan per#itungan !ang sama
men$ari nilai G dengan mem'andingkan nilai =
ma?
dari setiap konsentrasi su'strat
dengan nilai koe*isien F.
Keterangan persamaan%
HASIL DAN PEMBAHASAN
/nalisis penentuan kinetika 'iodegradasi kali ini dilakukan untuk mem'uat kur0a
pertum'u#an 'akteri petro*ilik dan menentukan nilai kinetika 'iodegradasi.
Penentuan nilai kinetika 'iodegradasi dan pem'uatan kur0a pertum'u#an
dilakukan ter#adap 'akteri Ba$illus sp !ang dimasukkan kedalam )ada# dengan
konsentrasi su'strat !ang 'er'eda !aitu .9.,2.,dan :.9.. Pengukuran ini
dilakukan selama dua (am dengan selang )aktu 1 menit, #asil pengukuran !ang
didapat dari alat turbidity meter disa(ikan pada ta'el 1.
Ta#$l % Data #asil pengukuran menggunakan tur'idit! meter
Waktu
(Menit)
Tingkat kekeruhan (NTU)
0.50% 2% 3.50%
0 206 123 195
10 202 152 189
20 188 195 187
30 192 202 186
40 194 200 205
50 200 195 197
60 201 165 190
70 204 198 186
80 202 222 239
90 205 198 234
100 209 228 228
110 213 215 226
120 208 214 228
Dari data !ang disa(ikan pada a#$l %, dapat dili#at 'a#)a terdapat per'edaan
tingkat kekeru#an !ang menggam'arkan tingkat pertum'u#an 'akteri !ang 'erada
pada ta'ung per$o'aan. Jika data !ang didapat ditampilkan dalam 'entuk kur0a,
terli#at 'a#)a 'akteri tidak selalu mengalami pertum'u#an se$ara langsung se(ak
dimasukkan kedalam ta'ung per$o'aan 'a#kan mengalami penurunan terle'i#
da#ulu. Per'andingan tingkat pertum'u#an 'akteri dapat dili#at melalui dengan
menggunakan )aktu se'agai sum'u B dan kekeru#an pada sum'u F maka kur0a
dapat ter'entuk seperti gam'ar 1
Gam#ar %
Kur0a
Pertum'u#an
Bakteri dari :
Konsentrasi
Su'strat
Ber'eda
Kur0a
pertum'u#an !ang didapat untuk setiap 'akteri dengan konsentrasi su'strat !ang
'er'eda selalu mengalami *luktuasi dalam setiap *ase n!a. -al ini dise'a'kan
karena ter(adi kematian pada 'akteri se#ingga ter(adi penurunan kekeru#an pada
turbidity meter, namun 'esarn!a 'akteri !ang mati pada *ase lag dan eksponensial
tidak se'esesar la(u pertum'u#an karena su'strat masi# 'an!ak tersedia dan
'akteri dapat tum'u# dengan maksimal. Pada 'akteri !ang terdapat dalam ta'ung
per$o'aan dengan su'strat .9., pertum'u#an 'akteri !ang ter(adi mengalami
penurunan terle'i# da#ulu pada tA #ingga tA2 menit. 6ase !ang ter(adi pada
selang )aktu terse'ut merupakan *ase lag karena 'akteri masi# men$o'a untuk
mensintesis su'strat #ingga ak#irn!a mengalami peningkatan pertum'u#an pada
menit tA: menit #ingga tA11 menit. Pada selang )aktu tA: menit #ingga
tA11 menit, 'akteri mengalami peningkatan pertum'u#an se$ara $epat meskipun
ter(adi penurunan sedikit. 6ase ini merupakan *ase eksponensial !ang akan
digunakan untuk men$ari la(u pertum'u#an 'akteri. Kur0a pertum'u#an 'akteri
dengan su'strat .9. dapat dili#at pada gam'ar 2.
Iam'ar 2 Kur0a Pertum'u#an Bakteri dengan Su'strat .9.
Penentuan nilai kinetika 'iodegradasi dilakukan dengan meli#at la(u pertum'u#an
'akteri !ang ter(adi pada *ase eksponensial. Berdasarkan data !ang didapat, *ase
eksponensial ter(adi pada tA: menit #ingga tA11 menit dengan tingkat
kekeru#an pada tA11 menit !aitu 21: ;T<. Penentuan nilai kinetika
'iodegradasi dilakukan dengan menggunakan persamaan monod dengan men$ari
garis lurus dari setiap titik #ingga ak#irn!a didapat nilai H !ang akan digunakan
untuk men$ari nilai kinetika 'iodegradasi. -asil regresi linear !ang didapat dari
kur0a perum'u#an 'akteri dengan su'strat .9. dapat dili#at pada gam'ar :.
Iam'ar : 1egresi Linear Kur0a Pertum'u#an Bakteri .9.
Berdasarkan gra*ik !ang didapat, didapat 'a#)a nilai H adala# .2JK:, nilai H ini
akan digunakan untuk men$ari nilai H
maks
dan Ks untuk 'iodegradasi 'akteri.
Se'elum men$ari nilai H
maks
dan Ks, terle'i# da#ulu di$ari nilai H !ang terdapat
pada 'akteri !ang 'erada pada ta'ung dengan su'strat 2. dan :.9.. ;ilai H
untuk 'akteri dengan su'strat 2. didapat ketika ter(adi *ase eksponensial. 6ase
eksponensial untuk 'akteri dengan su'strat 2. dapat ditemukan pada gam'ar J.
Iam'ar J Kur0a Pertum'u#an Bakteri pada Su'strat 2.
Dari kur0a !ang tela# di'uat dapat dili#at 'a#)a pertum'u#an 'akteri memasuki
*ase eksponensial dengan sangat $epat. Batas *ase eksponensial ter(adi #ingga
tA: menit, setela# mendapatkan *ase terse'ut maka dilakukan regresi linear
untuk mendapatkan nilai H. ;ilai H !ang didapat untuk 'akteri dengan su'strat 2.
!aitu 2.8. Kur0a *ase eksponensial dan regresin!a dapat dili#at pada gam'ar 9
Iam'ar 9 6ase eksponensial dan 1egresi Linear untuk Bakteri dengan Su'strat
2.
Selan(utn!a dilakukan regresi linear untuk 'akteri !ang terdapat pada ta'ung
dengan konsentrasi :.9 .. Batas *ase eksponensial untuk 'akteri dengan su'strat
:.9. terdapat pada #ingga tA8 dengan tingkat kekeru#an 2:2 ;T< +Iam'ar 6,.
;ilai H !ang didapat melalui regresi linear untuk 'akteri pada kondisi ini !aitu
.:6K.
Gam#ar & 6ase eksponensial dan 1egresi Linear pada Bakteri dengan Su'strat :.9.
Setela# mendapatkan tiga nilai H dari 'akteri !ang 'erada pada tingkat su'strat
!ang 'er'eda +.9.,2., dan :.9.,, dilakukan per#itungan untuk men$ari nilai
H
maks
+ la(u pertum'u#an spesi*ik maksimum, dan Ks +konstanta saturasi su'strat,
!ang merupakan nilai penentuan kinetika 'iodegradasi dengan menggunakan
persamaan >adie3-o*stee plotting, Line)ea0er3Burk plotting, Lagmuir plotting,
dan Persamaan @ontois. Pada >adie3-o*stee plotting nilai H5s digunakan pada
sum'u F sedangkan pada sum'u B menggunakan nilai H. ;ilai H

merupakan nilai
la(u pertum'u#an spesi*ik sedangkan nilai s merupakan konsentrasi su'strat !ang
digunakan dalam pengukuran. Dengan memasukkan nilai H !ang tela# didapat
dan s !ang tela# diketa#ui, maka didapatkan kur0a 'aru !ang akan mem'erikan
nilai 15Ks dan H
maks
5Ks. Kur0a !ang didapat dengan menggunakan >adie3-o*stee
plotting ditampilkan pada gam'ar K.
Gam#ar ' Ha(il Ploing d$ngan M$ngguna)an Eadi$*Ho+($$
Dari kur0a !ang tela# di'uat, diperole# nilai 15Ks iala# :1.661 sedangkan nilai
H
maks
5Ks adala# 1:.9K. Dengan menggunakan $ara matematis, diperole# nilai Ks
untuk 'iodegradasi 'akteri ini !aitu .:198J922 dan nilai H
maks
adala# :.2K121K.
Setela# mendapatkan nilai Ks dan H
maks
, selan(utn!a di#itung nilai parameter
'iodegradasi !ang lainn!a !aitu Kd +Kematian organisme, dengan menggunakan
persamaan !ang tela# ditetapkan. ;ilai Kd di$ari 'erdasarkan (umla# 'akteri !ang
terdapat pada : konsentrasi su'strat !ang 'er'eda. ;ilai Kd !ang didapat untuk
su'strat dengan konsentrasi .9., 2., dan :.9. 'erturut3turut !aitu .122KK6,
31.9:1K1, dan 1.:896.
Per$o'aan per#itungan nilai kinetika 'iodegradasi selan(utn!a dilakukan dengan
menggunakan Line)ea0er3Burk plot. Pada $ara Line)ea0er3Burk plot ini nilai
pada sum'u F 'erasal dari nilai 15H sedangkan sum'u B diam'il dari nilai 15s.
Dengan memasukkan nilai H dan s !ang tela# didapat se'elumn!a maka diperole#
nilai 15H
maks
.8862 dan nilai Ks5H
maks
.19. ;ilai H
maks
dan Ks didapat melalui
per#itungan matematis, nilai untuk H
maks
!aitu 1.128J1: dan Ks .16226. ;ilai
kematian 'akteri +Fd, didapat dari nilai H
maks
dan Ks, #asiln!a 'erturut3turut untuk
konsentrasi .9.,2., dan :.9. !aitu .121, 32.1888:,.:J2988. ;ilai Kd
untuk konsentrasi su'strat 2. 'ernilai negati0e karena dari data !ang didapat
'akteri langsung mengalami pertum'u#an !ang $epat. Kur0a dan #asil regresi
linear dapat dili#at pada Gam#ar ,-
Gam#ar , Kur0a #asil per#itungan Line)ea0er3Burk plot
Per#itungan !ang digunakan untuk men$ari nilai kinetika 'iodegradasi
selan(utn!a !aitu Lagmuir plot. Pada persamaan ini, nilai sum'u F 'erasal dari
nilai s5H dan sum'u B 'erasal dari nilai H. Kur0a #asil pengukuran disa(ikan pada
Gam#ar .. Setela# melakukan regresi linear pada kur0a !ang didapat, diperole#
nilai 15H
maks
dan nilai Ks5H
maks
dari persamaan !ang didapat.

;ilai 15H
maks
dan nilai
Ks5H
maks
!ang didapat !aitu 2.16JK dan .98. ;ilai Ks dan H
maks
!ang diperole#
!aitu .26K2 dan .J61298. Selan(utn!a di$ari nilai kematian organisme !ang
ter(adi disetiap ta'ung dengan konsentrasi 'er'eda, nilai kematian organisme +Kd,
untuk 'akteri pada su'strat .9., 2., dan :.9. !aitu .9:JK2, 32.:2262, dan
.1818.
Gam#ar . Kur0a -asil Per#itungan dengan Lagmuir plot
Per#itungan nilai kinetika 'iodegradasi !ang terak#ir di#itung dengan
menggunakan persamaan @ontois. Pada persamaan ini, sum'u F pada kur0a
diperole# dari #asil 15H dan sum'u B diperole# dari nilai ?5s. ;ilai ? merupakan
nilai kekeru#an tertinggi !ang didapat dari pengukuran pada tiap ta'ung dengan
konsentrasi su'strat !ang 'er'eda. ;ilai 15H
maks
dan nilai Ks5H
maks
!ang didapat
'erdasarkan persamaan kur0a setela# melakukan regresi linear !aitu .82:: dan
.K, dari data ini diperole# nilai H
maks
!aitu 1.21J6

dan nilai Ks 8.92:?1
39
.
;ilai kematian organisme +Kd, !ang didapat dari nilai H
maks
dan Ks !ang
diperole# dengan menggunakan persamaan @ontois untuk su'strat .9., 2., dan
:.9. !aitu .2JK19, 31.9292, dan .8681. Kur0a #asil per#itungan dan
regresi linear untuk persamaan @ontois dapat dili#at pada Gam#ar %/
Gam#ar %/ Kur0a -asil Per#itungan Persamaan @ontois
Dari semua per#itungan !ang tela# dilakukan, dapat dili#at 'a#)a nilai Kd untuk
'akteri pada su'strat 2. selalu 'ernilai negati*. -al ini dise'a'kan karena 'akteri
pada konsentrasi su'strat ini langsung mengalami pertum'u#an !ang $epat tanpa
mengalami kematian pada )aktu3)aktu a)al. Selan(utn!a nilai H
maks
dan Ks
'er'eda untuk setiap persamaan !ang digunakan, #al ini karena parameter !ang
digunakan dalam mem'uat kur0a per#itungan kinetika 'iodegradasi terse'ut
'er'eda untuk setiap persamaan. Selain meng#itung nilai H, H
maks,
Ks, dan Kd dari
kur0a pertum'u#an 'akteri, di#itung (uga nilai koe*isien produksi sintesis sel +F,
dan nilai la(u utilisasi su'strat spesi*ik dan la(u utilisasi spesi*ik maksimum +G dan
G
maks,
. ;ilai produksi sintesis sel +F, didapat dengan mem'uat kur0a #u'ungan
antara konsentrasi su'strat dengan kekeru#an maksimum +? maks,. Sum'u B
'erasal dari nilai konsentrasi su'strat +s, sedangkan sum'u F 'erasal dari nilai B
maks. Dari ta'el #u'ungan nilai s dengan B maks, dilakukan regresi linear untuk
mendapatkan persamaan gra*ik. Persamaan !ang didapa dari #asil regresi linear
kur0a s dengan B maks !aitu !A 866.6K? C22.::. ;ilai F !ang didapat dari
persamaan itu adala# 866.6K . Per#itungan nilai G dilakukan dengan
mem'andingkan nilai H dari setiap konsentrasi su'strat dengan nilai koe*isien F
!ang didapat. ;ilai G untuk semua persamaan !ang digunakan dalam men$ari nilai
kinetika 'iodegradasi sama untuk konsentrasi .9., 2., dan :.9. !aitu
.289, .JKJ, dan .:2:1 tetapi nilai G
maks
!ang didapat 'er'eda untuk
setiap persamaan karena nilai H
maks
!ang didapat dari setiap persamaan 'er'eda.
;ilai G
maks
!ang didapat untuk persamaan Line)ea0er3Burk, >adie3-o*stee,
Lagmuir, dan @ontois 'erturut3turut !aitu .1:2, .:KKJ, .9::, dan
.1J1. Kur0a #u'ungan nilai B maks dan s dapat dili#at pada Gam#ar %%-
Gam#ar %% Kur0a -u'ungan ;ilai B maks dan s
KESIMPULAN
Kur0a pertum'u#an 'akteri pada tiap konsentrasi su'strat !ang 'er'eda
mengalami 'er*luktuasi pada setiap *asen!a dise'a'kan adan!a kematian !ang
ter(adi pada 'akteri. Pada per#itungan nilai kinetika 'iodegradasi, nilai H
maks
dan
Ks !ang didapat 'er'eda untuk setiap persamaan !ang digunakan 'egitu pula
dengan nilai kematian organisme !ang ter(adi. Per'edaan ini dise'a'kan
penggunaan parameter !ang 'er'eda dalam mem'uat kur0a untuk men$ari nilai
H
maks
Ks. ;ilai kematian organisme pada su'strat 2. selalu 'ernilai negati*, #al ini
dise'a'kan karena 'akteri tidak mengalami kematian #ingga ter(adi *ase
eksponensial.
SARAN
DA0TAR PUSTAKA
/l0are4, P.J.J., dan Illman, L./. 26. Bioremediation and natural Attenuation$
"rocess %undamental and Mathematical Models. ;e) Jerse!% Jo#n Lile!
and Sons, In$.
Bene*ield, L.D., and 1andal, @.L. 128. Biological "rocess &esign for
'astemater (reatment. ;e) Fork% Prenti$e3-all, In$.
Laks#mi, &.B. dan &. 7elan. 211. Biodegradation of the (oxic "olycyclic
Aromatic #ydrocarbon, "henanthrene by an )ndigenously )solated
Alcaligenes %aecalis M*MB) +train. ,nd )nternational -onference on
Enviromental +cience and (echnology. +ingapore, )A-+)( "ress. 6
Liu, P.L.I, T.@. @#ang, et al. 211. Bioremediation of petroleum hydrocarbon
contaminated soil$ Effects of strategied and microbial community shift.
)nternational Biodeterioration . Biodegradation 69% 11123112K.
LAMPIRAN