Anda di halaman 1dari 9

TUMOR INTRADURAL INTRAMEDULLER SPINAL DAN

TUMOR KAUDA EKUINA



TUMOR INTRADURAL INTRAMEDULLER SPINAL
Insidens
Lihat bab Tumor intradural-ekstrameduller. Tumor kanal spinal umumnya dibagi kedalam
kategori :
1. Ekstradural
2. Ekstrameduller-intradural.
3. Intrameduller.

Lebih dari 30 tahun terakhir, kemauan teknologi membantu diagnosis dan tindakan tumor
kord spinal intrameduller. !"I meningkatkan kemampuan mendeteksi lesi ini, dan teknik
bedah mikro lebih memungkinkan untuk mengangkat tumor.
Tumor kord spinal intrameduller merupakan #-10 $ dari semua tumor %%&. &ada
de'asa 2( $ dari tumor intradural, namun pada anak dimana insidens neuro)ibroma dan
meningioma rendah, merupakan (0 $ tumor spinal intradural. *lioma, terutama astrositoma
dan ependimoma, adalah tumor paling sering dari tumor kord spinal intrameduller.
Ependimoma sdikit lebih sering dari astrositoma pada de'asa, namun astrositoma lebih
banyak pada anak dan remaa. +strositoma anaplastik dan glioblastoma merupakan 10 $ dari
glioma kord spinal. ,emangioblastoma merupakan 3-# $ dari tumor kord spinal
intrameduller.
Tumor yang arang teradi pada kord spinal adalah tumor primer seperti
ganglioglioma, oligodendroglioma, dan melanoma, seperti halnya tumor metastatik. Tumor
inak seperti lipoma, dermoid, epidermoid, angioma ka-ernosa, dan s.h'annoma bisa
diumpai. Lesi massa intrameduller dapat akibat proses in)lamasi, seperti sarkoidosis, in)eksi,
dan sklerosis multipel dan mungkin sulit didi)erensiasi dari tumor intrinsik baik klinis
maupun radiologis.

Tunor %pinal Intrameduller :
Paling Sering Kurang Sering Lesi ekspansil nontumor
Ependimoma /ligodendroglioma %klerosis multipel
+strositoma *anglioglioma In)eksi
,emangioblastoma *lioma malignant +bses
%arkoidosis
%.h'annoma
!elanoma
!etastatik
Teratoma
%ista neurenterik
Tumor dermoid
Tumor epidermoid
Lipoma
+ngioma ka-ernosa
0ent 1 2e' and +llan , 3riedman 200(.

Ependimoma
Ependimoma se.ara primer adalah tumor intrameduller, teradi paling sering didaerah
ser-ikal, diikuti sedikit diba'ahnya ditorasik namun bisa uga didaerah lain kord spinal.
4aerah alternati) adalah daerah konus, dimana tumor bisa sebagian intrameduller dan
sebagian ekso)itik, yang terakhir mengenai akar sara) kauda ekuina. Tumor ini arang
maligna dan sering berhubungan dengan sista intrameduller yang mengandung .airan dengan
protein berkonsentrasi tinggi. 5arang, bila tumornya maligna, mungkin tumbuh sepanang
aksis spinal dan kranial. 0omponen ekso)itik tumor ini, kadar protein 1%% se.ara tidak sesuai
meningkat dan berhubungan dengan teradinya edema papil. Tumor ini berkapsul dan relati)
a-askuler. 6ila mengenai )ilum terminal, diduga berasal dari ependima kanal sentral,
mungkin mobil dan berubah posisinya saat melogra)i. !obilitas ini berakibat sulit
membedakannya dari neuro)ibroma. Tampilan saat operasi mungkin sulit membedakan
neuro)ibroma yang melekat pada akar sara) kauda ekuina dari ependimoma globoid yang
melekat pada )ilum.
Tumor ini adalah tumor intrameduller tersering pada de'asa. 6iasanya diskreta
dengan sedikit potensi in-asi). 5aringan tumor abu-abu hingga ungu mudah dipisah dari kord
spinal putih sekitarnya. %ering diselubungi sista diatas polus kranialnya. 5arang sista dipolus
kaudal. &emeriksaan histologis paling sering menunukkan ependimoma epitelial diisi lapisan
sel yang dipisah oleh pseudorosett 78ona anuklir diisi proses sitoplasmik mengelilingi
pembuluh 4arah9. "osett seati arang tampak. Ependimoma tanisitik kadang-kadang berisi
area anuklir yang berdiri sendiri dari proses )ibriler yang mengingatkan akan astrositoma.
2yatanya, histologi ini mungkin menimbulkan kesalahan diagnosis sebagai astrositoma.
Ependimoma miksopapiller umumya terbatas dikauda ekuina dan )illum terminal.
Ependimoma intrameduller tampil dengan peralanan klinis perlahan, tersembunyi,
biasanya menyerang bertahun sebelum diagnosis. &ada !"I tampak sebagai massa berbatas
tegas, dengan gadolinium massa diperkuat dengan selubung sista yang tidak diperkuat.
Tindakan primer ependimoma intrameduller adalah reseksi bedah. Tingkat reseksi
meningkat dengan bedah mikro. 3ungsi neurologis pas.a bedah sangat tergantung kondisi pra
bedah. &erbaikan yang elas setelah de)isit pra bedah yang lama adalah arang. "adiasi terapi
di.adangkan bagi pasien dimana reseksi total tidak bisa dilakukan, namun tidak didukung
literatur memadai.

Astrositoma
%embilan belas persen astrositoma kord spinal berdi)erensiasi baik. Lesi :inak; ini dibagi
dua enis : in)iltrating di)us dan pilosotik. +strositoma in)iltrating berisi sel yang menembus
bagian yang terlokalisir pada kord spinal, menyebabkan pembengkakan terbatas. <alau pusat
tumor tampaknya terdiri dari populasi murni sel tumor, sel ini ber.ampur dengan kord spinal
normal pada bagian peri)er. +strositoma pilositik serupa dengan yang di kranial. Lesinya
relati) diskreta, disusun oleh )asikel kompak dari sel yang memanang yang dipisahkan oleh
daerah longgar sel stelat dan mikrosista. +strositoma pilositik sering berkaitan dengan sista
besar yang dalam keadaan ekstrim melilit seluruh kord spinal. 10 $ astrositoma
intrameduller adalah ganas. +strositoma sedikit lebih arang dari ependimoma pada de'asa.
+strositoma selalu intrameduller, relati) a-askuler, dibedakan dari aringan sara) dari
'arna dan konturnya, lunak, tanpa kalsi)ikasi. &ada de'asa, sekitar (0 $ berbatas tegas
antara tumor dan aringan sara) dan sering dengan sista, dan karenanya dapat direseksi.
4alam keadaan lain, batas tumor dengan kord spinal tidak dapat dilihat pada bagian besar
tumor= namun tampilan khas tumor memungkinkan untukdisisihkan tanpa men.ederai kord
spinal sekitarnya. Ini sering tampak pada astrositoma holointrameduller pada anak. Epstein
dan Epstein membuang astrositoma deraat rendah, baik deraat I maupun II dengan sista
yang tampil bersamaan, pada kebanyakan kasus menyebabkan perbaikan )ungsi neurologis
dan kemungkinan untuk pera'atan angka panang. 5arang, astrositoma intrameduller adalah
maligna, deraat III atau I>. &ada masing-masing kasus ini pertumbuhannya .epat, 'arna dan
kontur yang berbada antara tumor dan aringan sara) tidak ada, dan tumor berpeluang tumbuh
pada ruang subarakhnoid spinal dan kadang-kadang intrakranial. !enarik bah'a astrositoma
deraat rendah tidak menyerang penghubung kord spinal dan batang otak. Tumor sister yang
teradi dalam hemis)er serebeler adalah serupa dalam pertumbuhan, tampilan histologis, dan
perbedaan anatomis antara tumor dan aringan sara).
4e)isit neurologis progresi) karena astrositoma intrameduller mungkin tampil
perlahan. +strositoma kord spinal pada anak menunukkan ( ysr sekitar ?0 $ dan 10 ysr
sekitar (( $. Laporan lainnya tidak seoptimis ini. &ada de'asa ber-ariasi luas. ( ysr nya
antara (@-?A $. +strositoma maligna berhunbungan dengan peralanan progresi) buruk
dengan sur-i-al pas.a bedahnya A bulan pada de'asa dan 13 bulan pada anak.
!ielogram menunukkan pembengkakan )okal. +strositoma )ibriler in)iltrating
tampak sebagai massa di))us yang tidak menguat pada !"I. %ken !"I bisa menampilkan
sista didalam tumor yang in)iltrating. +strositoma pilositik sangat menguat dengan
gadolinium pada sken !"I. Tumor ini biasanya bersamaan dengan sista peritumoral yang
besar yang sering beberapa kali lebih besar dari nodul tumor.
Terapi optimal tumor kord spinal intrameduller sulit ditentukan. Terapi pengangkatan
tidak berman)aat bagi astrositoma kord spinal yang malignan. 6anyak tumor pada anak dapat
dioperasi eksisi. &engamatan angka pendek pas.a bedah astrositoma pada anak dan remaa
menunukkan hasil baik, namun pengamatan angka panang tetap untuk dipublikasikan
selengkapnya. ,asil reseksi astrositoma kord spinal deraat rendah pada de'asa tidak baik.
Eksisi berhubungan dengan perburukan neurologis dan rekurensi tumor setelah angka lama.
Literatur yang ada gagal menunukkan hubungan prognosis dan deraat reseksi bedah.
Terapi radiasi sulit dinilai untuk anak-anak karena pasien ini mempunyai berbagai
-ariasi tingkat hidup angka panang bila tidak ditindak. Terapi radiasi tampaknya e)ekti)
menghambat pertumbuhan tumor pada de'asa. 0hemoterapi untuk astrositoma kord spinal
memberikan sedikit harapan pada anak, namun belum .ukup dipelaari untuk de'asa.

Tumor Metastatik
0arena pasien dengan tumor metastatik hidup lebih panang, tumor metastatik kord spinal
menadi lebih sering, sekitar ( $ dari tumor kord spinal. &rimer tersering adalah kanser paru-
paru, payudara, dan lim)oma. !etastasis kord spinal menimbulkan geala tanpa dengan nyata
memperbesar kord spinal, dan karenanya sulit dideteksi dengan teknik radiologi. !"I
diperkuat gadolinium tampaknya .ara terbaik mendeteksi lesi ini. 0ebanyakan pasien
ditindak dengan radiasi sambil parsial reseksi dengan bedah. 0hemoterapi dianurkan untuk
pasien dengan meningitis karsinomatosa. !asa hidup sekitar ( $ dalam satu tahun.

Hemangioblastoma
+dalah neoplasma tumbuh lambat yang merupakan (-10 $ dari tumor kord spinal
intrameduller dan biasanya tampil sebagai massa yang membesar lambat, atau arang-arang,
perdarahan subarakhnoid. Tumor yang sangat -askuler ini tampil di kord spinal baik sebagai
massa solid atau sebagai nodul didalam sista dan berisi kelompok sel berisi lemak kuning
yang dipisahkan oleh aringan -askuler ingga. 4alam -ariasi sistik, biasanya sista yang
mengisi sebagian besar massa dan menyebabkan geala neurolosis. 2odul didalam sista
terutama tampak dibagian dorsum kord spinal dan dapat dikenal dengan arteria yang
berkelok-kelok dan -arises yang berasal dari permukaan. %eperempat hingga sepertiga pasien
dengan hemangioblastoma kord spinal intrameduller memiliki mani)estasi lain kelainan -on
,ippel-Lindau.
%ista tumor memperlihatkan kadar protein tinggi dibanding 1%% pada !"I. 2odul
tumor yang tidak nyata dapat dillokasikan dengan sken !"I dengan penguatan gadolinium.
6ila nodul tumor direseksi, tumor dapat diterapi. %ken !"I dengan penguatan gadolinium
sering memperlihatkan tumor asimtomatik pada pasien dengan -on ,ippel-Lindau.
,emangioblastoma adalah tumor soliter atau sebagai bagian sindroma kompleks -on
,ippel-Lindau yang lebih luas yang mengenai kord spinal namun arang. Bmumnya
mengenai daerah ser-ikal atau torakal. >askularitasnya ber-ariasi= namun merupakan tumor
intradural paling -askuler. 6isa benar-benar intrameduller, namun )rekuensi meningkat
kearah permukaan dorsal kord spinal dan tampak pada tampilan inisial didaerah yang terkena.
Ia menyebar dan berkapsul, dan arang mengenai lebih dari satu atau dua segmen kord spinal.
%ering bersama sista dan mungkin meluas dari badan tumor. Tumor ini inak dan bisa
direseksi. Terkadang diumpai pelebaran kord spinal yang tidak bisa dielaskan diba'ah
tingkat lesi tanpa adanya sista atau hemangioblastoma lain. %etelah pengangkatan tumor,
pelebaran tsb. berkurang.

Lipoma
Lipoma kord spinal paling sering melekat pada substansia kord spinal. 6isanya tidak
mungkin direseksi lengkap. Lipoma yang murni intrameduller sangat arang. >ariasi lipoma
yang paling sering adalah berkaitan dengan lipomeningosel, adalah hal yang berbeda, berasal
kongenital dan berhubungan dengan komponen ekstradural= menimbulkan kelainan
neurologis akibat menerat kord spinal dan e)ek massa lokal.

Schwannoma
6iasa diumpai pada akar sara) spinal, namun terkadang diumpai se.ara lengkap pada
substansia kord spinal.

Tumor intradural arang seperti dermoid, epidermoid, dan teratoma. 5arang teratoma
intrameduller. Tumor dermoid dan epidermoid teradi baik dilokasi intrameduller dan daerah
kauda ekuina. &ada yang terakhir, keadian tumor epidermoid berkaitan dengan satu atau
beberapa punksi lumbar sebelumnya mungkin memba'a aringan kutan kekanal spinal.
0apsul tumor menimbulkan reaksi pada aringan sara) sekitarnya yang menyulitkan untuk
mengangkat kapsul berikut isinya se.ara total. 6agaimanapun tumor ini tumbuh lambat,
a-askuler, dan berkapsul, dan sebagian besar dapat direseksi. &engalaman menunukkan
bagian sisa kapsul tampaknya tetap statik atau tumbuh lambat untuk beberapa dekade.
5enis arang tumor spinal termasuk metastasis karsinomatosa intrameduller, tumor
mixed termasuk elemen maligna berbagai tumor, dan sista neurenterik, yang sering menekan
kord dari lokasi -entral se.ara simetris dan menyerupai tumor intrameduller saat eksplorasi
inisial kord spinal. Tumor terakhir ini sangat arang.

Geala dan Tanda Klinis
Lihat bab Tumor Intradural-ekstrameduller.
4iagnosis dini tumor kord spinal intrameduller merupakan tantangan bagi dokter
bedah sara). !ani)estasi a'al massa intraspinal tidak spesi)ik dan sering menyerupai
kelainan muskuloskeletal yang lebih umum dan inak. <aktu rata-rata antara onset geala dan
diagnosis pasti sekitar 3 C tahun.
*eala inisial tersering tumor kord spinal intrameduller adalah nyeri. %ayangnya nyeri
yang teradi biasanya tidak khas dan tidak dapat diklasi)ikasikan. &aling sering nyeri a'alnya
dalam, nyeri tumpul berlokasi didekat tulang belakang terkena. 4engan berlalunya 'aktu,
nyeri menalar baik sekitar torso atau keekstremitas tergantung tingkat lokasi tumor. 2yeri
.enderung menadi di)us, menauhi 'ilayah dermatoma. <alau ketidak-nyamanan terkadang
ber)luktuasi intensitasnya, hampir selalu menadi lebih berat dengan maunya 'aktu.
Terkadang nyerinya khas hingga meningkatkan ke'aspadaan pemeriksa. 6ila nyeri
memburuk saat malam dan membangunkan pasien dari tidurnya, kemungkinan tumor spinal
harus dipikirkan. %ayangnya hanya sebagian pasien yang mengalami nyeri malam.
%ekelompok ke.il pasien khas dengan rasa terbakar atau nyeri rasa menusuk intermitten.
&asien dengan nyeri siatik rasa terbakar dan tanda LasDgue negati) sering mengidap tumor
kord spinal.
6eberapa pasien tidak memiliki nyeri yang menyebar 7radiasi9 namun mengalami
parestesia pada dermatom yang dipersara)i oleh kord spinal yang terkompres. 4aerah
parestesia ini .enderung meluas kekaudal dengan peralanan 'aktu.
4e)isit neurologis mungkin tidak tampil hingga bertahun seak onset nyeri, namun
sekali tampil, de)isit ini akan memburuk dengan .epat.
0elompok ke.il pasien tampil dengan kelemahan yang tidak disertai rasa baal.
0elemahan ini mungkin hanya kelemahan L!2 atau kombinasi kelemahan B!2 dan L!2
yang menyerupai +L% 7+myotrophi. Lateral %.lerosis9. Tumor kord spinal ser-ikal mungkin
menyebabkan kerusakan terbatas pada tangan pasien, atau, lebih arang, muskulatur lengan.
4e)isit sensori arang sebagai geala a'al tumor kord spinal, 'alau setiap de)isit bisa
menadi sindroma klinis. 4e)isit sensori klasik diakibatkan oleh lesi intrinsik kord spinal
adalah terpisah, tergantung tingkat sensori yang memburuk dengan 'aktu. &emeriksaan
neurologis dermatom terkait menunukkan hilangnya sensasi nyeri dan suhu, 'alau sensasi
sentuh, posisi dan -ibrasi utuh. %ayangnya gambaran klasik ini hanya teradi pada sekitar 20
$ pasien dengan tumor kord spinal intrinsik.
Inkontinensia biasanya merupakan mani)estasi kemudian pada tumor ser-ikal dan
torasik, namun teradi a'al pada pasien dengan tumor konus meduler.
&asien arang tampil dengan de)isit neurologis mendadak sekunder atas perdarahan
didalam tumor.

Diagnosis Di!erensial
!assa dalam kanal spinal menyebabkan timbulnya geala dan tanda se.ara berangsur dan
progresi) adalah hampir pasti tumor dan mempunyai sedikit 44. 44 paling membingungkan
adalah antara tumor intrameduller dan siringomielia. !asing-masing berakibat geala
beragsur dan progresi) dalam beberapa tahun dan diikuti pelebaran kord spinal. %iringomielia
sering bersamaan dengan kelainan lain seperti mal)ormasi +rnold-1hiari, hidrose)alus, dan
de)ormitas kongenital tulang belakang ser-ikal. 4iagnosis dibuat dengan mielogra)i yang
dikombinasi sken 1T, atau !"I. 0eadaan in)lamasi yang mengenai kord spinal mungkin
menyerupai tumor spinal= namun peralanannya lebih .epat dan sering berhubungan dengan
nyeri hebat, demam, nyeri tulang belakang, atau adanya tanda proses in)lamasi progresi)
.epat lainnya, atau )okus primer. &arasit tertentu, terutama skhistosomiasis, menyerang kord
spinal, menimbulkan pelebaran, oklusi -askuler, dan gambaran klinis progresi).

Pen"itraan
3oto polos adalah alat bantu buruk untuk skrining tumor kord spinal intrameduller, namun
pengamat bisa mendeteksi bukti tidak langsung massa intraspinal. Tanda indirek ini termasuk
scalloping tepi posterior badan ruas tulang belakang, erosi pedikel medial, dan penipisan
lamina. Lebih sering, )oto polos menunukkan temuan skoliosis yang tidak spesi)ik. !"I
dengan atau tanpa kontras adalah modalitas terpenting dalam menge-aluasi tumor kord
spinal.
Tumor intrameduller dapat di.itrakan dengan mielogra)i dan 1T. Tampilan pada
mielogra)i seperti pelebaran nonspesi)ik bayangan kord spinal yang tampak pada tampilan
anteroposterior dan lateral. &embesaran kord spinal diperlihatkan pada 1T postmielogram
!"I dengan atau tanpa kontras memberi in)ormasi terbanyak pada tumor kord spinal
intrameduller. !"I memungkinkan melihat perluasan tumor, dan penguatan gadolinium
membedakan tumor dari sista didekatnya. !asa lalu, angiogra)i spinal digunakan men.ari
nodul -askuler yang berhubungan dengan hemangioblastoma sistik. &ada kebanyakan kasus,
!"I berpenguat gadolinium memberikan kebutuhan akan pemeriksaan.


Pertim#angan $eda%
<alau gambaran klinis penting untuk memperkirakan tumor spinal dan membantu
menentukan lokasi proses, diagnosis radiogra)ik adalah kun.i menyiapkan dan melakukan
operasi. 6ila tidak didukung !"I, )oto polos tulang belakang sering menunukkan kelainan
didaerah lokasi tumor dan in)ormasi tambahan didapat dari mielogra)i, dikombinasikan
dengan radiogra)i rutin dan sken 1T, membuat diagnosis pasti pada semua kasus. 6erpegang
pada in)ormasi klinis dan radiogra)is, memungkinkan meren.anakan bukaan dengan
meminimalkan pembuangan tulang dan memaksimalkan potensi untuk membuang tumor
inak yang mengenai kord spinal. Bmumnya makin dini menemukan masalah saat de)isit
neurologis minor, makin baik prognosis dan hasil operasi. &asien dengan neurologis parah,
terutama usia tua, tidak la8im mendapatkan hasil memuaskan atas de)isit neurologisnya.
Ependimoma, hemangioblastoma dan astrositoma pilositik kord spinal se.ara makro
sering dapat direseksi se.ara total, sedang astrositoma in)iltrating serta metastasis biasanya
tidak.
&enggunaan radioterapi dalam menindak tumor intrameduller tetap kontro-ersial.
Laporan yang optimis e)ek radiasi atas tumor intrameduller seperti ependimoma dan
astrositoma deraat rendah tampaknya tidak berdasar. %angat mungkin man)aat didapatkan
lebih karena laminektomi dekompresi).

Prognosis dan &asil
,asil yang segera didapat dan prognosis kemudian pada tumor ekstrameduller-intradural
umumnya, termasuk meningioma dan neurilemmoma, sudah elas. Tumor ini inak dan bila
tumor ini diangkat dengan hati-hati, pasien akan sembuh dengan prognosis baik. 6ahkan bila
status neurologis sebelum operasi buruk karena pertumbuhan tumornya, masih ada sedikit
harapan, terutama pada orang muda, dimana kebanyakan kelainan neurologis pulih perlahan
pas.a bedah. !ungkin memerlukan 1? bulan hingga 2 tahun untuk memaksimalkan
pemulihan de)isit neurologis, dan pada beberapa keadaan bisa lebih .epat.

0ebanyakan tumor intrameduller inak dan bisa diangkat. ,al yang paradoks,, lipoma
intrameduller yang arang, pengangkatan total arang bisa dilakukan= namun karena
pertumbuhannya yang sangat lambat, prognosis angka panangnya dapat diharapkan.

TUMOR KAUDA EKUINA
Tumor primer kauda ekuina antaranya ependimoma, s.h'annoma, meningioma, lipoma dan
metastatik. Ependimoma kauda ekuina hampir pasti histologinya mikso papiller. Tumor
kauda ekuina terbanyak adalah ependimoma miksopapiller. 6eberapa ependimoma sangat
mulus, tampaknya berisi )illum terminal tipis yang teregang. Lainnya noduler, dikelilingi dan
bersama sara) kauda ekuina. &emeriksaan histologis, tumor mengandung .in.in sel ependima
yang mengelilingi inti pembuluh darah dan musin.
Tumor epidermoid dan dermoid tulang belakang .enderung teradi pada kauda ekuina.
<alau tumor ini biasanya diskreta, bisa uga melekat pada akar sara) sekitarnya.
2euro)ibroma adalah lesi berbatas tegas mengenai hanya satu akar sara) hingga peralanan
tingkat lanutnya. !eningioma se.ara arang teradi dikanal spinal lumbar.

Tampilan klinis
2yeri adalah geala paling sering pada tumor kauda ekuina dan mungkin mendahului semua
de)isit neurologis dalam beberapa tahun. (0 $ pasien, nyeri bertambah saat malam atau bila
pasien berusaha bangkit dari berbaring dalam sepanang 'aktu. Tidak seperti umumnya nyeri
punggung muskuloskeletal, nyeri tidak hilang dengan perubahan posisi ketika pasien dalam
posisi berbaring. 2yeri hanya dikurangi bila pasien berdiri atau ongkok. %ering pasien
melapor tidur malam dalam posisi duduk.
&asien dengan tumor kauda ekuina mungkin tampil dengan sindroma kauda ekuina,
yang khas dengan nyeri lumbar, distensi uriner, dan anestesia sadel. Lebih arang, tampil
dengan kelemahan tungkai progresi) yang tidak nyeri. &asien dengan miksopapiller
ependimoma terkadang tampil dengan perdarahan subarakhnoid atau papil edema, mungkin
akibat peninggian protein 1%%.

Pen"itraan
3oto tulang belakang lumbar pada pasien dengan tumor kauda ekuina terkadang
memperlihatkan pelebaran arak intrapedikuler, erosi bagian posterior badan ruas tulang
belakang, atau pembesaran )oramen neural. 0arena letaknya subarakhnoid, lesi ini mudah
ditampakkan oleh mielogra)i atau !"I.

Pengelolaan $eda%
/perasi berhasil dalam mengangkat sekitar (0 $ ependimoma miksopapiller. "etensi uriner
merupakan e)ek samping tersering tindakan ini. Teknik pen.itraan modern memungkinkan
diagnosis lebih a'al dan tindakan bedah mikro meningkatkan umlah tumor yang bisa
diangkat total. 2euro)ibroma biasanya tetap diskreta dan dapat diambil total se.ara bedah
tanpa menambah de)isit neurologis.