Anda di halaman 1dari 11

1

BAB I
STATUS PASIEN

I. IDENTITAS
Nama : Tn.N
TTL : Cirebon, 5 Juli 1954
Usia : 60 tahun
Pekerjaan : Pensiunan PNS
Agama : Islam
Alamat : Jakarta Pusat
Tanggal Berobat : 18 Maret 2014
No. Med Rec : 0052xxxx

II. ANAMNESIS
Keluhan Utama
Nyeri pada daerah persendiaan sejak 3 hari yang lalu
Keluhan Tambahan
Mual (+). Muntah (-), nyeri ulu hati (+),mulas (+), sesak (-)
Riwayat Penyakit Sekarang
Os datang ke UGD RSIJ Pondok Kopi dengan keluhan nyeri pada daerah
persendian sejak 3 hari yang lalu, Nyeri seperti ditusuk-tusuk dan menetap, nyeri pada
persendiaan terutama pada jempol-jempol kaki, nyeri dirasakan hingga mengganggu
tidur, pasien juga mengeluh tidak bisa jalan karena nyeri. Os juga mengeluh ada benjolan
tangan dan kaki, benjolan muncul kurang lebih 5 tahun yang lalu, awalnya benjolan kecil
seperti bengkak, lama kelamaan membesar dan mengeras, benjolan dirasakan sakit bila
bergerak sedikit. Pasien mengeluh tangan menjadi kaku dan sukar digerakan, tidak bisa
2

memegang sendok sejak kurang lebih 8 bulan yang lalu, nyeri kepala disangkal,
pandangan berkunang-kunang disangkal, batuk disangkal, sesak disangkal, nyeri dada
disangkal, BAB dan BAK lancar tidak ada keluhan.

Riwayat Penyakit Dahulu
Os mengaku sering mengalami keluhan seperti ini dan sering dirawat dengan
keluhan yang sama, penyakit jantung (-), darah tinggi (-), maag (+), sakit gula (-), asma (-
), riwayat asam urat 5 tahun yang lalu.

Riwayat Penyakit Keluarga
Os menyangkal adanya keluhan yang sama pada keluarga, riwayat sakit gula
disangkal, riwayat Hipertensi disangkal, riwayat Asma disangkal, riwayat keganasan
disangkal.

Riwayat Pengobatan
Os mengatakan sering berobat untuk asam urat nya namun sering kambuh lagi

Riwayat Psikososial
Os mengatakan pola makan normal, suka mengkonsumsi sayur-sayuran hijau
seperti daun singkong, suka mengkonsumsi makanan jero-jeroan.

Riwayat Allergi
Allergi obat-obatan disangkal
Allergi makanan disangkal.

III. PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : Sakit sedang
Kesadaran : Compos mentis
Tanda vital
- tekanan darah : 130/80mmHg
- nadi : 80 x/menit
- pernapasan : 20 x/menit
3

Tipe : torako-abdominal
- suhu : 36,4 C
Antropometri
- BB sebelum sakit : 45 kg
- BB saat sakit : 45 kg
- TB : 160 cm
- status gizi : Underweight
Status generalisata
Kepala : normocephal, rambut hitam panjang lurus
Mata : sklera ikterik -/-, konjungtiva anemis -/-, refleks cahaya +,
isokor 3 mm pada kedua pupil.
Hidung : sekret -/-, septum deviasi (+)
Telinga : Normotia, Otorhea -/-, Sekret -/-
Mulut : mukosa bibir kering, stomatitis -, coated tongue (-)
Leher : pembesaran KGB (), JVP 5+2cm H2O diatas angulus sternalis,
Pembesaran Tiroid (-)
Paru
- inspeksi : bentuk dada normal, gerak dada simetris, tidak terlihat retraksi
dinding dada
- palpasi : vokal fremitus simetris di kedua lapang paru
- perkusi : sonor (+) pada semua lapang paru
- auskultasi : suara napas utama vesikular +/+, tidak ada suara napas tambahan
wheezing -/-, ronkhi -/-
Jantung
- inspeksi : ictus cordis tidak terlihat
- palpasi : ictus cordis teraba di linea mid clavicula ICS 5
4

- perkusi : Batas atas ICS 2 parasternal dextra
: Batas kanan ICS 4 parasternal dextra
: Batas kiri ICS 5 linea mid clavicula
- auskultasi : BJ I/II normal, murmur (-). Gallop (-)
Abdomen
- inspeksi : datar, scar (-), spider navi (-)
- auskultasi : BU (+) normal
- perkusi : timpani di seluruh kuadran abdomen
- palpasi : supel, nyeri tekan epigastrium (+), hepatospenomegali (-),
undulasi test (-), shifting dullness (-)
Ekstremitas : atas CRT <2 detik +/+, akral hangat, udem -/-
bawah CRT <2 detik +/+, akral hangat, udem -/ -
Tofus-tofus pada jari kaki dextra dan sinistra, nyeri tekan (+)

IV. HASIL LABORATORIUM
Tanggal Jam Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Normal
18 Maret 2014 Hematologi rutin
Hemoglobin 11,1 g/dL 11,7-15,5
Leukosit 9,98 Ribu /uL 3,6-11,0
Hematokrit 28 % 35-47
Trombosit 367 Ribu /uL 150-450
Eritrosit 3,29 10
6
/uL 3,8-5,2
MCV 86 Pg 80-100
MCH 28 Fl 26-34
MCHC 32 g/dL 32-36
Kimia Klinik
Gula darah sewaktu 99 Mg/dL
SGOT 50 u/L 10-31
SGPT 35 u/L 9-36
5

Asam Urat 13 Mg/dL 3,0-7,0

V. RESUME
Laki-laki 60 tahun masuk UGD RSIJ Pondok Kopi dengan keluhan nyeri pada daerah
persendian sejak 5 hari yang lalu, nyeri terutama pada jempol-jempol kaki, kaku, penumpukan
tofus pada manus dextra dan sinistra, pedis dextra dan sinistra, Os mempunyai riwayat asam urat
tinggi 5 tahun yang lalu
Pemriksaan fisik
Extremitas atas
Deformitas dan tofus pada jari-jari tangan dextra dan sinistra
Extremitas bawah
Tofus-tofus pada jari kaki dextra dan sinistra, nyeri tekan (+)
Nyeri tekan epigastrium +
Hasil laboratorium
1. Asam urat 13 mg/dl


VI. Daftar Masalah
Artritis Gout
Sindroma Dyspepsia
VII. Assesment
Artritis Gout
S : Dari anamnesis didadapatkan Os datang dengan mengeluh nyeri pada daerah
persendian, nyeri seperti ditusuk-tusuk dan menetap, nyeri terutama pada jempol-jempol
kaki,
O: Extremitas atas
- Benjolan pada kedua daerah olekranon dextra dan sinistra, permukaannya
tidak rata, terfiksir, nyeri tekan +
- Deformitas dan tofus pada jari-jari tangan dextra dan sinistra
Extremitas bawah
- Tofus-tofus pada jari kaki dextra dan sinistra, nyeri tekan +
6

Laboratorium
- Asam urat 13 mg/dl
A : Gout artritis
P : Rencana diagnostic : cek ulang kadar asam urat, foto polos manus dan pedis billateral
Rencana terapi :
terapi medikamentosa:
1. Alloupurinol 300 mg 3X1
2. Paracetamol 500mg 3X1
terapi non medikamentosa:
1. edukasi (jaga pola makan)
2. diet rendah purin
3. istirahat sendi

Sindrom Dyspepsia
S : Mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+)
O: Nyeri tekan Epigastrium (+)
A : Sindrom dyspepsia
DD : Gastritis
P : Rencana terapi :
terapi medikamentosa:
1. Ranitidine i.v. 1x1 amp
2. Ondancentrone i.v. 1x1 amp











7

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

ARTRITIS GOUT
Definisi
Artritis pirai merupakan kelompok penyakit degeneratif sebagai akibat deposisi kristal
monosodium urat pada jaringan atau akibat saturasi asam urat di dalam cairan ekstraselular.
Manifestasi klinik deposisi urat meliputi arthritis gout akut, akumulasi kristal pada jaringan yang
merusak tulang (tofi), batu asam urat dan yang jarang adalah ginjal (gout nefropati). Gangguan
metabolisme yang mendasarkan gout adalah hiperurisemia yang didefinisikan sebagai
peninggian kadar urat lebih dari 7,0 ml/dl dan 6,0mg/dl.
Epidemiologi
Gout merupakan penyakit degeneratif yang dimana sering menyerang pria setelah masa
remaja dan menyerang wanita setelah menopause
Patofisiologi









Urin
Ginjal
Diet AsamRibonukleat dari sel
Purin
Hipoxantin
Xantin
AsamUrat
Kristalisasi dalam
Jaringan
FagositosisKristal
Leukosit
Peradangan dan
Keruskan Jaringan
Xantin
Oksidase
Xantin
Oksidase
8

Stadium
1. Stadium Artritis Gout Akut
a. Radang sendi pada stadium ini sangat akut dan yang timbul sangat cepat dalam waktu
singkat. Pasien timbul tanpa gejala apa-apa.
b. Pada saat bangun pagi terasa sakit yang hebat dan tidak dapat berjalan.
c. Biasanya bersifat monoartikuler dengan keluhan utama berupa nyeri, bengkak, terasa
hangat, merah dengan gejala sistemik berupa demam, menggigil dan merasa lelah.
d. Lokasi yang paling sering terkena pada Metatarsophalangeal (MTP-1) yang biasanya
disebut podagra. Apabila proses penyakit berlanjut, dapat terkena sendi lain yaitu
pergelangan tangan atau kaki, lutut dan siku.
2. Stadium Interkritikal
a. Stadium ini terjadi periode interkritik asimptomatik.
b. Pada aspirasi ditemukan kristal urat.
c. Keadaan ini dapat terjadi satu atau beberapa kali pertahun, atau dapat sampai 10 tahun
tanpa serangan akut.
3. Stadium Artritis Gout Kronik
a. Biasanya disertai tofi yang banyak dan terdapat poliartikular.
b. Lokasi tofi yang sering terkena pada cuping telinga, Metatarsophalangeal (MTP-1),
olekranon, tendon Achilles dan jari tangan.
c. Pada stadium ini kadang-kadang disertai batu saluran kemih sampai penyakit ginjal
menahun.
Diagnosa
Pemeriksaan Laboratorium.
Analisa cairan sinovial, adanya kristal asam urat berbentuk jarum berwarna biru dan
bersifat birefringent negatif.
Kadar Asam Urat dalam darah
Normal asam urat dalam darah
Pria : 3.5 7.0 mg/dl
Wanita : 3.0 6.5 mg/dl
9

Radiologi
Pada serangan utama non spesifik
Kelainan lainnya imflamasi asimetri
Artritis Gout akut hanya menunukan pembengkakan jaringan lunak.
Tatalaksana
Medikamentosa
1. Kolkisin
Dosis 0.5 mg diberikan setiap jam sampai terjadi perbaikan atau dosis tidak boleh
diberikan >8mg/24 jam
2. OAINS
Penghambat sintesis PG (menghambat COX)
Diabsorpsi/dimetabolisme dalam hati
Eksresi dalam empedu dan urin sebagai analgetik
Dosis : 25-50 mg 2-4 kali sehari
3. Alopurinol
Allopurinol dan metabolitnya oxipurinol (alloxanthine) dapat menurunkan produksi
asam urat dengan menghambat xanthin-oksidase yaitu enzim yang dapat mengubah
hipoxanthin menjadi xanthin dan mengubah xanthin menjadi asam urat. Dengan
menurunkan konsentrasi asam urat dalam darah dan urin, allopurinol mencegah atau
menurunkan endapan kristal asam urat sehingga mencegah terjadinya gout arthritis dan
urate nephropathy
kadar Asam urat serum meningkat
Dosis : 100 mg/hari
10

4. Kortikosteroid
Apabila sendi yang terserang monoartikuler, pemberian intraartikuler sangat efektif,
contohnya triamsinolon 10-40 mg.
Untuk gout poliartikuler, dapat diberikan secara intravena (metil prednisolon 40
mg/hari) atau oral(prednisone 40-60 mg/hari)
Melihat kemungkinan terjadi artritis gout dapat bersamaan dengan artritis septik,
maka perlu dilakukan aspirasi sendi dan sediaan apus Gram dari cairan sendi sebelum
diberikan kortikosteroid
Non medikamentosa
1. Edukasi
2. Diet
Diet kaya purin, menurunkan BB, jangan minum alkohol, memperbanyak minum.
3. Pertahankan kadar asam urat normal
Komplikasi
1. Batu Saluran Kencing
2. Nefropati Gout
3. Gagal Ginjal





11

DAFTAR PUSTAKA

1. Nurdjanah S. Buku ajar ilmu penyakit dalam FK UI. 2006; edisi IV
2. Hauser K, Longo B, Jameson F. Harrisons principle of internal medicine.2005; ed XVI
3. Batrum C. Real Time Ultrasound A Manual for Physicians and Technical Personell. Ed
II. W.B. Saunders Co. 1987
4. Grady KL, Dracus K, Kennedy G, at al. Team management of patients with heart failure.
A statement for healthcare professionals from The Cardiovascular Nursing Councils
of The American Heart Assiciation Circulation 2000
5. Sudoyo Aru, Setiyohadi Bambang, Alwi Idrus, Simadibrata Marcellus, Setiati Siti. Ilmu
penyakit dalam FKUI. 2009; edisi V