Anda di halaman 1dari 2

Sumber : http://health.detik.

com/read/2014/04/02/070846/2542709/1299/risiko-mengonsumsi-
kafein-berlebih-saat-hamil-bagi-janin
Risiko Mengonsumsi Kafein Berlebih Saat
Hamil Bagi Janin

Jakarta, Jika Anda sedang hamil dan masih hobi menyesap kafein dalam bentuk kopi, teh, kola, atau
minuman lainnya, sebaiknya perhatikan batas aman konsumsi kafein per hari yakni maksimal 200
mg. Sebab, terlalu banyak mengonsumsi kafein selama hamil berisiko buruk bagi bayi.

"Kafein adalah stimulan yang mempengaruhi sistem saraf simpatik untuk memberi efek kejut,
mengirim pesan ke dan dari otak lebih cepat," papar Melanie McGrice, ahli diet terakreditasi dan juru
bicara Dietitians Association of Australia.

Saat Anda menyesap kopi misalnya, tingkat energi akan melonjak seiring naiknya denyut jantung dan
tekanan darah yang fungsinya harus dijaga selama hamil. Nah, tekanan darah yang meningkat
selama kehamilan bisa membuat tubuh bekerja lebih keras untuk mengantisipasi peningkatan volume
cairan dan darah.

"Dengan tubuh bekerja lebih keras, maka beban yang disangga bayi atau tubuh ibu pun akan lebih
berat. Selain itu, kafein juga bisa mengurangi kemampuan tubuh menyerap zat besi yang penting
bagi pertumbuhan bayi dan saat menyusui nanti," tambah McGrice.

Kekhawatiran lainnya yakni kafein yang terserap dalam tubuh bisa melewati plasenta dan
menghambat pertumbuhan bayi. Diungkapkan McGrice, kafein akan diserap dengan cepat ke aliran
darah dari saluran gastro-interstinal. Sehingga, butuh waktu 15-30 menit bagi kafein untuk 'sampai'
pada bayi.

Menurut Australian Drug Foundation, kafein bisa berada di dalam darah selama 12 jam. Akhir-akhir
ini, studi dari BMC Medicine menemukan jika asupan kafein berkaitan dengan rendahnya berat badan
bayi saat lahir, kelahiran preamtur, dan menghambat pertumbuhan bayi saat di kandungan.

Sementara itu, penelitian di Norwegia yang mengkaji 60.000 kehamilan tanpa komplikasi menemukan
ketika peserta mengonsumsi kafein di bawah batas normal yakni 200 mg per hari, risiko bayi lahir
prematur masih ada, demikian dikutip dari abc.net.au, Rabu (2/4/2014).

"Oleh sebab itu penting bagi Anda untuk mengurangi konsumsi kafein saat mengandung. Wanita
yang mengonsumsi kafein berlebih selama hamil juga memiliki risiko melahirkan bayi yang nantinya
akan ketagihan kafein," terang McGrice.









Penggunaan Aspirin Berlebihan Sebabkan Kebutaan

LONDON - Penggunaan aspirin yang rutin dapat beresiko sebabkan berkurangnya pandangan
mata, demikian ungkap sebuah penelitian terbaru.

Seperti yang dikutip dari Reuters, Selasa (4/10/2011), penelitian terbaru mengungkap bahwa
penggunaan aspirin secara rutin beresiko dua kali lebih besar berkemungkinan untuk menderita
pengurangan pandangan mata dan menurunnya volume otot, ketimbang orang yang tidak
pernah menggunakan aspirin.

Penelitian ini memang tidak menunjukkan secara langsung bahwa aspirin dapat menyebabkan
kebutaan. Namun penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Opthalmology ini harus mendapat
perhatian besar, mengingat banyaknya orang tua yang menggunakan obat tersebut untuk
pereda sakit jantung.

"Bagi orang-orang yang mengalami penurunan massa otot, dianjurkan untuk tidak
mengkonsumsi aspirin," ujar William Christen dari Brigham and Women Hospital di Boston, yang
juga terlibat di penelitian tersebut.

Penelitian yang dipimpin oleh Paulus de Jong dari Netherlands Institute for Neuroscience and
Academic Medical Ceter ini, mengumpulkan data kesehatan dari sekira 4.700 orang di atas usia
65 tahun.

Penelitian tersebut juga meliputi orang-orang tua dari negara Norwegia, Estonia, Inggris,
Perancis, Italia, Yunani dan Spanyol.
(ATA)
Sumber : http://techno.okezone.com/read/2011/10/03/56/510212/penggunaan-aspirin-berlebihan-
sebabkan-kebutaan/large