Anda di halaman 1dari 12

X

Project Management
PENGENDALIAN PROYEK
(PROJECT CONTROL)
Presents.
Jojok Widodo S
Kenapa Perlu Pengendalian
proyek:
Latar belakang:
Selama proyek berjalan pasti tidak sama dengan
perencanaan.
Perlu pencatatan pencapaian waktu dan biaya yang
telah dibutuhkan.
Banyak permasalahan yang harus diselesaikan terutama
masalah biaya dan waktu penyelesaian proyek.
Pengendalian proyek adalah proses yang seharusnya
dilaksanakan sepanjang siklus proyek dibagi menjadi:
Pengendalian biaya selama tahap desain/perencanaan:
pengendalian ini harus dilakukan oleh konsultan
perencana yaitu usaha konsultan untuk mendesain
konstruksi yang efektif dan efisien.
Pengendalian biaya selama tahap konstruksi:
pengedalian ini dilakukan oleh kontraktor saat pekerjaan
konstruksi sudah dimulai.
Pengendalian biaya selama tahap pemakaian konstruksi
yang sudah terbangun (tahap operasi)

Agar suatu sistem pengendalian dapat bekerja
dengan efektif diperlukan unsur-unsur sebagai
berikut:
Tolok ukur yang realistis
Perangkat yang dapat memproses dengan
cepat dan tepat
Perkiraan yang akurat.
Rencana tindakan (action plan)

Tujuan Pengendalian proyek:
Alat untuk mengukur capaian kinerja proyek dilapangan
terhadap rencana yang telah disusun;
Alat untuk menyusun perencanaan ulang (re-planning)
jika terjadi penyimpangan dilapangan;
Sebagai data base yang bisa dipakai untuk proyek
berikutnya.
Hal-Hal yang Harus Dikendalikan
Waktu pelaksanaan dengan time
schedule
Biaya pelaksanaan dengan cost control
Mutu pelaksanaan dengan grade
checklist
Pengendalian Waktu
Pengendalian waktu dilakukan dengan
menggunakan time schedule yang
direncanakan.
Salah satu cara bentuk pengendalian waktu
adalah dengan menyusun laporan
mingguan/bulanan yang berisikan:
Progres rencana
Progres realisasi (hasil pengukuran di proyek)
Perbandingan antara keduanya yaitu: over run
schedule atau under run schedule
Pengendalian Biaya
Pengendalian biaya dilakukan dengan menyusun laporan
cost control.
Dalam penyusunan laporan cost control meliputi:
Recording data pengeluaran
Memasukan data pengeluaran dalam nomor kode yang
sesuai dengan item pekerjaannya.
Membuat perhitungan biaya yang seharusnya
dikeluarkan
Membandingkan biaya rencana Vs biaya realisasi Vs
biaya seharusnya
Pengendalian Waktu dan Biaya
Tujuan dari EVM (Earned Value Method) adalah untuk
mengendalikan kinerja biaya dan jadwal selama proyek dikerjakan.
Metode nilai hasil (EVM) sering digunakan sebagai teknik kendali
proyek dalam menghasilkan sebuah ukuran kuantitatif pada kinerja
jadwal, indeks kinerja jadwal dan biaya (CPI/SPI) digunakan untuk
pengawasan tetap dari biaya dan jadwal proyek berdasarkan pada
metode penjadwalan baru yaitu critical path method (CPM).
Namun penjadwalan CPM secara umum menghasilkan
kemungkinan kinerja jadwal proyek yang tidak realistis artinya mulai
suatu proyek dan berharap proyek tersebut akan selesai pada
tanggal yang ditentukan kemudian merupakan harapan yang tidak
realistis. Karena itu, dibutuhkan pengembangan beberapa teknik
analisa jadwal untuk menghasilkan kemungkinan yang berarti dalam
menganalisa kinerja jadwal dan mengukur resiko yang ada.
Pengendalian Waktu dan Biaya
Faktor yang menunjukkan kemajuan dan kinerja
pelaksanaan proyek seperti berikut:
BCWP = Budget Cost Work Performed
ACWP = Actual Cost Work Performed
BCWS = Budget Cost Work Schedule
Pengendalian Waktu dan Biaya
Faktor yang menunjukkan kemajuan dan kinerja
pelaksanaan proyek seperti berikut:
Cost varians (CV) = BCWP-ACWP
Schedule varians (SV) = BCWP-BCWS
Cost performance index (CPI) = BCWP/ACWP
Schedule performance index (SPI) = BCWP/BCWS
Anggaran total biaya penyelesaian proyek (BAC) =
jumlah semua anggaran BCWS
Perkiraan biaya pekerjaan tersisa (ETC) = (Anggaran
BCWP)/CPI
Perkiraan biaya total penyelesaian proyek (EAC) =
ACWP + ETC
Varian total penyelesaian biaya proyek (VAC) = BAC
EAC
Pengendalian mutu proyek
Pengendalian mutu dilakukan dengan:
Menyusun prosedur pelaksanaan
pekerjaan.
Menyusun daftar periksa mutu (checklist
grade) untuk mengevaluasi tahapan
pelaksanaan pekerjaan dan hasil
pekerjaannya.