Anda di halaman 1dari 3

ASUHAN KEPERAWATAN DIFTERI

Misal Kasus :
Anak L usia 6 tahun dibawa ke rumah sakit karena sesak dan demam. Dari pemeriksaan fisik
anak L didiagnosa difteri laring dan faring, kemudian dari hasil EKG didapatkan tachicardi.
Anak L rewel dan tidak mau makan, sehingga dipasang NGT dan juga terpasang nasal kanul
dengan 3 lpm.
Pengkajian:
1. Identitas pasien
a. Nama : L
b. Usia : 6 Tahun
c. Jenis Kelamin : Laki-laki
2. Keluhan Utama :
Keluhan utama yang di rasakan pasien adanya sesak nafas.
3. Riwayat Penyakit Sekarang :
Anak L demam, sesak nafas dan tidak mau makan. Sehingga anak L dipasang NGT
dan juga terpasang nasal kanul. Dari hasil EKG didapat tachicardy.
4. Riwayat penyakit keluarga
5. Riwayat penyakit masa lalu
Pemeriksaan Fisik
B1 : Breathing (Respiratory System)
RR tak efektif (Sesak nafas)
B2 : Blood (Cardiovascular system)
tachicardi
B3 : Brain (Nervous system)
Normal
B4 : Bladder (Genitourinary system)
Normal
B5 : Bowel (Gastrointestinal System)
Anorexia, nyeri menelan, kekurangan nutrisi
B6 : Bone (Bone-Muscle-Integument)
Lemah pada lengan, turgor kulit

No Diagnosa
Keperawatan
Tujuan Kriteria Hasil Intervensi Rasional
1. Sesak nafas
berhubungan
dengan obstruksi
jalan nafas akibat
pembengkakan.

Pasien
mampu
bernafas tetap
pada batas
normal
- Tidak terjadi
Obstruksi jalan
nafas
- Pernapasan tetap
pada batas normal

1. Oksigenasi dengan
pemasangan nasal
kanul
2. Tirah baring selam
dua minggu di ruang
isolasi
3. Pemberian SAD
40.000 KI secara IM
atau IV
1. Mempertahankan
kebutuhan oksigen yang
maksimal bagi pasien
2. Untuk mepertahankan
atau memperbaiki keadaan
umum
3. Menetralisir toksin
sehingga mengurangi
peradangan
2. Kerusakan
(kesulitan)
menelan dan
nyeri menelan
berhubungan
dengan
peradangan pada
faring
Pasien
mendapatkan
nutrisi yang
adekuat.
Pasien mendapat
nutrisi yang cukup
dan menunjukkan
penambahan berat
badan yang
memuaskan.
1. Beri makan melalui
Naso Gastric Tube
(NGT)
2. Pantau masukan
keluaran dan berat
badan.
1. Untuk memberikan
nutrisi sampai pemberian
makanan oral
memungkinkan.
2. Untuk mengkaji
keadekuatan masukan
nutrisi.
3. Resiko tinggi
cedera
berhubungan
dengan prosedur
pemasangan NGT
Pasien tidak
mengalami
infeksi.
Anak tidak
menunjukkan
bukti-bukti infeksi
karena pemasangan
Naso Gastric Tube
1. Bersihkan kateter
sesering mungkin
1. Untuk mencegah
bakteri masuk ke dalam
tubuh
4. Ansietas
berhubungan
dengan kesulitan
menelan,
ketidaknyamanan
Pasien
mengalami
rasa aman
tanda
ketidaknyam
- Pasien istirahat
dengan tenang,
sadar bila terjaga.
- Mulut tetap
bersih dan lembab.
1. Beri stimulasi taktil
(mis; membelai,
mengayun).
2. Beri perawatan
mulut.
1. Untuk memudahkan
perkembangan optimal
dan meningkatkan
kenyamanan.
2. Untuk menjaga agar
karena
pemasangan
NGT.
anan. - Nyeri yang
dialami pasien
minimal atau tidak
ada.
3. Dorong orangtua
untuk berpastisipasi
dalam perawatan anak.
mulut tetap bersih dan
membran mukosa lembab.
3. Untuk memberikan
rasa nyaman dan aman.
5. Tachicardi
berhubungan
dengan
penyebaran
eksotoksin ke
daerah jantung
Denyut
jantung
normal dan
pasien tidak
gelisah
- bunyi jantung
normal
- tidak ditemukan
tanda-tanda payah
jantung.
- gambaran EKG
: tidak ada depresi
segmen ST
1. Pemberian ADS
40.000 KI secara
IM atau IV
2. Pemberian obat
sedative(diazepam/l
uminal)
3. Pantau terus hasil
perekaman EKG
1. - Menetralisir Toksin
- Eradikasi Kuman
- Menanggulangi
infeksi sekunder
2. Untuk mengurangi rasa
gelisah anak
3. Untuk evaluasi segala
kedaaan dari miokard