Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Masalah kesehatan tenaga kerja erat kaitannya dengan penerapan
upaya keselamatan dan kesehatan kerja sebagai salah satu unsur dari
perlindungan tenaga kerja serta peningkatan produktivitas. Lingkungan
kerja yang kurang mendukung dapat menyebabkan seseorang mengalami
stres dan penurunan kesehatan yang dapat berakibat pada berkurangnya
konsentrasi dan produktifitas para pekerja.
Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia No.! tahun "##!
tentang ketenagakerjaan pasal $% menyebutkan bah&a setiap pekerja'buruh
mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan
kesehatan kerja guna me&ujudkan produktivitas kerja yang optimal(
produktivitas dan keselamatan kerja( serta menurunkan ketidakhadiran
karena sakit. )enaga kerja dapat terjamin kesehatan dan produktivitas
kerjanya se*ara optimal bila terdapat keseimbangan antara beban kerja(
beban tambahan akibat lingkungan kerja( serta kapasitas kerja. Beban
tambahan akibat lingkungan kerja meliputi faktor fisik( kimia( biologis( dan
psikologis.
+). M*,ermott Indonesia -+)MI. merupakan sebuah perusahaan
penyedia jasa yang bergerak di bidang /+0I -Engineering, Procurement,
Construction, and Installation. untuk fasilitas offshore industri minyak dan

gas seperti jacket, pipelines module FPSO, central processing platform


-0++.( dan lain sebagainya. 1ebagai perusahaan penyedia jasa konstruksi(
lingkungan kerja +)MI memiliki risiko kerja terhadap mun*ulnya penyakit
akibat kerja baik itu dari aktivitas pekerjaannya maupun material'bahan
yang digunakan saat melakukan aktivitas kerja.
2egiatan grinding, welding, blasting, painting adalah beberapa jenis
aktivitas yang dilakukan oleh pekerja di M*,ermott. ,imana jenis
pekerjaan tersebut memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan dan
kesehatan pekerja terutama tingkat kebisingan dan suhu kerja tinggi. 1eperti
pada kegiatan grinding dan welding risiko bahaya yang dapat mun*ul
berupa kebisingan'noise, suhu'iklim kerja yang tinggi( debu dari kegiatan
&elding'grinding itu sendiri. 3tau seperti kegiatan painting( selain paparan
debu'fume dari *at yang digunakan( suhu tempat kerja yang tinggi juga
dapat mempengaruhi kondisi pekerja.
1alah satu *ara untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan pada
pekerja di industri adalah melalui kegiatan higiene industri. 4igiene industri
itu sendiri adalah ilmu dan seni mengenai pengenalan( evaluasi dan kontrol
faktor lingkungan dan stress yang mun*ul di tempat kerja yang mungkin
menyebabkan kesakitan( gangguan kesehatan dan kesejahteraan atau
menimbulkan ketidaknyamanan pada tenaga kerja maupun lingkungan.
)ujuan utama dari higiene industri dan kesehatan kerja adalah
men*iptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif. 1elain itu kegiatan ini
bertujuan agar tenaga kerja terlindung dari berbagai ma*am resiko akibat
"
lingkungan kerja diantaranya melalui pengenalan( evaluasi( pengendalian
dan melakukan tindakan perbaikan yang mungkin dapat dilakukan
2omitmen +)MI mengenai kesehatan dan kesejahteraan pekerja
sangat erat kaitannya dengan penerapan higiene industri di perusahaan.
+elaksanaan higiene industri di +)MI ini sendiri dituangkan di dalan
kebijakan perusahaan mengenai ealth !anagement and En"ironment
!anagement yang menga*u pada 5143 1tandard "6 07R 6# 1ubpart 8
dan +ermenaker Nomor ! )ahun "# mengenai Nilai 3mbang Batas
7aktor 7isika dan 7aktor 2imia di )empat 2erja.
3tas dasar inilah( penulis tertarik untuk melakukan +raktikum
2esehatan Masyarakat -+2M. di +) M*,ermott Indonesia guna
mengetahui bagaimana implementasi pelaksanaan higiene industri dalam
menjaga dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan pekerja.
1.2. Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
,iperoleh informasi mengenai implementasi program higiene industri
dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan pekerja di
+) M*,ermott Indonesia.
1.2.2 Tujuan Khusus
. Mengetahui komitmen dan kebijakan +) M*,ermott Indonesia dalam
menerapkan program higiene industri.
!
". Mengetahui pelaksanaan kegiatan monitoring higiene industri di +)
M*,ermott Indonesia.
!. Mengetahui prosedur pelaksanaan #oise Sur"e$ dan #oise !apping dalam
upaya menentukan tingkat kebisingan suatu area kerja.
9. Mengetahui prosedur pelaksanaan eat !onitoring
:. Mengetahui tindakan dan upaya yang dilakuan untuk mengendalikan
tingkat kebisingan dan suhu kerja yang sudah melampaui N3B dalam
upaya meningkatkan performa kinerja pekerja.
1.3. Manaat
1.3.1 Bag! Mahas!s"a
3dapun manfaat dari kegiatan +raktikum 2esehatan Masayarakat di
+) M*,ermott Indonesia bagi mahasis&a adalah sebagai berikut;
. Mahasis&a mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan yang lebih
aplikatif dalam bidang Manajemen 2esehatan dan Manajemen
Lingkungan 2erja khususnya program higiene industri terutama untuk
noise sur"e$ dan heat monitoring di lingkungan kerja.
". Mahasis&a dapat terjun langsung dan menghadapi permasalahan yang
nyata di lapangan.
!. Mahasis&a mendapatkan pengalaman bekerja sehingga lebih siap
berkompetisi dalam pekerjaan.
9. Mahasis&a mampu mengembangkan sikap profesionalisme dalam
pekerjaan.
9
:. Mahasis&a menjalin hubungan langsung dengan personel di dunia kerja
dan dunia usaha sebagai bekal di kemudian hari.
1.3.2 Bag! #akultas Kesehatan Mas$arakat
. Laporan +raktikum 2esehatan Masyarakat dapat menjadi masukan bagi
fakultas dalam peningkatan kualitas pengajaran.
". )erbinanya jaringan kerjasama lingkungan pendidikan tinggi dengan
lingkungan kerja +) M*,ermott Indonesia.
!. Meningkatkan kapasitas dan kualitas pendidikan dalam menghasilkan
peserta didik yang terampil.
1.3.3 Bag! Inst!t!s! PKM %PT M&Derm'tt In('nes!a)
. Memanfaatkan pengetahuan mahasis&a( baik dalam kegiatan manajemen
maupun operasional.
". 1ebagai masukan'saran alternatif masalah atau inovasi dalam kegiatan
41/1 ,epartement +) M*,ermott yang dapat menjadi pertimbangan bagi
kemajuan perusahaan.
!. Mengembangkan kemitraan dengan 72M Universitas 1ri&ijaya dan
institusi lain yang terlibat dalam kegiatan magang baik untuk kegiatan
penelitian maupun pengembangan.
:
1.*. +aktu (an L'kas! PKM
2egiatan +raktikum 2esehatan Masyarakat dilaksanakan di +)
M*,ermott Indonesia yang berlokasi di <alan Ba&al nomor ( Batu 3mpar(
Batam( 2epulauan Riau. 2egiatan +2M berlangsung di SES %epartement(
,ivisi Industrial $giene dimulai pada tanggal : <anuari sampai $ Maret
"#9.
%