Anda di halaman 1dari 36

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Higiene Industri
2.1.1 Definisi Higiene Industri
Higiene industri adalah suatu ilmu dan seni dalam melakukan kegiatan
antisipasi, rekognisi, evaluasi, dan pengendalian terhadap faktor faktor
lingkungan atau stressor, yang timbul di atau dari tempat kerja, yang dapat
menyebabkan sakit, gangguan kesehatan dan kesejahteraan atau
ketidaknyamanan yang bearti bagi pekerja maupun warga masyarakat (Plog,
1998!
Higiene industri adalah spesialisasi ilmu higiene beserta prakteknya
yang lingkup dedikasinya adalah mengenali, mengukur dan melakukan
penilaian (evaluasi terhadap fa"tor penyebab gangguan kesehatan atau
penyakit dalam lingkungan kerja dan perusahaan! Hasil pengukuran dan
evaluasi demikian dipergunakan sebagai dasar tindakan korektif serta guna
pengembangan pengendalian yang lebih bersifat preventif terhdapa
lingkungan kerja# perusahaan (Hendra, $%1&!
'ujuan dari higiene industri adalah melindungi pekerja dan
masyarakat sekitar industri dari risiko bahaya khususnya faktor fisik,
kimiawi dan biologis yang mungkin timbul oleh karena beroperasinya suatu
proses produksi! (enurut )ndra ($%1$ objek dari higiene industri adalah
*
melindungi tenaga kerja di tempat kerja, selain itu juga melindungi tenaga
kerja dari penyakit penyakit industri!
+asaran dari higiene industri adalah faktor lingkungan dimana
dilakukan pengidentifikasian bahaya dan pengukuran agar dapat diketahui
se"ara kualitatif dan kuantitatif mengenai bahaya yang sedang di hadapi atau
yang mungkin timbul! +ehingga dapat ditentukan satu tindakan protektif
untuk mengatasi bahaya # risiko dari kegiatan industri tersebut!
,aktor lingkungan kerja yang dapat menimbulkan bahaya di tempat
kerja (occupational health hazards adalah bahaya faktor fisika, bahaya
faktor kimia, faktor biologi, faktor ergonomi dan faktor psikologi!
2.1.2 Ruang Lingkup Higiene Industri
Higiene industri se"ara garis besar terdiri dari empat ruang lingkup
kegiatan yaitu antisipasi, rekognisi, evaluasi, dan pengendalian (-./P!
0eempat ruang lingkup tersebut merupakan serangkaian aktivitas yang
sekuen atau tidak dapat di bolak1balik urutannya dalam implementasi
kegiatan higiene industri! -ktivitas -./P ini merupakan suatu siklus yang
tidak berakhir selama aktivitas suatu industri masih berlangsung (Hendra,
$%1&
8
a!"ar 2.1 Ruang Lingkup HI
Sumber : Hendra, 2013
1 -ntisipasi
-ntisipasi merupakan kegiatan untuk memprediksi potensi bahaya dan
risiko di tempat kerja! 'ahap awal dalam melakukan atau penerapan
higiene industri di tempat kerja! Hasil dari kegiatan antisipasi ini adalah
daftar potensi bahaya dan risiko yang dapat dikelompokkan berdasarkan
lokasi atau unit, kelompok pekerja, jenis potensi bahaya, serta tahapan
proses produksi! -dapun tujuan dari antisipasi adalah 2
a! (engetahui potensi bahaya dan risiko lebih dini sebelum mun"ul
menjadi bahaya dan risiko yang nyata
b! (empersiapkan tindakan yang perlu sebelum suatu proses
dijalankan atau suatu area dimasuki
"! (eminimalisasi kemungkinan risiko yang terjadi pada saat suatu
proses dijalankan atau suatu area dimasuki
3angkah langkah dalam antisipasi diantaranya sebagai berikut2
a! Pengumpulan )nformasi
9
b! +tudi literatur
"! (empelajari hasil penelitian
d! 4okumen1dokumen perusahaan
e! +urvey lapangan
f! -nalisis dan diskusi
g! 4iskusi dengan pihak terkait yang kompeten
h! Pembuatan hasil
$ .ekognisi
(erupakan serangkaian kegiatan untuk mengenali suatu bahaya lebih
detil dan lebih komprehensif dengan menggunakan suatu metode yang
sistematis sehingga dihasilkan suatu hasil yang objektif dan dapat
dipertanggung jawabkan! 'erdapat beberapa metode yang digunakan untuk
rekognisi, diantaranya2
a! Accident or Injury Report, metode ini hanya bisa dilakukan setelah
terjadi banyak kejadian ke"elakaan!
b! hysical !"amination, dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi
kronik yang mungkin disebabkan kontak dengan bahaya di tempat
kerja, pemeriksaan kesehatan pekerja harus dilakukan sebelum (pre#
employment e"amination, periodik#berkala (annual chec$#up, serta
pemeriksaan kesehatan khusus (speci%ic health e"amination!
"! !mployee &oti%ication, dimana pekerja mengetahui bahaya#risiko
yang dapat timbul dari pekerjaannya di lapangan, kemudian bahaya
tersenut disampaikan ke petugas 0& atau manajemen!
1%
d! Re'uired Inspection, inspeksi yang dilakukan seara rutin dapat
digunakan untuk mengindikasikan masalah masalah sebelum
menjadi bahaya 0& bagi pekerja!
e! (iteratur ) *iscussion +ith ,ther ro%essional, dengan melakukan
review se"ara periodik terhadap suatu masalah melalui meeting dan
training dimana suatu masalah bisa didiskusikan dengan para ahli
yang lain!
f! -al$ .hrou/h Inspection, digunakan untuk melakukan rekognisi
bahaya yang sudah jelas diketahui keberadaannya di tempat kerja!
g! Samplin/ ) Spot Inspection, biasa dilakukan untuk melakukan
rekognisi terhadap bahaya di atmosfer (air 'uality studies!
h! reliminary Hazard Analysis, pendekatan ini dilakukan pada
dimodifikasi untuk menentukan potensi bahaya yang akan timbul
pada sistem tersebut jika dioperasikan!
i! 0ault .ree Analysis, analisis pohon kesalahan, yang berawal dari
suatu kejadian, kemudian di"ari akar permasalahan atau penyebab
dasar dari kejadian tersebut!
j! 1ritical Incident .echni'ue, beberapa pekerja diinterview untuk
mendapatkan informasi tentang perilaku tidak aman (unsafe a"t
yang mungkin terjadi pada saat mereka bekerja, kemudian
dikelompokkan dan se"ara sistematik disusun area yang mempunyai
potensi bahaya dan harus dikontrol!
11
k! Re2ie+ o% rocess 0lo+s, rekognisi bahaya dengan mengevaluasi
potensi bahaya pada setiap langkah proses produksi atau langkah
kerja yang ada dari awal sampai akhir!
l! 0ailure 3ode and !%%ect, suatu teknik rekognisi bahaya dengan "ara
mengasumsikan jika terjadi kegagalan pada suatu komponen atau
elemen di dalam suatu sistem, lalu ditentukan efek atau dampak dari
kegagalan pada komponen atau elemen tersebut!
m! 4ob Sa%ety Analysis, setiap pekerjaan diuraikan dalam bentuk tas$ 5
tas$ dan komponen lain yang terlibat, dari setiap tas$ tersebut
kemudian direview untuk menentukan potensi bahaya yang mungkin
akan memajan pekerja!
4imana dalam rekognisi ini kita melakukan pengenalan dan
pengukuran untuk mendapatkan informasi tentang konsentrasi, dosis,
ukuran (partikel, jenis, kandungan atau struktur, sifat, dan sebagainya!
-dapun tujuan dari rekognisi adalah 2
a! (engetahui karakteristik suatu bahaya se"ara detil (sifat, kandungan,
efek, se2erity, pola pajanan, besaran
b! (engetahui sumber bahaya dan area yang berisiko
"! (engetahui pekerja yang berisiko
& /valuasi
1$
Pada tahap penilaian#evaluasi lingkungan, dilakukan pengukuran,
pengambilan sampel dan analisis di laboratorium! (elalui penilaian
lingkungan dapat ditentukan kondisi lingkungan kerja se"ara kuantitatif
dan terin"i, serta membandingkan hasil pengukuran dan standar yang
berlaku, sehingga dapat ditentukan perlu atau tidaknya teknologi
pengendalian, ada atau tidaknya korelasi kasus ke"elakaan dan penyakit
akibat kerja dengan lingkungannya , serta sekaligus merupakan dokumen
data di tempat kerja! 'ujuan pengukuran dalam evaluasi yaitu 2
a! 5ntuk mengetahui tingkat risiko
b! 5ntuk mengetahui pajanan pada pekerja
"! 5ntuk memenuhi peraturan
d! 5ntuk mengevaluasi program pengendalian yang sudah dilaksanakan
e! 5ntuk memastikan apakah suatu area aman untuk dimasuki pekerja
f! (engetahui jenis dan besaran ha6ard se"ara lebih spesifik
7 Pengendalian
Pengendalian yang dilakukan berdasarkan hirarki pengendalian yaitu2
a! /liminasi, merupakan upaya menghilangkan bahaya dari sumbernya
serta menghentikan semua kegiatan pekerja di daerah yang
berpotensi bahaya!
b! +ubstitusi, merupakan modifikasi proses untuk mengurangi
penyebaran debu atau asap, dan mengurangi bahaya, misalnya
dengan mengubah beberapa peralatan proses untuk mengurangi
1&
bahaya, mengubah kondisi fisik bahan baku yang diterima untuk
diproses lebih lanjut agar dapat menghilangkan potensi bahayanya!
"! )solasi, yaitu menghilangkan sumber paparan bahaya dari lingkungan
pekerja dengan menempatkannya di tempat lain atau menjauhkan
lokasi kerja yang berbahaya dari pekerja lainnya, dan sentralisasi
kontrol kamar
d! !n/ineerin/ control, merupakan pengendalian bahaya dengan
melakukan modifikasi pada faktor lingkungan selain pekerja,
misalnya dengan "ara 2
(enghilangkan semua bahaya1bahaya yang ditimbulkan!
(engurangi sumber bahaya dengan mengganti dengan bahan
yang kurang berbahaya!
Proses kerja ditempatkan terpisah!
(enempatan ventilasi lo"al#umum!
e! Adminstrati2e control, merupakan pengendalian bahaya dengan
melakukan modifikasi pada interaksi pekerja dengan lingkungan
kerja misalnya dengan pengaturan s"hedule kerja atau
meminimalkan kontak pekerja dengan sumber bahaya
f! -lat Pelindung 4iri (-P4, alat pelindung diri diklasifikasikan
berdasarkan target organ tubuh yang berpotensi terkena risiko
bahaya!
17
2.1.# Pr$gra! Higiene Industri
1! Pemeliharaan tempat dan lingkungan kerja yang mendukung
efisiensi dan produktifitas serta kenyamanan kerja!
$! Penyerasian pekerjaan dan lingkungan kerja terhadap faktor
manusia#pekerja serta penerapan "ara bekerja yang memenuhi syarat
keselamatan, kesehatan, higiene industri dan ergonomi!
&! Pelaksanaan program kedokteran1kesehatan kerja (promotif,
preventif, kuratif dan rehabilitatif sebagai perwujudan upaya
kedokteran1kesehatan yang komprehensif antara lain2 pelaksanaan
pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sebelum bekerja, pra
penempatan, alih tugas, pas"a pelaksanaan suatu tugas, berkala, dan
saat memasuki masa pensiun!
7! Pemberian trainin/, penyuluhan, pendidikan dan penerangan
mengenai hubungan kesehatan dengan eisiensi dan produktifitas
kerja, serta upaya agar terhindar dari ke"elakaan kerja dan penyakit
akibat kerja!
8! 5paya kuratif (P&0, pengobatan, perawatan, dan rehabilitasi medis
yang dapat mengurangi se"ara kuantitatif dan kualitatif absenteisme
dan ke"a"atan akibat kerja!
9! Pengumpulan dan analisis data hubungan tingkat kesehatan dan
produktifitas tenaga kerja dan juga produktifitas perusahaan atas
dasar angka sakit, absenteisme, tingkat keparahan penyakit dan
ke"elakaan serta hasil pelaksanaan kerja!
18
*! Pen"egahan terhadap pen"emaran lingkungan sebagai akibat
beroperasinya industri atau juga kegiatan lainnya!
2.2. Ke"isingan
2.2.1 Definisi Ke"isingan
0ebisingan adalah semua suara yang tidak dikehendaki yang
bersumber dari alat1alat proses produksi dan#atau alat1alat kerja yang pada
tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran
(Permenakertrans :o 1& 'ahun $%11, :ilai -mbang ;atas ,aktor ,isika
dan 0imia di 'empat 0erja!
+e"ara fisik bising merupakan gabungan berbagai ma"am bunyi
dengan berbagai frekuensi yang sebagian besar hampir tidak mempunyai
periodisitas! (eskipun demikian komponen bising dapat diukur serta
dianalisis se"ara khusus! +e"ara fisiologik, akustik dan elektronik bising
adalah sinyal yang kadang1kadang tidak mempunyai arti atau tidak berguna
dengan intensitas yang berubah se"ara a"ak setiap saat (;ashiruddin, $%%9!
;ising mempunyai satuan frekuensi atau jumlah getar per detik yang
dituliskan dalam Hert6, dan satuan intensitas yang dinyatakan dalam desibel
(d;! ;erkaitan dengan pengaruhnya terhadap manusia, bising mempunyai
satuan waktu atau lama pajanan yang dinyatakan dalam jam perhari atau
jam per minggu!
4i lingkungan industri, bising dapat berupa bising kontinu
berspektrum luas dan menetap (steady +ide band noise6 dengan batas
19
amplitudo kurang lebih 8 d; untuk periode waktu %,8 detik! <ontohnya
suara mesin, suara kipas angin dan lain 1 lain! ;ising kontinu dapat juga
berspektrum sempit dan menetap (steady narro+ band noise misalnya
bunyi gergaji sirkuler, bunyi katup gas dan lain1lain! ;ising terputus putus
(intermitten noise yaitu bising yang tidak berlangsung terus1menerus
melainkan ada periode relatif berkurang, "ontohnya bunyi pesawat terbang
dan bunyi kendaraan yang lalu lintas di jalan! ;ising karena pukulan kurang
dari %,1 detik (impact noise atau bunyi pukulan berulang (repeated impact
noise! ;ising dapat juga berasal dari ledakan tunggal (e"plosi2e noise!
;ising jenis itu memiliki perubahan tekanan bunyi melebihi 7% d; dalam
waktu sangat "epat dan biasanya mengejutkan pendengarnya! <ontoh bunyi
ledakan, ialah tembakan senapan atau meriam! =enis bising lain adalah
ledakan berulang (repeated e"plosi2e noise, "ontohnya mesin tempa di
perusahaan! ;ising dapat terdengar datar atau berfluktuasi (;ashiruddin,
$%%9!
2.2.2 Su!"er Ke"isingan di Te!pat Ker%a
+umber kebisingan di industri pada umumnya berhubungan dengan
penggunaan alat # mesin untuk peningkatan mekanisme dan produktivitas
kerja! Hal inilah yang memi"u meningkatnya intensitas kebisingan! (enurut
;udiono dalam >udha ($%11 pekerjaan pekerjaan yang menimbulkan
bising dengan intensitas tinggi umumnya terdapat di pabrik tekstil (+ea2in/,
spinnin/, pabrik Pembangkit 3istrik (P3'5, P3'?, dan lain1lain yang
1*
mempunyai mesin dengan tingkat kebisingan yang tinggi seperti mesin
turbin, generator, dan sebagainya! +umber kebisingan dapat dibagi dalam
tiga jenis sumber 2
1! (esin
+umber kebisingan yang berasal dari mesin dapat diakibatkan oleh
suara mesin dan getaran mesin yang disebabkan dudukan#bantalan mesin
yang kurang sempurna oleh karena itu perlu adanya pengendalian
kebisingan! +uara mesin sangat ditentukan oleh beberapa hal yaitu jumlah
silinder, putaran motor, berat jenis motor, dan usia mesin!
$! !'uipments (Peralatan 0erja
0ebisingan yang timbul akibat penggunaan peralatan kerja untuk
proses kerja! +uara timbul akibat tumbukan#benturan peralatan kerja yang
pada umumnya terbuat benda keras#logam!
37 Air or 8as 0lo+
-liran udara atau gas mengakibatkan gesekan dan tekanan yang
mengakibatkan timbulnya suara#kebisingan! ;erdasarkan sumbernya
kebisingan dapat dikategorikan sebagai berikut2 i6 electric motor9 ii6
compressor ) en/ines9 iii6 /ear bo"9 i26 blo+er ) %ans9 26 pumps9 2i6 /as
) steam turbines9 :6 control 2al2e, %lo+ meter, pipin/ system9 ;6 steam
ejector ) condensers7
18
2.2.# angguan Ke"isingan di Te!pat Ker%a
)ntensitas kebisingan yang tinggi dan melebihi :-; mempunyai efek
yang merugikan kepada daya kerja meliputi (>uliando, $%1$ 2
1! ?angguan 0omunikasi
?angguan komunikasi biasanya disebabkan mas$in/ e%%ect (bunyi
yang menutupi pendengaran yang kurang jelas atau gangguan kejelasan
suara! 0omunikasi pembi"araan harus dilakukan dengan "ara berteriak!
?angguan ini menyebabkan terganggunya pekerjaan, sampai pada
kemungkinan terjadinya kesalahan karena tidak mendengar isyarat atau
tanda bahaya! ?angguan komunikasi ini se"ara tidak langsung
membahayakan keselamatan seseorang!
$! ?angguan 0eseimbangan
;ising yang sangat tinggi dapat menyebabkan kesan berjalan di ruang
angkasa atau melayang, yang dapat menimbulkan gangguan fisiologis
berupa kepala pusing (vertigo atau mual1mual!
&! ?angguan Psikologis
?angguan psikologis dapat berupa rasa tidak nyaman, kurang
konsentrasi, susah tidur, dan "epat marah! ;ila kebisingan diterima dalam
waktu lama dapat menyebabkan penyakit psikosomatik berupa
gastritis,jantung, stres, kelelahan dan lain1lain!
7! ?angguan ,isiologis
Pada umumnya, bising bernada tinggi sangat mengganggu, apalagi
bila terputus1putus atau yang datangnya tiba1tiba! ?angguan dapat berupa
19
peningkatan tekanan darah (@ 1% mmHg, peningkatan nadi, konstriksi
pembuluh darah perifer terutama pada tangan dan kaki, serta dapat
menyebabkan pu"at dan gangguan sensoris! ;ising dengan intensitas
tinggi dapat menyebabkan pusing#sakit kepala! Hal ini disebabkan bising
dapat merangsang situasi reseptor vestibulardalam telinga dalam yang
akan menimbulkan evek pusing#vertigo! Perasaan mual, susah tidur dan
sesak nafas disebabkan oleh rangsangan bising terhadap sistem saraf,
keseimbangan organ, kelenjar endokrin, tekanan darah, sistem pen"ernaan
dan keseimbangan elektrolit!
8! /fek pada Pendengaran
Pengaruh utama dari bising pada kesehatan adalah kerusakan pada
indera pendengaran, yang menyebabkan tuli progresif dan efek ini telah
diketahui dan diterima se"ara umum dari 6aman dulu! (ula1mula efek
bising pada pendengaran adalah sementara dan pemulihan terjadi se"ara
"epat sesudah pekerjaan di area bising dihentikan! -kan tetapi apabila
bekerja terus1menerus di area bising maka akan terjadi tuli menetap dan
tidak dapat normal kembali, biasanya dimulai pada frekuensi 7%%% H6 dan
kemudian makin meluas kefrekuensi sekitarnya dan akhirnya mengenai
frekuensi yang biasanya digunakan untuk per"akapan!
2.2.& Ni'ai A!"ang Batas (NAB) Ke"isingan
:ilai ambang batas kebisingan di tempat kerja adalah intensitas
suara tertinggi yang merupakan nilai rata1rata, yang masih dapat diterima
$%
tenaga kerja tanpa mengakibatkan hilangnya daya dengar yang menetap
untuk waktu kerja terus menerus tidak lebih dari 8 jam sehari dan 7% jam
seminggu! (enurut Permenakertrans :omor 1& 'ahun $%11 bahwa nilai
ambang batas kebisingan di tempat kerja adalah 88 d; selama pemaparan 8
jam berturut 1 turut!
Ta"e' 2.1 Ni'ai A!"ang Batas
$1
*aktu Pe!aparan +Hari
Intensitas Ke"isingan
(dBA)
8
=am
88
7 88
$ 91
1 97
&%
(enit
9*
18 1%%
*!8 1%&
&!*8 1%9
1!88 1%9
%!97 11$
$8!1$
4etik
118
17!%9 118
*!%& 1$1
&!8$ 1$7
1!*9 1$*
%!88 1&%
%!77 1&&
%!$$ 1&9
%!11 1&9
Sumber : ermena$ertrans &omor 13 .ahun 2011
+edangkan nilai ambang batas kebisingan di lingkungan kerja menurut
-<?)H (American 1on%erence o% 8o2ernmental Industrial Hy/ienists dan
A+H- dapat dilihat pada tabel $!& berikut 2
Ta"e' 2.2 Ni'ai A!"ang Batas
Duration Per Day
(Hours)
Sound Level (dBA)
A,IH -SHA
19 8$ 88
8 88 9%
7 88 98
$ 91 1%%
1 97 1%8
%!8 9* 11%
%!$8 1%% 118
%!1$8 1%& 111
Sumber : A18IH (American 1on%erence o% 8o2ernmental Industrial
Hy/ienists, ,SHA
2.2.. Pengukuran Ke"isingan
(enurut +tandar :asional )ndonesia (+:) *$&12$%%9 metoda
pengukuran intensitas kebisingan di tempat kerja dilakukan dengan
menggunakan alat Sound (e2el 3eter (+3(! 'ingkat tekanan bunyi diukur
dengan alat sound le2el meter yang mempunyai kelengkapan 3eB - dengan
$$
rentang waktu tertentu pada pembobotan waktu +! 'ekanan bunyi
menyentuh membran mikrofon pada alat, sinyal bunyi diubah menjadi
sinyal listrik dilewatkan pada filter pembobotan (+ei/htin/ net+or$, sinyal
dikuatkan oleh amplifier diteruskan pada layar hingga dapat terba"a tingkat
intensitas bunyi yang terukur! +ebelum mengukur tingkat intensitas
kebisingan di tempat kerja harus dikalibrasi terlebih dahulu!
4alam melakukan pengukuran kebisingan, pengaruh meteorologi
dan lingkungan akan mempengaruhi hasil pengukuran, faktor faktor
tersebut diantaranya 2
1! -ind Screen # Pelindung -ngin, melindungi mikropon dari pengaruh
angin dan debu!
$! 0elembapan, tingkat kelembaban lingkungan kerja sampai dengan
9%C dapat ditoleransi dan tidak menimbulkan efek pada perekaman
bunyi, namun demikian, alat harus dijaga ketika kondisi hujan atau
berkabut agar pori1pori pada +ind screen tidak tertutupi oleh air atau
endapan bahan kontaminan lain!
&! 'emperatur, pada umumnya alat ukur intensitas kebisingan didesain
pada rentang suhu operasi 11%< sampai dengan 8%<, untuk
menghindari terjadinya kondensasi pada mikropon alat harus dijaga
kondisinya dari perubahan temperatur se"ara mendadak!
7! 'ekanan -tmosfer, pengaruh variasi tekanan atmosfer sebesar @ 1%C
pada sensitivitas mikrofon dapat ditoleransi! :amun, pengukuran
intensitas kebisingan pada ketinggian yang dapat mempengaruhi
$&
sensitivitas mikropon, maka harus dilakukan kalibrasi pada tempat di
ketinggian tersebut!
8! (edan magnet, pengaruh dari elektrostatis dan medan magnet
terhadap mikropon diabaikan!
9! ?etaran, alat ukur dilengkapi dengan bahan peredam getaran untuk
mengurangi pengaruh perekaman bunyi pada mikropon untuk
pengukuran di lingkungan dengan getaran tinggi!
-dapun langkah langkah pengukuran dalam pengambilan data
adalah sebagai berikut 2
1! (elakukan kalibrasi pada sound le2el meter, berdasarkan standar
-:+) +) 7%11987 dan )/< 97$2 1988 sound le2el meter harus
dikalibrasi terlebih dahulu! 0alibrasi dilakukan dengan memilih 97
atau 117 d; dan $89 atau 1%%% H6 untuk verifikasi +ei/htin/ %ilter
dan (1 d; attenuator!
$! Sound le2el meter setelah dikalibrasi dengan set time konstans D%ast<,
-1+ei/htin/ %ilter, ran/e treshold 8%117% d;-, run time untuk
pengukuran kebisingan (3eB, 3min, 3maE!
&! (enentukan samplin/ point, ditentikan mulai dari titik bising
(source sampai lingkungan kerja (+or$ area dengan level
kebisingan minimal 8% d;-! .adius yang dipakai @ 8m dari sumber
dan dari satu titik pengukuran ke titik yang lain, pengukuran
dilakukan dimulai dari titik sumber dan menjauh sampai akhir +or$
area atau lokasi dengan intensitas kebisingan sebesar *8 d;-!
$7
7! (enentukan run time, pemilihan run time biasanya adalah 1 menit
dimana dengan waktu tersebut sudah mampu mewakili pengukuran
kebisingan yang sifatnya fluktuatif! 4ata level kebisingan yang
sudah diambil tersebut langsung di"atat pada report noise
measurement dan juga dapat direkam dalam internal memori yang
dapat di print out7
8! 3apin/, data data hasil pengukuran level kebisingan di +or$ area
selain di"atat juga perlu dibuatkan map dan kontur kebisingan!
2.2./ Upa0a Pengenda'ian Ke"isingan
1! !n/ineerin/ control, pengendalian se"ara teknik di sumber suara
adalah "ara yang paling efektif untuk mengurangi tingkat kebisingan!
>ang harus dikendalikan pertama 1 tama adalah sumber suara terkeras!
Pengendalian teknik dilakukan dengan "ara2
a! (endesain kembali peralatan untuk mengurangi ke"epatan atau
benturan dari benda yang bergerak, memasang peredam pada lubang
pemasukan dan pembuangan, mengganti peralatan yang lama dengan
peralatan yang baru yang mempunyai desain yang lebih baik!
b! (erawaat peralatan dengan baik, mengganti bagian yang aus dan
memberikan pelumas pada bagian yang bergerak!
$8
"! (engisolasi peralatan dengan menjauhkan dari pekerja atau
menutupi!
d! (emasang peredam dengan bantalan karet agar bunyi yang
ditimbulkan oleh getaran dan bagian logam dapat dapat dikurangi
dengan mengurangi ketinggian dari tempat barang yang jatuh ke bak
atau ban berjalan!
e! ;ahan penyerap bunyi dapat digantung di tempat kerja untuk
menyerap bunyi di tempat tersebut
$! Administrati2e control, dilakukan dengan "ara2
a! (elakukan shift kerja
b! (engurangi waktu kerja
"! (elakukan training
&! -lat pelindung diri, pemakaian alat pelindung diri merupakan pilihan
terakhir yang harus dilakukan! -lat pelindung diri yang dipakai harus
mampu mengurangi kebisingan hingga men"apai level 'F- atau kurang
dari itu, yaitu 88 d;-! 'erdapat tija jenis -P4 pendengaran yaitu
earplu/ (mengurangi kebisingan 81&% d;-, earmu%% (mengurangi
kebisingan $817% d;-, dan helmet (mengurangi kebisingan 7%18%
d;-!
2.#. Ik'i! Ker%a
2.#.1 Definisi Ik'i! Ker%a
$9
)klim kerja adalah hasil perpaduan antara suhu, kelembaban,
ke"epatan gerakan udara dan panas radiasi dengan tingkat pengeluaran
panas dari tubuh tenaga kerja sebagai akibat pekerjaannya, yang
dimaksudkan dalam peraturan ini adalah iklim kerja panas (Permenakertrans
:o 1& 'ahun $%11, :ilai -mbang ;atas ,aktor ,isika dan 0imia di 'empat
0erja!
)klim kerja adalah faktor1faktor thermis dalam lingkungan kerja yang
dapat mempengaruhi kesehatan manusia! hasil perpaduan antara suhu,
kelembaban, ke"epatan gerakan udara dan panas radiasi (+:) 191*%911
$%%7, pengukuran iklim kerja (panas dengan parameter indeks suhu basah
dan bola). ;erikut adalah beberapa istilah terkait dengan iklim kerja 2
1! +uhu ;asa -lami (&atural -et =ulb .emperature, merupakan suhu
penguapan air yang pada suhu yang sama menyebabkan terjadinya
keseimbangan uap air di udara, suhu ini diukur dengan termometer
basah alami dan suhu tersebut lebih rendah dari suhu kering
$! +uhu 0ering (*ry =ulb .emperature, merupakan suhu udara yang
diukur dengan termometer suhu kering
&! +uhu ;ola (8lobe .emperature, merupakan suhu yang diukur
dengan menggunakan termometer suhu bola yang sensornya
dimasukkan dalam bola tembaga yang di"at hitam, sebagai indikator
tingkat radiasi
7! )ndeks +uhu ;ola ;asah (-et =ulb 8lobe .emperature Inde",
merupakan parameter untuk menilai tingkat iklim kerja yang
$*
merupakan hasil perhitungan antara suhu kering, suhu basah alami
dan suhu bola
;erdasarkan beberapa definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa
iklim kerja adalah kombinasi dari suhu udara, kelembapan udara, ke"epatan
gerak angin, dan suhu radiasi!
2.#.2 1a2a! Ik'i! Ker%a
1. Ik'i! Ker%a Panas
)klim kerja panas merupakan meteorologi dari lingkungan kerja yang
dapat disebabkan oleh gerakan angin, kelembaban, suhu udara, suhu radiasi
dan sinar matahari (;udiono, $%%8!
)klim kerja yang terlalu tinggi akan menghasilkan tekanan panas atau
yang sering lebih dikenal heat stress! Heat stress adalah ketika terdapat
suatu pekerjaan yang berhubungan dengan temperatur udara yang tinggi,
radiasi dari sumber panas, kelembaban udara yang tinggi, pajanan langsung
dengan benda yang mengeluarkan panas, atau aktifitas fisik se"ara terus
menerus yang mempunyai potensi tinggi untuk menimbulkan tekanan panas!
(A+H-!
Heat stress addalah keseluruhan beban panas yang diterima tubuh
yang merupakan kombinasi dari kerja fisik, faktor lingkungan (suhu udara,
tekanan uap air, pergerakan udara, perubahan panas radiasi dan faktor
pakaian!
Heat stress ini akan berdampak terhadap terjadinya 2
$8
a! Heat stro$e2 ?ejala heat stress yang paling parah! ;er"irikan suhu
tubuh yang meningkat se"ara tiba1tiba hingga 1%9 ,, tidak sadarkan
diri dan sakit kepala! Pertolongan yang dapat dilakukan adalah
berbaring di tempat dingin, diberi minuman dan mendatangkan tim
medis!
b! Heat cramps 2 ?ejala heat stress yang menyerang otot manusia!
4isebabkan sebagian besar karena hilangnya mineral1mineral tubuh
akibat panas! ?ejalanya adalah kram otot dan sampai tidak sadarkan
diri! Pertolongan yang dapat dilakukan adalah mengistirahatkan
penderita dan men"ari bantuan medis
"! Heat Syncope 2 -kibat seseorang tidak dapat menyesuaikan diri
dengan suatu kondisi lingkungan yang panas se"ara tiba1tiba!
?ejalanya adalah keringat dingin, pu"at hingga kehilangan
kesadaran! Pertolongan yang dapat dilakukan adalah segera
membawa penderita ke lingkungan yang lebih sejuk dan "ari bantuan
medis
d! Heat Rash 2 adanya suatu keadaan pada kulit akibat panas! ?ejalanya
seperti kulit yang menjadi kemerahan, bentol1bentol, gatal1gatal!
Pertolongan yang dapat dilakukan adalah dengan beristirahat di
tempat yang lebih sejuk!
2. Ik'i! Ker%a Dingin
Pengaruh suhu dingin dapat mengurangi effisiensi dengankeluhan
kaku atau kurangnya koordinasi otot! +edangkan pengaruh suhu ruangan
$9
sangat rendah terhadap kesehatan dapat mengakibatkan penyakit yang
terkenal yang disebut dengan chilblains, trench %oot dan %rostbite!
Pen"egahan terhadap gangguan kesehatan akibat iklim kerja suhu
dingin dilakukan melalui seleksi pekerja yang GfitH dan penggunaan pakaian
pelindung yang baik! 4isamping itu, pemeriksaan kesehatan perlu juga
dilakukan se"ara periodik (;udiono, $%%8!
2.#.# K$nsep Pengukuran Ik'i! Ker%a
Pengukuran iklim lingkungan kerja dilakukan dengan mengukur
komponen temperatur yang terdiri dari suhu kering, suhu basah alami, dan
suhu radiant! 4isamping itu juga perlu dilakukan pengukuran terhdap
kelembaban udara relatif dan ke"epatan angin! )klim lingkungan kerja
umumnya dinyatakan dengan indeks Fet ;ulb ?lobe 'emperature (F;?'
atau dikenal juga dengan )ndeks +uhu ;asah dan ;ola ()+;;! Pengukuran
iklim lingkungan kerja bertujuan untuk2
1! (engetahui besaran temperatur lingkungan! 5mumnya dalam satuan
derajat <el"ius!
$! (engetahui sumber panas dan area kerja yang berisiko terhadap
pajanan panas!
&! (engetahui pekerja yang berisiko terhadap pajanan panas.
Pada umumnya alat yang digunakan untuk mengukur iklim
lingkungan kerja bersifat direct readin/ instrument! Pengukuran iklim
lingkungan kerja biasanya digunakan alat sebagai berikut2
&%
1! +uhu 0ering (*ry =ulb>Air .emperature
Pengukuran suhu kering dilakukan dengan menggunakan
termometer yang terdiri dari termometer yang berisi "airan ?li'uid#in#
/lass thermometer6, thermocouples, termometer resisten ?resistance
thermometer6!
$! +uhu ;asa -lami dan ;ola (&atural -et =ulb .emperature
Pengukuran suhu basah alami dilakukan dengan menggunakan
termometer yang dilengkapi dengan kain katun yang basah! 5ntuk
mendapatkan pengukuran yang akurat, maka sebaiknya menggunakan
kain katun yang bersih serta air yang sudah disuling (distilasi!
&! +uhu .adian ?Radiant>8lobe .emperature6
+uhu radian diukur dengan menggunakan bla"k /lobe thermometer!
'ermometer dilengkapi dengan bola tembaga diameter 18 "m yang
di"at berwarna hitam untuk menyerap radiasi infra merah! =enis
termometer untuk mengukur suhu radian yang paling sering digunakan
adalah @ernon 8lobe .hermometer yang mendapat rekomendasi dari
:)A+H!
7! 0elembaban relatif ?Relati2e Humidity6
Pengukuran kelembaban udara penting dilakukan karena
merupakan salah satu faktor kun"i dari iklim yang mempengaruhi
proses perpindahan panas dari tubuh dengan lingkungan melalui
evaporasi! 0elembaban yang tinggi akan menyebabkan evaporasi
menjadi rendah! -lat yang umum digunakan untuk mengukur
&1
kelembaban udara adalah hy/rometer atau psychrometer yang bersifat
direct readin/! -lat ini mempunyai sensitivitas yang rendah khususnya
pada suhu diatas 8%< dan kelembaban relatif di bawah $%C!
8! 0e"epatan -ngin
0e"epatan angin sangat penting perannya dalam proses pertukaran
panas antara tubuh dan lingkungan khususnya melalui proses konveksi
dan evaporasi! 0e"epatan angin umumnya dinyatakan dalam %eet per
minute (fpm atau meter per second (m#se"! 0e"epatan angin diukur
dengan menggunakan anemometer! 'erdapat dua jenis anemometer
yaitu2 a 2ane anemometer dan b thermoanemometer7
a!"ar 2.2 Pera'atan Pengukuran ISBB
&$
Sumber : ?S&I 1A#:0A1#200B, en/u$uran i$lim $erja ?panas6 den/an
parameter inde$s suhu basah dan bola)
+eiring dengan perkembangan teknologi, alat pengukuran iklim kerja
pun semakin berkembang! +alah satunya adalah Cuestemp, yaitu suatu alat
digital untuk mengukur tekanan panas dengan parameter )ndek +uhu ;ola
;asah ()+;;! -lat ini dapat mengukur suhu basah, suhu kering dan suhu
radiasi! Pengukuran tekanan panas di lingkungan kerja dilakukan dengan
meletakkan alat pada ketinggian 1,$ m (&,& kaki bagi tenaga kerja yang
berdiri dan %,9 m ($ kaki bila tenaga kerja duduk dalam melakukan
pekerjaan! Pada saat pengukuran reservoir (tandon termometer suhu basah
diisi dengan a'uadest dan waktu adaptasi alat 1% menit!
a!"ar 2.# Questemp
&&
+umber 2 33 ,ccupational Health and !n2ironmental Sa%ety *i2ision 33
.3
CD!S.emp Heat Stress 3onitors, Cuic$ Start 8uide
2.#.& 1et$de Pengukuran Ik'i! Ker%a
1. Penentuan Titik Pengukuran
5ntuk menentukan titik pengukuran temperatur lingkungan, maka
beberapa hal yang harus diperhatikan adalah2
a! Pada area yang dijadikan titik sampling diduga se"ara kualitatif atau
penilaian se"ara profesional (pro%essional jud/ment
mengindikasikan adanya kemungkinan terjadinya tekanan panas
karena adanya sumber panas atau terpajan panas!
b! -danya keluhan subyektif yang terkait dengan kondisi panas di
tempat kerja!
"! Pada area tersebut terdapat pekerja yang melaksanakan pekerjaan
dan berpotensi mengalami tekanan panas!
4ari tiga alasan di atas, adanya pekerja yang melaksanakan pekerjaan
dan berpotensi mengalami tekanan panas merupakan alasan yang penting
untuk layak atau tidaknya suatu area dijadikan sebagai titik pengukuran!
+uatu lingkungan kerja yang mempunyai sumber panas dan#atau terpajan
panas bukan prioritas untuk diukur apabila di area tersebut tidak ada pekerja
yang bekerja dan berpotensi untuk mengalami tekanan panas!
-spek lain yang harus diperhatikan adalah jumlah titik pengukuran!
'idak ada formula yang baku untuk menentukan berapa jumlah titik
pengukuran pada suatu area yang mempunyai panas yang tinggi! +e"ara
&7
umum jumlah titik pengukuran dipengaruhi oleh jumlah sumber panas dan
luas area yang terpajan panas yang mana terdapat aktivitas pekerja di area
tersebut! +e"ara pro%essional jud/ment kita boleh saja menetapkan setiap
area dengan luas 8 E 8 meter diwakili oleh 1 (satu titik pengukuran! :amun
pendekatan yang umum digunakan untuk menentukan suatu titik
pengukuran adalah area yang panas yang merupakan 6ona aktivitas dan
pergerakan pekerja selama bekerja di area tersebut! +elama kita yakin
bahwa semua area kerja yang mempunyai indikasi menyebabkan tekanan
panas pada pekerja sudah diukur, maka jumlah titik pengukuran yang
diperoleh dianggap "ukup!
2. La!an0a Pengukuran
;erdasarkan +:)1 191*%911$%%7 tentang Pengukuran iklim kerja
(panas dengan parameter indeks suhu basah dan bola tidak dijelaskan
berapa pengukuran dilakukan pada setiap titik pengukuran! +:)1191*%911
$%%7 hanya menyatakan bahwa pengukuran dilakukan sebanyak & kali
selama 8 jam kerja, yaitu pada awal shift, tengah shift, dan di akhir shift!
(enurut A+H- 'e"hni"al (anual lama pengukuran indeks F;?'
dapat dilakukan se"ara kontinyu (selama 8 jam kerja atau hanya pada
waktu1waktu paparan tertentu! Pengukuran seharusnya dilakukan dengan
periode waktu minimal 9% menit! +edangkan untuk pajanan yang terputus1
putus minimal selama 1$% menit!
#. Langka3 Pengukuran (,$nt$3 !enggunakan Questemp 34)
&8
a!'ahap persiapan
Peralatan yang harus dipersiapkan antara lain2 Iuestemp &7, tripod
kamera, aBuadest, kain katun, dan baterai yang sesuai!
Pastikan alat dalam kondisi baik dan berfungsi dengan benar serta
masih dalam masa kalibrasi, terutama Iuestemp &7!
Periksa apakah daya baterai pada alat masih memadai! 3ihat
petunjuk pada buku manual alat tentang minimal daya baterai yang
diperkenankan!
3akukan kalibrasi internal dengan alat kalibrasi yang tersedia!
Pastikan bahwa perbedaan pemba"aan dengan ukuran pada
kalibrasi tidak lebih dari %,8!
0emudian lakukan pengaturan pada alat dengan mengikuti petunjuk
pada buku manual! ;eberapa aspek yang diatur adalah2 tanggal,
waktu, bahasa, satuan pengukuran, logging rate, heat indeE!
Pastikan bahwa semua pengaturan sesuai dengan ketentuan!
Pasang alat pada tripod kamera dan bawa alat ke lokasi atau titik
pengukuran!
b! 'ahap pengukuran
3etakkan alat pada titik pengukuran dan sesuaikan ketinggian
sensor dengan kondisi pekerja, lihat buku manual!
;uka tutup termometer suhu basah alami dan tutup ujung
termometer dengan kain katun yang sudah disediakan! ;asahi kain
katun dengan aBuadest se"ukupnya sampai pada wadah tersedia
&9
"ukup aBuadest untuk menjamin agar termometer tetap basah
selama pengukuran!
:yalakan alat dan biarkan alat selama beberapa menit untuk proses
adaptasi dengan kondisi titik pengukuran! Faktu untuk adaptasi
terdapat pada manual!
+etelah melewati masa adaptasi, aktifkan tombol untuk logging atau
proses penyimpanan data dan data temperatur lingkungan akan
disimpan di dalam memori alat berdasarkan kelipatan waktu yang
digunakan (logging rate! Faktu pengukuran mulai dihitung sejak
proses logging berjalan!
;iarkan alat di titik pengukuran sesuai dengan waktu pengukuran
yang diinginkan! ;ila telah selesai, non aktifkan fungsi logging dan
kemudian alat bisa pindah ke titik pengukuran yang lain atau data
yang ada sudah bisa dipindahkan ke komputer atau di "etak#print!
;ila pengukuran dilanjutkan ke titik pengukuran yang lain tanpa
harus melakukan pemindahan data, maka langkah pengukuran
diulang dari langkah ketiga!
"! 'ahap +etelah Pengukuran, setelah melakukan pengukuran maka data
hasil pengukuran dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai
berikut 2
5ntuk 3ingkungan 0erja ,utdoor
&*
)+;; J %,* +;- K %,$ +; K %,1 +0
5ntuk 3ingkungan 0erja Indoor
5ntuk Pengukuran )ntermitten
d! )nterpretasi Hasil Pengukuran, setelah diperoleh hasil pengukuran
temperatur lingkungan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan
analisis dengan membandingkan hasil pengukuran dengan standar
dan peraturan yang berlaku! +tandar yang digunakan adalah +tandar
pajanan temperatur di tempat kerja menga"u pada Permenakertrans
:o 1& 'ahun $%11, :ilai -mbang ;atas ,aktor ,isika dan 0imia di
'empat 0erja! +elain itu juga bisa menga"u pada '3LMs dan ;/)
dari -<?)H! 5ntuk melakukan analisis perbandingan, maka selain
data hasil pengukuran temperatur lingkungan, data lain yang juga
harus dimiliki adalah2
4ata tentang beban kerja dan metabolic rate!
4ata tentang jenis pakaian kerja yang digunakan
4ata tentang +or$ and reco2ery cycle!
Ta"e' 2.# Ni'ai A!"ang Batas Ik'i! Ker%a
&8
)+;; J %,* +;- K %,& +0
)+;; rata rata J ()+;;
1
(t
1
K ()+;;
$
(t
$
K !!!K ()+;;
n
(t
n

t
1
K t
$
K !!!!!!!!! K t
n
Sumber: ermena$ertrans &o 13 .ahun 2011
Ta"e' 2.& Paparan Panas *BT 0ang Diperkenankan Se"agai NAB
Sumber: A18IH, 200:
Ta"e' 2..a General Heat Stress Index
&9
Ta"e' 2.." General Heat Stress Index
7%
+umber 2 (&ational ,ceanic and Atmospheric Adminstration, D7S7
*epartement o% 1ommerce6
<atatan 2
a! ;eban kerja ringan membutuhkan kalori sampai $%% 0kal#jam
b! ;eban kerja sedang membutuhkan kalori N $%%1&8% 0kal#jam
"! ;eban kerja berat membutuhkan kalori N &8%18%% 0kal#jam
2.#.. Upa0a Pengenda'ian Ik'i! Ker%a Panas
1! Pengendalian +e"ara 5mum
a! 'raining (pendidikan#latihan, merupakan pendidikan atau pelatihan
bagi "alon tenaga kerja sebelum ditempatkan yang dilaksanakan
se"ara berkala (periodik!
b! Pengendalian tekanan panas melalui penerapan hygiene! >ang
dimaksud adalah tindakan1tindakan yang diambil oleh perorangan
untuk mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh panas!
$! Pengendalian +e"ara 0husus
a! Pengendalian se"ara teknis, "ara ini men"akup 2
71
(engurangi beban kerja!
(enurunkan suhu udara
(enurunkan kelembaban udara!
(enurunkan panas radiasi!
&! Pengendalian se"ara administrative, adalah perubahan "ara kerja
yang dilakukan dalam upaya untuk membatasi resiko pemajanan!
7! Perlindungan perorangan, adalah suatu "ara pengendalian yang
dilaksanakan perorangan (setiap pekerja! 5ntuk tekanan panas,
perlindungan perorangan terutama berupa suatu pakaian pendingin,
namun juga dapat termasuk pakaian yang dapat memantulkan panas
radiasi yang tinggi dalam lingkungan tempat kerja panas!
7$