Anda di halaman 1dari 17

VITILIGO

Vitiligo adalah hipomelanosis idiopatik


didapat ditandai dengan adanya makula
putih yang meluas. Dapat mengenai
seluruh bagian tubuh yang mengandung
melanosit, misalnya rambut, mata (FKI,
!""#$.

%pidemiologi

Insiden yang dilaporkan bervariasi antara 0,1


sampai 8,8%. Dapat mengenai semua ras dan
kelamin. Awitan terbanyak sebelum umur 20
tahun. Ada pengaruh aktor genetik. !ada
penderita vitiligo, "% akan mempunyai anak
dengan vitiligo. #iwayat keluarga vitiligo bervariasi
antara 20$%0% &'()I, 200*+.
%tiologi
&enyebab tidak diketahui,
biasanya didapat (akuisita$ kendati
dapat pula bersi'at 'amilial
(autosom dominan$. Kemungkinan
kelainan ini memiliki dasar
imunologi, neurokimia, krisis
emosi dan trauma 'isis (Ko(alak,
).&. et al, !"**, hal #"+$
&,TOG%-%.I.
/ 0ipotesis autoimun 1 adanya hubungan
antara 2itiligo dengan tiroiditis hashimoto,
anemia pernisiosa, dan hipoparatiroid
/ 0ipotesis neurohumoral 1 melanosit
terbentuk dari neuralcrest, maka diduga
'aktor neural berpengaruh
/ ,utositotoksik
/ &a3anan terhadap kimia(i 1
Depigmentasi kulit dapat ter3adi
terhadap pa3anan mono benzil
eter hidrokinon dalam sarung
tangan atau detergen yang
mangandung 'enol
4ani'estasi klinis 1
/ 4akula ber(arna putih
/ Kadang5kadang terlihat makula
hiopomelanotik selain makula epigmentasi.
/ tepi lesi yang meninggi, eritema dan gatal,
disebut in'lamator.
/Lesi bilateral dapat simetris atau
asimetris.
6entuk 2itiligo 1
/ Lokalisata 1
5 'okal
5segmental
5mukosal
/ Generalisata1
5akro2asial
52ulgaris
57ampuran
Diagnosis 1
*. %2aluasi klinis 1 anamnesis dan
gambaran klinis.
!. &emeriksaan histopatologis 1 dengan
pe(arnaan hematoksilineosin tidak
ditemukan melanosit
+. &emeriksaan biokimia
&engobatan 1
*. menggunakan kamu'lase (7o2er
mask$
!. menghindari sinar matahari
+. pengobatan sistemik 1
trimerilpsoralen atau metoksi5
psoralen
8. kortikosteroid 1 inhibitor kalsineurin,
takrolimus
Konsep ,suhan Kepera(atan
Vitiligo
Identitas &asien 1 nama, umur,
alamat, peker3aan,
Keluhan utama 1ber7ak
hipopigmentasi
9i(ayat penyakit sekarang
didapatkan lesi ma7ula yang
hipomelanotik di daerah terbuka,
misalnya muka, punggung tangan,
ma7ula melanosit pada daerah
hiperpigmentasi, misalnya a:ial,
inguinal, aerola dan genitalia, daerah
yang sering terkena gesekan seperti 1
punggung tangan, kaki, siku lutut,
tumit, 3uga banyak.

#iwayat !enyakit Dahulu


#iwayat penyakit keluarga ,
pada vitiligo -0$%0%
mempunyai riwayat keluarga
#iwayat !sikososial
&emeriksaan Fisik
6*(6rain$ 1 tidak ada kelainan
6! (6lood$ 1 tidak ada kelainan
6+ (6rain$ 1 ada u2eitis (pada 2itiligo$, epitel
pigmentasi pada retina
68 (6ladder$ 1 tidak ada kelainan
6; (6o(el$ 1 tidak ada kelainan
6< (6one = integumen$ 1 terdapat ber7ak putih
biasanya pada daerah diatas 3ari, periori'isial
sekitar mata, mulut dan hidung, tibialis
anterior, dan pergelangan tangan bagia 'leksor
Diagnosa kepera(atan
*. Gangguan konsep diri (harga diri rendah$
berhubungan dengan penampilan dan
respon orang lain.
!. Gangguan integritas kulit berhubungan
dengan perubahan (arna kulit.
+. 9esiko ketidake'ekti'an penatalaksanaan
program terapeutik yang berhubungan
dengan kurang pengetahuan tentang
kondisi (penyebab per3alanan penyakit$
pen7egahan, pengobatan dan pera(atan kulit.
Inter2ensi kepera(atan
Gangguan konsep diri (harga diri rendah$ berhubungan dengan
penmapilan dan respon orang lain.
Tu3uan 1 indi2idu mampu beradaptasi dengan kondisinya
Kriteria hasil 1
54engembangkan peningkatan kemauan untuk menrima
keadaan diri
54engikuti dan turut berpartisipasi dalam tindakan pera(atan
diri
54elaporkan perasaan dalam pengendalian situasi
54enguatka kembali dukunganpositi' dari diri sendiri
54engutaran perhatian terhadap diri sendiri yang lebih sehat
5Tampak tidak memperhatikan kondisi
54enggunkan teknik penyembunyiak kekurangan dan
menekankan teknik nuntuk meningkatkan penampilan.
Inter2ensi 1
a. Ka3i adanya gangguan konsep diri (menghindari kontak
mata, u7apan merendahkan diri sendiri$.
9> gangguan konsep diri menyertai setiap penyakit atau
keadaan yang tampak nyata bagi klien.
6. Identi'ikasi stadium psikososial terhadap perkembangan
9> terdapat hubungan antara stadium perkembangan, 7itra diri
dan reaksi serta pemahamna klien terhadap kondisi kulitnya.
?. 6erikan kesempatan pengungkpan perasaan
9> klien membutuhkan pengalaman di dengarkan dan
dipahami. -ilai rasa keprihatinan dan ketakutan klien, bantu
klien yang 7emas
d. 4engembangkan kemampuan untuk menilai diri dan
mengenali masalahnya
9> membrikan kesempatan pada petugas untuk
menetralkan ke7emasan yang tidak perlu ter3adi dan
memuihkan realitas situasi, ketakutan merusak adaptasi
klien.
%. Dukung upaya klien untuk mmeperbaiki 7itra diri
seperti merias, merapikan
9> mmembantu meningktakan penerimaan diri dan
sosialisasi
'. 4endorong sosialisasi dengan orang lain
9> 4embantu meningktkan penerimaan diri dan
sosialisasi