Anda di halaman 1dari 8

0

MAKALAH

CIRI DAN RAGAM BAHASA
INDONESIA BAKU


Penulisan makalah ini sebagai salah satu tugas pembelajaran
Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Yang diampuh oleh Drs. Islachuddin Yahya, M.Pd.







Di Susun Oleh:
1. M. Geovani Taftazani ( Nimr )
2. Abdullah Muhammad ( Nirm .)



Jurusan: Pendidikan Bahasa Inggris
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GRESIK









1

KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur Alhamdulillah Hi Robbil Alamin, senantiasa penulis
panjatkan atas kehadirat Allah SWT. Dzat yang menciptakan alam seisinya. Dzat yang
memperjalankan siang dan malam dengan teratur. Dzat yang wajib disembah oleh
hamba-hamba-Nya. Karena, dengan Nikmat, Rahmat, Taufiq, Hidayah, Inayah, serta
Petunjuk-Nya, penulis dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini dengan baik
dan benar.
Dengan selesainya makalah yang memaparkan tentang Ciri Bahasa Indonesia
Baku dan Ragam Bahasa Indonesia Baku ini, penulis mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Yaitu:
1. Bapak Islachuddin Yahya, selaku Dosen Mata Kuliah Bahasa Indonesia.
2. Bapak dan Ibu Dosen
3. Teman-teman, serta semua pihak yang telah membantu, dalam penyelesaian
makalah ini.
Semoga atas jerih payah dan sumbangsih pemikirannya diterima oleh Allah
SWT. Amin, dan penulis berharap, semoga makalah ini, bagi pembaca dapat dijadikan
sebagai sumber bacaan yang berguna untuk menambah ilmu pengetahuan berbahasa
Indonesia
Penulis menyadari, bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan
penulisan selanjutnya.




Penulis





















2

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL..1
KATA PENGANTAR...2
DAFTAR ISI....................................................................................................3
BAB I : PENDAHULUAN.4
A. Latar Belakang Masalah....4
B. Rumusan Masalah.4
C. Tujuan Penulisan...5
D. Manfaat Penulisan.5
BAB II : PENYAJIAN DAN PEMBAHASAN..6
A. Ciri Bahasa Indonesia...6
B. Ciri Bahasa Indonesia Baku....................6
C. Ragam Bahasa...8
BAB III : KESIMPULAN DAN SARAN9
A. Kesimpulan.....9
B. Saran....9
DAFTAR PUSTAKA.10




























3

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang digunakan oleh seluruh Warga
Negara Indonesia, dari wilayah Sabang, Nangroe Aceh Darus Salam, Sampai
Merauke, Irian Jaya Barat. Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu rakyat
Indonesia dari beragam bahasa daerah yang berkembang di wilayah Negara
Indonesia, seperti Bahasa Jawa, Bahasa Sunda, Bahasa Betawi, dan lain sebagainya.
Kenyataan yang dijumpai penulis berbeda. Fakta yang terjadi di lapangan
sekarang adalah sudah mulai lunturnya sikap masyarakat untuk menghargai dan
menjunjung tinggi nilai Bahasa Indonesia. Dalam pemakaian mereka kurang
memahami ciri-ciri dan ragam bahasa Indonesia, apalagi penggunaan bahasa baku
masih belum maksimal, Mereka tidak menyadari, bahwasannya, Bahasa Indonesia
banyak memiliki keunggulan yang luar biasa dibandingkan dengan bahasa-bahasa
yang lain. Di samping itu, bahasa Indonesia juga memiliki banyak Ciri Bahasa yang
khas. Sehingga, dengan fakta yang terjadi sekarang, Penulis tergugah untuk
memotivasi masyarakat untuk lebih mencintai dan menjunjung tinggi nilai Bahasa
Indonesia serta penulis ingin menjelaskan tentang Ciri dan ragam Bahasa Indonesia,
serta Bahasa Indonesia Baku, agar dapat membedakan mana bahasa yang sesuai.
Penulis berharap, makalah yang penulis susun, bisa menambah memotivasi
para pembaca dan menambah wawasan para pembaca tentang Ciri Bahasa Indonesia
dan Ciri Bahasa Indonesia Baku.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang penulis sampaikan di atas, penulis
merumuskan rumusan masalah. Maka, perumusan masalah tersebut adalah:
1. Bagaimanakah ciri-ciri Bahasa Indonesia itu?
2. Bagaimanakah ciri Bahasa Indonesia yang baku itu?
3. Apa yang dimaksud dengan Ragam Bahasa itu?

C. TUJUAN PENULISAN
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1. Untuk menjelaskan ciri-ciri Bahasa Indonesia.
2. Untuk menjelaskan ciri-ciri Bahasa Indonesia Baku.
3. Untuk menjelaskan makna dari Ragam Bahasa.

D. MANFAAT PENULISAN
Penulis berharap, makalah ini dapat menambah wawasan para pembaca
tentang ciri-ciri Bahasa Indonesia, ciri-ciri Bahasa Indonesia Baku, dan Makna dari
Ragam bahasa.







4



BAB II
PEMBAHASAN
A. Ciri Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia mempunyai ciri-ciri tertentu, antara lain : (1) Fonografi
(bersistem eja bunyi), (2) Aglutinatif (dalam pembentukan kata jadian, bersistem
penempelan imbuhan pada bentuk dasarnya), (3) Struktur kalimat bahasa indonesia
membayangkan pola: urutan kata, makna kata, intonasi, dan situasi (Yahya,2012:109)

B. Ciri Bahasa Indonesia Baku
Bahasa baku perlu memiliki sifat Kemantapan Dinamis, yang berupa kaidah dan
aturan yang tetap. Tetapi, ketetapan itu cukup terbuka untuk perubahan yang bersistem
di bidang kosa kata dan peristilahan.
Untuk mencari kemantapan, perlu diusahakan pekerjaan kodifikasi bahasa.
Kodifikasi bahasa menyangkut dua aspek yang sangat penting, yaitu: (1) bahasa
menurut situasi pemakai dan pemakaiannya, (2) ahasa menurut strukturnya sebagai
suatu sistem komunikasi.
Kodifikasi pertama akan menghasilkan sejumlah ragam bahasa dan gaya
bahasa. Perbadaan ragam bahasa dan gaya bahasa, tampak jelas dalam pemakaian
bahasa lisan (ujaran) dan bahasa tulisan, masing-masing mengembangkan variasi
menurut pemakaiannya di dalam pergaulan keluarga dan sahabat dan tampak di dalam
hubungan formal.
Kodifikasi kedua akan menghasilkan tata bahasa dan kosa kata baku. Pada
umumnya, yang layak dianggap baku ialah ujaran dan tulisan yang dipakai oleh
golongan masyarakat paling luas pengaruhnya dan paling besar kewibawaannya.
Termasuk di dalamnya para pejabat negara, para dosen, para guru, warga media
massa, alim ulama, dan kaum cendekia. Karena golongan ini disebut kelompok
pembina pendapat umum, maka mereka jugalah yang sebaiknya jadi sasaran
pembinaan.
Ciri lain bahasa baku yang modern adalah kecendekiaan. Bahasa Indonesia
mampu mengungkapkan proses pemikiran yang rumit di berbagai bidang ilmu,
teknologi, dan antarhubungan manusia, tanpaa menghilang kodrat dan kepribadiannya.
Proses pencendekiaan ini sangat penting untuk menampung aspirasi generasi
muda yang menuntut taraf kemajuan yang lebih tinggi dan ingin mencari pengalaman
hidup sebagai akibat perkenalannya dengan kebudayaan lain. Orang yang ragu-ragu
terhadap kemampuan bahasa Indonesia ini akan lari ke bahasa lain. Sebagai bahan
perbandingan, dapat diajukan situasi Jepang, yang mampu mempertahankan tata
aksaranya (kanji, hiragana, dan katakana) dan tingkat-tingkatan bahasanya. Bahasa
Jepang dapat menjadi sarana penyalur pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan
bangsa itu untuk menjadi bangsa yang modern. Berkat usaha penterjemahan secara
besar-besaran, orang Jepang leluasa memperoleh inferensi di bidang apapun yang
diinginkannya.
Ciri inilah antara lain dapat membuat bahasa Indonesia mampu bertahan
terhadap saingan bahasa Inggris di kalangan orang yang ingin dianggap pelajar dan
modern. Karena proses pemikiran yang cendekia, bukan berarti monopoli sesuatu


5

bangsa, akan tetapi bahasa Indonesia tetap mengalami proses perkembangan dengan
cara menyerap berbagai bahasa, yang prosesnya sesuai dengan aturan dan kaidah
ejaan bahasa Indonesia, dikutip dari Saadah Halim, (www.malangwil.blogspot.com)
Paradoksnya, makin tidak cendekianya bahasa Indonesia seseorang, makin
besar hasratnya tidak menggunakan bahasa indonesia. Menguasai dan menggunakan
bahasa asing adalah bentuk kemajuan yang perlu dihargai, tetapi membumihanguskan
fungsi bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari adalah bentuk kejahatan bahasa
yang harus diperangi. Sebagai bangsa Indonesia, harus bangga terhadap bahasanya
sendiri, yakni bahasa Indonesia. Tidak semua negara memiliki bahasa. Suatu negara
yang merdeka, tetapi bahasa resmi negara atau bahasa yang pertama menggunakan
bahasa negara lain. Oleh karena itu, sikap cendekia terhadap bahasa Indonesia sangat
penting dimiliki oleh pemakai bahasa dan bangsa Indonesia. (Hamid,2011:100) Di
sinilah, perlu pemahaman tentang ragam bahasa yang dimiliki oleh suatu bangsa.

C. Ragam Bahasa
Ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda
menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang
yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Berdasarkan pemakaiannya,
ragam bahasa dibedakan menjadi dua macam yaitu: ragam bahasa resmi dan ragam
bahasa tak resmi, yang meliputi dialek, idiolek, dan bahasa komunitas/profesional.
Ditinjau dari segi benar tidaknya, ragam bahasa dibedakan menjadi : ragam bahasa
baku dan ragam bahasa tidak baku.


























6


BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian bab pembahasan sebelumnya, penulis dapat menarik
kesimpulan, antara lain :
1. Ciri-ciri Bahasa Indonesia ada 3. Yaitu: (1) Fonografi (bersistem eja bunyi), (2)
Aglutinatif (dalam pembentukan kata jadian, bersistem penempelan imbuhan pada
bentuk kata dasarnya) dan (3) Struktur kalimat bahasa Indonesia membayangkan
pola: urutan kata, makna kata, intonasi, dan situasi.
2. Ciri-ciri Bahasa Indonesia Baku Yaitu digunakan dalam situasi normal, memiliki
kemantapan dinamis, bersifat kecendekiaan, memiliki keseragaman kaidah atau
sesuai ejaan yang berlaku, dan pelafalannya tidak memperlihatkan unsur
kedaerahan atau asing
3. Bahasa Indonesia memiliki ragam bahasa yang digunakan sesuai dengan kondisi
dan kebutuhannhya

B. Saran
Berdasarkan kesimpulan makalah di atas, maka penulis mempunyai saran
sebagai berikut:
1. Kita sebagai bangsa Indonesia, haruslah memiliki pemahaman terhadap bahasanya
sendiri, baik ciri-ciri, ragam, maupun bahasa yang baku
2. Kita sebagai bangsa Indonesia, haruslah memiliki rasa bangga terhadap bahasanya
sendiri, yaitu bahasa Indonesia.




7









DAFTAR PUSTAKA

Halim, Saadah. 2010. Bahasa Indonesia yang Baku. (www.malangwil.blogspot.com) dicetak
pada tanggal 25 Januari 2012.
Hamid, Abdul. 2011. Teknik Penulisan Makalah. Jakarta: Raya.
Yahya, Islachuddin. 2012. Teknik Penulisan Karangan Ilmiah. Surabaya: Surya Jaya
Raya.
Suyanto.2011. Sosiologi Bahasa (Artikel). (www.suyanto.blogspt.com). Dicetak pada
tanggal 9 September 2013.

Anda mungkin juga menyukai