Anda di halaman 1dari 14

Transdermal Terbantu

(Active Methods for Enhancing Transdermal


Drug Delivery)
Cara konvensional pemberian obat melalui
kulit (transdermal) pasif
jumlah obat yang dihantarkan dengan
menggunakan metode ini masih terbatas dan
hanya untuk jenis obat tertentu saja
Transdermal terbantu Metode ini
melibatkan penggunaan energi eksteral untuk
bertindak sebagai motor penggerak dan atau
tindakan untuk mengurangi sifat penghalang
subkutan dengan tujuan untuk meningkatkan
penetrasi obat ke dalam kulit.

Sonoforesis Iontoforesis
Elektroporasi
Sonophoresis/Phonophoresis
- Proses yang dapat meningkatkan penetrasi obat
dalam sediaan trasdermal ke dalam epidermis,
dermis, dan apendageal kulit dengan bantuan
gelombang ultrasonik
- Hal ini dapat terjadi karena gelombang ultrasonik
menstimulasi vibrasi dalam ukuran mikro di
dalam kulit
- Gelombang ultrasonik terbagi 2
a)Low-frequency sonophoresis (20-100 kHz)
b)High-frequency sonophoresis (0,7-16 MHz)


Mekanisme Sonophoresis
Efek Termal
Gelombang Ultrasonik melewati medium lalu sebagian energi diserap
oleh jaringan, yang akan menimbulkan kenaikan suhu lokal (tergantung
pada frekuensi ultrasonik, intensitas, luas permukaan alat, besar
eksposur).
Kavitasi
Kavitasi merupakan pembentukan rongga berisi udara (gas) pada
medium selama pemaparan ultrasonik. Gelembung ini dapat terbentuk
dengan cepat maupun lambat. Pecahnya gelembung akan mengubah
struktur jaringan disekitarnya
Efek Acoustic Streaming
perkembangan dari aliran listrik satu arah dalam suatu cairan yang
disebabkan oleh gelombang ultrasonik. . Penyebab utama acoustic
streaming adalah pemantulan dari gelombang ultrasonik


Aplikasi Sonophoresis
Contohnya pada penggunaan insulin, kulit yang sebelumnya telah
diberi pretreatment ultrasonik kadar glukosa darah turun 80%
dalam waktu 2 jam. Sementara pada kulit yang sebelumnya tidak
diberi pretreatment, tidak terjadi penurunan kadar glukosa darah
(dalam 2 jam)
Sonophoresis umumnya digunakan sebagai pretreatment untuk
meningkatkan permeabilitas kulit sehingga dapat membantu
penetrasi obat



Keuntungan dan Kerugian
Keuntungan
- Meningkatkan penetrasi obat
- Memungkinkan kontrol yang ketat dari laju penetrasi
transdermal
- Mengurangi frekuensi dosis pemberian dan
meningkatkan kepatuhan pasien
- Meningkatkan kontrol pelepasan konsentrasi obat
dengan indeks terapi sempit
- Mengurangi fluktuasi kadar plasma obat
- Menghindari metabolisme lintas pertama di hati dan
menghindari iritasi lambung (obat tertentu)
- Mudah dalam penghentiannya apabila terjadi toksisitas

Kerugian
- Membutuhkan waktu yang cukup lama dalam
pemberian obat melalui sonophoresis
- Stratum korneum harus dalam kondisi baik agar
penetrasi obat dapat efektif
- Timbul iritasi dan kulit yang terbakar
DAFTAR PUSTAKA:
Kumar, Sampath K.P., Debjit Bhowmik, M. Komala. 2013.
Transdermal Sonophoresis Technique- An Approach For Controlled
Drug Delivery. Coimbatore : Department of Pharmaceutical
Sciences, Coimbatore Medical College .
Park, Donghee, Hyunjin Park, Jongbum Seo, Seunghun Lee. 2013.
Sonophoresis in transdermal drug deliverys. Seoul: Department of
Dermatology, Yongdong Severance Hospital, Yonsei University
College of Medicine
Polat, Barris E., Douglas Hart, Robert Langer, Daniel blankshtein.
2011. Journal of Controlled Release, Ultrasound-mediated
transdermal drug delivery: Mechanisms, scope, and emerging
trends. Cambrige : Department of Chemical Engineering,
Massachusetts Institute of Technology, Cambridge.
Jos Juan Escobar-Chvez, et all. 2009. The Use of Sonophoresis in
the Administration of Drugs Throughout the Skin. Mexico: Facultad
de Estudios Superiores Cuautitln- Universidad Nacional Autnoma
de Mxico
Victor Meidan. Handbook of Transdermal Drug Delivery System.
New Jersey: New Jersey Center for Biomaterials, Newark, New
Jersey, U.S.A.