Anda di halaman 1dari 2

Without Allah, We are nothing

Mutiara Nisa, Jumat 28 Maret 2014


Pembicara : Mariana Ulfa

Ketika kita sakit, maka kita akan pergi ke dokter, karena kita tahu dokterlah yang bisa
membantu menyembuhkan penyakit kita. Maka seharusnya ketika kita punya masalah,
mintalah pertolongan pada Allah. Alasan mengapa harus bermuara atas segala sesuatu kepada
Allah adalah karena Allahlah pencipta dan penguasa alam semesta yang megah ini. Malulah
jika kita tidak mau meminta pertolongan pada Allah.
Mengapa harus mengenal Allah? QS Adz-Dzariyat (56)Dan aku tidak menciptakan jin
dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.(57)Aku tidak menghendaki
rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku
makan.(58)Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan
lagi Sangat Kokoh. Allahlah yang berhak atas diri kita, kita tidak berdaya karena kita adalah
hamba Allah.
QS. An-Nisa (79)Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja
bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu
menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.
Ketenangan hati, prestasi, menikmati belajar dan kenikmatan-kenikmatan lain adalah
karunia Allah. Sedangkan masalah yang kita miliki adalah berasal dari diri kita sendiri. Dapat
dianalogikan ketika kita berada dilapangan yang luas ada ratusan orang disana tapi hanya
kepala kita yang pada saat itu kejatuhan bola. Kenapa harus saya yang tertimpa? Semua itu
bukan kebetulan tetapi merupakan tanda sayang Allah. Jangan menjadi orang yang
menyalahkan peristiwa, segala peristiwa kita kembalikan pada Allah baik berupa kenikmatan
maupun musibah. Jika itu kenikmatan, bisa saja merupakan ujian dalam menghadapi peluang
kesombongan. Jika itu musibah, cobalah tengok kembali dosa apa yang sudah kita lakukan.
Dalam segala aspek kehidupan, berharaplah hanya kepada Allah, bersandar pada
orang lain, mudah membuat kita kecewa. Jika kita melakukan yang terbaik, Allah pasti akan
melakukan yang terbaik. Apa yang kita niatkan dari setiap pilihan yang kita tentukan maka
itulah yang akan kita dapatkan. Setiap kegiatan berniatlah untuk kebaikan. Ditengah
kesibukan kita tetaplah berpeluh dalam melakukan kebaikan. Gunakan peluang meraih
kebaikan sebanyak-banyaknya. Ditengah sibuknya kuliah, praktikum, menulis laporan,
sempatkanlah untuk berkonstribusi baik dalam organisasi maupun kegiatan-kegiatan
bermanfaat lainnya. Ketika jiwa kita berjuang hanya untuk Allah, maka kita tidak akan
merasa letih. Allah Maha tahu, jika niat kita baik, insya Allah segala sesuatunya akan
dimudahkan.

Sesi tanya-jawab:
Bagaimana agar hati tetap istiqomah, melakukan segala sesuatu hanya karena Allah?
Jawab :
Kita membutuhkan teman untuk bisa saling mengingatkan. Oleh sebab itu, milikilah
teman yang baik. Teman yang baik bukan yang selalu membenarkan atas apapun yang kita
lakukan tetapi teman yang baik adalah orang yang selalu menegur kita ketika kita berbuat
salah.
Hati juga butuh suplemen, keimanan butuh di recharge. Ketika iman sedang luntur,
carilah ilmu sebanyak-banyaknya, ikutilah kajian-kajian yang bisa mengembalikan semangat
kita.