Anda di halaman 1dari 4

Nama : Nina Widya Ningrum

Nim : 09600048
KASUS
Seorang anak usia 9 bulan dirawat di ruang mawar, JK perempuan dengan diagnosis
bronkopneumoni. Riwayat penyakit anak saat ini: batuk pilek sejak 12 hari yang lalu diikuti
dengan rekuensi !" ada lendir disertai muntah dan panas, kemudian pasien kejang dan
dibawa ke #$%. Setelah diperiksa pasien diindikasikan rawat inap. Riwayat &umbang pasien,
'' lahir ()** gr dengan panjang lahir )* +m. Sebelum sakit '' , kg, -' .9 /m,0k 1( +m,
0% )) +m, 002 11,) +m. 2nak minum asi sejak lahir sampai st ini engan 3-42S# bubur
bayi 2" sehari. %idapatkan dari pemeriksaan kesadaran +ompas mentis, nadi 11,"5mnt, suhu
(9,1 +, RR )!"5mnt,bentuk dada normal irama naas reguler terdapat retraksi otot bantu naas
pada #/S dan supraaternal, anak menggunakan *2 1 lpm, relek batuk ada tapi sputum tidak
bisa keluar, pergerakan dada normal, tidak ada nyeri tekan. 6asil auskultasi menunjukkan
adaya suara ronkhi dan whee7ing pada #/S (4. de"tra sinistra, suara ronkhi terutama pada
lobus bawah posterior. 8kspresi aek dan emosi menangis dan takut terutama pada saat
didekati perawat. %idapatkan hasil pemeriksaan laboratorium 6b 1*,1 g5dl, hematokrit
(*,19,leukosit (1,*(*5mm(, trombosit 22).***5mm(.pemeriksaan radiologi menunjukkan
oto toraks terdapat perselubungan di pons hilier de"tra hegemony di hematora". -asien
mendapatkan terapi medis inuse tride" 2.' )**++521jam, nebul :entolin: -7 ; 1:( <("
sehari=, :it 2 1**.*** #3. #nj 2mpi+ilin (" (** mg <#>=, inj.$entami+in 2"2*mg <#>=.
Patofisiologi
'ronkopneumoni merupakan -eradangan pada parenkim paru yang paling sering di
akibatkan oleh ineksi bakteri, atau mikoplasma, atau aspirasi benda asing. ?rganisme utama
penyebab pneumoni bakteri pada bayi berusia kurang dari ( bulan adalah streptococcus
pneumonia, streptococcus grup A, staphylococcus, basil gram-negatif, basil nterik dan
Clamydia. -ada anak4anak berusia antara ( bulan dan ) tahun, Staphylococcus. -neumonia :irus
lebih sering terjadi di bandingkan dengan pneumoni bakteri. -enyebab paling sering pneumoni
:irus pada bayi adalah Adeno-associated, :irus inluen7a dan para inluen7a merupakan organism
yang biasanya menyebabkan pneumoni :irus pada anak4anak yang lebih besar dengan gejala
panas tinggi, gelisah, dispnea, napas +epat dan dangkal, muntah, diare, serta batuk kering dan
produkti. -neumoni ini terjadi pada umur berapapun, (*9 dari semua penderita adalah sebelum
umur ( bulan dan .*9 adalah sebelum umur 1 tahun. 2nak laki4laki terkena lebih sering dari
pada anak perempuan.
&anda dan gejala yang mun+ul pada JK adalah batuk pilek sejak 12 hari yang lalu diikuti
dengan rekuensi !" ada lendir disertai muntah dan panas, kemudian pasien kejang
Riwayat Keseatan
JK seorang anak perempuan yang berusia 9 bulan, tidak memiliki riwayat penyakit
sebelumnya. %ia didiagnosis bronkopneumoni. Riwayat tumbuh kembang pasien, '' lahir ()**
gr dengan panjang lahir )* +m. Sebelum sakit '' klien , kg, -' .9 +m, 0K 1( +m, 0% )) +m,
002 11,) +m. 2nak minum 2S# sejak lahir sampai saat ini dengan 3-42S# bubur bayi 2" sehari.
Sebelum masuk Rumah sakit -asien tidak menjalani pengobatan atau tindakan operasi. Setelah di
bawa ke #$% dan dilakukan pemeriksaan, pasien diindikasikan rawat inap.
Pemeri!saan "isi!
%ari hasil pemeriksaan di dapatkan bahwa anak JK memiliki kesadaran +omposmentis,
nadi 11,"5menit, suhu (9.1
*
/, RR )!"5menit, bentuk dada normal irama naas regular terdapat
retraksi otot bantu naas pada #/S dan suprasternal, menggunakan ?2 1 lpm, relek batuk ada tapi
sputum tidak bisa keluar, pergerakan dada normal, tidak ada nyeri tekan. 6asil auskultasi
menunjukkan suara ronkhi dan whee7ing pada #/S (4. de"tra4sinistra, suara ronkhi terutama
pada lobus bawah posterior. 8kspresi eek dan emosi menangis dan takut terutama saat di dekati
perawat.
#era$i "arma!ologis
%alam buku 6idayat, 2 <2**,= apabila penyakitnya masih ringan tidak perlu diberikan
antibioti+, tetapi apabila penyakit nya sudah berat pasien dapat dirawat inap, maka perlu
pemilihan antibioti+ berdasarkan, keadaan umum, dan kemungkinan penyebab, seperti pemberian
penisilin prokain dan kloramenikol atau kombinasi ampisilin dan kloksasilin, atau eritromisin
dan kloramenikol atau sejenisnya.
Selama perawatan pasien mendapatkan terapi medis inuse tride" 2.' )** ++521jam,
nebul :entolin:-@ ; 1:( <( kali sehari=, :it 2 1**.*** #3, inj 2mpi+ilin ("(** mg <#>=,
#nj.$entami+in 2"2*mg <#>=.
Ren%ana Ke$erawatan
%iagnosa keperawatan yang mun+ul pada anak JK yaitu 'ersihan jalan naas tidak eekti
berhubungan dengan hipersekresi mukus. Aang dimana masalah keperawatan tersebut berasal
dari agen ineksi <'akteri , Jamur, >irus= ke dalam saluran pernaasan atas lalu masuk menuju
bronkus, setelah itu pada bronkus terjadi peradangan yang dimana mengakibatkan hiperekskresi
mukus <penumpukan mukus yang berlebihan= di bronkus, yang walaupun relek batuk pasien ada
tetapi sputum tetap sulit keluar dan terjadilah bersihan jalan naas tidak eekti.
&ujuan perawat membantu pasien yaitu agar jalan naas anak JK kembali eekti dan tidak
terdapat dipsnea yaitu dengan dilakukan beberapa inter:ensi se+ara mandiri , yaitu perawat
mengkaji rekuensi dan kedalaman pernaasan dan pergerakan dada pasien, melakukan auskultasi
pada seluruh lapang paru dan men+atat bunyi naas tambahan <Ron+hi, wee7ing, krakles=,
melakukan nebuli7er dan su+tion yang ungsinya untuk mengen+erkan sputum yang ada di
bronkus p" agar dapat segera dikeluarkan, melakukan tindakan pemberian terapi oksigenasi
sesuai indikasi serta melakukan isioterapi dada pada anak JK. %an bisa juga berkolaborasi
dengan tim kesehatan lainnya dalam pemberian terapi armakologis dan pemberian nutrisi.
6al4hal yang harus diperhatikan dan dirubah dari kebiasaan orang tua anak JK tersebut
yaitu sebisa mungkin menghindarkan anak JK dari penyebab4penyebab terjadinya
bronkopneumonia yang misalnya : aspirasi +airan atau nutrisi yang masuk ke dalam saluran
pernapasan anak, lingkungan yang kurang sehat, menjaga imunitas anak agar tidak rentan tertular
oleh agen penyebab penyakit tersebut.
&'aluasi
/ara4+ara yang dilakukan diatas tersebut diyakini eekti untuk dilakukan kepada anak JK,
dan akan menjamin kesembuhan anak JK apabila tindakan tersebut dilakukan se+ara prosedural
dan rutin. %engan +ara tersebut anak JK akan segera sembuh dari penyakit tersebut di buktikan
dengan sudah tidak adanya retraksi otot bantu naas pada #/S dan suprasternal meskipun masih
menggunakan ?2 1 lpm, relek batuk dan sputum sudah bisa keluar, pergerakan dada normal,
tidak ada nyeri tekan. 6asil auskultasi sudah tidak menunjukkan suara ronkhi dan whee7ing pada
#/S (4. de"tra4sinistra, suara ronkhi terutama pada lobus bawah posterior.
Re!omendasi
-erawat melakukan +ara4+ara yang lebih ino:asi dalam memberikan asuhan keperawatan
kepada pasien agar tindakan yang diberikan lebih eekti dan menjamin kesembuhan pasien
(A"#AR PUS#AKA
6idayat, 2.27i7 2limul. 2**,. -engantar #lmu anak untuk -endidikan Kebidanan.Jakarta:
Salemba 3edika